• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKS BEBAS JAMAN NOW

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SEKS BEBAS JAMAN NOW"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

63

SEKS BEBAS JAMAN NOW

Salindri

Mahasiswa BK-FKIP UKSW Salatiga ABSTRAK

Seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh Hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesame jenis yang dilakukan diluar hubungan pernikahan mulai dari necking, petting sampai intercourse dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak bisa diterima secara umum. Seks merupakan motivasi atau dorongan untuk berbuat atau bertingkah laku. Perilaku seksual merupakan perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual mwlalui berbagai perilaku. Perilaku seksual yang sehat dan dianggap normal adalah cara heteroseksual, vaginal, dan dilakukan suka sama suka.

Sedangkan yang tidak normal antara lain sodomi, homoseksual. Sebagian dari perilaku seksual itu memang tidak berdampak apa-apa, terutama jika tidak ada akibat fisik atau sosial yang dapat ditimbulkannya. Tetapi, pada Sebagian perilaku seksual yang lain, dampaknya bisa cukup serius, seperti perasaan bersalah, depresi, marah, misalnya pada para-para gadis yang terpaksa menggugurkan kandungannya. Jenis-jenis perilaku seksual adalah beberapa aktivitas yang terjadi dalam hubungan seorang laki-laki dengan perempuan.

Contohnya, perasaan minat dan keinginan remaja untuk melakukan perilaku seksual berupa perasaan suka, kasih saying dan perasaan cinta, bercumbu, yaitu kegiatan remaja saat berpacaran berupa mengunjungi rumah pacar, saling mengunjungi dan berduaan, bercumbu, yaitu aktivitas seksual pada masa pacarana yang dilakukan oleh remaja berupa berpegangan tangan, mencium pipi dan lain sebagainya.terdapat beberapa hal yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan seks bebas, dan umumnya dipengaruhi dari factor sosial, Pendidikan dan lainnya.

Kata kunci: seks bebas

PENDAHULUAN

Meningkatnya budaya seks bebas di kalangan remaja mulai mengancam masa depan bangsa Indonesia. Perilaku seks bebas di kalangan remaja sudah ada sejak bertahun- tahun lalu. Seks bebas bisa menyebabkan remaja mudah tertular penyakit kelamin dan hamil diluar nikah. Remaja sebagai generasi muda merupakan asset bangsa yang sangat penting. Sederhananya, pengertian seks bebas yang bias akita kenal di masyarakat Indonesia adalah perilaku seksual yang dilakukan diluar nikah. Dalam praktiknya, hal tersebut bisa terjadi antara satu pasangan atau satu orang dengan berganti-ganti pasangan.

Hal ini juga dapat dilakukan tanpa komitmen atau bahkan tanpa ikatan emosional. Termasuk kedalamnya seks dalam pacarana, cinta satu malam, prostitusi, atau bertukar pasangan dengan pasangan lain.

Anak dan remaja, berada dalam periode dimana seorang manusia memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi, penasaran, merasa tertantang jika dilarang atau dibatasi. Mereka bukan orang dewasa yang sudah paham risiko dan konsekuensi atas tindakannya. Makin mereka dilarang, bisa jadi makin menjadi, walau memang hal itu tidak berlaku mutlak pada semua individu. Namun itulah mereka. Bukan pemandangan baru lagi, anak-anak ABG berusia belasan, dengan tubuh masih agak mungil, perilaku masih malu-malu dan sungkan berani bergandengan mesra dan berpelukan di lobi bioskop. Entah apa yang akan mereka lakukan ketika film diputar di dalam sana. Makin lama pemandangan maca ini dianggap sudah biasa. Orang tua sendiri sering menyalahan pihak lain ketika memergokki anaknya melakukan penyimpangan perilaku. Majalah, film, situs porno dijadikan kambing hitam sebagai pemicu pergaulan bebas anak-anak mereka.

(2)

Seks Bebas Jaman Now (Salindri)

64

Nyaris setiap hari kita mendengar berita criminal seputar seks yang dlakukan oleh anak remaja dan pada anak di bawah umur. Perkosaan, pelecehan seksual, kekerasan seksual, pembunuhan disertai perkosaan lebih dulu, pesta seks yang dibarengi narkoba membuat hati kita miris, entah sebagai orang tua maupun sebagai teman dari kalangan yang masih belia itu. Remaja Indonesia banyak menjadi pelaku seks bebas akibat kenaifan mereka mengenai seks itu sendiri. Rasa tabu, malu, rishi, membuat kaum balia ini tidak mau bertanya kepada orang tua maupun guru mengenai seks, sehingga membuat mereka kian terperosok pada perilaku menyimpang. Di sisi lain, orang tua, keluarga, juga guru di sekolah, merasa enggan atau malu kalau harus menjelaskan mengenai masalah seks secara gambling pada anak-anak mereka.

Masa remaja adalah masa perkembangan transisi antara masa anak dan dewasa yang mencangkup perubahan biologis, kognitif dan sosial. Secara biologis remaja mengalami perubahan fisik seperti perubahan bentuk tubuh, perubahan suara, perubahan hormonal dan lain sebagainya. Perubahan kognitif yang terjadi pada remaja yaitu mampu bernalar secara abstrak dan logis serta pikiran menjadi lebih idealistic. Remaja akan mengalami perubahan sosial yaitu menemukan lingkungan sosial yang baru Bersama dengan teman sebaya.

Masa remaja di tandai dengan berlangsungnya proses-proses perubahan secara biologis, psikologis dan sosiologis. Remaja mengalami kebingungan sehingga berusaha mencari tempat yang aman bagi dirinya. Remaja mulai berpikir kritis, memperluas pegaulan, dan berpaling pada teman-teman sebaya yang mengerti gejolak emosi yang dirasakannya.

Remaja menganggap teman-teman sebaya bisa lebih menghargai dan menerima apa adanya sehingga remaja lebih banyak menghabiskan waktu Bersama dengan teman dari pada dengan keluarganya.

KAJIAN TEORI

Seks bebas merupakan kebiasaan melakukan seksual secara bebas dilakukan oleh mereka yang menentang atau merasa enggan jika diri mereka terikat dalam suatu pernikahan yang suci. Orang yang telah mempertaruhkan hawa nafsunya sendiri, akan merasa sangat tidak puas jika menyalurkan nafsu biologisnya kepada istri atau suami sahnya saja. Jika mereka dengan bebas dan leluasa dapat menyalurkan Hasrat kelaminnya kepada siapapun dikehendakinya dan yang menghendakinya, maka pernikahan tentu saja menjadi belenggu atau rantai amat kuat yang akan memasung habis keinginannya untuk mempertaruhkan nafsunya sendiri.

Seks menurut Kartono (2009:225) merupakan energy psikis yang ikut mendorong manusia untuk bertingkah laku. Tidak Cuma bertingkah laku di bidang seks saja yaitu melakukan relasi seksual atau bersenggama, akan tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan abnormal. Freud seorang sarjana menyebutnya sebagai libido sexualis (libido=gasang, dukana, dorongan hidup, nafsu erotis). Seks adalah adalah satu mekanisme bagi manusia agar mampu mengadakan keturunan. Sebab seks merupakan mekanisme yang vital sekali dengan mana manusia mengabadikan jenisnya.

Sedangkan menurut Sarwono, seks bebas adalah hubungan yang didorong oleh Hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesame jenis. Selanjutnya dikatakan bahwa seks bebas adalah suatu cara melakukan hubungan seksual dengan pasangan tanpa ikatan perkawinan. Seks bebas juga diartikan sebagai cara berkencan, pengetahuan tentang alat kelamin dan cara memikat hati pria. Menurut Sarwono ada 4 jenis perilaku seksual yaitu perasaan tertarik, berkencan, bercumbu, bersenggama.

Menurut Desmita, pengertian seks bebas adalah segala cara untuk mengekspreksikan dan melepaskan dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual, seperti pacarana, bermesraan, hingga melakukan kontak seksual, namun perilaku tersebut dianggap tidak sesuai dengan norma karena remaja belum memiliki pengalaman seksual.

(3)

WIDYA WASTARA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 3, Agustus 2022

65

Menurut Hall & Lindzey bahwa ada kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia, salah satunya adalah kebutuhan fisiologis yang meliputi kebutuhan dasar manusia dalam kelangsungan hidup, yaitu kebutuhan naluriah ini biasanya akan sulit dikendalikan atau ditahan oleh individu terutama dorongan seksual.

Dan menurut Banun seks bebas atau dalam Bahasa popular disebut extra-martial orientation atau kinky-sex merupakan salah satu bentuk pembebasan seksual yang dianggap tidak wajar.

Dengan demikian, pengertian seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh Hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesame jenis yang dilakukan diluar hubungan pernikahan dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tiddak bisa diterima secara umum.

PEMBAHASAN

Awal mula seorang remaja terjerumus seks bebas tidak mungkin langsung begitu saja terjadi. pasti ada hal yang menyebabkan mereka ingin melakukan hal tersebut. Berikut adalah factor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan seks bebas:

Kekuatan Iman yang memudar

Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian, pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik tanpa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun. Seseorang dapat melakukan seks bebas karena kurangnya keimanan dalam dirinya. Oleh sebab itu sejak dini para remaja dan mahasiswa harus meningkatkan pengetahuan tentang agamanya sendiri, karena agama adalah fondasi bagi hidup kita, jika pengetahuan tentang agaman saja kurang apalagi pengetahuan diluar agaman tentu saja sangat kurang.

Kurangnya perhatian orang tua

Orang tua sangat berperan penting dalam kehidupan seoranga anak karena perhatian seorang orang tua sangat diperlukan oleh seseorang karena orang tualah yang paling dekat dengan anak. Apabilang orang tua kurang memberi pengarahan maka seorang anak akan mudah terjerumus dalam hal-hal yang buruk. Tetapi ada juga anak yang memang memiliki kepribadian buruk, walaupun orang tuanya sudah memberikan perhatian yang cukup serta pengarahan yang cukup pula, anak yang tergolong memiliki kepribadian buruk akan senantiasa tidak mendengarkan perkataan orang tuanya. Hal tersebut akan meninggalkan penyesalan pada akhir perbuatannya.

Rasa ingin tahu

Pada usia remaja keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi jika teman- temannya mengatakan bahwa sensasi seks terasa awang-awang, ditambah lagi adanya informasi yang sebatas masuknya, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai macam percobaan yang tanpa mereka sadari bahwa percobaan tersebut berbahaya.

Tontonan tidak mendidik

Di era globalisasi ini banyak sekali tontonan yang sangat merusak melalui perantara internet maupun televisi. Tontonan yang baik menghasilkan perilaku yang baik dan tontonan yang buruk menghasilkan perilaku yang buruk. Di era ini, banyak sekali tontonan “panas”

yang menjadi asupan remaja. Hal ini sangat mendorong remaja untuk menirukan apa yang mereka lihat karena keingintahuan mereka yang sangat besar.

Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas

Bagi mereka yang pernah merasakan seksualitas, seks bebas adalah suatu hal yang wajar bagi pergaulan mereka. Factor pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu

(4)

Seks Bebas Jaman Now (Salindri)

66

yang tinggi, kurangnya pengetahuan akan dampak dan akibat akan hal yang akan dilakukan dapat memudahkan untuk terjerumus ke dalam hal-hal yang negative.

Salah pergaulan

Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi para remaja. Apabila seorang remaja sudah salah dalam memilih teman maka akibatnya akan fatal. Memilih teman berarti memilih masa depan, maka siapapun yang ingin masa depannya cerah ditengah bekapan arus globalisasi serta ilmu dan wawasannya makai a harus pandai dalam memilih teman. Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan atau agama dan ketidakstabilan emosi remaja.

Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. Namun hal yang terpenting adalah memperkuat iman setiap remaja. Karena jikalau iman remaja tersebut kuat untuk melakukan hal yang dianggapnya menyimpang pun takkan dilakukan

Budaya seks bebas lebih banyak menimbulkan dampak negative bagi kehidupan dan martabat kaum remaja atau dewasa yang melakukannya. Dampak negative tersebut adalah:

Hilangnya harga diri

Hilangnya kehormatan dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesame manusia serta merusak masa depanny, dan meninggalkan memori buruk yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya.

Kehormatan sangat penting bagi setiap manusia, terutama pada Wanita. Jika kehormatan tersebut sudah hilang maka akan jelas terlihat perbedaannya dengan Wanita yang masih bisa menjaganya.

Prestasi menurun

Apabila seorang remaja sudah melakukan seks bebas, maka pikirannya akan selalu tertuju pada hal negative tersebut. Rasa ingin mengulanginya selal ada, sehingga tingkat kefokusannya dalam mengikuti proses belajar akan menurun, malas blajar, malas mengerjakan tugas, dan lain sebagainya dapat menurunkan prestasi remaja tersebut.

Hamil diluar nikah

Hamil diluar nikah akan sangat menimbulkan masalah bagi pelaku. Terutama bagi remaja yang masih sekolah, pihak sekolah akan mengeluarkan pelaku jika ketahuan siswanya kedapatan ada yang hamil. Sedangkan bagi pelaku yang kuliah hamil diluar nikah akan menimbulkan rasa malu yang luar biasa terutama orang tua.

Aborsi dan bunuh diri

Terjadinya hamil diluar nikah akibat seks bebas akan menutup jalan pikiran pelaku, guna menutupi keburukan ataupun mencari jalan keluar agar tidak merusak nama baik dirinya dan keluarganya hal tersebut dapat berujung pada pembunuhan janin melalui aborsi bahkan bunuh diri.

Tercorengnya nama baik keluarga

Semua orang tua akan merasa sakit hatinya jika anak yang di bangga-banggakan juga di idam-idamkan hamil diluar nikah. Nama baik keluarga akan tercoreng karena hal tersebut, dan hal tersebut akan menimbulkan luka yang mendalam di hati keluarga

Tekanan batin

Tekanan batin yang mendalam dikarenakan penyesalan. Akibat penyesalan tersebut pelaku akan sering murung dan berpikir yang tidak rasional.

(5)

WIDYA WASTARA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 3, Agustus 2022

67 Terjangkit penyakit

Mudah terjangkit penyakit HIV/AIDS serta penyakit kelamin yang mematikan, seperti penyakit herpes dan kanker mulut Rahim. Jika hal tersebut terus dilakukan, penyakit tersebut dapat menularkannya pada orang lain disekitarnya dan cukup membahayakan.

Tingginya penularan penyakit infeksi menular seksual, khususnya pada kelompok usia remaja juga dilaporkan pada penelitian di 12 kota besar di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-13% remaja yang belum menikah sudah melakukan hubungan seksual. Peningkatan kejadian seks diluar nikah dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.

Perkembangan media masa elektronika yang semakin pesat mempengaruhi pola perilaku remaja, khususnya perilaku seksual remaja seperti film-film fulgar, maraknya VCD porno, maupun adegan-adegan berbau seks yang begitu mudahnya diakses di internet (Helmi, 1998). Usia remaja seorang anak belum dapat bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hal-hal yang mereka lakukan merupakan kesenangan sesaat karena tidak adanya kejelasan Pendidikan seks dari berbagai pihak akan menimbulkan berbagai masalah seksual terhadap perilaku penularan penyakit menular seksual, di usia remaja dorongan seks yang timbul akan semakin meluap atau semakin liar jika tidak diberi bimbingan dalam hal ini pendiikan seks yang diberikan sepatutnya berkaitan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, apa yang dilarang, apa yang lazim dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar yang berlaku.

Penyimpangan seksual yang ditemukan pada video porno di handphone sampai dengan Tindakan asusila, ini dipengaruhi karena perkembangan media masa elektronika yang semakin pesat, bukan itu saja, pergaulan yang tidak sehat, serta pengaruh dari lingkungan, dan pola pikir yang salah dapat mempengaruhi pola seks bebas remaja, misalnya seorang laki-laki dianggap tidak keren jika tidak merokok, tidak menonton video porno, bahkan tidak memiliki pacar dan seorang perempuan tidak cantik apabila tidak memakai pakaian minim dan berdandan.

Kenyataan sehari-hari yang dapat dilihat misalnya tayangan film-film yang masih terkesan vulgar, maraknya VCD porno, maupun gambar-gambar ‘syur’ yang begitu mudahnya diakses di internet. Ini sesuai dengan pengertian dari sikap yang merupakan perasaan, pikiran, dan kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenai aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya.

SOLUSI

Tidak ada suatu persoalan atau masalah yang tanpa solusi. Persoalan seks bebas harus di tangani oleh orang tua, sekolah, pemerintah, dan remaja sendiri. Diperlukan refleksi moral untuk menangkalnya. Berikut refleksi moral yang dapat dilakukan untuk menangkal budaya seks bebas:

Hindari lingkungan yang buruk

Lingkungan merupakan area bersosialisasi setelah keluarga. Ketika lingkungan yang digunakan untuk bersosialisasi bukanlah lingkungan yang baik, maka perilaku menyimpang dapat saja terjadi. Menjadi pekerjaan orang tualah untuk mendidik anaknya supaya dapat mengerti baik dan buruk suatu perilaku sejak dini. Namun terkadang karena kesibukan dari orang tua maka anak yang tidak mendapat pengawasan dengan baik dan akhirnya banyak dari mereka yang terjerumus pada pergaulan bebas.

Banyak dari orang tua yang berdalih jika pekerjaan mereka adalah untuk kebutuhan anak juga. Hal ini memang dibenarkan namun ketika anak merasa diabaikan maka sebagai pelampiasannya, anak akan dengan mudah bergaul dengan pergaulan yang salah. Solusi yang tepat untuk hal ini tentu dapat dilakukan dengan cara membagi waktu antara pekerjaan dan waktu untuk mengurusi serta memperhatikan anak-anak dengan baik.

(6)

Seks Bebas Jaman Now (Salindri)

68 Batasi waktu keluar rumah

Waktu untuk bersosialisasi memang penting namun harus ada aturan dan batas- batasannya. Batasan dan aturan di dalam keluarga harus dibicarakan dengan seluru anggota keluarga agar nyaman satu dengan yang lain. Aturan yang dibuat tersebut dapat digunakan untuk membatasi ruang lingkup anak supaya tidak terjerumus pada pergaulan yang tidak sehat. Terutama pada malam hari, sebaiknya anak tidak boleh keluar kecuali ada yang mendesak atau dapat pula dengan didampingi oleh orang tua. Tidak adanya Batasan waktu, membuat seorang anak akan lebih bebas sehingga dampak dari pergaulan bebas pun tidak dapat dielakkan.

Isi waktu kosong

Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu kosong dengan kegiatan yang bersifat positif. Mengisi waktu kosong menghindarkan diri dari sikap bermalas-malasan atau bahkan pergi keluar rumah untuk bergaul dengan mereka yang telah terjerumus. Untuk remaja, istilah waktu kosong dengan kegiatan-kegiatan yang mendukung keahlian ataupun kemampuan seperti ekstrakulikuler dan organisasi. Dengan begitu, waktu akan terisi oleh hal-hal yang bernilai.

Jangan salah bergaul

Bagi remaja yang kini sedang pubertas, mereka pasti akan memilih teman yang mengasyikkan daripada yang baik. Walaupun tidak boleh membeda-bedakan teman, tapi ada baiknya apabila memilih teman yang memang baik untuk masa depan kita. Memilih teman yang dalam artian tidak menjerumuskan kita pada kondisi yang buruk. Apabila seorang remaja sudah memiliki teman yang “tidak benar” maka secara tidak sadar remaja tersebut akan terbawa arus yang “tidak benar”

Memperdalam iman

Kuatnya iman dan dekatnya hubungan remaja dengan Tuhan-nya akan membawa mereka jauh dari kata dosa. Semakin banyak kita memperdalam dan memperkuat iman, maka semua ajaran yang menyimpang pun sudah pasti tidak akan dilakukannya. Kuatnya iman inilah yang membawa mereka jauh dari terjerumus kata dosa.

Tidak mencoba-coba

Masa remaja yang dipenuhi dengan teka-teki sehingga mengakibatkan rasah ingin tahu yang besar membuat remaja ingun mencoba hal-hal baru. Memang wajar sekali remaj memiliki perasaan tersebut, tetapi ada baiknya dipilah terlebih dahulu apa yang harus di coba dan tidak. Hal-hal yang harus mereka coba adalah sesuatu yang bersifat positif dan membawa mereka pada keberhasilan. Mencoba sesuatu yang bersifat negative akan membawa mereka pada hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Peranan orang tua

Orang tua dan keluarga adalah lingkungan yang sedekat dengan remaja.

Pengawasan orang tua dalam perkembangan remaja haruslah intensif. Orangtua harus meluangkan waktunya Bersama anak-anak mereka agar anak-anak tersebut merasa diperhatikan. Rasa diperhatikan inilah yang membuat remaja akan selalu nyaman berada dirumah. Walaupun begitu, orang tua juga harus bisa menjadi teman, bagi anak-anak mereka agar nantinya mereka akan selalu merasa lengkap berada di lingkungan kerja KESIMPULAN

Jadi, terjadinya seks bebas di kalangan remaja di karenakan banyak factor, yang paling utama adalah pesatnya perkembangan jaman. Hal tersebut membuat pergaulan menjadi bebas sehingga banyak remaja yang bergaul tanpa Batasan dan etika. Dari factor- faktor penyebab seks bebas yang terurai diatas, dapat diketahui bahwa hal-hal tersebut harus diperhatikan dan harus dihindarkan dari remaja. Mengetahui dari dampak-dampak yang dihasilkan seks bebas, ternyata itu sangat memperngaruhi masa depan remaja.

(7)

WIDYA WASTARA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 3, Agustus 2022

69

Bayangkan apabila seorang remaja yang hamil akibat seks bebas itu dengan terpaksa harus putus di bangku sekolah akibat ulahnya. Bilamana seorang remaja ternyata terinfeksi oleh penyakit HIV, pastilah remaja itu harus diasingkan agar tidak menularka penyakit. Dari dampak-dampak diatas, diketahui bahwa ada baiknya remaja diri sedini mungkin sudah diberikan pemahaman yang benar mengenai seks bebas. Perlu ada dan diingatkan terus untuk melakukan refleksi moral agar kelak remaja tersebut mengerti mengenai seks bebas dan paham dengan risiko yang ditanggung apabila melakukannya. Remaja harus berkembang menjadi dewasa tanpa seks bebas dan narkoba.

Adapun saran mengenai seks bebas yaitu perlunya penyuluhan kepada masyarakat baik orang tua maupun anak-anak mengenai Pendidikan seks bagi rmaja untuk mencegah terjadinya seks bebas dikalangan remaja, agar orang tua dapat menyampaian Pendidikan seks secara baik dan benar, hingga hilangnya pemikiran orang tua bahwa Pendidikan seks adalah hal yang tabu untuk diperbincangkan, diharapkan remaja mendapatkan Pendidikan seks langsung dari rumah. Serta Pemerintah bisa lebih giat lagi dalam memberikan penyuluhan Pendidikan seks untuk mencegah terjadinya seks bebas dikalangan remaja bagi orang tua maupun remaja. Lalu orang tua diharuskan untuk lebih memperhatikan anak remajanya dalam melakukan setiap aktivitas di rumah maupun di luar rumah. Sekolah bisa memfasilitasi remaja agar dapat memberikan Pendidikan seks bagi remaja untuk mencegah terjadinya seks bebas dikalangan remaja secara keseluruhan. Tidak membatasi siswa, kelas dan waktu, agar Pendidikan seks yang disampaikan dapat diterima siswa secara utuh tidak setengah-setengah dan rutin.

Jangan melakukan sesuatu yang kamu tidak ingin lakukan, jika tidak ingin menyesal nantinya. Memang sulit ketika otak berkata tidak namun tubuh berkata iya.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, H. K., & Fajriani, M. (2019). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Ardianti Y, Lusiana N, M. K. (2015). Bahan ajar AIDS pada asuhan kebidanan.

https://www.balitbangham.go.id/detailpost/maraknya-budaya-seks-bebas-di-era-globalisasi- suatu-refleksi-moral

Bebas Pada Remaja di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan Dan

CNN. (2020). Umur, Polisi Gerebek Pesta Seks di Aceh Libatkan Anak di Bawah. Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja SMKN. Jurnal Ners Lentera, 8(Maret), Dialeksis. (2020). Bagaikan Menggengam Racun Pernikahan Dini di Aceh Tinggi.

El, P. E. N., & Ian, I. T. (2014). Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Remaja Dengan Faswita, W., & Suarni, L. (2018). Hubungan Pendidikan Seks Dengan Perilaku Seksual Pada https://dialeksis.com/dialetika/bagaikan-menggengam-racun-pernikahan-dini-di-

acehtinggi/#:~:text=Wakil Ketua KPPAA menjelaskan%2C dalam,bawah sebanyak 3%2C08

https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/15604

https://jurnalwacana.psikologi.fk.uns.ac.id/index.php/wacana/article/view/40

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201005154611-12-554562/polisi-gerebekpesta- seks-di-aceh-libatkan-anak-di-bawah-umur

INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL KABUPATENSIMALUNGUN TAHUN 2017. Universitas Sumatera Utara.

Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 2(1), 37–43.

Konseling, 4(2), 9–18.

(8)

Seks Bebas Jaman Now (Salindri)

70

PERILAKU SEKSUAL SISWA YANG BERPACARAN DI SMA NEGERI 1 BANDAR persen

PRANIKAH REMAJA DI INDONESIA. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, Vol.

Remaja Putri Di SMA Negeri 4 Binjai Tahun 2017. Jurnal JUmantik, 3(2), 28–45

Sari, R. N., Ramadhaniati, Y., & Hardianti, S. R. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terbitan. Tindakan Seks Pranikah pada Siswa Kelas XI Di SMK Negeri 2 Manado.

Referensi

Dokumen terkait

Kedua hasil yang berbeda antara EV dan ROA menunjukkan bahwa pasar tidak merespon strategi diversifikasi global dengan baik sementara tata kelola lebih signifikan pengaruhnya pada

Salah satu cara pendekatan yang dilakukan untuk mengetahui dan membedakan sifat genetik tersebut adalah dengan menganalisis protein darah yang

Penelitian menghasilkan sebuah sistem pengolahan data nilai yang membantu guru mata pelajaran dalam menginputkan nilai serta memudahkan siswa untuk melihat raport

Ada dua faktor yang dapat menyebabkan puas atau tidak puasnya pegawai yaitu faktor pemeliharaan (maintenance factor) dan faktor pemotivasian (motivasional factor). Jadi

Menggunakan aturan yang berkaitan dengan fungsi eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah. Menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam

Selain itu, sumber data berupa tindakan berasal dari orang-orang atau suatu hal yang menjadi subjek penelitian yang diamati oleh peneliti secara langsung, dan dilengkapi

Seseorang yang mempunyai sedikit pengalaman dan keterampilan atau sama sekalai tidak mempunyai pengalaman dan keterampilan dalam menghadapi situasi berbicara di depan

Mulder sebagaimana diikutif oleh Barda Nawawi Arief bahwa strafrechtpolitiek ialah garis kebijakan menentukan (Arief, 2016): a) Seberapa jauh ketentuan pidana yang berlaku perlu