• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATERI POKOK GERAK LURUS DI KELAS X SMK NEGERI 1 TALAWI T.P 2012/2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATERI POKOK GERAK LURUS DI KELAS X SMK NEGERI 1 TALAWI T.P 2012/2013."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

SMK NEGERI 1 TALAWI T.P 2012/2013

Oleh :

Rice Nali Hutagalung NIM 071244220006

Program Studi Pendidikan Fisika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini semaksimal mungkin dan sesuai waktu yang telah direncanakan.

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar Siswa Pada Materi pokok Gerak Lurus di kelas X SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Medan.

Dalam penyusunan dan penulisan karya tulis ini banyak dukungan serta

arahan yang penulis terima. Oleh karena itu, penulis mengucapkan rasa terima

kasih kepada ibu Dr.derlina,M.Si sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah

banyak memberikan bimbingan dan saran kepada penulis sejak awal sampai

dengan terselesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga penulis

sampaikan kepada Bapak Drs. Japiten Banjarnahor,M.Pd,Bapak Drs. Karya

Sinulingga, M.Si

, dan Bapak Drs. Sehat Simatupang, M.Si selaku dosen pembanding yang telah

memberikan masukan dan saran-saran kepada penulis dalam penyusunan skripsi

ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Prof.Drs. Motlan M.Sc,

Ph.D selaku Dekan FMIPA UNIMED, Bapak Drs. Pintor Simamora selaku Dosen

Pembimbing Akademik, Ibu Dra. Derlina, M.Si selaku Ketua Jurusan Fisika,

Bapak Drs. Sehat Simatupang M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Fisika, seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta pegawai Jurusan Fisika FMIPA

UNIMED, terutama Kak Hafiana yang telah banyak membantu penulis.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Ahmad

Husairi,S.Pd, M.Pd selaku kepala SMK Negeri 1 Talawi yang memberikan izin

penelitian dan Ibu Desi Irma, S.Pd selaku guru fisika serta seluruh staf dewan

guru dan pegawai SMK Negeri 1 Talawi yang telah banyak membantu dalam

(4)

v

Teristimewa penulis sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada

Ayahanda B.Hutaglung dan Ibunda S.Simanjuntak yang telah mendidik dan

membesarkan penulis, memberi doa yang tulus dan dorongan serta sumbang kasih

yang besar dari segi material, spritual dan nasehat yang menjadi motivasi luar

biasa sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Universitas Negeri Medan,

juga teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada adik tersayang Devi Cordi

H. Terima kasih juga buat teman-teman seperjuangan di Fisika 2008 khususnya Ekstensi „07 atas semangat yang tak pernah padam dan keyakinan untuk menjadi yang terbaik. Spesial kepada sahabat-sahabat penulis : Santri, Ester , Oliv, Harin,

Mita.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian

skripsi ini, namun penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari pada

kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang

membangun dari pembaca untuk perbaikan skripsi ini. Akhir kata penulis

berharap semoga skripsi ini bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan

memberikan inspirasi bagi pembaca baik hanya sebagai bahan bacaan ataupun

yang ingin melakukan penelitian lanjutan.

Medan, 2013

Penulis,

Rice Nali H

(5)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DAN AKTIVITAS SISWA

PADA MATERI POKOK GERAK LURUS DI KELAS X SMK NEGERI 1 TALAWI

T.P 2012/2013 Rice Nali H (071244220006)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui adanya pengaruh hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Quantum Teaching pada materi pokok Gerak Lurus di kelas X SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013.

Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian two

group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa

kelas X SMKN 1 Talawi yang terdiri dari 4 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu Kelas X-1 sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan model Quantum Teaching dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol, diajarkan dengan menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 17 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t.

(6)
(7)

3.4.1 Reliabilitas Tes 37

3.4.2 Tingkat Kesukaran Soal 38

3.4.3 Daya Beda 39

3.5 Jenis dan Desain Penelitian 39

3.6 Prosedur Penelitian 40

3.7 Tehnik Analisis Data 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 46

4.1.1 Data Pretes Dan Postes Kelas Eksperimen Dan Kontrol 47

4.1.2 Pengujian Analisis Data Pretes 47

4.1.2.1 Uji Normalitas Data Pretes 47

4.1.2.2 Uji Homogenitas Data Pretes 48

4.1.2.3 Uji Hipotesis Penelitian Pretes 48

4.1.3 Uji Analisis Data Postes 49

4.1.3.1 Uji Normalitas Data Postes 51

4.1.3.2 Uji Homogenitas Data Postes 51

4.1.3.2 Uji Hipotesis Penelitian Postes 52

4.2 Pembahasan 53

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 56

5.2 Saran-saran 56

(8)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.3 Tabel Hasil Penelitian Terdahulu 32

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar 36

Tabel 3.2 Rancangan Penelitian 40

Tabel 4.1 Data Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 46

Tabel 4.2 Data Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol 47

(9)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Kedudukan Benda di P dan Q berlawanan arah 24

Gambar 2.2 Arah Perpindahan 24

Gambar 2.3 Grafik Kecepatan Terhadap Waktu GLBB 28

Gambar 2.4 Grafik Perpindahan 29

Gambar 2.5 Gerak Benda Jatuh Bebas 30

Gambar 2.6 Gerak Benda vertikal Atas 31

Gambar 4.1 Diagram Batang data Pretes kelas eksperimen dan kontrol 47

(10)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I 59

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II 81

Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa I 89

Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa II 92

Lampiran 5 Tabel Spesifikasi 93

Lampiran 6. Validitas 107

Lampiran 7. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas 109

Lampiran 8. Data Tingkat Kesukaran Uji Coba Tes 112

Lampiran 9. Perhitungan Indeks Daya Beda Butir Tes Hasil Belajar 114

Lampiran 10 Tabulasi Hasil Jawaban Pretes Kelas Eksperimen 116

Lampiran 11. Distribusi Hasil Postes Kelas Eksperimen 118

Lampiran 12. Tabulasi Hasil Jawaban Pretes Kelas Kontrol 120

Lampiran 13. Tabulasi Hasil Jawaban Postes Kelas Kontrol 122

Lampiran 14. Perhitungan Statistik Dasar 124

Lampiran 15. Prosedur Perhitungan Uji Normalitas 128

Lampiran 16. Prosedur Perhitungan Uji Homogenitas 131

Lampiran 17. Prosedur Pengujian Hipotesis 135

Lampiran 18. Aktivitas 140

Lampiran 19. Dokumentasi Penelitian 146

Lampiran 20. Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors 152

Lampiran 21. Tabel Uji Homogenitas 153

Lampiran 22 Daftar Nilai Presentil Untuk Distribusi F 154

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan

manusia.Melalui pendidikan, manusia akan tumbuh dan berkembang sebagai

pribadi yang utuh. Maju mundurnya proses pengembangan suatu bangsa disegala

bidang sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan bangsa itu sendiri, khususnya

perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sekarang ini yang

memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia dan dunia pendidikan.

Pendidikan merupaknan aset masa depan yang menentukan kualitas pendididkan

suatu bangsa, oleh sebab itu pembangunan sektor pendidikan harus menjadi

prioritas utama. Dengan demikian pemerintah terus berusaha mengemban

pembangunan dalam bidang pendidikan, baik tingkat dasar, sekolah menengah,

maupun perguruan tinggi.

Guru dinegara kita senantiasa selalu mengadakan peningkatan dan

penyempurnaan mutu pendidikan. Salah satunya adalah melalui penggunaan

model pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran. Pemilihan model

pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran merupakan salah satu cara

yang terpenting dalam pembelajaran. Model pembelajaran mempunyai peranan

yang sangat penting karena model pembelajaran merupakan salah satu penunjang

utama berhasil atau tidaknya seorang guru dalam mengajar.

Suatu kegiatan yang bernilai edukatif selalu diwarnai interaksi yang terjadi

antara guru dengan anak didik.Kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru

diarahkan untuk menjadi tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum

pembelajaran dimulai. Harapan seorang guru adalah bagaimana bahan

pembelajaran yang disampaikan guru dapat disukai oleh anak didik secara tuntas .

Ini merupakan masalah yang cukup sulit bagi guru. Kesulitan ini dikarenakan

anak didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya, tetapi

(12)

2

Menurut Dimyati & Mudjiono (2009 : 33):”Dalam proses pembelajaran ada

empat komponen penting yang berpengaruh bagi keberhasilan belajar siswa, yaitu

bahan belajar, suasana belajar, media dan sumber belajar, serta sebagai subyek pembelajaran”.

Keempat komponen tersebut sangat penting dalam mempengaruhi proses

pembelajaran. Manakala salah satu komponen tidak dapat mendukung, maka

keberhasilan pembelajaran tidaklah dapat tercapai secara optimal. Suasana belajar

haruslah didesain agar anak didik dapat menikmati suasana belajar yang nyaman

dan menyenangkan. Media dan sumber belajar yang digunakan haruslah sesuai

dengan tujuan pembelajarn yang telah ditetapkan dan merangsang anak didik

untuk lebih memperhatikan dan berupaya mengembangkan apa yang telah

diterimanya. Oleh karena itu guru sebagai subyek dalam pembelajaran haruslah

dapat memilih dan menyajikan media dan sumber belajar yang tepat dan aktif,

sehingga bahan pelajaran yang disampaikan dapat diterima dan dikembangkan

anak didik dengan baik.

Namun dalam kegiatan yang sebenarnya pembelajaran yang dilaksanakan

masih menggunakan model pembelajaran konvensional, dimana didalam

pembelajaran guru menggunakan metode ceramah, memberi contoh soal dan

kemudian anak didik diberi latihan soal. Dengan model pembelajaran yang

digunakan ini fisika sering kali disajikan dalam bentuk kurang menarik dan

terkesan sulit, karena penyajian materi fisika selalu menekankan pada segi

matematisnya saja tanpa memberikan banyak pengertian, lebih banyak menuntut

pada hafalan, dimana hal ini pun tidak dilakukan secara kontinu. Sehingga banyak

anak didik yang beranggapan bahwa pelajaran fisika itu sulit dan mereka

merasakan suatu kebosanan saat mempelajarinya. Keaktifan anak didik dalam

pembelajaran juga kurang, hanya ada beberapa anak didik yang mengajukan

pertanyaan. Sesuai dengan wawancara penulis dengan salah satu guru fisika kelas

X di SMK Negeri 1 Talawi yang menyatakan bahwa minat dan motivasi anak

didik terhadap pelajaran fisika masih kurang, yang mengakibatkan hasil belajar

anak didik terhadap pelajaran fisika kurang dan akhirnya mengakibatkan hasil

(13)

Karena banyaknya permasalahan yang mengakibatkan kurang optimalnya

pembelajaran Fisika, maka diperlukan usaha–usaha terobosan untuk

meningkatkan hasil belajar anak didik, salah satunya dengan melakukan inovasi

sistem pembelajaran menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching.

Denagan demikan model pembelajaran Quantum Teaching dipilih sebagai suatu

studi experimental dalam upaya meningkatkan hasil belajar anak didik.

Quantum Teaching adalah model pembelajaran yang menyenangkan dimana

interaksi antar guru dan anak didik terjalin dengan baik. Model pembelajaran

QuantumTeaching membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif

dan efisien dengan cara memanfaatkan unsur-unsur yang ada pada anak didik,

misalnya rasa ingin tahu anak didk dan lingkungan belajarnya melalui

interaksi-interaksi yang terjadi didalam kelas. Quantum Teaching mempunyai model

pembelajaran berupa TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi,

Ulangi dan Rayakan). Ada beberapa alasan mengapa didalam penelitian ini

menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching antara lain:1). Sebagai

variasi dalam belajar sehingga anak didk tidak merasa jenuh dan termotivasi untuk

belajar. 2). Deporter (2010 : 132) menyatakan “Quantum Teaching memberi anak

didik kesempatan untuk berlatih dan menunjukkan apa yang mereka ketahui serta

menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka ke dalam pembelajaran

yang lain, dan kedalam kehidupan mereka “, sehingga anak didik tidak hanya

dituntut pada hafalan saja melainkan dituntut juga untuk lebih banyak mengerti

tentang pelajaran yang akan disampaikan. 3). Deporter (2010:31) menyatakan

Quantum Teaching merupakan salah satu model pembelajaran yang menguraikan

tentang cara-cara baru yang mempermudah proses pembelajaran dan menekankan

pada terciptanya suasana yang menyenangkan sehingga anak didik termotivasi

untuk belajar dan mempunyai kemauan untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar”.

Penelitian mengenai pembelajaran Quantum Teaching ini telah diteliti oleh

Legayanty. R. (2011:17) bahwa adanya pengaruh model Quantum Teaching

terhadap hasil belajar anak didik ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar

(14)

4

menggunakan model konvensional 60,48 peneliti ini menggunakan empat

komunikasi ampuh dalam melaksanakan proses pembelajaran agar dapat

membangkitkan minat dan motivasi anak didik dalam belajar yakni munculkan

kesan, arahkan fokus, inklusif (bersifat mengajak), dan spesifik (bersifat tepat

sasaran).Yang menjadi kelemahan penelitian ini adalah saat eksperimen alat yang

tersedia sangat terbatas , adanya siswa yang tidak serius dalam setiap kelompok

praktikum.

Hasil penelitian Triskofa. V. (2011:20) bahwa adanya pengaruh model

Quantum Teaching terhadap hasil belajar anak didik dapat dilihat dari nilai

rata-rata hasil belajar anak didik yaitu 6,61 sedangkan nilai rata-rata-rata-rata hasil belajar

dengan menggunakan model konvensional 5,44 besarnya peningkatan hasil

belajar mencapai 18,64 % peneliti ini melaksanakan aktivitas praktikum dalam

pembelajaran.Yang menjadi kelemahan penelitian ini adalah peneliti diharuskan

untuk betul-betul mampu menyusun lembar kerja untuk menuntun siswa dalam

belajar Fisika, pada kelas konvensional kelemahannnya adalah siswa lebih banyak

mendengarkan penjelasan guru.

Dan hasil penelitian Marlinawati, S. (2010:18) bahwa adanya pengaruh

model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar anak didik ini dapat

dilihat dari nilai rata hasil belajar anak didik yaitu 81,00 sedangkan nilai

rata-rata hasil belajar dengan menggunakan model konvensional 70,57 besarnya

peningkatan hasil belajar mencapai 13,88 % peneliti ini menggunakan peta

konsep untuk menyampaikan materi pelajaran yang disajikan didalam sebuah

media karton.Yang menjadi kelemahan penelitian ini adalah siswa kurang mampu

untuk menceritakan pengalamannya sendiri (Alami) sehingga hasil yang

diharapkan kurang optimal, dan kurangnya alokasi waktu dalam pelaksanaan

penelitian.

Perbedaan dalam penelitian ini yaitu mengikutsertakan guru bidang studi

fisika untuk membimbing, waktu pelaksanaan penelitian, penelitian ini diadakan

di SMK NEGERI 1 Talawi kelas X T.P. 2012/2013. Cara yang akan digunakan

peneliti sekarang adalah melaksanakan demonstrasi pada materi tersebut pada saat

(15)

menggunakan suatu media peta konsep di dalam menyajikan materi pelajaran.

Peta konsep tersebut akan disajikan untuk menambah ketertarikan anak didik

dalam melakukan proses pembelajaran.

Dari uraian tersebut calon peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian

dengan judul :”Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Gerak Lurus di kelas X SMK NEGERI 1 Talawi Tahun Pelajaran 2012/2013”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis mengidentifikasikan

masalah yang ada disekolah tersebut diantaranya:

1. Rendahnya hasil belajar anak didik

2. Kurangnya kemampuan anak didik dalam memahami dan menerapkan

konsep fisika dengan benar.

3. Kurangnya minat belajar anak didik

4. Kerjasama antar anak didik dalam pembelajaran masih kurang.

5. Penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi

1.3. Batasan Masalah

Karena luasnya permasalahan maka perlu dilakukan pembatasan masalah

dalam penelitian ini. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Materi pelajaran fisika kelas X pada materi pokok gerak lurus di SMK

Negeri 1 Talawi.

2. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran

Quantum Teaching berlangsung pada materi pokok gerak lurus.

3. Subjek penelitian adalah anak didik di SMK Negeri 1 Talawi.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka yang menjadi rumusan masalah

(16)

6

1. Bagaimana hasil belajar anak didik dengan menggunakan model

pembelajaran konvensional pada materi pokok gerak lurus?

2. Bagaimana hasil belajar anak didik sesudah pembelajaran dengan Quatum

Teaching pada materi pokok gerak lurus?

3. Bagaimana aktivitas anak didik selama model pembelajaran Quantum

Teaching berlangsung pada materi pokok gerak lurus?

4. Bagaimana pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar

anak didik pada materi pokok gerak lurus.

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah

untuk mengetahui:

1. Hasil belajar anak didik dengan menggunakan model pembelajaran

Konvensional pada materi pokok gerak lurus.

2. Hasil belajar anak didik sesudah pembelajaran dengan Quatum Teaching

pada materi pokok gerak lurus.

3. Peningkatan aktivitas anak didik selama model pembelajaran Quantum

Teaching berlangsung pada materi pokok gerak lurus.

4. Pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar anak didik

pada materi pokok gerak lurus.

1.6. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah:

1. Sebagai bahan informasi hasil belajar anak didik yang menggunakan

model pembelajaran Quantum Teaching di SMK Negeri 1 Talawi kelas X

T.A 2012/2013.

2. Sebagai bahan informasi alternatif pemilihan model pembelajaran.

1.7.Definisi Operasional

(17)

 Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sisitematis dalam mengorganisasikan pengalaman

belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu.

 Quantum Teaching adalah model pembelajaran yang meriah, dengan segala nuansanya.

(18)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil analisa data dan

pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Rata-rata hasil belajar anak didik pada kelas eksperimen yang diberi

perlakuan dengan model Quantum Teaching pada materi pokok Gerak

Lurus di kelas X SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013 adalah 70,9.

2. Rata-rata hasil belajar anak didik pada kelas kontrol yang diberi perlakuan

dengan model konvensional pada materi pokok Gerak Lurus di kelas X

SMK Negeri 1 Talawi T.P 2012/2013 adalah 61,3.

3. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh bahwa thitung > ttabel atau

3,219 > 2,002 artinya Ha diterima yakni ada perbedaan pengaruh hasil

belajar anak didik menggunakan model Quantum Teaching dengan model

konvensional pada materi pokok Gerak Lurus di kelas X SMK Negeri 1

Talawi T.P 2012/2013.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini, maka peneliti

mempunyai beberapa saran,yaitu :

1. Penerapan model Quantum Teaching membutuhkan waktu yang cukup

banyak, maka diharapkan peneliti selanjutnya memperhatikan alokasi

waktu yang ada agar materi pelajaran dapat disampaikan seluruhnya

dengan baik tanpa mengganggu materi pelajaran selanjutnya.

2. Dalam pembelajaran anak didik cenderung ribut dikarenakan suasana yang

menyenangkan. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian

dengan menggunakan model Quantum Teaching disarankan agar dapat

memberikan pengawasan yang lebih dengan dibantu oleh guru setempat

(19)

3. Desain penelitian dengan kelas eksperimen dan kelas kontrol hendaknya

bisa diujicobakan dalam penelitian berikutnya, dengan tujuan agar

pemanfaatan model Quantum Teaching ini bisa mencapai taraf yang lebih

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S, (2009), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Penerbit Bumi Aksara: Jakarta.

Abdurrahman, (2003), Belajar dan Pembelajaran, Alfabeta, Bandung.

Deporter, B, (2010), QuantumTeaching Mempraktekan Quantum Leraning di

Ruang-ruang Kelas, Kaifa, Bandung.

Dimyati dan Mudjono, (2009), Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta.

Djamarah, B.S, (2004), Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.

Joyce dan Weil, (2005), Model Pembelajaran , Rineka Cipta, Jakarta.

Kanginan, M, (2006), IPA FISIKA untuk SMK kelas X, Erlangga, Jakarta.

Legayanty, R, (2011), Pengaruh Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap

Hasil Belajar Fisika pada Materi Pokok Gerak Lurus di SMA Negeri 3 Kisaran T.A. 2011/2012, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.

Marlinawati, S, (2010) , Pengaruh Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap

Hasil Belajar Fisika pada Materi Pokok Zat dan Wujudnya di SMP Negeri 3 Binjai T.A. 2010/2011, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.

Purwanto, M.N,(2006), Psikologi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sardiman, (2009), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, PT Rajagrafindo Persada,Jakarta.

Slameto, (2010), Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya. PT Rineka Cipta: Jakarta.

Sudjana, (2005), Metoda Statistika. PT Tarsito: Bandung.

Triskova, V, (2007) , Pengaruh Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil

Gambar

Tabel 2.3 Tabel Hasil Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1   Kedudukan Benda di P dan Q berlawanan arah

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah variabel keamanan, privasi, nama merek, website dan navigasi, informasi dan kebijakan pengembalian dalam mempengaruhi

Warga negara Republik Indonesia yang memegang paspor diplomatik atau paspor dinas yang sah, tidak wajib untuk memperoleh visa untuk masuk, transit dan tinggal di

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti unsur instrinsik, sosiologi sastra dan nilai budi pekerti yang terdapat dalam naskah dan video wayang bocah Nggeguru

Nyeri sendi jari-jari tangan merupakan problem yang sering terjadi pada pekerja industri, pekerja yang melakukan gerakan jari-jari tangan secara berulang tanpa

Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Kepala rumahtangga petani miskin umumnya usia produktif, yang sebagian besar memiliki karakteristik yang rendah dalam hal: pendidikan

[r]

Sistem bekerja dengan jangkauan yang luas karena menggunakan fasilitas GSM tidak seperti sistem keamanan yang ada di pasaran yang bekerja pada radius maksimal 3

Sumber data primer ini dapat diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara kepada narasumber-narasumber yang terkait dengan Kelompok Ternak Hidayah Alam, antara lain