• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perbankan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perbankan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN 2338-9753

Volume 1 No 1 Desember 2013

Account

Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perbankan

Ruang Lingkup: Account merupakan jurnal yang diterbitkan untuk

memberikan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan

dibidang akuntansi, keuangan dan perbankan. Artikel yang

dimuat di jurnal ini merupakan kajian teoritis dan hasil riset

terapan dibidang akuntansi, keuangan dan perbankan

Analisis Implementasi Akuntansi pada Usaha Simping di Kabupaten

Purwakarta, Hal 1-8, Atyanto Mahatmyo.

Kajian aspek Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai Negeri Sipil

Dalam Pemenuhan Kewajiban Self Assesment, Hal 9-15, Hayati Fatimah,

Herbirowo Nugroho, Agus Purwaji.

Manajemen Barang Milik Negara yang Akuntabel Untuk Menunjang Good

Governance di Dunia Pendidikan, Hal 16-22, Ali Masjono, Yusep Friya.

Pengaruh Modal Kerja terhadap Return on Invesment, Studi Kasus pada PT

Mutiara Kencana Murni, Hal 23-27, Indianik Aminah.

Hubungan antara Tingkat Suku Bunga Tabungan dan Kualitas Pelayanan

Nasabah Dengan Jumlah Pada BPR Nusamba di Indramayu, Hal 28-34,

Ahmad Abror.

Tinjauan Yuridis Perjanjian Sewa Menyewa Safe Deposit Box pada PT Bank

Negera Indonesia, Tbk (Persero) Kantor Cabang Utama Melawai Jakarta

Selatan, Hal 35-39, Ida Nurhayati.

Sosialisasi dan Edukasi Publik Perbankan Syariah di Indonesia, Hal 40-49,

Bambang Waluyo, Sujarwo.

Perilaku Konsumen dalam Membeli Handphone, Hal 50-55, Rodiana

Listiawati, Tetty Rimenda, Utami Puji Lestari.

Pengaruh Diskon dan Penggunaan Kartu Kredit Terhadap “Compulsive

Buying”, Hal 56-60, Tetty Rimenda.

Hubungan antara Penetapan Harga dan Strategi Promosi dengan Perilaku

Konsumen pada Perumahan Taman Yasmin, Hal 61-72, R. Elly Mirati.

Implementasi Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pada Politeknik

Negeri Jakarta (Suatu Aplikasi dalam HRD), Hal 73-80. Elizabeth Yansye

Matekohy.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT

Bentara Sinergies Multifinance Cabang Plered Purwakarta. Hal 81-90,

Agus Buntoro.

Redaksi Account

menerima artikel

penelitian untuk dimuat

pada terbitan berikunya

yang sesuai dengan

ruangl lingkup jurnal

account.

Kirim artikel anda ke

[email protected]

om

.

Sesuaikan format tulisan

anda dengan format

yang tersedia di halaman

belakang, atau kirim

email dengan isi request

for format ke email

diatas

(2)

Susunan Redaksi:

Pengarah:

 Abdillah, Fachrudin Mukhtar, Agus Supriadi, Lenny Brida, Zainal Nur Arifin

Penangung Jawab

:

 Elly Mirati

 Pimpinan Redaksi

 Ali Masjono

Tim Redaksi:

 Agus Purwaji, Titi Suhartati, Petrus Hari Kuncoro Seno, Nur Hasyim,

Ahmad Abror, Bambang Waluyo , Chaterina Somangungsong, Silvia Roza,

Supriatnoko

Mira Bestari:

 Dr Cipto Wardoyo SE. M.Pd. M.Si., Ak. CA. (Universitas Negeri Malang)

 Dr. Lana Sularto SE. MMSI (Universitas Gunadharma)

Layout dan sirkulasi : Darwin dan Afriza Wijaya

Artikel yang dimuat di Account, jurnal akuntansi, keuangan dan perbankan berupa

hasil penelitian sesuai dengan ruang lingkup jurnal yang ditulis oleh dosen, praktisi,

mahasiswa, pelaku ekonomi, dan siapa saja yang berminat dalam pengembangan

bidang akuntansi, keuangan dan perbankan.

Tujuan dari penerbitan jurnal ini untuk menyediakan forum khusus untuk publikasi

hasil penelitian bagi para praktisi, dosen atau siapa saja yang berminat. Untuk

menyalurkan berbagai pemikiran baru dan tujuan lainnya yang relevan.

ISSN 2338-9753

Volume 1 No 1 Desember 2013

Diterbitkan oleh Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta

Jln Prof. Dr. Ir. G.E. Siwabessy. Kampus UI Depok.

Gedung F Lantai 2, Telp 021-7862537, Fax 021-7863537

(3)

Dari Redaksi

Syukur Alhamdulillah, jurusan akuntansi Politeknik Negeri Jakarta dapat

menerbitkan jurnal ilmiah yang diberi nama Account dan No ISSN 2338-9753.

Dalam kesempatan terbitan perdana (No 1 Vol 1 Desember 2013) diturunkan

tulisan hasil penelitian para dosen program studi akuntansi, program studi

keuangan dan perbankan konvensional dan syariah.

Pada edisi pertama ini diturunkan tulisan mengenai implementasi akuntansi pada

usaha Simping, perpajakan dengan focus bahasan pada self assesment dan aktiva

tetap dengan focus bahasan akuntabilitas asset pada good governance. serta masalah

modal kerja yang ditulis oleh dosen program studi akuntansi. Sedangkan untuk

program studi keuangan dan perbankan dirutunkan tulisan mengenai tabungan,

safe Deposit Box dan masalah perbankan syariah.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada tim editor yang telah bekerja sama

dalam menyukseskan terbitan perdana ini. Besar harapan dari redaksi bahwa para

dosen dari seluruh Indonesia yang berkepentingan dengan publikasi hasil

penelitian dapat berpartisipasi dengan mengirimkan artikelnya ke redaksi.

Semoga bermanfaat

Depok 1 Desember 2013

Pimpinan Redaksi

(4)

Account; Ahmad Abror

Account;Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta 28

 

Hubungan Antara Tingkat Suku Bunga Tabungan dan Kualitas Pelayanan Nasabah dengan Jumlah  Pada BPR Nusamba di Indramayu 

Ahmad Abror

Program Studi Keuangan Dan Perbankan, Politeknik Negeri Jakarta

[email protected]

Abstract 

This research was aimed to measure how strong the relationship between interest rate saving and customer service quality toward customer quantity at BPR Nusamba in Indramayu. The hypothesis of the research are (1) There is positive relationship between interest rate saving and quantity customer, (2) There is positive relationship between customer service quality and quantity customer at BPR Nusamba in Indramayu, (3) There is positive relationship between interest rate saving and customer service quality and customer quantity at BPR Nusamba in Indramayu. Respondents of the research were the customers of BPR Nusamba who are selected based on purposive random samping. Data were collected by using survey through method of documentation and using interview for the customers of BPR Nusamba. Data are analyzed by using Product Moment and Alpha Cronbach. The results of the research were (1) There was a positive relationship between interest rate and customer quantity, (2) There was a positive relationship between customer service quality and customer quantity, (3) There was a positive relationship between interest rate saving and customer service quality and customer quantity.

Key words: saving, interest rate, customer service quality, customer quantity

 

Abstrak 

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara tingkat suku bunga tabungan dan pelayanan nasabah dengan jumlah nasabah. Hipotesis penelitian ini adalah (1) Terdapat hubungan positif antara tingkat suku bunga dengan jumlah nasabah BPR Nusamba, (2) Terdapat hubungan antara pelayanan nasabah dan jumlah nasabah BPR Nusamba di Indramayu, (3) Terdapat hubungan antara tingkat suku bunga tabungan dan pelayanan nasabah dengan jumlah nasabah BPR Nusamba di Indramayu. Responden penelitian ini adalah para nasabah BPR Nusamba yang ditetapkan berdasarkan sampel acak bertujuan. Data dikumpulkan melalui survey dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan alat hitung Product Moment dan Alpha Cronbach. Hasil penelitian ini adalah (1) Terdapat hubungan positif antara tingkat suku bunga dengan jumlah nasabah BPR Nusamba, (2) Terdapat hubungan antara pelayanan nasabah dan jumlah nasabah BPR Nusamba di Indramayu, (3) Terdapat hubungan antara tingkat suku bunga tabungan dan pelayanan nasabah dengan jumlah nasabah BPR Nusamba di Indramayu.

Kata kunci: tabungan, tingkat suku bunga, kualitas pelayanan nasabah, jumlah nasabah

 

Pendahuluan 

Latar Belakang Masalah 

Turunnya  tingkat  kepercayaan  masyarakat  secara  umum  terhadap  sektor  perbankan,  masyarakat  secara  umum  tidak  menyimpan  dananya  di  bank,  telah  banyak  mempengaruhi  aktivitas  Bank  Perkreditan  Rakyat  (BPR)  dan  sejenisnya  dalam  menyediakan  modal  bagi  usaha  kecil  dan  menengah  untuk  mengatasi  kesulitan  dalam  menyediakan  dana  bagi  masyarakat    usaha  Kecil  dan  menengah,  Bank  Perkreditan  Rakyat  (BPR)  dan  sejenisnya  berusaha  menggali  potensi  dana  masyarakat  yang  ada  sehingga  dapat digunakan untuk membiayai usaha‐usaha  yang  secara  ekonomis  dapat  membantu  percepatan  pemulihan  krisis  yang  dihadapi  dengan  mempercepat  usaha‐usaha  dalam  rangka  menggali  potensi  dana  yang  ada  di  masyarakat dapat dilakukan antara lain dengan  cara;  1) Perluasan dan perbaikan Pelayanan kepada  Nasabah  2) Penetapan suku bunga tabungan 1 deposito  dan kredit yang wajar  3) Penambahan Modal    Permasalahan 

Berdasarkan  berbagai  permasalahan  dan  pemikiran  tersebut  diatas,  maka  penulis  dapat  termotivasi  untuk  melakukan  penelitian  dengan  judul:  Hubungan  antara  Tingkat  suku  bunga  Tabungan  dan  Kualitas  Pelayanan  dengan  Jumlah  Nasabah  BPR  Nusamba  di  Indramayu.  

Dalam  penelitian  ini  hanya  akan  membatasi  permasalahan  pada  tiga  variable  saja  yaitu:  Tingkat  suku  bunga  Tabungan,  Kualitas  Pelayanan  dari  BPR  Nusamba  di 

(5)

Account; Ahmad Abror

Account;Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta 29

Indramayu dan Jumlah Nasabah BPR Nusamba  di  Indramayu,  maka  pembatasan  masalah  hanya pada; 

1. Apakah teradapat hubungan antara Tingkat  suku  bunga  Tabungan  dengan  Jumlah  Nasabah BPR Nusamba di Indramayu?  2. Apakah  terdapat  hubungan  antara  Kualitas 

Pelayanan  dari  BPR  Nusamba  dengan  Jumlah  Nasabah  BPR  Nusamba  di  Indramayu? 

3. Apakah  terdapat  hubungan  antara  Tingkat  suku  bunga  Tabungan  dan  Kualitas  Pelayanan  dari  BPR  Nusamba  dengan  Jumlah  Nasabah  BPR  Nusamba  di  Indramayu? 

 

Tujuan Penelitian 

Tujuan  penelitian  ini  mendapatkan  informasi  dan  gambaran  yang  akurat  sehingga  dapat  menjelaskan  pengaruh  variable‐variabel  yang  diteliti  sesuai  dengan  hipotesis  yang  diajukan, maka tujuan dari penelitian ini adalah  sebagai berikut 

1) Hubungan  antara  Suku  bunga  Tabungan  dengan Jumlah Nasabah BPR   Nusamba  di  Indramayu. 

2) Hubungan  antara  Kualitas  Pelayanan  dengan Jumlah   Nasabah BPR  Nusamba  di  Indramayu 

3) Hubungan antara Suku bunga Tabungan dan  Kualitas  Pelayanan  dengan      Jumlah    Nasabah BPR Nusamba di Indramayu.   

Metode Penelitian 

Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  Studi  Lapangan  dengan  studi  kasus pada BPR Nusamba di Indramayu, untuk  menjelaskan  karakteristik  data,  ditandai  dengan hipotesis spesifik serta memiliki desain  penelitian  yang  terstruktur,  Penelitian  akan  dilakukan  dengan  cara  penelitian  langsung  ke  lapangan (field research). 

 

Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 

Populasi  yang  dijadikan  sampel  dalam  penelitian  ini  adalah  nasabah  tabungan  BPR  Nusamba  di  Indramayu.  Pengambilan  sampel  berdasarkan  teknik  Random  Sampling.  Karena  keterbatasan  biaya,  waktu,  dan  tenaga  maka  sampel  diambil  sebanyak  30  nasabah  dari  seluruh populasi. 

 

Teknik Analisa Data 

Data  yang  terkumpul  pada  penelitian  ini  kemudian  dianalisis  secara  29tatistic  yaitu  suatu  proses  penyederhanaan  data  ke  dalam  bentuk dan susunan yang lebih sederhana dan  mudah  dibaca  dan  di  interpretasikan.  Setelah  data  terkumpul  pada  penelitian  ini  lalu 

dianalisis  dengan  cara  29tatistic  yaitu  suatu  proses  penyederhanaan  data  ke  dalam  bentuk  dan susunan yang lebih sederhana dan mudah  dibaca  dan  di  interpretasikan,  baik  secara  29tatistic deskriptif yang akan digunakan untuk  menyajikan  data  masing‐masing  variable,  penelitian  secara  tunggal  maupun  secara  bersama‐sama.    Yaitu  variable  Pengaruh  Tingkat  Suku  bunga  dan  Kualitas  Pelayanan  dengan  jumlah  nasabah,  29tatistic  inferensial  yang  akan  digunakan  untuk  menguji  hipotesis  penelitian.  

Data  yang  terkumpul  disusun  dalam  suatu  sususunan  table  yang  merupakan  hasil  kolektifitas  dan  perhitungan  data,  29tati  yang  tersusun  dianalisa  dengan  alat  analisa  29tatistic, dan dihitung nilai median, mean dan  kelas intervalnya. Sebelum pengujian hipotesa,  data  dihitung  tingkat  normalitasmya,  dengan  alat uji normalitas.  

Pengujian  hubungan  antara,  variable  independen  Tingkat Suku bunga Tabungan (X1), 

29tatisti  independen,  Pengaruh  Kualitas  Pelayanan  (X2),  dengan  variable  dependen 

Jumlah nasabah (Y), digunakan alat uji korelasi  product moment. Sedangkan untuk mengetahui  seberapa besar hubungan dari variable‐variabel  independen  terhadap  variable  dependen  digunakan  perhitungan  29tatistic  regresi  sederhana. Rumus yang digunakamya adalah;  Y = b0 + b1X1 + b2X2 Dimana  b0   = adalah Konstanta   b1   = adalah Koefisien regresi  X1, b2   = adalah Koefisien regresi X2    Hasil Penelitian Dan Pembahasan  Deskripsi Data 

Data  yang  diteliti  sesuai  dengan  judul,  terdiri  dari  tiga  variable  adalah  2  (dua)  variabel  bebas  yaitu  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  (X1)    dan  Pelayanan  Nasabah      (X2)  serta      1    (satu)    variable  tidak  bebas,  yaitu   Jumlah Nasabah   (Y). 

 

1. Variabel  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan   (X1) 

Nilai  Murni  yang  diharapkan  dari  data  Variabel Tingkat Suku Bunga Tabungan  (X1) 

skor  teoritiknya  antara  4  sampai    16  merupakan  nilai  murni  dari  hasil  penelitian  ini,  perhitungan  jawaban  angket  yang  disebarkan  kepada  25  responden  dan  yang  berhasil dikembalikan hanya 21 angket atau  hanya 92 % dari jumlah yang direncanakan  ternyata  skor  empiriknya  berada  antara  7  sampai  dengan  16.    Data  yang  terkumpul  selanjutnya  dihitung  dengan  menggunakan  perhitungan statistik diperoleh rentang skor  9,  rata‐rata  12,095  median  11,    deviasi 

(6)

Account; Ahmad Abror

Account;Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta 30

standar  2,548  dengan  banyaknya  kelas  5 

dan  panjang  kelas  2.    Distribusi  frekuensi  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  (Xdilihat dalam tabel 1 berikut;  2)  dapat   

Tabel 1  

Variabel Tingkat Suku Bunga Tabungan  (X1) 

No  Kls  

Interval  Absolut F   relatif f(%)   Frek. Kumulatif 

1  7 – 8  1  0,05  1,05  2  9 – 10  5  0,24  5,24  3  11 – 12  6  0,29  6,29  4  13 – 14  5  0,24  5,24  5  15 – 16  4  0,19  4,19      21  1,00     

Dari  data  yang  tertera  dalam  tabel  2.  tersebut di atas, frekuensi skor Tingkat Suku  Bunga Tabungan  (X1)  dapat diklasifikasikan 

menjadi  skor  tinggi,  sedang  dan  rendah.  Berdasarkan hasil perhitungan menunjukan  bahwa  Variabel  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  (X1) yang berada pada klasifikasi 

tingggi  adalah  9  responden  atau  43,24  %, 

klasifikasi  Skor  sedang  11  responden  atau  52%  dan  Klasifikasi  skor  rendah  1  responden atau 4,76%.   Dari hasil tersebut  dapat  dinyatakan  bahwa  secara  umum  Variabel Tingkat Suku Bunga Tabungan (X1) 

berada dalam katagori sedang.  Dari gambar  3  diagram  histogram  berikut  ini  dapat  dilihat keadaan Variabel Tingkat suku bunga 

Gambar 2 

Histogram Tingkat Suku Bunga Tabungan  (X1) 

2. Variabel Pelayanan Terhadap  Nasabah   (X2) 

Nilai  Murni  yang  diharapkan  dari  data  Variabel Pelayanan terhadap Nasabah   (X2) 

skor  teoritiknya  antara  5  sampai  20.  dari  hasil  penelitian  ini  perhitungan  jawaban  angket  yang  disebarkan  kepada  25  responden  dan  yang  berhasil  dikembalikan  hanya  21  angket  atau  hanya  84%  dari  jumlah  yang  direncanakan  merupakan  responden,  ternyata  skor  empiriknya 

berada  antara  6  sampai  dengan  20.  Data  yang  terkumpul  selanjutnya  dihitung  dengan  menggunakan  perhitungan  statistik  diperoleh rentang skor 14, rata‐rata 12,571,  median  12,  deviasi  standar  3,776  dengan  banyaknya  kelas  5  dan  panjang  kelas  2.   Distribusi  frekuensi  Variabel  Pelayanan  Nasabah      (X2)  dapat  dilihat  dalam  table  2, 

berikut ini;    No  Kls  Interval  f  absolut  f (%)  Relatif  f (%)  Kumulatif  1  8 ‐ 10  4  0,19  4,19  2  11 ‐ 12  7  0,33  7,33  3  13 ‐15  6  0,29  6,29  4  16 ‐ 17  3  0,14  6,14  5  18 ‐20  1  0,05  1,05      21  1,00      0 1 2 3 4 5 6 6,5 10,5 12,5 15,5 16,5

(7)

Account; Ahmad Abror

Account;Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta 31

Dari  data  yang  tertera  dalam  tabel  2  tersebut  di  atas,  frekuensi  skor    dapat  diklasifikasikan  menjadi  skor  tinggi,  sedang  dan rendah, skor tertinggi di dapat dari skor  rata‐rata ditambah dengan 1 (satu) standar  Deviasi  ke  atas,  skor  sedang  dari  nilai  rata‐ rata  ditambah  atau  dikurangi  1  (satu)  standar  deviasi,  dan  skor  terendah  adalah  nilai  rata‐rata  dikurangi  1  (satu)  standar  deviasi  ke  bawah.  Berdasarkan  hasil  perhitungan  menunjukan  bahwa  Variabel 

Pelayanan  terhadap  Nasabah      (X2)  yang 

berada  pada  klasifikasi  tingggi  adalah  4  responden atau 19%, klasifikasi Skor sedang  9  responden  atau  43  %  dan  Klasifikasi  skor  rendah  4  responden  atau  38%.  Dari  hasil  tersebut  dapat  dinyatakan  bahwa  secara  umum  Variabel  Pelayanan  Nasabah      (X2) 

berada dalam katagori sedang. Dari gambar  4  diagram  histogram  berikut  ini  dapat  dilihat keadaan tingkat pelayanan terhadap  nasabah (X2) 

Gambar 3  Histogram frekuensi Variabel Pelayanan Nasabah   (X2)  3. Variabel Jumlah Nasabah   (Y) 

      Nilai  Murni  yang  diharapkan  dari  data  Variabel  Jumlah  Nasabah      (Y)  skor  teoritiknya  antara  4  sampai  16  dari  hasil  penelitian  ini  perhitungan  jawaban  angket  yang disebarkan kepada 25 responden  yang  berhasil dikembalikan hanya 21 angket atau  hanya 84 % dari jumlah yang direncanakan,   ternyata  skor  empiriknya  berada  antara  9 

sampai  dengan  20.    Data  yang  terkumpul  selanjutnya  dihitung  dengan  menggunakan  perhitungan  statistik  diperoleh  rentang  skor11, rata‐rata 31,667 median 13,  deviasi  standar  3,337  dengan  banyaknya  kelas  5  dan  panjang  kelas  2.  Distribusi  frekuensi  Pelayanan  Nasabah  dapat  dilihat  dalam  tabel 3, berikut; 

 

  Tabel 3  

Variabel Jumlah Nasabah (Y) 

NO  Kls interval  F absolut  f(%)  Relatif  f(%)  Kumulatif 

1  9 ‐ 11  7  0,33  0,33  2  12 ‐ 14  8  0,38  0,38  3  15 ‐ 17  2  0,10  0,10  4  18 ‐ 20  3  0,14  0,14  5  21 ‐ 23  1  0,05  0,05      21  1,00  1,00   

Dari  data  yang  tertera  dalam  tabel  4  tersebut  di  atas,  frekuensi  skor  Jumlah  Nasabah   (Y) dapat diklasifikasikan menjadi  skor tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan  hasil  perhitungan  menunjukan  bahwa  Jumlah  Nasabah      (Y)  yang  berada  pada  klasifikasi  tingggi  adalah  4  atau  19,4%, 

klasifikasi  Skor  sedang  10  atau  47,6%  dan  Klasifikasi  skor  rendah  7  atau  33%.    Dari  hasil  tersebut  dapat  dinyatakan  bahwa  secara  umum  Jumlah  Nasabah  (Y)  berada  dalam  katagori  sedang.    Dari  gambar  5  diagram  histogram  berikut  ini  dapat  dilihat  keadaan Variabel Jumlah Nasabah (Y). 

0

2

4

6

8

10

7,5

10,5 12,5 15,5 17,5 20,5

(8)

Account; Ahmad Abror

Account;Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta 32

Gambar 4  

Histogram Jumlah Nasabah   (Y) 

Pembahasan Hasil Penelitian 

Analisis  korelasi  yang  dilakukan  untuk  tiap variable didapat hasil sebagai berikut:  Dari  hasil  perhitungan  korelasi  menunjukan  bahwa  antara  Variable  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan variabel Pelayanan terhadap nasabah, baik  sendiri‐sendiri  maupun  bersama‐sama  mempunyai  hubungan  yang  positif  dengan  variable Jumlah Nasabah. 

Dengan  demikian  hubungan  yang  terjadi  antara  variable  tersebut  menunjukan  bahwa  variable  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan  variable  Pelayanan  dapat  berdampingan  mempengaruhi  variable  Jumlah  Nasabah.  Dengan  kata  lain  peningkatan  intensitas  kegiatan  atau  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan  Pelayanan  terhadap  nasabah  akan  dapat  meningkatkan  Jumlah  Nasabah,  hubungan  positif  variabel  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan  variabel  atau  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dapat  menjelaskan  atau  bahkan  meramalkan atau sebagai predictor. 

Jumlah  Nasabah,  sebagai  respon  dari  variabel  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan  variable Pelayanan terhadap Nasabah. 

Seberapa  kuat  hubungan  antara  predictor  dengan  respon,  sehingga  predictor  dapat  digunakan  sebagai  dasar  untuk  menelusuri,  menjelaskan  dan  meramalkan  terjadinya  perubahan  respon,  untuk  itu  perlu  ditelaah  seberapa  besar  sumbangan  atau  konstribusi  predictor  respon  dengan  melihat  besarnya  koefisien  arah  persamaan  garis  regresi. 

Dari  studi  yang  dilakukan  terlihat  bahwa  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  mempunyai  hubungan  yang  positif  dengan  Jumlah  Nasabah.  ini  berlaku  juga  bagi  Pelayanan  yang  diberikan  terhadap  nasabah.   Untuk jelasnya hubungan antara kedua variable  bebas  dengan  variable  tidak  bebas  dapat  diuraikan dalam penjelasan berikut. 

 

1. Hubungan  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan   dengan  Jumlah Nasabah   

Hasil  pengujian  hipotesis  pertama  menyimpulkan  bahwa  terdapat  hubungan  positif  antara    Tingkat  suku  bunga  tabungan  dengan  Jumlah  Nasabah.    Hubungan  tersebut  ditunjukan oleh koefisien korelasi dimana t hitung 

sebesar 2.75 dan signifikansi koefisien regresi F   =      7,5    yang  sangat  signifikan  pada  taraf  signifikansi  α    =    0.01.    Pola  hubungan  antara  dua variable ditunjukan oleh persamaan regresi  

Y  = 0,92455 +  0,0062 X1,  persamaan ini dapat 

memprediksikan  bahwa  setiap  perubahan  1  (satu) unit Tingkat Suku Bunga Tabungan  akan  mengakibatkan  terjadinya  perubahan    Jumlah  Nasabah    sebesar  0,62  unit  satuan.  Pada  konstanta 0.92455. Selanjutnya analisis korelasi  sederhana  antara  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dengan  Jumlah  Nasabah    memperoleh harga korelasi ry1 sebesar 0,0627.  

Nilai ini berarti bahwa hubungan antara Tingkat  Suku Bunga Tabungan dengan Jumlah Nasabah  positif dan ternyata pengaruhnya cukup tinggi.   Artinya  perubahan  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan akan meningkatkan Jumlah Nasabah  secara signifikan sebesar 6,27 persen. 

   

Besarnya  konstribusi  tingkat  suku  bunga  tabungan  terhadap  nasabah  dengan  Jumlah  Nasabah  dapat  diketahui  dari  hasil  pengkuadratan  nilai  koefisien  korelasi  sederhananya  yang  setelah  dihitung  diketahui  sebesar  (0,4762)2  =  0,00394.    Secara  statistik  angka ini menggambarkan bahwa kurang lebih  26.0%  variasi  perubahan    Jumlah  Nasabah  ditentukan oleh variasi perubahan Tingkat Suku  Bunga  Tabungan  dengan  pola  hubungan  fungsionalnya  seperti  yang  ditunjukan  oleh  persamaan regresi  Y  = 0,92455 +  0,0062 X1   

0

1

2

3

4

5

6

7

8

8,5

11,5 14,5 17,5 20,5 23,5

(9)

Account; Ahmad Abror

Account;Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta 33

2. Hubungan  Tingkat  Pelayanan  terhadap  Nasabah dengan  Jumlah Nasabah    

Hasil  pengujian  hipotesis  kedua  menyimpulkan  bahwa  terdapat  hubungan  positif  antara  Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah  dengan  Jumlah  Nasabah.    Hubungan  tersebut  ditunjukan  oleh  koefisien  korelasi  dimana t hitung sebesar 0,27384 dan signifikansi 

koefisien  regresi  F    =    77,  4546    yang  sangat  signifikan pada taraf signifikansi   =  0.01.  Pola  hubungan  antara  dua  variable  ditunjukan  oleh  persamaan  regresi      Y    =    8,376    +    0,422  X2,  

persamaan  ini  dapat  memprediksikan  bahwa  setiap  perubahan  1  (satu)  jenis  Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah  akan  mengakibatkan  terjadinya  perubahan    Jumlah  Nasabah  sebesar  0,422  unit  satuan,    pada  konstanta  sebesar  8,376.  Selanjutnya  analisis  korelasi  sederhana  antara  variable  Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah    dengan  Jumlah  Nasabah  memperoleh  harga  korelasi  ry2 

sebesar  0,4762    Nilai  ini  berarti  bahwa  hubungan  antara  Tingkat  Pelayanan  dengan   Jumlah  Nasabah    cukup  tinggi  dan  positif.   Artinya  makin  besar  intensitas  atau  Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah  akan  meningkatkan Jumlah Nasabah atau sebaliknya.  Besarnya  konstribusi  Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah  dengan  Jumlah  Nasabah    dapat  diketahui  dari  hasil  pengkuadratan  nilai  koefisien  korelasi  sederhananya  yang  setelah  dihitung  diketahui  sebesar  (0.4762)2  =  0.2268    Secara  statistik  angka ini menggambarkan bahwa kurang lebih  22,68%  variasi  perubahan    Jumlah  Nasabah  ditentukan  oleh  variasi  perubahan  dan  intensitas  kegiatan  atau  Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah  dengan  pola  hubungan  fungsionalnya  seperti  yang  ditunjukan  oleh  persamaan regresi Y  =  8,376  +  0,422 X2 

 

3. Hubungan  antara  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan  Tingkat  Pelayanan    terhadap  nasabah  dengan    Jumlah  Nasabah  

Hasil  pengujian  hipotesis  pertama  menyimpulkan  bahwa  terdapat  hubungan  positif  antara  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan  Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah  dengan  Jumlah  Nasabah.Hubungan  tersebut  ditunjukan oleh signifikansi koefisien regresi F =  11,2571  yang  sangat  signifikan  pada  taraf  signifikansi  =    0.01.  Pola  hubungan  antara  variable‐variabel  tersebut  ditunjukan  oleh  persamaan regresi    Y  = 7,67 + 0,42 X1  +  0,067 

X2 persamaan ini dapat memprediksikan bahwa 

setiap  perubahan  1  (satu)  unit  skor  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan    dan  1  (satu)  unit  skor 

Tingkat  Pelayanan  terhadap  nasabah  akan  mengakibatkan  terjadinya  perubahan    Jumlah  Nasabah  sebesar  0,42  unit    nasabah  pada  konstanta sebesar 7,67 unit satuan. 

   

Kesimpulan 

Berdasarkan  hasil  analisis  data  yang  telah  diuraikan,  di  atas  maka  dapat  diambil  beberapa kesimpulan sebagai berikut; 

a. Terdapat  hubungan  positif  antara  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dengan  Jumlah  Nasabah.  Hal  ini  menggambarkan  bahwa  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  yang  lebih  tinggi  akan  menyebabkan  naiknya  Jumlah  Nasabah  di  BPR,  ini  membuktikan  bahwa  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  menjadi  salah  satu  pertimbangan  Nasabah  dalam  melakukan  transaksi  di  BPR.      Hubungan  kedua  Variabel  terlihat  dari  koefisien  korelasi  ry1  sebesar  0,63,  dan  Tingkat  Suku 

Bunga  Tabungan  memberikan  konstribusi  terhadap  Jumlah  Nasabah  di  BPR    sebesar  26.0%. Sedangkan dari hasil analisis regersi  diperoleh persamaan 

^

Y

 = 32.647 ‐ 0.407X1 

,  yang  berarti  setiap  perubahan  atau  peningkatan  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  (X1) akan meningkatkan Jumlah Nasabah di 

BPR sebesar  0,407 unit atau 40,7%. 

b. Terdapat  hubungan  positif  antara  Pelayanan  Terhadap  Nasabah  dengan  Jumlah  Nasabah.    Hal  ini  menggambarkan  bahwa  Pelayanan  Terhadap  Nasabah    yang  lebih  baik  akan  menyebabkan  bertambahnya  pandangan  serta  keinginan   para  

 

c. Nasabah  pada  BPR  sebagai  tempat  pilihan  dalam  melakukan  transaksi  keuangannya.  Hubungan  kedua  Variabel  terlihat  dari  koefisien  korelasi  ry2  sebesar  0.660,  dan 

Pelayanan  Terhadap  Nasabah  memberikan  konstribusi  terhadap  Jumlah  Nasabah  di  BPR  sebesar  6.0%.  Sedangkan  dari  hasil  analisis regersi diperoleh persamaan 

^

Y

 = ‐ 0.17411  +  0.00429  X2,  yang  berarti  setiap 

perubahan  atau  peningfkatan  kualitas  Pelayanan  Terhadap  Nasabah  (X2)  akan 

meningkatkan  Jumlah  Nasabah  di  BPR  sebesar 0,0429 unit atau 4.29%. 

d. Terdapat  hubungan  positif  antara  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  dan  Pelayanan  Nasabah  terhadap  Jumlah  Nasabah.   Hubungan  tersebut  ditunjukan  oleh  koefisien  korelasi  dimana  t hitung  sebesar  –

2,842 dan signifikansi koefisien regresi F  =  ‐ 16,0  yang  sangat  signifikan  pada  taraf 

(10)

Account; Ahmad Abror

Account;Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta 34

signifikansi  α    =    0.01.    Pola  hubungan  antara variable‐variabel tersebut ditunjukan  oleh persamaan regresi 

^

Y

 = ‐4825,3726 –  0,532  X1  +  145,2  X2,  persamaan  ini  dapat 

memprediksikan bahwa setiap perubahan 1  (satu)  unit  Tingkat  Suku  Bunga  Tabungan  akan  mengakibatkan  terjadinya  perubahan   Jumlah  Nasabah  di  BPR  pada  konstanta  sebesar  145,2  +  0,532  X1  dan  setiap 

perubahan  1  (satu)  unit  skore  Pelayanan  Terhadap  Nasabah  akan  mengakibatkan  terjadinya  perubahan    Jumlah  Nasabah  di  BPR  pada  konstanta  sebesar  0,532  +  145,2  X2  pada konstanta 4825,372 

 

Kepustakaan 

Barnes,  G,  James.  Penterjemah:  Winardi,  Andreas.2003.  Secret  of  customer  relationship  Management.  Yogyakarta:  Penerbit Andi. 

Boone,  Louis,  E  Kurtz,  David,  L.  1996.  Contemporary Marketing. New York: The  Dryden Press 

Business News. 2003 dan Th 2004 

Cravens,  David,  W.  Penterjemah:  Salim,  Lina.  1996.  Pemasaran  Strategis.  Jakarta:    Erlangga  

Ennew,  Christine.  Watkins,  Trevor.  Wright,  Mike.  1995.  Marketing  Financial   

Service.  Oxford:      Butterwoth 

Heinenmann Ltd. 

Foster, Timothy, R, V. Penterjemah: Agus Teguh  H.  2002.  Customer  Care.  Memberi  Perhatian  Pada  Pelanggan.  Jakarta:  PT 

Elex Media Komputindo. 

Gaspersz  Vincent.  Penterjemah:  Yayasan  Indonesia  Emas  dan  Gramedia.  1997.  Manajemen Bisnis Total: Gramedia.  Greede,  Robert.  Penterjemah:  Suminto,  Harry.  2002.  Naked  Marketing  Batam  Center:  Interaksara 

Monroe  Kent  B.  Penterjemah:  Elek  Media  Komputindo.  Gramedia.  Kebijakan  Harga. 1992. Jakarta 

Porter  Michael  E.  Penterjemah:  Bina  Rupa  Aksara. 1994. Keunggulan Bersaing. Bina  Aksara. Jakarta. 

Reidenbach,  Eric.  1994.  The  Bank  Marketing  Handbook. Printed in The United State of  America: A Bank Line Publication, IRWIN  Professional Publishing.  

Republika Januari 2004 Fatwa MUI tentang riba   Saad,  Syofyan.  2001.  Pedoman  Penulisan  Tesis 

PPs  UHAMKA.  Jakarta:  Program 

Pascasarjana Unversitas Muhammadiyah  Prof. Dr. HAMKA. 

Singarimbun,  Masri.  Effendi,  Sofyan.1998.  Metode  Penelitian  Survai.    Jakarta:  LP3ES. 

Sudjana.  1996.  Metode  Statistika.  Bandung:  Penerbit Tarsito 

Woodruff, Robert. Gardial, F, Sarah. First Indian  Edition  2000.  Latest  Approaches  to  Uderstanding  Customer  Values  &  Satisfaction.  New  Delhi:  Shahzada  Bagh  Indl. Efficient Offset Printers. 

   

(11)

Petunjuk Umum

Setiap artikel yang dikirmkan dapat berupa 'laporan' suatu penelitian yang telah dilaksanakan

sebelumnya atau review literatur yang memberikan gagasan baru. Format umum penulisan artikel

adalah sebagai berikut: 1) judul artikel dalam bahasa Indonesia 2) nama pengarang, lembaga, dan

alamat serta alamat email; 3) abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris; 4) pendahuluan; 5)

metodologi; 6. Pembahasan; 7) Kesimpulan dan atau rekomendasi; 8) dan 9) kepustakaan. Artikel

menggunakan bahasa ilmiah baku, baik dalam bahasa Inggris atau Indonesia.

Petunjuk Penulisan

Naskah diketik dalam satu spasi, menggunakan font Arial; ukuran 10 inch; dan menggunakan program

Word for Windows, maksimal 10 halaman A4 atau dengan ukuran kertas (210 x 297 mm).

Judul

Judul artikel ditulis dengan huruf regular rata tengah, menggunakan font Arial ukuran 13 pt bold. Judul

dirangkai dalam 13 kata dalam bahasa Indonesia. Nama penulis ditulis di bawah judul dengan format

font arial ukuran 12 pt. Cantumkan nama program studi dan instansi penulis. Penulis kedua, ketiga dst

dicantukkan dibawah dengan tetap menyebutkan nama program studi, nama instansi dan email masing

masing masing.

Abstrak

Di dalam abstrak harus tercantum secara jelas latar belakang penelitian, tujuan penelitian, metodologi

dan analisis, serta kesimpulan akhir. Abstrak dan keywords ditulis dengan spasi tunggal, huruf yang

digunakan adalah arial, ukuran huruf 10 pt dan ditulis miring atau dengan format Italic dan ditulis

dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jumlah kata dalam abstrak maksimum 250 kata.

Isi

Artikel ditulis dengan format justify menggunakan font Arial ukuran 10 pt. Dibuat 2 kolom dengan ada

garis ditengah pemisah kolom. (line in bewtween).

Sub Judul

Sub judul ditulis dengan format title case, yaitu huruf awal pada sauatu kata diawali huruf besar,

menggunakan font Arial ukuran 11 pt. Ditulis huruf tebal tanpa garis bawah.

Gambar dan Tabel

Judul tabel/ gambar harus lengkap tetapi tidak boleh terlalu panjang, maksimal 13 kata. Judul

tabel/gambar harus mengandung beberapa unsur, yaitu: jenis, letak/ lokasi, dimensi waktu, serta rincian

mengenai satuan, wilayah, serta keterangan lain.

Penulisan judul tabel/gambar menggunakan huruf tebal dan besar, dengan alignmen rata tengah. Judul

tabel diletakkan di atas tabel, sedangkan Judul Gambar diletakkan di bawah gambar. Jarak antara tabel/

gambar dengan paragraf sebelumnya maupun sesudahnya adalah 1 spasi.

Huruf di dalam tabel/gambar berukuran lebih kecil yaitu 10 pt. Penulisan sumber pada tabel/gambar

menggunakan ukuran huruf yang sama yaitu 10 pt diletakkan di bawah tabel pada tepi batas kiri tabel,

sedangkan untuk gambar diletakkan dibawah gambar sebelum judul gambar dengan alinemen tengah.

Jenis font yang digunakan tetap sama yaitu Arial.

Daftar Pustaka

Ketentuan umum yang harus diperhatikan adalah Daftar pustaka ditulis dengan spasi tunggal

menggunakan font Arial dengan ukuran 10 pt. Jarak antara pustaka yang satu dengan lainnya adalah 1

spasi. Jika satu judul buku penulisannya lebih dari satu baris, maka baris kedua dan seterusnya

penulisannya masuk ke dalam (indent) sebesar 1 centimeter serta diharapkan daftar pustaka tidak hanya

bersumber dari buku, namun juga beberapa jurnal yang sesuai.

Untuk memudahkan dan memandu anda dalam penulisan artikel silahkan kirim email ke

[email protected] dengan subject Format

(12)

Diterbitkan oleh Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta

Jln Prof. Dr. Ir. G.E. Siwabessy. Kampus UI Depok.

Gedung F Lantai 2, Telp 021-7862537, Fax 021-7863537

[email protected]

Referensi

Dokumen terkait

menunjukkan bahwa persentase pemanfaatan rutin perawatan gigi secara signifikan lebih rendah pada wanita hamil dengan karakteristik berusia kurang dari 30 tahun, menyikat

Dosen Program Studi Pendidikan Matematika yang telah memberikan bimbingan dan ilmunya selama belajar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.. Segenap guru, kepala

Karya ilmiah ini harus dilaksanakan oleh Dosen I K I P Padang dalam rangka.. meningkatkan mutu, baik sebagai dosen maupun

Kata yang bercetak miring pada kalimat di atas merupakan penunjuk nomina yang termasuk dalam bentuk nomina abstrak atau nomina yang tidak dapat dilihat oleh panca

Pengaturan tersebut ada yang menerima kewenangan konstitusional dari UUD, terdapat pula beberapa lembaga atau institusi yang diatur kewenangannya dalam UUD, dan terdapat pula

Perbedaan penelitian yang dilakukan Franklin Asido Rossevelt, Tjahjanulin Domai dan Suwondo dengan penelitian yang penulis kaji tentang Dinamika Fungsi Pengawasan

Bidang Tata Operasional mempunyai tugas melaksanakan koordinasi perencanaan dan perumusan bahan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, serta evaluasi pelaksanaan

Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang telah memberikan.. semangat dalam penyusunan