• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Profil Perusahaan

4.1.1. Gambaran Umum Perusahaan

PT Diparanu Rucitra Property adalah sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di industri developer properti terutama dalam pembangunan rumah tinggal yang meliputi kelas menengah ke atas, apartemen, ruko, dan sebagainya.

Perusahaan ini didirikan oleh generasi pertama yaitu, Ir. Darman Tedja tahun 2003 di Surabaya. Ir. Darman Tedja adalah alumni Universitas Kristen Petra, angkatan tahun 1976, jurusan arsitektur. Darman Tedja merupakan anak kedua dari lima bersaudara laki-laki. Dimulai dari tahun 1985, Darman Tedja mengawali karirnya sebagai karyawan di sebuah perusahaan kontraktor dan pengembang di Surabaya selama sembilan tahun lamanya. Pada tahun 1994, Darman Tedja memulai langkah bisnisnya dengan menjadi seorang wiraswasta dan masih tetap terfokus pada industri properti tepatnya di bidang kontraktor. Bisnis kontraktor dijalani dari tahun 1994−2002, pada masa itu banyak hal yang terjadi di mana PT DR Property mengalami jatuh bangun dan terkena dampak krisis moneter yang melanda negeri. Pada tahun 2002, seiring berjalannya waktu, Darman Tedja dengan beberapa rekan yang tergabung dalam grup memiliki keinginan untuk memulai sedikit perubahan dan melangkah menjadi sebuah perusahaan pengembang (developer). Tahun 2002−2003, merupakan ujian bagi PT DR Pro- perty dalam menjalani bisnis sebagai developer. Pada tahun tersebut, Darman Te- dja memulai dengan membeli kavling dengan ukuran 24x17 m² dengan dasar pe- mikiran bahwa developer adalah seseorang yang mampu mengembangkan dan mengelolanya. Perbedaan PT DR Property dengan pesaing lainnya adalah PT DR Property mengerjakan segala pekerjaan itu sendiri, dibandingkan dengan develo- per lain yang lebih memanfaatkan jasa kontrakor untuk mengerjakan proyek yang mereka bangun. Hal tersebut merupakan kunci keberhasilan bagi PT DR Property, karena dengan mengerjakan sendiri segala sesuatunya, mereka bisa memastikan bahwa produk yang mereka bangun benar-benar berkualitas dan juga dapat mela-

(2)

kukan efisiensi dalam pengeluaran dengan tidak menggunakan jasa kontraktor ter- sebut. Hasil karya yang telah dihasilkan selama ini oleh PT DR Property adalah 77,5 hektar lahan yang sudah dikuasai dan dikerjakan, bagian marketing rata-rata dapat menjual 25,6 unit per bulan, tim teknik operasional dapat membangun rata- rata 21,9 unit per bulan.

Visi yang menjadi tujuan bisnis PT DR Property adalah bagaimana memulainya dengan manajemen yang tertata, kuat, dan bisa menjamin kemajuan dari perusahaan. Pengertian dari pola manajemen kekeluargaan sebenarnya adalah sebuah kebersamaan dimana semua karyawan mulai dari level terendah sampai dengan level tertinggi, memiliki kesempatan untuk bersama-sama ikut memiliki perusahaan sesuai dengan porsinya masing-masing. Bagi PT DR Property, tujuan dalam mengolah manajemen merupakan terpenting dalam menciptakan suasana kerja yang sama-sama ikut memiliki diantara karyawan.

Dengan latar belakang tersebut menunjukkan bahwa pembahasan tentang corporate strategy di PT DR Property dalam keterkaitannya dengan business sustainability penting dan menarik untuk dibahas lebih lanjut.

4.1.2. Struktur Kepemilikan Perusahaan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 mensyaratkan bahwa pembentukan badan usaha Perseroan Terbatas adalah harus terdapat seti- daknya dua orang pemegang saham. Berdasarkan ketentuan tersebut, PT DR Pro- perty memiliki delapan belas pemegang saham yang terdiri dari anggota keluarga dan bukan anggota keluarga. Dengan rincian sebagai Gambar 4.1.

29%

4%4%

4%4%

4%

4% 4%

4% 4%

4%

4%

4%2%4%4% 6% 2%

Darman Lokman Yohana Rahman

Aman Herman

Andre Mukarsih Riyanto Askur Sunarno Pujianto Erlina Azis

Fenny Budi

Yandi Sriwati Gambar 4.1. Struktur Kepemilikan PT DR Property

Sumber: Hasil olahan dari hasil wawancara (2014)

(3)

Pada Gambar 4.1, dapat dilihat bahwa sebesar 29% kepemilikan dimiliki oleh Ir. Darman Tedja yang merupakan pemilik dari PT DR Property. Dari segi pembagian besarnya presentase saham dibagi berdasarkan dari jumlah modal yang disetor dari shareholders yang terlibat di dalam perusahaan. Berdasarkan definisi family business menurut Poza (2010), maka PT DR Property tergolong sebagai perusahaan keluarga, karena sebagian besar dari pemegang saham adalah anggota keluarga dan terlibat dalam manajemen operasional perusahaan.

4.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 4.2. Struktur Organisasi PT DR Property Sumber: Hasil dari wawancara (2014)

(4)

Pada Gambar 4.2, dapat dilihat bahwa PT DR Property menggunakan or- ganisasi yang termasuk tipe organisasi lini. Organisasi lini adalah suatu bentuk or- ganisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan ba- wahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang teren- dah, yang masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando.

Organisasi lini memiliki ciri-ciri: hubungan antara atasan dan bawahan masih ber- sifat langsung dengan satu garis wewenang, jumlah karyawan sedikit, pemilik mo- dal merupakan pemimpin tertinggi, belum terdapat spesialisasi, masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan, struktur organisasi sederhana dan stabil, organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil, disiplin mudah dipelihara (dipertahankan).

Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah: ada ke- satuan komando yang terjamin dengan baik, disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan), koordinasi lebih mudah dilaksanakan, proses pengam- bilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat, garis kepemimpinan tegas, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga se- mua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan, rasa solidaritas pegawai biasa- nya tinggi, pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat, tersedianya kesempa- tan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan, adanya penghe- matan biaya, pengawasan berjalan efektif.

Kelemahan-kelemahan organisasi garis: tujuan dan keinginan pribadi pim- pinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi, pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan, karena dipegang sendiri, adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel), ke- sempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri, organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan, kurang tersedianya staf ahli.

4.1.4. Struktur Keluarga Tedja

Generasi keluarga Tedja sebagai pemilik PT DR Property diawali oleh Darman Tedja yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Darman

(5)

menikah dengan Renniawaty dan memperoleh tiga orang anak, yaitu Yandi, Santi, dan Sani.

Gambar 4.3. Struktur Keluarga Tedja Sumber : Hasil wawancara penulis (2014)

Pada Gambar 4.3, Rahman, Lokman, Aman, dan Herman tidak terlibat ak- tif dalam manajemen dan hanya menjadi shareholders perusahaan. Yandi sebagai anak laki-laki tertua saat ini ikut terlibat dalam manajemen dan juga sebagai shareholders perusahaan. Darman Tedja telah mulai melibatkan Santi yang telah selesai menempuh studi di Melbourne, Australia, diikuti oleh Sani dua tahun ber- selang. Dalam gambar di atas, Yandi, Santi dan Sani diberikan warna biru untuk menandakan bahwa mereka adalah calon pemimpin perusahaan di dalam 10 hing- ga 20 tahun mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan harus mulai mempersiapkan proses suksesi agar perbedaan latar belakang pendidikan antar ca- lon suksesor, serta proses peralihan pimpinan, dan struktur kepemilikan saham di perusahaan dapat berlangsung dengan lancar demi keberlanjutan PT DR Property sebagai legacy dari keluarga Tedja.

Keluarga Tedja

Darman

2

Lokman

3

Herman

5

Aman

4

Rahman

1

Yandi 6 27 tahun

Susanti 7 25 tahun

Sani 8

23 tahun Santy

27 tahun

Jesslyn Joleen Joyce

(6)

Berdasarkan Gambar 4.3, ditemukan tiga unsur utama yang berpengaruh dan menopang bisnis keluarga, yaitu unsur keluarga (family), kepemilikan (ownership), dan bisnis (business). Pendekatan ini dicetuskan oleh Tagiuri dan Davis (1982) dalam bentuk 3-circle model of family business. Dengan menghu- bungkan antara struktur keluarga Tedja dengan PT DR Property di dalam 3-circle model of family business.

Gambar 4.4. „3-circle’ model of family business Sumber : Tagiuri & Davis (1982) dan diolah oleh penulis 4.2. Deskripsi Narasumber

Penetapan narasumber dalam penelitian ini diambil berdasarkan „3-circle‟

model of family business (Gambar 2.2 dan 4.4) menurut Tagiuri dan Davis (1982).

Model lingkaran tersebut menunjukkan terdapat tujuh kombinasi hubungan yang mungkin timbul antara owner, management, dan family dalam sebuah bisnis kelu- arga. Tujuh hubungan yang terdapat di PT DR Property, yaitu anggota keluarga yang terlibat aktif dalam manajemen dan merupakan pemegang saham, anggota keluarga yang terlibat aktif dalam manajemen, tetapi tidak menjadi pemegang sa- ham, anggota keluarga yang merupakan pemegang saham, namun tidak terlibat aktif dalam manajemen, anggota keluarga yang tidak menjadi pemegang saham dan tidak terlibat dalam manajemen, pihak manajemen yang menjadi pemegang saham, tetapi bukan anggota keluarga, pihak manajemen yang bukan pemegang saham dan bukan anggota keluarga, pemegang saham yang bukan merupakan ang- gota keluarga dan tidak terlibat dalam manajemen.

Family

Ownership Business

7

3 2 4 1

5 8

6

(7)

4.2.1. Darman Tedja

Narasumber satu adalah pendiri PT DR Property dan Direktur Utama.

Darman Tedja lahir di Banjarmasin pada tanggal 27 November tahun 1955. De- ngan menempuh pendidikan di Universitas Kristen Petra dengan latar belakang Arsitektur. Secara operasional, narasumber lebih banyak terlibat aktif dalam ma- najemen. Direktur Utama merupakan koordinator, komunikator, pengambil ke- putusan, pemimpin dan pengelola. Direktur Utama juga memberi saran pada di- rektur di divisi lain untuk menggerakkan perubahan dalam perusahan serta berpe- ran dalam memotivasi karyawan. Sejak tahun 2013 yang lalu narasumber juga mulai mempersiapkan anak ketiganya untuk mengikuti jejaknya, Sani Tedja, yang telah selesai menempuh pendidikan di bidang Architecture di Australia untuk membantu aktivitas penelitian dan pengembangan produk-produk di PT DR Pro- perty. Dalam penelitian ini narasumber mewakili anggota keluarga yang terlibat aktif dalam manajemen dan merupakan pemegang saham.

4.2.2. Susanti Tedja

Dalam penelitian ini narasumber dua mewakili anggota keluarga yang ter- libat aktif dalam manajemen, tetapi tidak menjadi pemegang saham. Narasumber merupakan anak kedua dari Darman Tedja. Pada awalnya, Santi mulai belajar ten- tang manajemen pemasaran di Melbourne, Australia. Sekarang, Santi menduduki jabatan yaitu Manajer Pemasaran di PT DR Property. Manajer Pemasa- ran bertanggungjawab terhadap operasi pemasaran secara keseluruhan: merenca- nakan, mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan pemasaran perusahaan. Ma- najer Pemasaran harus mengetahui mengenai perencanaan anggaran, agar angga- ran dapat sesuai dengan perencanaan pemasaran.

4.2.3. Sani Tedja

Narasumber tiga adalah Creative Planning and Design PT DR Property.

Lahir di Surabaya pada tanggal 16 Agustus tahun 1991. Latar belakang pendidi- kan dalam bidang Arsitektur dari Melbourne, Australia. Creative Planning and Design bertugas menyiapkan dan merencanakan proses dan desain engineering untuk pelaksanaan kerja. Desain engineering yang perlu dipersiapkan seperti: de-

(8)

sain proses, desain mekanikal, spesifikasi dan menyiapkan gambaran peralatan dan konstruksi.

4.2.4. Ir. Riyanto

Narasumber empat adalah Direktur Teknik di PT DR Property. Narasum- ber mewakili pihak manajemen yang menjadi pemegang saham, tetapi bukan ang- gota keluarga karena memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam metode pemilihan narasumber, yaitu telah memiliki masa kerja lebih dari tiga tahun. Da- lam hal ini tercatat Riyanto telah bergabung dengan PT DR Property sejak tahun 2003. Pengalaman kerja selama 11 tahun membuat Riyanto menjadi Direktur Tek- nik memberikan arahan teknis pada pengambilan keputusan bisnis dengan meng- gunakan teknik Bisnis Pemetaan dan Keputusan dalam pelaksanaan proyek-pro- yek tertentu. Riyanto ditugaskan untuk sebuah proyek tunggal, atau dapat menga- wasi beberapa proyek dengan teknologi yang terkait.

4.2.5. Rachmayanti Haryono

Pemilihan Rachmayanti Haryono sebagai narasumber lima sebagai salah satu dalam penelitian ini dilakukan untuk mewakili pihak manajemen yang bukan pemegang saham dan bukan anggota keluarga. Narasumber yang berlatar bela- kang pendidikan Akuntansi di UPN Veteran merupakan Staff Keuangan yang te- lah bekerja dari tahun 2005. Narasumber memiliki pengalaman kerja selama sem- bilan tahun, hal ini membuat Rachmayanti Haryono dipilih menjadi narasumber dengan syarat telah bekerja minimal tiga tahun lamanya. Dengan bertahannya, Rachmayanti Haryono selama sembilan tahun, hal ini membuktikan bahwa karya- wan nyaman bekerja di PT DR Property.

4.2.6. Hasan

Dalam penelitian ini menetapkan bahwa narasumber enam adalah Hasan sebagai pemegang saham yang bukan merupakan anggota keluarga dan tidak terli- bat dalam manajemen karena narasumber merupakan supplier dari PT DR Property. Sebagai salah satu supplier yang telah bekerja sama selama 11 tahun di PT DR Property. Narasumber merupakan supplier pengerukan proyek-proyek ya- ng telah dilakukan dan akan dilakukan oleh PT DR Property. Dalam pemilihan na-

(9)

rasumber ini, ingin menggali informasi lebih tentang proyek-proyek yang terkait bagaimana kelanjutannya yang berlangsung.

4.2.7. Rachman Tedja

Dalam penelitian ini narasumber tujuh adalah Rachman Tedja yang mewa- kili anggota keluarga yang merupakan pemegang saham, namun tidak terlibat ak- tif dalam manajemen. Narasumber merupakan anak pertama saudara laki-laki dari Darman Tedja bersaudara. Rachman Tedja dipilih menjadi narasumber karen a i- ngin melihat bagaimana narasumber melihat dan mengetahui informasi tentang produk-produk yang telah dilakukan dan akan dilakukan oleh PT DR Property.

Rachman Tedja tidak terlibat aktif dalam manajemen tetapi merupakan salah satu pemegang saham di PT DR Property. Dengan berkaitan hal tersebut, Rachman Tedja diikutsertakan dalam pengambilan keputusan dalam rapat pemegang saham.

4.3. Triangulasi Data

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa data dinyatakan valid berdasarkan hasil wawancara dengan tujuh orang narasumber dan penelitian yang dilakukan (Moleong, 2009). Adapun menurut Patton (1987), pada beberapa data yang tidak dapat dianalisis secara langsung karena menggunakan pendekatan konsistensi data berdasarkan informasi yang didapat dari beberapa narasumber sebagai acuan dalam menentukan validitas data (dalam Moleong, 2009). Dalam penelitian ini, data return on investment sebagai indikator ekonomi dinyatakan tidak dapat digunakan karena sehubungan dengan tidak adanya informasi yang didapatkan dari narasumber dan tidak ada annual report perusahaan yang dapat digunakan sebagai data pendukung dalam proses penelitian. Namun, secara keseluruhan hasil triangulasi data menunjukkan bahwa data hasil penelitian dapat dinyatakan valid dan dapat dipertanggungjawabkan ketika dilakukan perbandingan antarnarasumber dengan hasil data penelitian. Berikut adalah table triangulasi data dengan perbandingan analisis antarnarasumber.

(10)

Kode Indikator Narasumber 1

Narasumber 2

Narasumber 3

Narasumber 4

Narasumber 5

Narasumber 6

Narasumber 7

Analisis Validitas Keterangan

Economy E1 Revenue Proyek

Sukodono ini seluas 4 ha. Melihat keuntungan dari

perbanding an RAB dengan kenyataan apakah sudah sesuai dan dapat mengendali kan profit.

Secara omset dalam 1 bulan dapat mencapai 3-5 M

Signifikan meningkat dari tahun ke tahun

Signifikan meningkat karena dari tinggal 20 unit yang belum terjual

Penjualan terjadi dengan cepat

Luar biasa meningkat karena saya gabung dengan DR sudah 11 tahun.

Sehingga banyak yang saya dapat dan perkemban gan DR ini sudah luar biasa.

Lahan yang seluas 4 ha.

Dengan penjualan yang tersisa 20 unit.

Empat dari tujuh narasumber mengataka n bahwa pendapatan perusahaan signifikan meningkat empat tahun terakhir karena dalam jangka waktu dua tahun unit yang dijual sisa 20 unit.

Valid Data keuangan 2011, 2012, dan 2013

E2 Net Profit Margin

Omset penjualan 40% dari harga rumah

Harga om- set kita teri- ma berupa uang muka, untuk pe- ngeluaran itu kita pas- ti lebih be- sar dari ua-

Sebanding dengan investasi yang dikeluarkan

±100%

modal kembali Karena penjualan bukan sebagai target utama

Dapat sebanding dengan nilai investasi sebesar

±100%.

Kecepatan penjualann ya juga sangat bagus dalam waktu beberapa tahun sudah

Dapat melampui lama target penjualan yang harus dicapai, selalu mencapai lebih cepat

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa nilai investasi dapat sebanding

Valid Data keuangan 2011, 2012, dan 2013

(11)

ng muka kecuali ada yang bayar secara tu- nai.

Sebesar 5−10 miliar

melainkan 50% modal dasar proyek

dapat menjual.

dari yang harus dilakukan.

dengan penjualan sebesar

±100%.

E3 Return On Investment

200%−300

% dari besar investasi

D Dapat di- ketahui setelah tu- tup buku tergantung proyek itu berjalan berapa lama. Laba bersih da- pat sekitar 5-10 M.

Sebesar

±200−300%

Tidak dapat dihitung secara signifikan

Tidak mengetahui informasi tesebut

Tidak mengetahui informasi tesebut

Tidak mengetahui informasi tesebut

Tiga dari tujuh narasumber mengataka n bahwa 200%−300

% dari besar investasi

No Valid

Tidak adanya data penunjang

E4 Segmenta si Pasar

Adanya dua sasaran yaitu menengah dan menengah ke bawah

Menengah dan menengah ke bawah

Menengah dan menengah ke bawah

Faktor lokasi menengah ke bawah

Menengah ke bawah dan menengah ke atas

Menengah ke bawah dan menengah ke atas

Menengah ke bawah dan menengah ke atas

Tujuh dari tujuh nara- sumber mengata- kan bahwa adanya dua sasaran yaitu mene- ngah dan menengah

Valid Harga Rp 300−400 juta/rumah dan ada yang menengah ke atas di atas 500 juta.

(12)

ke bawah E5 Target

Market

Pengusaha, karyawan, mahasiswa

Menengah karena produk yang ditawarkan tidak terlalu mahal

Karyawan di sekitar perumahan dan mahasiswa

Pebisnis muda dan mahasiswa

Target pa- sarnya adalah ya- ng di ling- kungan Sidoarjo, warga Si- doarjo.

Pembeli- nya lebih beragam ada yang karyawan, pedagang

Menengah ke bawah dan menengah ke atas

Menjual apartemen untuk me- nolong orang-ora- ng yang tidak mam- pu membe- li rumah, untuk mempunya i tempat tinggal.

Menengah ke bawah.

Tujuh dari tujuh nara- sumber mengata- kan bahwa akan tar- get pasar- nya ada- lah karya- wan, pe- ngusaha dan maha- siswa

Valid Pengusaha dan karyawan

E6 Wilayah Geografis

Daerah timur dan utara Surabaya

Daerah timur dan utara surabaya

Selatan dan timur

Sekarang banyak di Surabaya, Sidoarjo daerah sukodono, Banjarmasi n di jalan arteri primer.

Untuk sementara ini lebih ke Surabaya arah timur Surabaya dan Sidoarjo

Lebih dae- rah ke ti- mur, karena kebetulan banyak te- man yang punya ta- nah di dae- rah timur sehingga dapat dia- jak kerja sama lebih mudah.

Mengarah ke selatan itu daerah Sukodono.

Kalau daerah barat belum bisa

bersaing dengan Ciputra.

Tujuh dari tujuh nara- sumber mengata- kan bahwa Surabaya arah timur dan

Sidoarjo

Valid Surabaya dan Sidoarjo

(13)

E7 Market Share

± 2% di daerah Surabaya, karena banyaknya saingan di bidang property di Surabaya

Pasar kita sangat ke- cil jika di Surabaya karena ada- nya paku- won dan citraland.

Jika di da- erah timur kita mung- kin kurang dari 10%

Kita ter- gantung wilayah- wilayah dari daerah timur yang tau proyek kita mung- kin luma- yan banyak dikenal disbanding kan daerah lain yang kurang mengenal kita

Tolak ukur berapa ya- ng mau dijual dan kapan wak- tu terjual semua. Ini tergantung dengan peminat dan seg- men pasar yang kita bidik. Jadi bagaimana kita mena- warkan produk ya- ng berku- alitas, de- ngan harga yang sesu- ai, dan lo- kasi yang strategis.

Di Suraba- ya timur itu luma- yan mung- kin sekitar

±20%

Penguasaan pasar di Surabaya bisa kurang lebih 10%

karena banyaknya competitor di

Surabaya.

Pangsa pasarnya juga berbeda- beda.

Competitor di bawah kita masih banyak juga.bisa dikatakan sekitar

±20%

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa pasar yang dikuasai oleh perusahaan masih relative kecil

Valid Sesuai table di 4.4

E8 Produk dengan growth tertinggi

Perumahan dengan tipe harga 250−400 juta

Perumahan tipe pembangun an satu lantai

Salah satu produk yang meningkat kan

Rumah 1 lantai dan apartment middle

Tipe rumah kecil karena relative terjangkau

Sukolilo (SDR 2) terutama tipe yang kecil sudah

Sukolilo (SDR 2) terutama tipe yang kecil sudah

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa

Valid Harga Rp 1−1,5 miliar

(14)

penjualan itu ada full furniture nya.

class. terjual

habis

dan Dian Regency

Perumahan tipe pemba- ngunan satu (1) lantai E9 Produk

penurunan penjualan

Perumahan dengan tipe untuk segmen menengah ke atas

Perumahan tipe 49 (tipe besar)

Perumahan dengan tipe besar

Produk di Banjarma- sin. Karena kita menawar- kan harga yang sama dengan di Surabaya, masyarakat di sana kurang tertarik.

Tipe besar, karena kebanyakan investor beli untuk dijual kembali

Tipe yang besar

Tidak ada yang mengalami penurunan penjualan

Enam dari tujuh narasumber mengataka n bahwa Perumahan tipe besar yaitu tipe 49

Valid Data Penjualan Produk

E10 Hambatan pendatang baru

Tingkat perekono- mian, pe- nempatan wilayah, dan budaya (kebiasaan) tiap wila- yah

Modal yang besar dan harus pan- dai dalam membaca pasar

Tepat dalam memilih sasaran dan bersaing dengan competitor

Pemaha- man dalam properti dan kebera- nian

Perijinan untuk loka- si lumayan rumit dan lama

Hambatan yang per- tama adalah mencari lahan wa- laupun mempunyai modal, kalau untuk sekarang mencari lahan sulit

Kebanyaka n lahan di Surabaya sudah dimi- liki oleh se- mua orang, tidak ada lahan ko- song lagi.

Tujuh dari tujuh nara- sumber mengata- kan bahwa Modal, la- han tanah, pemaha- man akan lokasi seki- tar, pandai dalam me- lihat pasar

Valid Perijinan untuk lokasi yang dibu- tuhkan,la- han tanah yang stra- tegis

(15)

E11 Differensi asi produk

Pelayanan;

produk karena membangu n sendiri sehingga menguasai aspek waktu, kualitas, dan pelayanan;

kualitas yaitu bonus furniture

Adanya promo da- lam marke- ting, dan menawar- kan produk dengan ter- masuk fur- niture di dalamnya

Produk, harga dan kualitas yang tinggi

Terobosan dalam persaingan adalah komitmen antara penjual dan pembeli yang dipelihara

Produknya sudah dilengkapi dengan full furniture

Awalnya DR menjual rumah bonusnya plus full furniture, banyak pesaing mengikuti DR.

Apartemen ada furniture nya itu sudah jarang maka kita memberika n pelayanan itu.

Sehingga memudahk an

konsumen untuk pindah.

Tujuh dari tujuh nara- sumber me- ngatakan bahwa da- lam mem- bedakan dirinya de- ngan com- petitor de- ngan me- lengkapi rumah de- ngan bebe- rapa furni- ture sebagai fasilitas ba- gi konsu- men

Valid Melengka- pi rumah dengan beberapa furniture sebagai fasilitas bagi konsumen dan ditambah beberapa promo seperti cicilan atau no DP

E12 Daya tawar terhadap konsumen

Kelebihan dalam sys- tem pemba- yaran yang dapat tunai dan angsu- ran tanpa bunga de- ngan sys- tem KPR

Terkenal dengan de- veloper yang flek- sibel da- lam angsu- ran pem- bayaran dan dapat terjadi tawar

Daya ta- warnya cukup ba- gus sam- pai saat ini dilihat dari perkemba ngannya

Kemudaha n KPR, in house, pembayara n secara cicilan dan tunai secara langsung

Sudah cu- kup bagus karena su- dah dapat bersaing dengan kompetitor lain

Banyak konsumen gedungnya belum ada, sudah ba- nyak yang mau beli dan mela- kukan pesanan sebelum marketing

Banyak konsumen yang mem- beli lebih dari satu unit. Hal itu membukti- kan bahwa DR diper- caya oleh konsumen

Tujuh dari tujuh nara- sumber mengata- kan bahwa DR dikenal sebagai de- veloper ya- ng fleksibel dalam pem- bayaran, kualitas ru-

Valid Developer yang flek- sibel da- lam pem- bayaran, kualitas rumah ya- ng bagus, harga pro- duk rea- sonable, layanan

(16)

menawar melakukan penawaran penjualan.

mah yang bagus, harga pro- duk rea- sonable, la- yanan yang berkualitas

yang berkualitas

Kode Indikator Narasumber 1

Narasumber 2

Narasumber 3

Narasumber 4

Narasumber 5

Narasumber 6

Narasumber 7

Analisis Validitas Keterangan

Society S1 Program

CSR

Bakti sosi- al, pemba- gian sem- bako, ke- giatan pe- duli masya- rakat, kun- jungan ke panti asu- han, sum- bangan un- tuk masya rakat

3−4 kali/tahun yaitu seperti pada saat

perayaan natal, idul fitri, dan ulang tahun perusahaan

Pembagian sembako, sumbangan pada perayaan natal, turut serta dalam persembaha n kurban pada idukl adha

Pendekatan dengan lingkungan, saluran yang dimiliki bersama, dan sosialisasi dengan masyarakat sekitar proyek

Pembagian sembako pada masyarakat di daerah proyek, perayaan ulang tahun perusahaan

Selalu ada program untuk sosial.

Adanya gempa, kita melakukan penyumba ngan bahan”

sembako, perayaan natal, idul fitri, idul adha memperse mbahkan kurban

Tiap tahun selalu ada.

Adanya pembagian seperti uang tunai kepada masyarakat .

Tujuh dari tujuh nara- sumber me- ngatakan bahwa pro- gram CSR yang dila- kukan ada- lah pemba- gian sem- bako, pro- gram ma- gang, sum- bangan un- tuk panti asuhan dan bencana alam

Valid Foto pada saat mela- kukan pemba- gian sem- bako se- kitar pro- yek

(17)

S3 Pengemba ngan Fasilitas umum

Memba- ngun jalan- jalan di li- ngkungan, saluran air kotor, got, sesuai de- ngan stan- dar fasilitas pemkot

Akses jalan masuk perumahan, perbaikan jalan, pembangun an masjid, dan pembangun an club house

Pembangun an jalan di proyek, perwatan jalan

Pembangu- nan jalan, akses kepentinga n penghuni

Jalannya diperbaiki dan diaspal sehingga dapat menunjang keberlangs ungan usaha

Pernah, membuat taman sepanjang jalan, perbaikan jalan seperti mengaspal jalan, membangu nkan musholla untuk masyarakat sekitar.

Membuat taman, perbaikan jalan.

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa fasilitas umum yang pernah dilakukan adalah pembangun an akses jalan masuk, me- rawat jalan, memba- ngun masjid kecil

Valid Foto Pem- bangunan akses jalan masuk, merawat jalan, memba- ngun club house dan masjid kecil

S4 Regulasi pemerintah

Ijin standar yang harus dipenuhi yaitu ijin lokasi, ijin mendirikan bangunan, sertifikat kepemili- kan

Perbandi- ngan peru- mahan de- ngan fasili- tas umum sesuai regu- lasi peme- rintah ada- lah 60:40%

Sudah dijalankan sesuai dengan regulasi pemerintah

Sudah dijalankan sesuai dengan regulasi pemerintah

Sudah dijalankan sesuai dengan regulasi pemerintah, jika tidak ijin tidak akan keluar

Sudah pasti, kalau tidak begitu tidak diperbolehk an berdiri.

Sudah dijalankan sesuai dengan regulasi pemerintah

Tujuh dari tujuh naras- umber me- ngatakan bahwa re- gulasi dari pemerintah fasilitas u- mum sebe- sar 40% da-

Valid Fasilitas umum se- besar 40%

dari besar lahan dan fasilitas sosial se- besar 60%

dari besar lahan

(18)

ri besar la- han dan fa- silitas sosi- al sebesar 60% dari besar lahan S5 Kelengkap

an ijin usaha

Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Tujuh dari tujuh narasumber

mengataka n bahwa kelengkapa

n surat ijin Lengkap

Valid Lengkap seperti foto IMB, ijin lokasi

Kode Indikator Narasumber 1

Narasumber 2

Narasumber 3

Narasumber 4

Narasumber 5

Narasumber 6

Narasumber 7

Analisis Validitas Keterangan

Wellbeing W1 Aturan

Kerja

Telah dibuat aturan kerja dan telah di- tunjukan pada karya- wan

Telah dibuat aturan kerja dan telah di- tunjukan pada karyawan

Telah dibuat di bagian Human Resource tentang aturan kerja

Ada aturan kerja, tetapi kurang tumbuh dan berkem- bang se- hingga menggunak an konsep ISO

Ada aturan kerja dan telah diumumkan kepada karyawan

Ada jika dalam system kerja dalam perusahaa n. Seperti jam kerja, system kerja.

Sudah mengguna- kan konsep ISO dan bisa dikata- kan sudah mencapai 90% dari konsep ISO tersebut

Tujuh dari tujuh nara- sumber me- ngatakan bahwa Ada dan telah disampai- kan secara eksplisit kepada kar- yawan

Valid Dokumen aturan kerja yang dibagikan kepada karyawan

(19)

W2 Etika Kerja

Visi dalam perusahaan adalah kasih.

Sehingga, atasan dengan karyawan di harapkan saling melayani dan memberi teladan

Bersosiali sasi dengan baik antara karyawan dengan atasan

Sopan antara bawahan ke atasan

Adanya tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

Cukup baik antara atasan dan bawahan dan antar karyawan

Sangat baik dan masih se- wajarnya

Sudah ada- nya aturan kerja yang telah di- sampaikan.

Sehingga masih ter- jalin de- ngan baik.

Tujuh dari tujuh nara- sumber me- ngatakan bahwa etika kerja di pe- rusahaan DR Saling menghorma ti antara atasan dan bawahan dan antara karyawan satu dengan karyawan lainnya, loyalitas, memiliki pengetahu- an terhadap produk

Valid Sesuai dengan standar pekerja ISO 2000

W3 Budaya Orga- nisasi

Karyawan merasa dekat dengan owner untuk bertukar pikiran

Adanya kekeluarg aan dalam lingkunga n kerja, jika ada acara di perusaha- an,

Saling berhubunga n antara satu dengan lain, dan sering diadakan seperti gathering

Adanya budaya kekeluarga an di dalam perusahaan tetapi untuk urusan pekerjaan tetap

Kadang ada situasi dimana nilai keluarga mempengaru hi budaya di perusahaan

Ini adalah perusaha- an kelua- rga tetapi masih banyak karyawan yang bukan

Darman berusaha untuk menerlibat- kan karya- wannya ke dalam internal

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa membangu n budaya komunikasi secara

Valid Karyawan merasa dekat dengan owner untuk bertukar pikiran

(20)

keluarga dari karyawan juga ikut terlibat

bersama dengan keluarga

professiona l

keluarga menjadi pemegang saham dalam proyek- proyek tertentu.

perusahaan. terbuka dan adanya hubungan kekeluarga an antara atasan dan bawahan

W4 Kompen- sasi dan promosi jabatan

Dilihat dari prestasi yang dicapai seperti mencapai target

Pak Darman yang memiliki kewenang an tersebut, tetapi minimal 1 kali/tahun

Setiap setahun sekali, kecuali jika dilihat perlu okleh direktur utama perlu dan berkenan

Untuk sampai sekarang cukup sesuai dengan apa yang telah diberikan

Jabatan disini akan seiring dengan waktu, jika mereka menjalankan tanggung jawab dengan baik maka jabatan akan

sendirinya naik. Untuk mekanisme kompensasi belum ada yang me- lakukan pengajuan tidak puas

Sudah diciptakan bagian divisi- divisi tertentu sehingga semua memiliki bobot dan tanggung jawab masing- masing.

Lingku- ngan kerja di perusa- haan ini adalah sua- sana yang kekeluarga an, penuh pemaafan, penuh kepercaya- an terhadap karyawan, dan lebih ingin me- ngangkat kesadaran diri masing- masing karyawan

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa Kenaikan jabatan sesuai prestasi yang diraih masing- masing karyawan, kompensasi berbentuk bonus, gaji

Valid Kenaikan gaji minimal setiap satu tahun.

(21)

W5 Tingkat turnover

Tenaga kerja perusahaan sebesar 70%

dan

manajemen sebesar 30%

Karyawan sebagian besar bekerja dengan sepenuh hati sehingga tidak dapat diukur berapa besarnya

Adanya loyalitas yang tinggi pada karyawan dengan dapat dilihat masa lama bekerja karyawan kebanyakan diatas 10 tahun

Setiap poyek yang kita tunjang dilihat dari ketepatan waktunya, berjalan dengan baik atau tidak, sesuai dengan target atau tidak.

Besar, karena meningkatka n pendapatan perusahaan secara signifikan

Tidak ternilai, karena jika tidak ada karyawan dalam DR, perusahaa n ini tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Tenaga kerja perusahaan sebesar 70% dan manajemen sebesar 30%

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa urnover karyawan sangat besar sehingga tidak dapat dinilai secara riil

Valid -

W6 Learning

& growth

Acara seminar yang diadakan dengan tujuan dapat mengarah- kan, menye- mangati dan dapat diteri- ma oleh karyawan

Seminar sesuai to- pik yang ditentu- kan.Sehin gga fokus pada tiap divisi da- pat me- ngena manfaat- nya

Adanya kebersamaa n sehingga kinerja dapat meningkat, sedikit banyak lumayan membantu

Belum berjalan secara rutinitas seminar yang ada, tetapi sudah memiliki respons yang cukup baik

Seminar yang diadakan yang berguna sebagai informasi- informasi baru tentang peraturan UU

Seminar yang diadakan yang berguna sebagai informasi- informasi baru

Acara seminar yang diadakan dengan tujuan dapat mengarah- kan karyawan

Tujuh dari tujuh nara- sumber me- ngatakan bahwa ada- nya semi- nar-seminar yang diada- kan dalam hal pembe- lajaran atau informasi baru

Valid Foto Seminar

(22)

W7 Regulasi ketenagak erjaan

Adanya BPJS ketenagakerj aan

Adanya BPJS ketenagak erjaan

Adanya BPJS ketenagake rjaan

Adanya BPJS ketenagake rjaan

Adanya BPJS ketenagakerj aan

Adanya BPJS ketenagak erjaan

Adanya BPJS ketenagake rjaan

Tujuh dari tujuh nara- sumber me- ngatakan bahwa DR telah me- ngikuti ada- nya BPJS ketenagake rjaan

Valid Dokumen yang menandak an bahwa telah bekerja sama dengan BPJS

Kode Indikator Narasumber 1

Narasumber 2

Narasumber 3

Narasumber 4

Narasumber 5

Narasumber 6

Narasumber 7

Analisis Validitas Keterangan

Nature N1 Sistem

Pengolaha n Energi

Melakukan penghijau- an

Penghijau- an proyek, sarana dan prasarana terbentuk untuk mela- kukan penghijaua n

Penghijaua n, untuk teknologi belum ada

Pengura- ngan peng- gunaan BBM,peng- hijauan dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan

Penghijau- an, mencip- takan peru- mahan ya- ng asri dan banyak di- tanam po- hon-pohon

Belum ada permasalah an di seki- tar lingku- ngan pro- yek.

Pengura- ngan penggunaa n BBM, penghijaua n dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa engurangan peng- gunaan BBM,peng- hijauan dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan dan men-

Valid Pengelua- ran energi dari tahun ke tahun

(23)

ciptakan perumahan yang asri N2 Mengatasi

Iklim

Menanam pohon, penghijaua n di sekitar proyek, menggunak an genteng warna hijau yang termasuk ramah lingkungan

Melakukan penghijauan, memikirkan hadap rumah akan matahari, dan mengatasi akibat dari banjir

Penghijaua n dan arah menghadap rumah, tetapi lokasi di sukodono ini sudah asri, jadi tidak perlu tindakan lebih

Adanya istilah konsep tata hijau dari gedungnya yaitu green building dan membangu n taman

Penghijaua n dan membuat taman di sekitar proyek

Memba- ngun taman di sepanjang jalan.

Dengan perbanding an 60 dan 40, dan itu adalah aturan dari pemerintah .

Memba- ngun taman di sepan- jang jalan.

Dengan perbanding an 60 dan 40, dan itu adalah aturan dari pemerintah.

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa Menanam pohon, penghijaua n di sekitar proyek, Adanya istilah konsep tata hijau dari gedungnya yaitu green building.

Dengan perbanding an 60 dan 40,

perumahan dengan fasilitas umum dan itu adalah aturan dari

Valid Foto ling- kungan perumah- an

(24)

pemerintah.

N3 Pengelola an Sumber Daya Air

Memenuhi persyaratan kota madya dengan memberika n PDAM dan saluran pengendali an dan pengarahan pembuanga n air

PDAM dan tidak adanya limbah produksi

Daerah desa, PDAM lebih unggul dan dibuat saluran- saluran untuk pencemara n air

Sesuai dengan ketentuan pemerintah

Ijin saluran air dipenuhi dan dibuat saluran untuk pembuanga n limbah

Untuk pengendali an air bersih dan air kotor sudah ada jalurnya sendiri.

Jalur air kotor di sukodono ke kali wonokrom o, air bersih ke PDAM.

Sudah ada jalur- jaalurnya sendiri yang ditentukan oleh pemerintah.

Tujuh dari tujuh narasumber mengataka n bahwa sudah Sesuai dengan ketentuan pemerintah

Valid -

Gambar

Gambar 4.2. Struktur Organisasi PT DR Property  Sumber: Hasil dari wawancara (2014)
Gambar 4.3. Struktur Keluarga Tedja   Sumber : Hasil wawancara penulis (2014)
Gambar 4.4. „3-circle’ model of family business  Sumber : Tagiuri & Davis (1982) dan diolah oleh penulis  4.2
Gambar 4.5. Pemetaan market share industri properti di Surabaya  Sumber : hasil olahan dari data PT DR Property (2014)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sub model produksi pakan terkait dengan tata guna lahan dan luas tanam, sedangkan untuk sub model kebutuhan pakan terkait dengan populasi sapi Bali (induk,

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Sedangkan, pada bagian belakang kartu matching cards menggunakan warna kontras dari biru tua yaitu merah marun dengan warna emas yang melambangkan pekerjaan

Perairan Muara Badak memiliki 24 jenis plankton, dari hasil analisis indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi menunjukkan bahwa perairan ini

2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 Jumlah Ketenagaan Penyuluhan Pertanian yang Ditingkatkan Kualitas dan Kuantitasnya(Orang) Persentase (%) Jumlah Kegiatan yang

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) adalah sebuah unit kegiatan yang berfungsi mengelola semua kegiatan penelitian dan pengabdian kepada

Menurut Gagne, Wager, Goal, & Keller [6] menyatakan bahwa terdapat enam asusmsi dasar dalam desain instruksional. Keenam asumsi dasar tersebut dapat dijelaskan