• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

77

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Hasil penelitian merupakan paparan tentang hasil-hasil yang diperoleh setelah dilakukannya proses penelitian termasuk survei terhadap responden.

Pada bagian hasil penelitian ini merujuk pada rumusan masalah yang telah ditetapkan, yaitu menganalisa tentang perkembangan membilang anak dengan menggunakan media benda konkret di TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.

Penelitian ini berusaha menjawab tentang apakah terdapat perbedaan kemampuan membilang anak sebelum dan sesudah menggunakan media benda konkret. Oleh karena itu hasil penelitian ini dilanjutkan dengan uji t tentang perbedaan kemampuan membilang.

1. Gambaran tentang hasil kemampuan membilang anak sebelum menggunakan media benda konkret (Variabel X1)

Data tentang kemampuan membilang anak yang pembelajarannya sebelum menggunakan media benda konkret diambil dari hasil tes dan observasi yang dilaksanakan pada saat penelitian dilakukan. Adapun data yang dihimpun untuk memecahkan masalah penelitian sebagai berikut:

(2)

Tabel 4.1.

Data hasil tes kemampauan membilang sebelum menggunakan media benda konkret di kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari.

PENILAIAN NO

KODE ANAK

SOAL TES

JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 P.1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 14

2 P.2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 16

3 P.3 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 15

4 P.4 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 12

5 P.5 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 14

6 P.6 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 18

7 P.7 2 2 2 1 1 2 1 2 1 1 15

8 P.8 1 1 2 2 2 1 1 1 2 3 16

9 P.9 1 1 2 3 1 1 2 2 2 2 17

10 P.10 1 1 1 2 2 2 3 2 2 1 17

11 P.11 2 1 2 1 2 2 2 2 3 2 19

12 P.12 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 16

13 P.13 2 2 2 1 1 3 3 2 2 1 19

14 P.14 2 2 1 2 1 1 1 1 3 2 16

15 P.15 2 1 2 1 2 1 1 2 1 1 14

16 P.16 1 2 1 1 1 2 2 3 3 1 17

17 P.17 1 1 2 2 1 2 2 2 2 1 16

18 P.18 1 2 2 2 2 1 1 1 3 3 18

19 P.19 2 2 3 1 1 1 1 1 2 2 16

20 P.20 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 19

JUMLAH 276

Nilai Terendah 12

Tertinggi 19

Rata-Rata 13,8

(3)

Keterangan:

1. Anak mampu membilang banyak benda dari 1 sampai 10 (kog 3.6)

2. Anak mampu membilang/menyebut urutan bilangan 1 sampai 10 (kog 3.6) 3. Anak mampu membilang dengan menunjuk benda (mengenal konsep

bilangan dengan benda-benda) sampai 10 (kog 3.6)

4. Anak mampu menunjuk urutan benda untuk bilangan 1 sampai 10 (kog 3.6)

5. Anak mampu membuat urutan bilangan 1 sampai 10 dengan benda (kog 3.6)

6. Anak mampu menunjuk lambang bilangan 1 sampai 10 (kog 3.6) 7. Anak mampu meniru lambang bilangan 1 sampai 10 (kog 3.6)

8. Anak mampu menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 10 (anak tidak disuruh menulis) (kog 3.6)

9. Anak mampu membandingkan bilangan jumlah benda yang lebih sedikit dan lebih banyak (kog 3.6)

10. Anak mampu menambahkan dan mengurangi jumlah benda (kog 3.6) Guna menjawab pertanyaan penelitian pertama yakni gambaran tentang hasil tes kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon yang pembelajarannya sebelum menggunakan media benda konkret digunakan Analisis Kriteria Skor ideal, yakni membuat kriteria-kriteria gambaran variabel X1 melalui pengelompokkan skor masing-masing variabel menggunakan Kriteria Skor Ideal yaitu :

(4)

Z ideal + Z (SD ideal)

Data penelitian dibagi menjadi tiga kategori yang didasarkan pada kriteria ideal dengan ketentuan sebagai berikut :

Kategori 1 : Berada pada luas daerah kurva sebesar 27 % atau sebesar 0, 73 kurva normal dengan Z =0, 61.

Kategori II : Berada pada luas daerah kurva sebesar 46 % atau letaknya terentang antara 0, 72 kurva normal dengan Z = - 0, 61sampai dengan Z =+0, 61.

Kategori III : Berada pada luas daerah kurva sebesar 27 % atau 0, 23 kurva normal dengan Z = -0, 61

Jika dikonversikan dengan rumus di atas, maka didapat kriteria sebagai berikut:

X≥X id+0, 61 id adalah tinggi/baik Xid-0, 61 id˂X˂Xid+0, 61 id adalah sedang/cukup

X≤Xid-0, 61id adalah kurang

Dengan ketentuan :

Xid : ½ skor maksimal

Sdid : ⅓ Xid

Berdasarkan rumus-rumus kategori di atas, maka kelompok statistik untuk variabel X1 (Kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sebelum menggunakan media benda konkrit) perhitungannya adalah sebagai berikut :

(5)

Skor ideal : 12

X id : ½ x 12 = 6 Sd id : ⅓ x 6 = 2

Berdasarkan hasil perhitungan di atas selanjutnya dilakukan perhitungan, maka kategori-kategori untuk variabel kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sebelum menerapkan media benda konkret adalah sebagai berikut :

Kategori dirasakan tinggi = X≥6+ 0, 61 (2)=X≥ 7, 22 Kategori cukup dirasakan = 6-0, 61(2) ˂X˂6+0, 61(2)

= 4,78 – 7,22

Kategori kurang dirasakan = X≤6-0, 61(2)=X≤4,78

Berdasarkan kategorisasi di atas, maka gambaran variabel kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sebelum menerapkan media benda konkret adalah sebagai beriku:

Tabel. 4.2.

Gambaran Kategorisasi kemampuan membilang sebelum menggunakan media benda konkret Kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari

Kategori Rentang Skor F %

Baik X ≥ 61 3 15 %

Cukup 40 – 60 9 45 %

Kurang X ≤ 40 8 40 %

Jumlah 20 100 %

(6)

Berdasarkan data pada tabel 4.2. di atas, maka dapatlah disimpulkan bahwa: 15 % terdapat 3 siswa termasuk dalam kategori Baik, 45 % terdapat 9 siswa termasuk dalam kategori Cukup, 40% terdapat 8 siswa termasuk dalam kategori Kurang.

Apabila dilihat dari Mean (rata-rata) dari data variabel yang mencapai angka 13, 8 maka berdasarkan hasil kategori analisis skor ideal di atas adalah cukup baik.Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membilang kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sebelum menggunakan media benda konkret termasuk dalam kategori kurang baik .

2. Gambaran tentang hasil kemampuan membilang anak setelah menggunakan media benda konkret (Variabel X2)

Data tentang kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon yang pembelajarannya setelah menggunakan media benda konkret diambil dari hasil tes dan observasi yang dilaksanakan pada saat penelitian dilakukan.

Adapun data yang dihimpun untuk memecahkan masalah penelitian sebagai berikut:

(7)

Tabel 4.3.

Data hasil tes kemampauan membilang sesudah menggunakan media benda konkret di kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari

PENILAIAN NO

KODE ANAK

SOAL TES

JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 P.1 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 24

2 P.2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 24

3 P.3 3 2 3 3 4 3 3 4 4 3 30

4 P.4 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 24

5 P.5 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 22

6 P.6 3 3 2 3 3 4 3 3 4 4 30

7 P.7 2 4 4 4 3 3 3 3 3 3 30

8 P.8 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 25

9 P.9 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 30

10 P.10 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 25

11 P.11 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4 35

12 P.12 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 25

13 P.13 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4 35

14 P.14 2 2 4 2 4 2 2 2 3 2 25

15 P.15 2 3 4 3 3 3 3 2 4 4 26

16 P.16 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 25

17 P.17 2 2 2 2 4 2 2 3 2 4 26

18 P.18 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 30

19 P.19 4 4 3 3 4 4 4 4 2 3 35

20 P.20 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 35

JUMLAH 561

Nilai Terendah 22

Tertinggi 35

Rata-Rata 28, 05

(8)

Guna menjawab pertanyaan penelitian kedua yakni gambaran tentang hasil tes kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon yang pembelajarannya sesudah menggunakan media benda konkret digunakan Analisis Kriteria Skor ideal, yakni membuat kriteria-kriteria gambaran variabel X2 melalui pengelompokkan skor masing-masing variabel menggunakan Kriteria Skor Ideal yaitu :

Z ideal + Z (SD ideal)

Data penelitian dibagi menjadi tiga kategori yang didasarkan pada kriteria ideal dengan ketentuan sebagai berikut :

Kategori 1 : Berada pada luas daerah kurva sebesar 27 % atau sebesar 0, 73 kurva normal dengan Z =0, 61.

Kategori II : Berada pada luas daerah kurva sebesar 46 % atau letaknya terentang antara 0, 72 kurva normal dengan Z = - 0, 61sampai dengan Z =+0, 61.

Kategori III : Berada pada luas daerah kurva sebesar 27 % atau 0, 23 kurva normal dengan Z = -0, 61

Jika dikonversikan dengan rumus di atas, maka didapat kriteria sebagai berikut:

X≥X id+0, 61 id adalah tinggi/baik Xid-0, 61 id˂X˂Xid+0, 61 id adalah sedang/cukup

X≤Xid-0, 61id adalah kurang

(9)

Dengan ketentuan :

Xid : ½ skor maksimal

Sdid : ⅓ Xid

Berdasarkan rumus-rumus kategori di atas, maka kelompok statistik untuk variabel X2 (Kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sesudah menerapkan media benda konkrit) perhitungannya adalah sebagai berikut :

Skor ideal : 12

X id : ½ x 12 = 6 Sd id : ⅓ x 6 = 2

Berdasarkan hasil perhitungan di atas selanjutnya dilakukan perhitungan, maka kategori-kategori untuk variabel kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sebelum menerapkan media benda konkret adalah sebagai berikut :

Kategori dirasakan tinggi = X≥6+ 0, 61 (2)=X≥ 7, 22 Kategori cukup dirasakan = 6-0, 61(2) ˂X˂6+0, 61(2)

= 4,78 – 7,22

Kategori kurang dirasakan = X≤6-0, 61(2)=X≤4,78

Berdasarkan kategorisasi di atas, maka gambaran variabel kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa

(10)

Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sesudah menerapkan media benda konkret adalah sebagai berikut

Tabel. 4.4.

Gambaran Kategorisasi kemampuan membilang sesudah menggunakan media benda konkret di Kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari (Post-Tes)

Kategori Rentang Skor F %

Baik X ≥ 61 20 100 %

Cukup 40 – 60 0 0 %

Kurang X ≤ 40 0 0 %

Jumlah 20 100 %

Berdasarkan data pada tabel 4.4. di atas, maka dapatlah disimpulkan bahwa:100 % siswa termasuk dalam kategori Baik, 0 % siswa termasuk dalam kategori Cukup, 0% siswa termasuk dalam kategori Kurang.

Apabila dilihat dari Mean (rata-rata) dari data variabel yang mencapai angka 28,05 maka berdasarkan hasil kategori analisis skor ideal di atas adalah cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membilang kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sesudah menggunakan media benda konkret termasuk dalam kategori sangat baik.

(11)

B. Pengujian Persyaratan Analisis dan Pengujian Hipotesis 1. Pengujian Persyaratan Analisis

Tahap persyaratan analisis pengolahan data dilakukan dengan statistik inferensial, khususnya untuk menjawab pertanyaan penelitian ke tiga, yakni untuk mengetahui seberapa besar perbedaan hasil kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon antara sebelum dan sesudah menerapkan media benda konkret Oleh karena itu pengolahan data statistiknya meliputi: Analisis Uji Normalitas Distribusi Data. Analisis kemudian dilanjutkan dengan analisis Komparatif dengan T-test.

Dalam uji nomalitas distribusi data dari tes kemampuan membilang dari sebelum dan sesudah penggunaan media benda konkret kemudian diuji kenormalan data tersebut dengan menggunakan rumus Chi-Kuadrat.

Dengan pasangan hipotesis nol dan tandingannya yang di uji:

Ho : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Ha : sampel berasal dari populasi yang berditribusi tidak normal.

Adapun krtiteria ujinya adalah Ho diterima jika 𝑥hitung2 ≤ 𝑥tabel 2 . a. Uji Normalitas Data Hasil Sebelum Penggunaan Media Benda

Konkret (Variabel X1)

Untuk mengetahui apakah variabel X1 berdistribusi normal atau tidak maka perlu diuji menggunakan rumus Chi-Kuadrat, dengan kriteria keputusan jika 𝑥hitung2 ≤ 𝑥tabel 2 maka sebaran data berdistribusi normal.

(12)

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut (hasil pengolahan normalitas data terlampir) :

Langkah-langkah menentukan normalitas yaitu :

1) Mengurutkan data (nilai atau jumlah skor variabel) dari setiap responden, dari data tertinggi ke data terendah.

19 19 19 18 18 17 17 17 16 16 16 16 16 16 15 15 14 14 14 12 2) Mencari nilai rentangan (R) dengan rumus :

Rentangan = Skor tertinggi – Skor terendah 19- 12 = 7

3) Mencari banyaknya kelas (k) : k = 1 + 3,3 log n

k = 1 + 3,3 (log 20) k = 1 + (3,3) (1,301) k = 1 + 4,2933 k = 5,2933≈ 5

Banyaknya kelas diambil 5 kelas 4) Mencari panjang kelas interval (P) :

P = 𝑅𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛

𝑘 = 7

5= 2

5) Membuat tabulasi dengan tabel penolong : Tabel 4.5.

Uji Normalitas Data Variabel X1

Uji Normalitas 𝑋hitung2 X2 tabel Keputusan Variabel X1

7,89 11,07 Berdistribusi Normal

(13)

Berdasarkan perhitungan di atas diketahui bahwa Xhitung2 < Xtabel2 (7,89<

11,07), hal ini menunjukkan bahwa data hasil belajar siswa sebelum menggunakan media benda konkret berdistribusi normal.

b. Uji Normalitas Data Hasil Sesudah Penggunaan Media Benda Konkret (Variabel X2)

Untuk mengetahui apakah variabel X2 berdistribusi normal atau tidak maka perlu diuji menggunakan rumus Chi-Kuadrat, dengan kriteria keputusan jika jika 𝑥hitung2 ≤ 𝑥tabel 2 maka sebaran data berdistribusi normal.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut (hasil pengolahan normalitas data terlampir) :

Tabel 4.6.

Hasil Uji Normalitas Data Variabel X2

Uji Normalitas 𝑋hitung2 X2 tabel Keputusan Variabel X2

7,89 11,07

Berdistribusi Normal

Berdasarkan tabel di atas didapat harga Chi-Kuadrat hitung sebesar 7,89, sedangkan harga Chi-Kuadrat tabel pada a=5% dengan dk = 6,15 yaitu sebesar 11,07.Dengan demikian perhitungan di atas diketahui bahwa

2 hitung

X < Xtabel2 (7,89< 11,07), hal ini menunjukkan bahwa skor variabel X2 berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

(14)

2. Pengujian Hipotesis (Test “t”)

Analisis ini digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil (perbandingan) antara variabel X1 dengan variabel X2.Lambang dalam T-Test adalah

𝑡0 = 𝑀𝐷 𝑆𝐸𝑀𝐷

Tahap pengujian hipotesis pengolahan data dilakukan dengan statistik. Pada penelitian telah berhasil menggunakan media benda konkret untuk meningkatkan kemampuan membilang di TK Sabilul Huda Desa Tegalsari.Dalam rangka uji coba terhadap efektivitas atau keampuhan media ini, dilakukan penelitian lanjutan dengan mengajukan Hipotesis Nihil yang menyatakan: “Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakanmedia benda konkret”

Pengujian hipotesis digunakan untuk dua sampel kecil yang saling berhubungan, rumus untuk mencari “t” atau t0 dalam keadaan dua sampel yang kita teliti merupakan sampel kecil (N kurang dari 30) sedangkan kedua sampel tersebut mempunyai hubungan, rumusnya adalah sebagai berikut :

𝑡0 = 𝑀𝐷 𝑆𝐸𝑀𝐷

Langkah perhitungannya adalah :

Membuat tabel tabulasi nilai sebelum dan sesudah sebagai tabel penolong

(15)

Tabel 4.7.

Perhitungan Untuk Memperoleh “t” dalam rangka mengkaji kebenaran atau kepalsuan Hipotesis Nihil.

No. Nama siswa

Nilai Kemampuan Membilang D= D2 =

Sebelum diterapkannya

media benda konkret (X1)

Sesudah diterapkannya

media benda konkret (X2)

(X-Y) (X-Y)2

1. Adam Al Naffizh 14 24 -10 100

2. Afifah Az Zahra 16 24 -8 64

3. Ahmad Mubarok 15 30 -15 225

4. Alvan Husein 12 24 -12 144

5. Andika Radja Bisma 14 22 -8 64

6. Arina Manasikana 18 30 -12 144

7. Arjun Dirgantara Brata 15 30 -15 225

8. Azriel Iskandar 16 25 -9 81

9. Embun Gadis Pratomo 17 30 -13 169

10. Eva Eriska 17 25 -8 64

11. Gehan Akila Pranaja 19 35 -16 256

12. Nurhidayat 16 25 -9 81

13. Rafid Maulana 19 35 -16 256

14. Wildan Ubaidah Fairus 16 25 -9 81

15. Iqbal 14 26 -12 144

16. Adnan Shakille Arrasy 17 25 -8 64

(16)

17. Nailal Wafa 16 26 -10 100

18. Fridawati 18 30 -12 144

19 Syifa Q 16 35 -19 361

20. Yasmin Nur Zahira 19 35 -16 256

∑ 𝑁 = 𝟐𝟎

∑ 𝑫

-237

∑ 𝑫𝟐

2686

Pada tebel 4.7. telah berhasil kita peroleh : .

∑ 𝐷 = −237 dan ∑ 𝐷2 = 2686 kemudian dilanjutkan dengan : 1. Mencari Mean dari Difference, dengan rumus

𝑀𝐷=∑ D

N

= 237

20 = -11,85

2. Mencari Deviasi Standar dari Difference (SDD), dengan rumus :

𝑆𝐷𝐷= √∑ 𝐷2

𝑁 − (∑ 𝐷 𝑁 )

2

𝑆𝐷𝐷= √2686

20 − (−237 20 )

2

𝑆𝐷𝐷= √134,3— (−12,7)2

= √36,9 = 𝟔, 𝟎𝟕

3. Mencari Standard Error of Mean of Difference, yaitu 𝑆𝐸𝑀𝐷, dengan menggunakan rumus:

(17)

𝑆𝐸𝑀𝐷 = 𝑆𝐷𝐷

√𝑁 − 1

= 6,07

√20−1

= 6,07

√19 = 26,456,07 = 0,229

4. Langkah berikutnya mencari t0 dengan menggunakan rumus :

𝑡0 = 𝑀𝐷 𝑆𝐸𝑀𝐷

= −11,85 0,229

= 12,32

5. Memberikan interpretasi terhadap “𝑡0” dengan presedur kerja sebagai berikut :

a. Untuk memberikan interpretasi terhadap 𝑡0, dengan terlebih dahulu memperhitungkan df atau db-nya, df atau db = N-1.

Jika df atau db = N-1

= 20 – 1 Df/ db = 19

b. Mencari harga kritik “t”, setelah itu kita konsultasikan pada tabel Nilai “t”, baik pada taraf signifikan 5% maupun pada taraf signifikan 1%.

(18)

Diketahui df sebesar 19 diperoleh harga kritik “t’ tabel pada ttabel

signifikansi 5% sebesar 28,05; sedangkan pada taraf signifikansi 1% tt diperoleh sebesar 14,25.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Setelah dilakukan penelitian terhadap efektivitas penggunaan media benda konkrit terhadap kemampuan membilang anak kelompok A TK Sabilul Huda Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon maka hasil dari penelitian tersebut sebagaimana dijelaskan berikut:

Peningkatan anak yang memiliki perkembangan kognitif tersebut menjadi bukti bahwa ternyata pembelajaran melalui media benda konkret menjadi salah satu cara yang efektif. Hal ini dibuktikan dengan terjadi perubahan-perubahan. Perubahan terjadi secara bertahap mulai dari anak mampu membilang banyak benda dan mengenal konsep bilangan , menjadi mampu membilang benda dan mengerjakan LKA.

Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan kognitif khususnya tentang kemampuan membilang banyak benda dan membilang dengan menunjuk benda-benda (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda) sudah baik, guru menyajikan kegiatan yang menjadikan anak sebagai pembelajar aktif dan menyenangkan bagi anak apa bila pembelajarannya menggunakan benda konkret. Dari paparan tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian kegiatan kelas yang dilakukan dapat meningkatkan kemampuan membilang dengan

(19)

media benda konkret mendorong anak untuk berlatih membilang secara serius agar proses belajar menjadi baik.

Melihat hasil yang diperoleh pada pertemuan lanjutan ini kemampuan anak dalam membilang benda mengalami peningkatan, sehingga indikator keberhasilan yang diharapkan dapat tercapai. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan dirasa cukup, sehingga dihentikan pada pertemuan lanjutan. Penelitian ini telah membuktikan bahwa media benda konkret dapat meningkatkan kemampuan membilang pada anak kelompok A di TK Sabilul Huda Tegalsari Plered Kabupaten Cirebon.

D. Keterbatasan Penelitian

Penelitian yang dilakukan masih banyak terdapat kekurangan dan keterbatasan waktu.Dari kendala-kendala yang ditemukan dalam pertemuan awal, maka dilakukan perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang ada. Adapun perbaikan yang dilakukan adalah pertama guru menjelaskan aturan main pada kesempatan anak melakukan kegiatan membilang yaitu dengan memanggil anak maju ke depan satu persatu. Kedua guru mengkondisikan anak dengan melibatkan anak secara aktif dalam membilang benda sampai sepuluh. Ketiga memberi reward pada anak yang sudah bisa membilang yaitu bintang.

Keempat guru memberikan bujukan/rayuan, motivasi, dan semangat kepada anak yang tidak mau melakukan membilang benda menggunakan media benda konkret. Setelah dilakukan perbaikan-perbaikan dalam pertemuan

(20)

lanjutan, ternyata hasil yang diperoleh mengalami peningkatan yang cukup baik.

Penelitian yang masih terdapat kekurangan yang beberapa keterbatasan yaitu media benda konkrit yang digunakan merupakan benda habis pakai, sehingga kurang maksimal dalam segi pembelajaran.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tanggapan responden tentang pelayanan petugas UPTSA pada Tabel 4.17 untuk unsur pertanyaan tentang Kenyamanan lingkungan, responden yang menjawab A

Dibandingkan dengan pegamatan yang dilakukan pada siklus I, tidak telihat perubahan yang menonjol. Siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan tetap lebih didominasi oleh

Kelompok yang pertama menjawab semua pertanyaan dinyatakan sebagai pemenang, kelompok pemenang membahas pertanyaan di depan kelas yaitu kelompok 4, salah satu anggota

Dalam pembelajaran siklus I masih terdapat kegiatan yang tidak dilakukan guru seperti tidak menyampaikan tujuan pembelajaran, belum membimbing siswa dalam menjawab pertanyaan,

Selanjutnya informan ke dua yang bernama Marisa yang menyukai warna merah dan biru muda menjawab pertanyaan yang sama, berikut adalah jawaban dari Marisa: “

Analisis data statistik dilaksanakan guna merespon pertanyaan-pertanyaan yang ditetapkan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara). Analisis data membantu menguji

Awalnya subyek sangat tertutup dan menjawab dengan singkat dari pertanyaan peneliti, sehingga peneliti tidak dapat mengetahui apa saja masalah yang sering dihadapi subyek dan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), buku paket, , soal tes formatif, media benda kongkret