• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

1.1 Objek Penelitian

Pada penulisan skripsi ini yang menjadi objek penelitian adalah loyalitas konsumen terhadap ekuitas merk dan harga pada produk tas merk Sophie Paris di Jakarta Selatan. Data yang diambil merupakan data hasil kuesioner terhadap masyarakat terutama para wanita untuk menunjang penampilannya.

1.2 Data Penelitian 1.2.1 Sumber Data

Dalam skripsi ini digunakan dua sumber data, yaitu : a. Data Perusahaan

Data yang didapat dan disimpan oleh perusahaan yang biasanya merupakan data masa lalu/historical PT. Sophie Paris

b. Responden

Survei interaktif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden

pembeli produk tas merk Sophie Paris. Pertanyaan yang diajukan

untuk mengetahui pengaruh eukitas merk dan harga terhadap loyalitas

konsumen produk tas merk Sophie Paris.

(2)

1.2.2 Jenis Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah :

a. Data primer yaitu data yang dikumpulkan sendiri dengan mengajukan pertanyaan kepada responden atau subyek sasaran dan mencatat jawabannya untuk dianalisis, baik yang diperoleh melalui studi lapangan dengan cara wawancara dan penyebaran pertanyaan.

b. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literature-literatur dan dokumen perusahaan.

1.2.3 Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner adalah pengumpulan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan atau kuesioner kepada konsumen produk tas merk Sophie Paris. Pengumpulan data dilakukan mulai dari tanggal 24 – 27 Maret 2014.

Kuesioner ditunjukan kepada 100 orang konsumen produk tas merk Sophie Paris.

Untuk memungkinkan para pelanggan menjawab dalam berbagai tingkatan bagi setiap butir kepuasan, format tipe likert bisa dipergunakan.

R. A. Likert (1932) mengembangkan prosedur dimana skala mewakili

suatu kontinum bipolar. Pada ujung sebelah kiri (dengan angka rendah)

menggambarkan suatu jawaban yang negatif sedangkan ujung sebelah

kanan (dengan angka besar) menggambarkan yang positif. Bobot katagori

sebagai berikut :

(3)

Tabel 3.1

Format Jawaban Tipe Likert Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju

(STS) (TS) (N) (S) (SS)

1 2 3 4 5

Sumber : Sugiyono (2005: 87)

Tabel 3.2

Pengelompokan Skala Likert

Nilai Bobot Penilaian

100 – 179 Sangat Tidak Setuju

180 – 259 Tidak Setuju

260 – 339 Netral

340 – 419 Setuju

420 – 500 Sangat Setuju

(4)

1.3 Definisi Operasional

Tabel 3.3 Definisi Operasi

Variabel Sub Variabel Indikator Skala

Ekuitas Merk

Keutamaan Merk

- Sering pelanggan dalam melakukan pembelian memikirkan sebuah merk.

- Mudah bagi pelanggan untuk memikirkan merk dalam membeli sesuatu.

Likert

Kinerja Merk Seberapa produk atau jasa memenuhi kebutuhan fungsional pelanggan.

Likert

Pencitraan Merk

- Menggambarkan sifat produk tersebut.

- Sebuah merk berusaha memenuhi sosial pelanggan.

Likert

Penilaian Merk

Fokus pada pendapat dan evaluasi dari pribadi pelanggan sendiri.

Likert

Perasaan Merk

Respons dan reaksi emosional pelanggan terhadap merk.

Likert

Resonansi Merk

Mengacu pada sifat hubungan yang dimiliki pelanggan dengan merk dan sejauh mana mereka merasa “sinkron”

dengan merk.

Sumber : Kotler (2009: 267)

Likert

(5)

Harga Harga Katalog

Konsumen (non member) membeli berdasarkan harga katalog.

Likert

Special Price Harga spesial yang ditujukan kepada konsumen yang diadakan 1 tahun 2 kali.

Likert

Pembayaran Cash

Konsumen membeli produk tersebut dengan pembayaran secara tunai atau kontan.

Sumber : Hasson (1997)

Likert

Loyalitas Konsumen

Melakukan pembelian secara teratur

Konsumen merasa puas dengan produk tersebut, sehingga melakukan pembelian secara berulang – ulang.

Likert

Merekomenda sikan kepada orang lain

Konsumen mempromosikan kepada orang lain agar konsumen membeli produk tersebut.

Likert

Meununjukan kekebalan terhadap daya tarik pesaing

Produk tersebut mempunyai kelebihan dibandingkan dengan produk pesaing sehingga konsumen tidak akan berpaling ke merk yang lain.

Sumber : Hurriyati (2005: 121)

Likert

(6)

1.4 Populasi dan Sempel 1.4.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2009), populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.

Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti adalah para konsumen yang menggunakan produk tas merk Sophie Paris di Jakarta Selatan.

1.4.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2007), dalam bukunya :statistik nonparametris untuk penelitian” bahwa ukuran sampel yang layak digunakan dalam penelitian ini adalah antara 30 responden sampai dengan 500 responden.

Dalam penelitian ini jumlah sampel yang ditentukan oleh peneliti sebesar 100 orang dengan pertimbangan terbatasnya waktu, dana dan tenaga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode convienience sampling, yaitu menyebar sampel kepada konsumen yang menggunakan produk tas merk Sophie Paris di Jakarta Selatan.

1.5 Metode Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 1.5.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan

terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur

(7)

ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. (Sugiyono, 2006).

1.5.2 Uji Reabilitas

Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur bahwa variabel yang digunakan benar-benar bebas dari kesalahan sehingga menghasilkan hasil yang konsisten meskipun diuji berkali-kali.

Penetapan uji Reabilitas ini dimaksudkan bahwa setelah tingkat validitas di tentukan, maka dapat dilanjutkan reabilitas. Reabilitas suatu butir pertanyaan dapat dilihat dari hasil output SPSS. Dengan uji statistic Cronbach Alpha(α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikannilai Cronbach Alpha(α) > 0,60 (Nunally dalam Ghazali, 2005:42).

3.5.3 Analisis Inferensial

Inferensial adalah teknik statistic yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.

Statistik ini sangat cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi

yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan

secara acak (random). (Sugiyono, 2005).

(8)

a. Analisis Regresi Linear Berganda

Dalam metode ini penulis melakukan pengujian dan pendugaan terhadap variabel yang menjadi focus penelitian, yaitu variabel ekuitas merk dan harga sebagai variabel bebas (independent variable) dan variabel loyalitas konsumen sebagai variabel terikat (dependent variable).

Metode analisis ini digunakan adalah model analisis regresi linear berganda. Model ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara ekuitas merk dan harga terhadap loyalitas konsumen produk tas merk Sophie Paris. Metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh-pengaruh yang terjadi antara ekuitas merk (X

1

), harga (X

2

) dengan loyalitas (Y). Apakah variabel tersebut mempunyai pengaruh atau tidak, maka rumus yang digunakan adalah :

Y – a+b

1

X

1

+ b

2

X

2

+ e

Keterangan : Y = Loyalitas Konsumen a = Konstanta

b

1

, b

2

= Koefisien Regresi X

1

= Ekuitas Merk X

2 =

Harga

e = Error

(9)

b. Analisis Koefisien Determinasi (R

2)

Analisis determinasi dalam regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara dua variabel. Nilai koefisien determinasi menunjukan persentase varian nilai variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan.

(Algifari, 2000: 45).

Koefisien determinasi juga disebut koefisien penentu yang dilambangkan dengan huruf (R

2

), untuk menyatakan besar kecilnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

3.5.4 Pengujian Hipotesis Uji Asumsi Klasik

Sebelum persamaan regresi dilakukan, data yang ada terlebih dahulu harus diuji kelayakannya menggunakan uji asumsi klasik, supaya persamaan regresi yang diperoleh dapat digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada.

1) Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi merupakan korelasi antara anggota observasi yang disusun menurut waktu dan tempat. Model regresi yan baik seharusny tidak terjadi autokorelasi. (Ghazali, 2005: 95).

Untuk mendeteksi adanya autokorelasi digunakan nilai Durbin- Watson (DW), adapun kriteria pengujiannya adalah :

1. Jika nilai DW dibawah 0 sampai 1,5 berarti ada autokorelasi

positif.

(10)

2. Jika nilai DW diantara 1,5 sampai 2,5 berarti tidak ada autokorelasi.

3. Jika nilai DW diatas 2,5 sampai 4 berarti ada autokorelasi negative.

2) Uji Heteroskedastisitas

Untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas.

(Ghazali, 2005: 105).

3) Uji Multikolinearitas

Menurut Priyatno (2009: 152), Uji multikolinearitas adalah antara variabel independen yang terdapat dalam model regresi memiliki hubungan linear yang sempurna atau mendekati sempurna (koefisien korelasinya menunjukkan lebih besar dari 1).

Uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Variabel Inflator Factor (VIF), jika nilai VIF = 1 maka dapat ddikatakan tidak terjadi multikolinearitas pada model yang diolah. (Nachrowi, 2006: 100).

3.5.5 Pengujian Kelayakan Model

a. Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama (Uji – F)

Pengujian ini untuk mengetahui apakah semua variabel bebas

secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

variabel terikat. Tingkat kesalahan yang digunakan adalah α = 0,05

maka F table akan mempunyai nilai F=α/2, (k – 1) (n – k).

(11)

Bentuk pengujiannya, maka rumusnya adalah : F

0 =

R

2

(n – k – 1)

K (1 – R

2

)

Ho: b

1=

b

2

=0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara serentak ekuitas merk dan harga terhadap loyalitas konsumen.

H1:

b1

≠b

2

≠0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara serentak ekuitas merk dan harga terhadap loyalitas konsumen.

Pada penelitian ini nilai F hitung dibandingkan dengan F table pada tingkat signifikan (α) = 5%. Kriteria penilaian pada uji-F adalah : 1) Jika F hitung > F table maka Ho ditolak, artinya ekuitas merk dan

harga berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.

2) Jika F hitung < F table maka Ho diterima, artinya ekuitas merk dan harga tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.

b. Uji Koefisien Regresi Secara Persial (Uji – T)

Pengujian ini dilakukan untuk menguji setiap variabel bebas (X

1

) apakah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y).

Bentuk pengujian, maka rumusnya adalah : t

0 =

b1 – Bi

Sb1

Ho: b

1

=b

2

=0, artinya secara persial tidak terdapat pengaruh yang

signifikan dari ekuitas merk dan harga terhadap loyalitas konsumen.

(12)

Nilai t hitung akan dibandingkan dengan t table pada tingkat signifikan (α) = 5%.

Kriteria pengambilan keputusan pada uji-t adalah : Jika : t hitung > t table maka Ho ditolak

t hitung < t table Ho diterima

Gambar

Tabel 3.3  Definisi Operasi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian F bisa membuktikan apakah variabel bebas secara bersamaan dapat memberi pengaruh pada variabel terikat dalam penelitian ini.Uji F bisa dilakukan melalui

Uji t digunakan mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Pengujian ini dilakukan dengan cara

H 0 tidak ditolak jika nilai tstatistik ≤ ttabel, artinya semua variabel bebas yaitu biaya operasional, jumlah produksi dan harga jual tidak berpengaruh signifikan

Uji T digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individual. Pengaruh yang signifikan dapat diperkirakan

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat maka dilakukan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini.. Metode

“Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak” (Gozali, 2006:76).

Tunggakan PPN terhadap variabel terikat Realisasi Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai. Ha : β2 ≠ 0 Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan Pencairan Tunggakan PPN

Hipotesis yang ingin diuji adalah kemampuan variabel bebas menjelaskan tingkah laku variabel terikat, apabila variabel bebas tidak dapat mempengaruhi, variabel