• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESAIN PEMBELAJARAN NOBERTUS LEDE. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DESAIN PEMBELAJARAN NOBERTUS LEDE. docx"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH DESAIN PEMBELAJARAN BERDASARKAN LUKAS 8:4-15 TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK

DI SD BINTANG TIMUR, CILEUNGSI

JUDUL PROPOSAL

Oleh Nobertus Lede NIM : 02201513278

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 2

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Kegunaan Penelitian ... 6

F. Sistematika Penulisan ... 7

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS ... 9

A. Landasan Teori ... 9

1. Hakikat minat belajar... ... 10

a. Pengertian Minat ... ... 10

b. Pengertian Belajar ... 11

c. Pengertian Minat Belajar... 11

2. Hakikat Desain Pembelajaran... 12

(3)

DAFTAR PUSTAKA ... 22

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia. Setiap orang memiliki kemampuan yang terbaik bagi dirinya, dan kemampuan tersebut dapat

berkembang secara optimal jika diberi kesempatan. Peran pendidik sebagai fasilitator dan motivator dalam proses pengembangan kemampuan peserta didik, melihat kemampuan masing-masing peserta didik memiliki kemampuan yang bervariatif, maka dalam hal ini dimaksudkan agar desain sistem pembelajaran yang disusun efektif, efisien dan produktif.

Media teknologi juga dapat membantu untuk meningkatkan interaksi antar pengajar dan pelajar, dan membuat proses belajar yang berpusat pada pelajar. Guru sebagai pengembang media, belajar mengetahui perbedaan pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran dipilih untuk memotivasi para

pembelajar, memfasilitasi proses belajar, melayani perbedaan individu, mendorong terjadinya interaksi, dan memfasilitasi belajar kontekstual, oleh sebab itu desain pembelajaran sangatlah penting perannya dalam mengembangkan kemampuan peserta didik dalam belajar.

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan

(4)

menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia, sebab melalui pendidikan diharapkan menghasilkan generasi yang berkualitas dan berkompetensi dalam segala hal yang dapat di jadikan contoh oleh setiap orang dalam bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara di masa yang akan datang. Menurut Lif Khoiru Ahmadi “Proses Bleajar Mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang di organisir.”1 Itulah sebabnya sangat perlu seorang tenaga pendidik benar-benar mempersiapkan materi dengan baik, sehingga materi yang dipersiapkan dengan baik itu tersampainkan dengan baik, mendesain pembelajaran merupakan langkah awal untuk menghasilkan generasi yang berkualitas dan berkompetensi.

Berdasakan Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam hal ini tenaga pendidik sangat perluh memiliki pengetahuan atau kompetensi yang memadai, dan juga seorang pendidik perlu kepekaan dan ketelitian dalam mempersiapkan

(5)

segala sesuatu yang berkaitan dengan keaktifan dalam kelas, oleh sebab itu seorang pendidik sangat perlu mempersiapkan strategi yang tepat dalam mempersiap bahan mengajarnya

Stategi-strategi belajar, presentasi, active learning, pengajaran langsung, pengajaran konsep, diskusi kelas, kuantum learning, moving class, dan model-model pembelajaran yang lainnya yang yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran bagi peserta didik.2

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu kepala sekolah SD Bintang Timur Cileungsi, Agnes Ngatini, pertama, kurangnya sarana dan prasarana menyebabkan persiapan pendidik dalam menyediakan bahan ajar menjadi terbatas, itulah sebabnya minat belajar peserta didik menjadi rendah.

Kedua, peserta didik juga kurang terlibat dalam proses pembelajaran, seperti bertanya, menjawab pertanyaan, mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru, guru dan orang tua kurang perhatian terhadap peserta didik dalam hal kemajuan atau perkembangan peserta didik sesuai dengan bidang yang diminati oleh peserts didik. Ini merupakan hal utama yang menjadi pengaruh dalam peningkatan minat belajar peserta didik, karena setiap peserta didik membutuhkan perhatian dari setiap orang tua dan dari setiap guru, terutama orang tua harus memberi perhatian lebih kepada anak-anak. Juga kepada setiap guru tidak boleh hanya memberi perhatian khusus kepada peserta didik yang dekat dengan guru tersebut, namun seorang guru harus netralisasi agar setiap peserta didik merasakan hal yang sama dari guru.

Ketiga, kurangnya ketegasan dari pihak sekolah terhadap pengajar dalam peningkatan kreatifitas dalam mengajar, hal ini sangat berpengaruh terhadap peserta didik. Karena melalui kreatititas guru dalam mengajar sangat menentukan tinggi atau rendahnya minat belajar siswa.

Desain pembelajaran berfungsi untuk membantu seorang guru dalam mempersiapkan materi atau bahan mengajar, namun desain pembelajaran membutuhkan ketekunan dan ketelitian

(6)

seorang guru, sehingga materi atau bahan mengajar yang di siapkan benar-benar bermanfaat buat dirinya dan buat peserta didik yang menerima materi yang diajarkannya itu, apabila guru dalam mempersiapkan desain pembelajaran dengan baik serta membangkan dengan menggunakan aplikasi maka, akan berdampak positif bagi seorang guru dan pesrta didik.

Jika ditinjau berdasarkan kitab Pengkhotbah 12:9-14, dalam konteks ini Salomo memberikan contoh desain pembelajaran melalui pengajarannya untuk membuat setiap pembaca dan setiap orang yang mendengarkan pengajarannya mudah untuk memahami apa yang

disampaikan-Nya. Apabila hal itu di aplikasikan maka akan terwujud sebuah proses pembelajaran yang menarik minat belajar setiap peserta didik.

Hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di atas ditemukan beberapa masalah yang ada di sekolah tingkat sekolah dasar di daerah Cileungsi yaitu SD

Bintang Timur. Masih menunjukkan aspek-aspek yang masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi dalam mendesain pembelajaran sebab masih rendah minat belajarnya. Itulah alasan peneliti mengangkat judul, PENGARUH DESAIN PEMBELAJARAN BERDASARKAN

PENGKHOTBAH 12:9-14 TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD BINTANG TIMUR CILEUNGSI.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan beberapa contoh permasalahan yang terdaftar dalam latar belakang di atas maka peneliti mengidentifikasi masalah tersebut kedalam beberapa bagian, yaitu:

Pertama, kurangnya persiapan peserta didik dalam mempersiapkan bahan ajar. Kedua, minimnya sarana dan prasarana bahan ajar.

Ketiga, Kurangnya minat siswa dalam belajar.

(7)

Kelima, guru terlalu otoriter

Keenam, kurangnya ketegasan dari pihak sekolah terhadap pengajar dalam peningkatan kreatifitas dalam mengajar.

Ketujuh, kurangnya perhatian guru dan orang tua terhadap siswa. Kedelapan, kurangnya pendekatan guru terhadap siswa.

Kesembilan, kurangnya ketaatan peserta didik dalam menaati peraturan. Kesepuluh, guru menghukum peserta didik yang kurang taat.

C. Batasan Masalah

Setelah peneliti mengidentifikasi masalah yang terjadi, langkah selanjutnya peneliti akan memberikan batasan masalah terhadap karya ilmiah ini, agar penelitian yang dilakukan di lapangan tidak meluas. Agar dapat menjangkau serta menjawab sesuai dengan kebutuhan yang di teliti oleh peneliti. Diperlukan sebuah pembelajaran yang menarik yang didesain dengan baik yang dapat menarik minat belajar peserta didik. Seorang pendidik perlu mempersiapkan diri dengan baik khusus dalam mata pelajaran yang di ampuhnya di SD Bintang Timur Cileungsi, dengan berlandaskan Pengkhotbah 12:9-14. Oleh sebab itu peneliti memilih beberapa masalah yang tertera dalam identifikasih masalah untuk di teliti.

Pertama, kurangnya persiapa peserta didik dalam mempersiapkan bahan ajar. Kedua, minimnya sarana dan prasarana bahan ajar.

Ketiga, Kurangnya minat siswa dalam belajar.

Keempat, kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

(8)

Peneliti karya ilmiah sangat berhubungan erat dengan penelitian, dan hal tersebut dilakukan karena adanya sebuah masalah yang terjadi. Martinis Yamin mengatakan bahwa “keberadaan suatu masalah merupakan syarat mutlak yang tidak dapat di tawar-tawar dalam melakukan penelitia.”3 Menurut Sugiyono mengatakan bahwa “rumusan masalah adalah suatu pertanyaan yang akan di carikan jawaban melalui pengumpulan data.”4

Selanjutnya, Sumanto mengatakan “Rumusan masalah memberi gambaran yang jelas mengenai masalah yang terkandung di dalamnyan sekaligus memberikan petunjuk tentang kemungkinan mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah

tersebut.”5 Dengan demikian perumusan masalah menjadi tolak ukur pengumpulan data dalam penelitian sehingga memperjelas masalah yang akan diteliti.

Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka peneliti menetapkan perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan yaitu: sejauh mana pengaruh desain pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di SD Bintang Timur, Cileungsi yang berlandaskan firman Tuhan dari Kitab Pengkhotbah 12:9-14

E. Kegunaan Penelitian

Kegunaan secara teoritis yaitu kegunaan yang berkaitan dengan pengembangan minat belajar sesuai dengan variabel yang dikaji dan kegunaan secara praktis yaitu kegunaan yang berkaitan dengan pihak-pihak dalam penelitian, merupakan manfaat yang diuraikan dalam penelitian karya ilmiah ini.

a. Secara Teoritis

3Martinis Yamin, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010), 29

4 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2010), 58.

(9)

kegunaan secara teoritis dari penelitian ini adalah peneliti mengharapkan agar penulisan karya ilmiah ini dapat bermanfaat dalam bidang pendidikan secara khusus terhadap guru pelajaran agar dapat mendesain bahan yang dipersiapkan untuk di ajarkan kepada peserta didik. Sehingga para pendidik juga ikut mewujudkan tujuan pendidikan secara nasional yaitu memajukan pendidikan yang ada di negara ini dengan membimbing anak-anak menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan yang tinggi.

b. Secara Praktis

Peneliti akan memaparkan beberapa kegunaan bagi beberapa pihak, di antaranya: Pertama, bagi sekolah tempat peneliti mengadakan penelitian yaitu SD Bintang Timur, Cileungsi agar pihak sekolah dapat menerapakan desain pembelajaran guna meningkatkan minat belajar siswa.

Kedua, bagi pendidik agar mempersiapkan bahan mengajar dengan baik, agar kelak ketika menjalankan tugas sebagai pengajar dan apa yang di ajarkan tersampaikan dengan baik dan dapat diterima oleh peserta didik. Peran seorang pengajar sangat penting dalam memberi dampak yang besar bagi peningkatan intelektual siswa.

(10)

Keempat, bagi peserta didik, agar mempersiapkan dirinya dengan baik sehingga kelak menjadi seorang guru, biarlah menjadi guru yang kreatif dalam mengajar, dalam membimbing siswa serta menjadi guru yang profesionsal dalam menjalankan tugasnya. dan yang menjadi harapan peneliti supaya desain pembelajaran ini dapat di terapkan dengan baik oleh setiap tenaga pengajar.

F. Sistematika Penulisan

Peneliti menguraikan karya ilmiah ini dalam lima bab dengan sistematika penulisan, guna mempermudah para pembaca dan pengguna dalam memahami yaitu sebagai berikut.

Bab I. Menguraikan tentang pendahuluan yang di dalamnya membahas latar

belakang, Identifikasih Masalah, Batasan Masalah, Perumusan Masalah, Manfaat Penelitian, dan Sistematika penulisan.

Bab II. Terdiri dari: pembahasan landasan Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis penelitian

Bab III. Peneliti menguraikan tentang tujuan Penelitian, Tempat dan Waktu

(11)

BAB II

LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA

Pada bagian bab II ini, peneliti akan melakukan penelusuran terhadap berbagai sumber yang akan digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini. Penelusuran yang dilakukan ialah melalui sumber-sumber buku, artikel, internet, dan media cetak. Adapun yang menjadi tujuannya ialah untuk medapatkan data yang akurat, jelas dan benar, serta dapat mendukung penelitian tentang Pengaruh Desain Pembelajaran Berdasarkan Lukas 8:4-15 Terhadap Minat Belajar Siswa di SD Bintang Timur, Cileungsi.

A. Landasan Teori

Sumardi Subrata, menyatakan bahwa, “setelah masalah penelitian di rumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teori untuk pelaksanaan penelitian”.6 Lebih lanjut Martinins Yamin mengatakan bahwa landasan teori atau konstruksi teoritik dapat dijadikan pedoman dan pegangan bagi peneliti dalam mengenal dan

mengidentifikasikan masalah penelitian, merumuskan masalah, memberi defenisi operasional

(12)

variable-variabel penelitian sebagai sumber hipotesis”7 jadi landasan teori merupakan pedoman dan pegangan bagi peneliti untuk mengindentifikasih masalah yang ada di lapangan

a.Study kitab Pengkhotbah

Dalam hal ini peneeliti mau menyampaikan atau memaparkan hal-hal berikut yang berkaitan dengan desain pembelajaran dalam Kitab Pengkhotbah 12:9-14 yang berbunyi : “ 9 Pengkhotbah tidak hanya berhikmat, tetapi juga mengajarkan pengetahuan umat manusia. Ia belajar dengan sangat cermat dan menyusun banyak ajaran bijak.

10 Pengkhotbah berusaha dengan sangat keras menemukan kata-kata yang menyenangkan dan ia menuliskan perkataan kebenaran secara jujur.

11 Kata-kata dari orang bijak seperti kusa, dan kumpulan-kumpulannya seperti paku yang tertanam, yang diberikan oleh seorang gembala untuk mengarahkan ternaknya berjalan di jalan yang benar.

12 Jadi, anakku, berhati-hatilah dari menyusun banyak buku, dan belajar terlalu banyak akan melelahkan badan.

13 Yang paling penting dari yang kita dengar ialah menghormati Allah dan menaati perintah-Nya karena itu yang harus dikerjakan setiap orang.

14 Karena Allah akan membawa segala sesuatu yang mereka lakukan ke pengadilan. Ia tahu tentang segala sesuatu yang dilakukan orang — bahkan hal-hal rahasia, yang baik dan yang buruk.

1. Deskripsi Kitab Pengkhotbah

(13)

Penulis : Salomo

Tema Utama : Kesia-Siaan Hidup yang Terlepas dari Allah

Tanggal Penulisan: + 935 SM

Latar Belakang

Judul kitab ini di dalam PL Ibrani adalah _qoheleth_ (dari kata Ibr. _qahal_ — berkumpul);

secara harfiah artinya “orang yang mengadakan dan berbicara kepada suatu perkumpulan.” Kata

ini dipakai 7 kali dalam kitab ini (Pengkh 1:1,2,12; Pengkh 7:27; Pengkh 12:8-10) dan

diterjemahkan sebagai “Pengkhotbah”. Di dalam Septuaginta padanan katanya ialah ekklesiastes

yang menghasilkan judul _Ecclesiastes_ dalam Alkitab Inggris. Karena itu seluruh kitab ini

merupakan serangkaian ajaran oleh seorang pengkhotbah yang terkenal.

Pada umumnya dipercayai bahwa penulisnya adalah Salomo, sekalipun namanya tidak muncul di

dalam kitab ini, seperti dalam kitab Amsal (mis. Ams 1:1; Ams 10:1; Ams 25:1) dan Kidung

Agung (bd. Kid 1:1). Akan tetapi, beberapa bagian mengesankan Salomo selaku penulis.

(1) Penulis menyebutkan dirinya sebagai anak Daud, raja di Yerusalem (Pengkh 1:1,12).

(2) Ia menyebut dirinya pemimpin yang paling bijaksana dari umat Allah (Pengkh 1:16) dan

penggubah banyak amsal (Pengkh 12:9).

(3) Kerajaannya dikenal karena kekayaan dan kemuliaan yang berlimpah-limpah (Pengkh 2:4-9).

Semua unsur ini cocok dengan gambaran alkitabiah mengenai Raja Salomo (bd. 1Raj 2:9; 1Raj

3:12; 1Raj 4:29-34; 1Raj 5:12; 1Raj 10:1-8). Lagi pula, kita tahu bahwa Salomo kadang-kadang

mengumpulkan sejumlah orang Israel dan berceramah kepada mereka (mis. 1Raj 8:1). Tradisi

Yahudi menyebut Salomo sebagai penulis kitab ini. Pada pihak lain, kenyataan bahwa namanya

(14)

bahwa orang lain terlibat dalam menyusun kitab ini. Sebaiknya kita memandang kitab ini sebagai

ditulis oleh Salomo, tetapi mungkin dikumpulkan dan disusun dalam bentuknya yang sekarang

oleh seorang lain, serupa dengan cara beberapa bagian kitab Amsal disusun (bd. Ams 25:1).

Secara liturgis kitab ini menjadi salah satu di antara lima gulungan dari bagian ketiga Alkitab

Ibrani, yaitu _Hagiographa_ (“Tulisan-Tulisan Kudus”), yang masing-masing dibacakan di

hadapan umum pada salah satu hari raya Yahudi. Pengkhotbah dibacakan pada Hari Raya

Pondok Daun.

Tujuan

Menurut tradisi Yahudi, Salomo menulis Kidung Agung ketika masih berusia muda, Amsal pada

usia setengah tua dan kitab Pengkhotbah pada tahun-tahun akhir hidupnya. Pengaruh yang

bertumpuk dari kemerosotan rohani, penyembahan berhala, dan hidup memuaskan-dirinya pada

akhirnya membuat Salomo kecewa dengan kesenangan dan materialisme sebagai cara untuk

mencapai kebahagiaan. Kitab Pengkhotbah mencatat renungan-renungan sinisnya tentang

kesia-siaan dan kehampaan usaha menemukan kebahagiaan hidup terlepas dari Allah dan Firman-Nya.

Ia telah mengalami kekayaan, kuasa, kehormatan, ketenaran, dan kesenangan sensual semua

secara melimpah namun semua itu akhirnya merupakan kehampaan dan kekecewaannya saja,

“Kesia-siaan belaka! Kesia-siaan belaka! … segala sesuatu adalah sia-sia” (Pengkh 1:2). Tujuan

utamanya dalam menulis Pengkhotbah mungkin adalah menyampaikan semua penyesalan dan

kesaksiannya kepada orang lain sebelum ia wafat, khususnya kepada kaum muda, supaya mereka

tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dirinya. Ia membuktikan untuk selama-lamanya

kesia-siaan melandaskan nilai-nilai kehidupan seorang pada harta benda duniawi dan ambisi

pribadi. Sekalipun orang muda harus menikmati masa muda mereka (Pengkh 11:9-10), adalah

(15)

tekad untuk takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya (Pengkh 12:13-14);

itulah satu-satunya jalan untuk menemukan makna hidup ini.

Garis Besar Kitab Pengkhotbah

o Semuanya sia-sia (1-11)

 Bumi tetap ada selamanya (4)

 Siklus alam yang terus berlangsung (5-7)

 Tidak ada yang baru di bawah matahari (9)

o Hikmat manusia terbatas (12-18)

 Mengejar angin (14)

o Salomo memikirkan hasil kerja kerasnya (1-11)

o Hikmat manusia yang nilainya terbatas (12-16)

o Kesia-siaan kerja keras (17-23)

o Makan, minum, dan menikmati pekerjaan (24-26)

o Waktu yang ditetapkan untuk segala sesuatu (1-8)

o Menikmati hidup itu pemberian Allah (9-15)

 Kekekalan dalam hati manusia (11)

o Allah menghakimi semuanya dengan adil (16, 17)

o Manusia dan binatang akhirnya mati (18-22)

(16)

o Penindasan lebih buruk daripada kematian (1-3)

o Seimbang dalam bekerja (4-6)

o Gunanya teman (7-12)

 Berdua lebih baik daripada sendiri (9)

o Kehidupan seorang raja bisa sia-sia (13-16)

o Datang kepada Allah dengan rasa takut yang benar (1-7)

o Yang lebih rendah diperhatikan oleh yang lebih tinggi (8, 9)

o Kesia-siaan kekayaan (10-20)

 Pencinta uang tidak akan pernah puas (10)

 Seorang pekerja bisa tidur nyenyak (12)

o Memiliki banyak hal tanpa menikmatinya (1-6)

o Nikmati apa yang kaumiliki (7-12)

o Nama baik dan hari kematian (1-4)

o Teguran orang berhikmat (5-7)

o Akhir sesuatu lebih baik dari awalnya (8-10)

o Manfaat hikmat (11, 12)

o Hari yang baik dan yang buruk (13-15)

o Jangan sampai berlebihan (16-22)

(17)

o Pemerintahan manusia yang tidak sempurna (1-17)

 Patuhi perintah raja (2-4)

 Kekuasaan manusia merugikan (9)

 Jika hukuman tidak segera dilaksanakan (11)

 Makan, minum, dan bergembira (15)

o Semuanya memiliki akhir yang sama (1-3)

o Nikmati hidup walau akan mati (4-12)

 Orang mati tidak tahu apa-apa (5)

 Tidak ada kegiatan dalam Kuburan (10)

 Waktu dan kejadian yang tidak terduga (11)

o Hikmat tidak selalu dihargai (13-18)

10

o Sedikit kebodohan merusak hikmat (1)

Bahayanya bekerja tanpa hikmat (2-11)

o Malangnya orang bodoh (12-15)

o Kebodohan para penguasa (16-20)

 Burung bisa mengulangi kata-katamu (20)

11.

o Gunakan kesempatan yang ada (1-8)

(18)

 Tabur benih dari pagi sampai malam (6)

o Nikmati masa muda dengan bertanggung jawab (9, 10)

12

o Ingat Pencipta sebelum menjadi tua (1-8)

o Kesimpulan sang penghimpun (9-14)

 Kata-kata hikmat seperti tongkat gembala (11)

 Takut kepada Allah yang benar (13)

Ciri-ciri Khas

Ciri-ciri Khas

Lima ciri utama menandai kitab ini.

1. (1) Kitab ini sifatnya sangat pribadi, penulis sering kali memakai kata ganti "aku" sepanjang sepuluh pasal pertama.

2. (2) Melalui sikap pesimisme penulis, kitab ini menyatakan bahwa hidup yang terpisah dari Allah itu tidak menentu dan penuh dengan kesia-siaan (istilah "sia-sia" terdapat 37 kali dalam kitab ini). Dengan sinis Salomo mengamati pelbagai paradoks dan

(19)

3. (3) Inti nasihat Salomo di dalam kitab ini terdapat di dalam dua ayat terakhir, "Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang" (Pengkh 12:13-14).

4. (4) Gaya penulisan kitab ini terputus-putus; kosakata dan susunan kalimatnya termasuk bahasa Ibrani yang paling sulit dalam PL dan tidak mudah untuk menggolongkannya dalam masa sastra Ibrani tertentu.

5. (5) Kitab ini berisi alegori yang paling indah dalam Alkitab mengenai seorang yang makin tua (Pengkh 12:2-7).

Survai

Sulit untuk memberikan analisis yang teratur dari isi kitab Pengkhotbah; tidak ada garis besar

yang dengan mudah merangkum semua ayat dan alinea. Dalam beberapa hal, Pengkhotbah mirip

dengan petikan-petikan dari catatan harian pribadi seorang ahli filsafat selama tahun-tahun

terakhir yang penuh kekecewaan dari hidupnya. Ia memulai kitab ini dengan menyatakan tema

pokoknya bahwa seluruh kehidupan ini tak berarti dan serupa dengan menjaring angin (Pengkh

1:1-11). Bagian utama yang pertama dari kitab ini khususnya berhubungan dengan riwayat

hidupnya; Salomo melukiskan berbagai segi hidupnya yang sangat mementingkan diri dalam

(20)

memperoleh kebahagiaan melalui cara-cara ini baginya telah berakhir dengan ketidakpuasan dan

kehampaan.

1. Eksposisi kitab Pengkhotbah

Indikator variaber X

1. Menimbang

Arti dari menimbang adalah:

me.nim.bang

Verba (kata kerja)

(1) mengukur (menentukan)

(2) memikirkan baik-baik untuk menentukan baik buruknya, salah tidaknya, dan sebagainya;

2. Menguji

Verba (kata kerja)

(1) memeriksa untuk mengetahui mutu (kepandaian dan sesuatu dan sebagainya) (2) memeriksa

(3) mencobai (ketaatan, kesetiaan, cinta, kesucian, dan sebagainya)

3. Menyusun

Verba (kata kerja)

1. mengatur secara baik

2. menempatkan secara beraturan

3. membentuk pengurus (panitia dan sebagainya

(21)

2. Mendapatkan kata-kata yang menyenangkan (1) menjadikan senang; membuat bersuka hati

(2) membangkitkan rasa senang hati; memuaskan; menarik (hati (3) merasa senang (puas dan sebagainya) akan; menyukai 3. Menulis kata-kata secara jujur

4. Kata-kata orang berhikmat seperti Kusa 5. Seperti paku-paku yang tertancap

Indikator varibel Y

1. Kemauan untuk belajar ayat

2. Ada rasa ingin tahu ayat

3. Punya kesadaran untuk belajar

1. Pengertian Pengaruh

Menurut Syaiful Bahri Djamarah, “pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu, orang atau benda dan sebagainya yang berkuasa atau yang berkekuatan gaib.”8 Norman Barry juga mengatakan bahwa pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seseorang yang dipengaruhi agar bertindak dengean cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang

mendorongnya.”9

8 Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008) 23.

(22)

Sedangkan menurut Robert Dahl mengatakan “A mempunyai pengaruh atas B sejauh ia menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya yang tidak akan B lakukan.”10

Maksudnya seseorang yang mampu memberi dampak bagi orang lain sehingga adanya respon dari tindakan selanjutnya bagi orang tersebut.

Dari kutipan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengaruh adalah suatu daya yang timbul dalam diri seseorang sebagai akibat dari berbagai bentuk yang disebabkan oleh berbagai faktor dari luar atau dari dalam diri seseorang tersebut dan dari benda-benda yang ada di sekitar alam semesta.

1. Hakikat Minat Belajar

Proses pembelajaran disekolah merupakan salah satu keberhasialan yang harus dimiliki setiap peserta didik dan juga tidak terlepas dari adanya minat anak. Minat sangat penting peranannya dalam belajar, karena minat merupakan factor utama yang menentukan derajat atau kemampuan keaktifan siswa, jika pelajaran yang di pelajari tidak sesuai dengan minat maka siswa tidak akan belajar dengan baik sebab tidak ada daya tarik yang mereka peroleh dari pelajaran tersebut. Posisi minat dalam proses belajar mengajar sangat penting dalam pencapaian keberhasialan siswa-siswi baik itu minat yang berasal dari dirinya sendiri maupun dari luar siswa-siswi.11 Ada banyak kegiatan yang diminati oleh seseorang dan hal ini juga harus terus menerus diperhatikan dengan baik dan juga harus disertai rasa senang.

a. Minat

10 Robert Dahl, http://carapedia,com/pengertian/atau Defenisi Pengaruh info 2117. Html di unduh tgl 19 mei 2018

(23)

Desi Anwar menyatakan bahwa: “Minat adalah keinginan yang kuat, gairah,

kecenderungan hati yang sangat tinggi terhadap sesuatu”.12 Dalam setiap pembelajaran seorang guru harus berusaha untuk membangkitkan minat peserta didik terhadap pelajaran agar peserta didik lebih baik dan menekuni serta memahami pelajarannya di sekolah maupun di rumah. Oleh karena itu untuk mengatasi peserta didik yang kurang berminat dalam belajar hendaknya guru berusaha menciptakan kondisi belajar yang menarik minat peserta didik agar memiliki minat dalam bejar. Afrisanti Lusita menyatakan bahwa: “Minat adalah salah satu aspek psikis manusia yang dapat mendorong untuk mencapai tujuan”.13

Menurut Slameto mengatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan

ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Dan pada dasarnya adalah penerimaan atau hubungan antara diri sendiri dengan suatu di luar diri sendiri semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin besar minat.14 Sejalan dengan di atas, menurut Singgih D. Gunarsa minat merupakan pendorong kearah keberhasilan seseorang. Seseorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mudah mempelajari bidang itu.15 Abdul Majid Mengungkapkan istilah minat merupakan “alat motivasi yang pokok, proses belajar akan berjalan jika disertaai dengan minat.”16

Menurut pendapat di atas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa minat sangat mempengaruhi setiap aktivitas. Dengan adanya minat maka segala aktivitas yang di kerjakan

12 Desi Anwar, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Surabaya: Amelia), 76.

13 Afrisanti Lusita, Buku Pintar Menjadi Guru Kreatif, Inspiratif dan Inofatif, (Yogyakarta: Araska, 2011), 46

14 Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 180.

15 Singgih D. Gunarsa, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja,(Jakarta: Gunung agung, 2003), 129.

(24)

menjadi menyenangkan. Belajar tanpa minat akan terasa menjenuhkan jika bahan pelajaran yang di pelajari tidak sesuai dengan minat. maka tidak adanya daya tarik bagi peserta didik untuk mempelajarinya, karena pengaruh minat sangatlah besar dalam kegiatan belajar. Di mana dengan adanya minat maka peserta didik dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik.

b.Belajar

Belajar adalah ”berubah” dalam hal ini yang di maksudkan belajar berarti mengubah

tingkah laku. Jadi belajar itu akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang

belajar. ”Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga

berbentuk kecakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, dan penyesuain

diri. Menurut Dimyati dan Mudjiono mengatakan bahwa “belajar adalah proses melibatkan

manusia secara orang perorangan sebagai satu kesatuan organisme sehinngga terjadi perubahan

pada pengetahuan, ketrampilan dan sikap.”17

Sedangkan pendapat yang diperoleh peneliti dari diktat kuliah Perencanaan

Pembelajaran “belajar adalah semua aktifitas dan semua proses didalam kegiatan belajar

mengajar atau suatu proses prubahan yang menyangkut perilaku, pengetahuan,dan sikap.”18

Namun menurut pengertian secara Psikologi “Belajar adalah merupakan suatu proses peruhan

yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi

kebutuhan hidupnya.”19

Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa belajar

adalah suatu perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan seperti

membaca, menulis, mengamati.

17 Dimyati dan Mudjiono, belajar dan pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009), 156 18 Maria Titik Windarti, Diktat Kuliah “perencanaan Pembelajaran” 2012, 5.

(25)

c. Minat Belajar

Slameto menyatakan bahwa “berdasarkan hasil penelitian psikologi menunjukkan

bahwa kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu

bidang tertentu, bahkan dapat menghasilkan sikap penolakan kepada guru”.20

Minat belajar membentuk sikap akademik tertentu yang bersifat sangat pribadi

pada setiap peserta didik. Oleh karena itu, minat belajar harus di tumbuhkan sendiri oleh

masing-masing peserta didik, pihak lain hanya memperkuat dan menumbuhkan minat atau untuk

memelihara minat yang telah dimiliki seseorang

2. Hakikat Desain Pembelajaran

Desain pembelajaran adalah hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap tenaga

pengajar agar apa yang diajarkan tersampaikan dengan baik dan dapat diterimah oleh setiap

(26)

peserta didik dengan baik. Namun hal ini kurang mendapat perhatian dari setiap tenaga pengajar

pada saat ini, karena seetiap tenaga beranggapan bahwa setiap pelajaran pada saat ini mudah

dimengerti dan dipahami oleh setiap peserta didik. Hal inilah yang membuat setiap tenaga

pengajar kurang dalam mempersiapkan bahan yang akan di ajarkan kepada setiap peserta didik.

a. Desain

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, desain adalah kerangka atau bentuk

rancangan seperti motif, pola, corak, sedangkan mendesain adalah membuat desain membuat

rancangan pola. Sedangkan pendesain adalah orang yg membuat rancangan, orang yg merancang

model, bentuk pembuat model, desainer, pembuat pola, pembuat model. Menurut Reigeluth

Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul

perubahan pengetahuan dan ketrampilan pada diri pembelajar ke arah yang dikehendaki.21

Dalam mendesain pembelajaran perlu ditetapkan langkah-langkah yang tepat dan

metode yang tepat untuk digunakan sehingga apa yang sudah dipersiapkan oleh pendidik boleh

tersampaikan dengan baik.

b. Desain Pembelajaran

Desain pembelajaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah kerangka

atau bentuk rancangan seperti motif, pola, corak, sedangkan mendesain adalah membuat desain

membuat rancangan pola. Sementara itu desain pembelajaran menurut Syaiful Sagala adalah

sebagai proses pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus

teori-teori pembelajaran unuk menjamin kualitas pembelajaran. Pernyataan tersebut mengandung arti

(27)

bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan

pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan.22

Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan bahwa desain pembelajaran adalah

praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi

transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.

c. Pengkhotbah 12:9-14 Terhadap Desain

Raja Salomo menyatakan seluruh pengajarannya kepada setiap orang melalui

tulisannya. Aturan dan dasar kehidupan manusia Tuhan sudah atur dalam Alkitab. Dasar dari

kehidupan orang percaya adalah Firman Tuhan. Karena, Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki

dan terang bagi jalan manusia Mazmur 119:105, yang menuntun, mengarahkan dan menolong

manusia dalam kebenaran.

Peneliti mendasarkan penelitian ini pada Firman Tuhan yaitu dalam Pengkhotbah

12:9-14. Dalam kitab Penngkhotbah 12:9-14 ini menuliskan kisah Raja Salomo yang sedang

memberikan contoh mengajar yang baik, Salomo mengajar murid-muridnya-nya dan

orang-orang pada zaman itu untuk mengerti Hikmat dan Didikan melalui pengajaran-nya.

Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan

isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta

didik. Pengkhotbah 12:9-14 dalam penerapan Desain pembelajaran terhadap proses pembelajaran

diharapkan memiliki kontribusi yang sangat besar, supaya besar juga keberhasilan yang di capai

dalam penelitian karya ilmiah ini.

B. Kerangka Berpikir

(28)

Dalam melekukan penelitian ini peneliti mencantumkan kerangka berpikir, di bawah ini peneliti akan menjelaskan beberapa pengertian kerangka berpikir. Menurut “ Sugiyono meyatakan bahwa kerangka berpikir adalah, Model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah di identifikasi sebagai masalah yang penting”.23 Selanjutnya menurut Purwanto, Kerangka berpikir merupakan rangkuman atau ringkasan mengenai faktor-faktor yang terlibat, karakteristik masing-masing dan sifat

pengaruhnya terhadap masalah yang ada di lapangan. Dalam lembaran berikutnya menyatakan bahwa “kerangka berpikir adalah dukungan dasar teoritis dalam rangka memberikan jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah.24

Berdasakan teori-teori yang sudah diuraikan di atas, maka peneliti dalam penelitian ini membahas tentang Pengaruh Desain Pembelajaran Berdasrkan Pengkhotbah 12:9-14 Terhadap Minat Belajar Siswa. Dengan demikian desain pembelajaran sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa, sehingga pengaruh menggambarkan kerangka berpikir dari penelitian ini, Pengaruh Desain Pembelajaran sebagai variabel bebas (X) sedangkan Minat Belajar sebagai variabel terikat (Y)

RXY

23 Sugiyono, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R &G (Bandung: Alfabeta, 2012),2

24

Purwanto, Statistik Untuk Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), 111

RXY

Minat belajar Variabel (Y) Desain Pembelajaran

(29)

Maka, maka variabel X akan memberi pengaruh terhadap variabel Y seperti dibawah ini.

Keterangan :

Variabel X : Desain Pembelajaran memberikan pengaruh terhadap minat belajar peserta didik.

Variabel Y : Minat Belajar Siswa memperoleh pengaruh dari desain pembelajaran. RXY : Hubungan Variabel X dan Y

Raja Salomo yang terkenal dengan hikmatnya memberikan contoh bagi pengajar masa kini untuk mengikuti jejak-nya. Desain pembelajaran sangat baik sehingga tujuan

pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik. Pengajar memiliki pengaruh yang besar di dalam kelas untuk memberikan ilmu tambahan bagi peserta didik. setiap proses pembelajaran harus di desain dengan baik dan terstruktur dengan baik. Pengejar harus mempersiapkan materi jauh sebelum ia mengajar, sehingga pengajar dapat menguasai materi dengan baik. Ini merupakan kemampuan pengajar dalam mendesain pembelajaran yang akan di ajarkan.

Setiap peserta didik memiliki masalah dalam belajar yang berbeda-beda sehingga pengajar harus mendesain pembelajaran dengan baik dalam menyelesaikan masalah peserta didik tersebut. Adapun masalah yang dihadapi oleh pengajar di SD Bintang Timur Cileungsi adalah Pertama, kurangnya persiapan peserta didik dalam mempersiapkan bahan ajar. Kedua, minimnya sarana dan prasarana bahan ajar. Ketiga, Kurangnya minat siswa dalam belajar. Keempat,

(30)

Melalui penjelasan di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa melalui masalah-masalah yang di telah identifikasikan maka, terlihat jelas bahwa desain pembelajaran sangat besar pengaruhnya terhadap minat belajar peserta didik. itulah alasan peneliti mengangkat judul, PENGARUH DESAIN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENGKHOTBAH 12:9-14 TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SD BINTANG TIMUR CILEUNGSI.

C. Hipotesa Penelitian

Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang di teliti yang kebenarannya perlu di uji secara empiris. Hipotesa adalah pernyataan yang di terima secara sementara sebagai suatu kebenaran. Menurut Arikunto “hipotesa penelitian jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul” maka penelitian adalah suatu jawaban sementara atau dugaan yang masih perlu diuji kebenarannya.25 Pada saat ini masih ada guru yang belum menyadari bahwa tugas dan tanggung jawabnya sangat besar untuk membuat minat belajar siswa-siswi meningkat dan kemauan untuk belajar semakin meningkat.

Berdasarkan hal di atas diduga bahwa masih ada tenaga pendidik yang belum

memberikan pengaruh dalam mendisain pembelajarannya sebagai guru dan pendidik berdasarkan kitab Pengkhotbah 12:9-14. Terhadap minat belajar peserta didik di SD Bintang Timur

Cileungsi.

(31)

BAB III

METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan atau mencapai hasil yang di inginkan dalam melalui sebuah penelitian untuk memproleh data-data yang di perlukan sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

Pembahasan pada bab III ini yaitu bahwa peneliti menguraikan prosedur penelitian yang akan dilakukan dalam proses penulisan karya ilmiah di bawah ini.

A. Tujuan Penelitian

Memperhatikan rujukan permasalahan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruih desain pembelajaran terhadap minat belajar siswa berdasarkan Injil Lukas 8:4-15 dan secara rinci yakni:

1. Untuk mengetahui pengaruh atau sejauh mana pengaruh alat peraga atau desain pembelajaran dalam konteks Lukas 8:4-15 terhadap konteks siswa di SD Bintang Timur Cileungsi.

2. Untuk mengetahui dimensi yang paling dominan dalam mempengaruhi minat belajar siswa.

(32)

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat dan waktu yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini bertempat di SD Bintang Timur, Cileungsi. Waktu penelitian yang digunakan peneliti adalah masa PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) pelaksanaan penelitian ini berlangsung selama 2 semester dari bulan Juli sampai pada bulan juli tahun berikutnya.

C. Metode Penelitian

Metode yang tepat merupakan salah satu cara yang tepat untuk memperoleh hasil yang terbaik dalam penelitian ini. Metode yang di pilih erat hubungannya dengan prosedur penelitian, alat, serta desain penelitian yang pakai.metode penelitian akan membawa peneliti kepada prosedur-prosedur penelitian yang dilakukan.

Dengan adanya penelitian ini mempermudah peneliti dalam memperoleh data-data dan mendapatkan hasil yang di inginkan sehingga penelitian ini menjadi berhasil. Berdasarkan judul maka di temukan dua variabel yaitu variabel bebas dan variable terikat. Variabel bebas yang memberi pengaruh sehingga muncul variabel terikat.

Menurut “Kamus Besar Bahasa Indonesia” menyatakan bahwa metode adala cara yang telah di atur dan telah dipikirkan dengan baik-baik, sedangkan penelitian adalah

pemeriksaan yang teliti, penyelidikan, penelitian, keseksamaan, kecermatan.26 Mahi M. Hikmat menyatakan bahwa “metode penelitian merupakan upaya sistematis dan objek untuk mempelajari sesuatu masalah dan ditemukan upaya-upaya umum yang juga upaya pengumpulan data

bertujuan untuk menambah pengetahuan.”27 Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa metode

26 Soeharto dan Ana Retnoningsih, “Metode dan Penelitian” Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Semarang: Widya Karya, 2009), 516.

(33)

penelitian merupakan cara yang mudah untuk memecahkan suatu masalah dari berbagai informasih yang diperoleh.

Jadi dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian secara kuantitatif.

D. Populasi dan Sampling

Sebelum peneliti menjelaskan lebih dalam penulisan karya ilmiah ini, terlebih dahulu peneli menentukan objek penelitian yang terdidi dari 60 populasi dan sampel sebagai pencapaian tujuan penelitian. Jadi peneliti akan menjelaskan tentang populasi dan sampel menurut parah tokoh.

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek yang ada di tempat penelitian. Suharni Arikanto mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian.28

Menurut Sugiyono populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya untuk memperoleh hasil yang ingin di capai.”29

Dengan demikian yang menjadi obyek dalam populasi ini adalah 60 peserta didik SD Bintang Timur Cileungsi.

2. Sampel

28 Suharni Arikanto, Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik,(Bandung: Alfabeta, 2013), 23.

(34)

Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.”30 Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Berdasarkan pengertian sampel di atas dapat disimpulkan bahwa 60 dari populasi yang ada diambil secara keseluruhan untuk dijadikan sampel.

Setelah menemukan beberapa defenisi di atas peneliti menyimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang di ambil untuk mendukung penelitian. Sampel juga

merupakan wakil dari populasi yang akan di teliti. Maka peneliti akan melakukan penelitian dengan menggunakan 52 dari 60 populasi sebagai sampel dalam penelitian ini dan 8 sebagai uji coba.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan angket atau koesioner kepada orang atau populasi yang di teliti. Sugiyono mengatakan “kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawab.31

1. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu dimana percakapan tersebut dilakukan oleh kedua belah pihakyaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

30 Ibid. 78.

(35)

Metode wawancara yaitu cara menghimpun bahwa keterangan yang dilakukan dengan tanya jawab secara lisan dan dengan berhadapan muka dengan pemberi informasi untuk memperoleh data dan informasi yang lengkap. Informasi tersebut dapat berupa apa saja yang memang dibutuhkan sesuai dengan tema.

Wawancara dilakukan dengan cara mendalam dan terstruktur kepada subjek penelitian dengan pedoman yang sudah dibuat.

2. Observasi

Seringkali bebarapa ahli berpendapat bahwa obeservasi hanya sebagai suatu aktivan yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Di dalam penelitian obeservasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara.

Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian digunakan untuk menyebut jenis observasi, yaitu: Pertama Observasi non-sistematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan; kedua Observasi sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.

Peneliti menggunakan metode observasi sistematis, yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan instrumen pengamatan sebagai pedoman.

(36)

Menurut Sugiyono, metode ini merupakan “teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi perangkat pertanyaan tertulis yang diajukan kepada responden untuk dijawab.”32

Metode ini digunakan sebagai salah satu metode utama di dalam melakukan penelitian yang mana akan menghasilkan data yang diinginkan.

Jawaban Responden Bobot Nilai

Sangat setuju 5

Setuju 4

Ragu-ragu 3

Tidak setuju 2

Sangat tidak setuju 1

F. Instrumen Penelitian

(37)

1. Kisis-kisi instrumen e. Menulis kata-kata

secara jujur f. Kata-kata orang

berhikmat seperti Kusa

g. Seperti paku-paku yang tertancap Jumlah

2. Kisi-kisi Instrumen

Indikator Butir Pernyataan

Menimbang (1) mengukur (menentukan)

(38)

menentukan baik buruknya, salah

tidaknya, dan sebagainya

Menguji (1) memeriksa untuk mengetahui mutu

(kepandaian dan sesuatu dan sebagainya)

(2) memerasa

(3) mencobai (ketaatan, kesetiaan, cinta,

kesucian, dan sebagainya)

Menyusun 1. mengatur secara baik

2. menempatkan secara beraturan

3. membentuk pengurus (panitia dan

sebagainya

4. merencanakan: mereka sedang

menyusun rancangan kerja;

5. mengarang buku (kamus, ensiklopedia,

dan sebagainya)

Mendapatkan kata-kata yang menyenangkan

(1) menjadikan senang; membuat

bersuka hati

(2) membangkitkan rasa senang hati;

memuaskan; menarik (hati

(3) merasa senang (puas dan

sebagainya) akan; menyukai

(39)

Seperti paku-paku yang tertancap

1. Variabel Efektivitas Proses Pembelajaran

Peneliti akan mendefinisikan terlebih dahulu tentang Efektivitas Proses Pembelajaran kepada Peserta didik dalam dua bentuk definisi sebelum merangkai kisi-kisi dalam pembuatan angket yaitu secara konseptual dan definisi operasional, dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Definisi Konseptual Efektivitas proses pembelajaran

Secara konseptual Efektivitas proses pembelajaran diartikan sebagai suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses pembelajaran dari serangkaian perilaku yang

menunjukkan kemampuan kognitif , motivasi , respon , efektif, kehadiran,psikomotorik dan kerja sama 33

b. Definisi Operasional Efektivitas proses pembelajaran

Seseorang akan dikatakan Efektivitas proses pembelajaran apabila sudah menerapkan nilai-nilai ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan, memiliki kesetian menjalankan tata terib yang ada, serta memiliki keteraturan atau ketertiban dalam pelaksanaannya.

c. Kisi-kisi Instrumental Efektivitas Proses Pembelajaran

Seseorang akan dikatakan disiplin apabila sudah menerapkan nilai-nilai ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan, memiliki kesetian menjalankan Tugas yang diberikan kepadanya ,

(40)

serta memiliki keteraturan atau ketertiban dalam pelaksanaannya dalam membangun satu lembaga pendidikan

Tabel 3.3 Efektivitas proses pembelajaran N

4. Mendapat kata-kata yanng menyenangkan

13, 16, 17 14, 15 5

5

5. Menulis kata-kata dengan jujur

18, 19, 21

20, 22 5

6

6. Kata-kata orang berhikmat seperti kusa

23, 25,26 24 4

7 7.

Seperti paku yang

tertancap 27, 28, 29 30 4

Total 19 11 30

(41)

instrumen dengan alternatif jawabannya adalah: “dari jawaban setiap item intstrumen yang menggunakan skala Linkert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata, sebagai berikut: SS (Sangat setuju) diberi skor 5, S (Setuju) diberi skor 4, R (Ragu-ragu) diberi skor 3, TS (Tidak setuju) diberi skor 2, STS (Sangat tidak setuju) diberi skor 1.”

Tabel 3. 4 Kisi-kisi Variabel Efektivitas Proses Pembelajaran

N

Kemampuan kognitif dapat membantu peserta didik dalam proses pembelajaran

2 2

Kemampuan kognitif dapat merubah peserta didik dalam proses pembelajaran

3 3

Dalam proses pembelajaran siswa harus memiliki kemampuan kognitif

2 4

Dalam kemampuan kognitif siswa dapat menguraikan kembali materi yang di sampaikan oleh guru

5 5

Dalam proses pembelajaran guru harus memberikan motivasi kepada peserta didik 5

6

(42)

7 7

Seorang peserta didik memiliki motivasi pasti dapat nilai yang bagus

8 8

Motivasi adalah salah satu yang di lakukan guru kepada peserta didik

9 9

Seorang guru harus merspon pertanyaan pesrta didik

1 10

Merespon adalah salah satu yang di lakukan guru kepada peserta didik

1 11

Peserta didik juga harus merespon apa yang di sampaikan guru kepada pesrta didik 2

12

Dalam proses pembelajaran harus saling merespon dalam saat pembelajaran berlangsung

1 13

Kata merespon harus di miliki oleh guru dan pesrta didik

1 14

Dalam proses pembelajaran pesrta didik harus efektif di dalam kelas

1 15

Efektif merupakan salah satu yang di lakukan oleh pesrta didik

1 16

Guru harus efektik dalam proses pembelajaran berlangsusng

(43)

17 jawab peserta didik dalam kelas 1

18

Peserta didik harus berperan efektif dalam proses pembelajaran yang berlangsusng 1

19

Dalam proses pembelajaran harus peserta didik hurus hadir dalam belajar

1 20

Kehadiran merupakan salah satu penilaian oleh guru bidang studi

2 21

Kehadiran meruapakan kewajiban yang di lakukan oleh peserta didik

3 22

Kehadiran bisa membuat orang pintar dalam proses pembelajaran

2 23

Dalam proses pembelajaran pesrta didik harus memiliki Psikomotorik

2 24

Psikomotorik adalah salah satu yang dapat di di tanamkan dalam pesrta pesrta didik 2

25

Peserta didik harus berkembang dalam melakukan psikomotorik

2 26

Peserta didik harus mempunyai ketrampilan dalam Psikomotorik

2 27

Peserta didik bersama guru harus mempunyai kerja sama dalam proses pembelajaran

28

(44)

2 29

Guru bersama pesrta didik harus memiliki kerja sama dalam proses pembelajaran berlangsung

3 30

Guru dengan pesrta didik dalam kelas harus bekerja sama untuk mengerjakan tugas-tugas

3. Variabel Pengaruh Sarana Prasarana

Penulis akan mendefinisikan terlebih dahulu tentang Pengaruh Proses Pembelajaran dalam dua bentuk definisi sebelum merangkai kisi-kisi instrumen dalam pembuatan angket yaitu secara konseptual dan definisi operasional, dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Definisi Konseptual Sarana Prasarana

Sarana prasarana merupakan salah satu aspek yang membantu siswa dalam proses pembelajaran seperti gedung, Kursi, meja, ruamg Laboraturium, Lcd , Leptop , lapagan Olahraga dan perpustakaan dari pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa agar berkembang secara optimal

2. Definisi Operasional Sarana Prasarana

(45)

Table 3.6 Kisi-kisi Variabel Pengaruh Sarana Prasarana N

NO

Indikator Pernyataan Jumlah

Positif Negatif 1

1 Gedung 1,2,3 4 4

2. Kursi 5,6 7 3

3 3.

Ruang Laboratorium

8,9 10,11 4

44. Meja

12,13 14 4

5 5.

Perpustakaan 15,16,17 18 4

6

6. Lcd 19,20 21,22 4

7

7. Leptop 23,24,25 26 4

8

8. Lapangan Olahraga 27,28,29 30 4

Total

(46)

Instrumen penelitian dari Pengaruh Sarana Prasarana di atas maka pengamatan yang dilakukan oleh peneliti ialah menggunakan skala Lingkert dengan penyusunannya yaitu

instrumen untuk memperoleh data mengenai Pengaruh Sarana Prasarana sebagai Variabel X digunakan instrumen dengan alternatif jawabannya adalah: “dari jawaban setiap item intstrumen yang menggunakan skala Linkert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata, sebagai berikut: SS (Sangat setuju) diberi skor 5, S (Setuju) diberi skor 4, R (Ragu-ragu) diberi skor 3, TS (Tidak setuju) diberi skor 2, STS (Sangat tidak setuju) diberi skor 1.”

Tabel 3. 4 Kisi-kisi Variabel Sarana Prasarana dalam Proses Pembelajaran

N

Dalam proes pemelajaran harus memiliki Gedung

2 2

Gedung adalah tempat peserta didik untuk belajar

3 3

Gedung adalah temapt berkumpulnya peserta didik bersama guru untuk belajar

4 4

(47)

5 5

Kursi adalah salah satu kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajaran

6 6

Kursi adalah salah satu tempat duduk bagi peserta didik

7 7

Dalam satu sekolah harus mempunyai kursi untuk peserta didik duduk pengikuti pembelajaran

8 8

Dalam proses pendidikan peserta didik memerlukan ruang laboratorium

9 9

Disekolah harus memiliki ruang laboratorium untuk praktek

1 10

Ruang laboratorium adalah sarana yang di pakai oleh peserta didik untuk belajar 1

11

Ruang laboratorium merupakan salah satu tempat praktek peserta didik

1 12

Meja adalah salah satu kebutuhan dalam sekolah

1 13

Meja adalah salah satu alat bantu peserta didik dalam belajar

1 14

Meja merupakan alat yang di pakai peserta didik untuk belajar

1 15

Perpustakaan adalah tempat belajar peserta didik

1 16

Perpustakaan adalah menarik peserta didik untuk masuk belajar di perustakaan sekolah 1

17

Perpustakaan merupakan sarana membantu pesrta didik dalam hal belajar

1

(48)

1 19

LCD merupakan sarana prasarana yang menbuthakan oleh sekolah

2 20

LCD adalah kebutuhan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran

2 21

LCD dalah alat yang di pakai untuk

menampilkan materi yang di sampaikan oleh guru

2 22

Sekolah harus mempunyai lcd untuk membuat peserta didik senang dalam prose pembelajaran 2

23

Laptop adalah alat untuk mempersiapkan materi yang di sampaykan guru kepada peserta didik

2 24

Laptop merupakan alat yang di butuhkan oleh guru untuk mengajar

2 25

Laptop adalah salah satu alat yang di butuhkan oleh sekolah tersebut

2 26

Laptop adalah salah satu alat untuk membantu guru untuk menampilkan materi oleh guru 2

27

Lapangan olahraga adalah satu kebutuhan oleh peserta didik

2 28

Lapangan olahraga adalah tempat peserta didik latihan dalam jam olahraga

2 29

Dalam setiap sekolah harus memiliki lapangan olahraga dalam sekolah tersebut

3 30

(49)

DAFTAR PUSTAKA

(50)

Afrisanti Lusita. Buku Pintar Menjadi Guru Kreatif, inspiratif dan inofatif. Yogyakarta: Arask: 2011

Gunarsa Singgih D. Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Gunung Agung: 2013. Kompri. Motifasi Pembelajaran. Jakarta: BPK: 2013

M. Hikmat Mahi. Metode Penelitian Yogyakarta: Graha Ilmu: 2011. Purwanto. Statistik Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar: 2011. Reigeluth. Prinsip Desain Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar: 2011.

Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta: 2010. Sagala Syaiful. Desain Pembelajaran. Bandung: Alfabeta: 2009.

Sugiyono. Metode Penelitian, Bandung: Alfabeta: 2010.

Sumanto. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offest: 2009. Sugiyono. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R &G. Bandung: Alfabeta.

2012.

Sugiyono. Petode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta: 2011.

Soeharto dan Ana Retnoningsih. “Metode dan Penelitian” Kamus Besar Bahasa Indonesia.Semarang: Widya Karya: 2009.

Gambar

Tabel  3.3  Efektivitas proses pembelajaran
Tabel 3. 4 Kisi-kisi Variabel  Efektivitas Proses Pembelajaran
Table 3.6 Kisi-kisi Variabel Pengaruh Sarana Prasarana
Tabel 3. 4 Kisi-kisi Variabel  Sarana Prasarana dalam Proses Pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uji hipotésis, menunjukan yaitu 14,65>2,46, ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest siswa kelas X MAN Awipari Kota

Penyiraman tanaman dilakukan setiap 2 (dua) hari sekali. Pemangkasan dilakukan sesuai dengan kriteria masing-masing jenis tanaman. Pengendalian hama dan penyakit mengikuti

Prospek masa depan kewirausahaan di Indonesia (peranan perguruan tinggi dalam membina program pengembangan budaya kewirausahaan dan membangun tumbuhnya pewirausaha yang

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan rangkaian penelitian dan penulisan

Peran guru PAI dalam mengatasi bullying melalui penerapan guru sahabat anak pada siswa smp ta’miriyah surabaya adalah dengan cara memposisikan diri setara pada semua

Tumbuhan obat yang akan dimanfaatkan dapat langsung dicari dihutan, dipinggir jalan, diladang maupun yang sudah dibudidayakan oleh masya- Jika dilihat dari beberapa literatur

Termasuk dakwah fi’ah diantaranya dakwah dalam lingkungan keluarga (usrah), sekolah (madrasah), majelis taklim, pesantren (ma’had), dan pertemuan atau majelis lainnya.