MAKALAH
ICT (
INFORMATION AND COMUNICATION TECHNOLOGY
) UNTUK
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INDUSTRI MANUFAKTUR
Oleh : Sakim NIM : 55417120010 Mata Kuliah : Manajemen ICT Dosen : Iwan Krisnadi, Dr, Ir, MBA
PASCA SARJANA TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS MERCU BUANA
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah ini yang berjudul Teknologi Komunikasi Dan Informasi Untuk Sistem Informasi Manajemen.
Makalah ini disusun berdasarkan tugas yang telah dipercayakan dosen kepada kami. Makalah bertujuan agar dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi pembaca.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa memberkati segala usaha kita. Terimakasih.
iii
ABSTRAK
Pemanfaatan sistem informasi dan pengaruhnya terhadap penggunaan sistem informasi masih tergolong rendah. Sistem informasi telah dimanfaatkan secara luas pada berbagai jenis industri terutama pada industri manufaktur yang mempunyai kegiatan paling kompleks diantara jenis industri lain. Terdapat adanya perbedaan karakteristik dari industri jasa dan publik dengan industri manufaktur. Dengan adanya perangkat lunak dan perangkat keras pada sistem informasi manajemen, dapat menjadikan efisien terhadap sistem informasi yang terjadi pada industri manufaktur.
.
iv DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
KATA PENGANTAR ... ii
ABSTRAK ... iii
DAFTAR ISI ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
BAB II PEMBAHASAN ... 3
2.1 Komunikasi Data ... 3
2.1.1 Transmisi Komunikasi Data ... 3
2.1.2 Perangkat Keras Komunikasi Data ... 4
2.1.3 Protokol dan Arsitektur Jaringan ... 6
2.1.4 Local Area Network (LAN) ... 7
2.1.5 Wide Area Network (WAN) ... 8
2.2 Komputerisasi Sistem ... 9
BAB III PENUTUP ... 11
3.1 Kesimpulan ... 11
3.2 Saran ... 11
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini kita berada di era yang disebut era informasi. Era informasi merupakan periode yang melibatkan banyak informasi dalam pengambilan keputusan, baik oleh, indivdu, perusahaan, maupun instansi pemerintah. Informasi sudah semakin mudah diperoleh, sudah semakin bervariasi bentuknya, dan semakin banyak pula kegunaannya. Saat ini sudah sulit membedakan antara informasi formal dan informasi non formal, informasi bisnis atau informasi pribadi, bahkan antara informasi pemerintah dengan informasi bisnis.
Industri yang berhubungan dengan pengetahuan teknologi komunikasi dan informasi mulai tumbuh dengan pesat. Perkembangan industri informasi juga telah mendorong pertumbuhan industri yang lain, sehingga memunculkan perkembangan-perkembangan baru sepert internet. Organisasi dalam bidang pendidikan yang merupakan organisasi non profit bidang pemerintahan misalnya sekolah juga memerlukan komunikasi dalam menjalankan roda organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Komunikasi memang penting dilakukan untuk menyampaikan atau menerima informasi yang akan berguna sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan. Maka memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dalam proses sistem informasi manajemen (SIM), sehingga akan memudahkan manajer dalam memperoleh informasi yang relevan dan dibutuhkan tanpa harus menghabiskan banyak waktu. SIM menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem.
Dalam makalah ini penyusun mengangkat judul “ICT (Information and Comunication Technology) untuk Sistem Informasi Manajemen Industri Manufaktur”. Adapun dalam
2
1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang akan di bahas pada makalah ini adalah :
- Berapa besar pemanfaatan ICT pada sistem informasi manajemen pada Industri manufaktur.
- Seberapa efisien pengaruh dari pemanfaatan ICT pada sistem informasi manajemen pada industri manufaktur
1.3 Tujuan
Makalah ini dibuat bertujuan sebagai bahan pengetahuan dari pemanfaatan ICT pada sistem informasi manajemen pada industri manufaktur.
1.4 Manfaat
3 BAB II PEMBAHASAN
2.1 Komunikasi Data
Komunikasi data adalah proses pengiriman informasi dari suatu titik ke titik lain dengan menggunakan kode tertentu melalui media komunikasi. Salah satu modal dasar yang menggambarkan komunikasi antar manusia dapat berfungsi sebagai model untuk komunikasi data. Ada banyak variasi dalam pengaturan jaringan komunikasi data, tetapi jenis dasarnya adalah jaringan luas atau WAN (whide area network) dan jaringan local atau LAN (local area network). Wan yang pertama dibentuk untuk menyediakan jasa-jasa time sharing. Dengan munculnya computer mikro, jaringan memudahkan distribusi dari sumber daya computer ke seluruh perusahaan.
Secara umum komunikasi data dapat di katakan sebagai proses pengiriman informasi (data) yang telah diubah dalam suatu kode tertentu yang telah disepakati melalui media listrik atau elekto optic dari titik ke titik yang lain. Karena itu, dapat disimpulkan babwa tujuan komunikasi data antara lain:
1. Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar secara efisien tanpa kesalahan dan ekonomis dari satu tempat ke tempat yang lain.
2. Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan peralatan pendukungnya dari jauh (remote computer use).
3. Memungkinkan penggunaan sistem komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal control (baik sentralisasi maupun dasentralisasi).
4. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai macam system computer.
5. Mengurangi waktu untuk pengolahan data
6. Mendapatkan data langsung dari sumbernya (mempertinggi keandalan). 7. Mempercepat penyebarluasan informasi.
Hal-hal yang perlu diketahui dan diperhatikan dalam komunikasi data, yaitu : 2.1.1 Transmisi Komunikasi Data
4
system transmisi dapat membawa data secara listrik atau elekto optic. Data yang akan dibawa ke penerima pada umumnya melalui satu kanal telekomunikasi. Semua system komunikasi data yang dibahas dianggap membawa data biner. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang digunakan untuk membawa data dari sumber ke penerimanya.
2.1.2 Perangkat keras komunikasi data
Perangkat keras komunikasi data sebenarnya terfokus pada peralatan komunikasinya saja. Akan tetapi, setiap pemakaian peralatan komunikasi data selalu membutuhkan tambahan peralatan yang digunakan untuk berinteraksi dengan manusia. Oleh karena itu, secara
keseluruhan peralatan komunikasi data sering dibagi dua: “Data Communication Equipment” dan “Data Terminal Equipment”. Semua perangkat keras pada komunikasi data masuk dalam kedua pembagian ini.
Data Communication Equipment (DCE) adalah peralatan-peralatan yang digunakan untuk komunikasi data dan berorientasi pada komunikasi itu sendiri. Contoh DCE adalah media komunikasi, modem, stasiun relay, kantor telepon, transponder (transmitter dan responden), dan lain sebagainya. Sedangkan Data Terminal equipment (DTE) adalah peralata- peralatan yang digunakan pada komunikasi data, akan tetapi lebih berorientasi pada interaksi pada pemakai dan bukan pada proses komunikasinya. Karena fungsi DTE berada diujung proses komunikasinya, maka ada literatur yang menyebut DTE sebagai data terminating equipment. Contoh DTE adalah computer, terminal, konsentrator, multiplexer, dan lain sebagainya.
a. Media Komunikasi
Bermacam-macam bentuk media yang dapat digunakan dalam proses komunikasi data. Di bawah ini akan dijelaskan tentang media dalam komunikasi data
1. Kabel. Dalam bahasa inggris sering dipisahkan antara “Wire” dan “Cable”. Wire adalah bentuk kabel yang kecil, yakni kabel telepon baik yang twisted (terulir) dan untwisted (searah). Sedangkan Cable adalah bentuk kabel yang lebih besar, dalam hal ini adalah Coaxial.
5
untuk jarak jauh, lebih sulit untuk disadap, lebih cepat, lebih ringkas/kecil, dan lain sebagainya.
3. Gelombang radio. Gelombang radio sering dibagi ke dalam beberapa kategori sesuai dengan frekuensi pancarannya. Gelombang radio yang sering digunakan untuk komunikasi data adalah gelombang microwave, gelombang radio biasa, dan satelit.
b. DCCU (Data Communication Controller Unit)
Didalam sistem komunikasi data, ada sistem yang mengatur hubungan dengan peralatan komunikasi data. Peralatan ini disebut DCCU (data communication controller unit). DCCU sering tidak merupakan bagian yang terpisah, melainkan bagian integral yang baku dari sistem komunikasi data sehingga tidak dapat diidentifikasi secara terpisah. Tugas DCCU adalah sebagai berikut :
1. Membentuk antar muka antara sistem input/output bus dan modem.
2. Mengendalikan sinyal antarmuka modem dan konversi level sinyal agar sesuai dengan antarmuka.
3. Mengubah data yang akan dikirim menjadi serial dan sebaliknya.
4. Untuk peralatan sinkron terdapat buffer. Kendali berita antara 2 stasiun dilakukan oleh DCCU (data communication controller unit)
5. Mengatur error recovery dengan mekanisme retry. 6. Melakukan konversi sandi bila perlu.
7. Melakukan sinkronisasi karakter baik dengan cara start/stop maupun dengan karakter SYN.
8. Melakukan BIT sinkronisasi untuk controller asinkron. Kadang controller asinkron juga dapat melakukannya dengan internal clock.
9. Melakukan pengujian kesalahan (parity, longitudinal, atau BCC). 10. Mengendalikan prosedur dengan melacak karakter transmisi control.
c. Terminal
6
merupakan keputusan yang penting karena pada terminal tergantung hubungan antara manusia dengan manusia.
d. Komputer
Komputer atau processor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data, agak berbeda dengan komputer untuk proses pengolahan data. Sebenarnya general purpses komputer dapat digunakan untuk komunikasi data, tetapi kurang efisien. Kemampuan tergantung juga pada perangkat keras yang disambungkannya. Banyak komputer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien tersebut.
e. Multiplexer
Multiplexer bertugas mengirim data dari sejumlah terminal sekaligus. Ini berarti membagi link menjadi bagian yang masing-masing berisi informasi dari sumber yang terpisah. Dengan peralatan ini, beberapa penerima dihubungkan sekaligus ke sistem komputer dan pengiriman data akan dikirim secara bergiliran kepada masing-masing penerima. Ada dua macam multiplexer, yaitu frequency division multiplexing dan time divison multiplexing
f. Concentrator
Kadang sistem komunikasi data tumbuh demikian kompleksnya sehingga cukup bermanfaat penggunaan concentrator yang merupakan antarmuka sejumlah terminal dengan saluran ke komputer pusat. Concentrator ini menyerupai multiplexer. Akan tetapi pada multiplexer data yang diterima segera diteruskan ke tujuannya. Sedangkan concentrator akan mengumpulkan semua data yang diterimanya sampai batas tertentu dan kemudian baru disalurkan secara bersamaan ke tujuan
2.1.3 Protokol dan Arsitektur Jaringan
7
CCITT, EIA, DLL. Dalam usahanya mengembangkan protokol komunikasi data yang baru, digunakan suatu model OSI (Open System Interconections).
2.1.4 Local Area Network (LAN)
Local area network berkaitan erat dengan komunikasi data, yaitu pertukaran informasi atau pertukaran data antara dua pihak yang masing-masing dapt saling mengerti maksud dan tujuan dari pihak lain. Keuntungan dan kerugian menggunaka LAN :
Keuntungan LAN:
Memungkinkan pemakaian sumber daya secara bersama-sama.
Memungkinkan perbaikan untuk kerja yang lebih baik.
Memungkinkan pengiriman data yang lebih banyak dan kompleks serta pertukaran informasi yang lebih baik.
Meningkatkan produktifitas serta melindungi investasi yang ada. Kerugian LAN:
Pembuatan instalasi jaringan tidak sederhana.
Perlunya software khusus yang dirancang untuk multi user.
Perlunya pengaturan data dan keamanan data di dalam network.
Virus dapat menyebar ke seluruh jaringan.
Cara dan bentuk hubungan antara PC tersebut lazim disebut “ TOPOLOGI” . TOPOLOGI yang dimaksud adalah
1. TOPOLOGI STAR
Pada topologi star, setiap workstation mempunyai kabel sendiri langsung dihubungkan dengan server.
2. TOPOLOGI RING
Topologi ring adalah suatu transmisi data yang melewati repiater woekstation lainnya. Disini fungsi repiater adalah untuk menerima sekaligus mengirim suatu bentuk transmisi data.
3. TOPOLOGI BUS
8
2.1.5 Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) atau sering juga disebut long distance network sebagai lawan dari local area network, menjelaskan tentang keberadaan sebuah jaringan yang lebih luas dari local area network (LAN). Wide area network (WAN) mencakup komunikasi LAN dengan LAN, komunikasi LAN dengan WAN, dan komunikasi WAN dengan WAN. Jaringan WAN (Wide Area Network) merupakan kumpulan jaringan LAN dan/atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang berada di lain kota ataupun negara.
Secara teknik maupun manajemen, WAN memang jauh lebih sulit dibandingkan LAN. Dari perbandingan tersebut didapat :
Topologi yang jauh lebih kompleks
Cakupan daerah yang lebih luas menyinggung factor lingkungan yang berbeda.
Jumlah titik dan jaringan jauh lebih banyak
Penanganan, pengelamatan, dan pergantian pemakaian jalur komunikasi yang lebih rumit.
Perlunya control pada banyak bagian
Ketergantungan jaringan terhadap waktu transmisi
Perlu pengetahuan yang lebih luas dari sekadar LAN. Keuntungan Jaringan WAN :
Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.
Bisa diakses dengan jangkauan area grografis yang luas
Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.
Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.
Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan.
Kerugian Jaringan WAN :
9 Memerlukan Firewall yang baik
Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.
2.2 Komputerisasi Sistem
Apabila didefenisikan secara harafiah komputerisasi system adalah unjuk kerja manusia didalam system, manusia masih merupakan unsur yang memegang peranan penting. Proses ini semua membutuhkan dukungan Harware,software dan brainware yang memadai. Dimana :
1. Perangkat Keras. pada sistem komputer terdiri dari masukan (input), central processing unit (cpu), tempat penyimpanan (secondary memory), dan keluaran (output).
2. Perangkat lunak dibagi menjadi tiga, yaitu sistem software, programming language, dan application software.
Perkembangan ICT (information and Comunication Tevhnology) pun membuat rangkaian teknologi ini memiliki fungsi yang terus berkembang, kemudian saat ini ICT dapat membantu industri untuk :
1. Meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi.
2. Mengatur dan mengelola informasi mengenai produk yang akan diolah dengan lebih mudah.
3. Melakukan perencanaan dan pengendalian produksi. 4. Memonitor aktivitas para tenaga kerja secara efektif. 5. Menghemat biaya operasi industri.
6. Meningkatkan komunikasi antar tenaga kerja.
7. Menyediakan teknologi yang tepat untuk kegiatan produksi.
8. meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sebuah sistem integral industri dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.
10
desain mobil dilihat dari berbagai sudut (3 dimensi). Pada tahap produksi, digunakan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan program Computer Numerical Control (CNC) dan Computer Aided Manufacture (CAM). Bahkan, ujicoba ketahanan kendaraan dapat dilakukan dan disimulasikan dengan komputer.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran ITC dalam bidang industri dan manufaktur sangat besar, di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Sebagai alat bantu untuk merancang produk baru secara cepat, mudah, dan tepat (akurat).
b. Proses produksi dapat dilakukan dengan sesedikit mungkin tenaga manusia sehingga mengurangi resiko fisik yang dapat dialami oleh manusia.
Menurut data, unjuk kerja manusia di dalam sistem yang masih merupakan unsur yang memegang peranan penting (50%), selebihnya unjuk kerja tersebut dikerjakan oleh komputer/mesin (50%). Sedangkan data sistem informasi manajemen (SIM), seperti sistem penggajian, komputerisasi KTP, dan lain sebagainya, dimana unjuk kerja manusia hanya 10% saja, selebihnya unjuk kerja tersebut dikerjakan oleh mesin/komputer (90%).
11 BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem informasi manajemen sekitar 50%. Sehingga mengakibatkan sistem informasi manajemen (SIM) menjadi lebih efisien.
2. ICT dalam bidang industri manufaktur sangat berperan besar untuk merancang produk secara cepat, mudah, dan tepat (akurat).
3.2 Saran
12
DAFTAR PUSTAKA
[1] Al-Jufri, H. Sistem informasi manajemen pendidikan. Jakarta: Smart Grafika. 2013.
[2] http://yanuseriuszega.blogspot.co.id. 2013.
[3] https://ernisusiyawati.wordpress.com. 2013.
[4] http://rofhiah.blogspot.co.id. 2013. [5] http://sobarudinfile.blogspot.co.id. 2014.
[6] http://speakupindonesia1.wixsite.com. 2015.