1
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Profil Perusahaan PT Formulatrix Indonesia
4.1.1. Sejarah dan Perkembangan
Formulatrix Indonesia merupakan bagian dari Formulatrix, perusahaan manufaktur asal Amerika Serikat yang memproduksi alat/mesin/instrumen laboratorium yang bekerja secara otomatis (laboratory automation devices) yang digunakan untuk penelitian di bidang genomik dan proteomik. Formulatrix didirikan pada tahun 2002 oleh Jeremy Stevenson, dan saat ini memiliki kantor pusat di Bedford, Massachusetts, Amerika Serikat yang ditempati oleh manajemen puncak dan para engineer yang khusus bertugas untuk mengembangkan teknologi baru. Formulatrix memiliki tiga unit produksi di Indonesia yakni PT Formulatrix Indonesia, dan PT Promanufacture Indonesia Salatiga dan PT Promanufacture Indonesia Semarang. Selain itu, Formulatrix juga memiliki sebuah pusat pengembangan perangkat lunak (software development center) di Pakistan dan kantor penjualan dan pemasaran di Cina.
Formulatrix Indonesia didirikan pada tahun 2006 untuk menjalankan fungsi produksi. Awalnya Formulatrix Indonesia mempekerjakan enam orang dan menggunakan gedung ruko di kawasan Ruko Blauran yang terletak di Jl. Taman Pahlawan di Salatiga. Saat itu ruko tersebut berfungsi seperti bengkel (workshop) dimana Formulatrix Indonesia akan mulai membuat alat setelah menerima pesanan dari Formulatrix. Saat itu Formulatrix Indonesia hanya menggunakan satu ruko dan kemudian diperluas menjadi dua ruko. Pada tahun 2007, seiring dengan meningkatnya pesanan untuk produk-produknya, Formulatrix mengembangkan kapasitas produksi Formulatrix Indonesia dengan membangun pabrik seluas 900m2 di Tingkir, Salatiga. Setelah berada di Tingkir, Formulatrix Indonesia mulai mempekerjakan insinyur perangkat lunak (software engineer) dan mulai dari sinilah cikal bakal Formulatrix Indonesia memiliki divisi Research and Development (R&D) yang kemudian terdiri dari Software Engineer, Mechanical Engineer dan Electronic Engineer. Fungsi dari divisi R&D ini adalah untuk membantu mengembangkan produk berdasarkan riset yang dilakukan oleh para engineer yang ada di Formulatrix Inc.
Formulatrix terus berkembang, dari sebelumnya pada akhir tahun 2006 hanya memiliki 56 produk terpasang di 32 pelanggan (customer) dengan total jumlah karyawan di Amerika Serikat, Indonesia dan Pakistan berjumlah 30 orang, berkembang menjadi 1837 produk terpasang di 927 pelanggan dengan jumlah total
2 karyawan 641 pada tahun 2019. Karena perkembangan ini sekali lagi Formulatrix butuh untuk menambah kapasitas produksinya yang berarti menambah karyawan dan mesin-mesin produksi. Saat itu kapasitas bangunan Formulatrix Indonesia sudah tidak mencukupi sedangkan bagunannya sudah mencapai batas luas tapak bangunan sesuai aturan yang ditetapkan Pemerintah Kota Salatiga bahwa luas tapak bangunan berbanding dengan lahan terbuka adalah 50%. Selain itu, ada peraturan terbaru bahwa kawasan tempat Formulatrix Indonesia berada di Tingkir bukan merupakan daerah industri, diganti menjadi daerah perdagangan dan jasa. Hal ini menyebabkan Formulatrix harus membangun pabrik di daerah lain.
Dalam usaha membangun fasilitas produksi tambahan, Formulatrix mendirikan PT Stevenson Property, sesuai dengan nama pemilik dan pendiri Formulatrix yakni Jeremy Stevenson, yang khusus mengurus aset tanah dan bangunan Formulatrix di Indonesia. PT Stevenson Property kemudian membeli membangun pabrik di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang dengan nama PT Promanufacture Indonesia (selanjutnya disebut “Promanufacture”). Pengadaan PT Promanufacture Indonesia ini selain sebagai jalan keluar untuk mengatasi masalah ruang di lokasi di Tingkir yang tidak bisa menambah bangunan, hadirnya perusahaan ini di kawasan industri menjawab kebutuhan Formulatrix Indonesia untuk beroperasi di kawasan berikat yang memberikan efisiensi pada operasional pabrik. Formulatrix Indonesia melakukan pembelian atau impor beli bahan baku dan melakukan ekspor penjualan ke luar Indonesia karena semua customer Formulatrix berada di luar Indonesia, oleh karena itu bonded zone dibutuhkan untuk mengurangi bea masuk (duty tax). PT Promanufature Indonesia pun didirikan, dan tidak menggunakan nama PT Formulatrix Indonesia, karena untuk sebuah kawasan berikat semua bangunan dalam satu perusahaan harus berada dalam satu lokasi, sedangkan permasalahan di Pabrik Formulatrix Indonesia di Tingkir adalah tidak bisa membangun tambahan bangunan sehingga harus membuat pabrik di lokasi yang berbeda. PT Promanufature Indonesia di Semarang khusus memproduksi lini produk untuk penelitian di bidang proteomik.
Setelah pabrik Promanufacture di Semarang beroperasi, pada akhir tahun 2018 Formulatrix memulai kembali pembangunan pabrik Promanufacture di Salatiga di Jl. Soekarno Hatta. Pabrik Promanufacture di Salatiga mulai aktif beroperasi pada akhir tahun 2019 dan sepenuhnya beroperasi pada awal tahun 2020. Promanufacture di Salatiga memproduksi lini produk untuk penelitian genomik yang sebelumnya diproduksi di pabrik Formulatrix Indonesia yang terletak di Tingkir. Sebagian besar karyawan, mesin dan alat yang ada di Formulatrix Indonesia dipindahkan ke Promanufacture di Salatiga. Berbeda dengan Promanufacture Indonesia yang tanah dan bangunannya dimiliki oleh PT Stevenson Property, Formulatrix Indonesia memiliki tanah dan bangunannya sendiri. Untuk kedepannya Formulatrix Indonesia akan menjadi sub kontraktor dan menangani hal-hal yang berhubungan dengan jasa.
3 Tabel 4.1 Jumlah Karyawan Berdasarkan Divisi di Formulatrix Indonesia
Administrasi, IT, General Affair
Produksi Engineering
Divisi Jumlah Divisi Jumlah Divisi Jumlah
ACCOUNTING 7 ASSEMBLY 106 ELECTRONIC
ENGINEERING
22
ADMINISTRATION 1 ELECTRONICS 9 FIRMWARE
ENGINEERING 5
EXPORT IMPORT 5 INJECTION 45 INJECTION
MOLD ENGINEERING 42 HUMAN RESOURCE 9 MACHINING 64 MECHANICAL ENGINEERING 96 INFORMATION TECHNOLOGY 6 PRODUCTION MANAGER 11 PROCESS ENGINEERING 12 MAINTENANCE 8 QUALITY ASSURANCE 37 SOFTWARE ENGINEERING 87 MARKETING 14 PURCHASING 6 SALES 7 WAREHOUSE 8
Total 71 Total 272 Total 26
4
Sumber: Divisi HR PT Formulatrix Indonesia
4.1.2. Visi dan Misi
Visi dari Formulatrix yakni “to enable scientific discoveries in proteomics and genomics for the advancement of a disease-free, hunger-free world”. Produk-produk Formulatrix diciptakan untuk memudahkan dan bahkan memungkinkan proses penelitian ilmiah di bidang proteomik dan genomik untuk mencapai dunia yang bebas penyakit dan wabah kelaparan. Dengan produk-produknya Formulatrix
4 membantu proses penelitian yang sebelumnya memakan banyak waktu dan tenaga manusia, menjadi lebih mudah, efisien dan tidak rentan pada kesalahan manusia (human error). Bukan hanya membuat teknologi yang sudah ada di pasaran, Formulatrix bekerja sama dengan pada peneliti untuk membuat teknologi baru, yang belum ada sebelumnya, sesuai kebutuhan penelitian. Hal inilah yang menjadi misi Formulatrix untuk mendukung tercapainya visi. Misi Formulatrix adalah “FORMULATRIX® collaborates with researchers to simplify the preparation and analysis of proteins and nucleic acids by designing solutions without boundaries and bringing novel cutting-edge technology to the life science industry. We are committed to researchers, their labs, and to the scientific discoveries that will improve the lives of generations to come.”
4.1.3. Produk
Formulatrix memproduksi perangkat lunak (software) dan mesin/instrumen (hardware) untuk mengotomasi proses eksperimen dalam penelitian di bidang proteomik dan genomik. Produk yang diproduksi berbasis robotik yang beroperasi secara otomatis. Alat-alat ini dibuat dengan menggabungkan teknik elektronika (electronics), mesin (mechanical), dan perangkat lunak komputer (software).
Perangkat lunak untuk mendesain dan menganalisis proses kristalisasi protein: ROCK MAKER®
Liquid Handler untuk preparasi sampel penelitian: NT8®, FORMULATOR®, MANTIS®, TEMPEST®, F.A.S.T.™, FLO i8™, ROVER™
Instrumen untuk proses kristalisasi protein: ROCK IMAGER®, SONICC®, FRAP, MUVIS®,
Instrumen untuk purifikasi sampel: PULSE – TFF System
4.2. Budaya Engineering Centric di Formulatrix Indonesia
4.2.1. Nilai-Nilai Formulatrix
Sebagai bagian dari Formulatrix Inc., Formulatrix Indonesia memegang nilai-nilai yang dipegang oleh Formulatrix, yang terdiri dari nilai terminal dan nilai instrumental. Nilai terminal adalah nilai yang berusaha dicapai oleh Formulatrix pada produk, layanan dan proses bisnisnya. Nilai ini adalah nilai yang melekat pada visi Formulatrix. Nilai instrumental adalah pegangan bagi Formulatrix untuk mencapai nilai terminal. Nilai instrumental ini menjadi dasar dan pegangan yang membentuk perilaku seluruh karyawan untuk menjalankan misi perusahaan.
5
4.2.1.1. Nilai-Nilai Terminal
a) Daya Inovasi (Innovativeness)
Daya inovasi merupakan nilai Formulatrix karena pendiri dan CEO Formulatrix adalah seorang software engineer. Hasil penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa inovasi merupakan salah satu nilai dari budaya engineering centric. Hal ini juga dikatakan oleh Informan 3 bahwa engineer menikmati “creating” dan “innovating”. Nilai ini mendorong sehingga inti bisnis Formulatrix adalah inovasi produk.
Visi Formulatrix adalah “to enable scientific discoveries in proteomics and genomics for the advancement of a disease-free, hunger-free world” dimana kata “enable” berarti “memungkinkan”, “memampukan” terjadinya penemuan-penemuan ilmiah. Untuk mendukung terjadinya penemuan-penemuan ini tentunya dibutuhkan inovasi pada teknologi-teknologi yang digunakan dalam penelitian tersebut. Oleh karena itu misi Formulatrix adalah untuk bekerja sama dengan para peneliti untuk bisa menghadirkan solusi tanpa batas untuk proses preparasi dan analisis protein dan asam nukleat.
Menciptakan produk-produk yang inovatif sangat penting bagi Formulatrix untuk bisa bertahan dalam industri otomasi laboratorium (laboratory automation), dimana produk-produk dalam industri ini adalah produk khusus (specialty), yang digunakan untuk penelitian yang mempelajari penyakit berbahaya dan/atau langka, dan untuk penelitian untuk menemukan obat untuk penyakit yang susah atau belum bisa disembuhkan. Pasar dari industri ini sendiri bernilaimulti-miliar dolar Amerika Serikat dan terus berkembang. Globe Newswire mencatat pasar laboratory automation dunia adalah USD 4.42 miliar pada tahun 2020 dan diprediksi akan berkembang menjadi USD 5.77 miliar pada tahun 2026. Industri ini terus berkembang dan di dalamnya terdapat pemain kunci (key player) yang telah ada sebelum Formulatrix.
Memiliki daya inovasi dan menghasilkan produk inovatif juga merupakan keharusan karena pasar berkembang dan membutuhkan alat-alat yang semakin canggih. Industri farmasi dan bioteknologi sebagai pengguna terbesar produk-produk laboratory automation terus berkembang. IBIS World mencatat di Amerika Serikat saja pasar bioteknologi bernilai USD 108.2 miliar pada tahun 2020, dan Global Newswire mencatat pasar industri farmasi dunia bernilai USD 1.57 triliun pada tahun 2023. Perusahaan-perusahaan baru terus bermunculan dan penelitian-penelitian baru terus berkembang yang membutuhkan semakin banyak instrumen laboratorium yang canggih. Perusahaan-perusahaan farmasi dan bioteknologi ini menginvestasikan banyak dana mereka untuk penelitian termasuk untuk penggunaan alat-alat laboratory automation.
6 Menciptakan inovasi merupakan komitmen Formulatrix. Pemilik sekaligus CEO Formulatrix, Jeremy Stevenson, dalam pesannya yang tertulis dalam Letter from CEO di halaman website perusahaan, menyatakan “FORMULATRIX® is committed to providing the life science community with the most innovative robotic automation equipment and software on the market.” Komitmen ini terbukti dimana beberapa produk Formulatrix mendapatkan beberapa penghargaan internasional. Pada tahun 2008, baru 6 tahun sejak berdirinya Formulatrix, salah satu produknya yaitu The FORMULATOR®, yang baru saja diluncurkan memenangkan New Product of the Year Award pada konferensi Lab Automation yang diselenggarakan Association for Laboratory Automation (ALA) pada tahun 2008. Satu tahun setelahnya, yakni pada tahun 2009 Formulatrix menjadi finalis dalam 2009 New England Innovation Awards. Pada tahun 2018, salah satu produk Formulatrix yakni CONSTELLATION® mendapatkan penghargaan sebagai New Product of the Year dalam konferensi Society for Laboratory Automation and Screening (SLAS).
Komitmen untuk berinovasi bagi Formulatrix tertuang dalam usahanya melakukan penemuan-penemuan baru (reinvent) dan tidak hanya meng-upgrade teknologi yang sudah ada. Hampir setiap tahun Formulatrix menambah fitur teknologi baru pada produk-produknya dan menciptakan produk baru. Seperti yang tertuang dalam misi Formulatrix, dalam rangka menemukan dan mengembangkan produk baru Formulatrix bekerja sama dengan pelanggan (customer) yang merupakan para peneliti (researcher) dan ilmuwan (scientist) untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan penelitian saat ini dan juga kedepannya. Hal ini dipertegas oleh Direktur Formulatrix Indonesia, Informan 2, yang mengatakan bahwa para engineer yang ada di kantor Formulatrix Inc. bertugas untuk mengembangkan produk dan mereka berkomunikasi dengan para customer dan calon pembeli untuk mengetahui kebutuhan mereka. Gambar di bawah ini menunjukkan produk-produk dan beberapa fitur baru yang diluncurkan hampir setiap tahun.
7 Sumber: Website Formulatrix (https://formulatrix.com/about-us/)
Gambar 4.1 Perkembangan Produk Formulatrix
Pada tahun 2019 salah satu pemain kunci industri laboratory automation yaitu perusahaan Qiagen membeli hak cipta salah satu aset Formulatrix, yaitu CONSTELLATION®, dengan harga USD 260 juta. Sejak kesepakatan itu, Formulatrix mulai tertarik dan berpikir untuk menjadi penyedia teknologi untuk dijual ke perusahaan-perusahaan lain. Hal ini berarti Formulatrix harus terus melakukan inovasi agar mampu menyediakan teknologi-teknologi baru yang bernilai tinggi.
Inovasi berusaha dicapai oleh Formulatrix melalui sumber daya manusia yang dimilikinya. Formulatrix memiliki banyak engineer dan dalam waktu dekat Formulatrix akan membuka divisi baru di Indonesia yakni divisi biologi molekuler (Molecular Biology) untuk mendukung pengembangan produk baru. Divisi ini akan berisi para ilmuwan (scientist), diantaranya yang sudah direkrut adalah seorang lulusan PhD bidang biologi molekuler dari Universitas Hiroshima dan seorang lagi lulusan jurusan computational fluid dynamics di sebuah perguruan tinggi di Malaysia.
8 b) Keunggulan (Excellence)
Menghadirkan produk yang unggul juga menjadi fokus Formulatrix seperti yang tertuang dalam Letter from CEO. Formulatrix meyakini bahwa produk dan product support yang unggul akan membuat Formulatrix bertahan dalam industri. Untuk menjamin keunggulan ini, Formulatrix melakukan survey rutin pada semua customernya setiap enam bulan sekali untuk mengetahui kinerja produk mereka. Bukan hanya untuk produk saja, survey juga dilakukan setiap kali tim support selesai melakukan instalasi, perbaikan maupun perawatan, dimana kinerja para staf support ditanyakan langsung kepada customer yang bersangkutan.
Komitmen menciptakan produk yang unggul mendorong Formulatrix untuk berinvestasi pada fasilitas produksi yang mumpuni dengan mesin-mesin produksi yang canggih. Menurut Informan 3, ada beberapa mesin produksi yang berharga jutaan dollar Amerika Serikat dengan teknologi yang masih sangat baru, sehingga Formulatrix harus bekerja sama dengan vendor dan konsultan untuk melatih karyawan menggunakan mesin-mesin tersebut.
c) Keberlanjutan (Sustainability)
Selayaknya perusahaan dan organisasi pada umumnya, Formulatrix juga menganggap keberlanjutan sebagai salah satu nilainya. Formulatrix sangat memperhatikan biaya (cost) dan dinamika harga pasar. Salah satu alasan Formulatrix membangun unit produksi di Indonesia adalah biaya tenaga kerja di Indonesia lebih murah. Selain itu, Formulatrix mendirikan pabrik Promanufacture di kawasan berikat di Salatiga dan Semarang sebagai upaya efisiensi.
Sumber: Website Formulatrix (https://formulatrix.com/about-us/letter-from-ceo/) Gambar 4.2 Letter from the CEO Formulatrix
9
4.2.1.2. Nilai-Nilai Instrumental
Nilai instrumental yang dipegang oleh Formulatrix seperti yang tercantum pada website perusahaan adalah sebagai berikut:
a) Kecerdasan (Intelligence)
Kecerdasan menjadi nilai instrumental untuk mendukung tercapainya nilai terminal inovasi dan keunggulan. Kecerdasan bagi Formulatrix mencakup kemampuan untuk menyelesaikan masalah (problem solving). Kemampuan problem solving merupakan hal yang penting bagi Formulatrix karena untuk menciptakan sesuatu dan berinovasi diperlukan proses mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan dan mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui teknologi yang diciptakan. Selain itu, kemampuan untuk bisa menyelesaikan masalah juga sangat penting karena Formulatrix berkomitmen untuk memberikan product support yang unggul. Bagi Formulatrix cara yang logis, penuh pertimbangan dan pikiran terbuka adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa budaya engineering centric memiliki unsur problem solving.
Dalam rangka memperkuat nilai kecerdasan ini, Formulatrix mendukung proses belajar dalam bentuk apapun dan ini tertulis dalam pemaparan tentang nilai-nilai Formulatrix pada website perusahaan “We believe that our failures provide the stepping stones for success and encourage learning in all forms.” Karyawan-karyawan di Formulatrix harus mampu menjadi resourceful yang berarti Karyawan-karyawan Formulatrix harus mampu mengidentifikasi masalah dalam pekerjaan dan berusaha mencari jalan keluar secara mandiri. Hal ini seperti dikatakan Informan 1 bahwa karyawan di Formulatrix “benar-benar bisa mencari ide sendiri dan mencari jalan keluar sendiri”.
b) Kerja Keras (Hard Work)
Untuk bisa terus membuat inovasi, menciptakan produk dan layanan yang unggul, Formulatrix berpegang pada nilai kerja keras. Kerja keras juga dibutuhkan karena produk Formulatrix adalah produk yang customized berdasarkan kebutuhan customer sehingga membuat karyawan harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan pekerjaan untuk bisa menyelesaikan proyek. Informan 1 mengatakan “Formulatrix tuh setiap orang bisa saya bilang sibuk. Sibuk dan mereka pintar.”
Di Formulatrix satu karyawan bisa mengerjakan beberapa pekerjaan, karena itu pula di Formulatrix karyawan tidak terlalu banyak dan struktur organisasinya ramping. Manajer di Formulatrix tidak hanya melakukan tugas-tugas manajerial tetapi juga tugas-tugas teknis. Manajer divisi engineering juga merupakan engineer yang ditugaskan dalam proyek tertentu. Manajer divisi HR melakukan proses
10 rekrutmen dan mencari kandidat sendiri. Dalam jangka waktu yang panjang kegiatan ekspor impor hanya dikerjakan oleh satu orang, dan pekerjaannya ditunjang dengan sistem atau perangkat lunak (software) yang sudah dibuat khusus. Oleh karena itu satu terminologi yang sering digunakan di Formulatrix adalah hands on, yang merujuk pada kemampuan karyawan khususnya manajer yang tidak hanya mampu melakukan aktivitas manajerial tetapi juga mampu untuk melakukan pekerjaan teknis.
Sebelumnya awal tahun 2020 jam kerja di Formulatrix bagi engineer dan karyawan level manajer dan pimpinan tim (team leader) adalah 10 jam per hari atau 50 jam per minggu. Karyawan administrasi lain dikenakan 9 jam kerja per hari, dan karyawan produksi memiliki 8 jam kerja dengan program shift. Namun demikian tak jarang karyawan bekerja melebihi jam kerjanya dengan tujuan menyelesaikan tugasnya pada hari tersebut.
c) Divergent Thinking
Encyclopedia of the Sciences of Learning edisi 2012 mendefinisikan divergent thinking sebagai “a thought process used to generate diverse and numerous ideas on some mental task, implying that not only one solution may be correct.” Kamus Merriam-Webster mengartikan divergent thinking sebagai “creative thinking that may follow many lines of thought and tends to generate new and original solutions to problems”. Dengan demikian divergent thinking adalah cara berpikir kreatif yang menghasilkan beragam ide baru dan solusi bagi sebuah masalah.
Kreativitas merupakan hal yang penting untuk inovasi dan para engineer tertarik dengan ide yang dihasilkan dari cara berpikir kreatif. Informan 3 mengatakan:
Engineering centric culture is one of arguments, is one of, I guess a better word would be “discussion”. And so again we want to communicate, we want to discuss things, we want to be able to argue in a civil, polite fashion, and we want the best idea in the end of the day to thrive.
Komitmen Formulatrix untuk menciptakan teknologi yang out-of-the-box, menjadikan divergent thinking untuk mendapatkan ide-ide menjadi salah satu nilai instrumental perusahaan. Divergent Thinking merupakan nilai budaya engineering centric karena hasil penelitian telah menunjukkan bahwa budaya engineering centric sangat menjunjung dan menghargai kreativitas.
Nilai engineering ini tidak hanya berlaku pada para engineer tapi juga dalam segala aspek perusahaan. Formulatrix menjunjung tinggi cara kerja atau
pendekatan-11 pendekatan baru dan out of the box, dan untuk itu Formulatrix mengembangkan lingkungan yang dinamis dan kreatif. Formulatrix memberikan kebebasan untuk karyawan mengerjakan tugas dengan cara mereka sendiri selama bisa mencapai goal yang sudah ditentukan.
d) Keberlanjutan (Sustainability)
Selain menjadi nilai terminal, keberlanjutan juga bisa menjadi nilai instrumental bagi Formulatrix. Segala sesuatu yang dilakukan di Formulatrix harus menjamin keberlanjutan perusahaan. Formulatrix menciptakan sistem customer relationship management (CRM) sendiri agar tidak bergantung dengan aplikasi yang dibuat oleh perusahaan lain. Pendiri dan CEO Formulatrix percaya dengan pengembangan dan promosi karyawan, yang akhirnya membuat budaya Formulatrix tetap bertahan.
e) Integritas (Integrity)
Bagi Formulatrix nilai integritas dimana semua karyawan saling percaya satu sama lain menghasilkan lingkungan kerja yang nyaman dan bersahabat. Lingkungan kerja seperti ini mendukung produktivitas karyawan yang hasil akhirnya adalah produk dan layanan yang unggul. Rasa percaya (trust) ini juga merupakan dasar dari komunikasi yang baik, dan komunikasi yang baik menghasilkan ide-ide, berguna untuk menyelesaikan masalah dan kerja sama tim. Rasa percaya juga dapat bertumbuh jika ada perilaku positif pada karyawan. Formulatrix percaya bahwa perilaku yang positif sangat mendukung untuk penyelesaian proyek dan penyediaan layanan product support yang berkualitas.
Nilai integritas ini juga penting bagi Formulatrix dalam hal hubungannya dengan pihak luar seperti customer dan kompetitornya. Formulatrix selalu memberikan informasi yang benar tentang produk dan layanan dan tidak pernah menjelek-jelekkan kompetitornya. Vice President of Sales Formulatrix meminta para sales representative untuk tidak pernah menjelek-jelekkan kompetitor pada saat berkomunikasi dengan customer maupun calon pembeli. Dalam membuat konten email marketing Formulatrix juga sangat berhati-hati dengan penggunaan kalimat yang bisa merugikan pihak lain. Kepercayaan sebagai bagian dari nilai juga tampak pada Kantin Kejujuran, sebuah kantin yang berisi makanan dagangan karyawan Formulatrix. Kantin Kejujuran tidak memiliki penjaga, jadi semua orang yang membeli di kantin tersebut memasukkan uang di kotak yang sudah disediakan. Nilai-nilai terminal dan instrumental di atas merupakan nilai-nilai yang engineering centric. Pada saat Formulatrix Indonesia membuka unit engineering dan mempekerjakan banyak engineer, nilai-nilai ini semakin kental menjadi perilaku dan norma yang berkembang di Formulatrix.
12 Sumber: Website Formulatrix (https://formulatrix.com/about-us/letter-from-ceo/)
Gambar 4.3 Nilai-Nilai Formulatrix
4.2.2. Perilaku dalam Budaya di Formulatrix Indonesia
a) Agresif, proaktif, kreatifPerilaku-perilaku yang berkembang sebagai dampak dari nilai yang dipegang di Formulatrix Indonesia, termasuk yang paling menonjol adalah agresif, proaktif dan kreatif seperti yang dikatakan Informan 1 “(agresif) dalam hal ide, pekerjaan, cara bekerja, berkomunikasi. Jadi semuanya bener-bener agresif”. Perilaku agresif ini muncul karena Formulatrix memegang nilai kecerdasan dan kerja keras, serta mendorong pembelajaran dalam bentuk apapun dan memandang kegagalan sebagai batu loncatan untuk mencapai kesuksesan. Sikap agresif ini juga muncul karena ada rasa percaya satu sama lain, termasuk rasa percaya manajer, team leader, bahkan CEO kepada anak buahnya sehingga mendorong karyawan untuk berani dalam melakukan pekerjaannya dan mengeluarkan ide-idenya. Apalagi dengan karyawan yang banyak didominasi oleh karyawan muda pada usia produktif. Sikap proaktif juga menjadi sikap yang menonjol di Formulatrix Indonesia. Komunikasi yang bebas dan lingkungan kerja yang informal mendorong karyawan untuk tidak sungkan dalam mengutarakan pendapatnya. Formulatrix yang mendorong karyawannya untuk bisa menyelesaikan masalahnya secara mandiri, akhirnya membentuk sikap proaktif untuk bertanya dan berdiskusi dengan sesama rekan dan manajernya. Sikap proaktif ini sangat penting karena gaya manajemen
13 yang diterapkan di Formulatrix adalah gaya macro-management, dimana karyawan dibiarkan bekerja dengan pengawasan yang sangat minim oleh manajernya.
Tidak hanya berhubungan dengan pekerjaan, karyawan Formulatrix juga proaktif dalam menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan hal-hal yang berhubungan dengan kenyaman bekerja. Formulatrix memiliki Komite Karyawan yang terdiri dari perwakilan karyawan semua divisi. Komite ini bertugas untuk menampung aspirasi karyawan dan mengkomunikasikan dengan pihak manajemen. Hal-hal yang dikomunikasikan komite dengan manajemen termasuk hal-hal yang bisa menunjang kenyamanan kerja, bahkan salah satu usul dari karyawan dan dimediasi oleh komite adalah dibuatkan Kantin Kejujuran.
Selain agresif dan proaktif, kreatif juga merupakan perilaku karyawan yang menonjol. Karena Formulatrix memegang nilai divergent thinking yang mencakup kreativitas maka Formulatrix mendorong karyawannya untuk menjadi kreatif. Apalagi karena Formulatrix memberikan otonomi pada karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan cara mereka sendiri untuk mencapai goal hal ini mendorong karyawan untuk menjadi kreatif dalam melakukan pekerjaannya karena tidak dibatasi.
Kreativitas juga tampak pada hal-hal diluar pekerjaan, dimana rata-rata acara dan lomba yang diselenggarakan Formulatrix mengusung tema kreativitas karena karyawan departemen engineering juga termasuk dalam panitia pelaksana acara. Misalnya acara kumpul bersama (gathering) seluruh karyawan yang dilaksanakan pada tahun 2014 temanya adalah pesta kostum dan kostumnya dibuat sendiri oleh karyawan. Dalam rangkaian event tersebut ada lomba kreativitas untuk membuat alat atau produk yang baru yang inovatif dari barang sehari-hari, yang ditujukan untuk seluruh karyawan Formulatrix Indonesia. Lomba ini dimenangkan oleh seorang karyawan perempuan yang bukan karyawan engineer. Acara-acara lain seperti dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia pun sering diisi oleh kegiatan-kegiatan lomba-lomba yang mengusung tema kreativitas dan kerjasama tim, seperti membuat video parodi, dsb.
b) Tidak Otoriter, Fungsional, Macro-management
Gaya kepemimpinan yang menonjol di Formulatrix Indonesia adalah gaya yang tidak otoriter karena terpengaruh nilai engineering yang menjunjung komunikasi dan kolaborasi. Formulatrix Indonesia melibatkan karyawan dalam diskusi tentang kebijakan-kebijakan yang dibuat perusahaan, seperti ditekankan Informan 2 “harus, harus, jangan sampai mereka tidak disertakan”.
Jabatan manajer di Formulatrix Indonesia juga lebih cenderung bersifat fungsional. Manajer di Formulatrix Indonesia diangkat karena berhasil di bidangnya, sehingga menduduki posisi senior kemudian manajer. Jadi bukan berdasarkan
14 keahlian manajerial. Informan 1 mengatakan “Jadi dia (karyawan) ahli sekali di bidang software, dia (karyawan) ahli sekali di bidang hardware, orang itulah nanti yang akan menjadi seorang manajer biasanya, bukan karena kemampuan manajerialnya tapi kemampuan teknisnya.” Manajer divisi engineering adalah engineer yang juga ditugaskan untuk proyek pengembangan produk tertentu. Manajer divisi HR tetap terlibat mencari kandidat untuk proses rekrutmen Manajer di Formulatrix bukan manajer yang hanya mengawasi, mengontrol dan menerima laporan tetapi juga mengerjakan pekerjaan teknis.
Gaya manajerial yang diterapkan para manajer adalah gaya macro-management. Seperti yang tertulis dalam wikipedia, merujuk pada buku Management, Humanism, and Society: The Case for macro-management Theory, karya Dalton E. McFarland (1977) dalam macro-management manajer memberi kebebasan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaannya dengan cara paling baik menurut karyawan selama mencapai hasil yang diharapkan. Nilai kepercayaan (trust) dan nilai menjunjung tinggi proses belajar dan berkembang membuat gaya macro-management menjadi ciri khas Formulatrix. Gaya ini juga didukung oleh kondisi dimana pimpinan dari manajer atau team leader Formulatrix Indonesia adalah manajer dan direktur Formulatrix yang bekerja di Amerika Serikat. Sehingga karena terpisah oleh jarak dan dengan perbedaan waktu semakin membuat gaya manajerial ini berkembang semakin kuat di Formulatrix Indonesia. Faktor lain yang juga mendukung gaya macro-management adalah para manajer yang juga melakukan tugas teknis, sehingga mereka tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pengawasan mendetail terhadap bawahannya.
c) Fleksibel dan Informal
Lingkungan yang tercipta di Formulatrix Indonesia sebagai dampak dari nilai-nilai engineering centric adalah lingkungan yang fleksibel dan informal. Lingkungan yang fleksibel dan informal ini menciptakan kondisi yang nyaman untuk bekerja, mengembangkan ide, belajar, dan berkomunikasi. Seperti yang pendiri dan CEO Formulatrix katakan “We think that developing top-notch laboratory equipment is congruent with having fun!” Oleh karena itu budaya yang tercipta adalah budaya yang informal.
Formulatrix Indonesia memberikan kebebasan bagi karyawan dalam hal pakaian selama masih sopan dan aman khususnya bagi karyawan produksi. Oleh karena itu karyawan-karyawan Formulatrix berpakaian kasual, bebas dan tidak berseragam. Selama berada di kantor karyawan bebas untuk kapanpun -bahkan di luar jam istirahat- beristirahat sejenak untuk sekedar menghirup udara segar, meregangkan badan, bersantai, bercakap-cakap dengan karyawan lain, bermain, berjalan-jalan di sekitar area kantor atau bahkan merokok di ruang yang sudah disediakan. Karyawan bebas untuk bekerja sambil mendengarkan musik atau bahkan bermain game.
15 Formulatrix Indonesia menyediakan banyak ruang duduk yang nyaman untuk bersantai dan area untuk berjalan kaki sekitar gedung. Formulatrix menyediakan area dapur (pantry) yang lengkap dengan perlengkapan masak dan mencuci perlengkapan dapur, bahkan mesin kopi. Karyawan Formulatrix Indonesia juga bisa melakukan aktivitas lain karena sudah disediakan meja biliar, meja pimpong, dan sudut-sudut kantor untuk foto-foto Instagramable. Dalam waktu dekat Formulatrix juga akan membeli peralatan fitnes untuk mendukung upaya karyawan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Jam kerja di Formulatrix Indonesia adalah jam kerja fleksibel terkecuali bagian produksi dan perakitan. Karyawan bisa datang jam berapapun dan pulang jam berapapun selama terpenuhi 45 jam kerja per minggu. Begitu juga dengan jam istirahat. Karyawan bisa datang jam 6 pagi atau pulang jam 10 malam. Jika karyawan tidak bisa memenuhi 9 jam kerja dalam satu hari, kekurangan jam kerja bisa dipenuhi di hari berikutnya. Karyawan Formulatrix Indonesia bisa izin keluar kantor atau pulang kapan saja untuk keperluan apa saja. Jam kerja fleksibel juga dibuat untuk mengakomodir karyawan yang harus bekerja dan melakukan rapat menyesuaikan waktu rekan kerja mereka yang ada di Amerika Serikat maupun Eropa. Selain jam kerja yang fleksibel karyawan juga bisa bekerja dari rumah atau dari manapun selama sudah berkoordinasi dengan manajer dan rekan kerja satu tim. Formulatrix Indonesia Sedang mengembangkan sebuah aplikasi telepon seluler untuk absensi karyawan, sehingga dari manapun karyawan bekerja karyawan bisa melaporkan absensi dari aplikasi tersebut dan akan langsung terdata dalam sistem absensi karyawan.
Fleksibilitas ini merupakan kebijakan yang dibuat oleh perusahaan dengan tujuan awal adalah untuk memastikan bahwa engineer nyaman dalam bekerja sehingga mereka akan tetap bekerja di Formulatrix. Para engineer yang fokus pada menemukan ide-ide dan problem solving membutuhkan ruang dan waktu yang fleksibel untuk mendukung kinerja mereka. Formulatrix Indonesia juga melihat bawah perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di bidang engineering khususnya software engineering juga menerapkan fleksibilitas, hal ini semakin mendukung Formulatrix Indonesia untuk menerapkan fleksibilitas ini. Pada akhirnya kebijakan ini juga berlaku untuk karyawan departemen lain -di luar produksi dan perakitan- karena Formulatrix juga melihat bahwa banyak karyawannya yang berada pada usia yang masih muda seperti yang Informan 1 katakan “rata-rata di Formulatrix itu masih muda, mereka masih dalam kategori baru menikah... dari usia-usia segitu itu mereka butuh untuk ketemu dengan keluarga, menjemput anak, ngurusin rumah yang lagi dibangun, dan lain sebagainya. Jadi dibebaskan.”
d) Komunikasi yang Bebas dan Kerja Sama Tim
Formulatrix mendorong karyawannya untuk mengutarakan pendapat. Formulatrix sangat menjunjung tinggi komunikasi karena Formulatrix percaya bahwa ide bisa datang dari siapa saja, seperti yang Informan 3 katakan sebagai
16 “(engineers) are not interested in ownership of ideas, we’re interested in the idea. And so that means that idea could potentially come from anyone, and that means that we have to listen to anyone... That means everybody feels the ability to speak out”. Pola komunikasi yang tercipta di Formulatrix adalah komunikasi yang bebas, tidak kaku, dan tidak dibatasi batas-batas struktural atasan dan bawahan. Semua karyawan di Formulatrix dapat berkomunikasi dan berdiskusi dengan siapa saja dan kapan saja. Di Formulatrix karyawan bisa langsung berbicara dengan pemilik/CEO, Jeremy, walaupun manajemen tetap menghimbau agar jika ada masalah karyawan berkomunikasi dulu dengan manajer mereka. Informan 3 menyatakan “informal culture is all about communication, this ability for anyone in the company to talk to anyone else. Including all the way up to Jeremy or all the way down for Jeremy to talk. That’s very very important and for people to feel that people would listen to them.” Di Formulatrix Indonesia sendiri, Direktur setiap hari berjalan keliling pabrik dan kantor dan mengamati dan sesekali berdiskusi dengan karyawan. Meja kerja para manajer dan direktur terletak dalam satu ruangan yang sama dengan karyawan lain dan tidak ada ruangan khusus manajer atau direktur sehingga menciptakan kondisi yang terbuka untuk komunikasi.
Kerjasama tim juga merupakan hal yang penting bagi Formulatrix. Khusus engineer digolongkan dalam tim berdasarkan proyek dan produk. Jadi dalam satu proyek ada engineer dari departemen Electronic Engineering, Mechanical Engineering dan Software Engineering. Dibutuhkan kerja sama tim untuk menyelesaikan proyek. Karyawan Formulatrix terbiasa berdiskusi antar tim atau departemen untuk membantu dalam pekerjaan. Tim Sales Marketing berdiskusi dengan project manager untuk mempelajari tentang produk Formulatrix dan proses produksinya, dan berdiskusi dengan Cell Biology Scientist untuk mempelajari tentang penelitian yang menggunakan produk-produk Formulatrix. Semua departemen juga sering mengadakan gathering internal yang dananya disediakan oleh Formulatrix, yang gunanya untuk merekatkan hubungan antar karyawan dan sebagai upaya menciptakan sinergitas tim. Para karyawan yang berasal dari kantor pusat di Amerika Serikat jika mengunjungi Formulatrix Indonesia juga sering mengadakan makan dan jalan-jalan bersama dengan rekan-rekan satu tim atau satu departemen ketika mengunjungi Indonesia.
Budaya Formulatrix Indonesia adalah budaya engineering centric karena nilai-nilai terminal dan instrumental yang dipegang serta norma dan perilaku yang terbentuk adalah berfokus pada engineering. Walaupun budaya ini berakar dari nilai-nilai dan karakter engineering namun budaya di Formulatrix Indonesia merupakan budaya bagi seluruh karyawan. Karyawan harus cerdas, bekerja keras, memiliki cara berpikir divergent thinking dan berintegritas, agar Formulatrix bisa terus berinovasi, menciptakan produk dan layanan yang unggul dan tetap bertahan di tengah industri yang penuh persaingan. Budaya ini juga menciptakan perilaku, norma dan lingkungan yang engineering centric.
17 Gambar 4.2 Budaya Engineering Centric di Formulatrix Indonesia
4.3. Pembentukan dan Penyebaran Budaya Engineering Centric di
Formulatrix Indonesia
Nilai-nilai terminal dan instrumental di atas pada dasarnya merupakan nilai-nilai yang engineering centric. Nilai-nilai-nilai ini dipegang karena pendiri Formulatrix merupakan seorang software engineer dan pada awal Formulatrix Inc. didirikan karyawannya adalah beberapa engineer yang pekerjaannya adalah mengembangkan teknologi. Sampai saat ini inti dari bisnis Formulatrix adalah penciptaan teknologi dan ini adalah fungsi engineering. Nilai-nilai ini kemudian menjadi dasar budaya Formulatrix Indonesia.
Formulatrix Indonesia awalnya hanya berfungsi sebagai unit produksi dan kemudian berkembang menjadi unit produksi dan engineering. Ketika unit engineering terbentuk Formulatrix Indonesia merekrut banyak engineer dan pada
Perilaku, Norma dan Lingkungan Agresif, proaktif, kreatif
Fleksibel, informal
Tidak otoriter, Fungsional, Macro-management Komunikasi bebas dan Kerja Sama Tim
Nilai-nilai
Nilai Instrumental Nilai Terminal
Daya Inovasi (Inovativeness) Keunggulan (Excellence) Keberlanjutan (Sustainability)
Kecerdasan (Intelligence) Kerja Keras (Hard Work) Divergent Thinking
Keberlanjutan (Sustainability) Integritas (Integrity)
18 akhirnya departemen engineering menjadi departemen dengan jumlah karyawan terbanyak setelah departemen produksi dan perakitan. Nilai-nilai perusahaan yang engineering centric berpadu dengan karakteristik karyawan engineer yang banyak akhirnya membentuk perilaku-perilaku dan norma-norma yang engineering centric di Formulatrix Indonesia. Formulatrix Indonesia juga membuat kebijakan untuk mengakomodir kebutuhan engineer dan hal ini ikut mempengaruhi terbentuknya norma-norma yang engineering centric. Nilai-nilai, perilaku dan norma inilah yang kemudian membentuk budaya Formulatrix Indonesia menjadi budaya engineering centric.
Budaya di Formulatrix Indonesia menyebar secara formal dan informal. Secara formal, nilai-nilai, norma dan perilaku yang diharapkan Formulatrix Indonesia dari karyawannya diperkenalkan saat sosialisasi karyawan baru yang dilaksanakan oleh departemen HR. Setelah sosialisasi, karyawan baru diajak untuk mengelilingi perusahaan (company tour) dan diperkenalkan dengan semua departemen tak terkecuali Direktur Formulatrix Indonesia. Pada saat tur perusahaan ini karyawan baru bisa melihat lingkungan kerja yang informal, bebas, fleksibel dimana karyawan sedang bekerja, berdiskusi, bermain maupun beristirahat. Proses memperkenalkan karyawan baru dengan semua departemen ini menciptakan suasana yang bersahabat yang pada akhirnya mendorong komunikasi yang bebas. Selain sosialisasi dan tur perusahaan, nilai dan norma juga sering dibicarakan pada saat briefing tim atau departemen yang dilaksanakan setiap minggu. Manajer atau tim leader memiliki tugas untuk membicarakan nilai dan norma saat briefing ini, seperti dikatakan Informan 1 bahwa budaya “terus menerus di-persuasi-kan, ada di dalam setiap briefing-briefingnya mereka.” Nilai-nilai Formulatrix juga menjadi poin penilaian dalam ulasan kinerja (performance review) tertulis, dimana karyawan menilai diri sendiri dan rekan kerja, termasuk tentang apakah karyawan bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaannya, apakah karyawan proaktif dalam bekerja dan berkomunikasi, kemampuan bekerja sama dalam tim, kemampuan bekerja tanpa bergantung pada arahan manajer, hasil kerja yang berkualitas, kemampuan problem solving, dan membuat inovasi.
Secara informal, nilai dan norma Formulatrix Indonesia sering dibicarakan dan diingatkan dalam acara-acara khusus internal perusahaan. Acara yang sering dilaksanakan di Formulatrix Indonesia adalah kumpul bersama (gathering) yang tujuannya adalah untuk merekatkan hubungan antar karyawan. Acara kumpul bersama ini tidak hanya dilakukan pada level perusahaan namun departemen juga sering mengadakan kumpul bersama internal departemen. Acara kumpul bersama di tingkat perusahaan diadakan oleh Komite Karyawan melalui panitia acara yang terdiri dari perwakilan setiap departemen. Kumpul bersama internal departemen ini dikelola oleh departemen masing-masing dengan tujuan untuk memperkuat sinergitas tim, dan bisa dilakukan kapan saja dan selama beberapa kali, menggunakan dana yang sudah dialokasikan perusahaan untuk tiap departemen. Kumpul bersama internal departemen juga sering dilakukan untuk merayakan pencapaian goal atau penyelesaian sebuah proyek. Formulatrix Indonesia juga sering
19 menyelenggarakan acara dan kegiatan dalam rangka hari besar seperti hari kemerdekaan Republik Indonesia dan halal bihalal dalam rangka Idul Fitri. Dalam semua acara ini selain membahas tentang kinerja dan kerja sama tim, manajer juga membicarakan mengenai budaya Formulatrix Indonesia, nilai dan perilaku yang diharapkan dilakukan oleh karyawan. Dalam beberapa acara tersebut yang bertepatan dengan kunjungan manajemen puncak dari Formulatrix Inc., para anggota manajemen puncak seperti CEO, CFO dan Director of Worldwide Hardware Engineering juga mengambil bagian dalam acara dengan memberikan sambutan yang berisi apresiasi terhadap kinerja karyawan, menjelaskan perkembangan perusahaan termasuk pencapaian yang diraih perusahaan dan apa yang harus dilakukan semua karyawan termasuk manajemen untuk mendukung perusahaan mencapai tujuan. Selain menyebarkan nilai melalui sambutan, keikutsertaan manajemen puncak dalam acara dan mengambil bagian seperti senam bersama merupakan salah satu media menyebarkan budaya, bahwa di Formulatrix semua karyawan termasuk manajemen puncak berada pada ruang yang sama, bebas berkomunikasi dan tidak ada batasan struktural yang sangat kaku.
Kunjungan manajemen puncak dari Formulatrix Inc. adalah salah satu media penyebaran budaya. Dalam setiap perkunjungan yang biasanya berdurasi dua sampai tiga minggu ini, para anggota manajemen puncak tidak hanya bekerja di kantor Formulatrix Indonesia tetapi juga selalu mengadakan kumpul bersama dengan beberapa karyawan khususnya para manajer dan team leader. Formulatrix percaya bahwa manajer lini dan team leader memegang peran penting dalam menjaga dan menyebarkan budaya, seperti dikatakan Informan 3 “(culture) really has to come from top people down. It depends on the top people”. Oleh karena itu dalam setiap dalam setiap pertemuan dan acara kumpul bersama ini, manajemen puncak Formulatrix Inc. dan para manajer dan team leader membicarakan tentang visi, misi, budaya, perkembangan perusahaan termasuk inovasi produk baru. Manajer lini dan team leader merupakan agen penting dalam menjaga dan menyebar budaya sehingga departemen HR bekerja sama dengan mereka dalam upaya untuk menyebar dan mempertahankan budaya, seperti yang dikatakan Informan 1 “Budaya ini terikat sekali pada pemimpinnya. Jadi pemimpin-pemimpin di setiap divisi ini satu visi nggak gitu loh dengan dengar HR ini ya dalam hal mewakili perusahaan ini.”
Dalam acara kumpul bersama, budaya tidak hanya disenyebarkan dengan cara penyampaian sambutan, pidato atau diskusi, tetapi fakta bahwa saat kunjungan semua manajer lini dan team leader diajak berdiskusi sudah merupakan budaya Formulatrix menjunjung tinggi pendapat dan ide karyawan. Acara kumpul bersama manajemen puncak dilakukan di luar kantor bersamaan dengan makan siang atau makan malam, maka budaya yang informal semakin kuat terbentuk. Budaya komunikasi yang bebas juga semakin kuat karena dalam kunjungan ke Formulatrix Indonesia, CEO Formulatrix Inc. akan bertemu dengan masing-masing manajer atau team leader secara terpisah untuk berdiskusi, dan juga mengunjungi karyawan di departemen masing-masing dan berbincang-bincang tentang pekerjaan.
20 Selain dalam acara-acara kumpul bersama, budaya di Formulatrix Indonesia juga disebarkan melalui beberapa perayaan seperti rites of passage pada saat CEO Formulatrix mengirimkan email kepada semua karyawan untuk memperkenalkan manajer yang baru direkrut atau pada saat ada karyawan yang dipromosikan menjadi manajer. Email tersebut berisikan sambutan atau ucapan selamat bergabung dari CEO mewakili perusahaan, sekaligus menjelaskan latar belakang manajer yang baru direkrut dan pekerjaan yang akan diemban. Email ini juga berisi apa yang menjadi harapan Formulatrix terkait kontribusi yang bisa dibawa oleh manajer yang bersangkutan untuk perusahaan, dan biasanya email ini ditutup dengan ucapan selamat bekerja dan mengajak semua karyawan untuk menyambut manajer baru tersebut. CEO juga akan mengirimkan email kepada semua karyawan pada saat ada manajer atau team leader yang berhenti bekerja dari Formulatrix. Email tersebut berisi ucapan terima kasih atas kerja, kontribusi serta prestasi yang telah diberikan oleh karyawan yang bersangkutan, harapan untuk karir dan kehidupan pribadi yang bersangkutan. Penyebaran budaya melalui rites of integration terjadi pada saat CEO juga mengirimkan email kepada semua karyawan setelah Formulatrix menandatangani kesepakatan dengan Qiagen terkait pembelian salah satu teknologi hak cipta Formulatrix, dan mengucapkan terima kasih khususnya kepada karyawan yang masuk dalam tim pengembangan dan produksi produk ini.
Budaya di Formulatrix Indonesia juga tersebar melalui bahasa. Kata-kata seperti hands on dan resourceful merupakan terminologi teknis yang juga sering digunakan. Kata hands on digunakan khususnya untuk level manajer dimana berarti manajer harus memiliki kemampuan dan keahlian teknis, dan bisa berpartisipasi dalam pekerjaan, bukan hanya membicarakan teori saja. Selain melalui bahasa lisan, budaya Formulatrix Indonesia juga tampak pada cara berpakaian yang informal serta desain kantor yang terbuka dengan jumlah sekat yang sangat sedikit yang didominasi oleh sekat kaca, dan memiliki banyak fasilitas yang mendukung kenyamanan. Cara berpakaian Formulatrix informal menandakan budaya yang informal dan desain kantor menggambarkan budaya fun seperti yang dikemukakan Pendiri dan CEO dalam Letter from CEO.
4.4. Tantangan Budaya Engineering Centric di Formulatrix Indonesia
Unsur budaya yang informal dan fleksibel serta gaya kerja yang otonom dengan gaya macro-management memberikan peluang terbentuknya perilaku-perilaku yang tidak diharapkan oleh perusahaan. Budaya ini memberikan ruang bagi karyawan untuk melakukan aktivitas lain selain pekerjaan dan ini bisa disalahgunakan. Informan 2 mengatakan “Kalau kerja di tempat kita (Formulatrix) itu kayak terbebas dari kungkungan, kalo kerja di tempat lain kayak habis dikurung. kebanyakan kalau yang belum dewasa menyalahgunakan”. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa karyawan Formulatrix didominasi oleh karyawan usia muda yang21 rentan dengan sifat dan perilaku yang belum dewasa. Seperti dikatakan Informan 3 “some people misinterpret… they often misinterpret an informal culture as a greater license to fool around”. Perilaku-perilaku seperti ini tidak hanya berdampak pada menurunnya kinerja karyawan yang bersangkutan, tetapi juga mengganggu karyawan lain seperti yang dikatakan Informan 3 bahwa perilaku ini bisa membuat “certain individuals feeling uncomfortable”. Hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dalam lingkungan kerja yang bisa mempengaruhi sinergitas tim dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja banyak karyawan.
Unsur budaya yang agresif dan komunikasi yang bebas serta terbuka cenderung menciptakan perilaku “keminter” atau arogan. Perilaku ini terkadang membuat karyawan merasa benar walaupun sudah melakukan kesalahan, dan susah untuk ditegur. Perilaku ini mempersulit upaya manajemen untuk melakukan fungsi kontrol.
Budaya yang engineering centric membuat terbentuknya elitisme pada sekelompok karyawan. Elitisme terbentuk karena nilai dan karakteristik satu profesi menjadi faktor yang kuat dalam membentuk budaya. Apalagi budaya engineering seperti yang ditemukan oleh RAE mengandung unsur rasa bangga (proud) pada profesi dan pekerjaan sebagai engineer. Budaya yang berakar pada profesi satu divisi ini bahkan menghasilkan kebijakan yang dibuat khusus untuk mengakomodir kebutuhan divisi tertentu. Hal ini bisa mengganggu sinergitas dan kerjasama khususnya kerjasama antar tim atau departemen.
4.5. Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia di Formulatrix
Indonesia
4.5.1. Strategi Menyeluruh : Make People Happy
Strategi MSDM menyeluruh (overall strategy) Formulatrix Indonesia adalah “make people happy”, seperti yang Informan 1 katakan "(Formulatrix) benar-benar mau membuat orang happy". Hal ini juga dikatakan oleh Informan 3 “We (Formulatrix) want the workforce to be happy because that allows them to focus on the work, and to get better results.” Untuk membuat karyawan happy Formulatrix Indonesia memperhatikan apa yang menjadi keinginan karyawan dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan. Informan 2 mengatakan “kita (Formulatrix) tangkap keinginan karyawan seperti apa, sebisa mungkin jika sejalan dengan perusahaan akan dipenuhi. Kalau tidak maka akan diberi pengertian. Tapi sejauh masuk akal akan tetapi dilakukan.”Tujuan dari strategi ini adalah untuk membuat karyawan nyaman dan bahagia sehingga kinerja karyawan optimal dan membuat karyawan bertahan bekerja di Formulatrix Indonesia.
22 Strategi ini berawal pada saat Formulatrix Indonesia mengalami kesulitan merekrut engineer, padahal waktu itu Formulatrix Indonesia berencana untuk mengembangkan departemen engineering yang dimulai dengan software engineering. Setelah berhasil mempekerjakan engineer, Formulatrix Indonesia bertekad untuk mempertahankan engineer, seperti yang Informan 2 katakan "pola pikirnya waktu itu adalah, ini kita (Formulatrix) sudah dapat engineer, sekarang bagaimana supaya mereka tetap disini (Formulatrix)." Mulai saat itu Formulatrix Indonesia berusaha untuk membuat lingkungan kerja dan kebijakan yang menciptakan rasa nyaman termasuk fleksibilitas jam kerja.
Setelah Formulatrix berkembang dengan jumlah karyawan yang banyak dan didominasi oleh karyawan usia muda, Formulatrix mulai fokus merumuskan hal-hal apa saja yang bisa membuat karyawan happy. Formulatrix menyadari bahwa untuk membuat karyawan happy dan terikat (engaged) tidak cukup hanya dengan kompensasi dan benefit saja tetapi ada beberapa hal lain lagi yang perlu diperhatikan, termasuk lingkungan kerja dan perkembangan karyawan. Aturan dan kebijakan perusahaan juga memperhatikan kenyamanan karyawan dan didiskusikan dengan karyawan.
Untuk menjalankan strategi ini Formulatrix mendengarkan dan memperhatikan karyawan, seperti yang Informan 3 katakan "we (Formulatrix) have to listen". Dengan mendengarkan ide dan pendapat karyawan, Formulatrix dapat mengetahui kebutuhan karyawan seperti ditekankan Informan 2 “kita (Formulatrix) tangkap keinginan karyawan". Strategi make people happy ini tidak terlepas dari semangat kekeluargaan yang tumbuh pada saat awal Formulatrix Indonesia berdiri dengan jumlah karyawan enam orang. Walaupun saat ini Formulatrix sudah memiliki banyak karyawan Informan 2 mengatakan "(di Formulatrix Indonesia) suasana kekeluargaan tetap digiatkan."
4.5.2. Strategi Spesifik
Formulatrix Indonesia juga memiliki strategi-strategi spesifik pada beberapa praktik MSDM. Strategi-strategi spesifik ini merupakan bagian dari strategi keseluruhan make people happy.
a) Strategi Manajemen Kinerja Tinggi (High-Performance Management) Sistem kerja di Formulatrix menekankan pada kinerja tinggi (high performance) karena sebagai perusahaan yang bisnis intinya adalah megembangkan teknologi maka kinerja karyawan adalah faktor yang sangat penting. Selain itu, produk yang dibuat Formulatrix adalah produk custom yang menyesuaikan pesanan pembeli, seperti yang Informan 1 katakan “produk yang pada saat diminta oleh customer langsung dibuatkan. Produknya sangat custom.” Untuk mendorong
23 karyawan bekerja dengan optimal dan memberikan hasil kerja maksimal, Formulatrix melakukan strategi sebagai berikut:
Menciptakan lingkungan kerja yang mendukung untuk karyawan berkolaborasi dan bekerja sama dalam melakukan pekerjaan dan dalam upaya penyelesaian masalah. Karyawan bebas berkomunikasi dan berdiskusi kapan saja dengan siapa saja tanpa proses birokrasi. Selain itu, Formulatrix sengaja tidak membuat struktur dan hirarki yang rumit untuk mempercepat proses penyediaan produk sampai ke tangan pembeli. Informan 1 mengatakan “Kalau kita bicara mengenai struktur dalam organisasi hirarkinya terlalu lama nanti jadinya malah delay satu hari saja ke produknya bisa beberapa dampak.”
Menggunakan goal dan memberikan reward berupa bonus berdasarkan pencapaian goal. Pencapaian goal ini juga berdampak pada peluang kenaikan gaji. Informan 2 mengatakan jika karyawan “tidak perform bagus, tidak achieve goal, berarti bonus kecil atau tidak ada, dan pengaruh pada nilai jelek, gaji tidak naik, berarti tidak naik selama 1 tahun.” Selain berpengaruh pada gaji, penggunaan goal ini juga berpengaruh pada perkembangan karir karyawan, dimana jika karyawan tidak mencapai goal secara terus menerus maka Informan 2 “(karyawan) akan jadi low level employee. Jika zona nyamannya segitu saja maka ada demosi.”
Menyediakan peluang dan memfasilitasi karyawan untuk pindah proyek. Karyawan engineer ditugaskan untuk proyek-proyek tertentu berdasarkan produk yang dikembangkan. Jika pada suatu saat karyawan merasa bosan dengan proyek yang dikerjakan maka Formulatrix akan memfasilitasi untuk engineer tersebut pindah ke proyek lain.
Membuat kebijakan fleksibilitas jam kerja dan tempat kerja. Karyawan, kecuali karyawan produksi dan perakitan, bisa datang bekerja jam berapapun selama menutupi 9 jam kerja dalam sehari. Jika tidak bisa memenuhi 9 jam kerja dalam sehari maka karyawan bisa memenuhi kekurangan jam kerja pada hari berikutnya selama total jam kerja adalah 45 jam per minggu. Kebijakan ini dibuat agar karyawan tidak terbeban dengan urusan lain seperti urusan keluarga, sehingga karyawan bisa fokus pada pekerjaannya ketika berada di kantor, di rumah atau di tempat lain. Kebijakan ini juga dibuat karena karyawan Formulatrix Indonesia juga bekerja bersama karyawan Formulatrix di Amerika Serikat dan Eropa sehingga ada perbedaan waktu. Karyawan bisa bekerja beragam sampai larut malam atau mulai bekerja pada waktu subuh karena menyesuaikan dengan perbedaan waktu.
b) Strategi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)
Formulatrix juga berkomitmen untuk memberikan dampak positif pada tenaga kerja dan stakeholder yang lain. Seperti pendapat Redington (2005) CSR juga bisa dalam bentuk perusahaan mengembangkan kualitas hidup tenaga kerjanya beserta keluarga mereka. Formulatrix memperhatikan kesehatan dan keselamatan
24 kerja karyawan dengan membentuk komite Kesehatan Keselamatan Kerja (K3). Pada awal tahun 2020 Formulatrix Indonesia merubah aturan jumlah jam kerja bagi engineer, manajer dan team leader dari sepuluh jam kerja per hari menjadi sembilan jam kerja. Fleksibilitas jam dan tempat kerja juga dibuat untuk mendukung work-life balance. Formulatrix Indonesia memfasilitasi karyawan yang memiliki usaha sampingan dagang makanan dengan membuat Kantin Kejujuran dimana karyawan bisa menjajakan makanan jualan mereka. Formulatrix Indonesia juga membuat area kantin yang pedagangnya merupakan keluarga dan/atau kenalan karyawan, dimana Formulatrix tidak menetapkan biaya sewa, listrik ataupun air bagi penjual. Selain itu Untuk stakeholder di luar perusahaan, Formulatrix Indonesia melakukan CSR untuk universitas dan sekolah-sekolah terutama yang menjalin kerja sama dengan Formulatrix dalam hal rekrutmen. Program CSR yang dilakukan adalah program magang, dimana Formulatrix Indonesia menerima mahasiswa atau siswa magang untuk semua departemen baik engineering, produksi maupun administrasi. Di Formulatrix mahasiswa/siswa magang dilatih bekerja pekerjaan yang sama dengan yang dilakukan karyawan sesuai dengan yang ditentukan oleh manajer lini. Dengan adanya program magang ini Formulatrix juga memberi masukan kepada universitas dan sekolah tentang kualifikasi apa yang dibutuhkan untuk menjadi karyawan di Formulatrix Indonesia dan kemampuan apa yang masih kurang atau dibutuhkan oleh lulusan untuk bisa bekerja di Formulatrix Indonesia. Dengan demikian Formulatrix Indonesia memberi masukan dari sisi perusahaan kepada universitas dan sekolah untuk melihat atau mengevaluasi lagi kurikulum sehubungan dengan mempersiapkan mahasiswa/siswa untuk menghadapi dunia kerja. Formulatrix juga melakukan seminar di universitas-universitas terdekat seperti Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Brawijaya, Universitas Dian Nuswantoro, dan politeknik Elektronika Negeri Surabaya tentang engineering yang dilakukan di Formulatrix. Selain itu Formulatrix melalui divisi HR juga menjadi narasumber dalam seminar yang diselenggarakan oleh Bursa Kerja Khusus SMK dan menyajikan materi tentang keahlian yang dibutuhkan oleh tenaga kerja dalam dunia pekerjaan khususnya di Formulatrix Indonesia. Ketika universitas dan sekolah mampu mempersiapkan lulusan yang berkualitas dan memenuhi kualifikasi Formulatrix Indonesia, Formulatrix Indonesia juga yang akan diuntungkan dalam hal penyediaan tenaga kerja.
c) Strategi Keterikatan Karyawan (Employee Engagement)
Strategi Formulatrix Indonesia untuk mempertahankan karyawan dan menekan angka turnover mencakup beberapa hal yang bersifat finansial maupun non-finansial. Informan 2 mengatakan “Ada tahap dimana orang lagi nda berpikir soal gaji saya berapa sih, tapi lebih ke arah ok deh gaji saya segini saya sudah cukup. Tapi saya ingin tempat kerja yang nyaman, yang saya bisa long term sama perusahaan.”
25 Kompensasi dan Benefit
Selain gaji, bonus, dan tunjangan hari raya, Formulatrix menyediakan pembagian laba perusahaan (profit sharing). Sedangkan untuk asuransi, Formulatrix juga menyediakan asuransi tambahan selain BPJS kesehatan untuk karyawan dengan pekerjaan yang lebih rentan dengan penurunan kondisi kesehatan, misalnya engineer dan manajer yang tanggung jawabnya menuntut jam kerja lebih dari sembilan jam per hari walaupun secara aturan tertulis jam kerjanya adalah sembilan jam kerja.
Pekerjaan (The work itself)
Strategi keterikatan karyawan melalui pekerjaan adalah strategi yang dilakukan untuk memastikan bahwa karyawan senang dengan pekerjaannya. Formulatrix Indonesia menempatkan karyawan pada posisi yang sesuai dengan keahlian dan minatnya. Jika karyawan sudah tidak nyaman dengan proyek yang dikerjakan maka perusahaan akan memfasilitasi untuk pindah proyek. Informan 1 menyatakan karyawan “sudah engaged karena mereka suka dengan bidang yang mereka kerjakan”. Formulatrix juga menerapkan rekrutmen internal yang memberikan peluang bagi karyawan untuk melamar pekerjaan yang berbeda seperti selama karyawan tersebut berminat untuk pekerjaan tersebut dan memiliki potensi.
Lingkungan Kerja
Untuk menumbuhkan dan memperkuat keterikatan karyawan Formulatrix Indonesia menciptakan lingkungan kerja mendukung (supportive). Formulatrix menyediakan fasilitas-fasilitas seperti ruang-ruang untuk beristirahat, bersantai, merokok bahkan untuk mengambil foto-foto, untuk menciptakan suasana nyaman dan mendukung istirahat karyawan. Fasilitas lain yang dibuat untuk membuat karyawan merasa nyaman dan menjawab kebutuhan mereka adalah dapur yang lengkap dengan mesin kopi, ruang ASI, tempat parkir khusus sepeda, dan fasilitas gym juga disediakan. Selain fasilitas fisik, fleksibilitas juga dibentuk Formulatrix untuk mendukung work life balance. Melalui Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Formulatrix Indonesia menyelenggarakan kegiatan donor darah, senam, dan jalan sehat. Semua ini disediakan Formulatrix Indonesia agar karyawan nyaman, bersemangat bekerja, tidak lelah dan mengurangi resiko stres sehingga lingkungan kerja ini menjadi lingkungan kerja yang mendukung.
Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan di Formulatrix Indonesia adalah kepemimpinan yang tidak otoriter. Gaya dalam mengelola karyawan juga adalah macro-management dimana karyawan diberikan otonomi untuk bekerja selama mencapai goal. Gaya kepemimpinan dan manajerial ini didukung dengan keberadaan manajer yang dekat
26 dengan karyawan dimana meja kerja manajer dan direktur juga berada satu ruangan dengan karyawan.
Peluang untuk Pengembangan Diri
Formulatrix Indonesia menggunakan rekrutmen internal bagi karyawan untuk naik jabatan maupun untuk berpindah pekerjaan. Karyawan dapat melamar untuk pekerjaan yang berbeda walaupun tidak memenuhi semua kualifikasi selama karyawan memiliki minat dan potensi. Formulatrix Indonesia memberikan peluang dan akan memonitor dan membantu karyawan. Pengumuman rekrutmen ini dilakukan melalui email yang dikirimkan ke semua email karyawan dan disampaikan pada semua manajer lini. Formulatrix juga memfasilitasi untuk pelatihan-pelatihan pengembangan keahlian, baik keahlian teknis maupun keahlian kepemimpinan. Dalam formulir tinjauan kinerja (performance review) yang harus diisi karyawan, salah satu pertanyaannya adalah tentang tujuan karir dan pengembangan diri karyawan di Formulatrix.
Peluang untuk Berkontribusi
Formulatrix sangat menghargai pendapat dan ide-ide karyawan. Karyawan bebas memberikan pendapat dan ide secara langsung pada manajer bahkan manajemen puncak Formulatrix Inc. Program kumpul bersama (gathering) yang juga merupakan ruang untuk karyawan memberikan ide-ide terkait perusahaan. Formulatrix Indonesia juga membuat Komite Karyawan yang terdiri dari perwakilan karyawan semua departemen. Komite Karyawan ini menjadi penghubung antara karyawan dan manajemen untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan karyawan. Formulatrix berusaha melibatkan karyawan sebisa mungkin termasuk dalam mendesain kantor Pro Manufacture Salatiga. Dalam formulir tinjauan kinerja (performance review) yang harus diisi karyawan, salah satu pertanyaannya adalah tentang apa yang bisa dilakukan perusahaan untuk membuat Formulatrix menjadi lebih baik.
d) Strategi Penyediaan Tenaga Kerja (Resourcing)
Strategi penyediaan tenaga kerja Formulatrix Indonesia mencakup hal-hal di bawah ini:
Perencanaan Sumber Daya Manusia (Human resource planning) – Dalam membuat strategi ini Departemen HR merujuk pada kebutuhan tenaga kerja perusahaan. Setelah diketahui rencana strategis perusahaan maka Departemen HR akan mulai melakukan proses rekrutmen dan seleksi.
Mengembangkan Employee Value Proposition. Employee Value Proposition yang ditawarkan Formulatrix Indonesia selain kompensasi dan benefit adalah work–life balance, kesempatan karyawan untuk berkembang dan lingkungan
27 yang nyaman untuk bekerja. Informan 1 mengatakan bahwa Departemen HR melakukan marketing untuk menarik para pekerja untuk berminat bekerja di Formulatrix. Informan 1 mengatakan:
Marketing HR ini untuk mengenalkan Formulatrix sebagai perusahaan yang “wow” dimana saat itu tidak ada yang kenal sama sekali, menjadi perusahaan yang sangat dikenal di tengah kompetitif salary yang berat dan itu berdampak baik. Jadi (departemen HR) ikut seminar, publikasi dimana-mana, berbicara di forum-forum dan dengan gencar bercerita tentang Formulatrix. Perencanaan Penyediaan Tenaga Kerja (Resourcing plans)
Formulatrix Indonesia melakukan rekrutmen internal dan promosi sebagai bentuk internal resourcing. Formulatrix melakukan internal rekrutmen khususnya untuk posisi-posisi atas atau manajer. Sedangkan untuk external resourcing Formulatrix Indonesia melakukan hal-hal sebagai berikut:
Menentukan keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan serta termasuk perilaku yang diharapkan. Untuk melakukan hal ini departemen HR berdiskusi dengan manajer departemen yang bersangkutan tentang kualifikasi yang dibutuhkan.
Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan calon karyawan untuk bekerja di Formulatrix.
Memperhatikan competitive resourcing dimana Formulatrix Indonesia mempelajari apa yang ditawarkan oleh perusahaan lain kepada karyawannya. Selain itu, Formulatrix Indonesia juga memantau market salary.
Melakukan outsourcing untuk beberapa posisi seperti satpam dan office boy.
Terkait dengan rekrutmen dan seleksi, Formulatrix Indonesia melakukan banyak hal untuk memastikan teknik rekrutmen dan seleksinya tepat untuk menemukan tenaga kerja sesuai kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan. Untuk rekrutmen, Formulatrix Indonesia menggunakan teknik yang berbeda-beda menyesuaikan posisi yang dicari. Mulai dari pemasangan iklan lowongan kerja di portal-portal, menghadiri job fair, bekerja sama dengan universitas-universitas dan sekolah-sekolah khususnya untuk posisi produksi, menggunakan jasa head hunter untuk posisi-posisi yang susah dicari seperti engineer dan manajer. Untuk seleksi, ada beberapa tes yang diberikan dan materi-materi tes dirancang oleh departemen HR bekerja sama dengan manajer per departemen, sehingga materi tes yang diberikan pada kandidat bisa mengukur kemampuan kandidat dengan lebih tepat, berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan. Informan 3 mengatakan bahwa hanya sekitar 2% dari keseluruhan kandidat yang lolos proses seleksi.