SMK NEGERI 1 TALAWI T.P 2012/2013
Oleh :
Rice Nali Hutagalung NIM 071244220006
Program Studi Pendidikan Fisika
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini semaksimal mungkin dan sesuai waktu yang telah direncanakan.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar Siswa Pada Materi pokok Gerak Lurus di kelas X SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Medan.
Dalam penyusunan dan penulisan karya tulis ini banyak dukungan serta
arahan yang penulis terima. Oleh karena itu, penulis mengucapkan rasa terima
kasih kepada ibu Dr.derlina,M.Si sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah
banyak memberikan bimbingan dan saran kepada penulis sejak awal sampai
dengan terselesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga penulis
sampaikan kepada Bapak Drs. Japiten Banjarnahor,M.Pd,Bapak Drs. Karya
Sinulingga, M.Si
, dan Bapak Drs. Sehat Simatupang, M.Si selaku dosen pembanding yang telah
memberikan masukan dan saran-saran kepada penulis dalam penyusunan skripsi
ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Prof.Drs. Motlan M.Sc,
Ph.D selaku Dekan FMIPA UNIMED, Bapak Drs. Pintor Simamora selaku Dosen
Pembimbing Akademik, Ibu Dra. Derlina, M.Si selaku Ketua Jurusan Fisika,
Bapak Drs. Sehat Simatupang M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Fisika, seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta pegawai Jurusan Fisika FMIPA
UNIMED, terutama Kak Hafiana yang telah banyak membantu penulis.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Ahmad
Husairi,S.Pd, M.Pd selaku kepala SMK Negeri 1 Talawi yang memberikan izin
penelitian dan Ibu Desi Irma, S.Pd selaku guru fisika serta seluruh staf dewan
guru dan pegawai SMK Negeri 1 Talawi yang telah banyak membantu dalam
v
Teristimewa penulis sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada
Ayahanda B.Hutaglung dan Ibunda S.Simanjuntak yang telah mendidik dan
membesarkan penulis, memberi doa yang tulus dan dorongan serta sumbang kasih
yang besar dari segi material, spritual dan nasehat yang menjadi motivasi luar
biasa sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Universitas Negeri Medan,
juga teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada adik tersayang Devi Cordi
H. Terima kasih juga buat teman-teman seperjuangan di Fisika 2008 khususnya Ekstensi „07 atas semangat yang tak pernah padam dan keyakinan untuk menjadi yang terbaik. Spesial kepada sahabat-sahabat penulis : Santri, Ester , Oliv, Harin,
Mita.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian
skripsi ini, namun penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari pada
kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang
membangun dari pembaca untuk perbaikan skripsi ini. Akhir kata penulis
berharap semoga skripsi ini bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan
memberikan inspirasi bagi pembaca baik hanya sebagai bahan bacaan ataupun
yang ingin melakukan penelitian lanjutan.
Medan, 2013
Penulis,
Rice Nali H
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DAN AKTIVITAS SISWA
PADA MATERI POKOK GERAK LURUS DI KELAS X SMK NEGERI 1 TALAWI
T.P 2012/2013 Rice Nali H (071244220006)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui adanya pengaruh hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Quantum Teaching pada materi pokok Gerak Lurus di kelas X SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013.
Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian two
group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas X SMKN 1 Talawi yang terdiri dari 4 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu Kelas X-1 sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan model Quantum Teaching dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol, diajarkan dengan menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 17 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t.
3.4.1 Reliabilitas Tes 37
3.4.2 Tingkat Kesukaran Soal 38
3.4.3 Daya Beda 39
3.5 Jenis dan Desain Penelitian 39
3.6 Prosedur Penelitian 40
3.7 Tehnik Analisis Data 41
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 46
4.1.1 Data Pretes Dan Postes Kelas Eksperimen Dan Kontrol 47
4.1.2 Pengujian Analisis Data Pretes 47
4.1.2.1 Uji Normalitas Data Pretes 47
4.1.2.2 Uji Homogenitas Data Pretes 48
4.1.2.3 Uji Hipotesis Penelitian Pretes 48
4.1.3 Uji Analisis Data Postes 49
4.1.3.1 Uji Normalitas Data Postes 51
4.1.3.2 Uji Homogenitas Data Postes 51
4.1.3.2 Uji Hipotesis Penelitian Postes 52
4.2 Pembahasan 53
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 56
5.2 Saran-saran 56
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.3 Tabel Hasil Penelitian Terdahulu 32
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar 36
Tabel 3.2 Rancangan Penelitian 40
Tabel 4.1 Data Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 46
Tabel 4.2 Data Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol 47
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1 Kedudukan Benda di P dan Q berlawanan arah 24
Gambar 2.2 Arah Perpindahan 24
Gambar 2.3 Grafik Kecepatan Terhadap Waktu GLBB 28
Gambar 2.4 Grafik Perpindahan 29
Gambar 2.5 Gerak Benda Jatuh Bebas 30
Gambar 2.6 Gerak Benda vertikal Atas 31
Gambar 4.1 Diagram Batang data Pretes kelas eksperimen dan kontrol 47
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I 59
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II 81
Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa I 89
Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa II 92
Lampiran 5 Tabel Spesifikasi 93
Lampiran 6. Validitas 107
Lampiran 7. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas 109
Lampiran 8. Data Tingkat Kesukaran Uji Coba Tes 112
Lampiran 9. Perhitungan Indeks Daya Beda Butir Tes Hasil Belajar 114
Lampiran 10 Tabulasi Hasil Jawaban Pretes Kelas Eksperimen 116
Lampiran 11. Distribusi Hasil Postes Kelas Eksperimen 118
Lampiran 12. Tabulasi Hasil Jawaban Pretes Kelas Kontrol 120
Lampiran 13. Tabulasi Hasil Jawaban Postes Kelas Kontrol 122
Lampiran 14. Perhitungan Statistik Dasar 124
Lampiran 15. Prosedur Perhitungan Uji Normalitas 128
Lampiran 16. Prosedur Perhitungan Uji Homogenitas 131
Lampiran 17. Prosedur Pengujian Hipotesis 135
Lampiran 18. Aktivitas 140
Lampiran 19. Dokumentasi Penelitian 146
Lampiran 20. Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors 152
Lampiran 21. Tabel Uji Homogenitas 153
Lampiran 22 Daftar Nilai Presentil Untuk Distribusi F 154
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan
manusia.Melalui pendidikan, manusia akan tumbuh dan berkembang sebagai
pribadi yang utuh. Maju mundurnya proses pengembangan suatu bangsa disegala
bidang sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan bangsa itu sendiri, khususnya
perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sekarang ini yang
memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia dan dunia pendidikan.
Pendidikan merupaknan aset masa depan yang menentukan kualitas pendididkan
suatu bangsa, oleh sebab itu pembangunan sektor pendidikan harus menjadi
prioritas utama. Dengan demikian pemerintah terus berusaha mengemban
pembangunan dalam bidang pendidikan, baik tingkat dasar, sekolah menengah,
maupun perguruan tinggi.
Guru dinegara kita senantiasa selalu mengadakan peningkatan dan
penyempurnaan mutu pendidikan. Salah satunya adalah melalui penggunaan
model pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran. Pemilihan model
pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran merupakan salah satu cara
yang terpenting dalam pembelajaran. Model pembelajaran mempunyai peranan
yang sangat penting karena model pembelajaran merupakan salah satu penunjang
utama berhasil atau tidaknya seorang guru dalam mengajar.
Suatu kegiatan yang bernilai edukatif selalu diwarnai interaksi yang terjadi
antara guru dengan anak didik.Kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru
diarahkan untuk menjadi tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum
pembelajaran dimulai. Harapan seorang guru adalah bagaimana bahan
pembelajaran yang disampaikan guru dapat disukai oleh anak didik secara tuntas .
Ini merupakan masalah yang cukup sulit bagi guru. Kesulitan ini dikarenakan
anak didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya, tetapi
2
Menurut Dimyati & Mudjiono (2009 : 33):”Dalam proses pembelajaran ada
empat komponen penting yang berpengaruh bagi keberhasilan belajar siswa, yaitu
bahan belajar, suasana belajar, media dan sumber belajar, serta sebagai subyek pembelajaran”.
Keempat komponen tersebut sangat penting dalam mempengaruhi proses
pembelajaran. Manakala salah satu komponen tidak dapat mendukung, maka
keberhasilan pembelajaran tidaklah dapat tercapai secara optimal. Suasana belajar
haruslah didesain agar anak didik dapat menikmati suasana belajar yang nyaman
dan menyenangkan. Media dan sumber belajar yang digunakan haruslah sesuai
dengan tujuan pembelajarn yang telah ditetapkan dan merangsang anak didik
untuk lebih memperhatikan dan berupaya mengembangkan apa yang telah
diterimanya. Oleh karena itu guru sebagai subyek dalam pembelajaran haruslah
dapat memilih dan menyajikan media dan sumber belajar yang tepat dan aktif,
sehingga bahan pelajaran yang disampaikan dapat diterima dan dikembangkan
anak didik dengan baik.
Namun dalam kegiatan yang sebenarnya pembelajaran yang dilaksanakan
masih menggunakan model pembelajaran konvensional, dimana didalam
pembelajaran guru menggunakan metode ceramah, memberi contoh soal dan
kemudian anak didik diberi latihan soal. Dengan model pembelajaran yang
digunakan ini fisika sering kali disajikan dalam bentuk kurang menarik dan
terkesan sulit, karena penyajian materi fisika selalu menekankan pada segi
matematisnya saja tanpa memberikan banyak pengertian, lebih banyak menuntut
pada hafalan, dimana hal ini pun tidak dilakukan secara kontinu. Sehingga banyak
anak didik yang beranggapan bahwa pelajaran fisika itu sulit dan mereka
merasakan suatu kebosanan saat mempelajarinya. Keaktifan anak didik dalam
pembelajaran juga kurang, hanya ada beberapa anak didik yang mengajukan
pertanyaan. Sesuai dengan wawancara penulis dengan salah satu guru fisika kelas
X di SMK Negeri 1 Talawi yang menyatakan bahwa minat dan motivasi anak
didik terhadap pelajaran fisika masih kurang, yang mengakibatkan hasil belajar
anak didik terhadap pelajaran fisika kurang dan akhirnya mengakibatkan hasil
Karena banyaknya permasalahan yang mengakibatkan kurang optimalnya
pembelajaran Fisika, maka diperlukan usaha–usaha terobosan untuk
meningkatkan hasil belajar anak didik, salah satunya dengan melakukan inovasi
sistem pembelajaran menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching.
Denagan demikan model pembelajaran Quantum Teaching dipilih sebagai suatu
studi experimental dalam upaya meningkatkan hasil belajar anak didik.
Quantum Teaching adalah model pembelajaran yang menyenangkan dimana
interaksi antar guru dan anak didik terjalin dengan baik. Model pembelajaran
QuantumTeaching membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif
dan efisien dengan cara memanfaatkan unsur-unsur yang ada pada anak didik,
misalnya rasa ingin tahu anak didk dan lingkungan belajarnya melalui
interaksi-interaksi yang terjadi didalam kelas. Quantum Teaching mempunyai model
pembelajaran berupa TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi,
Ulangi dan Rayakan). Ada beberapa alasan mengapa didalam penelitian ini
menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching antara lain:1). Sebagai
variasi dalam belajar sehingga anak didk tidak merasa jenuh dan termotivasi untuk
belajar. 2). Deporter (2010 : 132) menyatakan “Quantum Teaching memberi anak
didik kesempatan untuk berlatih dan menunjukkan apa yang mereka ketahui serta
menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka ke dalam pembelajaran
yang lain, dan kedalam kehidupan mereka “, sehingga anak didik tidak hanya
dituntut pada hafalan saja melainkan dituntut juga untuk lebih banyak mengerti
tentang pelajaran yang akan disampaikan. 3). Deporter (2010:31) menyatakan
“Quantum Teaching merupakan salah satu model pembelajaran yang menguraikan
tentang cara-cara baru yang mempermudah proses pembelajaran dan menekankan
pada terciptanya suasana yang menyenangkan sehingga anak didik termotivasi
untuk belajar dan mempunyai kemauan untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar”.
Penelitian mengenai pembelajaran Quantum Teaching ini telah diteliti oleh
Legayanty. R. (2011:17) bahwa adanya pengaruh model Quantum Teaching
terhadap hasil belajar anak didik ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar
4
menggunakan model konvensional 60,48 peneliti ini menggunakan empat
komunikasi ampuh dalam melaksanakan proses pembelajaran agar dapat
membangkitkan minat dan motivasi anak didik dalam belajar yakni munculkan
kesan, arahkan fokus, inklusif (bersifat mengajak), dan spesifik (bersifat tepat
sasaran).Yang menjadi kelemahan penelitian ini adalah saat eksperimen alat yang
tersedia sangat terbatas , adanya siswa yang tidak serius dalam setiap kelompok
praktikum.
Hasil penelitian Triskofa. V. (2011:20) bahwa adanya pengaruh model
Quantum Teaching terhadap hasil belajar anak didik dapat dilihat dari nilai
rata-rata hasil belajar anak didik yaitu 6,61 sedangkan nilai rata-rata-rata-rata hasil belajar
dengan menggunakan model konvensional 5,44 besarnya peningkatan hasil
belajar mencapai 18,64 % peneliti ini melaksanakan aktivitas praktikum dalam
pembelajaran.Yang menjadi kelemahan penelitian ini adalah peneliti diharuskan
untuk betul-betul mampu menyusun lembar kerja untuk menuntun siswa dalam
belajar Fisika, pada kelas konvensional kelemahannnya adalah siswa lebih banyak
mendengarkan penjelasan guru.
Dan hasil penelitian Marlinawati, S. (2010:18) bahwa adanya pengaruh
model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar anak didik ini dapat
dilihat dari nilai rata hasil belajar anak didik yaitu 81,00 sedangkan nilai
rata-rata hasil belajar dengan menggunakan model konvensional 70,57 besarnya
peningkatan hasil belajar mencapai 13,88 % peneliti ini menggunakan peta
konsep untuk menyampaikan materi pelajaran yang disajikan didalam sebuah
media karton.Yang menjadi kelemahan penelitian ini adalah siswa kurang mampu
untuk menceritakan pengalamannya sendiri (Alami) sehingga hasil yang
diharapkan kurang optimal, dan kurangnya alokasi waktu dalam pelaksanaan
penelitian.
Perbedaan dalam penelitian ini yaitu mengikutsertakan guru bidang studi
fisika untuk membimbing, waktu pelaksanaan penelitian, penelitian ini diadakan
di SMK NEGERI 1 Talawi kelas X T.P. 2012/2013. Cara yang akan digunakan
peneliti sekarang adalah melaksanakan demonstrasi pada materi tersebut pada saat
menggunakan suatu media peta konsep di dalam menyajikan materi pelajaran.
Peta konsep tersebut akan disajikan untuk menambah ketertarikan anak didik
dalam melakukan proses pembelajaran.
Dari uraian tersebut calon peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian
dengan judul :”Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Gerak Lurus di kelas X SMK NEGERI 1 Talawi Tahun Pelajaran 2012/2013”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis mengidentifikasikan
masalah yang ada disekolah tersebut diantaranya:
1. Rendahnya hasil belajar anak didik
2. Kurangnya kemampuan anak didik dalam memahami dan menerapkan
konsep fisika dengan benar.
3. Kurangnya minat belajar anak didik
4. Kerjasama antar anak didik dalam pembelajaran masih kurang.
5. Penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi
1.3. Batasan Masalah
Karena luasnya permasalahan maka perlu dilakukan pembatasan masalah
dalam penelitian ini. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Materi pelajaran fisika kelas X pada materi pokok gerak lurus di SMK
Negeri 1 Talawi.
2. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran
Quantum Teaching berlangsung pada materi pokok gerak lurus.
3. Subjek penelitian adalah anak didik di SMK Negeri 1 Talawi.
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah diatas, maka yang menjadi rumusan masalah
6
1. Bagaimana hasil belajar anak didik dengan menggunakan model
pembelajaran konvensional pada materi pokok gerak lurus?
2. Bagaimana hasil belajar anak didik sesudah pembelajaran dengan Quatum
Teaching pada materi pokok gerak lurus?
3. Bagaimana aktivitas anak didik selama model pembelajaran Quantum
Teaching berlangsung pada materi pokok gerak lurus?
4. Bagaimana pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar
anak didik pada materi pokok gerak lurus.
1.5. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
untuk mengetahui:
1. Hasil belajar anak didik dengan menggunakan model pembelajaran
Konvensional pada materi pokok gerak lurus.
2. Hasil belajar anak didik sesudah pembelajaran dengan Quatum Teaching
pada materi pokok gerak lurus.
3. Peningkatan aktivitas anak didik selama model pembelajaran Quantum
Teaching berlangsung pada materi pokok gerak lurus.
4. Pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar anak didik
pada materi pokok gerak lurus.
1.6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah:
1. Sebagai bahan informasi hasil belajar anak didik yang menggunakan
model pembelajaran Quantum Teaching di SMK Negeri 1 Talawi kelas X
T.A 2012/2013.
2. Sebagai bahan informasi alternatif pemilihan model pembelajaran.
1.7.Definisi Operasional
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sisitematis dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu.
Quantum Teaching adalah model pembelajaran yang meriah, dengan segala nuansanya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil analisa data dan
pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Rata-rata hasil belajar anak didik pada kelas eksperimen yang diberi
perlakuan dengan model Quantum Teaching pada materi pokok Gerak
Lurus di kelas X SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013 adalah 70,9.
2. Rata-rata hasil belajar anak didik pada kelas kontrol yang diberi perlakuan
dengan model konvensional pada materi pokok Gerak Lurus di kelas X
SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013 adalah 61,3.
3. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh bahwa thitung > ttabel atau
3,219 > 2,002 artinya Ha diterima yakni ada perbedaan pengaruh hasil
belajar anak didik menggunakan model Quantum Teaching dengan model
konvensional pada materi pokok Gerak Lurus di kelas X SMK Negeri 1
Talawi T.P 2012/2013.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini, maka peneliti
mempunyai beberapa saran,yaitu :
1. Penerapan model Quantum Teaching membutuhkan waktu yang cukup
banyak, maka diharapkan peneliti selanjutnya memperhatikan alokasi
waktu yang ada agar materi pelajaran dapat disampaikan seluruhnya
dengan baik tanpa mengganggu materi pelajaran selanjutnya.
2. Dalam pembelajaran anak didik cenderung ribut dikarenakan suasana yang
menyenangkan. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian
dengan menggunakan model Quantum Teaching disarankan agar dapat
memberikan pengawasan yang lebih dengan dibantu oleh guru setempat
3. Desain penelitian dengan kelas eksperimen dan kelas kontrol hendaknya
bisa diujicobakan dalam penelitian berikutnya, dengan tujuan agar
pemanfaatan model Quantum Teaching ini bisa mencapai taraf yang lebih
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S, (2009), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Penerbit Bumi Aksara: Jakarta.
Abdurrahman, (2003), Belajar dan Pembelajaran, Alfabeta, Bandung.
Deporter, B, (2010), QuantumTeaching Mempraktekan Quantum Leraning di
Ruang-ruang Kelas, Kaifa, Bandung.
Dimyati dan Mudjono, (2009), Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta.
Djamarah, B.S, (2004), Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.
Joyce dan Weil, (2005), Model Pembelajaran , Rineka Cipta, Jakarta.
Kanginan, M, (2006), IPA FISIKA untuk SMK kelas X, Erlangga, Jakarta.
Legayanty, R, (2011), Pengaruh Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap
Hasil Belajar Fisika pada Materi Pokok Gerak Lurus di SMA Negeri 3 Kisaran T.A. 2011/2012, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Marlinawati, S, (2010) , Pengaruh Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap
Hasil Belajar Fisika pada Materi Pokok Zat dan Wujudnya di SMP Negeri 3 Binjai T.A. 2010/2011, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Purwanto, M.N,(2006), Psikologi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Sardiman, (2009), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, PT Rajagrafindo Persada,Jakarta.
Slameto, (2010), Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya. PT Rineka Cipta: Jakarta.
Sudjana, (2005), Metoda Statistika. PT Tarsito: Bandung.
Triskova, V, (2007) , Pengaruh Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil