• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Resiliensi adalah kapasitas untuk mempertahankan kemampuan dan berfungsi secara kompeten dalam menghadapi berbagai stressor kehidupan.

Resiliensi adalah kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi, dan juga merupakan kemampuan manusia untuk menghadapi dan memecahkan masalah setelah mengalami kesulitan (Wiwin, 2018). Resiliensi akademik adalah ketahanan seseorang untuk menghadapi berbagai tugas akademik dalam lingkungan pendidikan. Resiliensi adalah konsep yang berfokus pada kelebihan dan keistimewaan mahasiswa (Mwaura, Kinai and Oyoo: 2018)

Mahasiswa merupakan bentuk tahapan pendidikan formal yang menuntut manusia untuk dapat bertindak dan menghasilkan karya. Seorang mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang yang ia pelajari namun juga mengaplikasikan, mampu menginovasi dan mempunyai kreatifitas yang tinggi dalam bidang tersebut. Setelah melewati beberapa semester, seorang mahasiswa harus menyelesaikan tugas akhir yaitu skripsi agar bisa lulus dan memperoleh gelar.

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian yang dirangkai oleh calon sarjana untuk memenuhi sebagian dari persyaratan guna memperoleh gelar sarjana pada program studi S1 (strata satu) (Saifuddin dkk, 2018). Skripsi ini bertujuan agar mahasiswa mampu menulis dan menulis karya ilmiah sesuai bidang keilmuannya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi/karya ilmiah dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan masalah yang berkaitan dengan bidang keilmuan yang ditekuninya.

Mayoritas mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan studi tepat waktu bukan disebabkan karena faktor kognitif, melainkan karena kendala dalam penyusunan karya ilmiah. Hal tersebut disebabkan, karena

(2)

2

kemampuan literasi dan menulis karya ilmiah tidak terlatih dengan baik.

Disamping itu, ketidakampuan untuk memanajemen waktu masih kurang baik (Kusumah, 2015).

Berdasarkan data di PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) pada tahun 2020 terdapat 6.349.941 mahasiwa di seluruh Indonesia dan pada tahun 2019 terdapat 293.884 mahasiswa terdaftar di seluruh Kalimantan Selatan. Sedangkan populasi penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, didapatkan data jumlah mahasiswa tingkat akhir tahun ajaran 2019-2020 berjumlah 174 mahasiswa. 8,6% dari 174 mahasiwa tersebut mengalami keterlamatan dalam pengerjaan skripsi dan KTI, sehingga mereka tidak bisa lulus tepat waktu.

Hasil penelitian Rifka Damayanti (2020) menyatakan bahwa Faktor yang menghambat mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi ada dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari diri sendiri (mahasiswa), sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang bersumber dari luar. Faktor internal meliputi motivasi dan kemampuan mahasiswa dalam menulis skripsi. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan, system pengelolaan skripsi oleh fakultas, dosen pembimbing dan situasi pandemic covid-19.

Hasil penelitian Paramitha Erlangga (2017) permasalahan yang dihadapi saat mengerjakan tugas akhir (skripsi) antara lain adalah perasaan malas, merasa cemas, merasa tidak percaya pada dosen, menyia-nyiakan waktu, serta menunda untuk melakukan bimbingan dengan dosen. Keempat informan memiliki permasalahan yang cukup berbeda diantara satu dengan lainnya selama mengerjakan tugas akhir (skripsi).

Idris (2018) mengatakan dalam penelitiannya dukungan sosial ini sangat berperan penting dalam menunjang motivasi mahasiswa saat mengerjakan skripsi, misalnya ia mendapat informasi dari seorang teman yaitu jika ada tugas atau kegiatan yang menyangkut perkuliahannya dan beberapa informasi yang berhubungan dengan penyusunan skripsi yang

(3)

3

ditempuh. Dukungan sosial dapat diartikan bagaimana seseorang dapat memaknai dari bantuan yang telah diberikan oleh orang lain, dalam arti bahwa seseorang yang menerima bantuan dapat merasakan manfaat bantuan bagi dirinya karena sesuatu yang aktual dan memberikan kepuasan (Kumalasari & Ahyani, 2012). Kelompok teman sebaya adalah tempat seorang individu mengembangkan dirinya dan mengasah berbagai kemampuan sosialnya (Idris, 2018). Selain itu, sebagian besar mahasiswa adalah mahasiwa perantauan yang jauh dari orangtua dan keluarga nya.

Sehingga, ketika mahasiswa tersebut dalam kesehariannya mendapati sebuah masalah atau persoalan akademik, teman sebaya yang pertama kali membantu dan memberi dukungan satu sama lain ketika menghadapi berbagai tekanan akademik dalam perkuliahan, bukan dari keluarga atau lainnya.

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh calon peneliti pada mahasiswa tingkat akhir di FKIK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin pada tanggal 22-23 Februari 2020, peneliti mewawancarai 10 orang mahasiswa dan semuanya merasa terbebani dengan proposal/skripsi.

Namun dari hasil wawancara 8 orang mengatakan secara mental, mereka kuat dalam menghadapi ujian apapun di perkuliahan kampus dan 2 orang mengatakan biasa saja. Saat ditanya apakah mereka sering merasa stres 6 orang menjawab sering, 2 orang mengatakan jarang, dan 2 orang mengatakan tidak. 8 dari 10 orang mahasiswa mengatakan senang berinteraksi dengan orang lain dan 9 dari 10 orang mahasiwa mengatakan akan mencari dorongan dari keluarga dan teman-teman nya. 7 dari 10 orang mahasiswa mengatakan mereka tidak mencari bantuan dari dosen saat mengalami kesulitan, kebanyakan dari mereka lebih menanyakan dengan teman sebayanya, dan 3 orang lainnya mengatakan selalu bergantung dengan dosen. Terakhir ketika ditanya apakah mereka dapat mengerjakan revisi proposal/skripsi sesuai feedback dosen, 9 orang mengatakan bisa dan 1 orang lainnya mengatakan tidak bisa. Kesimpulannya bahwa hanya ada 2 orang yang tidak terlalu bergantung dengan dukungan sosial terhadap

(4)

4

resiliensi akademik, sedangkan 8 orang lainnya memiliki hubungan yang tinggi terhadap dukungan sosial dengan resiliensi akademik.

Berdasarkan pada pemaparan tersebut, peneliti akan melakukan penelitian mengenai Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Di Fakultas Keperawatan Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Bagaimana resiliensi akademik yang dirasakan oleh mahasiswa keperawatan tingkat akhir di FKIK universitas muhammadiyah banjarmasin?

1.2.2. Apakah ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik mahasiswa keperawatan tingkat akhir di FKIK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin?

1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir.

1.3.2. Tujuan Khusus

1.3.2.1. Mengidentifikasi dukungan sosial dari teman sebaya yang dirasakan mahasiswa keperawatan tingkat akhir.

1.3.2.2. Mengidentifikasi tingkat resiliensi akademik yang dirasakan mahasiswa keperawatan tingkat akhir.

(5)

5

1.3.2.3. Menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir.

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan keragaman penelitian di bidang Keperawatan, khususnya Psikologis Pendidikan serta dapat menjadi bahan refrensi bagi penelitian selanjutnya sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai sarana untuk menuangkan gagasan secara ilmiah. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keterkaitan dukungan sosial dari teman sebaya terhadap resiliensi akademik mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi, sehingga dapat dijadikan acuan bagi mahasiswa selama masa studi di Universitas dan saat ingin mengerjakan tugas akhir (skripsi).

1.5. Penelitian Terkait

1.5.1. Nurhalimatul Wahyu. 2019. Hubungan Dukungan Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Optimisme Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara dukungan teman sebaya dan konsep diri dengan optimisme pada mahasiswa yang dalam hal ini penelitian dilakukan pada mahasiswa yang sedang megerjakan skripsi Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung. Penelitian ini menggunakan tehnik analisis regresi berganda untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

Penelitian ini menggunakan populasi yang berjumlah 85 mahasiswa/mahasiswi untuk dijadikan sampel. Tehnik sampling yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini

(6)

6

yaitu proportionate random sampling. Hasil yang diperoleh kemudian dilakukan katagorisasi berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari ketiga variabel tersebut. Penelitian ini terdapat tiga hipotesis yang diajukan, yaitu R=0,852 nilai p = 0,000 (p < 0,01) dengan sumbangan efektif sebesar 74,1% yang dipengaruhi oleh variabel bebas dalam penelitian ini dan 25,9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini yang berarti hipotesis pertama yang diajukan diterima. hasil uji hipotesis yang pertama menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dukungan teman sebaya dan konsep diri dengan optimisme pada mahasiswa.

Hasil tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi dukungan teman sebaya dan konsep diri maka semakin tinggi optimisme mahsiswa yang sedang mengerjkan skripsi dan sebaliknya semakin rendah dukungan teman sebaya dan konsep diri maka semakin rendah optimisme mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.

Perbedaan :

- Variabel dependen (terikat) dalam penelitian ini adalah optimisme mahasiwa, berbeda dengan variabel dependen yang ingin diteliti oleh peneliti yaitu resiliensi akademik.

- Tehnik sampling yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian tersebut adalah proportionate random sampling, sedangkan peneliti menggunakan teknik simple random sampling.

1.5.2. Mufidah. 2017. Hubungan Antara Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Pada Mahasiswa Bidikmisi Dengan Mediasi Efikasi Diri.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat dukungan sosial pada mahasiswa bidikmisi, untuk mengetahui tingkat efikasi pada mahasiswa bidik misi, untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial terhadap resiliensi melalui mediasi efikasi diri.

Metode penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif, dengan instrumen skala resiliensi, skala dukungan sosial dan skala efikasi

(7)

7

diri, dengan menggunakan tehnik random sampling dengan karakteristik yang ditentukan oleh peneliti. Peneliti menggunakan analisa data korelasi product moment. Dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 50 subjek. Berdasarkan analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara hubungan dukungan social dengan resiliensi yang dimediasi dengan resiliensi. Dari keterangan tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial melalui mediasi efikasi diri maka akan menghasilkan resiliensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan hubungan dukungan social dengan resiliensi tanpa mediasi efikasi diri. Hal ini menunjukkan bahwa variabel mediasi mampu memediasi dengan baik kedua variabel tersebut.

Perbedaan :

- Populasi dalam penelitian tersebut adalah mahasiswa bidikmisis, sedangkan populasi dalam penelitian ini mahasiswa keperawatan tingkat akhir.

- Penelitian tersebut peneliti menggunakan analisa data korelasi product moment, sedangkan pada penelitian ini, peneliti menggunakan analisa data spearman rank.

1.5.3. Paundra & Endang. 2016. Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro angkatan 2009- 2011 yang sedang mengerjakan tugas akhir, berjumlah 208 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling, sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 100 mahasiswa. Pengambilan data menggunakan Skala Resiliensi

(8)

8

Akademik (32 aitem, α = 0,94) dan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya (34 aitem, α = 0,954). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana, menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,469 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik, yang artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi pula resiliensi akademik mahasiswa.Dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 22% terhadap resiliensi akademik. Dukungan sosial teman sebaya terdiri dari dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan emosional. Tiap bentuk dukungan memberikan sumbangan efektif terhadap resiliensi akademik. Dukungan instrumental memberikan sumbangan efektif sebesar 22%, dukungan emosional sebesar 21,7%, dan dukungan informasional sebesar 14%.

Perbedaan :

- Populasi pada penelitian tersebut kepada mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, sedangkan populasi pada penelitian ini kepada mahasiswa keperawatan tingkat akhir Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

- Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah convenience sampling, sedangkan penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.

- Analisis data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah analisis regresi sederhana, sedangkan penelitian ini menggunakan analisis data Spearman Rank.

1.5.4. Nadya Amar. 2017. Pengaruh Dukungan Sosial Sahabat Terhadap Optimisme Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variable bebas (X) yaitu dukungan sosial sahabat terhadap varibel terikat (Y) yaitu optimisme. Desain

(9)

9

penelitian ini menggunakan desain regresi linier sederhana. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan cara purposive sampling. Dengan jumlah populasi 12.522 diambil sampel sebanyak 5% dari jumlah populasi yaitu berjumlah 337, tetapi peneliti menggenapkan menjadi 350 responden. hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada dukungan sosial sahabat terhadap optimisme pada mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai sig sebesar 0.016 (p<0.05) dengan begitu hipotesa diterima. Nilai pengaruh dukungan sosial terhadap optimisme (R Square) sebesar 0.17 atau 1,7% dengan nilai korelasi hubungan (R) sebesar 0.128. dengan begitu dapat dikatakan bahwa dukunga social memberikan pengaruh positif sebesar 1.7% terhadap optimism dan sisanya yaitu 98.3%

dipengaruhi oleh faktor lainnya selain dukungan sosial sahabat.

Maka dari hasil analisa regresi yang telah dilakukan bahwa dukungan sosial sahabat memberikan pengaruh yang positif terhadap optimisme yang mengartikan bahwa semakin tinggi tikat dukungan social sahabat maka akan semakin tinggi pula tingkat optimisme begitu juga sebaliknya jika semakin rendah tingkat dukungan social sahabat maka akan rendah pula tingkat optimisme.

Perbedaan :

- Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh variable bebas (X) yaitu dukungan sosial sahabat terhadap varibel terikat (Y) yaitu optimisme, sedangkan pada penelitian ini bertujun untuk mengetahui hubungan variabel bebas (X) yaitu dukungan sosial teman sebaya terhadap variabel terikat (Y) yaitu resiliensi akademik.

- Desain penelitian tersebut menggunakan desain regresi linier sederhana, sedangkan penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.

(10)

10

- Teknik pengambilan sampel pada penelitian tersebut yaitu dengan cara purposive sampling, sedangkan penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.

1.5.5. Paramitha Erlangga. 2017. Dukungan Sosial Dari Teman Sebaya Pada Mahasiswa Rantau Yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami dukungan sosial dari teman sebaya yang dirasakan oleh mahasiswa rantau yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis induktif. Informan dalam penelitian ini adalah empat orang mahasiswa rantau, berkuliah di Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan sedang menempuh tugas akhir (skripsi) minimal 1 tahun sejak pengambilan pertama. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pengerjaan tugas akhir (skripsi), keempat informan rentan menemukan permasalahan dan menyadari permasalahan yang mereka hadapi. Dukungan sosial dari teman sebaya yang diterima oleh keempat informan mencakup 3 aspek, yaitu emotional support, informational support, dan instrumental support. Keempat mahasiswa rantau menyatakan bahwa teman sebaya memberikan dukungan kepada mereka, hanya saja keempat informan memberikan respon yang berbeda pada setiap dukungan yang diberikan.

Perbedaan :

- Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui dan memahami dukungan sosial dari teman sebaya yang dirasakan oleh mahasiswa rantau yang sedang mengerjakan skripsi, sedangkan pada penelitian ini bertujun untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi akademik pada mahasiwa keperawatan tingkat akhir.

- Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis induktif, sedangkan pada penelitian ini

(11)

11

menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan mneggunakan analisis data Spearman rank.

- Pengambilan data pada penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, sedangkan penelitian ini menggunakan angket/kuesioner.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui hubungan antara self estem, tingkat stres dan teman sebaya dengan penyalanggunaan alkohol pada mahasiswa keperawatan S1.. Untuk mengetahui gambaran self

Berbagai penelitian tentang dukungan sosial teman sebaya dan prestasi belajar telah dilakukan oleh beberapa peneliti, di antaranya Rosenfeld (2000) menemukan bahwa

Interaksi sosial yang negatif juga dapat menyebabkan penolakan oleh teman sebaya, isolasi sosial, penarikan diri individu, depresi, perasaan kesepian dan bahkan pemikiran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan metode pembelajaran tutorial teman sebaya pada kelas dengan kondisi yang homogen dalam hal jenis kelamin

Penelitian sebelumnya membahas faktor pensiun di atas 50 tahun dalam memulai usaha; seperti faktor sosial, sikap positif, kemampuan pensiun, dukungan keluarga,

Sama halnya dengan mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir, dengan adanya teman sebaya, maka mahasiswa dapat menumbuhkan dan membangun sikap optimis dalam

Berdasar latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah ada pengaruh dari dukungan sosial teman