• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Web

Pada bab ini penulis akan menjelaskan tentang teori yang berhubungan dengan perancangan program manajemen aset berbasis web, mulai dari website, bahasa pemrograman yang digunakan, basis data, serta model pengembangan perangkat lunak yang digunakan.

2.1.1 Website 1. Internet

Menurut (Prayitno, 2015) mengemukakan bahwa, “Internet adalah jaringan komputer ibarat jalan raya, internet dapat dilalui berbagai transportasi, seperti bus, mobil dan motor yang mempunyai kegunaan masing-masing”.

Menurut (Sibero, 2015:10) mengemukakan bahwa, “Internet (Interconnected Network) adalah jaringan komputer yang menghubungkan antar jaringan secara global, internet juga dapat disebut jaringan dalam suatu jaringan yang luas”.

Menurut Yuhefizar dalam (Anwar & Irawan, 2017) “ internet adalah rangkaian jaringan komputer yang dapat diakses secara umum diseluruh dunia, yang mengirimkan data dalam bentuk paket data berdasarkan standar internet protocol (IP)”

(2)

2. Website

Menurut (Prayitno, 2015) mengemukakan bahwa, “Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi”.

Menurut (Sibero, 2015:10) mengemukakan bahwa “World Wide Web Consortium (W3) atau yang dikenal juga dengan istilah web adalah suatu sistem yang berkaitan dengan dokumen digunakan sebagai media untuk menampilkan teks, gambar, multimedia dan lainnya pada jaringan internet”.

Menurut (Hidayatullah, 2015:19) menyimpulkan bahwa: World Wide Web (WWW) adalah suatu program yang ditemukan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991. Awalnya Berners-Lee hanya ingin menemukan cara untuk menyusun arsip-arsip risetnya. Untuk itu beliau mengembangkan suatu sistem untuk keperluan pribadi.

Sistem itu adalah program piranti lunak yang diberi nama Enquire.

3. Aplikasi Berbasis Web a. Web Browser

Menurut (Prayitno, 2015:10) mengemukakan bahwa, “Web browser adalah alat yang digunakan untuk melihat halaman web”.

Menurut (Sibero, 2015:17) mengemukakan bahwa: Web Browser adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menyajikan sumber informasi web. Sumber informasi web diidentifikasi dengan Uniform Resource Identifier (URI) yang dapat terdiri dari halaman web, video, gambar, ataupun konten lainnya.

(3)

Menurut (Rohi, 2018:40) menyimpulkan bahwa: Web browser digunakan untuk menampilkan dan mengetes hasil program. Beberapa CSS3 dan HTML5 ada yang hanya support pada web browser tertentu dan tidak support pada yang lain, sehingga menggunakan lebih dari satu web browser akan lebih baik. Walaupun untuk kebanyakan browser versi terbaru sudah support hamper semua fitur CSS3 dan HTML5.

b. Web Server

Menurut (Prayitno, 2015) menyimpulkan bahwa: Web server adalah server web (web server) yang merujuk pada perangkat keras (server) dan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP ataupun varian nya seperti (FTP dan HTTPS) atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu URL ke pemakai.

Menurut (Sibero, 2015:17) menyimpulkan bahwa: Web server adalah sebuah komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Secara bentuk fisik dan secara kerja nya, perangkat keras web server tidak berbeda dengan komputer rumah atau PC, membedakan adalah kapasitas dan kapabilitasnya. Perbedaan tersebut dikarenakan web server bekerja sebagai penyedia layanan yang dapat diakses oleh banyak pengguna, sehingga dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas yang besar dibandingkan PC. Dukungan perangkat lunak sangat dibutuhkan agar web server dapat berjalan secara optimal. Setiap perangkat lunak web server memiliki karakteristik dan teknologi yang digunakan untuk mengatur kerja sistem nya.

Menurut (Rohi, 2018:19) menyimpulkankan bahwa: Web server merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) melalui protocol HTTP atau HTTPS dari client kemudian mengirimkan kembali dalam bentuk halaman-halaman web. Contoh yang termasuk web server adalah Apache.

(4)

2.1.2 Bahasa Pemrograman 1. PHP

Menurut (Prayitno, 2015) mengemukakan bahwa, “PHP adalah (PHP Hypertext Preprocessor) adalah Bahasa pemrograman web berupa script yang dapat diintegrasikan dengan HTML”.

Menurut Andrea Adelheid dalam (Taufik, 2017) menyimpulkan bahwa: “PHP Hypertext Preprocessor merupakan bahasa berbentuk script yang ditempatkan dalam server dan dieksekusi didalam server untuk selanjutnya ditransfer dan dibaca oleh client. PHP juga bisa disisipkan dalam bahasa HTML”.

Menurut Abdulloh dalam (Suryadi & Nurmawati, 2018) menyimpulkan bahwa:

memberikan gambaran tentang PHP singkatan dari Hypertext Preprocessor yang merupakan server side programming, yaitu Bahasa pemrograman yang di proses disisi server. Secara khusus PHP dirancang untuk membentuk aplikasi web dinamis. Artinya dia dapat membentuk suatu tampilan berdasrakan permintaan terkini.

Menurut Winarto E.A dalam (Achyani & Arviana, 2018) mengemukakan bahwa

“PHP adalah bahasa pemrograman untuk web yang menganut client server”. Jadi agar bisa berlatih PHP ini, perlu terlebih dahulu menyiapkan web server yang bisa menjalankan PHP dan Database MySQL”.

2. Java

Menurut (Prayitno, 2015) mengemukakan bahwa, “Java adalah Bahasa pemograman yang digunakan untuk membuat program yang digunakan agar dokumen HTML yang ditampilkan dalam browser menjadi lebih interaktif, tidak sekedar indah saja”.

(5)

Menurut (Sibero, 2015:10) menyimpulkan bahwa: Java Script adalah Bahasa skrip ( Scripting Language ) yaitu kumpulan instruksi perintah yang digunakan untuk mengendalikan beberapa bagian dari sistem operasi. Bentuk bahasa skrip dari Javascript mengambil model penulisan pada pemrograman C dan JAVA, yang terdiri dari variabel, fungsi dan lainnya.

3. HTML

Menurut (Prayitno, 2015) mengemukakan bahwa “ HTML singkatan dari Hypertext Markup Language dan berguna untuk menampilkan halaman web”.

Menurut (Fauziah, 2015:3) menyimpulkan bahwa: HTML (Hypertext Markup Languange) merupakan sebuah bahasa pemrograman markup yang berisi kode-kode tag sehingga informasi tersebut dapat ditampilkan dihalaman web sehingga dapat dibuka menggunakan browser web seperti Mozila Firefox atau Microsoft Internet Exploler.

Menurut (Raharjo, 2016:16) mnengemukakan bahwa, “HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Languange, HTML merupakan file teks yang ditulis menggunakan aturan-aturan kode tertentu untuk kemudian disajikan ke user melalui suatu aplikasi web browser”.

Menurut (Sibero, 2015:10) mengemukakan bahwa “Hypertext Markup Languange atau HTML adalah bahasa yang digunakan pada dokumen web sebagai bahasa untuk pertukaran web. Struktur dokumen HTML terdiri dari tag pembuka dan tag penutup”.

4. JQuery

Menurut (Sibero, 2015:10) menyimpulkan bahwa: JQuery adalah salah satu javascript framework terbaik saat ini. JQuery dikembangkan oleh Jhon Resig pada tahun 2006 di Barcamp NYC. Pada awal perkembangannya JQuery pertama dibuat untuk meringkas pengguna CSS Selector dalam suatu pustaka fungsi. JQuery memiliki ciri khas pada pengguna perintahnya, prefix untuk JQuery dengan tanda $ kemudian dilanjutkan dengan fungsi atau perintah.

(6)

Menurut (Hidayatullah, 2015:19) menyimpulkan bahwa: “JQuery adalah kumpulan fungsi-fungsi JavaScript yang sudah dibentuk sebagai suatu objek.

Sehingga JQuery ini bisa dikategorikan sebagai suatu library yang nantinya kita hanya perlu menggunakan fungsi-fungsi didalam library tersebut.”

5. CSS

Menurut (Prayitno, 2015) mengemukakan bahwa, “ CSS merupakan Bahasa pemrograman web berupa yang digunakan untuk mengatur style-style yang ada di tag- tag HTML”.

Menurut (Sibero, 2015:10) menyimpulkan bahwa: Cascading Style Sheet dikembangkan untuk menata gaya pengaturan halaman web. Pada awalnya CSS dikembangkan pada SGML pada tahun 1970, dan terus dikembangkan hingga saat ini CSS telah mendukung banyak bahasa Markup seperti : HTML, XHTML, XML, SVG ( Scalable Vector Graphics ) dan Mozilla XUL ( XML User Interface Language ).

Mengacu dari Bahasa, Cascading Style Sheet memiliki arti gaya menata halaman bertingkat, yang berarti setiap satu elemen yang telah diformat dan memiliki anak yang telah di format, maka anak dari elemen tersebut secara otomatis mengikuti format elemen induknya.

2.1.3 Basis Data

1. Pengertian Basis Data

Menurut menurut Winarto dan Utomo dalam (Prayitno, 2015) mengemukakan bahwa, Database atau biasa disebut basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Data tersebut biasanya terdapat dalam tabel-tabel yang saling berhubungan satu sama lain, dengan menggunakan field / kolom pada tiap tabel yang ada.

(7)

Menurut (Hidayatullah, 2015:19) mengemukakan bahwa, “Basis data dapat didefinisikan sebagai himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah”.

2. XAMPP

Menurut Wahana dalam (Prayitno, 2016) mengemukakan bahwa, “XAMPP adalah salah satu paket instalasi apache, PHP, dan MySQL secara instan yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi ketiga produk tersebut”.

Menurut (Riyanto, 2015:12) mengemukakan bahwa: “XAMPP merupakan paket PHP dan MySQL berbasis open source, yang dapat digunakan sebagai tool pembantu pengembangan aplikasi berbasis PHP. XAMPP mengombinasikan beberapa paket perangkat lunak berbeda ke dalam satu paket”.

3. MySQL

Menurut (Prayitno, 2015:10) mengemukakan bahwa, “MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL Database Management System atau DBMS dari sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL dan lainnya .”

Menurut Kadir dalam (Taufik, 2017) mengemukakan bahwa MySQL (baca:

mai-se-kyu-el) merupakan software yang tergolong database server yang bersifat opersource. MySQL yang bersifat opensource sehingga kita bisa menggunakannya secara gratis. Pemrograman PHP juga sangat mendukung atau support dengan database MySQL.

Menurut (Riyanto, 2016:23) mengemukakan bahwa MySQL merupakan sistem basis data relasional dimana item data diorganisasikan dalam bentuk tabel. Untuk dapat menciptakan sebuah tabel, sebuah database harus dibuat terlebih dahulu. Karena aplikasi yang akan dibangun berbasis web yang secara otomatis mendukung teknologi client-server.

(8)

Menurut (Sibero, 2015:10) menyimpulkan bahwa MySQL atau dibaca “My Sekuel” adalah suatu RDBMS ( Relational Database Management System ) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data. MySQL pertama dikembangkan oleh MySQL AB yang kemudian diakuisisi Sun Microsystem dan terakhir dikelola oleh Oracle Coorporation.

2.1.4 Model Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut (Rosa A.S, 2015:24) Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier ( sequential linier) atau alur hidup klasik ( classic life cycle ). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisi, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Berikut adalah gambar model air terjun:

1. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh admin. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

(9)

3. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (eror) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke admin. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

2.1.5 Framework 1. Boostrap

Menurut (Abdulloh, 2018:12) Bootstrap merupakan salah satu framework CSS paling popular dari sekian banyak framework CSS yang ada. Bootstrap memungkinkan desain sebuah web menjadi responsif sehingga dapat dilihat dari berbagai macam ukuran device dengan tampilan tetap menarik. Bootstrap juga membuat proses pengaturan desain menjadi lebih cepat karena tidak perlu lagi banyak menulis CSS, bahkan hampir tidak perlu kecuali jika memerlukan pengaturan desain yang berbeda dengan style Bootstrap. Bootstrap telah didukung oleh hampir semua browser baik pada desktop maupun mobile.

(10)

2.2 Teori Pendukung

Merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram- diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya.

2.2.1 Struktur Navigasi

Menurut Binanto (Achyani & Arviana, 2018) mengemukakan bahwa, “dalam pembuatan website hal yang harus di perhatikan sebelum merancang tampilan web adalah pembuatan struktur navigasi. Ada empat struktur dasar yang digunakan yaitu linear, hirarki, non linear dan komposit”.

1. Linear

Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan dari frame atau byte informasi yang satu ke yang lainnya.

Sumber : Binanto dalam (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.1 Struktur Navigasi Linear

(11)

2. Struktur Navigasi Bercabang (Hirarki)

Struktur dasar ini disebut juga struktur “linear dengan percabangan” karena pengguna belum melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.

Sumber : Binanto dalam (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.2 Struktur Navigasi Hirarki 3. Struktur Navigasi Tidak Berurutan (Nonlinear)

Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terkait dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Sumber: Binanto dalam (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.3

Struktur Navigasi Tidak Berurutan (Nonlinear)

(12)

4. Struktur Navigasi Campuran (composite)

Pengguna akan melakukan navigasi bebas (secara nonlinear), tetapi terkadang dibatasi presentasi linear film atau informasi penting dan atau pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hirarki.

Sumber: Binanto dalam (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.4

Struktur Navigasi Campuran (Composite)

Contoh Penerapan Struktur Navigasi dibawah ini membahas tentang Rancang Bangun Sistem Informasi Pengajuan Pengadaan Suku Cadang Mobil Pada PT.

Andalan Chrisdeco Berbasis Web

Sumber: (Anwar & Irawan, 2017)

Gambar II.5

Penerapan Struktur Navigasi Campuran

(13)

2.2.2 ERD ( Entity Relationship Diagram )

1. Pengertian ( Entity Relationship Diagram ) ERD

Menurut (Suryanto & Ramadon, 2018) menyimpulkan bahwa:

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah pemodelan awal basis data yang dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika untuk pemodelan basis data relasional”. ERD ini juga merupakan konseptual yang dapat mendeskripsikan hubungan antara file yang digunakan untuk memodelkan struktur data serta hubungan antar data.

Menurut (Shalahuddin, 2018:12) menyimpulkan bahwa: Diagram ERD adalah diagram yang menyatakan data dalam bentuk relasi antar entitas yang memiliki sekumpulan atribut. Relasi antar data dapat dijadikan landasan merancang tempat penyimpanan data baik secara logis maupun fisik. Relasi antar data dimodelkan melalui diagram ERD.

Menurut (Taufik, 2017) mengemukakan bahwa, “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah gambar atau diagram yang menunjukan informasi dibuat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis”.

a. Entity

Menurut (Indrajani, 2011) “Entity yaitu kumpulan objek-objek dengan sifat (property) yang sama, yang diidentifikasi oleh interprise mempunyai eksistensi yang independen” Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokan sebagai berikut:

1) Nama Orang 2) Nama benda 3) Nama lokasi

4) Nama Kejadian (terdapat unsur waktu didalamnya )

(14)

b. Relationship

Relationship adalah kumpulan keterhubungan yang mempunyai arti antara tipe entitas yang ada. Pada umumnya penghubung diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya. Penggambaran hubungan yang terjadi adalah sebuah bentuk belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi panjang.

c. Atribut

Atribut merupakan sifat-sifat (property) sebuah entity atau tipe relationship.

Atribut value adalah suatu occurance tertentu dari sebuah attribute didalam suatu entity atau realationship. Ada dua jenis atribut:

1) Identifier (key) digunakan untuk menetukan suatu entity secara unik (primary key).

2) Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menspesifikasikan karakteristik dari suatu entity yang tidak unik dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.

2. Derajat Relationship

Menurut Indrajani dalam (Taufik, 2017) “Relationship Degree atau derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu relationship”

Derajat relationship yang sering dipakai dalam ERD sebagai berikut:

1) Unary Relationship

Unary Relationship adalah model relationship yang terjadi diantara entity yang berasal dari entity set yang sama.

2) Binary Relationship

Binary Relationship adalah model relationship anar instance-instance untuk suatu tipe entitas.

(15)

3) Ternary Relationship

Ternary Relationship adalah merupakan relationship instance-instance dari tiga tipe entitas secara sepihak.

3. LRS ( (Logical Record Structure)

Menurut (Suryanto & Ramadon, 2018) mengemukakan bahwa, “Logical Record Structure” (LRS) merupakan representasi dari struktur semua record pada tabel yang berasal dari hasil antar himpunan entitas “.

Menurut Friyadie dalam (Taufik, 2017) menyimpulkan bahwa,: sebelum tabel dibentuk dari field atau atribut entitas secara fisik atau level internal, maka harus dibuatkan suatu bentuk relational model yang dibuat secara logic atau level eksternal dan konsep, dari pernyataan tersebut dibutuhkan yang disebut dengan Logical Record Structure(LRS).

Menurut (Zamaludin et al., 2016) mengemukakan bahwa, “LRS kepanjangan dari Logical Record Structure merupakan hasil dari pemodelan Entity Relationship (ER) berserta atribut nya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antara entitas”.

Dalam pembuatan LRS terdapat tiga hal yang dapat mempengaruhi,yaitu:

a. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka digabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit

b. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to many), maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.

c. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.

(16)

22 2.2.3 Implementasi dan Pengujian Web 1. Implementasi

Menurut (Sophian, 2015:41) mengemukakan bahwa “Implementasi yaitu menetapkan program yang telah dibuat kedalam sistem untuk menggunakan program tersebut, apakah sesuai dengan yang diinginkan”.

2. Pengujian Web (Black Box Testing)

Pada tahap ini penulis melakukan pengujian menggunakan Black Box Texting.

Menurut Pressman dalam (Taufik, 2017) mengemukakan bahwa: Black box Testing merupakan pengujian yang memungkinkan software engineer mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program.” Pengujian black box juga merupakan pendekatan komplementer yang memungkinkan besar mampu mengungkapkan kelas kesalahan dari pada metode white-box.

Pengujian blackbox berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut:

a. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang.

b. Kesalahan interface.

c. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.

d. Kesalahan kinerja.

e. Inisialisasi dan kesalahan terminasi.

Menurut (Anwar & Irawan, 2017) menyimpulkan bahwa: blackbox testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja. Pengetahuan khusus dari kode aplikasi/ struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan. Uji kasus dibangun disekitar spesifikasi dan persyaratan , yakni, aplikasi apa yang seharusnya dilakukan. Menggunakan deskripsi eksternal perangkat lunak, termasuk spesifikasi, persyaratan dan desain untuk menurunkan uji kasus.

Referensi

Dokumen terkait

Sudah saatnya UU Darurat tersebut direvisi atau di tinjau ulang kembali karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman jika memang hendak menjerat Airsoft Gun

etika-etika profesional lain yang perlu dipahami dan diikuti, dengan kemampuan intelektualnya, seorang engineer akan dapat menemukan etika- etika tsb selama mengembangkan

Perempuan dengan Kecerdasan Linguistik dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa siswa laki-laki dan perempuan melakukan proses

Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Corporate Social Responsibility (Csr) Sebagai Variabel Intervening ( Studi Empiris pada Perusahaan

Judul Tesis : HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DAN INTAKE ZAT GIZI DENGAN TINGGI BADAN ANAK BARU MASUK SEKOLAH (TBABS) PADA DAERAH ENDEMIS GAKY DI KECAMATAN PARBULUAN

Berdasarkangrafik tersebut menunjukkan bahwa pekerja yang mengalami dermatitis akibat kerja dan terpapar bahan kimia dalam jumlah yang beragam sebanyak 83,3%.Hasil

Kegiatan membangun desa merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada

Kas yang diterima melalui kotak amal Masjid Agung Jami' telah dihitung secara kolektif oleh jamaah dan pengurus masjid. Hasil penerimaan tidak selalu disetor ke Bank. Penyimpanan