• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

28 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian

Lokasi yang diambil dalam studi evaluasi kinerja lalu lintas ini berada pada kecamatan Kademangan, kota Probolinggo, dan gambar peta kota Probolinggo disajikan dalam Gambar 3.1.

Jaringan jalan Prof. Dr. Hamka kota Probolinggo berada pada kecamatan Kademangan. Dari sisi barat berbatasan dengan jalan Raya Laweyab sedangkan dari sisi timur berbatasan langusung dengan jalan raya Mastrip dan Ir. Sutami. Panjang jaringan ruas jalan Prof. Dr. Hamka kota Probolinggo serta batas-batas jalan dapat dilihat pada Gambar 3.2.

Gambar 3.1. Batas Wilayah Jl. Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo (Sumber : Google)

(2)

………… ……..

Nama jalan : Jalan Prof. Dr. Hamka Klasifikasi Jalan : Kolektor dalam Kota Lokasi jalan : Kecamatan Kademangan,

. Kota Probolinggo Panjang jalan : 4,5 km

Jalan yang Diamati : Sta 0+000 s/d Sta 2+500 Tipe Jalan : 2 lajur 2 arah

Lebar Jalan : 2 x 3.00 meter 3.2 Diagram Alir Perencanaan

Pada diagram alir perencanaan akan dijelaskan bagaimana runtutan proses evaluasi dari data apa saja yang dibutuhkan, cara pengolahan data hingga masuk ke perhitungan kapasitas dan jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan.

Langkah diagram alir studi evaluasi kinerja lalu lintas pada ruas jalan Prof. Dr. Hamka dijelaskan sesuai diagram alir perencanaan pada Gambar 3.3

(3)

Mulai

Studi Pustaka * Buku

* Jurnal

Data Primer - Data Volume Lalu

Lintas - Data Kecepatan Kendaraan - Hambatan Samping DS < 0,80 Pengumpulan Data

Evaluasi kinerja lalu lintas • Kecepatan arus bebas • Kapasitas (C)

• Derajat Kejenuhan (DS) • Kecepatan dan Waktu Tempuh

YA

TIDAK

Data Sekunder - Data Jumlah Penduduk - Data Spesifikasi Jalan

Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo

- Peta Lokasi

Analisa dan Alternatif

Analisa 5 tahun

• Derajat kejenuhan (DS) 5 tahun yang akan datang

(4)

Gambar 3.3 Diagram Alir Perencanaan 3.2.1 Mulai

Untuk memulai studi evaluasi kinerja lalu lintas diperlukan pengumpulan studi pustaka terlebih dahulu.

3.2.2 Studi Pustaka

Tahap studi pustaka merupakan tahap awal kegiatan sebelum memulai penyusunan laporan tugas akhir ini. Pengumpulan studi pustaka sangat diperlukan sebelum menyusun laporan tugas akhir.

Dalam tahap ini ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam pengumpulan studi pustaka yaitu mencari sumber referensi teori yang relevan dan sesuai dengan topik permasalahan yang sedang dibahas. Referensi yang diperlukan bisa didapat dari berbagai sumber seperti buku-buku maupun referensi jurnal-jurnal sebelumnya yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas.

Kesimpulan dan Saran

Selesai Lanjutan

Analisa 5 tahun

• Derajat kejenuhan (DS) 5 tahun yang akan datang

DS < 0,80

Analisa dan Alternatif

(5)

Hasil akhir dari studi literatur yaitu terkumpulnya referensi yang dibutuhkan dan sesuai dengan perumusan masalah yang dibuat dan sebagai dasar teori dalam melakukan studi evaluasi kinerja lalu lintas pada ruas jalan Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo.

3.2.3 Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan sarana pokok untuk menemukan penyelesaian suatu masalah. Dalam tahap pengumpulan data, peranan instansi terkait sangat diperlukan sebagai pendukung untuk memperoleh data-data dibutuhkan. Proses pengumpulan data yang akan dikaji meliputi data primer dan data sekunder.

1. Data primer penelitian terdiri dari kondisi geometrik jalan, volume lalu lintas dan hambata saming yang terjadi di Jl Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo

2. Data sekunder penelitian terdiri dari: jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk, keadaan jalan serta peta lokasi

3.2.4 Data Primer

Data volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan hambatan samping diperoleh dari pengamatan langsung di jalan Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo, dimana untuk data kecepatan kendaraan dan hambatan samping dilakukan pada saat jam sibuk (peak time) yaitu pada pagi dan sore hari, pengambilan data yang diperoleh dari hasil survey meliputi :

a) Survey Kondisi Geometrik Jalan

Survey ini dilakukan pada ruas jalan yang ditinjau meliputi lebar jalan, lebar bahu jalan/trotoar dari ruas jalan tersebut.

b) Survey Volume Lalu Lintas

Survey ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tetang jumlah dan pergerakan kendaraan yang melewati ruas jalan pada suatu titik. Metode yang dilakukan dengan pencacahan kendaraan, pencacahan dilakukan dengan cara manual. Periode pencacahan dilakukan dalam formulir survey dengan periode lima belas menitan, dalam formulir dicatat sebagai kondisi lapangan yang mempengaruhi volume lalu lintas misalnya cuaca keterangan waktu (hari,

(6)

tanggal, jam) dan lokasi. Kendaraan yang diamati adalah kendaraan berat (HV), kendaraan ringan (LV), dan sepeda motor (MC)

c) Survey Hambatan Samping

Dilakukan untuk memperoleh datatentang jenis, jumlah dan pergerakan hambatan samping jalan pada suatu wilayahatau dalam suatu ruas jalan tertentu sehingga akan didapatkan informasi tentangkomposisi hambatan samping. Dengan demikian akan dapat diketahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan terhadap kelancaran lalu lintas. Hambatan samping yang diamati adalah pejalan kaki yang berjalan dan menyebrang, kendaraan lambat, kendaraan parkir/berhenti, dan kendaraan keluar masuk lahan.

3.2.5 Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang telah ada atau hasil studi dari instansi atau hasil studi dari orang lain. Data skunder yang dipakai dalam studi ini adalah peta lokasi penelitian yaitu Kota Prolinggo, data jumlah serta pertumbuhan penduduk Kota Prolinggo serta data spesifikasi jalan

a. Peta Lokasi

Data peta lokasi penelitian didapatkan dari Google Maps dan survey langsung ke lokasi penelitian di jalan Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo.

b. Jumlah Penduduk

Data Jumlah Penduduk didapat dari BPS kota Probolinggi , dan data terbut digunakan sebagai data lalu lintas dalam evaluasi ruas jalan yang sesuai dengan keadaan lalu lintas yang akan melewati ruas jalan Prof. Dr. Hamka. c. Data Spesifikasi Jalan

Dalam evaluasi kinerja lalu lintas jalan Prof. Dr. Hamka PT. Dhiratama Cipta Persada memberikan data lebar serta Panjang jalan.

(7)

3.2.6 Evaluasi Kinerja Lalu Lintas

Dalam evaluasi kinerja lalu lintas, hal utama yang dipilih adalah metode perhitungan yang akan digunakan, agar mendapatkan nilai yang sesuai dengan apa yang ada di lapangan. Dalam tahap ini yaitu evaluasi kinerja lalu lintas menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia

a) Menghitung kecepatan arus bebas untuk kondisi di lokasi Perhitungan Kecepatan arus bebas diperoleh dengan rumus : FV = (FVo + FVw) x FFVsf x FFVcs

Keterangan :

FV = Kecepatan arus bebas kendaraan ringan pada kondisi lapangan (km/jam).

FVo = Kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan pada jalan yang diamati (km/jam)

FVw = Penyesuain kecepatan untuk lebar jalan (km/jam)

FFVsf = Faktor penyesuaian akibat hambatan samping dan lebar bahu. FFcs = Faktor penyesuaian kota.

Berdasar SNI 03-6967-2003 tentang persyaratan umum system jaringan dan geometrik jalan perumahan standar untuk ruas jalan kolektor pimer nilai dari kecepatan rencana <40 km/jam

b) Menghitung nilai kapasitas

Nilai kapasitas diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan variable-variabel sebagai berikut :

Kapasitas dasar (smp/jam)

Rumus di wilayah perkotaan ditunjukkan sebagai berikut:

(8)

Dengan :

C = Kapasitas (smp/jam) CO = Kapasitas dasar (smp/jam) FCW = Faktor penyesuaian lebar jalan FCSP = Faktor penyesuaian pemisah arah

FCSF = Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan/kereb FCCS = Faktor penyesuaian ukuran kota

Berdasar SNI 03-6967-2003 tentang persyaratan umum system jaringan dan geometrik jalan perumahan standar untuk ruas jalan kolektor pimer nilai dari kapasitas harus sama atau lebih besar dari volume lalu lintas yang ada

c) Menghitung nilai derajat kejenuhan

Nilai derajat kejenuhan diperoleh dengan perbandingan jumlah arus lalu lintas dan nilai kapasitas.

Rumus umum Derajat Kejenuhan : DS = Q/C

Keterangan :

DS = Derajat Kejenuhan Q = Nilai arus lalu lintas C = Kapasitas jalan

Tabel 3.1 Nilai standar penilaian Derajat Kejenuhan

Nilai Peneliaian keterangan

< 0.8 Kondisi stabil

0.8 – 1.0 Kondisi tidak stabil

(9)

d) Menghitung nilai waktu tempuh kendaraan

Perhitungan nilai waktu tempuh rata-rata kendaraan yaitu dengan menggunakan data masukan berupa panjang segmen jalan dan kecepatan tempuh yang diteliti.

TT = L / V Keterangan :

V = Kecepatan rata-rata ruang (km/jam) L = Panjang segmen (km)

TT = Waktu tempuh rata-rata LV panjang segmen jalan (jam)

Berdasar SNI 03-6967-2003 tentang persyaratan umum system jaringan dan geometrik jalan perumahan standar untuk ruas jalan kolektor pimer nilai dari kecepatan rencana <40 km/jam

3.2.7 Analisa 5 Tahun yang Akan Datang

Tinjauan 5 tahun yang akan datang dilakukan untuk mengetahui kinerja ruas jalan Prof. Dr. Hamka dalam jangka 5 tahun yang akan datang. Untuk melakukan analisa 5 tahun yang akan datang mengenai kinerja ruas jalan, data yang digunakan adalah data lalu lintas harian rata-rata pertahun. Dengan data tersebut maka dapat diproyeksikan akan kondisi kinerja ruas jalan Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo dari tahun 2019 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah metode proyeksi geometrik. Metode ini menggunakan asumsi bahwa pertumbuhan akan bertambah secara geometrik menggunakan dasar perhitungan bunga majemuk. Persamaannya sebagai berikut :

Pn = Po ( 1 + r )n Dengan :

Pn = Jumlah data penduduk/kendaraan yang akan datang

Po = Jumlah data penduduk/kendaraan saat ini

n = tahun yang akan datang r = Persentase pertumbuhan

(10)

1.2.8 Kesimpulan dan Saran

Langkah terakhir dari penelitian ini yaitu dengan membuat suatu kesimpulan dan saran berupa kelayakan ruas jalan untuk saat ini serta untuk lima tahun yang akan datang serta metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja lalu – lintas pada ruas jalan Prof. Dr. Hamka Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Dalam mengevaluasi kinerja hanya menggunakan alternatif pemecahan manajemen kapasitas dan manajemen demand

1. Manajemen kapasitas tidak merekomendasikan penggunaan peraikan simpang karena terlalu kompleks dan terlalu banyak persimpangan sehingga titik keluar masuk kendaraan cukup banyak

2. Manajemen proioritas tdak dilakukan karena jalan Prof. Dr hamka tidak memiliki rute khusus

3. Manajemen demand tidak memperhitungkan kendaraan parkir 3.3 Kegiatan Survei

3.3.1 Metode Survei

Penelitian dapat dilakukan dengan cara mengamati secara langsung keadaan ruas jalan Prof. Dr. Hamka

3.3.2 Peralatan Survei

Persiapan peralatan harus dilakkan secara baik, hal ini dilakukan untuk mempermudah proses kegiatan pengambilan data lapangan sehingga tidak menghambat jalannya pengambilan data. Beberapa Peralatan yang digunakan antara lain:

1. Alat tulis kantor (ATK). 2. Meteran .

3. Stopwatch untuk penunjuk waktu pelaksanaan survei.

4. Komputer atau Laptop yang akan digunakan untuk melakukan pengolahan data.

(11)

3.3.3 Waktu Survei

Survey dilaksanakan selama satu minggu penuh yang dimulai pada tanggal 16 Desember 2019 – 22 Desember 2019. Dilakukan pada pukul 05.00-18.00

Gambar

Gambar 3.1. Batas Wilayah Jl. Prof. Dr. Hamka Kota Probolinggo   (Sumber : Google)
Gambar 3.2. Lokasi Penelitian
Gambar 3.3 Diagram Alir Perencanaan 3.2.1  Mulai
Tabel 3.1 Nilai standar penilaian Derajat Kejenuhan

Referensi

Dokumen terkait

BerikutnyaTeori Lakoff (1973) dapat disebut sebagai induk teori kesantunan modern karena teori ini merupakan salah satu teori pertama yang digunakan untuk

Penggunaan aplikasi perangkat lunak tes minat bakat ini membantu pihak sekolah untuk dapat menentukan jurusan yang tepat untuk peserta didik baru. Perangkat lunak tes

Disarankan untuk melakukan penelitian serupa menggunakan stratified random sampling dalam pemilihan subjek untuk meratakan level IPK , penelitian lanjutan mengenai

Pada DFD Level 0 dapat dilihat bahwa admin dan pimpinan memiliki hak akses yang berbeda, yaitu admin dapat melakukan pengelolaan data karyawan dan melakukan proses

Setelah adukan beton dipindahkan ke concrete placing machine, pengecoran dilakukan dengan menjalankan concrete placing machine sepanjang mould yang akan dicor sambil membuka

Kelapa sawit lebih toleran dengan curah hujan yang tinggi (misalnya &gt;3.000 mm) dibandingkan dengan jenis tanah lainnya, tetapi dalam kriteria klasifikasi

bernama Salamah Br Sinaga kembali datang ke Kantor Pangulu Marjandi dan kembali menemui saksi Edi Supian Sipayung, namun pada saat itu antara Salamah Br Sinaga

Penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru,