• Tidak ada hasil yang ditemukan

dikonversikan dari jaringan AC. Seeara struktural motor Motor DC merupakan motor yang paling banyak dipergunakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "dikonversikan dari jaringan AC. Seeara struktural motor Motor DC merupakan motor yang paling banyak dipergunakan"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)I I. .. TBORI. PENUNJANG. 1 . MOTOR DC. Secara. garis. besar motor dapat. dibedakan. dalam. tiga. kategori yaitu : - Motor AC. adalah motor yang digerakkan dengan jaringan satu. fasa atau tiga fasa dengan frekuensi 60 atau 50 hz. - Motor DC konvensional adalah motor yang mempunyai dua terminal. yang dihubungkan dengan dua kutub. Biasanya. motor. DC. dioperasikan. dengan. battery.. dari supply. DC. yang. dikonversikan dari jaringan AC. Seeara struktural motor adalah. motor yang mempunyai copper. atau metal. commutator. dan. DC. carbon. brushes.. - Electronically. controlled. dalamnya adalah brushless. precision DC motor. motor;. yang termasuk di. dan stepping. motors.. Motor DC merupakan motor yang paling banyak dipergunakan dalam. kehidupan.. berupa. sumber. Motor DC adalah tegangan. searah.. motor. yang. Kebanyakan. digunakan di mainan, mobil dan radio-controlled DC.. Hal. daripada. itu. menyebabkan. motor-motor. produksi. penggeraknya. motor. motor. yang. adalah. motor. lebih. besar. 2.1. dapat. DC. yang lainnya. Dalam gambar. dilihat bagaimana susunan dari motor DC..

(2) 7. Stator. dari motor DC mempunyai rumah (housing). dan. dua. magnet permanen. Sedangkan rotornya dilengkapi dengan lilitan yang terdapat di cylindrical. tembaga. iron. core.. Bagian. lain. dari rotor adalah komutator. Arus yang masuk kedalam motor DC akan melalui komutator dan kedua sikat arang terlebih dimana sering. arus tersebut akan menggerakkan rotor. Istilah ditunjukkan. mempunyai berputar. dahulu. konotasi pada. sebagai. armature,. tetapi. yang berbeda. Rotor adalah. motor sedangkan armature. adalah. rotor. keduanya. bagian. yang. bagian. dari. motor yang membawa arus.. 1) Tak Kenjo, 1991, Electric Motors and their Controls. Oxford Science Publ, hal 22.

(3) Q. Dimana magnet. flux. arus. tersebut. berinteraksi. untuk menghasilkan torque.. rotornya dikelilingi oleh armature prinsip. kerja. dari. motor. DC. coils.. permanent. dengan Didalam. motor. DC,. Secara garis besar,. berdasarkan. apabila. suatu. penghantar yang membawa arus listrik diletakkan didalam suatu medan. magnet, maka akan timbul gaya mekanik. yang. mempunyai. arah sesuai dengan hukum tangan kiri dan besarnya adalah : F = BIL Pada. motor DC seri kumparan fieldnya. terhubung. secara. seri dengan kumparan armature seperti yang dapat dilihat pada gambar 2.2. Ketika tegangan diberikan maka arus akan mengalir dari kutub positip dari sumber DC melalui kumparan field kumparan. armature. (terhubung. seri) menuju. kutub. dan. negatip. sumber DC. Persamaan yang berlaku pada motor seri adalah : Td^o Ia2. (2.1). EgooIaCJm. (2.2). Keterangan : - Td adalah torsi yang dihasilkan oleh motor. Satuannya adalah Nm (Newton meter). - la adalah arus yang lewat armature/jangkar. Satuannya adalah Ampere. - Eg adalah ggl balik (tegangan induksi yang muncul pada armature). Satuannya adalah volt. - m adalah kecepatan sudut dari motor. Satuannya adalah rad/det..

(4) Scrici field winding. AT. ±. ©I. GAMBAR 2-2 2) DIAGRAM SEGARIS MOTOR DC SERI. Pada waktu rotor (armature) belum berputar dalam kondisi awal. ketika diberi tegangan maka tahanan yang. rangkaian armature. timbul. hanya tergantung dari kumparan field dan dan. harganya sangat kecil. Hal. ini. besar. ini menurut persamaan 2.1,. kumparan. mengakibatkan. arus yang timbul dalam rangkaian sangat besar. Arus yang. dalam. armature. mengakibatkan. Torsi. yang dibangkitkan besar pula. Torsi Rotor. yang. timbul menyebabkan. rotor. mulai. (armature) yang berputar akan menghasilkan. berputar. GGL. balik. (back EMF).. Z) foung, Arthur Priarase, 1981, flutonotuie Electrical and Equipment, Butler * Tanner Ltd, hal 148.

(5) 10. Polaritas. GGL berlawanan dengan polaritas. dari. sumber. DC. Sehingga pada waktu motor berputar, berlaku persamaan : Eg = Vs - la ( Ra + Rs ). (2.3). Keterangan : - Eg adalah ggl balik. Satuannya adalah volt. - Vs adalah tegangan yang diberikan pada kumparan medan utama. Satuannya adalah volt. - la adalah arus armature. Satuannya adalah ampere. - Ra adalah nilai tahanan dari kumparan armature. Satuannya adalah ohm. - Rs adalah nilai tahanan dari kumparan armature. Satuannya adalah ohm. Berdasarkan persamaan 2.3 maka dapat maka dapat. dilihat. bahwa arus armature akan berkurang seiring dengan berputarnya motor dan akibatnya terjadi penurunan torsi beban 2.1).. Hal. (persamaan. tersebut diatas menunjukkan bahwa motor. DC. seri. merupakan. motor dengan kecepatan tergantung dari beban. yang. terpasang. dan torsi yang timbul juga tergantung. dari. beban. dan kecepatan. Karakteristik gambar. kecepatan. dilihat. pada. 2-3. Torsi yang timbul sebanding dengan kuadrat. arus. armature. hanya. magnetik. karakteristik.. Jika. arus. mengakibatkan. dan torsi dapat. jika motor bekerja pada daerah. armature. naiknya. dinaikkan. terus. linier. menerus,. fluks yang dibangkitkan. di. field, maka akan mencapai daerah saturasi dari motor.. dari. yang. kumparan.

(6) ii. Speed. GAMBAR 2-3 3| GRAFIK RARAKTERISTIK KECEPATAN-TORSI. Retika. motor dalam keadaan saturasi maka akan. terjadi. kenaikkan fluks dan torsi yang dibangkitkan tidak sesuai lagi dengan persamaan 2.3. Hubungan pada. gambar. antara torsi dan arus armature. dapat. 2-4.. memperlihatkan. Pada. gambar. tersebut. dilihat. bagaimana torsi yang dibangkitkan merupakan fungsi dari. arus. armature.. dari. Garis-garis. putus-putus menunjukkan. grafik. persamaan 2.1. Dengan bantuan persamaan-persamaan : - Eg = Ka.0pPm - 0pcola maka. atau. 0p = k f . I a. d a r i persamaan 2.3 d i d a p a t persamaan. yaitu : Vs - l a ( Ra + Rs ) CJm =. —-. Ka.kf.Ia 3) Ibid, hal 149. kecepatan. sudut,.

(7) 12 Dari persamaan-persamaan diatas dapat dilihat bahwa kecepatan dan. torsi. dari. motor. DC. seri. dapat. dikontrol. melalui. pengontrolan tegangan suplai yang diberikan.. Departure from The square law due to saturation. Armature current. GAMBAR 2-4 4) TORSI FUHGSI DARI ARUS ARMATURE. 2. MIKROKONTROLER 80C31. Mikrokontroler yang. 80C31. ini adalah. suatu. termasuk dalam keluarga mikrokontroler. mikrokontroler MCS-51.. Adapun. spesifikasi dari MCS-51 adalah sebagai berikut : - 8 bit CPU untuk aplikasi kontrol - 4 Kbyte ROM (hanya untuk 80C51BH/80C51BH-1/80C51BH-2) - 128 bytes internal RAM. - 32 j a l u r I/O. 4) Ibid, hal 153.

(8) sumber struktur interrupt. - 5. ;2 interrupt. dengan. prioritas. level) - 2 buah timer/counter. 16 bit. - 1 buah serial port full - oscillator. UART. dan rangkaian clock. - 64 Kbyte program - 64 Kbyte data. memory. memory. - merupakan boolean -bit. duplex. addressable. dalam. chip. space. space processor. RAM. Pada produk MCS-51 versi CHMOS mempunyai tambahan fungsi kontrol. daya. dikontrol. dalam. secara. bentuk. software. mikrokontroler, yaitu idle circuit. emulation. Idle. tetap RAM. buah. fungsi. untuk mengurangi. yang. dapat. aktivitas. dari. mode dan power down mode serta. mode menghentikan kerja CPU, tetapi tetap serial. port. dan sistem. menjaga. interrupt. untuk. berfungsi. Sedangkan power down mode menjaga isi tetapi. on. mode.. timer/counter. RAM,. dua. menghentikan kerja oscillator. yang. dari. menyebabkan. semua fungsi chip yang lain menjadi tidak beroperasi.. 2.1 Organisasi Memory Semua. keluarga MCS-51 mempunyai dua lokasi address. dibagi menjadi dua bagian, yaitu program memory hanya. memory dan. yang tampak pada gambar 2-5. Pada program dapat. dilakukan pembacaan dan besar. untuk proses pembacaan tersebut adalah PSEN. Data dengan program. memory,. kecuali pada data. data memory. memori. dapat dialamati adalah 64 Kbyte sedangkan sinyal. identik. yang. yang. kontrol memory memory.

(9) L4 dapat. digunakan. proses penulisan. Sinyal. kontrol. yang. dapat mengatur proses tersebut adalah RD dan WR. n o a u UCMORI. DATA MIUOUT (RCAo/wmrc). ( K U ONL») rrrfM: r. ). fTH:'. WTtRNAL. UTCRHAL. ""•. I. """"'. 'sis. •. «B. es. 5|. GAMBAR 2-5 STRUKTUR MEMORY MCS-51. Program dengan. memory. data. menghubungkan. masukan-masukan tersebut. dan. dari. memory. dapat. sinyal. RD dan. gerbang. AND,. dikombinasikan. sinyal bila. PSEN. kedua. dikombinasikan maka istilah program. pada sinyal. memory. dan. data memory sudah tidak ada lagi.. 2.2 Program Memory. Setelah. CPU. direset, proses akan dimulai. pada. address. 0000H. Setiap interrupt mempunyai lokasi tertentu didalam program. memory.. Jika suatu interrupt ke lokasi interrupt SI. muncul, maka eksekusi akan tersebut untuk menjalankan. , 1968, flicracontrailer Handbook, hal 1-4. melompat routine.

(10) 1:::; program. yang. berjarak. 0, 000BH untuk timer 1, 001BH untuk timer. lokasi. interrupt. 0003H. untuk. external. 0, 0013H. untuk. external. 8 bytes sebagai contoh. interrupt interrupt. telah disiapkan. Setiap. 1, dan seterusnya.. (ecu*; OO:IH OONM IHUKIUJM iOc»no«t. OOltM _ 00. .*_L'. OCOtM COOJM ooec". GAMBAR 2-6 "' PROGRAM MEMORY. Empat. program memory bagian. Kbytes. didalam. internal. ROM maupun. awal. external. dapat. berada. ROM. Hal ini. tergantung dari pin EA dihubungkan ke Vcc atau Vss. Bila pin EA dihubungkan ke Vec, maka program akan melaksanakan instruksi pada lokasi 0000H sampai 0FFFH di internal. ROM.. Kemudian program akan mengakses dimulai dari 1000H sampai di external. FFFFH. ROM. Sedangkan bila EA dihubungkan ke. Vss maka semua program akan mengakses dari external. ROM.. 2.3 Hata Memory Data. memory. bagian, memory.. b) Ibid, hal 1-4. yaitu. dari mikrokontroler 80C31 external. data. memory. terdiri. dari 2. dan internal. data.

(11) 16. External. data memory mempunyai fungsi yang. dengan. program. memory. dapat. memory,. 128. MCS-51. tiga blok, yaitu lover. Function. data. Secara data. 128 bytes of. bytes of RAM, dan Special. untuk. internal. membagi. sama. external. hanya saja untuk. dilakukan proses baca tulis.. mikrokontroler menjadi. hampir. umum memory upper. RAM,. Register. (SFR),. mikrokontroler 80C31 upper 128 bytes of RAM. tersedia.. Pada. lower. bytes of. terdapat. beberapa. lokasi yang disiapkan untuk beberapa keperluan,. misalnya. sebagai. bank. lokasi. 0000H-0007H. pertama. (R0-R7), 008H-00FH sebagai bank register. 010H-017H. digunakan. RAM. tidak. bank register. sebagai. sebagai bank register. ketiga. dan. register kedua, 018H-01FH. keempat.. nil' UPPCR Wff. | ACCCSSIOU i DY INDIRECT ' AODRESSINC l ONLY. BOH 7SH. towcn 12a. ACCESSIULC. OY omccr AD0HES5INC BOH. ACCESSIBLE. DY omccr AMD INDIRECT ADDRESSING. ^ — SPECIAL. runaioH RLCISIERS. PORTS STAIUS AMD CONIROL 0115 TIMER REGISTERS STACK POINT IV ACCUUULAIC1 (ETC). GAMBAR 2-7 7) INTERNAL DATA MEMORY. Bank. register. yang. dipakai. ditentukan. informasi yang tersimpan dalam PSW {Program Sedangkan bank register. 71 Ibid, hal 1-6. oleh Status. dua. bit. Word).. yang tidak dipakai tetap dapat.

(12) 17 digunakan diatas,. sebagai. memory baca tulis biasa.. lokasi 020H-02FH mempunyai. suatu. Selain. keistimewaan,. yaitu. lokasi tersebut dapat dialamati dalam satuan. Lower. 128 bytes of RAM ini dapat di-access. direct. addressing. 2-7. maupun indirect. hal. baik. addressing.. bit. secara. Pada gambar. Port. terlihat lokasi SFR yang didalamnya terkandung. latches,. timers,. peripheral. controls,. dan sebagainya.. 2.4 Special Function Register Mikrokontroier saiiai SFR pada tabel 2-1 yang ditandai dengan * dapat dialamati secara. bit. atau byte.. Access. terhadap memori dalam. ini hanya dapat dilakukan dengan direct. blok. addressing.. Fungsi-fungsi SFR adalah sebagai berikut : - Accumulator.. ACC adalah register. dari accumulator - Register perkalian. adalah A.. B.Register. selama. instruksi. dan pembagian. Selain itu B dapat. digunakan. sebagai register - Stack. accumulator,mnemonic. B dipergunakan. yang berfungsi secara umum.. Pointer (SP). Ukuran register stack pointer ada-. lah 8 bit. Register ini nilainya bertambah sebelum data disimpan data. selama. eksekusi PUSH dan. berkurang. sebelum. diambil selama eksekusi POP. Pada saat reset, SP. berharga awal 07H. Hal ini menyebabkan stack mulai pada lokasi 08H. Tetapi SP dapat berharga berapa saja dengan mempergunakan. instruksi. NOV. SP,^immediate. dengan syarat tetap dalam internal. memory.. constant.

(13) 18 TABEL 2 - 1 8) DAFTAR SPECIAL FUNCTION REGISTER. 8) Ibid, hai 3-b, 3-7. Symbol. Name. Address. After Reset. * ACC. Accumulator. OEOH. OOO00O0OB. * B. Register B. OFOH. OOOO0O0OB. * PSW. Program Status Word. ODOH. OO0O0000B. SP. Stack Pointer. 081H. 000001UB. DPTR. Data Pointer 2 bytes. DPL. Low Byte. 082H. O0OOO000B. DPH. High Byte. 083H. O0O000OOB. * PO. Port 0. 080H. 11111111B. * PI. Port 1. 090H. lllllUlB. * P2. Port 2. OAOH. 11111111B. * P3. Port 3. OBOH. 11111111B. * IP. Interrupt Priority Control. 0B8H. XXX0O000B. * IE. Interrupt Enable Control. 0A8H. 0XX0O000B. TMOD. Timer/Counter Mode Control. 08 9H. OO0OO0OOB. * TCON. Timer/Counter Control. 088H. OOOO0O00B. THO. Timer/Counter 0 High Byte. 08CH. O00000OOB. TLO. Timer/Counter 0 Low Byte. 08AH. OOO0OO0OB. TH1. Timer/Counter 1 High Byte. 08 DH. 000OO00OB. TL1. Timer/Counter 1 Low Byte. 08BH. OOOOOOOOB. • SCON. Serial Control. 098H. OOO00OOOB. SBUF. Serial Data Buffer. 099H. Indeterminate. PCON. Power Control. 087H. OXXX0OO0B.

(14) i9. - Port. P0, PI, P2 dan P3 adalah SFB. 0-3.. latches. dari. Port 0, Port 1, Port 2, dan Port 3. - Program Status Word. - Data byte. Pointer.. Data Pointer. (DPH) dan low byte 16 bit address. menyimpan bit register. (DPTR) terdiri. (DPL) yang. berfungsi. untuk. dan dapat dipakai sebagai. maupun dua buah register. yang. interrupt. interrupt. berfungsi. untuk. Jika. dalam keadaan. bit. yang bersangkutan. interrupt. 16. 8 bit. control. - Interrupt Priority Control. Register ini berisi bit. high. dari. menentukan. level. set. dari. 1'. berarti. diklasifikasikan. sebagai. dengan prioritas tinggi.. - Power Control. - Interrupt Enable Control. Berfungsi untuk menyimpan enable bit dari sebuah interrupt. interrupt).. (5 sumber. TABEL 2 - 2 ?) PROGRAM STATUS WORD. (MSB). (LSB). CY. 9) Ibid, hal 2-3. AC. FO. RSI. OV. RSO. -. Symbol. Position. Name and Significance. CY. PSW.7. Carry Flag. AC. PSW. 6. Auxiliary Carry Flag. FO. PSW.5. Flag 0. RSI. PSW. 4. (O.O)Register Bank 0. (0,1)Register Bank 1. RSO. PSW.3. (l.O)Register Bank 2. (1,1(Register Bank 3. OV. PSW. 2. Overflov Flag. -. PSW.l. (reserved). P. PSW. 0. Parity Flag. P.

(15) 20. TABEL 2-3 II] POWER CONTROL REGISTER (LSB). (MSB). -. SMOD. -. -. GF1. Symbol. Position. Name and Function. SMOD. PCON.7. Double baud rate bit. -. PCON.6. (reserved). -. PCON.5. (reserved). -. PCON.4. (reserved). GF1. PCON.3. General purpose flag bit. GFO. PCON.2. General purpose flag bit. PD. PCON.l. Power down bit. IDL. PCON.O. Idle mode bit. Timer/Counter. IDL. PD. GFO. Mode Control. Berfungsi untuk memilih. mode operasi timer/counter yang akan dilaksanakan. Timer/Counter Control. Berfungsi untuk mengontrol ses dari timer/counter, berisi start/stop. dan interrupt Serial enable port, Serial. overflow. flag.. Control. SCON berfungsi untuk men-disable penerimaan informasi data serial. Data Buffer. SBUF dipergunakan untuk informasi. dari serial. port. tergantung dari kondisi serial. sedang mengirim ataupun menerima data. atau serial. melalui. serta memilih mode dari suatu operasi. sementara output,. request. bit,. pro-. input port. serial. menyimpan ataupun tersebut. serial.. 2.5 Addressing Mads. Addressing. mode di dalam MCS-51 dibagi menjadi :. - Direct Addressing. Hanya internal 18) Ibid, hal 9-5. data RAM dan SFR yang.

(16) 21. di-access. dapat. dengan mode ini, operand. instruksi dinyatakan sebagai address. dalam. suatu. 8 bit. re-. - Indirect Addressing. Instruksi menyatakan isi dari gister. yang mengandung operand. maupun. external. address.. RAM dapat di-access dengan. Address. register. untuk. melalui. R0. Rl dari setiap. atau. 8. bit. dipilih atau melalui SP. Address. internal. Baik. address. mode. ini.. hanya. dapat. bank. register. yang. register. untuk. address. 16 bit hanya dapat melalui 16 bit data pointer. register. DPTR. - Register. Instruction. Merupakan bank. terdiri. dari R0 sampai dengan R7 dan. oleh. instruksi. register. yang. instruksi.. yang. menyatakan. dinyatakan. di. reegister,. dapat di-access-. carry. dari. 1. byte. address.. bit suatu. Instruksi yang meng-aecess register. menghilangkan. dengan. karena mode ini Ketika. dieksekusi, satu dari delapan register. pada. 3. opcode. dalam. cara ini disebut dengan code efficient,. dipilih. yang. instruksi. dalam bank. akan di-access. Satu dari empat. bank. waktu eksekusi oleh kedua bank select. yang. dipilih. bit. dalam. PSW. - Register Specific Instruction. Instruksi yang menyatakan. register,. contohnya accumulator. langsung dan. data. pointer.. - Immediate. Constant. Operand yang langsung mengikuti. instruksi. - Indexed Addressing. Hanya program memory yang dapat diaccess dengan. indexed. addressing. dan. dalam. hal. ini.

(17) hanya. dapat membaca. Mode ini digunakan untuk. table. di. dalam program memory. 16 bit. (.termasuk DPTR. atau Program. address. dari tabel. Address. program. memory. acccumulator. Counter) dari entry. base. register. menunjuk table. pada. di. didapat dengan menjumlahkan. pada base. look-up. dalam. isi. dari. pointer.. 2.6 liner/Counter untuk counter. Register 80C31. dengan. dalam. mikrokontroler bit. yang. dinamakan THx dan TLx. Dalam fungsinya sebagai timer. maka. isi. diwujudkan. atau timer. sebuah register. 16. dari register tersebut bertambah dengan satu. setiap. siklus mesin (.1/12 dari frekuensi ocsilator), tetapi bila difungsikan bertambah high. counter. sebagai. maka. isi. dari. dengan satu pada setiap perubahan. register level. dari. ke low yang terjadi pada pin input T0 atau Tl. Dan. dianjurkan machine. agar. minimum. level '1' atau. '0' adalah. cycle.. TABEL 2-4 U ) SFR TMOD: TIMER/COUNTER MODE CONTROL REGISTER (MSB) GATE. asB) C/T. MO. Ml. GATE. ii! Ibid, hal 2-18. Ml. Timer/Counter 0. Timer/Counter 1 GATE. C/T. 1 » hardware control. 0 - software control. C/T. 1 = counter. 0 - timet. Ml. (0,0) » mode 0. (0,1) - mode 1. MO. (1,0) = mode 2. (1,1) - mode 3. MO. 1.

(18) Fungsi timer pada. SFR. atau counter. TMOD. mempunyai. (Tabel. empat. mode. dipilih melalui bit control timer/counter. 2-4). Kedua operasi. C/T. yang. dapat. ini. dijelaskan. sebagai berikut: - Mode 13. 0. Register THx dan THl disusun sebagai. bit. , yang terdiri dari delapan bit THx. register dan. lima. lower. bit dari TLx, sedangkan tiga upper bit dari. tidak. didefinisikan.. sama. untuk. timer. 0 maupun timer 1. Mode ini identik dengan. timer. Penggunaan mode ini. TLx. yang ada pada mikrokontroler dari keluarga MCS-48.. TABEL 2—5 SFR TCOM: TIMER/COUNTER CONTROL REGISTER TFl. TR1. TFO. TRO. IE1. IT1. IE0. Symbol. Position. Name and Significance. TFl. TCON.7. Timer 1 overflow flag. TR1. TCON.6. Timer 1 Run control bit. TFO. TCON.5. Timer 0 overflow flag. TRO. TCON.4. Timer 0 Run control bit. IE1. TCON.3. Interrupt 1 Edge flag. IT1. TCON.2. Interrupt 1 Type control bit. IEO. TCON.l. Interrupt 0 Edge flag. ITO. TCON.O. Interrupt 0 Type control bit. ITC. Mode 1. Timer dalam mode 1 sama dengan timer dalam mode 0,. perbedaannya. terletak. pada. digunakan.. Pada. adalah. yang disusun sebagai delapan. 16. delapan bit TLx.. 12) Ibid, hal 2-11. mode ini jumlah. jumlah bit. bit. yang bit. yang. digunakan THx. dan.

(19) 24. • INTERRUPT. GAMBAR 2 - 8 13). TIMER/COUNTER 1 MODE 0: 13 BIT. Mode. 2. Pada mode ini. timer/counter delapan. bit. dikonfigurasikan. sebagai. timer/counter. dengan. reload.. Dalam mode ini register THx berfungsi. register yang menyimpan nilai konstanta Nilai dan. automatic sebagai. timer/counter.. dari THx ini akan dipindahkan pada register semua proses tersebut tidak mempengaruhi isi. TLX dari. register THx. Mode. 3.. Pada. umumnya. timer/counter. mempergunakan. register THx dan TLx sebagai suatu pasangan, namun pada mode. 3 hal ini tidak dilakukan. Pada mode ini timer. 0. memperlakukan TH0 dan TL0 sebagai dua buah regiter yang terpisah dan dapat dipergunakan secara terpisah pula.. 13) Ibid, hal 2-11.

(20) OK. *« J c*... Til. •m. CT-1 CONTMOl. Tl *. TBI. 1. "s. A. A. a»ri. GAMBAR 2-9 14) TIMER/COUNTER 1 MODE 2: 8 BIT AUTO RELOAD. i/« i o s c •• INTEBBOPT. INTEBBUPT. TRt. GAMBAR 2 - 1 0 15]. TIMER/COUNTER 0 MODE 3: TWO 8 BIT COUNTER. 14) Ibid, hal 2-12 15) Ibid, hai 2-12.

(21) 2.7 Interrupt Mikrokontroler seperti. 80C31. pada. gambar. diklasifikasikan internal dan. sumber. interrupt,. interrupt. tersebut. yaitu. interrupt. mempunyai lima 2-11.. dalam. dan interrupt. Sumber. dua. jenis,. external.. Interrupt. external. INTl) dapat diprogram untuk aktif pada. pada. (INT0. level. atau. transisi dengan mengatur bit-bit IT0 atau ITl. pada. register TCON.. -H-. \-J[ «,. •ill—•m. >. Milimurr •ouncca. * > intin-. J. GAMBAR 2-11 16) SUMBER INTERRUPT 80C31. sumber interrupt. Setiap SFR. interrupt. enable. masing-masing. interrupt Sumber tidak 161 Ibid, hal 2-23. interrupt dapat. register. interrupt. sumber. priority. dapat di-enable/disable Sedangkan dapat. melalui prioritas. diatur. melalui. register. yang memiliki prioritas. di-interrupt. oleh. sumber. lebih. tinggi. interrupt. yang.

(22) 27. prioritasnya lebih rendah. Urutan. prioritas. interrupt. vector 1.. dari. address. IE0. 0003H. 2. TF0. 000BH. 3. IE1. 0013H. 4. TF1. 001BH. 5. RI+TI. 0023H. kelima. sumber. interrupt. dan. adalah sebagai berikut :. '** -. TABEL 2 - 6 17) SFR IE: INTERRUPT ENABLE REGISTER. (MSB) EA. 17) Ibid, hal 2-23. (LSE). -. ET2. ES. ET1. EX1. ETO. Symbol. Position. Function. EA. IE.7. dissables all interrupts. -. IE. 6. reserved. ET2. IE.5. enables/disables Timer 2 overflow. ES. IE. 4. enables/disables serial port interrupt. ET1. IE.3. enables/disables Timer 1 overflow. EX1. IE. 2. enables/disables External Interrupt 1. ETO. IE.l. enables/disables Timer 0 overflow. EXO. IE.O. enables/disables External Interrupt 0. EXO.

(23) 28 TABEL 2-71D' SFR IP: INTERRUPT PRIORITY REGISTER (MSB). -. (LSB). -. PX1. PT1. PS. PT2. PTO. Symbol. Position. Function. -. IP.7. reserved. -. IP.6. reserved. PT2. IP.5. Timer 2 interrupt priority. PS. IP.4. Serial Port interrupt priority. PT1. IP.3. Timer 1 interrupt priority. PX1. IP.2. External interrupt 1 priority. PTO. IP.l. Timer 0 interrupt priority. PXO. IP.O. External interrupt 0 priority. PXO. 3. OPTOCOUPLER. Mikrokontroler hanya dapat menerima data secara digital. Agar. putaran. mikrokontroler,. motor maka. dapat. dideteksi. putaran motor. atau. dibaca. tersebut. oleh. harus dikon-. versikan ke dalam bentuk bit-bit data digital. Dalam hal. ini. putaran motor dikonversikan langsung ke bentuk sinyal digital dengan menggunakan. optocoupler.. Cara pemasangannya adalah pada poros motor diberi sebuah piringan yang diberi sejumlah lubang-lubang kecil dari. kebutuhan pada sisi tepinya. Kemudian. letakkan jenis. optocoupler. disalah satu sisinya. Optocoupler adalah. semikonduktor. 18) Ibid, hal 2-24. yang. dapat. beroperasi. tergantung. jika. di-. merupakan disinari.

(24) 29. dengan cahaya. Secara fisik optocoupler memiliki bentuk mirip Tampak. bentuk. dengan. huruf 'U* seperti. pada. gambar. pada gambar tersebut pada salah satu sisi. yang 2-12.. diletakkan. sumber cahaya dan sisi yang lain terdapat detektor.. <£=; \. Vlf. y. GAMBAR 2-12 BENTUK FISIK OPTOCOUPLER. Rangkaian analogi dari optocoupler dapat dilihat pada. gambar. 2-13. Jika basis dari optocoupler terkena cahaya, maka antara colector. dan. emitor. berimpedansi rendah. (short),. sehingga. tegangan pada Vce = 0 (low). Jika basis tidak terkena cahaya, maka. antara colector. Sinyal sehingga. ini. dan emitor. kemudian di-inverter. bertegangan oleh. tinggi. rangkaian. sinyal output dihasilkan sesuai dengan. internal, penyinaran.. Sinyal output menjadi 'high' jika disinari dan menjadi jika tidak mendapat sinar.. GAMBAR 2-13 RANGKAIAN ANALOGI OPTOCOUPLER. (high).. 'low'.

(25) 30. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa jika motor berputar, maka cahaya. akan menembus lubang yang terdapat pada piringan. diterima luarkan Dengan. oleh optocoupler. Kemudian optocoupler akan sinyal. demikian. output. 'high',. demikian. akan didapatkan sinyal. pula. dan. menge-. sebaliknya.. output. dari. opto-. coupler seperti yang terlihat pada gambar 2-14. Sinyal output ini sudah merupakan bentuk sinyal digital, dimana. cacah. counter/timer. sinyal pada. ini. akan. di-counter. mikrokontroler. setiap. oleh. bagian. periode. waktu. tertentu.. GAMBAR 2-14 SINYAL OUTPUT OPTOCOUPLER. 4. PHOTO TRANSISTOR. Pada prinsipnya photo transistor sama dengan optocoupler yaitu sebuah komponen semikonduktor yang didalamnya. terdapat. sumber cahaya infra merah dan satu rangkaian detektor yang. berupa. rangkaian tidak. transistor.. Hanya. saja. sumber. detektornya dikemas dalam satu paket. tampak. dari luar. Gambar 2-15. analogi dari photo transistor.. cahaya. cahaya IC. menunjukkan. dan. sehingga rangkaian.

(26) 31. Photo. transistor. mampu raengisolasi tegangan. ribuan volt. Karena itu biasanya digunakan untuk atau. memisahkan. dengan. rangkaian listrik yang. sampai. mengisolasi. bertegangan. rangkaian listrik yang bertegangan. rendah.. tinggi Hubungan. antara kedua rangkaian hanya melalui cahaya infra merah dibangkitkan logika. dari. mengontrol SCR. dengan arus yang kecil. Dengan rangkaian. digital. dapat. yang. demikian. level. digunakan. rangkaian tegangan jala-jala listrik. untuk. AC. melalui. tanpa adanya gangguan atau pengaruh dari tegangan. jala-. jala ke rangkaian digital. ^cc. GAMBAR 2-15 RANGKAIAN ANALOGI PHOTO TRANSISTOR. Dengan memberikan logika '1' pada input photo transistor maka LED akan menyala. Cahaya yang ditimbulkan oleh LED diterima antara. oleh oolector. mengalirlah photo dan. basis photo transistor. Hal. arus. dan. emitor. dari oolector. berimpedansi ke emitor.. transistor tidak terkena cahaya maka emitor. berimpedansi. tinggi dan. arus. ini. akan. menyebabkan. rendah Jika. sehingga. basis. oolector. antara tidak. dari. mengalir,. seolah-olah transistor menjadi switch yang terputus..

(27) 5. THYRISTOR. Thyristor. adalah. penyalaannya Thyristor adalah. dapat. juga Thyristor. diberi. Thyristor. diatur.. mempunyai. dioda. yang. Seperti. dimana. halnya. kaki Katoda. dan. waktu. dioda,. Anoda.. mempunyai kaki ketiga yang. Walaupun Thyristor tidak. sebuah. Bedanya. disebut. mendapat tegangan maju, jikalau kaki pulsa. tidak. akan. terpenting. dari. Controlled. Rectifier).. maju. yang. sesuai. mengalirkan Thyristor. keluarga. (ditrigger). arus.. Salah. adalah. satu. Gate. Gate maka yang (Silicon. SCR. Simbol dari SCR dapat. maka. dilihat. pada. gambar 2-16.. Anoda. A. w I. •k. Cathode. K. Gale. G. GAMBAR 2-16 SIMBOL SCR (SILICON CONTROLLED RECTIFIER). 5.1 SCR SCR bekerja seperti sebuah switch. Dalam keadaan ON SCR. akan. Sementara yang. mengalirkan. (Conduction. anoda. menuju. dalam keadaan OFF maka SCR akan. lewat.. menganalisa. arus dari. Istilah kerja. Angle). yang. dari. SCR. dan sudut. sering adalah. penyalaan. katoda.. menahan. digunakan sudut (Firing. maka. arus dalam. konduksi Delay.

(28) Angle). mengalami. Sudut. konduksi. adalah berapa. keadaan ON. Sedangkan sudut. lama. suatu. penyalaan. adalah. pada sudut berapa sebuah SCR mulai ON. Dalam gambar dan gambar 2-19 dapat dilihat bagaimana bentuk sebuah. SCR. diberikan. berdasarkan rangkaian. sudut. penyalaan. 2-17.. \¥*\J* GAMBAR 2-17 RANGKAIAN SEDERHANA DARI SCR. —. t. GAMBAR 2-18 SUDUT PENYALAAN 60° DARI SCR. yang. SCR. 2-18. gelombang berbeda.

(29) Pada. gambar. 2-18 memperlihatkan. bagaimana. SCR. diberi. sudut penyalaan 60°. Pada waktu gelombang listrik AC akan berjalan, maka SCR berada dalam keadaan OFF. Keadaan. ini. akan terus berlangsung sampai pada saat sudut 60°, dimana SCR ditrigger, SCR mulai berada dalam keadaan ON. Keadaan ON. dari. SCR akan berakhir ketika gelombang. AC. beralih. dari keadaan positip menuju keadaan negatip. Untuk. kasus. ini. (atau. sudut. konduksi SCR adalah. sebesar. 180°-60°. 120°). Selanjutnya pada cycle berikutnya (cycle SCR. menahan. arus. yang mengalir. sampai. negatip). cycle. negatip. berakhir.. V h. I. GAMBAR 2-19 SUDUT PENYALAAN 135° DARI SCR. Pada. garabar 2-19 dapat dilihat sudut penyalaan dari. sebesar 135°. dan. 135°. Dengan demikian sudut penyalaannya sudut. konduksinya adalah. 45°. Jumlah. penyalaan dan sudut konduksi biasanya selalu 180°.. SCR. adalah sudut.

(30) 35 5.2 Penvulutan EadjHL GaJLe_ Sebuah SCR dinyalakan dengan memberikan arus trigger kaki gatenya. Arus gate yang dibutuhkan untuk. pada. menyalakan. SCR disebut IQ-J. Umumnya harga I(j<p berkisar antara 0.1 mA dan. 50. antara. mA. Dan tegangan maju yang 0.6 - 0.8 V. Gambar 3-26. dibutuhkan. berkisar. memperlihatkan. kondisi. yang dibutuhkan untuk penyulutan pada kaki Gate dari SCR.. GK. 0,6-O.B V. 'GT. 0,1 - 50 mA. GAMBAR 2-20 19) PENYULUTAN PADA GATE. Sekali penyulutan pada gate berhasil, maka SCR akan masuk dalam. keadaan. ON.. SCR akan masuk. jikalau. arus. minimum. yang disebut sebagai Holding. I^Q).. Seeara. jikalau arus. dalam. keadaan. OFF,. dari. harga. yang mengalir pada SCR kurang. normal. SCR. akan. Current. memasuki. dihubungkan dengan sumber AC,. (simbolnya keadaan. ketika. gelombang. memasuki cycle negatip. Harga dari I^Q seeara. sekitar induktif,. 10. mA. Pada beban resistif murni. pen-trigger-an. SCR. dapat. atau. menggunakan. trigger yang lebarnya kira-kira 20 us.. 19) Haloney, Tiiothy J, 1986, Industrial Solid-state Electronics. Prentice-Hall, hal 137. OFF,. umum. sedikit pulsa.

(31) 36. Permasalahan induktif. akan. yang. timbul. jika. bebannya. cukup tinggi, dimana sudut. adalah phasa. beban antara. tegangan dan arus mulai lebih besar dari pada lebar pulsa trigger. trigger. Untuk. mengatasi permasalahan. diberikan. tertentu.. Untuk. secara kontinyu amannya selang. ini. untuk. waktu. maka. pulsa. selang. waktu. tersebut. adalah. sekitar 180°-a. Dimana a adalah sudut penyalaan dari SCR..

(32)

Gambar

GRAFIK RARAKTERISTIK KECEPATAN-TORSI
TABEL 2-3 II]
GAMBAR 2-20  19)  PENYULUTAN PADA GATE

Referensi

Dokumen terkait

Apabila kumparan medan dialiri oleh arus tetapi kumparan jangkar tidak dialiri oleh arus, maka dengan mengabaikan pengaruh celah udara, jalur fluksi ideal untuk kutub utama

Dengan demikian, di kumparan rotor akan terinduksi tegangan karena kumparan rotor merupakan loop tertutup, maka akan mengalir arus di kumparan rotor tersebut

Arus dari selisih tegangan supply utama dan tegangan induksi pada rotor, atau disebut juga dengan arus armatur, jika rangkaian rotor dibuat tertutup.Saat kumparan

Pada mesin arus searah terdapat kumparan medan yang berbentuk kutub.. sepatu merupakan stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan

Pada saat terjadi pemutusan arus yang mengalir pada kumparan primer koil pengapian, maka timbul tegangan induksi pada kedua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan

Saat magnet berputar dalam kumparan akan timbul tegangan di antara kedua ujung kumparan, ini akan memberikan kenaikan pada arus bolak-balik, arus tertinggi pada saat kutub

Untuk mengamati perilaku arus listrik yang ditarik oleh motor dc, dibuat fungsi alih terhadap rangkaian ekiuvalen motor dc pada Gambar 7, kemudian sebagai masukan adalah tegangan dc dan

Pemilihan motor dc yang cocok digunakan pada mobil listrik adalah motor dc seri, karena motor dc seri memiliki karakteristik dengan nilai torsi sebesar kuadrat arus, Dengan