• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI ANALISA EKONOMI. Tabel 6-1 Indeks Harga Alat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VI ANALISA EKONOMI. Tabel 6-1 Indeks Harga Alat"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

120 BAB VI

ANALISA EKONOMI

6.1. Penaksiran Harga Peralatan

Harga peralatan proses tiap alat tergantung pada kondisi ekonomi yang sedang terjadi. Untuk mengetahui harga peralatan yang pasti setiap tahun sangat sulit sehingga diperlukan suatu metode atau cara untuk memperkirakan harga suatu alat dari data peralatan serupa tahun-tahun sebelumnya. Penentuan harga peralatan dilakukan dengan menggunakan data indeks harga yang terdapat pada Tabel 6-1.

Tabel 6-1 Indeks Harga Alat

Cost Index (Tahun) Chemical Engineering Plant Index

2008 575,4

2009 521,9

2010 550,8

2011 585,7

2012 584,6

2013 567,3

2014 579,8

2015 556,8

2016 541,7

2017 567,5

2018 603,1

(Chemical Engineering Magazine, Data CEPCI 2019) Data Tabel 6-1, kemudian dilakukan regresi secara linier utuk mendapatkan tren kenaikan indeks. Data indeks dan regresi secara linier ditunjukkan pada Gambar 6-1 dan diperoleh persamaan:

Indeks = 2,1 x tahun - 3.660,5 ... (6-1) Persamaan 6-1 kemudian digunakan untuk memprediksi indeks harga pada tahun 2020 yaitu sebesar 581,50. Untuk mengestimasi harga alat tersebut pada masa sekarang digunakan persamaan:

Ex = Ey Nx

Ny ... (6-2)

(2)

121 Ex = Harga pembelian pada tahun 2020

Ey = Harga pembelian pada tahun referensi (tahun 1954) Nx = Indeks harga pada tahun 2020

Ny = Indeks harga pada tahun referensi (tahun 1954)

(Peter dan Timmerhaus, 2003)

Gambar 6-1 Chemical Engineering Cost Index

6.2. Dasar Perhitungan

Kapasitas produksi : 80.000 ton/tahun Satu tahun operasi : 330 hari

Pabrik dioperasikan : 2022 Harga bahan baku :

- Aseton Sianohidrin : US$ 2,20/kg (alibaba.com)

- Asam Sulfat : US$ 0,25/kg (indonesian.alibaba.com) - Metanol : US$ 0,60/kg (indonesian.alibaba.com) Harga produk :

- Metil Metakrilat : US$ 2,20/kg (alibaba.com) - Amonium Bisulfat : US$ 1,30/kg (alibaba.com)

Perkiraan harga alat diperoleh dari Peter and Timmerhaus, 2003 dan Aries and Newton, 1955.

y = 2,1x - 3.660,5

510 520 530 540 550 560 570 580 590 600 610

2006 2008 2010 2012 2014 2016 2018 2020

Indeks

Tahun

(3)

122 6.3. Perhitungan Biaya

6.3.1. Capital Investment

Capital Investment merupakan investasi yang diperlukan untuk menunjang berdirinya sutu pabrik. Menurut Peter dan Timmerhaus, investasi modal terdiri dari:

1. Fixed Capital Investment adalah investasi yang diperlukan untuk proses produksi dan penyediaan peralatan produksi.

2. Working Capital Investment adalah investasi yang diperlukan untuk menjalankan operasi dari suatu pabrik selama waktu tertentu.

6.3.2. Manufacturing Cost

Manufacturing cost merupakan semua biaya yang berhubungan dengan biaya produksi atau physical equipment dalam suatu proses industri. Menurut Peter dan Timmerhaus, biaya tersebut dibedakan menjadi 3, antara lain:

1. Direct Manufacturing Cost adalah pengeluaran yang berhubungan dengan produksi produk. Biaya-biaya yang termasuk biaya produksi langsung yaitu biaya bahan baku, labor cost, supervisi, maintenance, plant supplies, royalties and patent, serta utilitas.

2. Indirect Manufacturing Cost adalah pengeluaran-pengeluaran sebagai akibat tidak langsung dan bukan langsung karena operasi pabrik. Yang termasuk biaya ini yaitu payroll overhead, laboratory, packaging, dan plant overhead.

3. Fixed Manufacturing Cost merupakan biaya yang tidak tergantung waktu maupun jumlah produksi. Biaya ini meliputi depresiasi, pajak, dan asuransi.

6.3.3. General Expense

General expense meliputi biaya pengeluaran yang tidak berhubungan dengan biaya produksi, tetapi bersangkutan dengan fungsi-fungsi perusahaan.

Pengeluaran umum terdiri dari biaya administrasi, biaya penjualan, biaya penelitian, dan finance (Peter dan Timmerhaus, 2003).

(4)

123 6.4. Penentuan Total Capital Investment (TCI)

Asumsi dan ketentuan yang digunakan dalam analisa ekonomi:

1. Pembangunan fisik pabrik akan dilaksanakan pada tahun 2020 dengan masa konstruksi dan instalasi selama 2 tahun dan pabrik dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2022.

2. Proses yang dijalankan adalah proses kontinyu.

3. Kapasitas produksi adalah 80.000 ton/tahun.

4. Jumlah hari kerja adalah 330 hari per tahun.

5. Shut down pabrik dilaksanakan selama 35 hari dalam satu tahun untuk perbaikan alat-alat pabrik.

6. Modal kerja yang diperhitungkan selama 1 bulan.

7. Umur alat-alat pabrik diperkirakan 10 tahun (kecuali alat-alat tertentu (umur pompa dan tangki adalah 5 tahun).

8. Nilai rongsokan (Salvage Value) adalah 0,1 FCI.

9. Situasi pasar, biaya, dan lain-lain diperkirakan stabil selama pabrik beroperasi.

10. Upah buruh asing US$ 20 per man hour.

11. Upah buruh lokal Rp 30.000,00 per man hour.

12. Satu man hour asing sama dengan 3 man hour Indonesia.

13. Jumlah tenaga kerja asing 5%, tenaga kerja lokal 95%.

14. Kurs rupiah Rp 14.595,00 (Indonesian Rupiah Exchange Rates, 2020) 15. Semua produk metil metakrilat dan amonium bisulfat habis terjual.

(5)

124 6.4.1. Modal Tetap (Fixed Capital Investment)

Tabel 6-2 Modal Tetap

No Keterangan Jumlah (Rp)

1. Harga Pembelian Peralatan 66.078.530.838,49

2. Instalasi Alat-Alat 21.024.987.084,97

3. Pemipaan 48.057.113.337,08

4. Instrumentasi 18.021.417.501,41

5. Isolasi 21.024.987.084,97

6. Listrik 15.017.847.917,84

7. Bangunan 50.777.500.000,00

8. Tanah dan Perbaikan Lahan 54.570.000.000,00

9. Utilitas 52.862.824.670,79

Physical Plant Cost (PPC) 347.435.208.435,55 10. Engineering and Construction 104.230.562.530,66 Direct Plant Cost (DPC) 451.665.770.966,21

11. Contractor’s Fee 135.499.731.289,86

12. Contingency 67.749.865.644,93

Fixed Capital Investment (FCI) 654.915.367.901,00 6.4.2. Modal Kerja (Working Capital Investment)

Tabel 6-3 Modal Kerja

No Keterangan Jumlah (Rp)

1. Persediaan Bahan Baku (Raw Material

Inventory) 134.976.162.835,21

2. Persediaan Bahan Baku dalam Proses

(In Process Inventory) 4.921.435.446,06

3. Penyimpanan Produk (Product

Inventory) 147.643.063.381,85

4. Extended Credit 364.962.838.836,93

5. Available Cash 270.678.949.533,39

Working Capital Investment (WCI) 923.182.450.033,44 6.4.3. Total Capital Investment (TCI)

Total Capital Investment (TCI) = FCI + WCI

= Rp 1.578.097.817.934,45

(6)

125 6.5. Biaya Produksi Total (Total Production Cost)

6.5.1. Manufacturing Cost

6.5.1.1. Direct Manufacturing Cost (DMC)

Tabel 6-4 Direct Manufacturing Cost

No Keterangan Jumlah (Rp)

1. Harga Bahan Baku 2.969.475.582.374,70

2. Gaji Karyawan 10.806.000.000,00

3. Supervisi 1.080.600.000,00

4. Maintenance 32.745.768.395,05

5. Plant Supplies 4.911.865.259,26

6. Royalty & Patent 3.000.722,21

7. Utilitas 70.389.543.032,22

Direct Manufacturing Cost (DMC) 3.089.412.359.783,44 6.5.1.2. Indirect Manufacturing Cost (IMC)

Tabel 6-5 Indirect Manufacturing Cost

No Keterangan Jumlah (Rp)

1. Payroll Overhead 1.620.900.000,00

2. Laboratory 1.080.600.000,00

3. Packaging and Shipping 65.491.536.790,10

4. Plant Overhead 5.403.000.000,00

Indirect Manufacturing Cost (IMC) 73.596.036.790,10 6.5.1.3. Fixed Manufacturing Cost (FMC)

Tabel 6-6 Fixed Manufacturing Cost

No Keterangan Jumlah (Rp)

1. Depresiasi 65.491.536.790,10

2. Property Tax 13.098.307.358,02

3. Asuransi 6.549.153.679,01

Fixed Manufacturing Cost (FMC) 85.138.997.827,13 Total Manufacturing Cost (TMC) = DMC + IMC + FMC

= Rp 3.248.147.394.400,67

(7)

126 6.5.2. General Expense (GE)

Tabel 6-7 General Expense

No Keterangan Jumlah (Rp)

1. Administrasi 129.925.895.776,03

2. Sales 194.888.843.664,04

3. Research 129.925.895.776,03

4. Finance 221.611.799.563,39

General Expense (GE) 676.352.434.779,49 Total Production Cost (TPC) = TMC + GE

= Rp 3.924.499.829.180,16

6.6. Keuntungan Produksi

Tabel 6-8 Keuntungan Produksi

No Keterangan Jumlah (Rp)

1. Hasil penjualan produk dalam 1 tahun 4.379.554.066.043,17

2. Biaya produksi 3.924.499.829.180,16

3. Keuntungan sebelum pajak 455.054.236.863,02

4. Pajak pendapatan 45.505.423.686,30

5. Keuntungan sesudah pajak 409.548.813.176,71

(8)

127 6.7. Analisa Kelayakan

6.7.1. Percent Profit on Sales (POS)

Profit on sales adalah persen keuntungan penjualan produk terhadap harga jual produk itu sendiri (Aries dan Newton, 1955).

POS sebelum pajak = Profit sebelum pajak

Harga jual produk x 100% ... (6-3) POS setelah pajak = Profit setelah pajak

Harga jual produk x 100% ... (6-4) POS pabrik metil metakrilat sebelum pajak sebesar 10,39% dan setelah pajak sebesar 9,35%.

6.7.2. Percent Return of Investment (ROI)

Return of investment adalah tingkat pengembalian modal dari pabrik ini, dimana untuk pabrik yang tergolong high risk, mempunyai batasan ROI minimum sebelum pajak sebesar 44% (Aries dan Newton, 1955).

ROIb = Pb

FCI x 100%... (6-5) ROIb = Pa

FCI x 100%... (6-6) Dengan,

ROIb : ROI sebelum pajak ROIa : ROI setelah pajak

Pb : Keuntungan sebelum pajak Pa : Keuntungan setelah pajak FCI : Fixed Capital Investment

Besarnya ROI pabrik metil metakrilat sebelum pajak adalah 69,48% dan setelah pajak adalah 62,53%.

6.7.3. Pay Out Time (POT)

POT adalah jumlah tahun yang diperlukan untuk mengembalikan Fixed Capital Investment berdasarkan profit yang diperoleh. Besarnya POT untuk pabrik yang beresiko tinggi sebelum pajak adalah maksimal 2 tahun (Aries dan Newton, 1955).

(9)

128 POTb = FCI

Pb + (0,1 FCI) ... (6-7)

POTa = FCI

Pa + (0,1 FCI) ... (6-8) Dengan,

POTb : POT sebelum pajak POTa : POT setelah pajak

Pb : Keuntungan sebelum pajak Pa : Keuntungan setelah pajak FCI : Fixed Capital Investment

POT pabrik metil metakrilat sebelum pajak adalah 1,3 tahun (15 bulan) dan setelah pajak adalah 1,4 tahun (17 bulan).

6.7.4. Break Even Point (BEP)

Break even point adalah titik impas, suatu keadaan dimana besarnya kapasitas produksi dapat menutupi biaya keseluruhan (Peter dan Timmerhaus, 2003).

BEP = Fa + 0,3 Ra

Sa - Va - 0,7 Rax 100% ... (6-9) Dengan,

BEP : Break Even Point

Fa : Fixed Manufacturing Cost Ra : Regulated Cost

Sa : Sales

Va : Variable Cost

Besarnya BEP untuk pabrik metil metakrilat ini adalah 43,33%.

6.7.5. Shut Down Point (SDP)

Shut down point adalah kondisi dimana jika perusahaan beroperasi maka tidak mendapat laba tapi juga tidak menimbulkan kerugian. Jika beroperasi di bawah titik SDP maka pabrik akan mendapatkan kerugian dan kemungkinan pabrik akan ditutup (Peter dan Timmerhaus, 2003).

(10)

129 SDP = 0,3 Ra

Sa - Va - 0,7 Rax 100% ... (6-10) Dengan,

SDP : Shut Down Point Ra : Regulated Cost

Sa : Sales

Va : Variable Cost

Besarnya SDP untuk pabrik metil metakrilat ini adalah 28,24%.

6.7.6. Discounted Cash Flow (DCF)

Discounted cash flow adalah perbandingan besarnya persentase keuntungan yang diperoleh terhadap Capital Investment dibandingkan dengan tingkat bunga yang berlaku di bank. Tingkat bunga simpanan diasumsikan 12%

(Peter dan Timmerhaus, 2003).

(FC + WC) (1 + i)N = ∑NJ=1Cj(1+i)N-j + WC + SV ... (6-11) Dengan,

C : Annual Cost SV : Salvage Value WC : Working Capital FC : Fixed Capital N : Umur alat

i : Bunga

Besarnya DCF yang diperoleh untuk pabrik metil metakrilat ini adalah 42,96%.

(11)

130 6.8. Kesimpulan Analisa Kelayakan

Pabrik metil metakrilat ini merupakan industri dengan risiko yang tinggi.

Berdasar pada hasil analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil yang ditampilkan pada Tabel 6-9 dan kurva analisa kelayakan yang dapat dilihat pada Gambar 6-2.

Tabel 6-9 Analisa Kelayakan

No Keterangan Perhitungan Batasan

1. Return On Investment (% ROI) ROI sebelum pajak

ROI setelah pajak

69,48%

62,53%

Min. 44 % sebelum pajak (Resiko tinggi)

2. Pay Out Time (POT) POT sebelum pajak (tahun) POT setelah pajak (tahun)

1,3 tahun 1,4 tahun

Maks. 2 tahun (Resiko tinggi)

3. Break Even Point (BEP) 43,33% 40%-60%

4. Shut Down Point (SDP) 28,24% Min. 12%

5. Discounted Cash Flow (DCF) 42,96%

Min. 6,5%

Bunga pinjaman Bank Mandiri

Dari analisa ekonomi yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa pendirian pabrik metil metakrilat dengan kapasitas 80.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk direalisasikan pembangunannya.

(12)

131 Keterangan gambar:

Fa : Fixed Manufacturing Cost Sa : Sales

Va : Variable Cost SDP : Shut Down Point

Ra : Regulated Cost BEP : Break Even Point

Gambar 6-2 Kurva Analisa Kelayakan

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dicukur, sesuatu yang diminta anak ( bebono ) akan diberikan kepada anak. Masyarakat Dieng merasa senang dan bersyukur saat anak mereka yang memiliki rambut gembel

Hal tersebut juga terjadi pada masyarakat nelayan tradisional yang ada di Desa Sei Nagalawan, yang memiliki strategi berbeda yang dilakukan yakni, dengan adanya mata

Begitu pula penelitian Suwistianisa, Huda dan Ernawaty (2015) pada pasien kanker yang dirawat di RSUD Arifin Achmad Riau juga menunjukkan hasil faktor dukungan

memberikan dukungan sumber daya yang berkualitas untuk mendukung pelaksanaan kajian serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang Manajemen Risiko Krisis

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan formulasikan judul Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan

Berdasarkan hasil analsis data serta pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan belajar akuntansi perusahaan jasa pada siswa kelas X

Partisipasi dalam jaringan sosial berdasarkan parameter kesamaan yang dimiliki petani kelapa sawit di Desa Sukamaju Kecamatan Tapung Hilir memiliki skor 3.70

Pada tugas akhir ini, penulis akan mengimplementasikan paket kriptografi yang disediakan oleh Java dan membuat sebuah aplikasi pengamanan SMS dengan menggunakan metode Triple