• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Kendari, Januari 2018 Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari. SYAMSU ALAM, S.P., M.Si NIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Kendari, Januari 2018 Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari. SYAMSU ALAM, S.P., M.Si NIP"

Copied!
157
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari Tahun 2017

KATA PENGANTAR

Syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-NYA Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari mampu melaksanakan kegiatan tahun 2016 sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian. Kegiatan tahun 2017 merupakan tahun ketiga dari Rencana Strategis Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari selama 5 (lima) tahun untuk periode 2015-2019 dan diharapkan program kegiatan yang telah dilaksanakan mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan.

Laporan Tahunan 2017 ini berisi informasi tentang Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, kegiatan yang dialaksanakan dan capaiannya mencakup operasional teknis karantina tumbuhan dan karantina hewan, serta ketatausahaan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penyelenggaraan tugas dan fungsi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian. Kegiatan yang dilaporkan diharapkan dapat memberikan gambaran kinerja yang telah dicapai dan sekaligus dapat dijadikan bahan kajian dalam menentukan langkah strategis untuk penyempurnaan kegiatan dalam peningkatan pelayanan bagi masyarakat tahun mendatang.

Harapan kami, semoga laporan ini dapat berguna, dan sebagai dasar acuan kami lebih baik lagi kedepan serta ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas tersusunnya laporan ini. Saran dan perbaikan sangat kami harapkan sehingga kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari pada tahun mendatang dapat semakin meningkat.

Kendari, Januari 2018 Kepala Balai Karantina Pertanian

Kelas II Kendari

SYAMSU ALAM , S.P., M.Si NIP. 19610506 198303 1 004

(3)

IKHTISAR EKSEKUTIF

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkup Badan Karantina Pertanian – Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 yang berkedudukan di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara yang diberi tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta keamanan hayati yang bertujuan untuk mencegah masuk, keluar, dan menyebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) baik antar Negara maupun antar area di Wilayah NKRI dalam rangka kelestarian sumber daya alam hayati.

Pelaksanaan tugas dan kegiatan tahun 2017 dibiayai dari DIPA APBN Nomor : No. DIPA-018.12.2.526615/2017 tanggal 30 November 2016 dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 11.094.149.000,- (Sebelas milyar sembilan puluh empat juta seratus empat puluh sembilan ribu rupiah),- dan digunakan untuk membiayai kelancaran pelaksanaan

tugas operasional serta untuk peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur dalam mendukung kegiatan operasional perkarantinaan. Anggaran dimaksud terdiri dari :

Belanja pegawai sebesar Rp. 3.268.878,- dengan realisasi 99,46% atau sebesar Rp.

3.252.564.228,-

Belanja barang sebesar Rp. 4.927.252.000,- dengan realisasi 93,28% atau sebesar Rp. 4.595.987.019,-

Belanja modal sebesar Rp. 2.298.019.000,- dengan realisasi 98,28% atau sebesar Rp. 2.848.301.500,-

Pelaksanaan kegiatan tahun 2017 dimaksudkan untuk efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi karantina pertanian dengan capaian sebagai berikut:

Jumlah sertifikat karantina impor, ekspor dan antar area terhadap media pembawa OPTK dan HPHK melalui tindak karantina terealisasi 14.642 sertifikat. Mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2016 yaitu 12.869 sertifikat.

Dukungan operasional pemantauan HPHK/OPTK dapat terlaksana terlaksana.

(4)

Pelaksanaan pengawasan dan penindakan tindak pidana karantina pertanian dengan capaian 5 kali penahanan, tindakan penolakan dan tindakan pemusnahan tidak ada.

Penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) mengalami kenaikan 177% jika

dibandingkan tahun 2016. Total PNBP yang disetorkan ke kas Negara di tahun 2017 ini adalah Rp. 330.188.578,-. Nilai ini juga melampaui target yang ditetapkan yaitu Rp. 132.583.000,-.

Akreditasi laboratorium dengan standar ISO 17025:2005 oleh Komite Akreditasi Nasional dapat dipertahankan

Dukungan manajemen UPT berupa perencanaan dan keuangan, kepegawaian dan

tata usaha, dan dukungan perlengkapan (sarana dan prasarana) telah dikelola dengan baik yang ditandai dengan keberhasilan mempertahankan sertifikat ISO 9001:2008 dan mendapat penilaian sebagai UPT dengan predikat baik atau zona hijau dalam penyelenggaraan standar pelayanan publik (SPP) oleh Ombudsman RI.

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

IKHTISAR EKSEKUTIF ii

DAFTAR ISI iii

DAFTAR TABEL v

DAFTAR GAMBAR vii

DAFTAR LAMPIRAN viii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan 4

C. Keadaan Umum Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari 5

1. Struktur Organisasi 5

2. Wilayah Kerja 6

3. Keadaan Geografis, Potensi Wilayah dan Situasi HPHK dan OPTK

9

BAB II : DUKUNGAN MANAJEMEN UPT

A. PERENCANAAN DAN KEUANGAN 12

1. Anggaran Belanja 13

2. Realisasi Anggaran 13

3. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 14

4. Usulan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2018 15

B. KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA 15

C. PERLENGKAPAN (SARANA DAN PRASARANA) 21

A) Benda Tidak Bergerak 21

B) Benda Bergerak 25

BAB III : KEGIATAN OPERASIOANAL

A. KARANTINA HEWAN 29

a. Tindakan Karantina Hewan Terhadap Media Pembawa HPHK yang Diimpor

29 b. Tindakan Karantina Hewan Terhadap Media Pembawa

HPHK yang Diekspor

29 c. Tindakan Karantina Hewan Terhadap Media Pembawa

HPHK yang Diantarareakan

31

d. Penggunaan Dokumen Karantina Hewan 39

e. Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK 40

f. Kegiatan Koleksi HPHK 44

g. Kegiatan Intersepsi HPHK 45

(6)

h. Kegiatan pengawasan Keamanan Hayati Hewani 45 B. SERTIFIKASI KARANTINA TUMBUHAN DAN PENGAWASAN

KEAMANAN HAYATI NABATI

46

a. Tindakan Karantina Tumbuhan Impor 46

b. Tindakan Karantina Tumbuhan Ekspor 47

c. Tindakan Karantina Tumbuhan Antar Area 47

d. Penggunaan Dokumen Karantina Tumbuhan 57

e. Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar OPTK 57

f. Kegiatan Koleksi OPTK 63

g. Kegiatan Intersepsi OPTK 64

h. Kegiatan pengawasan Keamana Hayati Nabati 65 C. PENGAWASAN DAN PENINDAKAN TINDAK PIDANA

KARANTINA

64

BAB IV KEGIATAN LAIN-LAIN

A. Koordinasi / Kerjasama Dengan Instansi Terkait 66 B. Apresiasi / Sosialisasi / Workshop / Seminar / Pelatihan 66

C. Kegiatan Public Awareness 66

E. Akreditasi Laboratorium 68

F. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan Standar Pelayanan Publik (SPP)

69

BAB V PERMASALAHAN DAN SOLUSI

1. Permasalahan 71

2. Solusi 72

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan 76

b. Saran 77

(7)

DAFTAR TABEL

Hal Tabel 1 : Kondisi Umum wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II

Kendari

7

Tabel 2 : Perbandingan Anggaran Belanja antara DIPA TA 2015 dan TA 2017

13

Tabel 3 : Realisasi Anggaran Belanja di BKP Kelas II Kendari TA 2017 14 Tabel 4 Target dan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari TA. 2013 – 2017

15

Tabel 5 : Data Kegiatan Surat Menyurat Tahun 2017 20

Tabel 6a : Resume Tindakan Karantina Hewan (Tindakan 8P) di BKP II Kendari Tahun 2017

33

Tabel 6b : Resume Tindakan Karantina Tumbuhan (Tindakan 8P) di BKP II Kendari Tahun 2017

51

Tabel 7a : Perkembangan Hasil Pelaksanaan Tindakan Pemeriksaan dan Pembebasan Karantina Hewan di BKP II Kendari Selama 5 Tahun Terakhir

35

Tabel 7b : Perkembangan Hasil Pelaksanaan Tindakan Pemeriksaan dan Pembebasan Karantina Tumbuhan di BKP II Kendari Selama 5 Tahun Terakhir

54

Tabel 8a : Penggunaan Dokumen Karantina Hewan di BKP II Kendari Tahun 2017

39

Tabel 8b : Penggunaan Dokumen Karantina Tumbuhan di BKP II Kendari Tahun 2017

57

Tabel 9a : Hasil Temuan HPHK di BKP II Kendari Tahun 2017 45 Tabel 10 : Sosialisasi Media Cetak/Media Online Tahun 2017 67

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Peta Sebaran Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari

8

Gambar 2 : Peta Daerah Sebar HPHK Pada Sapi dan Kerbau di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2016

41

Gambar 3 : Peta Daerah Sebar HPHK Pada Unggas di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2016

42

Gambar 4 : Peta Daerah Sebar HPHK Pada Carnivora di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2016

43

Gambar 5 : Peta Daerah Sebar HPHK Pada Kambing dan Domba di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2016

44

Gambar 6 : Peta daerah sebar Leifsonia xyli subs. Xyli dan Pantoea stewartii 61 Gambar 7 : Peta daerah sebar Dysmococcus neobrevipesdan Planococcus

lilacinus

62

Gambar 8 : Peta daerah sebar Phytophthora citrophthora spp 63

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Daftar Urut Kepangkatan (DUK) Pegawai BKP Kelas II Kendari Per Desember 2017

Lampiran 2 : Daftar Diklat, Rekonsiliasi, Rapat, Sosialisasi, Seminar, Apresiasi, Workshop dan Koordinasi yang diikuti Pegawai Selama Tahun 2017 Lampiran 3 : Daftar Mutasi Kenaikan Pangkat Tahun 2017

Lampiran 4 : Daftar Mutasi Kenaikan Gaji Berkala (KGB) Tahun 2017 Lampiran 5 : Daftar Mutasi Pegawai Tahun 2017

Lampiran 6 : Data Tenaga Kontrak 2017

Lampiran 7 : Data Barang Milik Negara yang Dihapus Tahun 2017 Lampiran 8 : Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan Gabungan

Intrakomtabel dan Ekstrakomtabel Tahun 2017

Lampiran 9 : Rekapitulasi Kegiatan Ekspor Hewan, Bahan Asal Hewan, Dan Hasil Bahan Asal Hewan 2017

Lampiran 10 : Rekapitulasi Kegiatan Domestik Masuk Hewan, Bahan Asal Hewan, Dan Hasil Bahan Asal Hewan 2017

Lampiran 11 : Rekapitulasi Kegiatan Domestik Keluar Hewan, Bahan Asal Hewan, Dan Hasil Bahan Asal Hewan 2017

Lampiran 12 : Rekapitulasi Pelaksanaan Kegiatan Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Media Pembawa HPHK 2017

Lampiran 13 : Data hasil pemantauan HPHK 2017 Lampiran 14 : Data Hasil Intersepsi HPHK 2017

Lampiran 15 : Rekapitulasi Kegiatan Impor Media Pembawa OPTK 2017 Lampiran 16 : Rekapitulasi Kegiatan Ekspor Media Pembawa OPTK 2017 Lampiran 17 : Rekapitulasi Kegiatan Domestik Masuk Media Pembawa OPTK

2017

Lampiran 18 : Rekapitulasi Kegiatan Domestik Keluar Media Pembawa OPTK 2017

Lampiran 19 : Rekapitulasi Pelaksanaan Kegiatan Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Media Pembawa OPTK 2017

Lampiran 20 : Data hasil pemantauan OPTK 2017 Lampiran 21 : Data Hasil Intersepsi OPTK2017

(10)
(11)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kekayaan sumber alam hayati Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri dan dijaga kelestariannya. Salah satu kekayaan alam hayati yang dimaksud adalah aneka ragam jenis hewan dan tumbuhan. Keanekaragaman jenis hewan dan tumbuhan tersebut merupakan salah satu modal dasar dan sekaligus sebagai faktor dominan yang perlu diperhatikan dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sudah menjadi tugas bangsa dan negara untuk menjaga kelestarian ragam hewan dan tumbuhan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari berbagai macam ancaman yang berbahaya. Salah satu ancaman yang dimaksud adalah hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Dalam rangka perlindungan kekayaan alam hayati tersebut di atas, Pemerintah melalui Undang-Undang No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada Badan Karantina Pertanian untuk melaksanakan perkarantinaan di Indonesia dalam rangka perlindungan kekayaan alam hayati dan nabati di seluruh wilayah Indonesia.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkup Badan Karantina Pertanian – Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri

(12)

Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 yang berkedudukan di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tugas untuk melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, pengawasan lalu lintas media pembawa keamanan hayati hewani dan nabati, serta penyelenggara fungsi-fungsi lainnya seperti:

a. Penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan;

b. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK);

c. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK;

d. Pelaksanaan pembuatan Koleksi HPHK dan OPTK;

e. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

f. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan tumbuhan;

g. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

h. Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi, dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan;

i. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati;

j. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

(13)

Seiring era globalisasi dan liberalisasi perdagangan (free trade), serta kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di bidang transportasi, travel dan telekomunikasi sehingga berdampak pada pembentukan kelompok- kelompok ekonomi dunia seperti Asian Free Trade Area (AFTA), North America Free Trade Area (NAFTA), European Economic Commision (EEC), dan Asia Pacific Economic Corporation (APEC). Kondisi tersebut membawa konsekuensi intensitas dan frekuensi arus lalu lintas orang dan barang antar negara cenderung semakin meningkat.

Mengacu pada fungsi dan peranan karantina pertanian dalam era globalisasi dan liberalisasi perdagangan serta tuntutan masyarakat untuk mengonsumsi produk-produk pertanian yang halal, jaminan akan keamanan (safety), mutu (quality), kesehatan (healthy), dan keutuhan (wholesomeness), maka Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari yang merupakan bagian dari sistem perlindungan tanaman, sehingga memposisikan diri bersama-sama dengan unit kerja lainnya untuk turut serta membantu meningkatkan kualitas pengawasan lalulintas produk pangan/media pembawa HPHK/OPTK guna mempertahankan Sulawesi Tenggara dari ancaman masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK) serta keamanan hayati hewani/nabati.

Karantina pertanian merupakan salah satu lembaga teknis yang erat kaitannya dengan tugas dan fungsi instansi lain untuk mendukung program kesehatan hewan nasional, sistem pembibitan nasional dan sistem lainnya yang ada di Kementerian Pertanian. Tugas dan fungsi teknis yang ada di Kementerian

(14)

Pertanian sangat erat kaitannya dengan tugas dan fungsi teknis yang ada di kementerian/lembaga negara lainnya dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional, seperti sistem transportasi umum (public transportation system), sistem perdagangan, dan sistem kesehatan demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.

B. Tujuan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari Tahun Anggaran 2017 disusun dengan tujuan sebagai berikut:

 Memberi gambaran tentang pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari selama tahun 2017 sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan dan fungsi.

 Sebagai bahan evaluasi dan kajian bagi pimpinan dalam menentukan

langkah-langkah strategis maupun kebijakan kedepan dalam pelaksanaan tugas dan dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari.

 Sebagai bahan acuan dalam menyusun perencanaan, penyempurnaan, dan pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang.

 Sebagai bahan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan kegiatan

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari yaitu kegiatan yang telah dilakukan pada Seksi Karantina Hewan, Seksi Karantina Tumbuhan, Subbagian Tata Usaha, kegiatan laboratorium, serta pelayanan fungsional lainnya.

(15)

 Sebagai bahan informasi terhadap tingkat pencapaian kinerja Balai Karantina

Pertanian Kelas II Kendari pada tahun 2017.

C. Keadaan Umum Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari 1. Struktur Organisasi

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari merupakan penggabungan dari dua unit pelaksana teknis dari Badan Karantina Pertanian yaitu Stasiun Karantina Hewan Kelas II Kendari dan Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Kendari. Kedua Unit Pelaksana Teknis ini masing-masing dipimpin oleh Kepala Stasiun eselon IVb Sejak tanggal 3 April 2008 kedua UPT ini digabung menjadi satu UPT dengan nama Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari. Penggabungan kedua Unit Pelaksana Teknis ini berdasarkan Permentan Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian. Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari dipimpin oleh Kepala Balai eselon IIIb yang membawahi Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Karantina Hewan, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan, dan Kelompok Jabatan Fungsional baik jabatan fungsional tertentu maupun fungsional umum sebagaimana bagan struktur organisasi di bawah ini. Kepala Balai berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian.

Bagan Struktur Organisasi Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari berdasarkan Permentan Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 sebagai berikut :

(16)

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II KENDARI

2. Wilayah Kerja

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 44/Permentan/OT.140/3/2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL :

 Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner

 Pengendali Organisme Tumbuhan ( POPT Ahli dan POPT Terampil )

KEPALA BALAI ( Eselon IIIb )

SUB.BAG. TATA USAHA ( Eselon IVb)

SEKSI

KARANTINA HEWAN ( Eselon IVb) SEKSI

KARANTINA TUMBUHAN ( Eselon IVb)

(17)

Pertanian Nomor 94/Permentan/OT.140/12/2011 tentang tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa penyakit hewan karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, BKP II Kendari memiliki 11 (sebelas) Wilayah Kerja (wilker). Dari 11 wilker tersebut, belum seluruhnya ditempatkan petugas karantina. Berikut kondisi secara umum 11 wilker dimaksud :

Tabel 1. Kondisi Umum wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari

No Nama Wilker Alamat

Kegiatan

Operasional Jml Petugas

KT

Jml Petugas

KH

Ket Im Ek Dm

1 Pelabuhan

Kendari Kendari 4 2 Aktif

2 Pelabuhan

Baubau Baubau 2 2 Aktif

3

Pelabuhan Penyeberangan Kolaka

Kolaka - 2 3 Aktif

4 Pelabuhan Raha Muna - - 1 1 Aktif

5 Pelabuhan Tobaku

Kolaka

Utara - - 1 2 Aktif

6 Pelabuhan

Wanci Wakatobi - - - - Tidak Aktif

7 Pelabuhan

Kabaena Bombana - - - - Tidak Aktif

8 Bandara Haluoleo /WMI

Konawe

Selatan - 4 3 Aktif

9 Bandara Sangia

Nibandera Kolaka - - Idem Pel.

Kolaka

Idem Pel.

Kolaka

Pengawasan Wilker Pel.

Peny. Kolaka

10 Bandara

Betoambari Baubau - - Idem Pel.

Baubau

Idem Pel.

Baubau

Pengawasan Wilker Pel.

Baubau

11 Kantor Pos

Kendari Kendari - - Idem Pel.

Kendari

Idem Pel.

Kendari

Pengawasan Wilker Pel.

Kendari

(18)

Keterangan :

Im: Impor, Ek : Ekspor, Dm : Domestik/antar area

Adapun lokasi-lokasi wilker dimaksud, sebagaimana disajikan dalam Gambar 1 berikut.

Gambar 1. Peta Sebaran Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari

(19)

3. Keadaan Geografis, Potensi Wilayah dan Situasi HPHK dan OPTK

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Secara geografis terletak di bagian Selatan Garis Khatulistiwa, memanjang dari Utara ke Selatan di antara 02°45'-06°15' Lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur di antara 120°45'-124°45' Bujur Timur.

Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi NTT di Laut Flores, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Maluku di Laut Banda dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan di Teluk Bone. Sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara (74,25 persen atau 110.000 km²) merupakan perairan (laut). Sedangkan wilayah daratan, mencakup jazirah tenggara Pulau Sulawesi dan beberapa pulau kecil, adalah seluas 38.140 km² (25,75 persen).

1. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah beriklim tropis dengan curah hujan dipengaruhi oleh oleh perbedaan iklim dan musim sehingga sangat cocok untuk pengembangan pertanian, perkebunan dan peternakan.

2. Potensi perkembangan dan pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara didukung oleh komoditas unggulan sebagai berikut :

1. Pertanian : meliputi kakao, kopi, lada, vanili, kelapa dan kacang mede

2. Kehutanan : meliputi kayu gelondongan dan kayu kegergajian

(20)

3. Perikanan : meliputi ikan tuna, rumput laut , udang, ikan cakalang

4. Peternakan : meliputi Sapi, Kerbau, Kambing, unggas dan hewan kesayangan 5. Pertambangan : meliputi, nikel, marmer, aspal,

onix, batu setengah permata dan batu gamping

3. Komoditas lain di bidang pertanian yang tidak kalah pentingnya memberi andil dalam perkembangan dan pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara adalan peternakan unggas, hewan kecil, dan kesayangan, perkebunan kelapa sawit, perkebunan jahe, padi dan palawija serta hasil olahan kakao yang telah dilakukan eksport ke Eropa.

4. Komoditas di Sulawesi Tenggara yang perlu dijaga dari ancaman masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK serta tanaman hayati terdiri dari :

- Peternakan dengan populasi229.330 sapi potong, 2.053 kerbau, 174 kuda, 63.482 kambing, 22 domba, dan 16.939 babi, Populasi unggas di Sulawesi Tenggara terdiri dari 1.637.744 ayam local, 103.936 ayam ras petelur, 4.651.474 ayam ras pedaging, 120.437 itik, dan 45.261 itik Manila. Dengan populasi ternak yang cukup tinggi, terjadi banyak lalu lintas hewan dan produk hewan yang masuk dan keluar dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Tingginya lalu lintas hewan dan produk hewan ini berpotensi menunjang penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

- Pertanian dan perkebunan dengan hasil produksi pertanian terdiri dari padi 657.734 ton, jagung 65.790 ton, kedelai dan kacang-kacangan

(21)

8.136 ton, kakao 161.514 ton, kopi 2.920 ton, vanili 60 ton, lada 4.378 ton, kelapa dalam 41.303 ton dan kelapa hybrida 3.514 ton, kacang mede 24.495 ton dan tebu 80 ton.

- Kehutanan dengan luas lahan dan hutan konservasi 94 ha, lahan dan hutan produksi 402 ha.

5. Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara ras sapi terbesar merupakan spesies Sapi Bali, salah satu penyakit yang sering menyerang hewan tersebut adalah Jembrana, dan wilayah Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah yang bebas penyakit tersebut.

(22)

BAB II

DUKUNGAN MANAJEMEN UPT

A. Perencanaan dan Keuangan

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari sebelum melaksanakan kegiatan operasionalnya, baik kegiatan operasioanal yang bersifat teknis maupun kegiatan operasional yang bersifat administratif mengacu pada program kerja yang ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian sebagai eselon I dari UPT-UPT yang ada di daerah.

Pada tahun 2017 Badan Karantina Pertanian menetapkan Program Peningkatan Kualitas Perkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati. Untuk melaksanakan program ini, Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari membuat rencana kegiatan dengan rincian biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan yang dimaksud.

Usulan rencana kerja yang dibuat ditingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) dituangkan dalam Kertas Kerja Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) yang dilengkapi dengan TOR serta data pendukung lainnya yang dibutuhkan. Usulan disampaikan ke Badan Karantina Pertanian untuk dibahas pada rapat kerja nasional, rapat pembahasan pagu indikatif, dan finalisasi RKAKL untuk dituangkan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

(23)

1. Anggaran Belanja

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari pada Tahun Anggaran 2017 mengelola anggaran berdasarkan No. DIPA-018.12.2.526615/2017 tanggal 30 November 2016 sebesar Rp.11.094.149.000,- (Sebelas milyar sembilan puluh empat juta seratus empat puluh sembilan ribu rupiah) Perbandingan alokasi anggaran tahun 2017 dengan alokasi anggaran tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini:

Tabel 2. Perbandingan Anggaran Belanja antara DIPA TA 2015 dan TA 2017

No. Uraian Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja

Modal Jumlah

1. DIPA

TA 2016 3.061.447.000 4.297.207.000 4.439.740.000 11,798,394,000

2. DIPA TA 2017

3.268.878.000 4.927.252.000 2.898.019.000

11.094.149.000

2. Realisasi Anggaran

Pelaksanaan DIPA Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari tahun 2017 dilihat dari realisasi keuangan perjenis belanja yaitu belanja pegawai (51), belanja barang (52), dan belanja modal (53) sebagaimana tercantum pada Tabel 3.

(24)

Tabel 3. Realisasi Anggaran Belanja di BKP Kelas II Kendari TA 2017

URAIAN ANGGARAN REALISASI % Saldo

Belanja Pegawai 3,268,878,000.00 3,252,564,228.00 99.46 16,313,772.00 Belanja Barang 4,927,252,000.00 4,595,987,019.00 93.28 331,264,981.00 Belanja Modal 2,898,019,000.00 2,848,301,500.00 98.28 49,717,500.00 Jumlah Belanja 11,094,149,000 10,696,852,747 96.42 397,296,253.00

Pengembalian Belanja (1,460,166) 0

Jumlah Belanja 11,094,149,000 10,695,392,581 96.41 398,756,419.00

Realisasi anggaran Belanja kegiatan tahun 2017 mencapai 94,41%.

3. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari tahun 2017 terdiri dari Penerimaan Fungsional sebesar Rp. 291,016,146.- (Dua ratus Sembilan puluh satu juta enambelas ribu seratus empat puluh enam rupiah) dan penerimaan umum sebesar Rp. 39,172,432.- (tiga puluh Sembilan juta seratus tujuh puluh dua ribu empat ratus tiga puluh dua rupiah) sehingga total PNBP tahun 2017 sebesar Rp. 330,188,578.- (tiga ratus tiga puluh juta seratus delapan puluh delapan ribu lima ratus tujuh puluh delapan rupiah). Penerimaan Negara Bukan Pajak selama tahun 2017 seluruhnya telah disetor ke kas negara.Perkembangan target dan realisasi PNBP selama 5 tahun terakhir sebagaimana Tabel 4 di bawah ini.

(25)

Tabel 4. Target dan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari TA. 2013-2017

Tahun Anggaran Target PNBP Realisasi PNBP Presentase (%)

2013 90,000,000,- 95,232,717,- 106

2014 112,000,000,- 104,243,576,- 93

2015 110,000,000,- 153,091,535,- 139

2016 120,000,000,- 169,679,968.- 141

2017 132,583,000,- 330,188,578.- 249,04

4. Usulan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2018

Untuk tahun 2018 BKP II Kendari telah mengusulkan anggaran ke Badan Karantina Pertanian sebesar 14.502.949.000,- (empat belas miliyar lima ratus dua juta Sembilan ratus empat puluh Sembilan ribu rupiah), dengan program kegiatan peningkatan kualitas perkarantinaan pertanian dan pengawasan keamanan hayati.

B. Kepegawaian dan Tata Usaha 1. Kondisi Umum Pegawai

Pelaksanaan kegiatan terkait dengan kepegawaian dan ketatausahaan Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari selama tahun 2017 bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi setiap pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Balai tentang Uraian Tugas Pegawai serta Sasaran Kerja Pegawai yang ditandatangani bersama dengan atasan langsung.

(26)

Jumlah Pegawai Negeri Sipil lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari sampai akhir tahun 2017, berjumlah 48 (empat puluh delapan) orang terdiri dari :

1. Pejabat Sruktural : 4 orang

2. Fungsional Medik/Paramedik Veteriner : 7 orang 3. Fungsional POPT Ahli/Terampil : 15 orang

4. Fungsional umum : 22 orang

2. Daftar Urut Kepangkatan Pegawai

Berdasarkan kepangkatan, pangkat tertinggi pegawai adalah IV/a sebanyak 2 pegawai. Sedangkan yang paling rendah adalah II/a sebanyak 1 pegawai. Berikur diagram komposisi pegawai menurut kepangkatan.

Diagram 1. Komposisi Pegawai BKP II Kendari Berdasarkan Pangkat/Golongan

Data terperinci daftar urut kepangkatan pegawai dapat dilihat pada Lampiran 1.

(27)

3. Pendidikan/Pelatihan yang Diikuti Pegawai

Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari selalu mendorong para pegawainya untuk mengikuti pelatihan, apresiasi, seminar maupun inhouse training baik yang bersifat teknis, aplikasi maupun administrasi. Kegiatan-kegiatan peningkatan SDM ini dilakukan pada tingkat lokal, regional maupun nasional dengan tujuan untuk mensukseskan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara. Total jumlah kegiatan yang diikuti oleh pegawai untuk meningkatkan kapasitas pegawai sejumlah 104 kegiatan. Data pendidikan/pelatihan yang diikuti pegawai dapat dilihat pada Lampiran 2.

4. Kenaikan Pangkat dan Kenaikan Gaji Berkala

Pada tahun ini, sejumlah 23 orang pegawai menerima kenaikan gaji berkala (KGB), 6 pegawai naik pangkat, dan 2 pegawai naik pangkat jabatan fungsional. Data pegawai yang mendapat KGB, kenaikan pangkat dan jabatan terlampir dalam Lampiran 3 dan Lampiran 4.

5. Mutasi dan Penambahan Pegawai (CPNS dan THL)

Di tahun 2017 ini terjadi mutasi pegawai karena pergantian jabatan, yaitu Kepala Balai dan Kepala Seksi Karantina Hewan. Kepala Balai sebelumnya, Hasrul, S.P. mutasi alih tugas ke BBKP Belawan. Sebagai penggantinya adalah Syamsu Alam, S.P.., M.Si. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SKP I Samarinda. Sedangkan Kepala Seksi

(28)

Karantina Hewan drh. I Wayan Kertanegara alih tugas ke SKP Sorong sebagai Kepala UPT. Sebagai penggantinya adalah drh. Agus Karyono, M.Si. yang sebelumnya bertugas di BBKP Tanjung Priok.

Tahun ini BKP II Kendari tidak ada penambahan pegawai dari CPNS. Penambahan pegawai hanya dari THL. Pegawai yang pensiun juga tidak ada. Data mutasi pegawai, dan THL terlampir dalam Lampiran 5 dan Lampiran 6.

6. Penghargaan/Tanda Jasa dan Hukuman/Sanksi Pegawai

Di tahun ini tidak ada pegawai yang mendapatkan penghargaan/tanda jasa. Juga tidak ada pegawai yang mendapat hukuman/sangsi.

7. Pegawai yang Mengusulkan DUPAK

Pegawai yang mengusulkan DUPAK ke tim penilai berjumlah 21 orang terdiri dari 15 orang pejabat fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), 2 orang pejabat fungsional medik veteriner (MV) dan 4 orang pejabat fungsional paramedik veteriner (PMV).

8. Kondisi Perpustakaan

Perpustakaan BKP II Kendari berupa buku kumpulan peraturan, laporan pelaksanaan kegiatan dan buku juklak atau juknis pelaksanaan kegiatan. Tidak ada penambahan buku-buku baru melalui pengadaan.

9. Kegiatan Administrasi/Tata Persuratan

(29)

Kegiatan administrasi pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari meliputi perencanaan kegiatan, pengelolaan data kepegawaian, pengelolaan keuangan, pengelolaan BMN dan sistem manajemen serta kegiatan ketatausahaan berupa pencatatan, pengetikan, penggandaan, pendistribusian dan pengarsipan dokumen, surat menyurat termasuk penerbitan Surat Keputusan, Surat tugas dan laporan pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan administrasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan fasilitasi kegiatan pokok melakukan layanan sertifikasi Karantina Pertanian bentuk kegiatanya dibagi menjadi 2 yaitu :

a. Dukungan teknis dan administrasi pelayanan sertifikasi karantina pertanian

Kegiatan dukungan teknis dan administrasi pelayanan sertifikasi output pelaksanaan kegiatannya adalah sebagai berikut :

 Tersususnya usulan kegiatan dan anggaran tahun 2017

 Terlaksananya pengelolaan keuangan dan perlengkapan

 Terlaksananya penyusunan laporan dan evaluasi

 Terlaksananya fasilitasi pengembangan SDM

 Terlaksananya pengelolaan tata laksana operasional dan rumah tangga.

b. Layanan Perkantoran

(30)

Layanan perkantoran diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan belanja pegawai, penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran.

Output yang dicapai pelaksanaan kegiatan ini adalah :

 Terlaksananya pembayaran gaji dan tunjangan pegawai

 Terlaksananya penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran

Pengelolaan Rumah Tangga Perkantoran Penyelenggaraan administrasi ditandai dengan aktifitas surat menyurat dan penerbitan Surat Keputusan Kepala Balai yang terjadi selama kurun waktu 12 bulan. Perkembangan kegiatan surat menyurat dan penerbitan surat keputusan selama tahun 2017 sebagaimana tercantum pada tabel 5 di bawah ini:

Tabel 5. Data Kegiatan Surat Menyurat Tahun 2017

NO JENIS SURAT JUMLAH

(surat)

1. Surat Masuk 682

2. Surat Keluar 1.787

3. Surat Keputusan 53

JUMLAH 2.522

10. Indeks Kepuasan Masyarakat

Hasil perhitungan secara keseluruhan unsur nilai Indeks Kepuasan Masyarakat di Unit Pelayanan Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari

(31)

semester II tahun 2017 yakni 89,01 kreteria Sangat Baik. Nilai IKM semester II tahun 2017 relatif sama dibandingkan dengan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat semester I tahun 2017 yakni 89,21 (sangat baik) dengan jumlah responden 150. Namun sedikit lebih rendah bila dibandingkan tahun 2016 yaitu 89,19 (Sangat Baik). Dengan demikian ada penurunan sejumlah 0,18 dan relatif dapat dipertahankan selama kurun waktu 2017. Penurunan ini karena jumlah responden wilker yang baru (Wilker Pelabuhan Raha dan Wilker Pelabuhan Tobaku) lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2016, Wilker Tobaku hanya 8 responden, wilker Raha 10 responden. Sedangkan tahun 2017 masing- masing 15 responden. Penurunan nilai IKM tersebut memungkinkan, karena kedua wilker tersebut belum menerapkan SMM ISO 9001:2008.

Dari empat belas (14) unsur pelayanan yang dinilai, unsur kepastian jadwal pelayanan menempati urutan pertama dengan nilai 3,63 (sangat baik) sedangkan unsur yang paling rendah adalah unsur kenyamanan lingkingan Pelayanan dengan nilai 3,50 (sangat baik)

C. Perlengkapan (Sarana dan Prasarana)

Sarana dan Prasarana yang dimiliki Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari terdiri dari:

A) Benda tidak bergerak, meliputi:

a) Tanah

Tanah yang dimiliki Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari

(32)

terdiri 8 (delapan) kapling dengan nilai Rp. 62.563.577.000,-. Rincian tanah berdasarkan luas, alamat lokasi, status kepemilikan dan peruntukannya sebagai berikut yakni :

 Tanah seluas 118.029 m2 berstatus sertifikat hak pakai di Jl. Prof. M.

Yamin, Kec. Puwatu, Kota Kendari dipakai untuk bangunan kantor, instalasi KH, bangunan tempat kerja lainnya, bangunan rumah negara, dan bangunan mess.

 Tanah bangunan karantina seluas 118.029 m2 berstatus sertifikat hak pakai di Jalan Prof. M. Yamin Puwatu, dengan bangunan Kantor 2 unit, gudang tertutup 3 unit, bangunan gedung laboratorium 2 unit, bangunan gedung tempat ibadah, gedung pos jaga 3 unit, gedung garasi permanen 1 unit, gedung garasi semi permanen 1 unit, bangunan gedung krematorium 1 unit, bangunan lantai jemur 1 unit, bangunan untuk kandang 3 unit, bangunan gedung tempat kerja lainnya 13 unit, rumah negara gol. II tipe C 3 unit, mes 1 unit dan pagar permanen 4 unit

 Tanah seluas 9.104 m2 berstatus sertifikat hak pakai di Jl. Banten Kel. Balandete, Kec. Kolaka, Kab. Kolaka, dengan bangunan Kantor Wilker Kolaka, pos jaga, dan instalasi KH.

 Tanah seluas 525 m2 di Kel. Lipu, Kec. Betoambari, Kota Baubau berstatus sertifikat hak pakai digunakan untuk kantor Wilker Bandara Betoambari.

(33)

 Tanah seluas 1.397 m2, berstatus sertifikat hak pakai di Jl. Poros Bandara Kel. Onewila, Kec. Ranoometo, Kab. Konawe Selatan digunakan untuk bangunan kantor Wilker Bandara Haluoleo.

 Tanah seluas 575 m2, status sertifikat hak Pakai di Jl. Gambas Kab.

Muna digunakan untuk bangunan kantor Wilker Raha.

 Tanah seluas 668 m2, status sertifikat hak pakai di Desa Numana Kec. Wangi-wangi Selatan, Kab. Wakatobi digunakan untuk bangunan kantor Wilker Wakatobi.

 Tanah seluas 500 m2, status sertifikat hak Pakai di Jl. Bakti ABRI Kel. Wolio Indah, Kec. Wolio Kota Baubau dipakai untuk bangunan ruangan fumigasi.

 Tanah bangunan karantina seluas 1.000 m2 belum bersertifikat di Jalan Poros Pelabuhan Bungkutoko, Kel. Bungkutoko, Kec. Abeli, Kota Kendari

b) Bangunan gedung

Bangunan gedung yang dimiliki Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari sampai akhir tahun 2017 sebanyak 63 unit, seluas 6.126 m2 dengan nilai keseluruhan sebesar Rp. 13.110.124.114,-. Rincian Gedung berdasarkan nama gedung, luas, alamat dan peruntukannya sebagai berikut: dua gedung kantor di Jl. Prof. M.Yamin Puwatu Kota Kendari 329 m2, gedung ini dibangun tahun 1982 dan tahun 2003 telah digunakan sejak tahun 1989; satu gedung kantor di Wilker Pel. Laut Nusantara luas 56 m2 dibangun Tahun 1988; dua gedung kantor di

(34)

Wilker Pel. Laut Baubau luas 100 m2 dibangun tahun 1998 dan 1 unit dibangun tahun 2000; satu gedung Kantor Wilker Pel. Penyeberangan Kolaka luas 60 m2 dibangun tahun 2003; satu gedung Kantor di Wilker Bandara Haluoleo luas 50 m2 dibangun tahun 2005; satu gedung kantor di Wilker Wakatobi luas 50 m2 dibangun tahun 2012; satu gedung kantor di Wilker Raha luas 50 m2 dibangun tahun 2012; dan satu gedung kantor di Wilker Pelabuhan Nusantara 200 m2 dibangun tahun 2017 di Jalan Poros Bungkutoko Kel. Bungkutoko Kec. Abeli.

Gedung Laboratorium 2 unit seluas 119 m2 dibangun tahun 1980 dan 2004 di Jl. Prof. M. Yamin Puwatu.

 Gedung Pos Jaga 4 unit luas 91 m2 di Jl. Prof. M. Yamin Puwatu, 2 unit di wilker Kolaka 100 m2 Jln.Banten Kel. Balandete Kec. Kolaka kab. Kolaka.

 Bangunan Gudang Tertutup 4 unit luas 248 m2 di Jln. Prof. M. Yamin Puwatu

 Gedung Rumah Ibadah luas 29 m2 di Jln. Prof. M. Yamin Puwatu

 Rumah Negara 3 unit luas 156 m2 Jln. Prof. M Yamin Puwatu

 Gedung Mess 1 unit luas 130 m2 di Jl. Prof. M. Yamin Puwatu.

 Bangunan Kandang 3 unit luas 1023 m2 di Jln..Prof. M. Yamin Puwatu 1 unit di Wilker Kolaka luas 250 m2 di Jln. Banten Kel.

Balandete Kec. Kolaka Kab. Kolaka

 Bangunan Tempat Kerja Lainnya Permanen 15 unit luas 669 m2 di Jln. Prof. M. Yamin Puawtu dan 2 unit di Wilker Bau Bau luas 80 m2

(35)

di Jln. Ikhsanuddin Kel. Lipu Kec. Betoambari Kota Baubau dan Jln.

Bakti Abri Kel. Wolio Indah Kac. Wolio Kota Baubau

 Bangunan tempat kerja lainnya semi permanen 1 unit luas 50 m2 di Jln. Yos Sudarso Kota Bau

 Bangunan krematorium 1 unit luas 30 m2 di Jln. Prof. M. Yamin Puwatu

 Bangunan garasi permanen 1 unit luas 50 m2 Jl. Prof. M. Yamin Puwatu

 Bangunan garasi semi permanen 1 unit luas 40 m2 di Jlan Prof. M.

Yamin Puwatu Kota Kendari.

 Pagar permanen 4 unit panjang 1.511 m1 di Jln. Prof. M. Yamin Puwatu Kota Kendari

 Pagar permanen 2 unit panjang di Wilker Bau Bau

 Pagar permanen 1 unit panjang di Wilker Bandara Haluoleo

 Pagar permanen 1 unit panjang 90 m di Wilker Raha

 Pagar permanen 1 unit panjang di Wilker Wakatobi

 Pagar permanen 1 unit panjang 450 m di Wilker Kolaka

 Pagar permanen 1 unit panjang 180 m di Jln. Poros Bungkutoko

B) Benda Bergerak

Sarana dan Prasarana yang dimiliki Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari sampai akhir tahun 2017 terdiri dari :

 Kendaraan roda 4 (empat) ,

6 unit = Rp. 1.102.325.000,-

(36)

 Kendaraan roda 2 (dua),

18 unit = Rp. 284.141.175,-

 Perlengkapan dan peralatan

kantor 740 buah = Rp. 3.092.755.909,-

 Perlengkapan Laboratorium

114 buah = Rp. 1.688.194.900,-

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari selama tahun anggaran 2017 telah melaksanakan kegiatan pengadaan sarana dan prasarana guna mendukung pelaksanaan tugas perkarantinaan. Pengadaan tersebut dibiayai dari anggaran yang dialokasikan dalam DIPA tahun 2017 terdiri dari :

1. Pengadaan Alat Pengolah Data dan Komunikasi 6 unit

: Rp. 59.537.000,-

Realisasi anggaran (85,80%) sebesar : Rp. 151.437.136,-

2. Pengadaan Meubelair : Rp. 55.000.000,-

Realisasi anggaran (100%) sebesar : Rp. 55.000.000,- 3. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran : Rp. 137.515.000,- Realisasi anggaran (100 %)sebesar : Rp. 132.000.000,-

4. Gedung dan Bangunan : Rp. 2.282.506.500,-

Realisasi anggaran (98,55%) sebesar : Rp. 2.282.506.500,-

5. Jalan : Rp. 295.770.000,-

Realisasi anggaran ( 100 % ) sebesar : Rp. 295.770.000,-

(37)

Sarana dan Prasarana yang dimiliki Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari sampai akhir tahun 2017 sebesar Rp. 77.705.960.793,- sebagaimana data Laporan Barang Milik Negara di neraca posisi per tanggal 31 Desember 2017 sebagai berikut :

 Barang Konsumsi = Rp. 232.320.753,-

 Tanah = Rp. 62.563.577.000,-

 Peralatan dan Mesin = Rp. 6.157.191.484,-

 Gedung dan Bangunan = Rp. 13.110.124.114,-

 Jalan dan Jembatan = Rp. 494.899..000,-

 Irigasi = Rp. 391.944.000,-

 Jaringan = Rp. 166.437.463,-

 Aset Tetap Lainnya = Rp. 0,-

 Konstruksi Dalam Pengerjaan = Rp. 0,-

 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin

= Rp. (5.051.160.682)

 Akumulasi Penyusutan Gedung dan Bangunan

= Rp. (271.234.912)

 Akumulasi Penyusutan Jalan dan Jembatan = Rp. (41.241.583)

 Akumulasi Penyusutan Irigasi = Rp. (8.645.777)

 Akumulasi Penyusutan jaringan = Rp. (41.307.567)

 Aset Tetap yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan

= Rp. 433.614.400,-

 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Digunakan Dalam Operasi

Pemerintahan

= Rp. 0,-

(38)

TOTAL = Rp. 77.705.960.793,-

Penghapusan Barang Milik Negara Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 433.614.400,- Data barang yang dihapus sebagaimana Lampiran 7.

Data selengkapnya Barang Milik Negara BMN posisi pertanggal 31 Desember Tahun 2017 pada Balai Karantina Peertanian Kelas II Kendari sebagaimana laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan Gabungan Intrakomtabel dan Ekstrakomtabel sebagaimana pada Lampiran 8.

(39)

BAB III

KEGIATAN OPERASIONAL

A. KARANTINA HEWAN

a. Tindakan Karantina Hewan Terhadap Media Pembawa HPHK yang Diimpor

Tindakan karantina pemasukan dari luar negeri (impor) terhadap media pembawa HPHK di semua wilayah kerja Balai Karantina Kelas II Kendari selama tahun 2017 tidak ada (nihil).

b. Tindakan Karantina Hewan Terhadap Media Pembawa HPHK yang diekspor

Tindakan karantina untuk pengeluaran ke luar negeri (ekspor) terhadap media pembawa HPHK yang telah dilakukan di wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari selama tahun 2017 berupa media pembawa atau benda lain. Komoditas yang diekspor ada 4 (empat) yaitu:

1. Kupu-kupu; diekspor sebanyak 37 kali dengan total volume 41 kemasan. Ekspor kupu-kupu ini dikirim atas permintaan para penghobi koleksi kupu-kupu (opsetan) di beberapa negara seperti Selandia Baru, Britania Raya, Jepang, Prancis, Tiongkok, Thailand, Republik Ceko, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.

Pengiriman dilakukan melalui kantor pos Baubau atas pengawasan Wilker Pelabuhan Baubau.

2. Kumbang; diekspor sebanyak 9 (sembilan) kali dengan volume 41 kemasan. Sama seperti kupu-kupu, kumbang diekspor atas permintaan para pengoleksi di beberapa Negara seperti Selandia

(40)

Baru, Inggris, Jepang, Prancis, dan Malaysia. Pengiriman dilakukan melalui kantor pos Baubau atas pengawasan Wilker Pelabuhan Baubau.

3. Kotoran kelelawar; diekspor sebanyak 1 (satu) kali sejumlah 1 (satu) kemasan dengan Negara tujuan Amerika Serikat melalui Bandara Haluoleo. Kotoran kelelawar yang diekspor tersebut merupakan contoh yang akan diteliti di USA.

4. Antigen; diekspor sebanyak 1 (satu) kali sejumlah 1(satu) kemasan dengan negara tujuan Amerika Serikat melalui Bandara Haluoleo.

Antigen yang diekspor tersebut merupakan contoh yang akan diteliti di Amerika Serikat.

Jumlah sertifikasi karantina ekspor tahun 2017 adalah 12 Sertifikat.

Data terperinci mengenai kegiatan ekspor hewan, bahan asal hewan, dan hasil bahan asal hewan disajikan dalam Lampiran 9.

Untuk mendukung ekspor komoditas tersebut, petugas Karantina Pertanian Kendari telah melakukan tindakan karantina sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Negara tujuan. Adapun resume tindakan karantina yang dilakukan disajikan dalam Tabel 6a. Selanjutnya disajikan perkembangan tindakan pemeriksaan dan pelepasan untuk kegiatan ekspor sebagaimana Tabel 7a.

Dalam kurun waktu 2017 ini, kegiatan penahanan, penolakan dan pemusnahan tidak dilakukan karena pengguna jasa dapat memenuhi segala persyaratan karantina yang ditentukan. Data pelaksanaan

(41)

kegiatan penahanan, penolakan dan pemusnahan disajikan dalam Lampiran 12.

c. Tindakan Karantina Hewan Terhadap Media Pembawa HPHK yang Diantarareakan

1. Kegiatan Domestik Masuk

Secara umum komoditas yang masuk ke dalam wilayah Sulawesi Tenggara didominasi oleh media pembawa jenis hewan hidup sebesar 3.025 kali, disusul oleh bahan asal hewan sebesar 1.621 kali. Hewan hidup yang paling banyak dilalulintaskan masuk ke Sultra adalah DOC yang masuk melalui Bandara Haluoleo dan Pelabuhan Penyeberangan Kolaka. Data terperinci mengenai kegiatan domestik masuk hewan, bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan disajikan dalam Lampiran 10.

Untuk memastikan komoditas yang masuk tersebut bebas dari hama penyakit, petugas Karantina Pertanian Kendari telah melakukan tindakan karantina sesuai dengan SOP yang ditetapkan.

Tindakan karantina yang dilakukan adalah pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, dan pelepasan. Jumlah sertifikat karantina hewan yang diterbitkan untuk kegiatan domestik masuk adalah 5.258 sertifikat. Adapun resume tindakan karantina yang dilakukan, disajikan dalam Tabel 6a. Selanjutnya disajikan perkembangan tindakan pemeriksaan dan pelepasan untuk kegiatan domestik masuk sebagaimana Tabel 7a.

Untuk tindakan karantina berupa penahanan, penolakan dan pemusnahan pada kegiatan domestik masuk selama tahun 2017

(42)

tidak dilakukan karena seluruh komoditas dilengkapi dengan dokumen karantina yang dipersyaratkan. Data pelaksanaan kegiatan penahanan, penolakan dan pemusnahan disajikan dalam Lampiran 12.

2. Kegiatan Domestik Keluar

Dari sisi frekuensi, komoditas yang paling sering keluar dari Sulawesi Tenggara adalah ayam kesayangan. Tercatat 655 kali dilalulintaskan dengan daerah tujuan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa, dan Kalimantan. Total jumlah ayam kesayangan yang keluar Sultra adalah 1.576 ekor. Komoditas lain yang cukup sering dilalulintaskan adalah DOC dan sapi potong. Untuk DOC, dilalulintaskan antar pulau dalam wilayah Sultra. Sedangkan sapi potong, dilalulintaskan keluar Sultra, pada umumnya ke Sulawesi Selatan. Selama kurun waktu 2017, tercatat 3.113 ekor sapi yang dilalulintaskan keluar Sultra. Sapi potong tersebut dilalulintaskan keluar Sultra melalui Pelabuhan Penyeberangan Kolaka, Pelabuhan Penyeberangan Tobaku, dan Pelabuhan Raha.

Terhadap seluruh komoditas yang keluar ini, petugas karantina telah melakukan tindakan karantina berupa pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, dan pelepasan. Jumlah sertifikat karantina hewan yang diterbitkan untuk kegiatan domestik keluar adalah 1.789 sertifikat. Adapun resume tindakan karantina yang dilakukan, disajikan dalam Tabel 6a. Selanjutnya pula disajikan perkembangan tindakan pemeriksaan dan pelepasan untuk kegiatan domestik keluar sebagaimana Tabel 7a. Data

(43)

terperinci mengenai kegiatan domestik masuk hewan, bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan disajikan dalam Lampiran 11.

Untuk tindakan karantina berupa penahanan, penolakan dan pemusnahan pada kegiatan domestik keluar selama tahun 2017 tidak dilakukan karena seluruh komoditas dilengkapi dengan dokumen karantina yang dipersyaratkan. Data pelaksanaan kegiatan penahanan, penolakan dan pemusnahan disajikan dalam Lampiran 12.

Resume tindakan karantina hewan (tindakan 8P) pada BKP II Kendari tahun 2017 disajikan dalam Tabel 6a. berikut.

Tabel 6a : Resume Tindakan Karantina Hewan (Tindakan 8P) di BKP II Kendari Tahun 2017

No Tindakan Karantina Hewan

Frekuensi dan Volume

Ket.

Impor Ekspor Domestik Masuk Domest. Keluar

F V F V F V F V

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) I Hewan

1 Pemeriksaan - - - - 3,025 1,874,759 1,485 781,890 2 Pengasingan - - - - 9 303 246 3,268

3 Pengamatan - - - - 9 303 246 3,268

4 Penahanan - - - - - - - -

5 Perlakuan - - - - 1,322 5,790 1,021 5,915

6 Penolakan - - - - - - - -

7 Pemusnahan - - - - - - - -

8 Pelepasan - - - - 3,025 1,874,759 1,485 781,890 II BAH

1 Pemeriksaan - - - - 1,621 1,074,454 245 78,951

2 Pengasingan - - - - - - - -

3 Pengamatan - - - - - - - -

4 Penahanan - - - - - - - -

5 Perlakuan - - - - - - 73 45,739

(44)

6 Penolakan - - - - - - - -

7 Pemusnahan - - - - - - - -

8 Pelepasan - - - - 1,621 1,074,454 245 78,951

III HBAH

1 Pemeriksaan - - - - 262 82,240 6 49

2 Pengasingan - - - - - - - -

3 Pengamatan - - - - - - - -

4 Penahanan - - - - - - - -

5 Perlakuan - - - - - - - -

6 Penolakan - - - - - - - -

7 Pemusnahan - - - - - - - -

8 Pelepasan - - - - 262 82,240 6 49

IV Benda Lain

1 Pemeriksaan - - 48 66 358 6,318,091 17 47

2 Pengasingan - - - - - - - -

3 Pengamatan - - - - - - - -

4 Penahanan - - - - - - - -

5 Perlakuan - - - - - - - -

6 Penolakan - - - - - - - -

7 Pemusnahan - - - - - - - -

8 Pelepasan - - 48 66 358 6,318,091 17 47

Gambar

Tabel 1.  Kondisi  Umum  wilayah  Kerja  Balai  Karantina  Pertanian  Kelas  II Kendari
Gambar 1.    Peta  Sebaran  Wilayah  Kerja  Balai  Karantina  Pertanian  Kelas II Kendari
Tabel 2.  Perbandingan  Anggaran  Belanja  antara  DIPA  TA  2015  dan  TA  2017
Tabel 3. Realisasi Anggaran Belanja di BKP Kelas II Kendari TA 2017
+7

Referensi

Dokumen terkait

Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang merupakan Unit Pelayanan Teknis Badan Karantina pertanian di Kementerian pertanian, dengan tugas pokok dan fungsi mencegah

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Padang merupakan UPT Badan Karantina Pertanian dengan wilayah kerjanya meliputi Pelabuhan laut Teluk Bayur, Bandar Udara

Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian merupakan unit pelaksana teknis Badan Karantina Pertanian yang melaksanakan Pelayanan Perkarantinaan Pertanian dan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang “Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina

pengembangan dan koordinasi yang menyeluruh antar Bea Cukai, Imigrasi, Karantina dan Keamanan sebagai pelaksana operasional di lintas batas Negara. Koordinasi antar

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan

Di bawah ini kami uraikan capaian kinerja UPT yang dapat terwujud karena adanya komitmen yang tinggi dari seluruh pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong

Kegiatan operasional tindakan karantina tumbuhan terhadap pemasukan tanaman/hasil tanaman antar area ke wilayah Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda tahun