• Tidak ada hasil yang ditemukan

Entropy-Based Fuzzy Ahp Sebagai Pendukung Keputusan Penempatan Bidan Di Kota Banjarbaru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Entropy-Based Fuzzy Ahp Sebagai Pendukung Keputusan Penempatan Bidan Di Kota Banjarbaru"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Entropy-Based Fuzzy Ahp Sebagai Pendukung Keputusan Penempatan Bidan Di Kota Banjarbaru

Siti Hatimah Rahmadaniah1, Oni Soesanto2, Dwi Kartini2

1,2,3Prodi Ilmu Komputer FMIPA UNLAM

Jl. A. Yani Km 36 Banjarbaru, Kalimantan selatan

1Email: [email protected]

Abstract

Banjarbaru City Health Office is a government agency that plays an important role in health development in Banjarbaru. Support system midwife placement in the Health Service Banjarbaru done by following the specified criteria. However, the system has not been run in accordance with these criteria, but every midwife who will be placed in primary and villages are given the freedom to choose from one health center placement options, and direct placement was decided on the option selected health centers midwives.

Because of the ineffectiveness of the existing system at the Department of Health Banjarbaru it will be designed and built "Midwives Placement Decision Support Systems in Banjarbaru with Method Using Entropy-Based Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process)" to determine the placement of midwives in accordance with the criteria that have been determined. From the research and observations of the system that has been created, it can be seen that the Decision Support System Placement Midwives using Entropy-Based Fuzzy AHP is a decision that is in accordance with the number of midwives needed by each health center.

Keywords : Decision Support System , Placement Midwives , Entropy Method.

Abstrak

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru merupakan suatu instansi pemerintah yang berperan penting dalam pembangunan kesehatan di Kota Banjarbaru . Sistem pendukung penempatan bidan di Dinas Kesehatan Banjarbaru dilakukan dengan mengikuti kreteria yang sudah ditentukan. Akan tetapi sistem tersebut belum berjalan sesuai dengan kriteria tersebut melainkan setiap bidan yang akan ditempatkan dipuskesmas dan desa diberikan kebebasan untuk memilih dari salah satu puskesmas pilihan penempatan, dan langsung diputuskan penempatan pada puskesmas pilihan yang dipilih bidan. Oleh karena tidak berjalannya sistem yang sudah ada pada Dinas Kesehatan Banjarbaru maka akan dirancang dan dibangun “Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Bidan di Kota Banjarbaru dengan Menggunakan Metode Entropy-Based Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process)” untuk menentukan penempatan bidan yang sesuai dengan kreteria yang sudah ditentukan. Dari hasil penelitian dan pengamatan dari sistem yang telah dibuat, dapat diketahui bahwa Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Bidan menggunakan metode Entropy- Based Fuzzy AHP ini mendapatkan keputusan yang sesuai dengan jumlah bidan yang diperlukan oleh tiap-tiap puskesmas.

Kata kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Penempatan Bidan, Metode Entropy.

(2)

1. PENDAHULUAN

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru merupakan suatu instansi pemerintah yang berperan penting dalam pembangunan kesehatan di Kota Banjarbaru dengan prioritas utamanya yaitu pembangunan kesehatan yakni pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin, pendayagunaan tenaga kesehatan, dan peningkatan pelayanan kesehatan di daerah Banjarbaru.

Untuk prioritas utama Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru salah satunya adalah penempatan bidan yang dilakukan agar jumlah bidan disetiap puskesmas sesuai dengan tenaga kesehatan yang dibutuhkan. Jumlah bidan yang ada diwilayah kerja Dinas Kesehatan Banjarbaru ada sebanyak Seratus orang bidan.

Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk membuat keputusan dalam MCDM. Analytical Hierarchy Process (AHP) telah digunakan dalam berbagai bidang sebagai alat untuk mengambil keputusan multi-kriteria dengan beberapa alternatif dan kriteria [4].

Fuzzy AHP merupakan penggabungan antara AHP dengan pendekatan fuzzy.

Beberapa metode dalam FAHP antara lain Pendekatan Van Laarhoven and Pedrycz, Fuzzy AHP Buckley, Metode Extent Analys’ Chang dan Metode Entropy-Based [3].

1.1. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Waktu penelitian 10 bulan dari Mei 2014 – Maret 2015.

1.2. Alat dan Bahan Penelitian

Pada penelitian ini peneliti menggunakan peralatan yaitu sebuah laptop dengan spesifikasi Processor AMD Intel-Core i3, RAM 2 GB, Hardisk 320 GB, Sistem Operasi “Microsoft Windows 7”, Delphi 7, Database “Microsoft Access 2007”. Bahan atau materi penelitian yang digunakan adalah data ataupun informasi yang telah didapatkan dari Dinas Kesehatan Banjarbaru dan beberapa puskesmas yang ada di wilayah Kota Banjarbaru serta beberapa jurnal penelitian dari internet.

1.3. Prosedur Penelitian 1.3.1 Analisis Kebutuhan

Tahap ini bertujuan untuk menganalisa terhadap kebutuhan sistem.

Pengumpulan data dalam tahap ini bisa dilakukan melalui sebuah penelitian, wawancara atau study literatur. Dimana data yang ada merupakan data yang telah diperoleh dari Dinas Kesehatan Banjarbaru berupa data-data bidan, dan hasil penilaian wawancara yang meliputi penilaian dari bidan-bidan tersebut.

1.3.2 Desain Sistem

Menganalisis hasil dari requirement menjadi sebuah ide-ide dalam pengembangan aplikasi, masalah-masalah yang mungkin terjadi, kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam pengembangan aplikasi ini. Setelah semua kebutuhan dianalisis, langkah selanjutnya adalah mendesain sistem dan perangkat lunak, yaitu melakukan perancangan sistem yang akan dibangun.

(3)

1.3.3 Implementasi dan Pengujian

Tahap selanjutnya adalah menerjemahkan desain sistem ke dalam aplikasi.

Bentuk implementasi dari sistem berupa penulisan program dan pembuatan basis data serta dokumentasi. Setelah aplikasi dibuat perlu dilakukan pengujian beberapa unit yang terdapat dalam sistem pada aplikasi tersebut. Apabila terdapat kekurangan pada unit maka sistem akan diperbaiki sampai masalah dapat teratasi.

1.3.4 Pemeliharaan dan Perawatan

Tahap dimana dimulai melakukan pengoperasian sistem, jika diperlukan melakukan perbaikan kecil atas kesalahan yang ada.

2. HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1. Analisis Kebutuhan

Gambar 1 Arsitektur dari Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Bidan 2.2. Analisis Masukan dan Keluaran

Pada proses pengumpulan data didapat beberapa data. Dari data tersebut akan dilakukan analisis yang akan menjadi masukan, yaitu sebagai berikut :

a. Data Bidan

Data Bidan merupakan data yang berasal dari daftar bidan yang akan dinilai.

b. Data Puskesmas

Data Puskesmas merupakan data puskesmas untuk mengetahui puskesmas yang membutuhkan bidan.

c. Data Kriteria Penilaian

Data Kriteria Penilaian merupakan data untuk menilai setiap kreteria yang ada untuk melakukan pembobotan. Data Kreteria.

d. Data Nilai Kriteria Bidan

Data Kriteria merupakan data kriteria apa saja yang ditetapkan dan digunakan untuk menilai lokasi penempatan bidan.

e. Data Hasil: Lokasi Bidan

Data Lokasi Bidan merupakan data untuk hasil proses perhitungan untuk melihat data Lokasi Bidan.

Sedangkan data yang akan menjadi keluaran/output dalam sistem yaitu Data keputusan merupakan data hasil perhitungan perbandingan setiap kriteria, kemudian digunakan perhitungan menggunakan algoritma Entropy-Based Fuzzy

(4)

AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk mendapatkan hasil akhir dari perangkingan nilai bidan tertinggi dan dari nilai tersebut dapat menentukan Lokasi Penempatan Bidan.

2.3. Analis Proses

Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Bidan Di Kota Banjarbaru Menggunakan Metode Entropy-Based Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process) ini dibuat dengan 4 (empat) jenis kriteria dalam penilaiannya yaitu jarak rumah dengan tempat kerja, pendidikan terakhir, pengalaman kerja bidan, dan Status bidan. Dimana masing-masing kritreria tersebut memiliki nilai-nilai kriteria penilaian yang akan menentukan hasil akhir sistem pendukung keputusan yang akan digunakan oleh para pengguna dalam menentukan suatu keputusan.

Untuk menentukan nilai bobot melihat hasil pengukuran tingkat kepentingan kreteria dan kemudian dihitung nilai matriks perbandingan bobot setiap kreterianya. Setelah itu melakukan perhitungan nilai matriks perbandingan antara bidan-bidan yang akan diproses.

Selanjutnya setelah mendapatkan nilai matriks perbandingan lalu dimasukkan nilai-nilai tersebut kedalam proses perhitungan Entropy-Based Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process). Dan sampai mendapatkan nilai hasil dari perhitungan-perhitungan yang dilakukan sebelumnya.

2.4. Analis Sistem 2.4.1 Login

Gambar 2 Use Case Diagram Login 2.4.2 Modul Data Master

Gambar 3 Use Case Diagram Modul Master

Modul Login

Login

ADMIN USER

Modul Data Master

Data Bidan

Data Nilai Kriteria Bidan Data Puskesmas

ADMIN USER

(5)

2.4.3 Modul Nilai

Gambar 4 Use Case Diagram Modul Nilai 2.4.4 Modul Laporan

Gambar 5 Use Case Diagram Modul Laporan 2.5. Perancangan Database

Berikut gambaran dari perancangan database sistem yang digambarkan secara konseptual yaitu :

Modul Nilai

Data Kretria Penilaian

Data Hasil

ADMIN USER

Laporan Laporan

Cetak Laporan

<< Extend >>

ADMIN USER

(6)

Berikut gambaran dari perancangan database sistem yang digambarkan secara physical yaitu :

Gambar 7 Perancangan database secara physical

2.6. Implementasi

Berikut akan ditampilkan implementasi dari perancangan User Interface yang telah dibuat sebelumnya :

a. Form Login

Pada form ini admin melakukan login dengan memasukkan username dan password. Kemudian sistem akan melakukan validasi. Saat admin memasukan data yang benar, maka akan masuk ke halaman menu utama, Sedangkan apabila data admin yang di masukan salah maka akan muncul pesan kesalahan

Gambar 8 Form Login

(7)

b. Menu Utama

Menu Utama merupakan form pertama yang akan tampil setelah admin login ke sistem. Menu utama terdiri dari data bidan, data kriteria bidan, analisa hasil. Data puskesmas dan Data Kriteria Penilaian.

Gambar 9 Form Menu Utama c. Form Data Bidan

Rancangan form Data Bidan meliputi data bidan. Form data bidan digunakan untuk melihat, mencari, menambah, mengedit dan menghapus, menyimpan data.

Gambar 10 Form Data Bidan d. Form Data Puskesmas

Form Puskesmas adalah form yang diakses untuk melihat, menambah, mengedit, menghapus dan menyimpan data.

(8)

Gambar 11 Form Puskesmas e. Form Nilai Kriteria

Form data penilaian kriteria adalah form yang diakses untuk menambah, mengedit, menghapus data, mensetting nilai, dan masuk kedalam form kriteria.

Gambar 8. Form Data Penilaian Kriteria f. Form Hasil

Form Hasil adalah form yang diakses untuk melihat nilai pilihan yang dipilih dan menyimpanya untuk di proses untuk melihat hasil Entropy Based Fuzzy AHP-nya dan dipuskesmas mana bidan tersebut ditempatkan.

(9)

Gambar 9. Form Hasil

Gambar 10. Form Lokasi Bidan 3. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dan pengamatan dari sistem yang telah dibuat, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

a. Langkah-langkah dalam metode Entropy-Based Fuzzy AHP yaitu : menghitung nilai perbandingan antar kriteria dengan analisi fuzzy, menghitung hitung Nilai_AHP antar bidan dengan menggunakan metode Entropy_based Fuzzy AHP dan menentukan penempatan bidan menggunkan algoritma prinsip penempatan berdasarkan nilai tertinggi dan tempat puskesmas asal.

b. Metode Entropy-Based Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process) bisa digunakan untuk membantu dalam pembuatan sistem pendukung keputusan penempatan bidan.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Cheng, C.-H., 1997, Evaluating naval tactical missile systems by fuzzy AHP based on the grade value of membership function, European Journal of Operational Research, 96 (2) : 343–350.

[2] Kahraman, Cengiz. 2008. Fuzzy Multi Criteria Decesion Making.Istanbul Technical University, Istanbul, Turkey.

[3] Saaty, T. L. 1994. Fundamental of Decision Making and Priority Theory with The Analitic Hierarchy Process Vol. VI. RWS Publications.

[4] Supriyono, WisnuAryaWardhana, dan Sudaryo. 2007. Sistem Pemilihan Pejabat Struktural Dengan Metode AHP.Yogyakarta.

.

Gambar

Gambar 1 Arsitektur dari Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Bidan  2.2.  Analisis Masukan dan Keluaran
Gambar 2 Use Case Diagram Login  2.4.2  Modul Data Master
Gambar 5 Use Case Diagram Modul Laporan  2.5.  Perancangan Database
Gambar 7 Perancangan database secara physical
+4

Referensi

Dokumen terkait

Adapun langkah-langkah pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) studi pendahuluan yaitu mengkaji teori-teori dan hasil penelitian yang relevan sesuai

Kegiatan pelayanan kesehatan hewan yang dilakukan oleh Petugas peternakan Kecamatan di Kabupaten Sinjai pada tahun 2011 dapat dilihat pada Tabel 29. Data Kegiatan

Putri an Irni, 2013, Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Inventory Turnover, dan Return On Equity Terhadap Price Earning Ratio pada Perusahaan Industri

Berdasarkan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik granul (G) berpengaruh tidak nyata pada tinggi bibit tanaman umur 2 dan 3 bulan

Perlakuan yang menghasilkan jumlah dan lebar daun paling tinggi adalah pada perlakuan kontrol (tanpa IBA dan NAA sama sekali) sedangkan terhadap peubah panjang daun yang tertinggi

Untuk jumlah kota lebih besar pada suatu kasus TSP, maka algoritma ACS akan menghasilkan hasil yang semakin baik ditinjau dari optimalisasi jarak tempuh. Selisih

Bahwa tentang alasan permohonan Pemohon yang menerangkan bahwa Kepala Desa Gazamanu Kecamatan Bawolato atas nama FAHUWUSA LASE melakukan kampanye dan sosialisasi

Struktur vegetasi mangrove di tingkat Tiang pada 10 stasiun penelitian di kepulauan Kari- mun Jawa, area pengamatan Tracking Mang- rove dan Pulau Menjangan Besar