• Tidak ada hasil yang ditemukan

E CIVICS EFEKTIVITAS KINERJA BADAN PERMU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "E CIVICS EFEKTIVITAS KINERJA BADAN PERMU"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

E-CIVICS

II/1 tahun 2013

EFEKTIVITAS KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN

DESA (BPD) DALAM PROSES PENENTUAN KEBIJAKAN

PEMBANGUNAN DESA (Studi di Desa Timbulharjo, Kecamatan

Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Penulis 1 : ABDAN SYAKURA H (08401244013) Penulis 2 : Dr. Suharno, M.Si

Abstrak

Penelitian ini bertujuan; untuk mendeskripsikan (1) efektivitas kinerja badan permusyawaratan desa (BPD) dalam proses penentuan kebijakan pembangunan desa diDesa Timbuharjo; (2) untuk mengetahui sejauh mana peranan pemerintah desa dalam proses penentuan kebijakan pembangunan desa di Desa Timbulharjo; (3) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kinerja Badan

Permusyawaratan Desa (BPD) dalam proses penentuan kebijakan pembangunan desa di Desa Timbulharjo.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini ditentukan secara purposive. Subjek penelitian ini adalah Perangkat desa yang menangani bidang pembangunan desa yaitu Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dusun Pemerintah Desa

Timbulharjo, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Timbulharjo, Tokoh warga masyarakat Desa Timbulharjo. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan

keabsahan data menggunakan teknik crosscheck data. Analisis data dilakukan dengan cara analisis induktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Efektifitas kinerja Badan

Permusyawaratan Desa (BPD) Timbulharjo sudah cukup tinggi, hal ini ditandai dengan fungsi BPD, kewenangan, dan kewajiban BPD, antara lain fungsi sebagai menggali, menampung, dan menyalurkan aspirasi masyarakat, fungsi legislasi dan kewenangan dalam pengawasan (control) sudah berjalan dengan baik. BPD selalu meminta laporan secara tertulis maupun lisan kepada Pemerintah Desa

Timbulharjo. Kedudukan anggotaanggota BPD dalam struktur organisasi sudah terkoordinasi dengan baik. (2) Posisi BPD dalam proses penentuan kebijakan pembangunan desa terlihat dalam musyawarah rencana pembangunan di tingkat dusun dan desa sudah berjalan dengan baik, hal ini ditandai dengan BPD selalu berperan aktif dalam menentukan hasil musyawarah mufakat tetapi dalam

(2)

Timbulharjo. Ini membuktikan bahwa Pemerintah Desa Timbulharjo masih dominan dalam perumusan rancangan peraturan desa (Perdes) yang baru. (3) Faktor-faktor yang mendukung kinerja BPD adalah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki anggota BPD sudah memadai, adanya sarana dan prasarana yang cukup lengkap, adanya alokasi dana desa untuk operasional kegiatan BPD, adanya koordinasi yang baik antara anggotaanggota BPD. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat kinerja BPD adalah kondisi sosial masyarakat yang kurang faham tentang fungsi, kewenangan dan kewajiban BPD. Masih terdapat

ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja BPD dalam menjalankan perannya, lemahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, serta kurangnya peran aktif anggota-anggota BPD setempat dalam menggali aspirasi masyarakat desa secara langsung.

Kata Kunci

Efektivitas kinerja, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), proses penentuan kebijakan pembangunan desa

Abstract

This research aims : to describe ( 1 ) the effectiveness of the performance of the village consultative bodies ( BPD ) in the decision-making process of rural development in villages Timbuharjo , (2 ) to determine the extent of the

government’s role in the establishment of the village of rural development policy in Timbulharjo , (3 ) factors - factors that support and hinder performance village Consultative Body ( BPD ) in the decision-making process of rural development in Timbulharjo .

This research is a descriptive study using a qualitative approach . These subjects are determined by purposive . The subject of this study is the village in charge of rural development and the Head of Economic Development , Government Chief Timbulharjo Hamlet , the Chairman and members of the Consultative Body (BPD ) Timbulharjo , figures Timbulharjo citizens . The data in this study were collected by way of interviews and documentation . Examination of the validity of data using techniques crosscheck data. Data analysis was performed by means of inductive analysis includes data reduction , data presentation , and making conclusions .

The results of study shows that : ( 1 ) Effectiveness performance Village

Consultative Body ( BPD ) Timbulharjo is high enough , it is marked with BPD functions , powers , and obligations of BPD , such as digging function ,

accommodating , and the aspirations of the people , and the legislative function authority in supervision ( control ) are already well underway . BPD always ask for a written or oral report to the Government Timbulharjo . BPD

(3)

seen in the development plan in consultation hamlet and village level has been going well , it is characterized by the BPD has always played an active role in determining the outcome of deliberation but the draft regulations village ( Perdes ) new still derived from government Timbulharjo . This proves that the government Timbulharjo still dominant in the formulation of village regulations ( Perdes ) are new . ( 3 ) The factors that support the performance of BPD is a human resources ( HR ) which is owned by members of BPD has been adequate , the facilities and infrastructure is complete , the allocation of village funds for operational activities of BPD , good coordination between anggotaanggota BPD . While the factors that impede the performance of BPD is the social conditions that are less clear about the functions , powers and obligations of BPD . Still there is distrust of the BPD in their role performance , lack of community participation in rural development , as well as the lack of an active role BPD members of local communities in exploring the aspirations of the village directly .

Keyword

Performance effectiveness, Village Consultative Body (BPD), the process determination of rural development policy

Untuk Download silahkan terlebih dahulu

PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (Studi di Desa Sumberarum Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman)

Penulis 1 : RATNA DEWI P (08401244010)

Penulis 2 : Dr. SUNARSO, M.Si

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan BPD Sumberarum, Moyudan, Sleman dalam : 1). menjalankan fungsi legislatif 2). melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan peraturan kepala desa 3). menjalankan fungsi anggaran, serta 4). mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi dalam menjalankan tugas dan fungsinya serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan

(4)

ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan cross check. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, unitasi dan kategorisasi, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Peranan BPD dibidang legislatif belum optimal dimana saat BPD bersama pemerintah desa melakukan kunjungan untuk menggali aspirasi masyarakat terkait pembuatan peraturan baru di Desa Sumberarum, masyarakat masih pasif sehingga dalam pembuatan peraturan baru, gagasan atau ide masih didominasi oleh BPD 2). Peranan BPD dibidang

pengawasan belum optimal, hal ini dikarenakan BPD melakukan pengawasan jika ada kasus, banyaknya anggota BPD yang masih aktif bekerja, dan pembagian RASKIN yang tidak sesuai 3). Peranan BPD dalam bidang anggaran belum optimal, hal ini dikarenkan keterlambatan masyarakat dalam pembayaran PBB sehingga menimbulkan keterlambatan LPJ, masih banyaknya tanah kas desa yang belum terkelola dengan baik yang menyebabkan pemasukan anggaran menjadi berkurang 4). Hambatan yang dihadapi BPD Sumberarum yaitu: susunan tata kerja, kesejahteraan perangkat desa dan BPD, kesadaran masyarakat, sosial

ekonomi masyarakat, kondisi dan pengelolaan tanah kas desa. Adapun upaya yang dilakukan BPD dengan pemerintah desa yaitu pembinaan rutin pamong desa, meminta kepada Pemda Kabupaten Sleman untuk memberikan tunjangan khusus, melaksanakan kunjungan, perlu pengelolaan yang baik dari pendapatan dan intensitas tanah kas desa.

Kata Kunci

Peranan BPD, Pemerintahan Desa

Abstract

This study aimed to describe the role of BPD Sumberarum, Moyudan, Sleman in: 1). legislative function 2). do

supervise the implementation of regulations and rules headman 3). budget function, and 4). determine barriers

encountered in carrying out its duties and functions as well as the efforts made to overcome these barriers.

This research is a descriptive approach

qualitative. Determination of the subjects in this study using purposive. Subjects in this study is the Chairman of the Village Sumberarum BPD, BPD Member

Sumberarum village, Sumberarum village head, village secretary Sumberarum, and

Community leaders Sumberarum village. Data collection techniques in research It uses interviews and documentation. Validity checking techniques

data using a cross check. The data analysis technique used is

(5)

BPD is not optimal at which time a visit with the village government to explore related aspirations of new rulemaking in the Village Sumberarum, people are still passive so that the new legislative,

thought or idea is still dominated by the BPD 2). The role of BPD in the field control is not optimal, it is because BPD supervision if

there are cases, many members of BPD is still actively working, and sharing RASKIN incompatible 3). The role of BPD in the budget yet

optimal, it is dikarenkan delay in the payment of the UN LPJ causing delays, there are many villages treasury land not managed properly causing a revenue budget

reduced 4). Barriers faced by BPD Sumberarum namely: the layout employment, the welfare of the village and BPD, public awareness, social

economic society, and the condition of the village treasury land management. The efforts

BPD conducted by the coaching routine village government village officials, asked the Sleman district government to provide special benefits,

carry out visits, need a good management of the revenue and intensity of land the village treasury.

Keyword

The role of BPD, Village Government

Referensi

Dokumen terkait

6.2 Pengaruh Jenis Operasi Terhadap Waktu Kesembuhan Pasien Katarak yang melakukan Operasi di Rumah Sakit Mata Bali Mandara pada Bulan Oktober- Desember 2015. 50

This research uses logistic regression analysis to see the effects of auditor reputation, auditor specializa- tion, potential intensive economy, and client‟s fi-

X = jumlah obat total yang dieliminasi dari dalam tubuh. yang merupakan hasil perkalian antara

Bertolak dari latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, maka dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada kontribusi persepsi guru tentang

Sugiharti, Susiana S., Sundari M., 2014, Kesertaan Keluarga Berencana dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Unmet Need KB pada Pasangan Usia Subur

Dengan ini diumumkan Penyedia Jasa Konsultansi yang Lulus Prakualifikasi dan Masuk Daftar Pendek Konsultan , sehingga berhak diundang untuk memasukkan penawaran

Gubernur Jenderal tidak dapat menguasai tanah yang telah dibuka oleh penduduk asli, atau tanah yang biasa digunakan untuk pengembalaan, atau tanah yang termasuk

Päiväkodin työntekijöiden kokemus lastensuojelun avohuollon tukitoimena päiväkotiin sijoitettujen lasten tukemisen mahdollisuuksista päiväkodin arjessa riippui kahdesta