• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis dan Sifat Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Creswell (2018, p.

5), pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang melibatkan proses pengumpulan data, analisis, penafsiran, dan penulisan hasil penelitian. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk memeriksa hubungan antar variabel penting untuk dapat menjawab pertanyaan dan hipotesis yang dapat dilakukan melalui survei dan penelitian langsung di lapangan.

Penelitian ini bersifat eksplanatif dikarenakan penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan dan menjawab setiap permasalahan yang diteliti melalui penjabaran konsep, pengukuran, dan pengujian dari data yang diperoleh. Menurut Morissan (2019, p. 29), penelitian eksplanatif merupakan penelitian yang menggunakan sebab-akibat untuk menyampaikan penjelasan dan alasan dari setiap variabel suatu permasalahan. Sifat ini dirasa sesuai dengan penelitian ini dikarenakan peneliti ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh hubungan antara variabel customer relationship management (CRM) dengan variabel loyalitas pelanggan OVO. Tak hanya itu, peneliti juga ingin mengetahui seberapa besar variabel customer relationship management (CRM) dapat mempengaruhi variabel loyalitas pelanggan

OVO.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah survei.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Menurut Malhotra, Nunan, dan Birks (2017, p. 269), survei adalah metode riset yang memperoleh informasi secara spesifik dengan penggunaan kuesioner terstruktur kepada sampel dari populasi tertentu. Kuesioner menjadi salah satu pengumpulan data yang cukup efektif dan efisien dikarenakan lebih mudah dikelola dan data yang diperoleh konsisten (Malhotra, Nunan, dan Birks, 2017, p. 269). Oleh karena itu, peneliti menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data.

(2)

Kuesioner akan berisi pertanyaan yang berkaitan dengan customer relationship management OVO dan instrumen lain untuk melengkapi data penelitian. Kuesioner akan diberikan pilihan jawaban dengan Skala Likert dari 1-4 yang merupakan sangat tidak setuju, tidak setuju, dan sangat setuju. Pilihan netral dalam penelitian ini dihilangkan untuk memperoleh data yang tepat dan akurat.

Data yang diperoleh akan diolah dengan tujuan untuk membuktikan pengaruh variabel customer relationship management (X) terhadap loyalitas pelanggan (Y) dalam hipotesis yang telah ada. Tak hanya itu, dengan adanya data tersebut peneliti dapat melihat adanya hubungan antara variabel customer relationship management (X) terhadap loyalitas pelanggan OVO (Y). Proses survei digunakan untuk menggeneralisasikan hasil dari sejumlah kecil populasi ke sejumlah besar populasi.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Menurut Burns, Veeck, dan Bush (2017, p. 238), populasi merupakan seluruh kelompok yang ditentukan secara spesifik untuk diteliti sesuai dengan tujuan dari penelitian tersebut. Populasi dari penelitian ini merupakan pengguna aplikasi fintech OVO yang menjadi pengguna aktif OVO dan pernah merasakan keuntungan dari adanya OVO Points sebagai program customer relationship management OVO. Populasi yang akan diambil merupakan seluruh followers Instagram @ovo_id yang berjumlah 1.009.552 orang pengikut berdasarkan data terakhir yang dipantau melalui website engagement calculator Phlanx pada 27 April 2021.

Hal yang mendasari peneliti memilih populasi tersebut dikarenakan pada akun Instagram OVO, yaitu @ovo_id terdapat informasi-informasi mengenai OVO Points dan keuntungan lainnya untuk pengguna yang menggunakan OVO. Pada penelitian ini OVO Points merupakan variabel yang akan diteliti, maka dari itu peneliti merasa followers akun Instagram OVO merupakan populasi yang cocok.

(3)

3.3.2 Sampel

Menurut Burns, Veeck, dan Bush (2017, p. 239-241), sampel merupakan bagian dari populasi yang secara tepat dapat mewakili seluruh kelompok yang diteliti.

Terdapat dua pendekatan untuk memperoleh sampel pada penelitian kuantitatif, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Namun, pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dari populasi yang ada dengan peluang (probabilitas) untuk terpilih sebagai sampel tidak diketahui atau dapat disebut tidak semua anggota populasi dapat terpilih sebagai sampel penelitian.

Secara spesifik, pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Menurut Burns, Veeck, dan Bush (2017, p. 254), purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan penilaian peneliti untuk mengidentifikasi anggota populasi yang terpilih sebagai sampel yang akan diteliti. Pemilihan sampel dengan purposive sampling untuk diteliti dapat sesuai dan diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.

Penelitian ini menggunakan panduan ukuran sampel berdasarkan tipe studi atau penelitian dari Malhotra, Nunan, dan Birks (2017, p. 418).

Tabel 3.1 Panduan Ukuran Sampel

Tipe Studi Ukuran Minimal Sampel Rentang

Problem identification 500 1,000 – 2,500 research

Problem-solving research 200 300 - 500

Product tests 200 300 - 500

Test marketing studies 200 300 - 500

TV, radio, print, or online advertising

150 200 – 300 (per advertisement tested)

Test-market audits 10 stores 10 – 20 stores

Focus groups 6 groups 6 – 12 groups

Sumber: Malhotra, Nunan, dan Birks, 2017, p. 418

Dikarenakan penelitian ini termasuk dalam test marketing studies, maka sampel yang akan diteliti berjumlah 200 responden sudah dapat mewakili populasi

(4)

dari followers Instagram @ovo_id di dalam penelitian ini. Berdasarkan tujuan penelitian, peneliti menetapkan kriteria sampel sebagai berikut:

a. Pengguna aktif aplikasi fintech OVO yang pernah menggunakan OVO Points dalam bertransaksi.

b. Pengguna aktif aplikasi fintech OVO yang merupakan followers Instagram dari @ovo_id.

c. Berusia 17-45 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan.

3.4 Operasionalisasi Variabel/Konsep

Dalam operasionalisasi variabel, penelitian ini memiliki dua variabel utama yang merupakan program customer relationship management dan loyalitas pelanggan.

Pengukuran setiap jawaban dari pernyataan akan diukur dengan menggunakan skala Likert dari 1 hingga 4. Nilai 1 menunjukkan “Sangat Tidak Setuju”, nilai 2 menunjukkan “Tidak Setuju”, nilai 3 menunjukkan “Setuju”, dan nilai 4 menunjukkan “Sangat Setuju”.

Tabel 3.2 Operasionaliasi Variabel VARIABEL X

(Program Customer Relationship Management - Peppers dan Roggers (2016, p. 79))

Dimensi Indikator Pernyataan Skala

Identify customers

Define OVO menyediakan pengisian data diri pelanggan secara lengkap

Likert

Recognize OVO memberikan pengetahuan mengenai OVO Points dengan jelas OVO memberikan informasi sesuai dengan kebiasaan pelanggan dalam bertransaksi

OVO memberikan informasi sesuai dengan ketertarikan pelanggan Secure and

protect

OVO dapat menyimpan informasi pribadi pelanggan dengan baik OVO memberikan syarat dan ketentuan yang mudah dipahami

(5)

Differentiate customers

Customer needs OVO menyediakan kategori layanan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan

OVO Points telah memberikan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan

Memberikan nilai lebih

kepada pelanggan

OVO Points memberikan manfaat dan keuntungan bagi pelanggan OVO Points dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam melakukan pembelanjaan OVO Points memudahkan pelanggannya dalam melakukan transaksi non-tunai

Penukaran OVO Points mudah Interact with

customers

Efektivitas dalam berinteraksi

OVO tidak pernah mengalami gangguan saat pelanggan akan melakukan transaksi dengan OVO Points

Call Center OVO sangat membantu pelanggan ketika terdapat keluhan atau gangguan dalam bertransaksi dengan OVO Points

Interaksi dengan pelanggan melalui media

sosial

OVO memberikan informasi yang mudah dipahami mengenai OVO Points melalui media sosial Instagram @ovo_id

Penawaran yang diberikan OVO melalui media sosial Instagram

@ovo_id menarik perhatian

Konten-konten yang diunggah OVO mengenai OVO Points mendorong pelanggan untuk memberikan komentar

Konten-konten yang diunggah OVO mengenai OVO Points mendorong pelanggan untuk memberikan likes Customize

treatment

OVO bekerjasama dengan merchant kesukaan / pilihan pelanggan

(6)

Nilai lebih dari kerjasama perusahaan

OVO Points memberikan kemudahan dalam penukaran poin di merchant yang diinginkan

Kerjasama OVO Points dengan perusahaan lain memberikan keuntungan

Personalisasi OVO Points dapat ditukarkan pada merchant kesukaan / pilihan pelanggan

Merchant rekanan OVO dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan

Penawaran voucher diskon pada setiap kategori (health, shopping, dan lainnya) menarik untuk ditukarkan dengan OVO Points Upgrade

membership

OVO Points membuat pelanggan tertarik dengan memberikan keuntungan yang berbeda, sehingga pelanggan bersedia untuk meningkatkan membership

Perbedaan keuntungan pada setiap tingkatan membership OVO Points memberikan pengalaman berbelanja yang memuaskan

VARIABEL Y

(Loyalitas Pelanggan – Jones dan Taylor dalam Rai dan Srivastava, 2014, p. 134)) Behavioural

Loyalty

Frekuensi Saya sering menggunakan OVO Points atau OVO sebagai alat transaksi

Likert

Saya selalu bertransaksi menggunakan OVO untuk mendapatkan OVO Points

Saya melakukan transaksi dengan OVO untuk membeli kebutuhan sehari-hari

Kesetiaan Saya menjadikan OVO sebagai alat pembayaran non-tunai pilihan utama dalam transaksi sehari-hari

(7)

Penggunaan berbagai layanan

Saya merasa OVO dapat melengkapi kebutuhan bertransaksi sehari-hari Saya merasakan berbagai benefit yang ditawarkan dengan transaksi menggunakan OVO Points

Saya pernah melakukan transaksi dengan OVO Points pada beberapa kategori voucher diskon yang ditawarkan OVO

Attitudinal Loyalty

Keterikatan Saya merasa memiliki keterkaitan secara emosional dengan OVO Saya merasa OVO seperti mitra (partner) dalam melakukan transaksi non-tunai

Saya pernah menggunakan berbagai fitur layanan yang tersedia pada OVO

Rekomendasi Saya akan merekomendasikan OVO kepada kerabat atau teman

Saya sudah pernah

merekomendasikan OVO kepada kerabat atau teman

Preferensi Saya merasa OVO menawarkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pribadi Saya merasa puas melakukan transaksi non-tunai dengan OVO Points

Saya merasa senang bertransaksi dengan OVO Points

Citra perusahaan Saya merasa OVO memberikan informasi yang lengkap dan mudah dimengerti mengenai OVO Points Saya merasa berbagai konten OVO di setiap platform media sosial menarik perhatian

Saya merasa OVO memiliki kredibilitas yang tinggi

Ekslusivitas Saya menjadikan OVO sebagai top of mind, ketika harus memilih

(8)

Cognitive Loyalty

aplikasi fintech dalam transaksi sehari-hari

Saya tidak merasa ingin berpindah ke aplikasi fintech lainnya selain OVO

Kepemilikan Saya merasa adanya perasaan memiliki terhadap OVO

Sumber: Olahan Peneliti, 2021

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sata sekunder sebagai acuan peneliti.

3.5.1 Data Primer

Menurut Malhotra, Nunan, dan Birks (2017, p. 92), data primer merupakan sumber data yang berasal dari peneliti dengan tujuan khusus untuk menjawab masalah yang sedang diteliti. Data tersebut diperoleh melalui interview melalui wawancara, observasi (pengamatan), kuesioner, dan gabungan ketiganya (Sugiyono, 2013, p. 137). Pada penelitian ini menggunakan pengumpulan data melalui kuesioner. Kuesioner dapat disebarkan secara offline maupun online, pada penelitian ini kuesioner disebarkan secara online kepada pengguna OVO yang menjadi pengikut dari akun Instagram @ovo_id.

Skala pengukuran yang menjadi alat ukur pada penelitian ini adalah skala likert. Menurut Burns, Veeck, dan Bush (2017, p. 209), skala likert merupakan skala pengukuran dimana responden diminta untuk memberikan penilaian dengan menunjukkan derajat setuju atau tidak setuju pada skala simetris untuk setiap rangkaian pernyataan, sehingga peneliti dapat menggambarkan intensitas perasaan respondennya melalui empat pilihan, yaitu:

1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju

3 = Setuju

4 = Sangat Setuju

(9)

3.5.2 Data Sekunder

Menurut Malhotra, Nunan, dan Birks (2017, p. 92), data sekunder merupakan sumber data yang dikumpulkan untuk tujuan selain masalah yang dihadapi, sehingga dapat melengkapi informasi yang sebelumnya telah didapatkan. Data sekunder biasanya lebih mudah untuk diakses dan didapatkan dari berbagai sumber. Data tersebut dapat diperoleh dengan mencari tahu dan membaca melalui media lain, buku atau ensiklopedia, artikel, dokumen statistik, dan laporan (Burns, Veeck, dan Bush, 2017, p. 121). Tak hanya itu, informasi dan data tambahan didapatkan peneliti dari jurnal ilmiah, infografis, sumber daring, dan mengunjungi website OVO, yaitu https://www.ovo.id/ untuk memperoleh informasi yang lebih

mendalam dan lengkap tentang OVO.

3.6 Teknik Pengukuran Data 3.6.1 Uji Validitas

Uji validitas merupakan uji yang mengukur sejauh mana perbedaan skor skala yang diamati dapat mencerminkan karakteristik pada objek penelitian (Malhotra, Nunan, dan Birks, 2017, p. 361). Kurniawan dan Puspitaningtyas (2016,

p. 97), menyatakan bahwa instrumen penelitian dianggap valid, jika mampu melakukan pengukuran yang sesuai dengan apa yang seharusnya diukur. Uji validitas kuesioner dapat diukur dengan kriteria sebagai berikut (Sumardi, 2020, p.

84):

1. Jika rxy hitung lebih kecil dari r tabel, maka data dikatakan tidak signifikan (tidak valid).

2. Jika rxy hitung lebih besar atau sama dengan r tabel, maka data dikatakan signifikan (valid).

Uji validitas dilakukan dengan melakukan pre-test penelitian kepada 30 responden sebagai sampel dari populasi yang diteliti untuk menguji pernyataan penelitian. Dikarenakan jumlah sampel pre-test berjumlah 30 orang, maka jumlah n adalah 30, sehingga melalui rumus (df) = n-2 menghasilkan (df) = 30 - 2 = 28.

Selanjutnya, tingkat toleransi kesalahan yang digunakan, yaitu 5% sehingga r tabel pada uji ini adalah 0,361.

(10)

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Data 30 Responden ITEM – TOTAL STATISTIC

Kode Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

X1 0,441 0,361 VALID

X2 0,699 0,361 VALID

X3 0,785 0,361 VALID

X4 0,736 0,361 VALID

X5 0,464 0,361 VALID

X6 0,764 0,361 VALID

X7 0,718 0,361 VALID

X8 0,807 0,361 VALID

X9 0,734 0,361 VALID

X10 0,646 0,361 VALID

X11 0,647 0,361 VALID

X12 0,719 0,361 VALID

X13 0,487 0,361 VALID

X14 0,653 0,361 VALID

X15 0,764 0,361 VALID

X16 0,753 0,361 VALID

X17 0,746 0,361 VALID

X18 0,676 0,361 VALID

X19 0,639 0,361 VALID

X20 0,629 0,361 VALID

X21 0,553 0,361 VALID

X22 0,708 0,361 VALID

X23 0,701 0,361 VALID

X24 0,756 0,361 VALID

X25 0,712 0,361 VALID

X26 0,822 0,361 VALID

Y1 0,569 0,361 VALID

(11)

Y2 0,592 0,361 VALID

Y3 0,507 0,361 VALID

Y4 0,537 0,361 VALID

Y5 0,669 0,361 VALID

Y6 0,758 0,361 VALID

Y7 0,745 0,361 VALID

Y8 0,536 0,361 VALID

Y9 0,659 0,361 VALID

Y10 0,585 0,361 VALID

Y11 0,662 0,361 VALID

Y12 0,755 0,361 VALID

Y13 0,646 0,361 VALID

Y14 0,684 0,361 VALID

Y15 0,685 0,361 VALID

Y16 0,698 0,361 VALID

Y17 0,646 0,361 VALID

Y18 0,692 0,361 VALID

Y19 0,621 0,361 VALID

Y20 0,602 0,361 VALID

Y21 0,696 0,361 VALID

Sumber: Olahan Peneliti, 2021

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa butir-butir pernyataan pada kuesioner yang disebarkan kepada responden dinyatakan valid. Hal tersebut, dikarenakan seluruh rxy hitung pada setiap butir pernyataan memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan r tabel (0,361).

3.6.2 Uji Reliabilitas

Menurut Malhotra, Nunan, dan Birks (2017, p. 359), uji reliabilitas merupakan uji yang dilakukan untuk melihat sejauh mana variabel yang diteliti dapat menghasilkan hasil yang konsisten jika dilakukan pengukuran secara

(12)

berulang. Jika saat diukur berulang kali terdapat kesalahan acak, maka kuesioner tersebut akan menghasilkan ketidakkonsistenan dan memiliki reliabilitas yang rendah (Malhotra, Nunan, dan Birks, 2017, p. 359). Reliabilitas penelitian ini diuji dengan kriteria koefisien reliabilitas berdasarkan Guilford dalam (Sumardi, 2020, p. 92).

Tabel 3.4 Tingkat Koefisien Reliabilitas Berdasarkan Guilford Koefisien Reliabilitas Tingkat Reliabilitas

0,80 – 1,00 Reliabilitas sangat tinggi

0,60 – 0,79 Reliabilitas tinggi

0,40 – 0,59 Reliabilitas sedang

0,20 – 0,39 Reliabilitas rendah

0,00 – 0.19 Reliabilitas sangat rendah (tidak reliabel) Sumber: Sumardi (2020)

Uji reliabilitas dilakukan dengan melakukan pre-test penelitian kepada 30 responden sebagai sampel dari populasi yang diteliti untuk menguji konsistensi dari variabel yang diteliti ketika dilakukan pengujian berulang.

Tabel 3.5 Uji Reliabilitas Variabel X (Customer Relationship Management) Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.952 26

Sumber: Olahan Peneliti, 2021

Berdasarkan tabel uji reliabilitas terhadap variabel X yang merupakan customer relationship management menggunakan SPSS 25, diperoleh hasil dari Cronbach’s Alpha sebesar 0,952. Hal tersebut membuktikan bahwa variabel X dapat dinyatakan memiliki reliabilitas sangat tinggi, karena jika dilihat dari tabel tingkat koefisien reliabilitas Guilford hasil uji pada variabel X berada di range 0,80 – 1,00 yang berarti memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi.

(13)

Tabel 3.6 Uji Reliabilitas Variabel Y (Loyalitas Pelanggan) Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.955 21

Sumber: Olahan Peneliti, 2021

Sedangkan, berdasarkan tabel uji relibilitas terhadap variabel Y yang merupakan Loyalitas Pelanggan diperoleh hasil dari Cronbach’s Alpha sebesar 0,955. Hal tersebut membuktikan bahwa variabel Y dapat dinyatakan memiliki reliabilitas sangat tinggi, jika dilihat dari tabel tingkat koefisien reliabilitas Guilford.

3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Uji Hipotesis

Menurut Malhotra, Nunan, dan Birks (2017, p. 54), hipotesis merupakan pernyataan atau proposisi yang belum terbukti tentang suatu faktor atau fenomena yang menarik bagi peneliti. Hipotesis penelitian terbagi menjadi dua, yaitu hipotesis kerja yang biasanya dinyatakan dalam kalimat positif dan hipotesis nol yang dinyatakan dengan kalimat negatif (Sugiyono, 2013, p. 65). Berikut ini merupakan hipotesis statistik yang akan diuji pada penelitian ini:

Ho: Tidak terdapat pengaruh antara customer relationship management terhadap loyalitas pelanggan e-wallet OVO.

H1: Terdapat pengaruh antara customer relationship management terhadap loyalitas pelanggan e-wallet OVO.

Menurut Malhotra, Nunan, dan Birks (2017, p. 567), pada penelitian α biasanya ditetapkan pada 0,05. Oleh karena itu, nilai signifikasi yang terdapat pada tabel ANOVA akan dibandingkan dengan kriteria sebagai berikut:

- Apabila nilai α < 0,05, maka Ho ditolak, H1 diterima - Apabila nilai α > 0,05, maka Ho diterima, H1 ditolak

(14)

y = a + bx 3.7.2 Uji Regresi Linier Sederhana

Pada penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana atau RLS untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh antara customer relationship management terhadap loyalitas pelanggan OVO yang akan diuji menggunakan IBM SPSS versi 25. Untuk menguji nilai regresi linier sederhana (RLS) menggunakan persamaan sebagai berikut (Burns, Veeks, dan Bush, 2017, p. 407):

Keterangan:

y = variabel yang diprediksi

x = variabel yang digunakan untuk memprediksi y

a = nilai intercept (konstan), atau titik dimana garis memotong sumbu y ketika x = 0

b = koefisien regresi (angka peningkatan atau penurunan dari variabel y berdasarkan variabel x)

Gambar

Tabel 3.1 Panduan Ukuran Sampel
Tabel 3.2 Operasionaliasi Variabel  VARIABEL X
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Data 30 Responden  ITEM – TOTAL STATISTIC
Tabel 3.4 Tingkat Koefisien Reliabilitas Berdasarkan Guilford  Koefisien Reliabilitas  Tingkat Reliabilitas
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada gambar 4 dapat di ketahui di unit pelayanan penyakit dalam pada Triwulan IV diketahui bangsal Cempaka 1 Angka BOR sebesar 75,29 %, Angka AvLOS 4,74 hari,

Namun, setiap kali masalah optimasi kombinatorial memiliki lingkungan yang efisien dicari sehingga nilai setiap optimum lokal berada dalam faktor konstan α ≥ 1 yang berasal dari

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian ini, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan menu olahan daging sapi menurut konsumen dan menganalisis

kebodohan besar, namun seringkali kita lupa menjaga diri kita terhadap kebodohan- kebodohan kecil. Berhati-hatilah sebab iblis tidak hanya memakai perkara-perkara

menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang

Tetanus dapat terjadi pada orang yang belum diimunisasi, orang yang diimunisasi sebagian, atau telah diimunisasi lengkap tetapi tidak memperoleh imunitas yang cukup

Supervision Human Perspectives (McGraw Hill Book Company, New York 1983) 9.. Supervisi pembelajaran berarti pula sebagai usaha memberikan rangsangan, mengkoordinir,

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kolonisasi Enterobacteriaceae pada nasofaring populasi sehat pada semua usia, tidak hanya pada usia bayi dan balita (0 – 5