• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fitria Guru Kelas IIIA SD Negeri 62 Banda Aceh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Fitria Guru Kelas IIIA SD Negeri 62 Banda Aceh"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Lomba Nasional PTK Jenjang SD 172 PEMBERIAN MOTIVASI YANG INOVATIF MELALUI PENGGUNAAN

MEDIA POHON PRESTASI GUNA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IIIA SD NEGERI 62 BANDA ACEH

Fitria

Guru Kelas IIIA SD Negeri 62 Banda Aceh Email : [email protected]

PENDAHULUAN

Sekolah Dasar Negeri 62 Kota Banda Aceh adalah sekolah inti dengan gugus Manggis yang terdiri dari 3 sekolah yaitu Sekolah Dasar Negeri 53, Sekolah Dasar Negeri 60 dan Sekolah Dasar Negeri 10. Sekolah ini berlokasi di jalan Ir. Moh Thaher Kelurahan Cot Mesjid Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh Provinsi Aceh.

Sekolah yang tanahnya berluaskan 3.018 m dan bangunannya berluaskan 1.981 m ini Abstract

This classroom action research is a study using an innovative media created by the author. The underlaying reason to conduct this research is to improve the ineffective way in providing motivation for the students which leads to the hindrance of achieving stated learning objectives. This condition causes negative impacts in which lower students’ achievement in terms of attitude, academic ability, and disciplinary. This research aims to 1) understand how to use the “achievement tree”

as an approach of providing motivation to increase students’ attitude, academic ability and disciplinary, 2) prove that the use of “achievement tree” can provide motivation to improve students’ attitude, academic ability, and their disciplinary, 3) prove that the use of “achievement tree” can increase students’ participation, 4) acknowledge students’ perception and impression on the use of “achievement tree”.

This Classroom Action Research was held at SD Negeri 62 Banda Aceh at class IIIa semester 1 of the 2012/2013 academic year and was conducted from September 8 to October 7, 2019. The data collection techniques are in-depth interviews, observation, documentation and questionnaires. To test the validity of the data, sources and methods triangulation were employed. Critical and interactive analysis technique were also applied. The results show that the lowest score in the first cycle was 60, the highest was 100, while the average score was 75. The number of students who completed the test thoroughly was 15, meanwhile there were 8 students who did not complete the test thoroughly. In cycle II, the lowest score was 75, the highest score was 100, and the average score is 80. There are 22 students who have completed the test thoroughly and 6 students who did not complete the test thoroughly. Based on the results, it is suggested that the learning using the achievement tree should be carried out in the teaching process, so that learning objectives can be easily achieved.

Keywords: learning achievement, achievement tree

(2)

adalah sekolah yang peserta didiknya merupakan anak anak dari masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah. Walaupun lokasi sekolah ini berada daerah perkantoran dan tepat berada di depan mesjid namun masih banyak peserta didik yang yang belum mendapatkan perhatian maksimal dari orangtuanya terhadap perkembangan pendidikan anaknya di sekolah sehingga sangat memerlukan perhatian ekstra dari guru guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Permasalahan yang terjadi di kelas IIIa SD Negeri 62 Banda Aceh adalah masih banyak siswa yang kurang aktif dalam proses belajar mengajar dan masih minimnya motivasi yang dimiliki oleh hampir semua siswa sehingga siswa tidak mudah untuk dibimbing untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang mengakibatkan prestasi siswa pun sulit untuk ditingkatkan. Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.

Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu. Menurut Uno, arti motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara definisi motivasi adalah suatu kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja.

Menurut Kamrianti Ramli (2011), motivasi dibedakan atas 3 macam berdasarkan sifatnya Motivasi takut, Motivasi insentif , Motivasi sikap Menurut Muhibbin Syah dalam Anonim (2010), berpendapat dalam buku psikologi pendidikan dengan pendekatan baru, bahwa motivasi dapat dibedakan 2 macam Motivasi Intrinsik.

Motivasi Ekstrinsik. Hal Menurut Sardiman (2001), macam-macam motivasi yaitu Motivasi Ekstrinsik dan intrinsik, Motivasi Jasmaniah dan rohaniah. Motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis yaitu Motif atau kebutuhan organis Motif- motif darurat meliputi dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, untuk berusaha, dan untuk memburu, Motif-motif objektif menyangkutkebutuhan untuk melakkan eksplorasi, melakukan manipulasi, untuk menaruh minat.

Proses inovasi sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan karena kedua hal tersebut dapat memudahkan dalam memproduksi sesuatu yang baru

(3)

Lomba Nasional PTK Jenjang SD 174 dan berbeda Menurut Everett M. Rogers, pengertian inovasi adalah suatu ide, gagasan, ojek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau pun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau pun diadopsi. Menurut UU No. 19 Tahun 2002, pengertian inovasi adalah suatu kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau perekayasaan yang dilakukan untuk pengembangan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau pun cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada ke dalam produk atau pun proses produksinya.

Secara umum, tujuan inovasi di berbagai bidang adalah untuk meningkatkan kualitas dan juga nilai sesuatu hal yang sudah ada, baik itu produk atau layanan. Dengan adanya inovasi terbaru, diharapkan produk-produk tersebut memiliki keunggulan dan manfaat yang lebih bernilai dari sebelumnya. Inovasi juga bertujuan untuk membantu mengurangi biaya, khususnya biaya tenaga kerja. Sebagai contoh, sekarang ini banyak diciptakan mesin atau peralatan yang dapat menggantikan tenaga manusia dalam proses produksi. Dengan adanya produk yang lebih bernilai tinggi sebagai hasil dari inovasi, maka hal ini akan menciptakan pasar baru di masyarakat. Salah satu contohnya dapat kita lihat dari bisnis e-commerce seperti saat ini. Para pengusaha memperluas jangkauan produk mereka dengan memanfaatkan internet yang dapat diakses lebih banyak calon konsumen potensial. Inovasi juga bertujuan untuk mengganti produk atau layanan yang dianggap kurang efektif/ efisien. Salah satunya dapat kita lihat inovasi yang terjadi pada mesin sepeda motor yang sekarang lebih hemat bensin. Manusia selalu ingin menghemat penggunaan energi, itulah sebabnya ada banyak sekali inovasi yang dilakukan manusia. Salah satunya adalah adanya sumber energi terbarukan yang memanfaatkan alam, misalnya tenaga surya, angin, dan air, sebagai sumber energi listrik

Dalam kemajuan metodologi dewasa ini asas keaktifan lebih ditonjolkan melalui suatu program unit activity, sehingga kegiatan belajar siswa menjadi dasar untuk mencapai tujuan dan hasil belajar yang lebih memadai (Hamalik, 2001:172). Pendapat lain menyatakan bahwa keaktifan belajar itu beraneka ragam bentuknya, mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah kita amati.

Kegiatan fisik bias berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan

(4)

(Dimyati, 2006:45). Bertolak dari beberapa pendapat tentang keaktifan belajar di atas, maa dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar merupakan bentuk segala kegiatan yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran, baik secara fisik maupun mental dan kegiatan yang mudah diamati maupun sulit diamati.

Dimyati, (2006:48) mengemukakan pendapatnya bahwa terdapat lima ciri-ciri dalam keaktifan belajar siswa yaitu sebagai berikut.

1) Keberanian siswa untuk mewujudkan minat, keinginan, dan dorongan.

2) Keinginan dan keberanian siswa untuk ikut serta dalam kegiatan belajar.

3) Adanya usaha dan kreativitas siswa.

4) Adanya keingin tahuan siswa.

5) Memiliki rasa lapang dan bebas.

Menurut pendapat Dimyati, (2006:33) “ada empat hal yang mempengaruhi keaktifan belajar antara lain: 1) bahan belajar, 2) suasana belajar, 3) media dan sumber belajar, 4) guru sebagai subjek pembelajar”. Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa adalah, ada dari luar siswa maupun dari dalam diri siswa. Faktor internal itu terdiri atas, faktor fisiologis psikologis sedangkan faktor eksternal terdiri atas faktor lingkungan (fisik dan sosial) dan faktor instrumental (kurikulum, sarana prasarana, guru, metode, media, serta manajemen).

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan.

Gagne (1985:40) menyatakan bahwa Prestasi Belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Secara umum, Wibowo (1992:67) menjelaskan factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media atau kreteria memilih media tersebut: Tujuan, Karakteristik Siswa, Karakteristik Media, Alokasi waktu, Ketersediaan, Efektivitas, Kompatibilitas,

Pohon prestasi ini dibuat setinggi 2 m dan ditempelkan di pinggiran sudut dinding kelas yang bisa dilihat oleh anak anak saat mengikuti proses pembelajaran. Gunanya peletakan pohon prestasi ini di tempat yang mudah dilihat agar tujuan dari pemanfaatan pohon restasi ini dapat tercapai yaitu siswa bisa terus diingatkan untuk bisa mengikuti

(5)

Lomba Nasional PTK Jenjang SD 176 proses pembelajaran dengan baik dan menghargai proses pembelajaran yang telah diprakarsai oleh guru. Pohon prestasi ini dibuat dari bahan styrofoam berukuran 2 x 1 meter dan dilapisi oleh polyfoam dan ditempelkan di dinding kelas. Penulis menggunakan bahan stirofoam dimaksudkan agar mudah digunakan dengan paku tempel nantinya dan melapisi dengan polyfoam agar media dapat bertahan lama dalam pemakaiannya nanti. Apabila hanya menggunkanan stirofoam tanpa dilapisi polifoam makan stirofoam akan mudah berbekas ketika paku tempel dipindah pindahkan sesuai tujuan dari pembuatan pohon prestasi tersebut. Untuk memciptakan bentuk pohon di media penulis menggunakan bahan flanel berwarna hijau agar bisa terlihat seperti pohon cemara. Penulis menggunakan bentuk pohon cemara karena ingin bisa menampilkan tingkatan tingkatan pohon yang berjumlah 10 tingkatan. Pohon cemara adalah suatu pohon yang memiliki tingkatan daun dengan ukuran yang terus mengecil dari bawah hingga puncak daun. Sehingga bisa terlihat dengan jelas perbedaaan tingkatan posisi siswa nanti dari ketinggian tingkatan pohon.

Untuk pembuatan daun cemara tersebut penulis memilih menggunakan bahan dari flanel agar nantinya dapat ditempeli bingkai buah yang telah tertempel foto masing masing siswa pada tiap bingkai. Pembuatan daun ini dibuat dengan merancang pola daun terlebih dahulu di sehelai kertas kalender bekas dan membuat ukuran yang terus mengecil sebanyak 10 pola daun. Kemudia penulis menempelkan pola ke atas kain flanel hijau untuk dipotong.

Berikut bagian bagian pohon yang dibuatkan beserta fungsinya dalam pemberian motivasi pada siswa:

1. Tingkatan Daun cemara

Daun cemara yang berjumlah 10 tingkatan berfungsi untuk peletakan bingkai buah siswa untuk memberikan motivasi pada siswa untuk setiap prestasi yang telah dilakukan. Dimulai dengan tingkatan paling bawah untuk tingkatan prestasi yang paling rendah

2. Bingkai Buah

Bingkai buah yang telah dibuat dengan macam jenis bingkai dimulai dari yang tertinggi yaitu Bingkai Matahari, Bingkai Bulan, Bingkai Bintang Kuning, Bingkai Bintang Merah, Bingkai Lencana, Bingkai Buah apel meras, Bingkai Buah Apel Hijau.

(6)

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maka prosedur penelitian ini sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam suatu proses berdaur/bersiklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD yang berjumlah 28 orang. Obyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: a) keaktifan belajar siswa, b) prestasi belajar siswa, dan c)respon siswa terhadap penggunaan pohon prestasi baik dalam proses pembelajaran dan di luar proses pembelajaran di kelas.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif. Jumlah soal sebanyak 10 butir dan masing-masing diberi skor 1, esay sebanyak 5 butir, masing- masing diberi skor 2. Selain itu menggunakan lembar observasi siswa untuk mengetahui keaktifannya. data tersebut diolah dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan mencari tingkat keaktifan,Mean (M), hasil belajar, dan ketuntasan belajar.

Tingkat keaktifan dapat diperoleh dengan menghitung rata-rata persentase dan membandingkan dengan kriteria PAP skala lima.

Tabel 1 PAP Skala 5 Keaktifan Belajar

Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Siswa Menggunakan Pohon Prestasi

90 – 100 Sangat aktif

80 – 89 Aktif

65 – 79 Cukup aktif

55 – 64 Kurang aktif

0 – 54 Sangat kurang aktif

Dalam menilai hasil pembelajaran siswa digunakan nilai dengan skala 0 – 100, nilai yang diperoleh siswa berdasarkan lembar observasi dan hasil tes siswa.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian tindakan kelas ini memiliki 2 siklus dengan 4 tahapan dalam setiap siklusnya. Dalam satu siklus terdiri dari; 1) plan (merencanakan); (2) act (tindakan); (3) observe (observasi); dan (4) reflect (berpikir reflektif atau refleksi)

Siklus I

Dalam tahapan perencanaan penulis melakukan perencanaan dengan merincikan semua kegiatan yang akan dilaksanakan nanti yaitu menyiapkan pohon prestasi yang sudah siap pakai, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Menyiapkan Angket Penilaian, dan menyiapkan media berupa perangkat mengambil foto dan video

(7)

Lomba Nasional PTK Jenjang SD 178 untuk hasil observasi. Pada tahap tindakan mengenalkan pohon prestasi pada anak terkait tujuan dan fungsi pemakaian dari pohon prestasi tersebut. Penulis juga mengenalkan macam macam bingkai yang sudah dibuat sebelumnya dan fungsinya pada siswa. Penulis memulai pembelajaran seperti biasa. Penulis memulai dengan sesi tanya jawab dan memberikan apresiasi kepada siswa yang telah bisa menjawab dengan meletakkan bingkai buah apel hijau yang telah tertempelkan foto siswa di tingkatan daun yang paling rendah. Penulis juga memberikan perlakuan yang sama pada semua siswa. Siswa yang melakukan pelanggaran komitmen kelas, penulis akan menurunkan bingkai siswa ke posisi tingkatan daun yang lebih rendah. hasil pengamatan dengan meminta teman guru sejawat dengan cara menggunakan perangkat gadget untuk mengambil foto dan merekam video selama proses pembelajaran berlangsung. Penulis juga menyediakan satu angket untuk menilai proses pemberian motivasi yang diberikan kepada siswa di dalam kelas dan seberapa aktif siswa dan seberapa meningkat prestasi siswa setelah pemberian motivasi dilakukan.hasil refleksi dan menilai semua prestasi belajar siswa dari nilai nilai yang siswa peroleh dan posisi bingkai foto siswa di pohon prestasi. Hasil pengamatan siklus ini penulis menyadari bahwa motivasi sangat penting dilakukan karena banyak siswa yang berubah menjad aktif dan tugas yang diberikan kepada siswa pun dapat dikerjakan dengan baik terbukti dari nilai siswa di lembar kerja siswa. Namun pada siklus ini penulis menyadari bahwa macam bingkai yang telah dibuat walaupun berjumlah 8 macam masih belum memadai untuk keberlangsungan media selama satu semester. Hasil pemberian motivasi yang sangat efektif tanpa diikuti dengan pemberlakuan secara terus menerus belum bisa membuat siswa terbiasa dan menjadi menurunnya nilai dari motivasi tersebut sehingga penulis pada siklus ke dua akan menambah jenis bingkai lagi dengan berbagai macam bentuk planet.

Siklus II

Dalam tahapan perencanaan yaitu dengan merincikan semua kegiatan yang akan dilaksanakan nanti berupa menyiapkan pohon prestasi yang sudah siap pakai, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Menyiapkan Angket Penilaian, dan menyiapkan media berupa perangkat mengambil foto dan video untuk hasil observasi.

Namun pada siklus ini berdasarkan hasil refleksi yang telah dilakukan pada siklus sebelumnya maka penulis menambah macam jenis bingkai berupa bingkai bingkai

(8)

berbentuk planet agar tujuan dari pemberian motivasi bisa terus berlanjut dan efektif hingga selesai tujuan dari program semester.pada tahap tindakan mengenalkan bingkai berbentuk planet dan menyebutkan mana yang merupakan posisi planet yang bernilai prestasi yang paling tinggi. Penulis juga memberikan kertas origami yang dipotong menjadi 4 bagian kepada setiap siswa untuk menuliskan persepsi dan kesan siswa terhadap penggunaan pohon prestasi di kelas. Siswa terlihat sangat bersemangat dan pencapaian prestasi belajar siswa pun tercapai dengan baik. Hampir semua siswa aktif dalam proses pembelajaran. Nilai tugas tugas siswa menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kian terus meningkat dan sangat memuaskan. Berdasarkan hasil catatan respon siswa dapat diambil kesimpulan bahwa semua siswa sangat senang belajar dengan menggunakan pohon prestasi. Tidak terkecuali dnegan anak anak yang biasanya sangat tidak aktif dan memiliki kemampuan di bawah rata rata pun memberikan kesan yang positif terhapat penggunaan pohon prestasi. pemberian motivasi sangatlah diperlukan dimana saja tidak hanya di dalam ruangan kelas ketika proses pembelajaran namun di luar proses pembelajaran pun pemberian motivasi menggunakan pohon prestasi sangat efektif terhapat peningkatan prestasi siswa baik akademik, tingkah laku, dan kedisiplinan. Membaca semua respon siswa terbukti bahwa pengguaan pohon prestasi memang sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar pada siswa kelas IIIa SD Negeri 62 Banda Aceh.

KESIMPULAN

Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul Pemberian Motivasi Yang Inovatif Guna Peningkatan Keaktifan Siswa dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IIIa SD Negeri 62 Banda Aceh dengan pelaksanaan dalam dua siklus berhasil dilakukan dan efektif meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z., Utomo, A. C., Pratiwi, V., & Farokhah, L. (2020). Project-Based Learning- Literacy n Improving Students’ mathematical Reasoning Abilities In Elementary Schools. JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education), 4(1), 39-52.

Azwar, Syaifuddin (2010). Tes Prestasi: Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar, edisi II, cetakan ke 4 :Pustaka Pelajar.

Aritonang, Keke T. "Minat dan motivasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa." Jurnal pendidikan penabur 7.10 (2008): 11-21.

(9)

Lomba Nasional PTK Jenjang SD 180 Irwantoro, Nur. & Suryana, Yusuf. (2010). Kompetensi Pedagogik. Waru-Sidoarjo:

Genta Group Production.

Mulyana, Aina. (2020). Prestasi Belajar Siswa, Pengertian dan Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa. Diakses 22 Maret 2020 dari

https://ainamulyana.blogspot.com/2016/01/prestasi-belajar-siswa-pengertian- dan.html Diakses 22 Maret 2020

Prawiro, M. (2018). Pengertian Motivasi, Jenis, dan Fator Motivasi Menurut Para Ahli.

Diakses tanggal 13 November 2019 dari

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-motivasi.html

Ramli, Kamrianti. (2011). Macam Macam Motivasi. Diakses tanggal 13 November 2019 dari https://kamriantiramli.wordpress.com/2011/05/27/macam-macam-motivasi/

Wibowo. (1992). Media Realia. Diakses tanggal 22 April 2021 dari http://www.jejakpendidikan.com/2017/03/media-realia.html

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang penulis lakukan berbeda dengan yang telah disebutkan di atas, penulis lebih menitikberatkan kepada munculnya hubungan antara Dewan Keamanan

Adapun Upaya-upaya apa yang yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak dan Pihak PD BPR Bank Pasar Kota Pontianak dalam mengoptimalkan lagi

Berdasarkan model yang terbentuk diatas dapat menjelaskan bahwa pada saat persentase tingkat partisipasi angkatan kerja kurang dari 62,53068 artinya adalah jika

Untuk menampilkan informasi desain, klik kanan pada elemen, akan muncul Form Concrete Beam Design Information (ACI 318-99), kemudian klik Summary... Diagram pemebanan

Proses mengangkut kacang kedelai dilakukan dengan cara manual (memindahkan atau mengangkut dengan tangan) tanpa menggunakan alat bantu, sehingga mengakibkan keluhan rasa sakit pada 3

Analisis tentang Moral Anak di Kelurahan Duwet Kota Pekalongan Dari hasil penelitian yang telah dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data mengenai hasil

OUTPUT MENTERI KEUANGAN KOMITE PANITIA PENGADAAN KEMENTERIAN PUPR Penyusunan Prastudi Kelayakan Persetujuan Prinsip Evaluasi Usulan Persetujuan Prinsip Dukungan Kelayakan

Fungsi kawasan sesuai dengan Pedoman Penyusunan Pola Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) ada 4 fungsi kawasan. Fungsi kawasan tersebut yaitu kawasan