Putu Wira Kusuma Putra1)
1) Departemen Keperawatan Medikal Bedah
Abstrak
PPOK merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kronik di seluruh dunia. Tahun 2020 PPOK diprediksi sebagai penyebab kematian keempat di dunia. Pemberdayaa pasien untuk berpartisipasi aktif dibutuhkan dalam penanganan pasien PPOK. Akan tetapi, pemberdayaan pasien PPOK dalam mengelola penyakitnya masih rendah. Self management education merupakan salah satu intervensi untuk meningkatan pemberdayaan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self management education terhadap pemberdayaan pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan pre testand post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling yaitu sebesar 36 orang yang terdiri dari 18 kelompok perlakuan yang mendapatkan self management education melalui media booklet dan 18 kelompok kontrol yang mendapat prosedur edukasi yang berlaku di ruangan. Sampel diambil dari populasi pasien PPOK di Poliklinik paru RSUD Wangaya yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diambil meliputi karakteristik responden, pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan, self efficacy dan gejala PPOK. Data dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Paired t test, dan Mann whitney U test. Hasil uji statistik Mann Whitney U test menunjukkan ada perbedaan komponen pemberdayaan (pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan dan self efficacy) antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan p=<0,0001, sedangkan untuk gejala PPOK tidak terdapat perbedaan dengan p=0,713. Self management education efektif meningkatkan pemberdayaan pasien PPOK, tetapi belum efektif menurunkan gejala PPOK. Penelitian di tempat yang berbeda dengan responden yang lebih homogen dan waktu pengamatan yang lebih panjang perlu dikembangkan untuk penelitian selanjutnya
Kata Kunci : Self Management Education, Pemberdayaan, Gejala PPOK.
EFFECT OF SELF-MANAGEMENT EDUCATION ON EMPOWERMENT OF
PATIENT CHRONIC OBSRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD) IN
WANGAYA DENPASAR
Abstract
COPD is a major cause of chronic morbidity and mortality throughout the world (GOLD 2015). In 2020 COPD is predicted as the fourth leading cause of death. Empowering patients to participate actively in the management of COPD patients are needed. Nervertheless, the empowerment of COPD patients in managing the disease is still low. Self management education is one of the interventions to increase patient empowerment. The purpose of this study was to determine the effect of self-management education to the empowerment of patients with COPD. The research method was quasy experiment with pre test and post-test control group design. Consecutive sampling technique was applied consists of 36 respondents who are divided into two groups. Each group consists of 18 respondents as treatment group were given self management education through the booklet and 18 respondents as control group who received standard education procedures in Polyclinic. Samples were taken from a population of patients with COPD at lung Polyclinic in Wangaya Hospital who met the inclusion criteria. The data which are taken included characteristics of respondents, knowledge, attitude, action, decision-making capacity, self-efficacy and symptoms of COPD. Data were collected using questionnaires and analyzed using Paired t test and Mann Whitney test. Statistical results of Mann Whitney U test showed that there are differences in the components of empowerment (knowledge, attitudes, actions, the ability to take decisions and self-efficacy) between treatment and control groups with p = <0.0001, while for the symptoms of COPD, there is no difference between treatment and control groups with p = 0.713. Self management education effectively improve the empowerment of patients with COPD, but not effectively reduce symptoms of COPD. Research on different places with respondents more homogeneous and a longer observation time need to be developed for future research
Keywords: Self-Management Education, Empowerment, Symptoms of COPD
Pendahuluan
Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kronik di seluruh dunia (GOLD, 2015). Seiring dengan meningkatnya prevalensi kejadian PPOK dan sifat penyakit PPOK yang kronik, fokus penanganan pasien PPOK bergeser penekanannya dari pengobatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan profesional kini fokus pada pemberdayaan pasien untuk terlibat aktif dalam perawatan PPOK. Akan tetapi, pemberdayaan pasien PPOK dalam mengelola penyakitnya sampai saat ini masih rendah. Hal ini bisa dilihat dari banyak pasien PPOK yang harus berulang kali masuk rumah sakit karena keluhan masalah pernapasan yang dialami.
Pada tahun 2020 PPOK diprediksi sebagai penyebab kematian keempat di dunia,
risiko seperti merokok, asap berbahaya dan debu. Edukasi mengenai manajemen perawatan diri secara menyeluruh belum pernah diberikan. Intervensi manajemen diri membantu pasien dengan PPOK memperoleh dan melatih keterampilan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan rejimen medis penyakit tertentu, memandu perubahan perilaku kesehatan dan memberikan dukungan emosional untuk memungkinkan pasien mengontrol penyakit mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self management education terhadap pemberdayaan pasien PPOK.
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experiment yaitu memberikan perlakuan atau intervensi pada subyek penelitian kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan pre test and post test with control group design.
Populasi dalam penelitian ini adalah pasien PPOK yang rawat jalan di Poliklinik Paru RSUD Wangaya Denpasar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non probability sampling melalui teknik Consecutive sampling, yaitu pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu sehingga jumlah responden yang diperlukan terpenuhi (Nursalam 2014). Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 orang pada kelompok perlakuan dan 18 orang pada kelompok kontrol. Penentuan sampel harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang terdiri dari kriteria inklusi: usia >40 tahun, pasien yang didiagnosa secara medis menderita PPOK oleh dokter spesialis paru dilihat dari rekam medis pasien terdiri dari hasil spirometri post-bronkodilator FEV1/FVC <0.70, gejala dyspnea progresif, batuk kronik, dan produksi sputum kronik, Pasien ppok dengan kondisi stabil dan kesadaran komposmentis dan kooperatif sedangkan kriteria eksklusi: Pasien sedang dalam keadaan nyeri, sesak atau keluhan lain yang mengganggu pasien, Pasien yang mengalami eksaserbasi dan indikasi rawat
inap, menderita penyakit paru akibat infeksi seperti TBC dan pnemonia serta pasien dengan gangguan mental.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah Edukasi mengenai manajemen perawatan diri (self management education) pada pasien PPOK Variabel dependen dari penelitian ini adalah pemberdayaan (empowerment) pasien PPOK, yang outputnya terdiri atas pengetahuan, sikap dan tindakan manajemen diri pasien PPOK, kemampuan pengambilan keputusan tentang perawatan pasien PPOK, self efficacy, dan gejala PPOK.
Hasil
Analisis data menggunakan uji stastistik paired t test dan Mann whitney test untuk mengetahui pengaruh self management education terhadap indikator pemberdayaan (pengetahuan, sikap, tindkan, kemampuan pengambilan keputusan, self-efficacy dan penurunan gejala pasien PPOK pada kelompok perlakuan dan kontrol.
Tabel 1 Distribusi rerata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kontrol
Tabel 1 menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan pasien antara pre test dan post test pada kelompok perlakuan dan kontrol dengan uji statistik paired T test diperoleh p<0,050. Hasil uji statistik nilai delta (∆) atau selisih skor pengetahuan pre post test antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan Mann-Whitney U test didapatkan p=<0,0001 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan pasien PPOK antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah mendapatkan self management education (lihat tabel 1)
Tabel 2 Distribusi Rerata nilai sikap sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kontrol
Variabel N Rera
Tabel 2 menunjukkan terdapat perbedaan sikap pasien PPOK antara pre test dan post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik nilai delta (∆) atau selisih skor sikap pre post test antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan Mann-Whitney U test didapatkan p=<0,0001 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sikap pasien PPOK antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah mendapatkan self management education.
Tabel 3 Distribusi rerata nilai tindakan manajemen diri sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kontrol
Pre test 18 40,4
Tabel 3 menunjukkan terdapat perbedaan tindakan manajemen diri pasien PPOK antara pre test dan post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan uji statistik paired T test diperoleh p<0,050. Hasil uji statistik nilai delta (∆) atau selisih skor tindakan manajemen diri pre post test antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan Mann-Whitney U test didapatkan p=<0,0001 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan tindakan manajemen diri pasien PPOK antara kelompok perlakuan yang mendapatkan self management education dan kelompok kontrol.
Tabel 4 Distribusi rerata nilai kemampuan pengambilan keputusan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kontrol
Varia-Tabel 4 menunjukkan terdapat perbedaan kekampuan pengambilan keputusan pasien PPOK antara pre test dan post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan uji statistik paired T test diperoleh p<0,050. Hasil uji statistik nilai delta (∆) atau selisih kemampuan pengambilan keputusan pre post test antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan Mann-Whitney U test didapatkan p=<0,0001 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan pengambilan keputusan pasien PPOK antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah mendapatkan self management education.
Tabel 5 Distribusi rerata nilai self-efficacy sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kontrol
signifikan self-effcacy pasien PPOK antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Tabel 6 Distribusi rerata nilai Gejala PPOK sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kontrol Variabel N Rerata SD P perbedaan yang signifikan gejala pasien PPOK pre test dan post test pada kelompok perlakuan. Demikian juga pada kelompok kontrol dengan menggunakan uji Paired T Test diperoleh nilai p=0,149, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara gejala pasien PPOK pada pengukuran pertama dan kedua. Hasil uji statistik nilai delta (∆) atau selisih gejala PPOK pre post test antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan Mann-Whitney U test didapatkan p=0,713 yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan gejala pasien PPOK antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Pembahasan
Self management education efektif untuk meningkatkan pemberdayaan (empowerment) pada pasien PPOK yang terdiri atas pengetahuan, sikap, tindakan manajemen diri, kemampuan pengambilan keputusan, dan self-efficacy. Prosedur edukasi yang berlaku di ruangan Poliklink Paru juga terbukti meningkatkan indikator pemberdayaan walaupun dalam angka yang relatif kecil. Peningkatan variabel pemberdayaan yang meliputi pengetahuan, sikap, tindakan manajemen diri, kemampuan pengambilan keputusan dan self-efficacy pada kelompok perlakuan dikarenakan mendapatkan self management education. Intervensi ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan manajemen perawatan diri terutama pada pasien PPOK. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Efraimsson et al. 2008 yang menyebutkan bahwa perawatan secara konvensional saja tidak cukup untuk meningkatkan pengetahuan, manajemen penyakit, kualitas hidup dan kebiasaan merokok, akan tetapi dibutuhkan edukasi manajemen diri yang terstruktur untuk meningkatkan kesadaran dan merubah gaya hidup. Penelitian yang dilakukan oleh Dowson et al. 2010 juga menyatakan hal yang sama, bahwa pendidikan mengenai perawatan diri dapat meningkatkan pengelolaan dan perawatan serta kewaspadaan terhadap komplikasi dari PPOK.
kesehatan ini dianjurkan diberikan mulai awal pasien terdiagnosis berkelanjutan sepanjang hidup sampai akhir hayat. Pendidikan manajemen diri bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, mengajarkan pasien mengenai ketrampilan-ketrampilan serta menekankan pada pengelolaan penyakit melalui perubahan perilaku. Pendidikan manajemen diri juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan serta meningkatkan perbaikan kondisi klinis yang dialami pasien (Stoilkova et al. 2013). Penyakit kronik memerlukan perubahan mendasar dari manajemen diri penyakit yang berpusat pada pasien dan pendekatan yang berpusat pada keluarga, menggabungkan keduanya di masyarakat dengan dukungan tenaga kesehatan profesional yang terintegrasi dalam sistem tatanan kekehidupan masyarakat. Peran serta tenaga kesehatan termasuk didalamnya dokter dan perawat dalam meningkatkan pemberdayaan pasien sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi kepada pasien.
Self management education belum efektif untuk mempebaiki gejala pasien PPOK. Gejala PPOK tidak dapat disembuhkan dan tidak bisa berubah secara drastis karena PPOK merupakan penyakit kronik. Perubahan gejala PPOK disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu terapi pengobatan. Waktu pengamatan yang lebih lama dibutuhkan untuk melihat perubahan gejala PPOK.
Simpulan dan Saran
Self management education efektif untuk meningkatkan komponen pemberdayaan pada pasien PPOK yang meliputi pengetahuan, sikap, tindakan manajemen diri, kemampuan pengambilan keputusan, dan self-efficacy, akan tetapi belum efektif untuk menurunkan gejala pasien PPOK. Self management education memberikan informasi dan pemahaman melalui media booklet pada pasien PPOK mengenai penyakit yang diderita dan ketrampilan perawatan diri sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan membangun sikap dan tindakan positif pasien mengenai manajemen perawatan akan mampu menghasilkan peningkatan self-efficacy dan
perilaku kesehatan pasien secara umum. Rumah sakit diharapkan menyediakan booklet mengenai penyakit dan perawatannya yang bisa dibawa pulang oleh setiap pasien khususnya pasien PPOK, sehingga keterlibatan pasien dan keluarga dalam manajemen pengelolan penyakit dapat ditingkatkan.
Penelitian lebih lanjut dibutuhkan terutama penelitian yang dilakukan di dua atau lebih tempat berbeda untuk mencegah terjadinya pertukaran informasi antara responden kelompok perlakuan dan kontrol. Selain itu homogenitas responden perlu ditingkatkan seperti kontrol terhadap terapi pengobatan dan variabel lain yang bisa mempengaruhi hasil penelitian serta dan waktu pengamatan yang lebih panjang sehingga efektif untuk mengukur perubahan gejala PPOK.
Daftar Pustaka
Alligood, M. R., (2014). Nursing theorists and their work. Edition 8. Missouri; Elsevier Mosby.
Alligood, M.R & Tomey, A.M., (2006). Nursing Theory : utilization & application. Missouri; Mosby Inc. Alsayed, S., Elnagar, K., & Mousa, E.,
(2014). Influence of 7 weeks self management education on the BAI and 6MWD of COPD stable patients. Egyptian Journal of Chest Diseases and Tuberculosis, 63(3), 603–609.
Anderson, R. M., (2014). Patient Empowerment, BMC Health Services Research. 18(7), 943–949.
Barnes. et al., (2013). Chronic obstructive pulmonary disease and exacerbations: patient insights from the global Hidden Depths of COPD survey. BMC Pulmonary Medicine, 13, 54.
Barnett, M., (2012). End of life issues in the management of COPD. Journal of Community Nursing, 26(3), 4.
Barr. et al., (2015). Assessment of Patient Empowerment - A Systematic Review of Measures. Plos One, 10(5), e0126553.
pulmonary rehabilitation--an exploratory study. Patient Educations. 81(1):5-13.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2 0356 diaskes tanggal 22 Mei 2016. Blackler, et al., (2007). Managing Chronic
Obstructive Pulmonary Disease. London; John Wilet & Sons.
Bourbeau, Jean. (2002). Comprehensive Management of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. London ; BC Decker Inc
Bourbeau, J., & Saad, N., (2013). Integrated care model with self-management in chronic obstructive pulmonary disease: From family physicians to specialists. Chronic Respiratory Disease, 10(2), 99– 105.
Bravo, P., et al., (2015). Conceptualising patient empowerment: a mixed methods study. BMC Health Services Research, 15(1), 252.
Cosgrove, D., Macmahon, J., Bourbeau, J., Bradley, J. M., & O’Neill, B. (2013). Facilitating education in pulmonary rehabilitation using the living well with COPD programme for pulmonary rehabilitation: a process evaluation. BMC Pulmonary Medicine, 13(1), 50. Currie, Graeme P. (2009). The fact Chronic
Obstructive Pulmonary Disease. New York: Oxford University Pres.
Delgado-Passler, P., & McCaffrey, R. (2006). The influences of postdischarge management by nurse practitioners on hospital readmission for heart failure. Journal of the American Academy of Nurse Practitioners, 18, 154–160. Dowson, C. A., Kuijer, R. G., Town, I. G., &
Mulder, R. T. (2010). Impact of panic disorder upon self-management educational goals in chronic obstructive pulmonary disease? Chronic Respiratory Disease, 7(2), 83–90. Effing, T., van der Palen, J., & Frith, P.
(2014). Education in COPD self-management: only part of the game. Respirology, 19(2), 151–152.
Effing, T. W., et al., (2012). Self-management programmes for COPD: Moving forward. Chronic Respiratory Disease, 9(1), 27–35.
Efraimsson, E. Ö., Hillervik, C., & Ehrenberg, A. (2008). Effects of COPD self-care management education at a nurse-led primary health care clinic. Scandinavian Journal of Caring Sciences, 22(5), 178–185.
Emme, C., et al., (2012). Danish version of “The COPD self-efficacy scale”: translation and psychometric properties. Scandinavian Journal of Caring Sciences, 26(3), 615–623
Fotoukian, Z., et al., (2014). Concept analysis of empowerment in old people with chronic diseases using a hybrid model. Asian Nursing Research, 8(2), 118–127. GOLD. (2015). Global Srategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease.
GOLD. (2014). Global Srategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease.
Hernandez P, et al., (2009). Living with chronic obstructive pulmonary disease : A survey of patients ’ knowledge and attitudes. Respir Med. 2009;103(7):1004-1012.
Howard, C., & Dupont, S. (2014). “The COPD breathlessness manual”: a randomised controlled trial to test a cognitive-behavioural manual versus information booklets on health service use, mood and health status, in patients with chronic obstructive pulmonary disease. Npj Primary Care Respiratory Medicine, 24(August), 14076.
Hurley, J., et al., (2012). Meta-analysis of self-management education for patients with chronic obstructive pulmonary disease. Southwest Journal of Pulmonary & Critical Care, 4, 194–202. Kadir. (2015). Statistika Terapan Konsep,
Contoh dan Analisis Data dengan program SPSS/Lisrel dalam penelitian. Jakarta; Rajawali Pers
Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas). Jakarta; Kemenkes RI.
Kim, S. H., & Youn, C. H.,(2015). Efficacy of Chronic Disease Self-management Program in Older Korean Adults with Low and High Health Literacy. Asian Nursing Research, 9(1), 42–46.
Lenz, E & Lillie, M., (2002). Self-Efficacy in Nursing; research and measurement perspectives. New York: Springer Publishing Company.
Li, J.-M., et al., (2014). Transitional care for patients with chronic obstructive pulmonary disease. International Journal of Nursing Sciences, 1(2), 157– 164.
Marcinkho, S. (2008). The wellness planner: Testing an intervention designed to increase empowerment and improve quality of life in individuals with mental illness. University of Manitoba (Canada)). ProQuest Dissertations and Theses, , n/a. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/304 402398?accountid=17242
McGEOCH, G., et al., (2006). Self‐ management plans in the primary care of patients with chronic obstructive pulmonary disease. Respirology, 11, 611–618.
Ministry of Health. (2014). Self-management Support for people with long-term conditions, (November), 1–7.
Monteagudo, M., et al., (2013). Factors associated with changes in quality of life of COPD patients: a prospective study in primary care. Respiratory Medicine, 107(10), 1589–97.
Monteagudo, M., et al., (2013). Effect of health professional education on outcomes of chronic obstructive pulmonary disease in primary care: a non-randomized clinical trial. Respirology., 18, 718–727.
Murphy, K., et al., (2011). A cluster randomised controlled trial evaluating the effectiveness of a structured pulmonary rehabilitation education programme for improving the health
status of people with chronic obstructive pulmonary disease (COPD): The PRINCE Study protocol. BMC Pulmonary Medicine, 11(1), 4.
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi kesehatan & ilmu perilaku, Jakarta, Rineka Cipta Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu perilaku
kesehatan, Jakarta, Rineka Cipta Notoatmodjo, S. 2010)\. Metodologi Penlitian
kesehatan, Jakarta, Rineka Cipta Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan
Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi Tesis dan instrument penelitian keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Nursalam. 2014. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika
Patel, N., et al., 2015. Chronic Obstructive
Pulmonary Disease Patients’
Experiences of an Enhanced Self-Management Model of Care. Qualitative
Health Research.
http://doi.org/10.1177/10497323155730 13
Pearson, M., et al., (2007). Patient self-management support programs: an evaluation. Agency for Healthcare Research and Quality, (08), 282–285. Potter, P., A., & Perry, A.G. (2009).
Fundamental Keperawatan.Edisi 7 buku 1 & 2. Jakarta: Salemba Medika
Pulvirenti, M., McMillan, J., & Lawn, S. (2014). Empowerment, patient centred care and self-management. Health Expectations, 17(3), 303–310.
Rini, Ika S. (2011). hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien penyakit paru obstruksi kronik dalam konteks asuhan keperawatan di RS Paru Batu dan RSU Dr Saiful Anwar Malang Jawa Timur. Tesis. universitas Indonesia. Tidak dipublikasikan.
Rogers, E. S., Ralph, R. O., & Salzer, M. S. (2010). Validating the empowerment scale with a multisite sample of consumers of mental health services. Psychiatric Services, 61(9), 933–936. Sari, N., & Osman, M. (2015). The effects of
matching with a difference-in-difference regression approach. BMC Health Services Research, 15(1), 332.
Sastroasmoro, S & Ismael, S. (2010). Dasar- dasar metodologi penelitian klinis, edisi 3, Jakarta; Sagung Seto.
Sidhu, et al., (2015). Patient self-management in primary care patients with mild COPD - protocol of a randomised controlled trial of telephone health coaching. BMC Pulmonary Medicine, 15(1), 16.
Simons-morton, BG.,McLeroy, K., Wendel, M., (2012). Behavior Theory in Health Promotion Practice and Research. Wall Streat Burlington USA; Jones & Bartleet Learning.
Small, N., et al., (2013). Patient empowerment in long-term conditions: development and preliminary testing of a new measure. BMC Health Services Research, 13(1), 263.
Smeltzer,S.,C. & Bare, G. (2008). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical Surgical Nursing. Philadelpia: Lippincott.
Smeltzer, S.C., et al., (2010). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical Surgical Nursing. Philadelpia: Lippincott.
Smilkstein, R., (2011). We’re born to learn: using the brain’s natural learning process to create today’s curriculum second edition. California: Corwin. Spalding. (2004). Preoperative education ;
empowering patients with confidence. International Journal Rehabilitation. N(4); 147-153
Stoilkova, A., Janssen, D, & Wouters, E. F. M., (2013). Educational programmes in COPD management interventions: A systematic review. Respiratory Medicine, 107(11), 1637–1650.
Trappenburg, et al., (2011). How do COPD patients respond to exacerbations? BMC Pulmonary Medicine, 11(1), 43.
Turner, A., et al., (2015). An evaluation of a self-management program for patients with long-term conditions. Patient Education and Counseling, 98(2), 213– 9.
Turner, A., Anderson, J., Wallace, L., &
Kennedy-Williams, P. (2014. Evaluation of a self-management programme for patients with chronic obstructive pulmonary disease. Chronic Respiratory Disease, 11(3), 163–172.
Valero, C., et al., (2009). Evaluation of a combined strategy directed towards health-care professionals and patients with chronic obstructive pulmonary disease (COPD): Information and health education feedback for improving clinical monitoring and quality-of-life. BMC Public Health, 9(1), 442.
White, R., et al., (2006). Bristol COPD Knowledge Questionnaire (BCKQ): testing what we teach patients about COPD. Chronic Respiratory Disease, 3(3), 123–131.
Wong, S., et al.,, (2014). Unmet needs of patients with chronic obstructive pulmonary disease (COPD): a qualitative study on patients and doctors. BMC Family Practice, 15(1), 67.
World Health Organization. (2007). Global Surveillance Prevention and Control of Chronic Respiratory Disease, a comprehensive approach. Jenewa. Switzerland.
World Health Organization. (2012). noncommunicable disease. Jenewa. Switerland. http://www.euro.who.int /en/ health-topics / noncommunicable diseases /pages /news /news / 2012 /4 /empowering-patients Diakses tgl 18 Mei 2016
http://www.euro.who.int/en/media- centre/events/events/2012/04/first-european-conference -on- patient- empowerment- living-with-chronic-disease diakses tanggal 18 Mei 2016. World Health Organization. (2014). Global