TUGAS RESUME
DASAR – DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN
Oleh :
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2015
Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan A. Jenis – Jenis Pencemaran Lingkungan
1. Beradasarkan Tempat Terjadinya a) Pencemaran udara
Pencemaran udara adalah dimasukkannya komponen lain ke dalam udara baik oleh kegiatan manusia secara langsung atau secra tidak langsung maupun akibat proses alam sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya (1).
Sumber pencemaran udara dibagi menjadi dua yaitu :
1) Sumber pencemaran yang berasal dari kegiatan alam, contohnya kebakaran hutan dan kegiatan gunung berapi.
2) Sumeber pencemaran yang berasal dari kegiatan manusia, contohnya sisa pembakaran bahan bakar minyak oleh kendaraan bermotor berupa gas CO2, CO, NO dll, limbah industry, sisa pembakaran gas alam, dan pembakaran sampah (1).
Dari beberapa macam komponen pencemar udara, maka yang paling banyak berpengaruh dalam pencemaran udara adalah komponen berikut :
Komponen pencemar air dapat tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1) Bahan buangan padat
Bahan buangan padat adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik yang kasar (butiran besar) maupun yang halus (butiran kecil). Jika kedua macam bahan buangan padat tersebut dibuang ke air lingkungan (sungai) maka kemungkinan yang dapat terjadi adalah pelarutan bahan buangan padat oleh air, pengendapan bahan buangan padat di dasar air dan pembentukan kooloidal yang melayang di dalam air.
2) Bahan buangan organic
Pada umumnya bahan buangan organic berupa limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme.
3) Bahan buangan anorganik
4) Bahan buangan anorganik pada umumnyaa berupa limbah yang tidak dapat membusuk dan sulit didegradasi oleh mikroorganisme.
5) Bahan buangan olahan bahan makanan
Air lingkungan yang mengandung bahan buangan makanan akan mengandung banyak mikroorganisme, termasuk pula di dalamnya bakteri patogen.
6) Bahan buangan cairan berminyak
Minyak tidak dapat larut di dalam air, melainkan akan mengapung di atas permukaan air. Bahan buangan cairan berminyak yang dibuang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air. Kalau bahan buangan cairan berminyak mengandung senyawa yang volatile maka akan terjadi penguapan dan luasan permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan menyusut.
Bahan pencemar air berupa sabun (deterjen, sampo, dan bahan pembersih lainnya), bahan pemberantas hama, zat warna kimia, larutan penyamak kulit dan zat radioaktif (2).
c) Pencemaran tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya permukaan air tanah tercemar kedalam lapisan sub permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak; zat kimia atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (ilegal dumping) (4).
Kerusakan pada tanah berarti menurunnya kualitas tanah sehingga menyebabkan hilang atau berkurangnya kemampuan tanah dalam menunjang kehidupan manusia, baik sebagai media tumbuhnya tanaman maupun fungsi lainnya, baik yang disebabkan oleh bencana alam terutama hasil aktivitas manusia. Menurut PP. No. 150 Tahun 2000, bahwa kerusakan tanah untuk produksi biomassa adalah berubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah (4).
2. Berdasarkan Bahan Pencemar
a) Pencemaran kimiawi, contohnya pencemaran CO, NO2, SO2, dan HC di uadara, pencemaran bahan industry seperti Pb, Cd, Cr dan Ni, pencemaran sabun dan pemberantas hama di air (2).
b) Pencemaran biologi, contohnya pencemaran bahan buangan organic dan bahan makanan di air (2).
B. Indikator Pencemaran Lingkungan
Indikator biologis dalam hal ini merupakan petunjuk ada tidaknya kenaikan keadaan lingkungan dari keadaan garis dasar, melalui analisis kandungan logam atau kandungan senyawa kimia tertentu yang terdapat di dalam hewan maupun tanaman, atau suati hasil dari hewan (susu, keju) atau tanaman. Indikator biologis dapat ditentukan dari hewan atau tanaman yang terletak pada daur pencemaran lingkungan sampai kepada manusia (2).
Indikator biologis dapat terjadi karena ada beberapa organisme atau bagian organisme yang dapat berlaku sebagai biokonsentrasi logam atau senyawa kimia tertentu. Contohnya hewan pemakan rumput merupakan organisme yang bersifat
biokonsentrasi terhadap iodium. Analisis iodium dapat dilakukan melalui analisis darah hewan atau akan jauh lebih mudah bila dilakukan melalui analisis kelenjar gondok hewan karena kelenjar gondok merupakan biokonsentrasi tertinggi untuk iodium, dapat pula dilakukan analisis melalui anlisis susu hewan tersebut (2).
Apabila pencemaran lingkungan diperkirakan melaui jalur air maka indicator biologisnya dapat ditentukan melaui hewan atau tanaman yang tumbuh di air. Indikator biologis yang ada pada jalur air adalah Phytoplankton (plankton tanaman),
Zooplankton (plankton hewan), Mollusca,Crustacea (udang – uadangan), dan ikan. Unsur kimia atau jenis logam ynag pernah dijumpai sebagai pencemar lingkungan perairan yang terdeteksi melalui indicator biologis tersebut antara lain : Fe, Co, Ni, (indicator biologis phytoplankton ), Mn, Sr, Y (indiaktor biologis zooplankton), Zn, Ni, Cu (indicator biologis mollusca), Zn, Mn, H3 (indicator biologis crustacean) dan Pu, Cs, Zr ( indicator biologis ikan) (2).
Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui :
1) Adanya perubahan suhu air
3) Adanya perubahan warna, bau, dan rasa air.
4) Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut.
5) Adanya mikroorganisme.
6) Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan (2).
C. Dampak Pencemaran Terhadap Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat 1. Dampak Pencemaran Udara
Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida . Beberapa jenis penyakit yang disebabkan pencemaran partikel di udara adalah silikosis, asbestosis, bisinosis, antrakosis, dan beriliosis (2).
2. Dampak Pencemaran Air
Akibat penambangan menimbulkan dampak negatif yang signifikan adalah terjadinya pencemaran air asam tambang yang dapat mcngakibatkan penurunan terhadap nilai fungsi lingkungan dan bahkan merusak fungsi lingkungan hidup dan ekosistem sekitarnya seperti komponen air dan tanah (Down, dan Stocks, 1978) (5).
3. Dampak Pencemaran Tanah
Dampak langsung dari pembuangan limbah padat organic yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan juga kegiatan industri olahan makanan dapat dirasakan secara langsung. Limbah padat organic akan ddegradasu oleh mikroorganisme akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat penguraian limbah tersebut menjadi bagian – bagian yang lebih kecilyang disertai pelepasan gas yang berbau tidak sedap. Timbunan limbah padat yang banyak dan menggunung karena belum diolah menyebabkan pemandangan disekitar menjadi kotor,kesan kotor akan mempengaruhi psikis penduduk disekitarnya (2).
Dampak tak langsung akibat pencemaran tanah adalah dampak yang dirasakan oleh manusia melalui media lain yang ditimbulkan akibat pencemaran tanah. Contohnya, lalat pada umumnya berkembang biak di tempat di mana banyak terdapat limbah padat organic, terlebih lagi limbah padat sisa olahan makanan yang banyak mengandung protein, limbah organik yang mengandung protein merupakan sumber makanan bagi lalat, sedangkan proses degradasi limbah akan memberikan panas yang cukup untuk menetaskan telur – telur. Oleh karena itu tidak meherankan bila tempat sampah organic yang berasal dari rumah tangga selalu banyak lalat. Penyakit menular bagi manusia yang ditimbulkan oleh perantara lalat, tikus, dan nyamuk adalah penyakit pes, kaki gajah, malaria dan demam berdarah (2).
Penyajian informasi lingkungan merupakan gambaran awal tentang kegiatan yang akan didiskusikan. PIL diberikan sebelum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan(AMDAL) dilaksankan. Berdasarkan penyajian informasi lingkungan ini akan diketahui secara cepat apakah AMDAL yang diusulkan perlu segera dilaksanakan (2).
2. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
AMDAL adalah suatu studi beberapa masalah yang berkaitan dengan rencana kegiatan yang diusulkan. Dalam hal ini studi yang dilakuakn meliputi kemungkinan terjadinya berbagai macam perubahan, baik perubahan social-ekonomi maupun perubahan biofisik lingkungan sebagai akibat adanya kegiatan yang diusulkan tersebut. AMDAL bertujuan untuk menduga atau memperkirakan dampak yang mungkin timbul sebagai akibat suatu kegiatan atau suatu proyek pembangunan yang direncanakan (2).
3. Perencanaan Kawasan Kegiatan Industri dan Teknologi
Perencanaan kawasan kegiatan industry dan teknologi dimaksudkan agar jika terjadi pencemaran lingkungan dari kegiatan tersebut dapat dipantau dengan mudah dan cepat sehingga penanggulangannya dapat dilakukann secara terpadu, dan daya dukung alam lingkungan sekitarnya tetap terjamin bagi kelangsungan hidup manusia. Contohnya pemerintah menyediakan kawasan Pulo Gadung untuk kegiatan industry dan kawasan Serpong untuk kegiatan teknologi (2).
4. Pengaturan dan penwasan kegiatan
Pengaturan dan pengawasan ini dimaksudkan agar segala persyaratan keselamatan kerja dan keselamatan lingkungan dapat dipenuhi dengan baik sehingga kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan dapat ditekan sekecil – kecilnya. Contoh, ditetapkan UU No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup (2).
Apabila dalam suatu proses industry dan teknologi terdapat bahan buangan (limbah) yang berupa zat –zat kimia, baik melalui pencemaram udara, air maupun tanah. Keadaan ini harus dihindari, yaitu dengan mengubah proses yang ada dan memenuhi kriteria yang ada.
Upaya lainnya adalah dengan mengganti sumber enrgi, mengelola limbah, menambah alat bantu untuk mengurangi pencemaran seperti filter udara dan pengendap silicon (2).
Upaya pencegahan maupun penanggu-langan pemcemaran laut telah diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Pemerintah Repu-blik Indonesia nomor 19 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran dan/atau perusakan laut. Adapun beberapa upaya pencegahan pencemaran laut antara lain :
1) Tidak membuang sampah ke laut 2) Penggunaan pestisida secukupnya
3) Pembiasaan tidak membuang puntung rokok di sekitar laut 4) Mengurangi penggunaan plastic.
5) Tidak meninggalkan tali pancing, jala, atau sisa sampah dari kegiatan memancing di laut.
6) Setiap industri atau pabrik menyediakan In-stalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
7) Menggunakan pertambangan ramah lingkungan, yaitu pertambangan ter-tutup.
hasil pengolahan emas yakni konsentrasi kadar 0,0039 mgll (ST.2), 0,0013 mgll (ST.3), 0,0020 mg/l (ST.4), 0,0022 mg/l (ST.5), dan 0,0022 mg/l telah menurunkan kadar kualitas air sungai pada daerah penelitian. Nilai tersebut telah melewati ambang batas yang ditetapkan pernerintah dalam Peraturan Pernerintah Nomor 82 tahun 2001 yakni sebesar0,00l mg/l (7).
Contoh lainnya adalah pada budidaya ikan di Perairan Situbondo Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kadar logam berat (Pb, Cd, dan Hg) pada contoh air dan ikan kerapu budidaya di perairan Situbondo masih sesuai dengan nilai ambang batas (NAB) yang ditatapkan oleh KNLH,2004 untuk kepentingan biota laut. Walaupun tercemar namun masih berada di nilai ambang batas sehingga belum membahayakan (8).
1. Chandra.B. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2014.
2. Wardhana.W.A. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta : CV Andi Offset. 2004.
3. Arief.M. Pemetaan Muatan Padatan Tersuspensi Menggunakan Data Satelit Landsat (Studi Kasus : Teluk Semangka) ( Total Suspenden Matter Mapping Using Landsat Satelite Data ( Case Study : Semangka Gulf ). Jurnal Pengindraan Jauh. 2012. 9(1) : 67-75.
4. Hernawati.D.,Istiqomah.I. Analisis Kandungan Kromium Pada Biji Padi (Oryza Sativa l) Yang Ditanam Di Daerah Sukaregang Garut. Jurnal Pendidikan Biologi. 2014. 1(1) : 1-9.
5. Wijaya .R.A.E. Sistem Pengolahan Air Asam Tambang Pada Water Pond dan Aplikasi Model Encapsulation In – Pit Disposal Pada Waste Dump Tambang Batubara. Jurnala Manusia dan Lingkungan. 2010. 17(1): 1-10.
6. Siregar.C.N. Partisipasi Masyarakat dan Nelayan Dalam Nebgurangi Pencemaran Air Laut di Kawasan Pantai Manado – Sulawesi Utara. Jurnla Sosiotaknologi. 2014. 13(1): 25 – 33.
7. Agus.C,dkk. Dampak Limbah Cair Hasil Pengolahan Emas Terhadap Kualitas Air Sungai dan Cara Mengurangi Dampak Dengan Menggunakan Zeolit : Studi Kasus Penambangan Emas Tradisional di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 2005. 12(1) : 13 – 19.