BAB IV
KONSEP PERANCANGAN
A. TATARAN LINGKUNGAN
Dalam melakukan pembelian produk konsumen tidak mengetahui produk edisi terbaru hold project, konsumen mengeluhkan untuk mencari produk edisi terbaru, dikarenakan edisi terbaru hold project tercampur rata dengan produk yang sudah lama, adanya point of purchase edisi new release ini untuk memudahkan pada konsumen mengetahui produk hold project edisi new release.
Maka dari itu penulis merancang display point of purchase hold project ini adalah untuk memudahkan kepada konsumen agar dapat mengetahui produk edisi new release hold project, sehinga dapat menonjolkan suatu keistimewaan produk yang menarik perhatian konsumen dan menjadikan ketertarikan pengunjung untuk melakukan pembelian produk.
B. TATARAN SISTEM
Berdasarkan dalam wawancara pada narasumber secara langsung dalam perancangan point of purchase ini, penulis mencari permasalahan yang ada pada distro hold project. Sehingga dalam perancangan produk display point of purchase ini dapat disesuaikan secara baik dan benar.
Proses kinerja sistem point of purchase ini adalah penulis memanfaatkan pada dua sisi kiri dan kanan untuk memudahkan dalam operasional pekerjaan dan memasuki ruang tempat yang akan diletakkan. Sehingga memudahkan dalam proses sistem bongkar pasang.
Gambar 4. 1 Sistem Bongkar Pasang
Dalam penempatan produk item, penggunaan hanger pada bagian belakang dapat disesuaikan dengan ukuran lebar display, dan penggunaan hanger berwarna hitam dapat memberikan kesatuan pada dasar kayu jati belanda dengan warna coklat muda, dalam proses sistem untuk hanger bagian belakang dapat menahan beban pada produk yang ditempatkan, karena proses hanger memiliki 3 perekat pada sisi samping dan tengah.
Untuk kemudahan pada saat proses pengangkutan, penulis menggunakan roda pada bagian bawa produk dalam penggunaan roda dapat memudahkan produk display dibawa ataupun fungsi lainnya adalah roda ini memiliki penguncian buka tutup untuk penempatan produk yang akan di tempatkan.
Gambar 4. 3 Penguncian Roda Sumber : Fikri Jamalullail,2016 Gambar 4. 2 Hanger Tampak Belakang
Sumber : Fikri Jamalullail,2016
C. TATARAN PRODUK 1. Konsep Perancangan
Pengertian konsep menurut Bahri (2008:30) adalah satuan arti dalam mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri yang sama. Orang yang memiliki konsep memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapi, sehingga objek-objek yang ditempatkan dalam golongan tertentu.
Menurut Soedjadi (2000:14) pengertian konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata.
Dan menurut Singarimbun dan Effendi (2009) menguraikan pengertian konsep adalah generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu, sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena yang sama.
Konsep merupakan suatu kesatuan pengertian tentang suatu hal atau persoalan yang dirumuskan.
Dalam ketiga pengertian diatas diartikan konsep desain adalah sebuah gagasan ide dan menemukan permasalahan yang ada sehingga dapat memecahkan permasalahan dan menjadikan sebuah ide yang memberikan kesan kesatuan, kreatifitas dan keindahan.
Maka disini penulis merancang sebuah konsep display point of purchase yang dapat menyesuaikan kebutuhan atupun permasalahan yang terdapat pada distro hold project dalam penggayaan visual yang kreatif dan menyatukan sebuah konsep yang berada di toko hold project. Adapun kebutuhan yang terdapat pada desain sebagai berikut:
a. Portabel
Yaitu untuk memudahkan dalam pengangkutan dan memudahkan untuk di bawa dan memasuki ruang tempat
b. Fleksible
Yaitu produk yang dapat menyesuaikan kebutuhan yang terdapat pada hold project.
c. Kekuatan
Yaitu display yang dapat menahan produk hold project yang akan di display pada point of purchase.
Gambar 4. 4 Tampak Depan, Belakang Dan Samping Sumber : Fikri Jamalullail,2016
d. Ukuran Desain
Gambar 4. 5 Ukuran Desain Sumber : Fikri Jamalullail,2016
2. Proses Perancangan
No Gambar Keterangan
1 Dalam tahap awal proses
perancangan mencari referensi gambar display point of purchase yang bergaya vintage untuk perbandingan desain yang akan di kembangkan kembali.
Gambar 4. 6 Referensi Gambar Sumber : Fikri Jamalullail,2016
2 Tahap selanjutnya adalah sketsa gambar di atas kertas untuk memudahkan dan membayangkan suatu desain yang akan di buat dalam memasuki tahap desain digital.
3 Setelah sketsa gambar
penulis membuat desain digital , proses ini
memerlukan tahap-tahap yang akan di rancang dan memudahkan penulis untuk penggambaran secara detail melalui proses ini.
Gambar 4. 7 Sketsa Gambar Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 8 Desain 1 Sumber : Fikri Jamalullail,2016
4 Tahap selanjutnya penulis membuat beberapa alternative desain untuk memudahkan dalam memilih desain yang tepat.
5 Setalah melakukan
beberapa tahapan desain gambar, tahap desain inilah yang terpilih dan dapat di kembangkan melalui proses detailnya dan fungsinya.
Dalam desain ke-3 ini penulis melakukan tahap revisi desain.
Gambar 4. 9 Desain 2 Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 10 Desain 3 Sumber : Fikri Jamalullail,2016
6 Tahap selanjutnya penulis mengembangkan pada revisi yang sesuai dengan konsep awal yang di rancang. Dalam tahap ini penulis
memberikan perubahan pada sisi samping kiri dan kanan atas dan perubahan dalam penempatan produk pada sisi belakang.
7 Setelah melalui tahap proses
pengembangan, desain ini yang terpilih untuk proses tahap untuk di produksi, dalam bentuk display pop penulis memanfaatkan pada sebuah logo hold project itu sendiri dikarenakan, untuk memberikan konsep yang sama dan tidak berbeda.
Gambar 4. 11 Desain 4 Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 12 Desain 5 Sumber : Fikri Jamalullail,2016
8 - Tahap berikutnya adalah menentukan detail ukuran pada display yang akan melalui proses produksi agar memudahkan dalam proses produksi.
Sebelum masuk tahap produksi, desain perancangan harus di utamakan untuk memudahkan proses
produksi yang sesuai dengan desain yang sudah di
tentukan dengan bentuk dan ukuran.
Tabel 4. 1 Proses Perancangan Gambar 4. 13 Desain Final & Ukuran
3. Kelebihan & Kekurangan Display
Desain Display Kelebihan Kekurangan
- Desain mudah untuk melalui proses produksi - Desain yang
kokoh dan elegant.
- Mudah dibawa / didorong
- Desain vintage yang modern
- Desain produk yang cukup berat - Produk yang
cukup besar
- Desain mudah untuk melalui proses produksi - Desain mudah
untuk bongkar pasang
- Produk cepat rusak apabila terkena air
- Produk yang cukup besar
Tabel 4. 2 kelebihan & kekurangan Produk Gambar 4. 14 Desain Final
Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 15 Desain Bongkar Pasang Sumber : Fikri Jamalullail,2016
4. Proses Produksi
No. Proses Kinerja Produksi Keterangan
1 Tahap awal pencabutan
paku pada kayu jati belanda yang merupakan kayu dasar yang
digunakan valet 1 papan kayu.
2 Proses selanjutnya
adalah pemotongan bagian-bagian lembaran kayu dengan berbagai ukuran yang sudah ditentukan.
Gambar 4. 16 Pencabutan paku pada kayu Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 17 Pemotongan Kayu Sumber : Fikri Jamalullail,2016
3 Selanjutnya bagian kayu yang sudah melalui tahap potong di serut untuk menghaluskan pada bagian permukaan kayu dan menimbulkan serat kayu yang
dikeluarkan.
4 Pemasangan pada
seluruh bagian yang sudah terpotong untuk disatukan dengan menggunakan lem kayu dan paku agar dapat menambah kekuatan antara potongan kayu.
Gambar 4. 18 Penterutan Kayu Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 19 Pemasangan seluruh bagian kayu Sumber : Fikri Jamalullail,2016
5 Dan pemasangan pada sisi samping kanan dan kiri untuk sistem bongkar pasang pada display.
6 Tahap selanjutnya adalah
pemasangan baut menggunakan bor pada sisi tengah untuk penguncian yang berfungsi bongkar pasang pada sisi kanan &
kiri samping.
Gambar 4. 20 Pemasangan Pada Sisi Kanan dan Kiri Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 21 Pengeboran Baut Pada Sisi Samping Sumber : Fikri Jamalullail,2016
7 Tahap selanjutnya adalah proses pendempulan pada selruh bagian kayu berfungsi untuk
menutupi kayu yang berlubang dan
meratakan pada serat kayu.
8 Setelah itu, proses
pengamplasan yang sudah di beri dempul untuk meratakan dan menghaluskan seluruh bagian kayu.
9 Selanjutnya tahap
finishing yang di berikan vernis yang berfungsi untuk menghaluskan dan menonjolkan pada serat- serat kayu yang
menimbulan texture pada kayu.
Gambar 4. 22 Proses Pendempulan Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 23 Proses Pengamplasan Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 24 Proses Vernis Sumber : Fikri Jamalullail,2016
5. TATARAN ELEMEN
Penulis menggunakan ketebalan kayu jati belanda 2cm pada seluruh bagian produk, pada sisi tengan menggunakan ketebalan 15cm dilapisi balok karena ketebalan ini untuk menentukan untuk menempatkan hanger depan dan belakang sehingga ketebalan menjadi kokoh dan kuat. Dan pada sisi samping penempatan tas dan topi sisi samping menggunakan bongkar pasang untuk memudahkan penempatan dalam ruangan.
Gambar 4. 25 Kayu Jati Belanda Ukuran 2cm Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 26 Kayu jati belanda dilapisi kayu balok 15cm Sumber : Fikri Jamalullail,2016
6. Bentuk
Dalam bentuk display point of purchase hold project edisi new release ini penulis mengangkat bentuk dari memanfaatkan sebuah logo hold project tersebut, sehingga dalam konsep bentuk sama dengan konsep yang terdapat pada logo hold project yang dapat diartikan memberikan kesan ketegasan, kuat dan kokoh.
Logo Hold Project
Gambar 4. 27 Kayu jati belanda 2cm sisi samping kanan kiri, bongkar pasang
Sumber : Fikri Jamalullail,2016
Gambar 4. 28 Bentuk Display Sumber : Fikri Jamalullail,2016