NUTRISI PARENTERAL PADA PENDERITA PENYAKIT HATI KRONIS
H.Ali Djumhana
SubBag.Gastroenterohepatologi SMF.I.Penyakit Dalam RSUP Dr Hasan Sadikin-Fakultas kedokteran Unpad Bandung
Pendahuluan
Penyakit hati menempati urutan ke 3 di beberapa RS di Jawa Barat.Pada beberapa keadaan sering ditemukan indikasi pemberian nutrisi parenteral pada penderita penyakit hati kronis.Apabila ditemukan penderita dengan asupan nutrisi yang buruk dtambah lagi dengan stress penyakit lainnya dan hiperkatabolisme akan menurunkan respon imunitas tubuh .Gangguan metabolisme pada penderita penyakit hati kronik umumnya sesuai dengan beratnya kegagalan faal hati.Pemberian NPE pada penderita penyakit hati kronik prinsipnya sama dengan yang tidak menderita penyakit hati,variasi pemberian berdasarkan berat ringannya penyakit hati,keadaan nutrisi serta ada atau tidak adanya penyulit yang berhubungan dengan penyakit hati.Dalam klinik pendekatan untuk menilai berat ringannya penyakit hati dipergunakan kriteria Child / Child Pugh.
Assesment
Untuk assesment penderita dipergunakan kriteria Child atau Child Pugh
Kriteria Child
Child A Child B Child C
Bilirubin(mg%) < 2 2-3 > 3 Albumin(g%) > 3,5 3 – 3,5 < 3
Asites negatip minimal banyak
Ensefalopati negatip minimal jelas
Nutrisi baik sedang buruk
Kriteria Child Pugh
Skor
1 2 3
Ensefalopati(gradasi) - 1 – 2 3 – 4
Asites negatip minimal banyak
Bilirubin(mg%) 1 – 2 2 – 3 > 3 Albumin(g%) > 3,5 2,8 – 3,5 < 2,8 Pemanjangan
Waktu Protrombin(det) 1 – 4 4 – 6 > 6
Penderita Child C atau Chil Pugh dengan skor > 10 mempunyai prognosa lebih buruk apabila terkena stres berat.Keadaan stres juga bisa mengubah penderita Child A atau Child B menjadi Child C,sebaliknya terapi nutrisi dan terapi lainnya bisa memperbaiki skor yang buruk menjadi lebih baik.
Tujuan pemberian NPE pada penderita dengan penyakit hati kronis 1. Mencegah hipoglikemi
Penderita dengan penyakit hati kronik yang berat atau sedang menderita stres berat cenderung mengalami hipoglikemi karena proses glikogenolisis dan glukoneogenesis di hati terganggu
2. Memberikan asam amino terutama asam amino rantai cabang
Asam amino rantai cabang bermanfaat untuk mengatasi ensefalopati hepatik dan mengurangi katabolisme protein otot.
3. Memberikan asupan nutrisi lainnya seperti vitamin,mineral dan air
Kebutuhan cairan
Kebutuhan disesuaikan dengan keadaan hidrasi dan ada/tidaknya udema Kebutuhan cairan ini umumnya paling banyak sekitar 1500 ml/hari. Pemberian cairan yang biasa-biasa saja pada penderita denga kadar albumin rendah akan terjadi ekstravasasi cairan ke ruang interstitial.
Kebutuhan kalori:
Sumber kalori utama adalah glukosa.Kebutuhan kalori 25-30 kal/KgBB/hari Bila dibutuhkan kalori cukup banyak dapat diberika emulsi lemak berupa asam lemak rantai medium dengan jumlah 25-30% dari total kebutuhan kalori. Pada gagal hati akut bila kadar gula darah < 90 mg%,harus diberi bolus glukosa hipertonis,karena hipoglikemi berat dapat menimbulkan kelainan otak yang permanen dan menimbulkan pankreatitis akut yang fatal.
Pada gagal hati akut kebutuhan minimal kalori 1600 kal/hari
Asam Amino/Protein:
Kebutuhan berkisar antara 0.8-1,5 g/kgBB/hari.
Perlu diperhatikan asam amino aromatik mungkin mempresipitasi ensefalopati karena itu hendaknya dipilih larutan yang kaya akan asam amino rantai cabang.Jumlah asupan protein yang masih bisa ditolerir sekitar 40-60 gr/hari. Pemberian asam amino ini harus dibarengi asupan karbohidrat yang adekwat Agar asam amino yang diberikan tidak dipecah menjadi kalori.
Elektrolit,vitamin dan trace elemen
Bila ada udem pemberian Na tidak boleh lebih dari 20 meq/hari.Pada gagal hati akut bila ditemukan hiponatremia tidak perlu dikoreksi.
Pemberian glukosa akan meningkatkan influks K kedalam sel,karena itu pemeriksaan K sangat diperlukan.Bila faal ginjal baik perlu diberikan K 120- 200 meq/hari.
Untuk kebutuhan Ca dapat diberikan calcium chlorida atau calcium gluconas 1 ampul/hari.
Cairan dasar diusahakan jangan yang mengandung laktat,dapat dipilih laruta asetat(Ringer asetat)
Beberapa tulisan menganjurkan pemberian trace elemen Zn.
Kesimpulan
Pemberian NPE pada penderita penyakit hati prinsipnya sama dengan yang tidak menderita penyakit hati
Sumber kalori utama adalah glukosa.Perlu diperhatikan keseimbangan kadar elektrolit dan kebutuhan vitamin serta trace elemen.
Awasi efek samping dari pemberian NPE ini.
Daftar pnustaka:
1.Klein S dan Fleming CR: Enteral and parenteral Nutrition .dalam: Sleisinger and Fordtra Gastrstrointestinal Diseases.ed 5.Schardsmith BF and Mark Feldman(eds).WB Saunders.Philadelphia.1994:2062-2086.
2.Raharjo E: Pola umum Nutrisi Parenteral.Surabaya.1991 3.Syattar IM: Dasar-dasar nutrisi parenteral.1991
4.Tjokroprawiro A:Nutrisi Parenteral.Pengetahuan Dasar Nutrisi Parenteral. Simposium Terapi cairan III.Nutrisi Parenteral.Surabaya.1992
5.Rechar Fleming C.Total Parenteral Nutrition.Bockus Gastroenterology.ed 5. Hausbrich WS,Schafner F.Berk JE(ed).WB Saunders.Philadelphia.1995:3221 –3230.