• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PERTEMUAN XIV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PERTEMUAN XIV"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PERTEMUAN XIV

BANDWITH MANAJEMEN (QoS) PADA MIKROTIK ROUTEROS

Nama : R. Farah Dini Qoyyimah Kelas : TI – 2B

NIM : 1541180174 E-mail : [email protected]

No hp : 082335363651

POLITEKNIK NEGERI MALANG JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI

2016

(2)

Langkah Praktikum:

Pada praktikum kali ini, anda akan dituntun untuk mengkonfigurasikan QoS dengan menggunakan beberpa metode. Berikut adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam melakukan praktikum:

Berkerjasamalah dengan 1 orang teman anda untuk melakukan pengujian terhadap hasil konfigurasi anda

RouterOS anda mendapat alamat IP secara otomatis (dari DHCP Client) untuk terkoneksi ke internet.

Client yang tekoneksi dengan RouterOS anda mendapat alamat IP secara otomatis dari DHCP server yang berjalan pada RouterOS anda dengan alamat network 172.172.x.0/24 (x adalah no.

absen).

Persiapan Praktikum:

1. Koneksikan komputer ke jaringan wireless gedung atau lab sampai dapat terkoneksi ke internet.

2. Pada praktikum kali akan digunakan RouterOS yang terinstall pada VM namun bukan RouterOS yang telah anda install pada praktikum sebelumnya. Melainkan RouterOS yang khusus digunakan pada VM yaitu CHR (Cloud Hosted Router). Dapat mendownload VM tersebut dari laman

http://192.168.232.10/mikrotik/CHR.zip.

3. Ekstrak file tersebut dan buka dengan VMware Workstation yang telah terinstall. Namun jangan jalankan VM tersebut terlebih dahulu.

4. Sesuaikan interface Network 1 dalam posisi ter-bridge dengan interface wireless komputer.

Dan interface Network 2 dalam posisi ter-bridge dengan interface LAN kabel komputer.

(3)

5. Nyalakan VM yang telah anda sesuaikan tersebut. Catatlah alamat MAC dari interface Network 1 dari VM.

Masuk ke dalam RouterOS VM dengan menggunakan winbox melalui alamat MAC interface Network 1.

6. Setelah berhasil masuk, pastikan RouterOS dalam keadaan kosong tanpa konfigurasi apapun sebelum mengkonfigurasi sistem hotspot. Karena di sini akan menggunakan RouterOS CHR maka hanya tersisa konfigurasi DHCP client yang berjalan pada interface ether1 dan default routing 0.0.0.0/0 out interface ether1.

7. Jika masih terdapat konfigurasi lain pada router, lakukan pe-reset-an konfigurasi tanpa menyisakan konfigurasi sama sekali.

8. Pilih menu IP → DHCP Server.

(4)

9. Pada jendela DHCP Server, pilih tab DHCP dan kemudian tekan tombol DHCP Setup untuk memulai Wizard.

10. Pada langkah awal DHCP Setup, pilih interface yang akan digunakan oleh server DHCP pada kolom DHCP Interface. Pilih interface ether2 dan kemudian tekan tombol Next untuk melanjutkan.

11. Pada langkah berikutnya, tentukan rentang alamat IP yang akan digunakan oleh interface DHCP pada kolom DHCP Address Space. Kemudian tekan tombol Next untuk melanjutkan.

(5)

12. Selanjutnya, masukkan alamat gateway yang akan digunakan sebagai gateway dalam konfigurasi yang disediakan oleh DHCP Server. Tekan tombol Next untuk melanjutkan.

13. Pada pengaturan DHCP Relay, kosongi saja kolom DHCP Relay dengan menekan tombol segitiga hitam ke atas disamping kolom isian DHCP Relay. Tekan tombol Next untuk melanjutkan.

14. Berikutnya masukkan rentang alamat yang akan disediakan oleh DHCP Server

(6)

15. Isikan alamat DNS Server yang dapat digunakan oleh DHCP Server pada kolom DNS Server.

Untuk koneksi dalam kampus bisa menggunakan alamat DNS 172.16.17.101 dan untuk koneksi diluar kampus bisa menggunakan alamat DNS 208.67.222.222. Tekan tombol Next untuk melanjutkan.

16. Isikan waktu sewa yang akan disediakan untuk setiap alamat IP dari DHCP Server. Tekan tombol Next untuk melanjutkan.

17. Konfigurasi server DHCP telah selesai. Namun masih ada kesalahan dalam konfigurasinya (berwarna merah). Ini terjadi karena belum mengkonfigurasikan alamat IP pada interface ether2.

Untuk memperbaikinya, konfigurasikan alamat IP pada interface ether2.

(7)

18. Untuk mengkonfigurasikan alamat IP pada interface ether2. Pilih menu IP → Address.

19. Tekan tombol Add (+) pada jendela Address List

20. Pada jendela New Address, masukkan alamat IP dari Gateway yang akan dipakai dalam Server DHCP. Kemudian pilih interface ether2 pada kolom interface. Kemudian klik tombol OK.

21. Setelah Itu buka kembali jendela DHCP Server dan dapat dipastikan DHCP Server akan berubah warna dari merah menjadi hitam yang menandakan bahwa konfigurasi DHCP Server telah benar.

(8)

22. Lakukan Pengecekan dengan mengkoneksikan komputer lain dengan komputer Server melalui interface kabel. Jika komputer lain yang koneksi mendapat alamat IP yang sesuai dengan rentang alamat IP yang disediakan oleh DHCP Server, berati konfigurasi DHCP Server yang dibuat telah berjalan dengan benar.

23. Saat ini client hanya dapat terkoneksi ke router saja dan tidak dapat terkoneksi ke internet.

Agar dapat terkoneksi ke internet, buat rule FIrewall NAT baru dengan chain “srcnat” dan out interface “ether1” dan action “masquerade”.

(9)

B. QoS Menggunakan Simple Queue

Pada praktikum ini akan dicontohkan untuk membuat sebuah limitasi QoS menggu nakan metode Simple Queue. Dalam percobaan ini, semua komputer yangmerupakan client dari router anda akan diberikan limit untuk traffic upload sebesar 64kbps dan traffic untuk download sebesar 128kbps.

Adapun langkah-langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut.

1. Pastikan router sudah dalam kondisi terkonfigurasi sesuai dengan langkah persiapan praktikum.

2. Akses router dengan menggunakan username dan password yang biasa digunakan melalui MikroTik WinBox.

3. Pada halaman utama konfigurasi router, pilih menu Queues.

4. Pada jendela Queue List, pilih tab Simple Queue dan tekan tombol Add (+) untuk menambahkan rule Simple Queue baru.

5. Pada jendela New Simple Queue, isi kolom Name dengan nama queue yang diinginkan.

Masukkan alamat network dari client yang akan dilimit pada kolom Target. Kemudian masukkan ukuran limitasi dalam Kolom Max Limit sesuai dengan kebutuhan. Terakhir, klik tombol OK untuk menyimpan pengaturan limitasi.

(10)

6. Konfigurasi QoS menggunakan Simple Queue telah selesai dilakukan.

7. Cek hasil konfigurasi dengan mendownload sebuah file dari internet (jika berada diluar kampus) atau intranet (jika berada didalam kampus).

8. Jika kecepatan download file <=16KB/s maka konfigurasi QoS telah berhasil

C. QoS Menggunakan Burst

Pada praktikum ini akan dicontohkan untuk membuat sebuah limitasi QoS menggunakan metode Burst. Dalam percobaan ini, komputer yang merupakan client dari router anda akan diberikan limit untuk traffic upload sebesar 64kbps dan traffic untuk download sebesar 128kbps. selain itu akan diberikan burst-limit sebesar 256k, burstthreshold sebesar 192k, dan burst-time sebesar 5s. Adapun langkah-langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut.

1. Pastikan router sudah dalam kondisi terkonfigurasi sesuai dengan langkah persiapan praktikum.

2. Akses router dengan menggunakan username dan password yang biasa digunakan melalui MikroTik WinBox.

3. Pada halaman utama konfigurasi router, pilih menu Queues.

4. Pada jendela Queue List, pilih tab Simple Queue. Disable terlebih dahulu Queue yang lainnya dengan memilih rule queue tersebut dalam list dan menekan tombol disable. Kemudian tekan tombol Add (+) untuk menambahkan rule Simple Queue baru.

(11)

5. Pada jendela New Simple Queue, isi kolom Name dengan nama sebagai identitas konfigurasi Simple Queue yang dibuat. Kemudian pada kolom Target, isi dengan rentang alamat IP dari

komputer yang akan dilimit. Isikan nilai max-limit upload dan nilai max-limit download pada kolom Max Limit sesuai sub-kolomnya masing-masing. Dan isikan pula nilai parameter-parameter burst pada kolom burst sesuai demam subkolomnya masing-masing. Kemudian tekan tombol OK untuk menyimpan pengaturan.

6. Konfigurasi QoS menggunakan Simple Queue telah selesai dilakukan.

7. Uji coba hasil konfigurasi dengan melakukan download sebuah file menggunakan komputer yang dilimit.

8. Buka pengaturan Queue yang baru saja dikonfigurasikan dan pilih tab Traffic. Amati grafik yang nampak. Hitung manual pengaturan trafik burst yang telah dilakukan (lihat teori diawal modul praktikum) dan cocokkan dengan grafik yang nampak.

Jika grafik yang nampak sesuai dengan peritungan manual maka konfigurasi yang telah dilakukan telah benar

(12)

D. QoS Menggunakan PCQ

Pada praktikum ini akan dicontohkan untuk membuat sebuah limitasi QoS menggunakan metode Per Connection Queue. Dalam percobaan ini, pcq-rate-nya akan diset traffic upload sebesar 128kbps dan traffic donwload sebesar 256kbps. Adapun langkah langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut.

1. Pastikan router sudah dalam kondisi terkonfigurasi sesuai dengan langkah persiapan praktikum.

2. Akses router dengan menggunakan username dan password yang biasa digunakan melalui MikroTik WinBox.

3. Pada halaman utama konfigurasi router, pilih menu Queues.

4. Pada jendela Queue List, pilih tab Simple Queue. Disable terlebih dahulu Queue yang lainnya.

5. Sebelum membuat konfigurasi Queue PCQ baru, buat terlebih dahulu Queue Type baru untuk traffic upload dan downloadnya.

Untuk membuatnya, pilih tab Queue Types dan tekan tombol Add (+) untuk menambahkan sebuah Queue Type baru.

(13)

6. Pertama-tama buat Queue Type untuk traffic upload. Pada Jendela New Queue Type, berikan nama Queue Type untuk traffic upload tersebut (misal pcq-upload). Kemudian pilih opsi pcq pada kolom Kind. Isikan upload-pcq-rate pada kolom Rate. Jangan lupa untuk memberi tanda cek hanya pada opsi Src. Address. Kemudian tekan tombol OK untuk menyimpan konfigurasi.

7. Kemudian buat Queue Type untuk traffic download. Tekan tombol Add pada tab Queue Types dalam jendela Queue List untuk menambahkan sebuah Queue Type baru.

8. Pada Jendela New Queue Type, berikan nama Queue Type untuk traffic download tersebut (misal pcq-download). Kemudian pilih opsi pcq pada kolom Kind. Isikan

(14)

download-pcq-rate pada kolom Rate. Jangan lupa untuk memberi tanda cek hanya pada opsi Dst.

Address. Kemudian tekan tombol OK untuk menyimpan konfigurasi.

9. Setelah Queue Type selesai dibuat, berikutnya buat sebuah Simple Queue untuk menerapkan Queue Type yang telah dibuat. Untuk membuatnya, pilih tab Simple Queues pada jendela Queue List. Kemudian tekan tombol Add untuk menambahkan sebuah Simple Queue

10. Pada jendela New Simple Queue, pilih tab General. Kemudian isi kolom Name dengan nama sebagai identitas konfigurasi PCQ yang dibuat misal pcq-for-client. Kemudian pada kolom target isikan dengan alamat network dari client yang akan diberlakukan PCQ.

(15)

11. Masih pada jendela New Simple Queue, pilih tab Advanced dan isi kolom Queue Type sesuai dengan masing-masing Queue Type yang telah dibuat sebelumnya. Terakhir tekan tombol OK untuk menyimpan pengaturan.

12. Uji coba hasil konfigurasi dengan melakukan download sebuah file menggunakan satu buah komputer yang terhubung ke router. Jika kecepatan yang didapatkan oleh komputer tersebut sesuai dengan konfigurasi pada router, berarti konfigurasi yang dilakukan telah benar.

Referensi

Dokumen terkait

Formulir sehubungan dengan pemesanan pembelian Unit Penyertaan harus dilengkapi dengan bukti pembayaran, fotokopi Bukti Jati Diri (KTP untuk perorangan lokal, Paspor untuk

Setelah dilakukan simulasi menggunakan software ergofellow 3.0 dengan menggunakan alat bantu tersebut, didapatkan nilai hasil skor REBA adalah 3 (tiga) dengan action level 1

Estimasi kandungan sianida secara semi kuantitatif dilakukan dengan mengamati perubahan warna pada picrate paper test, sedangkan penentuan sianida secara kuantitatif

Kemudian kromosom bernilai fitness tertinggi dipilih menjadi orang tua pertama, apabila bilangan random yang dibangkitkan kurang dari suatu nilai batas yang ditentukan p

Dikategorikan sebagai penelitian kualitatif karena hasil akhir penelitian adalah menemukan rumusan kelompok model dan rekomendasi intervensi dalam pengembangan

Adanya kasus korupsi juga karena ketidaksesuaian peran yang dilakukan oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa yang seharusnya Bendahara desa melakukan tugasnya sesuai

Dari data ini dapat dilihat bahwa dari triplikat kedua blanko yang didapat dari percobaan menggunakan alat ukur pasif berbahan lokal dengan mesh Gradko terhitung

 Siklus perolehan dan pembayaran dimulai dengan pengajuan permintaan pembelian oleh seorang pegawai berwenang yang membutuhkan barang atau jasa