• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N No. 159/ Pid. B/ 2011 / PN.Psr DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N No. 159/ Pid. B/ 2011 / PN.Psr DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

No. 159/ Pid. B/ 2011 / PN.Psr

“ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA “

Pengadilan Negeri Pasuruan yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada pengadilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut terhadap terdakwa :

Nama lengkap :PNM BIN SR

Tempat lahir : Jbr

Umur/ Tanggal lahir : 44 Tahun/ 12 Februari 1967

Jenis kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Idn

Tempat tinggal : Jl. PCG Rt.04 Rw.04 kelurahan Pwrj kecamatan Pwrj kota

Psr

Agama : Islam

Pekerjaan : Swasta

Pendidikan : SMA

Nama lengkap : IRW BIN SDR

Tempat lahir : Jbr

Umur/ Tanggal lahir : 48 Tahun/ 1 Januari 1963

Jenis kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Idn

Tempat tinggal : Jl. Plm Sdr II Gg. Ll Rt,02 Rw.05 kelurahan Kbng

kecamatan Pwrj kota Psr

Agama : Islm

Pekerjaan : PNS

Pendidikan : SMA

Terdakwa ditahan oleh : Khusus terdakwa I :

1. Penyidik , sejak tanggal 23 Juli 2011sampai dengan tanggal 11 A gustus 2011; 2. Perpanjangan Penuntut Umum, sejak tanggal 12 Agustus 2011 sampai dengan

tanggal 20 September 2011;

3. Penuntut Umum, sejak tanggal 14 September 2011 sampai dengan tanggal 03 Oktober 2011;

4. Hakim Pengadilan Negeri, sejak tanggal15 September 2011 sampai dengan tanggal 14 Oktober 2011;

(2)

Khusus terdakwa II :

1. Penyidik , sejak tanggal 27 Juli 2011 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2011; 2. Perpanjangan Penuntut Umum, sejak tanggal 16 Agustus 2011 sampai dengan

tanggal 24 September 2011;

3. Penuntut Umum, sejak tanggal 14 September 2011 sampai dengan tanggal 03 Oktober 2011;

4. Hakim Pengadilan Negeri, sejak tanggal15 September 2011 sampai dengan tanggal 14 Oktober 2011;

Terdakwa di persidangan tidak didampingi Penasehat Hukum, meskipun telah dijelaskan akan hak-haknya tersebut;

Pengadilan Negeri tersebut :

Setelah membaca berkas perkara yang bersangkutan;

Setelah membaca penetapan Ketua Pengadilan Negeri Psr No.

159/Pid.B/2011/PN.Psr, tertanggal 15 september 2011, tentang Penunjukan Majelis Hakim;

Setelah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis No.

159/Pen.Pid.B/2011/PN.Psr, tertanggal 15 september 2011 tentang penetapan hari sidang; Setelah mendengar pembacaan Dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum No.Reg. Perk.:PDM.091/PASUR/09/2011 tertanggal 15 September 2011;

Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dan keterangan para terdakwa didepan persidangan ;

Setelah meneliti dan memeriksa barang bukti yang diajukan dalam perkara ini; Menimbang, bahwa terdakwa dihadapkan didepan persidangan Pengadilan Negeri Psr oleh Penuntut Umum dengan dakwaan No.Reg.Perk.:PDM.091/ PASUR/09/2011 tertanggal 15 September 2011 yang berbunyi sebagai berikut :

 Primair :

Bahwa mereka terdakwa I. PNM bin SR, terdakwa II. IRW bin SDR serta Saudara ZNL, Saudara SGK, Saudara HM (Ketiganya masih dalam pencarian/DPO), pada hari Jum’at tanggal 22 Juli 2011 sekitar jam 15.00 Wib, atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam Bulan Juli Tahun 2011, bertempat di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kel. Kbng Kec Pwrj Kota Psr, atau setidak-tidaknya disuatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Psr, dengan tidak berhak sengaja mengadakan atau memberi kesempatan untuk main judi kepada umum, atau sengaja turut campur dalam perusahaan untuk itu, biarpun ada atau tidak ada perjanjiannya atau caranya apa jugapun untuk memakai kesempatan itu. Perbuatan tersebut dilakukan mereka terdakwa dengan cara-cara dan rangkaian perbuatan sebagai berikut :

(3)

• Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana telah disebutkan diatas, bermula pada saat terdakwa I. PNM bin SR, terdakwa II. IRW bin SDR serta Saudara ZNL, Saudara SGK, Saudara HM (Ketiganya masih dalam pencarian/DPO), sedang bermain judi jenis domino di kebun bambu Kbjy RT. 03 RW. 06 Kelurahan Kbng Kecamatan Pwrj Kota Psr yang dekat dengan jalan umum serta dapat dikunjungi oleh umum, dengan menggunakan taruhan uang serta tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang, dimana masing-masing memiliki harapan untuk menang secara untung-untungan saja.

• Bahwa permainan judi jenis domino tersebut dilakukan oleh para pemain terlebih

dahulu dengan meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), tanpa disadari perbuatan mereka terdakwa I, dan II dapat diiketahui oleh Saksi AH dan Saksi KRT petugas dari Polsekta Pwrj yang sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat dan melakukan penangkapan terhadap para terdakwa ketika sedang bermain judi domino serta berhasil menyita barang bukti berupa : 1 (satu) set kartu domino warna hijau merk gunting rumput yang berisi 28 kartu domino, uang tunai sebesar Rp. 16.000,- (enam ribu rupiah) dan uang tunai Rp. 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) namun ketika dilakukan penangkapan ternyata Saudara ZNL, Saudara SGK, dan Saudara HM berhasil melarikan diri, sedangkan mereka terdakwa I, dan II beserta barang bukti dibawa ke Polsekta Pwrj untuk diproses lebih lanjut

Perbuatan mereka terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP.

 Subsidair :

Bahwa mereka terdakwa I. PNM bin SR, terdakwa II. IRW bin SDR serta Saudara ZNL, Saudara SGK, Saudara HM (Ketiganya masih dalam pencarian/DPO), pada hari Jum’at tanggal 22 Juli 2011 sekitar jam 15.00 Wib, atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam Bulan Juli Tahun 2011, bertempat di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kelurahan Kbng Kecamatan Pwrj Kota Psr, atau setidak-tidaknya disuatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Psr, turut main judi dijalan umum atau didekat jalan atau ditempat yang dapat dikunjungi oleh umum, kecuali kalau pembesar yang

(4)

berkuasa telah memberi izin untuk mengadakan judi itu. Perbuatan tersebut dilakukan mereka terdakwa dengan cara-cara dan rangkaian perbuatan sebagai berikut :

• Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana telah disebutkan diatas, bermula pada

saat terdakwa I. PNM bin SR, terdakwa II. IRW bin SDR serta Saudara ZNL, Saudara SGK, Saudara HM (Ketiganya masih dalam pencarian/DPO), sedang bermain judi jenis domino di kebun bambu Kbjy RT. 03 RW. 06 Kelurahan Kbng Kecamatan Pwrj Kota Psr yang dekat dengan jalan umum serta dapat dikunjungi oleh umum, dengan menggunakan taruhan uang serta tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang, dimana masing-masing memiliki harapan untuk menang secara untung-untungan saja.

• Bahwa permainan judi jenis domino tersebut dilakukan dengan cara para pemain

terlebih dahulu meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), tanpa disadari perbuatan mereka terdakwa I, dan II dapat diiketahui oleh saksi AH dan saksi KRT petugas dari Polsekta Pwrj yang sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat dan melakukan penangkapan terhadap para terdakwa ketika sedang bermain judi domino serta berhasil menyita barang bukti berupa : 1 (satu) set kartu domino warna hijau merk gunting rumput yang berisi 28 kartu domino, uang tunai sebesar Rp 16.000,- (enam ribu rupiah) dan uang tunai Rp 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) namun ketika dilakukan penangkapan ternyata Saudara ZNL, Saudara SGK, dan Saudara HM berhasil melarikan diri sedangkan, mereka terdakwa I, dan II beserta barang bukti dibawa ke Polsekta Pwrj untuk diproses lebih lanjut.

Perbuatan mereka terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP;

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum tersebut, terdakwa menyatakan telah mengerti isi dan maksud dakwaan tersebut dan tidak mengajukan bantahan (eksepsi) ;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil dakwaannya, Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi yang telah didengar keterangannya dibawah sumpah dipersidangan, yang pada pokoknya sebagai berikut :

(5)

1. SAKSI AH, dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut:

 Bahwa saksi tidak kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga maupun

pekerjaan dengan terdakwa;

 Bahwa saksi mengerti dipanggil di persidangan sehubungan dengan terjadinya tindak

pidana perjudian jenis domino yang dilakukan oleh para terdakwa;

 Bahwa pada awalnya saksi mendapat informasi dari masyarakat kalau terdakwa

melakukan perjudian jenis domino, dan atas informasi tersebut pada hari Jumat, tanggal 22 Juli 2011 sekira pukul 15.00 WIB bertempat di Kbjy Rt.03 Rw.06 kelurahan Kbng kecamatan Pwrj kota Psr saksi bersama dengan saksi KRT melakukan pengintaian terhadap para terdakwa yang saat itu sedang bermain judi domino dengan menggunakan uang sebagai taruhannya dan selanjutnya saksi bersama dengan saksi KA melakukan penangkapan terhadap para terdakwa;

 Bahwa saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) set

kartu domino warna hijau merk gunting, uang tunai sebesar Rp. 16.000,-(enam belas ribu rupiah) yang diakui milik terdakwa PNM Bin SR dan uang tunai sebesar Rp. 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) yang ditemukan berserakan di lokasi perjudian;

 Bahwa dalam perjudian jenis domino yang dilakukan oleh para terdakwa tidak ada

yang berindak sebagai bandar hanya yang menang pada putaran sebelumnya yang akan mengocok kartu dan membagikan kartunya kepada pemain lain;

 Bahwa permainan judi jenis domino tersebut dilakukan dengan cara para pemain

terlebih dahulu meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah);

 Bahwa permainan judi kartu domino tersebut dilakukan oleh para terdakwa tanpa ijin

dari pihak yang berwenang ;

 Bahwa ketika dilakukan penangkapan ternyata tiga orang berhasil melarikan diri

sedangkan para terdakwa berhasil ditangkap;

 Bahwa para terdakwa membenarkan barang bukti yang diperlihatkan dipersidangan

merupakan media bagi para terdakwa dalam melakukan perjudian tersebut;

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut para terdakwa tidak mengajukan keberatan;

(6)

2. SAKSI KRT, dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut:

 Bahwa saksi tidak kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga maupun

pekerjaan dengan terdakwa;

 Bahwa saksi mengerti dipanggil di persidangan sehubungan dengan terjadinya tindak

pidana perjudian jenis domino yang dilakukan oleh para terdakwa;

 Bahwa pada awalnya saksi mendapat informasi dari masyarakat kalau terdakwa

melakukan perjudian jenis domino, dan atas informasi tersebut pada hari Jumat, tanggal 22 Juli 2011 sekira pukul 15.00 WIB bertempat di Kbjy Rt.03 Rw.06 kelurahan Kbng kecamatan Pwrj kota Psr saksi bersama dengan saksi KRT melakukan pengintaian terhadap para terdakwa yang saat itu sedang bermain judi domino dengan menggunakan uang sebagai taruhannya dan selanjutnya saksi bersama dengan saksi KA melakukan penangkapan terhadap para terdakwa;

 Bahwa saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) set

kartu domino warna hijau merk gunting, uang tunai sebesar Rp. 16.000,-(enam belas ribu rupiah) yang diakui milik terdakwa PNM Bin SR dan uang tunai sebesar Rp. 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) yang ditemukan berserakan di lokasi perjudian;

 Bahwa dalam perjudian jenis domino yang dilakukan oleh para terdakwa tidak ada

yang berindak sebagai bandar hanya yang menang pada putaran sebelumnya yang akan mengocok kartu dan membagikan kartunya kepada pemain lain;

 Bahwa permainan judi jenis domino tersebut dilakukan dengan cara para pemain

terlebih dahulu meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah);

 Bahwa permainan judi kartu domino tersebut dilakukan oleh para terdakwa tanpa ijin

dari pihak yang berwenang ;

 Bahwa ketika dilakukan penangkapan ternyata tiga orang berhasil melarikan diri

sedangkan para terdakwa berhasil ditangkap;

 Bahwa para terdakwa membenarkan barang bukti yang diperlihatkan dipersidangan

(7)

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut para terdakwa tidak mengajukan keberatan;

Menimbang, bahwa di persidangan telah pula didengar keterangan para terdakwa yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

Terdakwa I. PNM BIN SR

- Bahwa pada hari Jum’at tanggal 22 Juli 2011 sekira jam 15.00 Wib dibelakang rumah

ditepi sungai dibawah pohon bambu di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kel. Kbng Kec Pwrj Kota Psr terdakwa bersama-sama dengan terdakwa IRW bin SDR ditangkap oleh petugas Polisi karena melakukan perjudian jenis domino dengan menggunakan taruhan uang, sedangkan ZNL, SGK serta Yugo berhasil melarikan diri;

- Bahwa benar ketika ditangkap didapatkan barang bukti berupa : 1 (satu) set kartu

domino warna hijau merk gunting, uang tunai sebesar Rp 16.000,- (enam ribu rupiah) yang diakui milik terdakwa dan uang tunai Rp 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) yang ditemukan berserakan dilokasi perjudian;

- Bahwa benar untuk permainan judi tersebut dipergunakan peralatan atau sarana

berupa : 1 (satu) set kartu domino yang berjumlah 28 kartu dan uang sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah);

- Bahwa adapun cara para terdakwa melakukan permainan judi jenis kartu domino

tersebut adalah para pemain terlebih dahulu meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah),

- Bahwa awal mula terdakwa bisa ikut bermain judi domino awalnya terdakwa datang

pukul 14.00 Wib dan langsung ikut bermain sedangkan berapa kali putarannya terdakwa tidak menghitungnya;

- Bahwa terdakwa mengaku tidak tahu milik siapa kartu domino yang digunakan dan

terdakwa juga tidak tahu siapa yang pertama kali punya niat untuk melakukan perjudian tersebut;

- Bahwa benar terdakwa dan teman-temannya dalam melakukan permainan judi jenis

kartu domino tersebut tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang dan tujuan terdakwa bermain judi domino hanya iseng saja;

(8)

- Bahwa benar tempat para terdakwa bermain judi di tempat yang dekat dengan jalan umum, yang mana setiap orang dapat melalui jalan tersebut dan dapat melihat kegiatan ataupun kejadian yang terjadi di tempat tersebut;

- Bahwa terdakwa merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi;

Terdakwa 2 IRW bin SDR:

- Bahwa benar pada hari Jum’at tanggal 22 Juli 2011 sekira jam 15.00 Wib dibelakang

rumah ditepi sungai dibawah pohon bambu di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kel. Kbng Kec Pwrj Kota Psr terdakwa bersama-sama dengan terdakwa PNM bin SR ditangkap oleh petugas Polisi karena melakukan perjudian jenis domino dengan menggunakan taruhan uang, sedangkan ZNL, SGK serta Yugo berhasil melarikan diri;

- Bahwa ketika ditangkap didapatkan barang bukti berupa : 1 (satu) set kartu domino

warna hijau merk gunting, uang tunai sebesar Rp 16.000,- (enam ribu rupiah) yang diakui milik terdakwa PNM bin SR dan uang tunai Rp 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) yang ditemukan berserakan dilokasi perjudian;

- Bahwa benar untuk permainan judi tersebut dipergunakan peralatan atau sarana

berupa : 1 (satu) set kartu domino yang berjumlah 28 kartu dan uang sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah;,

- Bahwa adapun cara para terdakwa melakukan permainan judi jenis kartu domino

tersebut adalah para pemain terlebih dahulu meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah);

- Bahwa terdakwa datang pukul 14.45 Wib dan menggantikan posisi IB dalam pemainan

judi tersebut sedangkan sudah berpa kali putarannya terdakwa tidak menghitung;

- Bahwa terdakwa mengaku tidak tahu milik siapa kartu domino yang digunakan dan

terdakwa juga tidak tahu siapa yang pertama kali punya niat untuk melakukan perjudian tersebut;

- Bahwa keuntungan yang akan didapat oleh pemenangnya adalah uang tunai Rp

4.000,- (empat ribu rupiah) karena pemainnya berjumlah 5 (lima) orang dan uang Rp 1.000,- (seribu rupiah) adalah uang taruhannya sendiri sedangkan untuk modal awalnya terdakwa tidak ada karena terdakwa hanya menggantikan posisi IB dan modalnya milik IB;

(9)

- Bahwa benar terdakwa dan teman-temannya dalam melakukan permainan judi jenis kartu domino tersebut tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang sedangkan maksud dan tujuan terdakwa hanya menggantikan posisi IB;

- Bahwa terdakwa mengetahui kalau bermain judi domino dilarang;

- Bahwa terdakwa hanya satu kali ini saja bermain judi domino;

- Bahwa benar tempat para terdakwa bermain judi di tempat yang dekat dengan jalan

umum, yang mana setiap orang dapat melalui jalan tersebut dan dapat melihat kegiatan ataupun kejadian yang terjadi di tempat tersebut;

- Bahwa terdakwa merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi;

- Bahwa terdakwa telah berkeluarga dan mempunyai satu orang istri;

-Menimbang, bahwa di persidangan Penuntut Umum telah mengajukan barang bukti berupa :

- 1 (satu) set kartu domino warna hijau merk gunting rumput yang berisi 28 kartu domino,

uang tunai sebesar Rp 16.000,- (enam ribu rupiah) dan uang tunai Rp 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah);

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti tersebut telah dilakukan penyitaan

secara sah menurut hukum dan setelah diteliti oleh Majelis Hakim kemudian diperlihatkan kepada saksi-saksi maupun terdakwa dan dibenarkan oleh saksi-saksi maupun terdakwa, sehingga dapat dipergunakan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara ini;

Menimbang, bahwa di persidangan Penuntut Umum telah mengajukan tuntutan tertanggal 11 Oktober 2011 yang pada pokoknya memohon agar Majelis Hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut :

1. Menyatakan terdakwa I. PNM bin SR, serta terdakwa II. IRW bin SDR tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan Primair melanggar Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP dan oleh karenanya membebaskan mereka terdakwa I, dan II dari dakwaan tersebut, menyatakan terdakwa I. serta terdakwa II bersalah telah melakukan tidak pidana “ turut main judi dijalan umum atau didekat jalan atau ditempat yang dapat dikunjungi oleh umum, kecuali kalau pembesar yang berkuasa telah memberi izin untuk mengadakan judi itu”” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP dalam dakwaan Subsidair;

2. Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa tersebut masing-masing dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan dikurangkan sepenuhnya dari masa penahanan dengan perintah para terdakwa tetap ditahan;

3. Menetapkan Barang Bukti berupa:

- 1 (satu) set kartu domino warna hijau merk gunting rumput yang berisi 28 kartu

domino dirampas untuk dimusnahkan;

- uang tunai sebesar Rp 16.000,- (enam ribu rupiah) dan uang tunai Rp 90.000,-

(10)

4. Membebankan biaya perkara kepada para terdakwa masing-masing sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah)

Menimbang, bahwa atas tuntutan Penuntut Umum, terdakwa mengajukan pembelaan (pledoi) secara lisan yang pada pokoknya terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya dan terdakwa mohon keringanan hukuman;

Menimbang, bahwa atas pledoi tersebut, Penuntut Umum mengajukan replik sebagai tanggapan atas pembelaan (pledoi) dari terdakwa yang disampaikan secara lisan yang pada pokoknya menyatakan tetap pada tuntutannya, dan terdakwa dalam dupliknya yang juga disampaikan secara lisan yang pada pokoknya menyatakan tetap pada pembelaannya;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa serta dihubungkan dengan barang bukti yang diajukan dalam perkara ini, maka Majelis Hakim menemukan fakta-fakta hukum sebagai berikut;

- Bahwa benar Bahwa pada hari Jum’at tanggal 22 Juli 2011 sekira jam 15.00 Wib

dibelakang rumah ditepi sungai dibawah pohon bambu di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kel. Kbng Kec Pwrj Kota Psr terdakwa bersama-sama dengan terdakwa IRW bin SDR ditangkap oleh petugas Polisi karena melakukan perjudian jenis domino dengan menggunakan taruhan uang, sedangkan ZNL, SGK serta Yugo berhasil melarikan diri;

- Bahwa benar ketika ditangkap didapatkan barang bukti berupa : 1 (satu) set kartu

domino warna hijau merk gunting, uang tunai sebesar Rp 16.000,- (enam ribu rupiah) yang diakui milik terdakwa dan uang tunai Rp 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) yang ditemukan berserakan dilokasi perjudian;

- Bahwa benar untuk permainan judi tersebut dipergunakan peralatan atau sarana

berupa : 1 (satu) set kartu domino yang berjumlah 28 kartu dan uang sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah);

- Bahwa adapun cara para terdakwa melakukan permainan judi jenis kartu domino

tersebut adalah para pemain terlebih dahulu meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah),

- Bahwa para terdakwa tidak trahu siapa yang mempunyai ide umtuk bermain judi

(11)

dimana untuk terdakwa PNM datang dan ikut bermain sekitar pukul 14.00 WIB sedangkan terdakwa IRW bin SDR datang sekitar pukul 14.45 WIB dan menggantikan sdr. IB dan modal awalnya pun dari IB;

- Bahwa para terdakwa mengaku tidak tahu milik siapa kartu domino yang digunakan

dan para terdakwa juga tidak tahu siapa yang pertama kali punya niat untuk melakukan perjudian tersebut;

- Bahwa benar para terdakwa dan teman-temannya dalam melakukan permainan judi

jenis kartu domino tersebut tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang dan tujuan para terdakwa bermain judi domino hanya iseng saja;

- Bahwa terdakwa dalam melakukan perjudian nomor togel tersebut tidak mempunyai

ijin dari pejabat yang berwenang dan terdakwa mengetahui perbuatannya tersebut dilarang oleh undang-undang;

- Bahwa benar tempat para terdakwa bermain judi di tempat yang dekat dengan jalan

umum, yang mana setiap orang dapat melalui jalan tersebut dan dapat melihat kegiatan ataupun kejadian yang terjadi di tempat tersebut;

- Bahwa para terdakwa merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, langkah selanjutnya Majelis hakim akan mempertimbangkan apakah terhadap diri para terdakwa dapat dibuktikan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh penuntut umum dalam dakwaannya. Maka untuk itu terlebih dahulu dipertimbangkan unsur-unsur dari dakwaan penuntut umum;

Menimbang bahwa terdakwa didakwa oleh Penuntut Umum melakukan tindak pidana yaitu Primair melanggar pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP, Subsidair melanggar pasal 303 bis ayat (1) ke 2 KUHP;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan penuntut Umum disusun secara Subsidaritas maka terlebih dahulu majelis akan membuktikan dakwaan primair dan bila dakwaan Primair tidak terbukti maka majelis akan membuktikan dakwaan subsidair;

Menimbang, bahwa dalam dakwaan primair para terdakwa didakwa oleh Penuntut umum melakukan tindak pidana melanggar pasal 303 ayat (1) ke 2 KUHP yang mempunyai unsur-unsur sebagai berikut :

1. Barangsiapa; 2. Tanpa hak;

3. Dengan sengaja mengadakan atau memberi kesempatan untuk main judi kepada umum, atau dengan sengaja turut campur dalam perusahaan untuk itu, biarpun ada atau tidak ada perjanjiannya atau caranya apa jugapun untuk memakai kesempatan itu;

Ad 1. Unsur barangsiapa;

(12)

atau pendukung hak dan kewajiban baik berupa manusia atau orang maupun badan

hukum sebagai pelaku tindak pidana dan kepadanya dapat dimintakan

pertanggungjawaban pidana;

Menimbang, para terdakwa dihadapkan ke persidangan karena melakukan suatu tindak pidana berdasarkan surat dakwaan jaksa penuntut umum, dan para terdakwa membenarkan seluruh identitas yang tercantum dalam surat dakwaan tersebut, dan para terdakwa telah dewasa dan mampu bertanggungjawab maka Majelis berpendapat unsur barangsiapa telah terpenuhi;

Ad 2. unsur Tanpa hak;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “tanpa hak” menurut hukum adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh pelaku tidak adanya kewenangan pada dirinya untuk melakukan perbuatan tersebut;

Menimbang, bahwa berdasarkan pengertian tersebut diatas, Majelis akan hubungkan dengan Fakta- fakta hukum yang terungkap di persidangan;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan bahwa benar pada hari Jum’at tanggal 22 Juli 2011 sekira jam 15.00 Wib dibelakang rumah ditepi sungai dibawah pohon bambu di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kel. Kbng Kec Pwrj Kota Psr terdakwa PNM Bin SR bersama-sama dengan terdakwa IRW bin SDR ditangkap oleh saksi AH dan saksi KRT petugas dari Polsek Pwrj karena melakukan perjudian jenis domino dengan menggunakan taruhan uang;

Menimbang, bahwa perjudian kartu domino tersebut dilakukan oleh para terdakwa secara sembunyi-sembunyi dan tidak ada ijin dari pejabat yang berwenang;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas unsur kedua ini pun telah terbukti;

Ad 3. Dengan sengaja atau memberi kesempatan untuk main judi kepada umum, atau dengan sengaja turut campur dalam perusahaan untuk itu, biarpun ada atau tidak ada perjanjiannya atau caranya apa jugapun untuk memakai kesempatan itu;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “sengaja’ menurut hukum adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan dengan secara sadar, diketahui dan dikehendaki akibatnya. Sedangkan yang dimaksud dengan perjudian adalah segala bentuk kegiatan atau perbuatan yang dilakukan oleh beberapa subyek hukum dari pejabat yang berwenang untuk itu, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang digantungkan dengan yang yang tidak pasti (untung-untungan);

Menimbang, bahwa berdasarkan pengertian tersebut diatas Majelis hakim akan hubungkan dengan fakta-fakta hukum yamg terungkap di persidangan;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan bahwa

(13)

memiliki ijin dari pihak yang berwenang dan para terdakwa pun mengetahui bahwa permainan kartu domino dengan menggunakan uang sebagai taruhannya termasuk kategori berjudi dan dilarang oleh undang-undang; akan tetapi dalam permainan judi tersebut para terdakwa mempunyai tingkat peranan yang sama sebagai individu pelaku dari permainan judi yang dimainkan dengan uang sebagai taruhanya tersebut, disini tidak ada salah satu dari para terdakwa tersebut yang berperan sebagai orang yang memiliki peranan yang lebih tinggi dari yang lain sebagai orang yang “dengan sengaja mengadakan atau memberi kesempatan berjudi kepada umum, biarpun diadakan atau tidak diadakan suatu syarat atau cara dalam hal memakai kesempatan itu,” yang terjadi adalah para terdakwa masing-masing mempunyai kesadaran sendiri untuk bersama-sama melakukan permainan judi kartu domino tersebut, tidak ada seseorang atau pihak lain yang memberikan penawaran atau kesempatan kepada para terdakwa untuk

melakukan permainan judi itu, sehingga dengan demikian unsur ini tidak terbukti;

Menimbang, bahwa oleh karena salah satu unrur tidak terpenuhi dan terbukti dilakukan oleh para terdakwa, maka dakwaan primair Penunutut umum tidak terbukti dilakukan oleh para Terdakwa, selanjutnya majelis akan membuktikan dakwaan subsidair yaitu melanggar pasal 303 bis ayat (1) ke 2 KUHP, yang unsur-unsurnya sebagai berikut :

1. Barangsiapa;

2. Turut main judi dijalan umum atau didekat jalan atau ditempat yang dapat

dikunjungi oleh umum, kecuali kalau pembesar yang berkuasa telah memberi izin untuk mengadakan judi itu;

Ad.1.Unsur “Barang Siapa”

Menimbang, bahwa Unsur “ barang siapa” telah dijelaskan dalam pembuktian unsur dalam Dakwaan Primair dan telah terpenuhi dan terbukti secara sah menurut hukum, oleh karenanya penjelasan unsur “barang siapa” kami ambil alih sepenuhnya dalam pembuktian unsur “barang siapa” dalam Dakwaan Subsidair ini, dengan demikian unsur “barang siapa” dalam dakwaan Subsidair telah terpenuhi dan terbukti secara sah menurut hukum.

Ad.2.Unsur “, turut main judi dijalan umum atau didekat jalan atau ditempat yang dapat dikunjungi oleh umum, kecuali kalau pembesar yang berkuasa telah memberi izin untuk mengadakan judi itu

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta persidangan yang diperoleh dari alat bukti keterangan saksi, keterangan terdakwa serta alat bukti petunjuk dan didukung oleh barang bukti yang diajukan dalam perkara ini, bahwa para terdakwa telah melakukan permainan jenis kartu domino dengan menggunakan uang sebagai taruhannya, dimana pemain yang terlibat dalam permainan kartu tersebut berharap pada sebuah kemenangan

(14)

karena ada imbalan uang yang akan diperolehnya, dan dalam permainan kartu domino ini kemungkinan untuk menang menjadi bertambah besar karena lebih pandainya si pemain dalam mengatur strategi permainannya, dan hal demikian termasuk kategori berjudi. Cara para terdakwa melakukan permainan judi jenis kartu domino tersebut adalah para pemain terlebih dahulu meletakkan uang taruhan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) didepan masing-masing pemain sehingga terkumpul Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), kemudian kartu domino sebanyak 1(satu) set dikocok selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pemain sebanyak 5 (lima) lembar, setelah semua pemain memegang kartu domino sebanyak 5 (lima) lembar kartu, kemudian secara berurutan dari pengocok kartu kearah kiri menurunkan kartu dengan cara mencocokkan dengan kartu yang ada dibawah. Dalam permainan judi jenis domino tersebut, dinyatakan sebagai pemenang yaitu pemain yang kartu dominonya ditangan telah habis terlebih dahulu karena cocok dengan kartu yang terbuka ditengah atau jika mati semua dan matinya paling sedikit sehingga berhak mendapatkan uang taruhan dari masing-masing pemain sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) atau sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah), Sedangkan tempat permainan judi kartu domino yang dilakukan para terdakwa adalah dibelakang rumah ditepi sungai dibawah pohon bambu di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kel. Kbng Kec Pwrj Kota Psr dibelakang rumah ditepi sungai dibawah pohon bambu di Kbjy RT. 03 RW. 06 Kel. Kbng Kec Pwrj Kota Psr sebuah tempat yang dapat dilihat oleh banyak orang dan dekat dengan jalan umum yaitu yang dapat dilalui atau dimasuki atau dilihat oleh khalayak umum, dan dalam melakukan permainan judi domino para terdakwa tidak memilki ijin dari penguasa yang berwenang dalam melakukan permainan judi kartu domino tersebut;

Menimbang, bhawa berdasarkan uraian pertimbangan tersebut diatas Majelis berpendapat unsur ini telah terbukti;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas maka seluruh unsur-unsur dari dakwaan pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP telah terbukti dan terpenuhi dilakukan oleh para terdakwa, sehingga Majelis Hakim berkesimpulan bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Turut serta main judi yang diadakan di tempat yang dapat dimasuki khalayak umum sedangkan untuk itu tidak ada ijin dari penguasa yang berwenang”;

Menimbang, bahwa dari kenyataan yang diperoleh selama persidangan dalam perkara ini, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat melepaskan para terdakwa dari pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, oleh karenanya Majelis Hakim berkesimpulan bahwa perbuatan yang dilakukan para terdakwa harus dipertangungjawabkan kepadanya;

Menimbang, bahwa oleh karena para terdakwa mampu bertanggungjawab, maka para terdakwa harus dinyatakan bersalah atas tindak pidana yang didakwakan terhadap diri para terdakwa, oleh karena itu harus dijatuhi pidana;

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap diri para terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penahanan tersebut harus

(15)

dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena para terdakwa ditahan dan penahanan terhadap diri para terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar para terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti berupa Uang tunai sebesar Rp. 16.000,0 (enam belas ribu rupiah) dan uang tunai sebesar Rp. 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) merupakan alat dan hasil yang diperoleh oleh para terdakwa dalam melakukan perjudian maka terhadap barang bukti tersebut dirampas untuk Negara;

Sedangkan terhadap barang bukti berupa 1 (satu) set kartu domino warna hijau merk gunting rumput yang berisi 28 kartu domino merupakan alat bagi para terdakwa dalam melakukan perjudian maka terhadap barang bukti tersebut dirampas untuk dimusnahkan;

Menimbang, bahwa karena para terdakwa tersebut dinyatakan terbukti akan kesalahannya, maka para terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar putusan dibawah ini;

Menimbang, bahwa sebelum menjatuhkan hukuman terlebih dahulu akan dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi para terdakwa;

Hal-hal yang memberatkan :

- Perbuatan terdakwa dapat merusak moral masyarakat;

- Perbuatan terdakwa dilakukan pada saat pemerintah sedang giat-giatnya

memberantas perjudian; Hal-hal yang meringankan :

- Terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya;

- Terdakwa bersikap sopan dipersidangan;

Memperhatikan, Pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP, UU No.8/ 1981 tentang KUHAP serta peraturan Perundang-undangan lain yang berkaitan dengan perkara ini ;

M E N G A D I L I :

1. Menyatakan Terdakwa I. PNM BIN SR dan Terdakwa II. IRW BIN SDR tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan Primair Jaksa Penuntut Umum;

2. Membebaskan mereka oleh karena itu dari dakwaan Primair tersebut;

3. Menyatakan terdakwa I. PNM BIN SR dan Terdakwa II. IRW BIN SDR telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Turut serta main judi yang diadakan di tempat yang dapat dimasuki oleh khalayak umum sedangkan

(16)

untuk itu tidak ada ijin dari penguasa yang berwenang”;

4. Menjatuhkan pidana terhadap Para Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 3 (tiga) bulan;

5. Menetapkan bahwa lamanya terdakwa ditahan dikurangkan seluruhnya dari pidana penjara yang dijatuhkan ;

6. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan ; 7. Menetapkan barang bukti berupa :

- 1 (satu) set kartu domino warna hijau merk gunting rumput yang berisi 28 kartu

domino dirampas untuk dimusnahkan;

- Uang tunai sebesar Rp.16.000,- (enam belas ribu rupiah) dan uang tunai sebesar

Rp. 90.000,- (sembilan puluh ribu rupiah) dirampas untuk negara;

8. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,- (lima ribu rupiah);

Demikian diputus dalam musyawarah Majelis Hakim pada hari Selasa, tanggal 11 Oktober 2011 oleh kami ETRI WIDAYATI,SH sebagai Hakim Ketua, IRIATY KHAIRUL UMMAH,SH, dan SUCI A. PRAMAWATI,SH,M.Hum masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh Hakim Ketua tersebut, didampingi oleh para Hakim Anggota tersebut,

dengan dibantu oleh ROIHAH,SH sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Psr, dihadiri oleh AGUNG SUGIHARTO,SH, Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Psr dan terdakwa.

Hakim-Hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis,

IRIATY KHAIRUL UMMAH,SH ETRI WIDAYATI,SH

SUCI A. PRAMAWATI,SH.M.Hum

Panitera Pengganti,

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis terhadap parameter ekologi lokasi (kualitas air, iklim dan suhu lingkungan, dan pola pasang yang telah dilakukan di kawasan

1.2 ) 40 unit kredit kursus pendidikan Citra untuk tujuan pengijazahan bagi pelajar Program Bukan Profesional dan Program yang mempunyai Program Standard iaitu melibatkan Fakulti

Beberapa hal tersebut di ataslah yang melatarbelakangi peneliti untuk menulis penelitian yang berjudul Citra Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Peyempuan

Secara khusus kegiatan ini untuk mendapatkan data sekolah sebagai calon penerima subsidi sarana prasarana pendidikan dari output kegiatan gedung sekolah rusak

Pada umumnya sumber energi senter berupa baterai, baik sel kering yang satu kali pakai dibuang, atau baterai yang bisa diisi ulang dengan jaringan listrik PLN. Dengan demikian

Nilai koefisien regresi harga pupuk Urea adalah sebesar 0.10935 artinya jika ada kenaikan satu satuan harga pupuk Urea maka akan ada peningkatan sebesar

Tahuru (2013) melakukan penelitian tentang hubungan tingkat kecemasan pasien post secsio caesarea dengan kemampuan mobilisasi, menunjuk- kan bahwa ada hubungan antara

Peralatan penghampar campuran aspal panas atau asphalt finisher yang baik akan dilengkapi alat pemanas sepatu perata atau screed heater, alat pemanas ini pada umumnya dari