Lampiran 1. Alat-alat pada proses ekstraksi pati Lampiran 1a. Alat abrassive peeler
Deskripsi
Alat ini merupakan bagian dari starch line yang digunakan pada proses pencucian dan pengupasan. Prinsip kerja dari alat ini berdasarkan prinsip gaya gesek bahan dengan permukaan batu gerinda sehingga kulit tersebut akan terkelupas dan terbuang bersama air melalui saluran pembuangan. Alat ini memanfaatkan gaya sentrifugal sehingga bahan akan terlempar ke dinding dan tergesek dengan permukaan gerinda tersebut.
Lampiran 1b. Slicer
Deskripsi
Prinsip kerja alat ini adalah gaya tekan dan gaya sobek, dimana biasa digunakan untuk mengiris bahan-bahan berserat, seperti umbi-umbian sehingga bahan menjadi ukuran yang lebih kecil yang dimanfaatkan untuk mempermudah dan mengefisienkan dalam proses selanjutnya, yaitu penghancuran bahan. Bahan dimasukkan ke dalam alat tersebut yang telah berwadahkan lempengan bulat dengan pisau pemotong di bagian permukaannya sehingga dengan bantuan alat penekan yang sekaligus berfungsi sebagai penutup alat dengan arah tekanan ke putaran pisau, maka akan memotong bahan menjadi lebih kecil dan tipis sesuai dengan ukuran mata pisau yang digunakan.
Lampiran 1c. Alat pengayak pati 100 mesh
Lampiran 3. Kadar pati murni pada pati ubi jalar tanpa modifikasi Ulangan Berat sampel (g) TB (ml) TS (ml) TB-TS (ml) Kadar pati (%) Rata-rata kadar pati (%) Rata-rata total kadar pati (%) 1 0.5243 25.25 7.15 18.10 81 82 81 0.5243 25.25 7.10 18.15 82 2 0.5352 26.05 8.00 18.05 79 79 0.5352 26.05 8.05 18.00 79 Contoh perhitungan :
(Berdasarkan Tabel Luff-Schroorl (Tabel 2) pada halaman 18) Nilai TB-TS pada ulangan 1 (simplo) = 18.10 18 + 0.10
Untuk ml 0.1 N Na-thiosulfat sebesar 1, maka nilai a = 47.1, nilai b = 2.9 Kadar pati (%) = [(0.10 x b) + a] x pengenceran x 0.9 x 100%
berat sampel (mg)
= [(0.10 x 2.9) + 47.1] x 10 x 0.9 x 100% 524.3
Lampiran 4. Hasil ANOVA kadar amilosa
Oneway
ANOVA AMILOSA Sum ofSquares df Mean Square F Sig. Between Groups 900.079 7 128.583 1107.160 .000
Within Groups .929 8 .116
Total 901.009 15
Post Hoc Tests
SAMPEL
Homogeneous Subsets
AMILOSA
Duncan
SAMPEL N Subset for alpha = .05
1 2 3 4 5 6 7 8 2 14.130 7 2 21.700 1 2 32.415 3 2 33.570 2 2 34.160 34.160 4 2 34.600 5 2 35.490 6 2 36.555 Sig. 1.000 1.000 1.000 .122 .233 1.000 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2.000.
Keterangan : 1 = A2B2S 2 = A2B4S 3 = A3B2S 4 = A3B4S 5 = A4B2S 6 = A4B4S 7 = S
Lampiran 5. Hasil ANOVA kekerasan gel
Oneway
ANOVA GF Sum ofSquares df Mean Square F Sig. Between Groups 1856.868 7 265.267 18.347 .000 Within Groups 115.667 8 14.458
Total 1972.535 15
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
GF
Duncan
SAMPEL N
Subset for alpha = .05
1 2 3 7 2 35.1500 8 2 35.9000 5 2 38.0200 6 2 40.6950 3 2 40.7500 4 2 43.5600 1 2 56.0000 2 2 68.2500 Sig. .076 1.000 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2.000.
Keterangan : 1 = A2B2S 2 = A2B4S 3 = A3B2S 4 = A3B4S 5 = A4B2S 6 = A4B4S 7 = S 8 = A0B0
Lampiran 6a. Hasil ANOVA suhu awal gelatinisasi
Oneway
ANOVA SAG Sum ofSquares df Mean Square F Sig. Between Groups 33.438 7 4.777 10.918 .002
Within Groups 3.500 8 .438
Total 36.938 15
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
SAG
Duncan
SAMPEL N
Subset for alpha = .05
1 2 3 4 8 2 75.50 6 2 77.00 77.00 1 2 77.50 2 2 77.50 7 2 77.50 5 2 78.50 78.50 4 2 79.50 79.50 3 2 80.50 Sig. .053 .069 .169 .169 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2.000.
. Keterangan : 1 = A2B2S 2 = A2B4S 3 = A3B2S 4 = A3B4S 5 = A4B2S 6 = A4B4S 7 = S 8 = A0B0
Lampiran 6b. Hasil ANOVA suhu akhir gelatinisasi
Oneway
ANOVA SPG Sum ofSquares df Mean Square F Sig. Between Groups 485.000 7 69.286 184.762 .000
Within Groups 3.000 8 .375
Total 488.000 15
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
SPG
Duncan
SAMPEL N
Subset for alpha = .05
1 2 3 4 5 8 2 81.50 2 2 86.50 1 2 90.50 7 2 90.50 5 2 95.50 6 2 96.00 4 2 96.50 3 2 99.00 Sig. 1.000 1.000 1.000 .156 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2.000.
. Keterangan : 1 = A2B2S 2 = A2B4S 3 = A3B2S 4 = A3B4S 5 = A4B2S 6 = A4B4S 7 = S 8 = A0B0
Lampiran 7. Hasil ANOVA viskositas maksimum
Oneway
ANOVA VMAKS Sum ofSquares df Mean Square F Sig. Between Groups 1794593.7
50 7 256370.536 3729.026 .000 Within Groups 550.000 8 68.750 Total 1795143.7
50 15
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
. VMAKS
Duncan
SAMPEL N Subset for alpha = .05
1 2 3 4 5 6 7 8 2 710.00 5 2 720.00 3 2 755.00 4 2 940.00 6 2 1345.00 1 2 1420.00 7 2 1455.00 2 2 1510.00 Sig. .262 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2.000.
Keterangan : 1 = A2B2S 2 = A2B4S 3 = A3B2S 4 = A3B4S 5 = A4B2S 6 = A4B4S 7 = S 8 = A0B
Lampiran 8. Data derajat pembengkakan ( g/g basis kering) diberbagai suhu Sampel 40˚C 50˚C 60˚C 70˚C 80˚C 90˚C 100˚C A2B2S 1.84 1.76 1.83 2.28 6.32 6.55 7.06 A2B4S 1.79 1.84 1.94 2.40 6.07 6.83 8.60 A3B2S 1.56 1.62 1.76 1.81 4.88 7.76 8.81 A3B4S 1.44 1.57 1.66 1.86 6.30 7.95 11.50 A4B2S 1.76 1.87 1.87 2.38 5.30 8.68 14.60 A4B4S 1.49 1.64 1.72 1.97 4.97 7.15 10.70 S 1.49 1.56 1.64 1.99 6.18 10.2 11.10 A0B0 1.94 1.94 1.94 1.94 5.31 8.63 7.88
Lampiran 9. Double drum dryer (pengering drum ganda)
Deskripsi
Prinsip kerja dari alat ini berdasarkan pengeringan produk cair yang dikenakan pada permukaan drum (silinder) yang berputar dengan kecepatan yang telah diatur. Drum berputar pada sumbu horisontal dan dipanaskan secara internal dengan uap air. Produk cair yang menempel pada drum secara perlahan-lahan akan diubah menjadi produk kering. Setelah mencapai ¾ putaran, produk kering akan dikikis dengan pisau pengikis sehingga terpisah menjadi bentuk lapisan film.
Lampiran 10. Form pengujian organoleptik
UJI HEDONIK
Tanggal: 13 September 2006 Nama:
No. Telp/HP:
Produk : Bubur gel instan
Petunjuk:
1. Cicipilah sampel di hadapan Anda dan tentukan tingkat kesukaan terhadap sampel. 2. Netralkan indera pencicip Anda dengan air minum setiap berganti sampel. 3. Jangan membandingkan antarsampel.
4. Tuliskan kode sesuai sampel di kotak yang telah disediakan.
5. Berikan tanda (√ ) untuk respon yang dipilih pada setiap kode sampel. 1. Citarasa 2. Tekstur 3. Overall Komentar: ... ... Kode Respon Sangat suka Suka Netral Tidak suka
Sangat tidak suka
Kode Respon Sangat suka Suka Netral Tidak suka
Sangat tidak suka
Kode Respon Sangat suka Suka Netral Tidak suka
UJI RANKING
Petunjuk:
1. Cicipilah sampel di hadapan Anda dan berikan penilaian terhadap tingkat kesukaan Anda secara keseluruhan (1 : Paling suka, 3 : Paling tidak suka).
2. Bandingkan tingkat kesukaan Anda terhadap sampel. 3. Tuliskan kode sesuai sampel di kotak yang telah disediakan
Komentar ... ...
Kode sampel Tingkat kesukaan
Lampiran 11. Data rekapitulasi terhadap citarasa produk
Panelis
Sampel
A0B0 A2B4S A2B2S
1 5 2 5 2 4 2 4 3 4 3 4 4 3 4 3 5 2 3 3 6 4 4 2 7 4 4 4 8 4 4 4 9 4 3 2 10 3 4 4 11 4 4 4 12 2 2 2 13 3 4 4 14 1 1 1 15 3 4 4 16 3 3 3 17 2 3 2 18 4 4 4 19 2 4 3 20 4 4 3 21 2 4 4 22 4 4 4 23 4 5 4 24 4 4 3 25 3 4 4 26 3 4 4 27 4 3 4 28 3 3 3 29 2 2 2 30 2 4 4
skor : 1 = sangat tidak suka 2 = tidak suka 3 = netral 4 = suka
Lampiran 12. Hasil ANOVA citarasa
Univariate Analysis of Variance
Between-Subjects Factors
N SAMPEL A2B4S 30
A0B0 30 A2B2S 30
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: SKOR
Source
Type III Sum
of Squares df Mean Square F Sig. Model 1052.089(a) 32 32.878 65.958 .000 PANELIS 44.322 29 1.528 3.066 .000 SAMPEL 1.089 2 .544 1.092 .342
Error 28.911 58 .498
Total 1081.000 90
a R Squared = .973 (Adjusted R Squared = .958)
Post Hoc Tests
SAMPEL
Homogeneous Subsets
SKOR Duncan SAMPEL N Subset 1 A0B0 30 3.20 A2B2S 30 3.37 A2B4S 30 3.47 Sig. .173Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = .498.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 30.000. b Alpha = .05
Lampiran 13. Data rekapitulasi terhadap tekstur produk
Panelis
Sampel
A0B0 A2B4S A2B2S
1 1 4 3 2 2 4 3 3 2 3 3 4 2 3 2 5 2 3 2 6 2 3 2 7 2 4 2 8 1 2 1 9 3 4 3 10 3 4 3 11 3 4 4 12 3 3 3 13 2 4 2 14 1 1 1 15 1 2 3 16 1 2 2 17 2 3 2 18 3 4 2 19 2 3 2 20 1 2 1 21 2 3 3 22 2 1 3 23 4 5 2 24 3 3 4 25 3 3 4 26 1 2 3 27 4 2 4 28 3 3 2 29 2 4 3 30 3 4 4
skor : 1 = sangat tidak suka 2 = tidak suka 3 = netral 4 = suka 5 = sangat suka
Lampiran 14. Hasil ANOVA tekstur
Univariate Analysis of Variance
Between-Subjects Factors
N SAMPEL A2B4S 30
A0B0 30 A2B2S 30
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: SKOR
Source
Type III Sum
of Squares df Mean Square F Sig. Model 682.533(a) 32 21.329 43.458 .000 PANELIS 46.233 29 1.594 3.248 .000 SAMPEL 12.200 2 6.100 12.429 .000
Error 28.467 58 .491
Total 711.000 90
a R Squared = .960 (Adjusted R Squared = .938)
Post Hoc Tests
SAMPEL
Homogeneous Subsets
SKOR Duncan SAMPEL N Subset 1 2 3 A0B0 30 2.20 A2B2S 30 2.60 A2B4S 30 3.10 Sig. 1.000 1.000 1.000Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = .491.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 30.000. b Alpha = .05
Lampiran 15. Data rekapitulasi terhadap overall produk
Panelis
Sampel
A0B0 A2B4S A2B2S
1 2 4 3 2 2 3 2 3 3 2 2 4 2 3 4 5 3 4 3 6 2 4 4 7 3 4 4 8 4 5 2 9 4 4 2 10 2 3 3 11 2 3 2 12 3 4 3 13 4 4 3 14 2 3 2 15 2 2 2 16 2 4 3 17 2 3 2 18 3 4 3 19 1 4 2 20 3 4 4 21 3 4 4 22 2 3 2 23 2 1 4 24 3 3 3 25 5 4 3 26 2 2 2 27 2 4 2 28 4 3 4 29 4 3 4 30 4 3 4
skor : 1 = sangat tidak suka 2 = tidak suka 3 = netral 4 = suka 5 = sangat suka
Lampiran 16. Hasil ANOVA overall
Univariate Analysis of Variance
Between-Subjects Factors
N SAMPEL A2B4S 30
A0B0 30 A2B2S 30
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: SKOR
Source
Type III Sum
of Squares df Mean Square F Sig. Model 852.733(a) 32 26.648 49.432 .000 PANELIS 32.667 29 1.126 2.090 .009 SAMPEL 10.067 2 5.033 9.337 .000
Error 31.267 58 .539
Total 884.000 90
a R Squared = .965 (Adjusted R Squared = .945)
Post Hoc Tests
SAMPEL
Homogeneous Subsets
SKOR Duncan SAMPEL N Subset 1 2 A0B0 30 2.70 A2B2S 30 2.83 A2B4S 30 3.47 Sig. .485 1.000Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = .539.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 30.000. b Alpha = .05.
Lampiran 17. Nilai ranksum uji ranking
Panelis
Sampel
A0B0 A2B4S A2B2S
1 1 3 2 2 1 3 2 3 3 1 2 4 3 1 2 5 2 1 3 6 3 1 2 7 3 1 2 8 3 1 2 9 1 2 3 10 3 1 2 11 3 2 1 12 3 1 2 13 2 1 3 14 3 1 2 15 3 1 2 16 1 2 3 17 3 1 2 18 2 1 3 19 3 1 2 20 2 1 3 21 3 1 2 22 2 3 1 23 2 1 3 24 1 3 2 25 3 2 1 26 3 2 1 27 1 3 2 28 1 2 3 29 3 1 2 30 3 2 1 Rank sum (R) 70 47 63
skor : 1 = produk yang paling disukai 3 = produk yang paling tidak disukai
Lampiran 18. Hasil uji ranking dengan Friedman test
NPar Tests
Friedman Test
Ranks Mean Rank SKOR_A0B0 2.33 SKOR_A2B4S 1.57 SKOR_A2B2S 2.10 Test Statistics(a) N 30 Chi-Square 9.267 Df 2 Asymp. Sig. .010 a Friedman TestLampiran 19. Hasil analisa lanjut uji ranking dengan LSD test
Univariate Analysis of Variance
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: SKOR
Source
Type III Sum
of Squares df Mean Square F Sig. Model 369.267(a) 32 11.540 13.192 .000 PANELIS .000 29 .000 .000 1.000 SAMPEL 9.267 2 4.633 5.297 .008
Error 50.733 58 .875
Total 420.000 90
a R Squared = .879 (Adjusted R Squared = .813)
Post Hoc Tests
SAMPEL
Homogeneous Subsets
Multiple Comparison
Dependent Variable: SKOR LSD
(I) SAMPEL (J) SAMPEL
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound A2B4S A0B0 -.77(*) .241 .002 -1.25 -.28 A2B2S -.53(*) .241 .031 -1.02 -.05 A0B0 A2B4S .77(*) .241 .002 .28 1.25 A2B2S .23 .241 .338 -.25 .72 A2B2S A2B4S .53(*) .241 .031 .05 1.02 A0B0 -.23 .241 .338 -.72 .25
Based on observed means.
Lampiran 20. Hasil analisis kadar fosfor
Kurva standar fosfor (0.2 mg/ml P2O5) Volume standar
P2O5 mg/ 50ml
Standar P2O5 mg/ 100ml Absorbansi
0.00 0.0 0.000 1.25 0.5 0.241 2.50 1.0 0.458 5.00 2.0 0.835 7.50 3.0 1.090
Kurva standar fosfor
Data hasil analisis fosfor Kode Berat sampel
(gr)
Absorbansi mg fosfor dari kurva standar Kadar fosfor (%) Rata-rata A0B0 4.2747 0.27 0.152 0.126 0.131% 0.29 0.157 0.136 A2B4S 4.5017 0.43 0.209 0.151 0.151% y = 0.3633x + 0.0525 R2 = 0.9865 0.000 0.200 0.400 0.600 0.800 1.000 1.200 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 mg/100ml A b so rb a n si
Lampiran 21a. Data hasil pengujian kadar air
Data pengujian kadar air produk A2B4S dengan penambahan gula halus dan garam
Data pengujian kadar air produk A2B4S
Ulangan 1 Ulangan 2
Berat cawan (gr) 2.4854 2.6011
Berat cawan + sampel (gr) 7.5871 7.7783
Berat contoh (gr) 5.1017 5.1772
Berat cawan + contoh kering (gr) 7.2281 7.4297 Berat contoh kering (gr) 4.7427 4.8286 Kadar air (dry basis) (%) 7.5695 7.2195 Kadar air rata-rata (dry basis) (%) 7.39
Kadar air (wet basis) (%) 7.0369 6.7334 Kadar air rata-rata (wet basis) (%) 6.89
Ulangan 1 Ulangan 2
Berat cawan (gr) 4.8292 2.9145
Berat cawan + sampel (gr) 8.7375 5.8208
Berat contoh (gr) 3.9083 2.9063
Berat cawan + contoh kering (gr) 8.5216 5.8208 Berat contoh kering (gr) 3.6924 2.7465 Kadar air (dry basis) (%) 5.85 5.82 Kadar air rata-rata (dry basis) (%) 5.84
Kadar air (wet basis) (%) 5.52 5.50 Kadar air rata-rata (wet basis) (%) 5.51
Lampiran 21b. Data hasil pengujian kadar abu produk A2B4S
Lampiran 21c. Data hasil pengujian kadar protein produk A2B4S
Lampiran 21d. Data hasil pengujian kadar lemak produk A2B4S Ulangan 1 Ulangan 2
Berat cawan (gr) 23.3953 20.0660
Berat cawan + sampel (gr) 28.5034 25.0909
Berat contoh (gr) 5.1081 5.0249
Berat cawan + abu (gr) 23.4057 20.0746
Berat abu (gr) 0.0104 0.0086
Kadar abu (%) 0.2036 0.1711
Kadar abu rata-rata (%) 0.19
Ulangan 1 Ulangan 2
Normalitas HCl (N) 0.0267 0.0267
Volume HCl untuk titrasi blanko (ml) 0 0 Volume HCl untuk titrasi sampel (ml) 0.1 0.1
Berat contoh (mg) 0.1138 0.1173
Kadar protein (%) 0.2054 0.1993
Kadar protein rata-rata (%) 0.20
Ulangan 1 Ulangan 2
Berat labu (gr) 89.2190 17.1022
Berat contoh (gr) 5.0994 5.0211
Berat labu + lemak (gr) 89.3219 107.2053
Berat lemak (gr) 0.1029 0.1031
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 0 20 40 60 80 Kelembaban Relatif (%) K ad ar A ir K eset im b an g an ( % b .k )
Lampiran 22. Perhitungan umur simpan
Data kadar air kesetimbangan produk bubur gel kering A2B4S
Jenis Garam Jenuh RH (%) Kadar Air Kesetimbangan (% b.k) NaOH 7.58 2.76 KF 27.27 5.12 K2CO3 43.17 6.58 NaBr 56.03 8.08 KI 67.00 11.89 NaCl 75.09 16.01 NaI 86.30 Berjamur K2SO4 98.00 Berjamur
Kurva Sorpsi Isotermis
Diketahui :
Persamaan : y = 0.4119 x – 15.207 Slope Kurva Isotermis (b) = 0.4119 Suhu Distribusi = 28ºC RH Distribusi = 75% Po pada RH Distribusi = 28.50 mmHg Kemasan PP (k/x) = 1.0 g/m2/hari/mmHg Kemasan PE (k/x) = 1.5 g/m2/hari/mmHg Luas Kemasan = 0.0105 m2 (0.15 x 0.07) Berat Produk Per Kemasan = 100 gram Kadar Air Awal Produk (mi) = 5.84 % Kadar Air Kritis Produk (mc) = 15.69 %
b Po Ws A x k mc me mi me gain ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎣ ⎡ − − = ln θ
Contoh perhitungan untuk kemasan polipropilen :
= ln 0.1597 – 0.0584 0.1597 – 0.1569 1.0 g 0.0105 m2 28.50 mmHg m2. hari. mmHg 94.16 g 0.4119 = 465 hari ~ 1.3 tahun Keterangan :
θgain : masa perkiraan umur simpan (hari) me : kadar air kesetimbangan (%bk) mi : kadar air awal (%bk)
mc : kadar air kritis (%bk) Ws : berat kering bahan (g)
A : luas permukaan kemasan (m2)
k/x : permeabilitas uap air kemasan (g/m2./hari,/mmHg) Po : tekanan uap jenuh (mmHg)