PENGARUH VARIABEL
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY DISCLOSURE
TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN
PADA PERUSAHAAN
FOOD AND BAVERAGE
YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012-2016
Amirus Sahida, Masyhad, Siti Rosyafah
Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bhayangkara Surabaya [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh economic performance,
environment performance, social performance terhadap nilai perusahaan pada
perusahaan food and baverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteris tertentu dan sampel yang digunakan sebanyak 9 perusahaan food and baverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesi periode 2012-2016. Metode analisi yang digunakan adalah analisi statistik deskriptif, analisi regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Economic Performance dan
Environment Performance berpengaruh secara signigfikan terhadap Nilai Perusahaan.
Sedangkan Social Performance tidak berpengaruh secara signigfikan terhadap Nilai Perusahaan.
Kata Kunci : Nilai Perusahaan, Economic Performance,Environment Performance, Social Performance
ABSTRACT
This study aims to improve economic performance, environmental performance, social performance against the value of companies in food and baverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The sample in this research use purposive sampling method with some criterion and sample used as many as 9 food and baverage companies which listed in Indonesia Stock Exchange period 2012-2016. Analytical methods used are statistical analysis, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing with SPSS application tools (Product Statistics and Service Solutions) The results of this study indicate the Economic Performance and Environmental Performance signifi- cantly to Company Value. Medium Social Performance is not significantly related to Corporate Value.
PENDAHULUAN
Masyarakat sekarang lebih pintar dalam memilih produk yang akan mereka
konsumsi. Sekarang, masyarakat cenderung untuk memilih produk yang diproduksi
oleh perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan atau melaksanakan CSR.
Survei yang dilakukan Booth-Harris Trust Monitor pada tahun 2001 dalam Sutopo
yudo (2009) menunjukkan bahwa mayoritas konsumen akan meninggalkan suatu
produk yang mempunyai citra buruk atau diberitakan negatif. Banyak manfaat yang
diperoleh perusahaan dengan pelaksanan corporate social responsibility, antara lain
produk semakin disukai oleh konsumen dan perusahaan diminati investor. Corporate
social responsibility dapat digunakan sebagai alat marketing baru bagi perusahaan
bila itu dilaksanakan berkelanjutan. Untuk melaksanakan CSR berarti perusahaan
akan mengeluarkan sejumlah biaya. Biaya pada akhirnya akan menjadi beban yang
mengurangi pendapatan sehingga tingkat profit perusahaan akan turun. Akan tetapi
dengan melaksanakan CSR, citra perusahaan akan semakin baik sehingga loyalitas
konsumen makin tinggi.
Kerugian serta kerusakan yang ditimbulkan oleh perusahaan lama kelamaan
disadari oleh masyarakatdan akan menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab
atas dampak negatif tersebut. Semakin besar tuntutan masyarakat terhadap
perusahaan, diharapkan oerusahaan tidak hanya memetingkan pemegang saham dan
kreditur namun juga pihak-pihak diluar mereka seperti, konsumen, pemasok, serta
masyarakat sekitar. Oleh karena itu perusahaan harus mempertimbangkan setiap
keputusan yang akan diambil untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan.
Budi Untung (2014) Corporate Social Responsibility merupakan suatu
komoitmen berkelanjutan dari dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan
kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun
masyarakat luas. Di beberapa Negara, program Corporate Social Responsibility pada
umumnya sudah diterapkan di beberapa perusahaan. Manajemen perusahaan
menyadari, bahwa mereka perlu menerapkan CSR untuk menjaga hubungan dengan
para pemangku kepentingan. Sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan tidak
hanya fokus pada keuntungan dan shareholder namun juga tanggung jawab social
masyarakat yang betempat tinggal di sekitar perusahaan. Lingkungan dan masyarakat
sekitar perusahaan adalah pihak yang paling merasakan dampak dari kegiatan bisnis
suatu perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga hubungan antara
perusahaan dengan lingkungan maupun masyarakat agar kegiatan bisnis dapat
berlangsung secara sustainable.
TINJAUAN PUSTAKA Teori Stakeholder
Konsep tanggung jawab sosial perusahaan telah mulai dikenal sejak awal
1970an, yang secara umum dikenal dengan stakeholder theory artinya sebagai
kumpulan kebijakan dan praktik yang berhubungan dengan stakeholder, nilai-nilai,
pemenuhan ketentuan hukum, penghargaan masyarakat dan lingkungan, serta
komitmen dunia usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan secara
berkelanjutan. Stakeholder theory dimulai dengan asumsi bahwa nilai (value) secara
eksplisit dan tak dipungkiri merupakan bagian dari kegiatan usaha. (Freeman, et
al.,2002 dalam Waryanti, 2009).
Teori stakeholder mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang
hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri namun harus memberikan manfaat bagi
stakeholdernya. Dengan demikian, keberadaan suatu perusahaan sangat dipengaruhi
oleh dukungan yang diberikan oleh stakeholder kepada perusahaan tersebut (Ghozali
dan Chariri, 2007).
Pengungkapan Corporate Social Responsibility
Pengungkapan CSR berpengaruh pada nilai perusahaan. Hal ini sejalan
dengan paradigma enlightened self-interest yang menyatakan bahwa stabilitas dan
kemakmuran ekonomi jangka panjang hanya dapat dicapai jika perusahaan
melakukan tanggung jawab sosial kepada masyarakat (Hartanti, 2006 dalam Ni
Wayan Rustiarini, 2010).
Pengungkapan CSR merupakan proses pengkomunikasian dampak social dan
lingkungan yang diakibatkan dari aktivitas operasional bisnis perusahaan terhadap
dbedakan menjadi dua yaitu pengungkapan yang bersifat sukarela (voluntary
disclosure) dan pengungkapan yang bersifat wajib (mandatory disclosure)
Pengungkapan CSR diukur menggunakan Corporate Social Responsibility
Index (CSRi) . CSRi merupakan indeks yang diukur berdasarkan jumlah informasi
pertanggungjawaban social perusahaan yang diungkapkan dalam laporan tahunan
perusahaan. Daftar pengungkapan CSRi dibagi menjadi 3 fokus indicator yaitu (1)
economic performance (2) environment performance, (3) social performance.
Kategori tersebut diadopsi Global Reporting Index.
Ekonomi Performance
Kinerja perusahaan secara relative (berubah-berubah dari tahun ke tahun)
dalam suatu industri sejenis (industri yang bergerak dalam usaha yang sama) yang
ditandai dengan return tahunan perusahaan tersebut (Luciana Spica Almilia, 2007).
Economic performance diungkapkan ke dalam laporan keuangan tahunan
perusahaan. Pada era perekonomian pasar yang disertai dengan terwujudnya kondisi
good economic performance, tidak saja menuntut terciptanya economic performance
efisien yang secara ekonomi membawa keuntungan besar bagi perusahaan tetapi juga
perlu disertai adanya perilaku economic performance berkualitas etis, yakni dengan
perwujudan secara baik tanggung jawab sosial perusahaan. Secara ekonomis,
sumbangan besar good economic performance adalah dalam hal penyediaan barang
dan jasa terhadap produksi nasional, penyerapan tenaga kerja dan sumber
penghasilan devisa negara dari hasil ekspor (Basri, 2003).
Economic performance adalah kinerja perusahaan yang secara relatif dalam suatu industri yang sama yang ditandai dengan return tahunan industri yang bersangkutan.
Menurut Al-Tuwaijri dalam Luciana Spica Almilia (2007), economic performance
dinyatakan dalam skala hitung berikut ini:
Keterangan :
b. P1 = Harga saham akhir tahun c. P0 = Harga saham awal tahun d. Div = Pembagian Deviden e. MeRI = Median Return industri
Return industri diukur dari indeks industri yang diperoleh dari laporan Jakarta Stock Exchange (JSX). Indeks industri disesuaikan dengan sample dalam penelitian ini, karena penelitian ini menggunakan sample perusahaan manufaktur, maka indeks industri yang digunakan adalah indeks industri manufaktur.
Environmental Performance
Perhatian yang diberikan oleh perusahaan terhadap lingkungan merupakan
bentuk tanggung jawab perusahaan kepada stakeholders serta kepedulian perusahaan
terhadap lingkungan. Kinerja lingkungan adalah kinerja perusahaan dalam
menciptakan lingkungan yang baik (Suratno et. al., 2006).
Kinerja lingkungan yang dimiliki perusahaan mencerminkan ketaatan
perusahaan tersebut dalam mengelola lingkungan hidup. Menurut Yuliusman (2008),
perusahaan mengeluarkan miliaran rupiah dalam satu tahun untuk membiayai operasi
yang berhubungan dengan lingkungan dan investasi modal. Dengan kata lain,
peringkat yang didapatkan perusahaan dapat menunjukkan seberapa besar perhatian
perusahaan terhadap lingkungan dengan investasi lingkungan yang dilakukan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik peringkat PROPER suatu
perusahaan, maka semakin baik pula kinerja lingkungannya. Hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pelestarian lingkungan yang baik pula.
Social Performance
Perusahaan melakukan pengungkapan informasi kinerja sosial dengan tujuan
untuk membangun image pada perusahaan dan mendapatkan perhatian dari
masyarakat. Anggraini (2006) menyatakan bahwa tuntutan terhadap perusahaan
untuk memberikan informasi yang transparan, organisasi yang akuntabel serta tata
kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) memaksa perusahaan
untuk memberikan informasi mengenai aktivitas sosialnya sehingga hak masyarakat
untuk hidup aman dan tentram, kesejahteraan karyawan, dan keamanan
Perusahaan Food and Baverage
Perusahaan makanan dan minuman merupakan salah satu kategori sektor
industry di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mempunyai peluang untuk tumbuh dan
berkembang. Industri makanan dan minuman diprediksi akan membaik kondisinya.
Hal ini terlihat semakin menjamurnya industri makanan dan minuman di negara ini
khususnya semenjak memasuki krisis berkepanjangan. Kondisi ini membuat
persaingan semakin ketat sehingga para manajer perusahaan berlombalomba mencari
investor untuk menginvestasikan dananya di perusahaan makanan dan minuman
tersebut. Barang konsumsi menjadi industri yang penting bagi perkembangan
perekonomian bangsa. Hal ini tidak terlepas dari perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam industri barang konsumsi di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri
bahwasanya dalam proses produksi barang konsumsi dibutuhkan banyak sumber
daya termasuk di dalamnya sumber daya manusia. Industri barang konsumsi
mempunyai peranan dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan
pada suatu negara.
Nilai Perusahaan
Perusahaan akan mengungkapkan suatu informasi jika informasi tersebut
dapat meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan informasi
tanggung jawab sosial sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Perusahaan yang
memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang baik akan direspon positif oleh investor
melalui peningkatan harga saham. Apabila perusahaan memiliki kinerja lingkungan
dan sosial yang buruk maka akan muncul keraguan dari investor sehingga direspon
negatif melalui penurunan harga (Rustriarini 2010). Berdasarkan definisi tersebut
perusahaan dapat didefinisikan sebagai jumlah utilitas atau manfaat yang diperoleh
dari saham atau perusahaan oleh pemegang saham.
Hubungan antara CSR Disclosure dengan Nilai Perusahaan
Aktivitas operasional bisnis dapat menimbulkan dampak social baik itu
positif maupun negatif. Dalam melaksanakan aktivitas operasionalnya, perusahaan
berhubungan dengan para stakeholder yang terdiri kreditur, pemasok, konsumen,
perusahaan dengan para stakeholder terutama masyarakat sekitar menuntut
perusahaan untuk melakukan aktivitas pertanggungjawaban social atau Corporate
Sosial Responsibility (CSR). Aktivitas CSR yang dilaksanakan perusahaan
selanjutnya disosialisasikan kepada publik melalui laporan tahunan perusahaan atau
dilaporkan secara terpisah.
Perusahaan melakukan CSR disclosure dengan harapan dapat meningkatkan
image serta nilai perusahaan. Pengungkapan aktivitas CSR dapat memberikan
keyakinan para investor maupun calon investor bahwa proses bisnis perusahaan akan
terjamin ke depannya. Selain itu, perusahaan juga akana mendapatkan dukungan dari
para stakeholder termasuk di dalamnya masyarakat sekitar yang dibutuhkan
perusahaa untuk keberlangsungan proses bisnisnya. Dukungan stakeholder yang
menjadi salah satu factor terjaminnya proses bisnis akan membuat para investor
maupun calon investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan.
Variabel Dummy
Mengingat masih sedikitnya perusahaan di Indonesia yang melaporkan
kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam bentuk sustainability reporting,
maka penelitian ini pun terbatas hanya pada data - data yang terdapat dalam laporan
tahunan perusahaan. Hal ini agar tidak terjadi kesenjangan antara perusahaan yang
sudah membuat sustainabilityreporting dengan perusahaan yang belum membuatnya
(Dahli dan Siregar , 2008).
Penghitungan CSR dilakukan dengan menggunakan variabel dummy yaitu :
Score 0 : Jika perusahaan tidak mengungkapkan item pada daftar pertanyaan.
Score 1 : Jika perusahaan mengungkapkan item pada daftar pertanyaan.
Penempatan dummy pada variabel indepeden dapat terjadi pada posisi
intersep, pada posisi slope atau pada posisi variabel. Oleh karena sifatnya yang lebih
menerminkan penggolongan berdasarkan kriteria/kategori tertentu, metode dummy
variabel sangat luas digunakan pada analisis kebijakan publik. Sebagai contoh,
seorang, seorang peneliti ingin meneliti masalah investasi yang secara teoritis
dipengaruhi oleh pendapatan, tingkat suku bunga, serta inflasi. Namun data yang
digunakan meliputi dua kelompok periode yang sangat menentukan kebijakan
variabel independen. Sesuai dengan tujuan penelitian, dummy ini akan berperan
memisahkan intersep atau pengaruh (slope) yang berbeda pada kedua periode
tersebut (Mahyus Ekananda, 2015)
Kerangka Konseptual
Sumber: Peneliti (2017)
Gambar 1 Kerangka Konseptual
Hipotesis Penelitian
H1 : Economic Performance, Environment Performance, Social Performance
berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada
perusahaan food and baverage yang terdaftar di BEI pada tahun 2012-2016 ?
H2 : Economic Performance, Environment Performance, Social Performance
berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada
perusahaan food and baverage yang terdaftar di BEI pada tahun 2012-2016?
H3 : Economic Performance, Environment Performance, Social Performance manakah
yang berpengaruh dominan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan food
and baverage yang terdaftar di BEI pada tahun 2012-2016?
METODE PENELITIAN
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik purposive sampling, yaitu data dipilih berdasarkan kriteria tertentu sesuai Nilai
Perusahaan (Tobin’s Q)
Environment performance (X2)
Social performance (X3)
dengan tujuan penelitian., kriteria pengambilan populasi yang akan menjadi sampel
dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan food and baverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun
2012-2016
2. Perusahaan yang telah menyajikan laporan tahunan dan laporan keuangan dengan
lengkap dan dapat diakses di www.idx.co.id
3. Perusahaan yang dapat diakses annual report-nya dari tahun 2012-2016
4. Perusahaan yang menggunakan program CSR
Pengujian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas
Data, Uji Autokorelasi, Uji Multikolinieritas, Uji Heterokedastisitas, dan teknis
analisi data menggunakan Uji Analisi Regresi Linier Berganda, Uji F dan Uji t.
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Statistik Deskriptif
Sumber : Peneliti (2017)
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Distribusi normal merupakan distribusi teoritis dari variabel rondom yang
continue. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,
variabel independent, variabel dependen, atau keduanya mempunyai distribusi
normal atau tidak. Hasil perhitungan uji normalitas ditunjukkan dalam tabel dibawah
ini :
Tabel 1 Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Y 45 .85 95.70 19.3129 24.15408
x1 45 -384799.98 143501.07 -1599.6541 64961.03190
x2 45 1.00 3.00 2.5778 .94120
x3 45 1.00 5.00 2.5333 1.14018
Valid N
Tabel 2
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 17.00885801
Most Extreme Differences Absolute .099
Positive .099
Uji Multikolineritas bertujuan untuk mengaji apakah dalam model regresi
digunakan adanya korelasi antar variabel independen, model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelas diantara variabel independennya.dapat dilihat dari
nilai tolerance dan VIF.Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen
manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya.Multikolineritas Nilai
yang dipakai untuk menunjukkan adanya multikolineritas adalah nilai tolerance <
0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10. Dan sebaliknya jika VIF < 10 maka tidak
terjadi multikolinearitas. Adapun hasil uji multikolinieritas sebagai berikut:
Tabel 3
0.936 1.068 Tidak terjadi multikolinieritas
Environmental Performance
0.701 1.427 Tidak terjadi multikolinieritas
Social Performance
0.671 1.490 Tidak terjadi multikolinieritas
Sumber: Peneliti (2017)
Dari Tabel 3 diketahui seluruh nilai tolerance diatas 0.1 dan nilai VIF
c. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada
korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu
pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem
autokorelasi (Ghozali, 2011:61)
Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi
Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa model regresi tidak terjadi
autokorelasi, yang mana ditunjukkan dengan du < dw hitung< 4 – du, dimana nilai
du =1,084, maka (1,084< 1,705< 2,616). Sehingga disimpulkan tidak terjadi
autokorelasi.
d. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk mengaji apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap,
maka disebut homoskedatisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas
(Ghozali, 2011:69). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah
melihat grafik plot antara nilai rediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED
dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat
dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada pada grafik scatterplot
secara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan
sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di stundentized.
Dasar analisis Jika ada pola yang tidak jelas, serta titik menyebar diatas dan dibawah
angka nol pada sumbu Y,maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .710a .504 .468 17.62015 1.705
a. Predictors: (Constant), x3, x1, x2
Sumber : Peneliti (2017)
Sumber: Peneliti (2017)
Gambar 1 Uji Heteroskedastisitas
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Adapun teknik analisi yang digunakan dalam analisis data dan pengujian
hipotesis ini adalah dengan menggunakan model analisi regresi linier berganda. Hasil
analisi regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 5
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Variabel Koefisien Regresi
Konstanta -22.404
Economic performance -0,00016186
Environmental performance 10,808
Social performance 5.367
Sumber: Peneliti (2017)
Dan dari Tabel 5 dapat dibuat suatu persamaan regresi untuk Variabel
Economic performance (X1), Environmental performance (X2) dan Social
performance (X3) terhadap Nilai Perusahaan adalah sebagai berikut:
4. Pengujian Hipotesis
Melalui uji t dan uji F untuk menentukan signifikan tidaknya pengaruh dari
veriabel-variabel bebas X (Economic Performance, Environmental Performance, dan Social
Performance) terhadap variabel terikat Y (Nilai Perusahaan ) dan menghitung
koefisien determinasi (R2) untuk dapat mengetahui seberapa besar variasi dari
peubahan harga saham dapat diterangkan oleh Economic Performance,
Environmental Performance, dan Social Performance.
a. Analisis Simultan (Uji F)
Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh Fhitung sebesar 13,894
dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dimana lebih kecil dari taraf signifikansi =0,05. maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini berarti Economic
performance (X1), Environmental performance (X2) dan Social performance
(X3)secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai
Perusahaan (Y)
Tabel 6 Hasil Uji F (Simultan)
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 12941.199 3 4313.733 13.894 .000a
Residual 12729.255 41 310.470
Total 25670.454 44
a. Predictors: (Constant), x3, x1, x2
b. Dependent Variable: y Sumber : Peneliti (2017)
b. Analisis Parsial (Uji t )
Uji t yaitu pengujian sendiri-sendiri (parsial) koefisien regresi variabel
penelitian yang terdiri dari Economic performance (X1), Environmental
performance (X2) dan Social performance (X3)terhadap variabel Nilai
Perusahaan.
Jika nilai signifikansi t hitung masing-masing variabel bebas lebih kecil dari
taraf signifikansi 0.05, maka Ha diterima. Adapun hasil pengujian untuk
Environmental performance (X2) dan Social performance (X3) terhadap variabel
Nilai Perusahaan adalah sebagai berikut :
Tabel 7
Ekonomic Performance -0.00016186 0.00004226 -.435 -3.831 .000
Environment
Performance 10.808 3.371 .421 3.206 .003
Social Performance 5.367 2.844 .253 1.888 .066
Sumber : Peneliti (2017)
SIMPULAN
Penelitian ini meneliti apakah Economic performance, Environmental
performance dan Social performance berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan secara
signifikan pada perusahaan food and baverage yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2012 – 2016. Dalam penelitian ini menggunakan tiga
variabel independen yaitu Economic performance, Environmental performance dan
Social performance dan satu variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan. Berdasarkan
hasil uji F diantara variabel Economic performance (X1), Environmental
performance (X2) dan Social performance (X3) Variabel Economic performance
(X1) memiliki hasil yang berpengaruh sangat besar terhadap Nilai Perusahaan pada
perusahaan food and baverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode
2012-2016. Sedangkan untuk hasil yang berpengaruh paling kecil terhadap Nilai
Perusahaan pada perusahaan food and baverage yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2012 – 2016 adalah Social performance (X3). Menurut
peneliti tercapainya Social performance perusahaan harus lebih bisa melihat dampak
dari adanya kinerja social yang sudah dilakukan oleh program CSR tersebut,
sehingga perusahaan tidak hanya mementingkan investor atau pemangku
kepentingan lainnya, karena apabila kinerja social itu diperhatikan oleh perusahaan
SARAN
1. Bagi Peneliti
a. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel lain sebagai variabel
moderating hubungan CSR dan nilai perusahaan, misalnya : leverage, size
perusahaan,dll
b. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan seluruh perusahaan dengan
sampel yang lebih banyak dan tahun pengamatan yang lebih lama.
c. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan pihak lain dalam menentukan
luas pengungkapan sebagai bahan pemeriksaan kembali.
2. Bagi Perusahaan
a. Bagi para investor hendaknya memperhatikan kinerja ekonomi,
lingkungan dan sosial perusahaan sebelum melakukan investasi pada
suatu perusahaan.
b. Agar perusahaan dapat penampilkan laporan keuangan perusahaan
mengenai pengungkapan CSR
DAFTAR PUSTAKA
Ghozali, Imam, and Anis Chariri 2007, "Teori Akuntansi." Semarang: Badan Penerbit Universitas, Diponegoro.
Untung, Budi 2014, CSR dalam dunia bisnis, Penerbit andi, Yogyakarta.
Yudo, Sutopo 2009, Pengaruh Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Profitabilitas Perusahaan, Universtas Widyatama.