• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sintesis Membran Poliuretan Berbasis Bahan Alam SINTESIS MEMBRAN POLIURETAN BERBASIS BAHAN ALAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sintesis Membran Poliuretan Berbasis Bahan Alam SINTESIS MEMBRAN POLIURETAN BERBASIS BAHAN ALAM"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

SINTESIS MEMBRAN POLIURETAN BERBASIS

BAHAN ALAM

Marlina

Saiful

Mustanir

Sitti Saleha

Fathur Rahmi

Murniana

Khairan

Alam

(2)

SINTESIS MEMBRAN POLIURETAN BERBASIS BAHAN ALAM

Penyusun : Marlina Saiful Mustanir Sitti Shaleha Murniana Fathur Rahmi Khairan Narasumber : Salfauqi Nurman, M. Si Mutia Farida, S. Pd.I, M. Si

Fitriani, S. Pd.I, M. Si Imam Tanthawi, S.Si Siti Wahidah, S.Si

Cyntia

Editor :

Mutia Farida, S. Pd.I, M. Si

Desain Cover : Mahmudi, M. Si.

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada umat-Nya sehingga buku

yang

berjudul

“Sintesis Membran poliuretan Berbasis Bahan Alam” telah dapat diselesaikan. Shalawat beriring salam kita sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan parasahabatnya sekalian yang karena beliaulah kita dapat merasakan betapa bermaknanya alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini.

Buku ini merupakan penjabaran tentang buku merupakan hasil penelitian tentang sintesa membran poliuretan dari berbagai bahan alam aceh, khususnya minyak nabati dan rumput laut.

Ucapan terima kasih kepada Tim Penyusun danpihak – pihak yang membantu terselesaikannya buku ini. Semoga amalnya diterima Allah sebagai amal jariyah dan buku ini dapat bermanfaat.

Wassalamualaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh

BandaAceh,Oktober 2017 Penulis

(4)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... DAFTAR ISI ... BAB I :Membran ... 1 1.1. Definisi ... 1 1.2. Klasifikasi Membran ... 2 1.3. Pembuatan Membran... 13 BAB II : Poliuretan ... 15 2.1. Definisi ... 15 2.2. Membran Poliuretan ... 16

2.3. Bahan Pembentuk PU... 17

BAB III : Karakterisasi ... 22

3.1. Karakterisasi Membran ... 22

3.2. Isolasi dan Karakterisasi Bahan Penyususn Membran... 26

BAB IV : Castor Oil ... 35

4.1. Tumbuhan Jarak Ricinus communis L ... 35

4.2. Castor Oil ... 36

4.3. Pembuatan Membran Poliuretan ... 41

4.4. Karakterisasi Membran PU... 46

4.5. Proses Osmosis Balik (Reverse Osmosis) ... 51

BAB V : Jatropha Oil ... 54

5.1. Tumbuhan Jarak Jatropha curcas... 54

5.2.Jatropha Oil... 54

5.3. Pembuatan Membran Poliuretan ... 57

5.4. Karakterisasi Membran Poliuretan ... 60

BAB VI : Minyak Karet ... 66

6.1. Tumbuhan Karet ... 66

6.2. Minyak Biji Karet... 68

6.3. Sintesis Membran Poliuretan... 71

6.4. Karakterisasi Membran Poliuretan ... 75

BAB VII : Minyak Alpukat ... 84

7.1. Tumbuhan Alpukat (Persea americana mill)... 84

7.2. Minyak Biji Alpukat (Avocado Seed Oil)... 85

7.3. Sintesis Membran Poliuretan (PU)... 91

7.4. Karakterisasi Membran PU ... 95

BAB VIII : Minyak Nyamplung ... 105

8.1. Tumbuhan Nyamplung ... 105

8.2. Minyak Biji Nyamplung... 105

8.3. Pembuatan Membran Poliuretan ... 111

(5)

BAB IX : Rumput Laut ... 120

9.1. Rumput Laut ... 120

9.2.Karagenan ... 120

9.3. Isolasi Karagenan dari Rumput Laut Merah ... 123

9.4. Pembuatan Membran PU... 127

9.5. Karakteristik Membran ... 131

(6)

BAB 1 MEMBRAN 1.1 Definisi

Membran dapat diartikan sebagai diafragma yang memungkinkan materi yang mempunyai ukuran yang lebih kecil dari ukuran pori-pori membran untuk berdifusi. Proses pemisahan yang merupakan perpindahan materi secara selektif disebabkan karena adanya daya dorong seperti gradien temperatur (T), gradien konsentrasi (C), gradien tekanan (P), dan potensial listrik (E) (Mulder, 1996; Winston & Kamalesh, 1992). Proses pemisahan dua fasa dengan menggunakan membran dapat dilihat pada Gambar 1.1, sedangkan gaya dorong pada berbagai proses pemisahan menggunakan membran dapat dilihat pada tabel 1.1.

fasa 1 membran fasa 2

Gambar 1.1 Skema pemisahan sistem dua fasa menggunakan membran Sumber : Mulder, 1996

Penggunaan membran secara komersial pertama kali dikembangkan oleh Sartorius di Jerman setelah perang dunia pertama. Kemudian Loeb dan Sourirajan berhasil menerapkan proses membran pada industri dengan penemuan dan pengembangan membran asimetrik pada tahun 1963.

permeat umpan

Gaya dorong (T), (C), (P), (E)

(7)

Gambar 9.7. Kromatogram dari karagenan

Gambar 9.8. Spektroskopi massa dari karagenan

Gambar 9.8 merupakan spektroskopi massa dari karagenan, di mana pada kelimpahan optimum didapatkan pada waktu retensi 4,38 menit, yang ditandai sebagai Estra 1,3,5 (10)-trien-17-one dengan kelimpahan sebesar 25,88 %. Komponen lainnya adalah cycloheptasiloksan pada waktu retensi 5,35 menit dengan kelimpahan 23,5 %.

(8)

9.4 Pembuatan Membran Poliuretan

Larutan dope adalah larutan yang dibuat dari campuran bahan polimer, aditif dan pelarut sebagai bahan dasar pembentukan membran. Karakteristik dari larutan ini sangat ditentukan dari bahan-bahan yang digunakan, misalnya warna dan kekentalan. Proses pembuatan larutan dope PU dari karagenan dan TDI dapat dilihat pada Gambar 9.9.

Gambar 9.9. Larutan dope PU

Pada penelitian ini larutan dope dibuat dari tepung karagenan dengan variasi konsentrasi 5 – 35 % (b/v) dengan interval 2,5 gram, serta TDI sebagai reagen pembentuk poliuretan (PU) pada temperatur 60 – 90 oC. Semakin banyak konsentrasi karagenan yang diberikan maka semakin kental larutan dope yang dihasilkan. Hal ini dapat dipahami bahwa semakin banyak karagenan maka kesempatan pembentukan gugus uretan dari gugus gugus –OH (karagenan) dengan –NCO (TDI) akan semakin besar, dan molekul PU yang dihasilkan semakin besar.

Temperatur dapat meningkatkan kecepatan reaksi antara karagenan dan TDI, hal ini dapat dilihat pada temperatur di atas 80oC, pembentukan dope sangat cepat terjadi. Bila reaksi dibiarkan sampai 10 menit, maka larutan dope akan mengental dan berwarna hitam. Bila temperatur dinaikkan terus sampai 90 oC maka terbentuk larutan dope yang berbentuk gel, tetapi langsung terbentuk busa PU. Kenaikan temperatur kemungkinan menyebabkan gugus –NCO menjadi lebih reaktif, sehingga sangat cepat

(9)

membentuk ikatan silang dalam PU, yang menyebabkan udara terperangkap di dalamnya sehingga membentuk busa.

Mekanisme reaksi pembentukan PU dari karagenan dan TDI dapat dilihat pada Gambar 9.10.

Gambar 9.10. Reaksi antara karagenan dengan TDI

Membran PU dibuat dari larutan dope dengan berbagai variasi konsentrasi karagenan, waktu dan temperatur. Pencetakan dilakukan di dalam cawan petri dengan ketebalan kira-kira 0,1 µm. Untuk mengatur ketebalan membran tersebut maka jumlah larutan dope yang digunakan harus berkisar 12 mL, dan akan menghasilkan membran dengan ukuran diameter 10 cm. Proses pencetakan membran dapat dilihat pada Gambar 9.11.

(10)

Gambar 9.11 Proses pencetakan membran PU

Beberapa bentuk membran PU yang dihasilkan pada temperatur ≥ 70 oC dapat dilihat pada Gambar 9.12.

(a) (b) (c)

Gambar 9.12. Membran PU dengan konsentrasi 7,5 (b/v) yang disintesis pada temperatur (a) 70oC, (b) 80 oC, dan (c) 90oC

Dari Gambar 9.12 tampak bahwa semakin tinggi temperatur maka membran yang dihasilkan berwarna hitam dan semakin mengkerut (shrinked), sehingga tidak dapat digunakan untuk penyaringan. Hal ini kemungkinan telah terjadi oksidasi terhadap larutan dope, oleh karenanya proses sintesis membran selanjutnya dilakukan pada temperatur 60 oC, dan dilakukan variasi konsentrasi dari karagenan (lihat Gambar 9.13).

(11)

(a) (b) (c)

(d) (e) (f)

(g)

Gambar 9.13. Membran PU yang disintesis pada 60oC : (a) 5; (b) 7,5; (c) 10; (d) 12,5; (e) 15, (f) 17,5 dan (g) 20 % (b/v)

Gambar 9.13 menunjukkan bahwa pada konsentrasi karagenan yang rendah (≤ 10 %) maka membran yang dihasilkan sangat tipis, rapuh dan tidak homogen, pada konsentrasi sedang (12,5 – 17,5 %) membran yang dihasilkan homogen, elastis, kuat, sedangkan pada konsentrasi tinggi (≥ 20

(12)

membran (lembaran ) lagi tetapi berbentuk busa PU. Sifat membran yang dihasilkan dari berbagai konsentrasi karagenan disimpulkan pada tabel 9.1. Tabel 9.1 Sifat membran PU yang dihasilkan pada t = 5 menit

Temperatur (oC) konsentrasi karagenan % ( b/v) Membran yang dihasilkan 60 5 sangat rapuh 7,5 rapuh 10 Hampir homogen 12,5 Homogen, lembut 15 Homogen , elastis 17,5 Homogen , elastis 20 Homogen, elastis 25 Sebagian Busa 30 Busa, kaku 35 Busa, kaku 70 7,5 Rusak, hitam 80 7,5 Rusak, hitam 90 7,5 Rusak, hitam

Dari tabel 9.1 tampak bahwa membran yang dihasilkan dari variasi konsentrasi 12,5 – 20 % (b/v) merupakan membran yang mempunyai sifat yang homogen dan elastis, sehingga dapat diuji pada proses desalinasi air payau.

9.5 Karakterisasi Membran

9.5.1 Penentuan Kinerja Membran

Kinerja membran PU dari karagenan dan TDI yang disintesis pada temperatur 60 oC dengan sifat-sifat fisik yang baik dari tabel 9.1 di atas, kemuadian diaplikasikan pada proses ultrafiltrasi untuk desalinasi air sumur masyarakat di daerah bekas bencana tsunami. Kinerja membran ditentukan oleh nilai fluks dan persen rejeksi terhadap ion-ion terlarut di dalam air.

(13)

0 10 20 30 40 50 60 70 0 30 60 90 120

Waktu filtrasi (menit)

F lu k s ( L /m 2 j a m ) C=12.5 % (b/v) C = 15 % (b/v) C = 17.5 % (b/v) c = 20 % (b/v)

Gambar 9.14. Fluks membran terhadap waktu filtrasi

Hasil penelitian (Gambar 9.14) menunjukkan bahwa fluks membran meningkat sampai waktu penyaringan 90 menit, kemudian menurun. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh terjadinya fouling (penumpukan) material pada permukaan membran, sehingga fouling tersebut akan menjadi tahanan pada proses penyaringan.

Dari hasil pengukuran terhadap fluks membran didapatkan bahwa membran yang menghasilkan fluks tertinggi adalah membran yang disintesis pada temperatur 60oC dengan konsentrasi karagenan 15 % (b/v) terhadap TDI, di mana fluks yang dihasilkan adalah 66,2 L/m2jam, yang dikarakterisasi lebih lanjut.

Penentuan faktor rejeksi membran PU optimum di atas dilakukan terhadap penolakan membran tersebut terhadap ion-ion yang menyebabkan salinitas. Penentuan salinitas yaitu dengan mengukur konduktivitas ion-ion tersebut sebelum dan setelah penyaringan menggunakan alat konduktometer. Nilai kondutivitas ion sebelum penyaringan dari air sumur desa Blang Krueng adalah 2.226 S/cm, sedangkan setelah penyaringan adalah 0.98 S/cm, sehingga persen rejeksinya (R) = 56 %.

(14)

9.5.2 Sifat Kimia

Karakterisasi gugus fungsi dari membran PU menggunakan alat IR (Gambar 9.15) menunjukkan bahwa serapan terhadap gugus –OH sudah tidak tampak pada bilangan gelombang 3100 – 3400 cm-1, dan timbul gugus fungsi baru yaitu uretan pada bilangan gelombang 3500 – 3700 cm -1. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi polimerisasi pembentukan membran PU dari karagenan dan TDI telah berlangsung dengan sempurna.

9.5.3 Sifat Fisik

Kekuatan tarik diuji untuk menentukan sifat dari bahan polimer pembentuk membran. Hasil analisis data pengujian terhadap membran PU optimum dari karagenan didapatkan bahwa sifat membran yang dihasilkan bersifat sedikit elastis, di mana persen elongasinya hanya 9 %. Membran ini juga mempunyai kekuatan tarik yang besar, yaitu 340 kgf/mm2, dengan yiels strength 69,17 kgf/mm2. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa membran ini dapat diaplikasikan diaplikasikan pada proses pemisahan menggunakan tekanan yang lebih tinggi (hiperfiltrasi atau osmosa balik). Kurva kekuatan tarik terhadap % elongasi dapat dilihat pada Gambar 9.16.

Gambar 9.15. Spektrum IR dari membran PU yang berasal dari karagenan dan TDI

(15)

Gambar 9.16 Kurva kekuatan tarik vs persen elongasi dari membran PU Temperatur transisi gelas ditentukan untuk melihat sifat ketahanan termal dari membran PU yang dihasilkan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa membran PU dari karagenan mempunyai temperatur transisi gelas sebesar 243,6 oC dan titik leleh 423,02oC. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa polimer ini bersifat elastis karena memiliki temperatur transisi gelas, dan mempunyai kekuatan yang tinggi karena mempunyai titik leleh yang tinggi, sehingga membutuhkan energi yang besar untuk melepaskan ikatan-ikatan yang ada dalam polimer tersebut. Kurva temperatur transisi gelas membran PU dapat dilihat pada Gambar 9.17 di bawah ini.

(16)
(17)

DAFTAR PUSTAKA

Ameri, M. S., 2015, Enhancement of the Gas Separation Properties of Polyurethane Membranes by Alumina Nanoparticles,Journal of Membrane

Science, 479: 11-19.

Andrew S., Clayton H.H., Edward M.K., 1992, Introduction to Organic Chemistry,

Macmillan Publishing Company, New York, 322-378.

Annual Book of ASTM Standards, 1976, D-368, Washington, D.C., USA.

Anonym (1990), MinyakBijiJarak, SNI: 01-1904-1990,

DewanStandarisasiNasional, Jakarta.

Ashida K., Saiki K., Goto J., and Sasaki K. (1980), Polyisocyanurates Foam Modified by Thermally Stable Linkages, in International Progress In Urethanes, volume 2, Technomic Publishing Co., Inc., Westport, USA.

Atabani, A.E., César, A.S., 2014, Calophylluminophyllum L. A prospectiven on edible biodiesel feed stock. Study of biodiesel production, properties,fattyacid composition, blending and engine performance,

Renewable and Sustainable Energy Reviews, 37, 644–655.

Atmadja, W. S. 2006. Apa Rumput Laut Itu Sebenarnya. http://www.Coremap. or.id.264. Tanggal akses 2 Maret 2009.

Bakare, I. O., Okieimen, F. E., Pavithran, C., Abdul, H. P. S. K., Brahmakumar, M., 2010, Mechanical and Thermal Properties of Sisal Fiber-Reinforced Rubber Seed Oil-Based Polyurethane Composites, Material and Design, 31, 4274-4280.

Barakat, M. A., 2011, New Trends in Removing Heavy Metals from Industrial Wastewater, Arabian Journal of Chemistry, 4, 361-371.

Bhattacharyya D. and M.E. Williams (1992), Reverse Osmosis, Introduction and Definition, dalamMembrane Handbook, Chapman & Hall, New York – London, 265 – 354.

Billmeyer F.W. (1984), Textbook of Polymer Science, third ed., John Wiley & Son, New York, 416 -417.

Plastic Material, Hartnolds, Great Britain, 756 – 782.

Cahya, E. M. 2012. Pembuatan dan Karakterisasi Membran Nanofiltrasi untuk Pengolahan Air. Tesis. Universitas Diponegero, Semarang.

(18)

Callister, W.D., 2003, Materials Science and Engineering: An Introduction, John Wiley & Sons PTe.Ltd., India, 54(56), 108 -112.

Cheng L.P., Huang Y.S., and Young T.H. (2003), Effect of the Temperature of Polyurethane Dissolution on the Mechanism of Wet-casting Membrane Formation, European Polymer Journal, Volum 39, 601-607.

Das, B., Konwar, U., Mandal, M., Karak, N., 2012, Sunflower Oil Based Biodegradable Hyperbranched Polyurethane As a Thin Film Material,

Industrial Crop and Products, 44, 396-404.

David F., 1995, Oil and Fat in Official Methods of Analysis of AOAC International, 16 th Edition, volume II, USA.

Del, M., 2003,InPhitocemical Analysis of Avocado Seeds (Persea Americana Mill., c.v. Hass), Bogor: ebook.

Dodd, J. W., Kenneth H. T., 1987, Thermal Methods: Analytical Chemistry by Open Learning, John Wiley & Sons, New York, 1(12), 123, 165 – 166. Dombro B.A. (1963), Polyurethanes, The Guinn Co. Inc., New York.

Eduardo Q. (1951), Technical Bulletin Medicinal Plants of Philippines, Bureu of Eisenbach C.D. and T. Heinemann (1995), Synthesis and Characterization of

Thermoplastic Graft Copolymer Elastomers with a Polyether Main Chain and Uniform Urethane-Based Side Chains, Macromolecules, Volum 28, 2133-2139.

Eli Rohaeti, N. M., 2003, Pengaruh Variasi Berat Molekul PEG Terhadap Sifat Mekanik Poliuretan,Jurnal Matematika & Sains, 89: 63 – 66.

Enneking L. et al. (1996), Sorption Equilibria of The Ternary Mixture

Benzene/cyclohexene/cyclohexane in Polyurethane and PEBA

Membranes Polymers, J. of Membrane Science, Volum 115, 161 –170. Feng, C., Xu, J., Li, M., Tang, Y., Gao, C., 2014, Studies on a Nanofiltration

Membrane Prepared by Cross-linking of Polyethyleneimine on Polyacrylonitrile Substrate, Journal of Membrane Science,451, 103-110. Furmiss B.S. et al. (1989), Vogel’s Textbook of Practical Organic Chemistry New

Edition, Fifth Edition, Longman Scientific and Technical, Joh Wiley and Sons Inc., New York.

Gede, I. W., 2010, Teknologi Membran untuk Pengolahan air,

http://www.igwenten. com/2013/02/teknologi-membran-untuk-pengelolaan-air.html, 12 Mei 2015.

(19)

Goddard R.J. and S.L. Cooper (1995), Polyurethane Cationomers with Pendant Trimethylammonium Groups. Fourier Transform Infrared Temperature Studies, Macromolecules, Volum28, 1390-1400.

Gultekin, G. C. A. 2009. Fatte Acid Based Polyurethane Films for Wound Dressing Application. Journal Mater Science. 20: 421-431

Gunzler, Helmut (2002), IR Spectroscopy: An Introduction, John Wiley & Sons, Weinheim, 4 -6, 283 – 286.

Gurunathan, T., Mohanty, S., Nayak, S. k., 2014, Isocyanate Terminated Castor Oil-Based Polyurethane Prepolymer: Synthesis and Characterization,

Journal Progress in Organic Coatings, 80, 39-48.

Haines, P.J., 1995, Thermal Methods of Analysis: Principles, Applications, and Problems, Blackie, London, 22 – 65.

Hasibuan, S., Sahirman., Yudawati, N.M.A., 2013, Karakteristik Fisikokimia Dan Antibakteri Hasil Purifikasi Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum

Inophyllum L.), Agritech, Vol.33, No. 3.

Hassanajil, S. M., 2014, In fluence of Various Types of Silica Anoparticles on

Permeation Properties of Polyurethane/Silica mixed Matrix

Membranes,Journal of Membrane Science, 453: 369-383.

Hathurusingha, S., Ashwath, N., Subedi, P., 2011, Variation in oil content and fatty acid profile of CalophylluminophyllumL.With fruit maturity and its implications on resultant biodiesel quality, Industrial Crops and Products 33, 629–632.

Howard, G.T. (2002). Biodegradation of polyurethane : A Review. International Biodeterioration and Biodegradation, volume 49, 245-252.

Huang, S.L. and Lain, J. Y., 1996, HTPB-H12MDI Based Polyurethane IPN Membranes forPervaporasi, Journal of Membrane Science, 115, 1-10. Humberto, J. S. A. J., Assunpcao, D. B., Meneguzzi, A., Arthur, C. F., Dani, F. R.

A., 2013, Castor Oil and Commercial Thermoplastic Polyurethan Membrane Modified with Polyaniline: A Comparative Study, Journal Materials

Research, 16(4), 860-866.

James A.D. (1985), CRC Handbook of Medicinal Herbs, CRC Press Inc., Florida, USA.

Jayant (2003), Word of Castor Oil ,http:/www. Indialog. Com/Jayant/uses.htm . Jenkins, Ron, R.W. Gould, Dale Gedcke (1995), Quantitative X-Ray

(20)

Jouquieres A., R. Clement, D. Roizad, and P. Lochon (1996), Pervaporation Transport Modelling in Ternary System : Ethyltertiarybuthylether/ ethanol/polyurethaneimide, J. of Membrane Science, Volum 109, 65 – 76.

Kartika, I.A., Syelly, F., Desrial.,Yohanes, A.P., 2010,

PemurnianMinyakNyamplung Dan AplikasinyaSebagaiBahanBakar,

InstitutPertanian Bogor.

Ketaren S., 1986, Pengantar teknologi minyak dan lemak pangan. Ed ke-1. Jakarta, UI-Press.

Kothandaraman, H., Venkatarao, K., and Thanoo, B.C. 1989. Preparation , properteis and Crosslinking studies on polyurethane elastomers. Journal

Polymer. 21(10):829-839

Kroschwitz, J. I., 1990, Concise Encyclopedia of Polymer Science and Engineering, John Wiley & Son, New York, 890 – 897.

Kusakabe K., S. Yoneshige, S. Morooka (1998), Separation of Benzene/cyclohexane, mixtures using Polyurethane-Silica Hybrid Membranes, J. of Membrane Science, Volum 149, 29-37.

Lee K.R., M.Y. Teng, T.N. Hsu, J.Y. Lai (1999), A Study on Pervaporation of Aqueous Ethanol Solution by Modified Polyurethane Membrane, J. of

Membrane Science, Volum 162, 173 – 180.

Li, G. 2009. Experimental Investigation of Evaporation Time and The Relative Humidity On A Novel Positively Charge Ultrafiltrarion Membrane Via Dry-Wet Phase Inversion. Journal of Membrane Science, 326: 168-177.

Mahkam M. and N.S. Sanjani., 2003, Preparation of New Biodegradable Polyurethane as a Therapeutic agent, Polymer Degradation and Stability, Volum 80, 199-202.

Manzoor, M., Anwar, F., dan Iqbal, T., 2007, Physico-chemical Characterization of Moringa concanensis Seeds and Seeds Oil. JAOCS,84:413-419

Marlina., 2005. PemanfaatanAsamLemak Dari

MinyakSawitKasarSebagaiBahanDasarPembuatanPoliuretan, LaporanPenelitian RUT XII, KRT – Jakarta.

Marlina.,2006. Risk ManagementTerhadapKelayakan Air BersihBagiMasyarakat Aceh Pasca Tsunami, LaporanPenelitian, BRR-NAD.

Marlina., 2003, Studi Awal Pembuatan Film Poliuretan dari Minyak Biji Jarak (Castor Oil) dan 4,4 Difenilmetan Diisosianat (MDI),Prosiding Seminar

Sehari 70 Tahun Noermandsjoeriah Surdia, ITB (pp. 4-57 – 4-62.),

(21)

Marlina., 2007, PemanfaatanAsamLemakBebasTeroksidasidariMinyakJarakuntukSintesisM embranPoluretan, JurnalRekayasa Kimia danLingkungan, 6(2), 67-70.

Marlina., 2010, SintesisMembranPoliuretandariKaragenandan 2,4

ToyluleneDiisosianat, JurnalRekayasa Kimia danLingkungan, 7(3), 138-148.

Marlina, N. M. S., Radiman, C. L., Achmad, S. A., 2004, Sintesis membran

poliuretan dari asam lemak bebas teroksidasi dan tolulen diisosianat (TDI), Prosiding Seminar MIPA IV, Institut Teknologi Bandung,

Bandung.

Marlina, N.M. Surdia, C.L. Radimandan S. Achmad. (2004).

PengaruhKonsentrasiOksidatorpada Proses HidroksilasiMinyakJarak (Castor Oil) denganatautanpaProteksiGugusHidroksi, Proceeding ITB, Vol. 36 A No.1, 33-43.

Marlina, N.M. Surdia, C.L. Radimandan S. Achmad. (2004).

PengaruhVariasiKonsentrasiAsamSulfatPada Proses

HidroksilasiMinyakJarak (Castor Oil), Jurnal MIPA Sciense, ITB, Bandung.

Marlina, N.M. Surdia, C.L. Radimandan S. Achmad. (2005).

PembentukanPoliuretan Dari MinyakBijiJarak (Castor Oil), Proceeding ITB, diterimauntukPublikasi.

Marlina, Surdia, N. M., Radiman, C. L., Achmad, S., 2004,

PengaruhVariasiKonsentrasiAsamSulfatpada Proses

HidroksilasiMinyakJarak (Castor Oil), JurnalMatematikadanSains, 9(2), 249-253.

Marlina. (2003). StudiAwalPembuatan Film PoliuretandariMinyakBijiJarak (Castor Oil) dan 4,4 difenilmetanDiisosianat (MDI), Proceeding Seminar Sehari 70 TahunNoermandsjoeriahSurdia, ITB, Bandung.

Marsidi, R., 2001. Zeolit untuk Mengurangi Kesadahan Air. Jurnal Teknologi

Lingkungan, Vol 2, No.1, Bandung.

Mehdi, T. M., Sadeghi, M., Pourafshari, C. M., Khosravi, A., 2012, Gas Separation Properties of Poly(Ethylene Glycol)/Poly(Tetramethylene Glycol) Based Polyurethane Membrane, Journal of Membrane Science, 415-416, 469-477.

Morteza, S. M., 2011, Gas Separation Properties of Polyether-Based Polyurethane–Silica Nanocomposite Membranes,Journal of Membrane

(22)

Mulder, M. 1996. Basic Principle of Membranes Technology. Kluwer Academics Publisher, Netherlands.

Nicholson J.W. (1994), The Chemistry of Polymer, second Ed., The Royal Society of Chemistry, Cambridge, UK.

Novia, Yuliyati, H., Yuliandhika, R., 2009, PemanfaatanBijiKaretSebagai Semi Drying Oil DenganMetodeEkstraksiMenggunakanPelarut N- Heksana,

JurnalTeknik Kimia, 16(4).

Odian, G., 1991, Principles of Polymerization, John Wiley & Son, Inc., USA, 1-37. Ong, H. C., Masjuki, H.H., Mahlia, T.M.I., Silitonga, A.S., Chong, W.T., Leong, K.Y., 2014, Optimization of biodiesel production and engine performance from high free fatty acid Calophylluminophyllumoil in CI diesel engine,

Energy Conversion and Management, 81, 30–40.

Ong, H.C., Mahlia,T.M.I., Masjuk, H.H., Norhasyima, R.S., 2011, Comparison of palm oil, Jatrophacurcas and Calophylluminophyllum for biodiesel: A review, Renewable and Sustainable Energy Reviews 15, 3501–3515. Pramudono, B. S. A. 2008. EkstraksiKontinyudenganSimulasi Batch

TigaTahapAliranLawanArah:

PengambilanMinyakBijiAlpukatMenggunakanPelarut n-hexane

danIsoPropilAlkohol. Reaktor, 12: 37-41.

Prasetyowati, R. P., 2010,Pengambilan Minyak Biji Alpukat dengan Metode Ekstraksi, Malang, Jurnal Teknik Kimia.

Ramanathan, L. S., Sivaran, S., Munmaya, K. M., 1999, Polyurethanes, polymer

datahandbook, Oxford University Press Inc., USA, 870 – 877.

Ray R.J. (1992), Cost Estimates, in Membrane Hand book, Chapman & Hall, New York – London, 355 – 390.

Ren, J. A., 2011, Preparation of Polymeric Membranes,Membrane and

Desalination, 576: 47-100.

Rizk A.M. and A.S. Al- Nowaihi (1989), The Phytochemistry of The Horticultural Plants of Qatar, The Scientific and Applied Research Center, University of Qatar, The Alden Press, Ltd., Qatar.

Rohaeti, E., 2005, Kajian Tentang Sintesis Poliuretan dan

Karakterisasinya,Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan

Penerapan MIPA (pp. K1 – K9.), Yogyakarta, FMIPA UNY.

Rohaeti, E.,2003. Pengaruh Variasi Berat Molekul Polietilen Glikol terhadap Sifat Mekanik Poliuretan. Jurnal Matematika dan Sains.8(2).63-66.

(23)

Roheti, E dan Senam., 2010, Biodegradasi Poliuretan Hasil Sintesis dari Minyak Kedelai, Polioksietilen Glikol, dan Metilen-4,4-Difenildiisosianat,

JurnalPenelitian Saintek, Vol. 15, No. 2.

Saalah, S., Chuah, L. A., Min, M. A., Zah, M. A., Zah, M. S., Radiah, D. A. B., Basri, M., Rose, E. J., 2014, Waterborne Polyurethane Dispersions Synthesized from Jatropha Oil, Journal Industrial Crops and Products, 64, 194-200.

Sanjid, A., Masjuki, H.H., Kalam, M.A., AshrafurRahman, S.M., Abedin, M.J., Palash, S.M., 2013, Impact of palm, mustard, waste cooking oil and

Calophylluminophyllum biofuels on performance and emission of CIengine, Renewable and Sustainable Energy Reviews, 27, 664–682.

Santiyo, 2005,Pengaruh Kondisi Biji, Suhu dan Lama pengempaan terhadap Rendemen dan Sifat Kimia Minyak Biji Jarak. Bogor.

Siahaan, S., Setyaningsih, D., &Hariyadi, 2011, PotensiPemanfaatanBijiKaret (HeveaBrasiliansisMuell.Arg) SebagaiSumberEnergiAlternatifBiokerosin,

JurnalTeknologiIndustriPertanian, 19(3), 145-151.

Sopyan, 2007,Kimia Polimer, Jakarta: Karista.

Soroko, I. 2011. The Effect of Membrane Formation Parameters on Performance of Polyimide Membrane For Organic Solvent Nanofiltration (OSN). Part B : Analysis of Evaporation Step and The Role of Co-Solvent. Journal of

Membrane Science, 243: 163-171.

Souchon I., V. Athes, F.X. Pierre, M. Marin (2004), Liquid-liquid Extraction and Air Stripping in Membrane Contactor : Application to Aroma Coumpounds Recovery, Desalination, Volum 163, 39-46.

Suhendra, D., Anggi, S., Dina, A., Erin, R.G., 2013,

SintesisPoliuretandariAsamLemakTeroksidasiMinyakIntiBuahNyamplungM

elalui Proses PolimerisasiMenggunakanToluenDiisosianat.

UniversitasMataram.

Teo L.S., C.Y. Chen, J.F. Kuo (1998), The Gas Transport Properties of Amine-containing Polyurethane and Poly (urethane-urea) Membranes, J. of

Membrane Science, Volum 141, 91-98.

Vaughan, A. S., 1983, Polymer Microscopy, dalam Polymer Characterization, Chapman & Hall., India, 306 – 313.

Ward, I.M., 1983, Mechanical Properties of Solid Polymers, Second Ed., John Wiley & Son Ltd., New York, 329 – 398.

(24)

Winston W.S. & Kamalesh K.S. (1992). Membran Handbook, Chapman & Hall, New York-London.

Wolińska, A. G., Muszynski, J., Jankowski, A., 2000, Applications of Polyurethane Based Membranes in Perpaporation Separation, Journal

Chem, Paper, 54(6a), 389-392.

Woods, G., 1987, The ICI Polyurethanes Book, ICI Polyurethanes & John Wiley & Son, Netherlands, 7(41), 249-284.

Zang X. D., Christipher W. M., H. I. Davis., 1997, Effect of Silicone Surfactant on Air Flow of Flexible PU Foams, in Polymerics Foams, American Chemical Society, Washington D. C., 130 – 142.

Zhang, M., Pan, H., Zhang, L., Hu, L., Zhou, Y., 2014, Study of the Mechanical, Thermal Properties and Flam Retardancy of Rigid Polyurethane Foams Prepared From Modified Castor-Oil-Based Polyols, Journal Industrial Crops

Gambar

Gambar 1.1 Skema pemisahan sistem dua fasa menggunakan membran Sumber : Mulder, 1996
Gambar 9.7. Kromatogram dari karagenan
Gambar 9.9. Larutan dope PU
Gambar 9.10. Reaksi antara karagenan dengan TDI
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian didapatkan temperatur terendah dan temperatur tertinggi yang mampu dicapai sistem pendingin termoakustik berturut-turut adalah 27,4 o C yang dihasilkan pada variasi

Hasil analisis FT-IR menunjukkan terbentuknya gugus hidroksil pada senyawa epoksida minyak kelapa sawit, reaksi berlangsung selama 5 jam pada suhu 60 o C yang dibuktikan

Hasil dari praktikum ini yaitu, pada perlakuan panas didapatkan nilai absorban tertinggi pada suhu 60 o dengan nilai absorban 0,017 dan perlakuan pada senyawa

Kemudian sensor temperatur RTD PT100 akan memantau temperatur di dalam ketel uap dengan range 90 o C - 100 o C agar proses penyulingan dapat terjadi dan menghasilkan

Gambar C.1 Waktu tunak membran M1 dengan umpan 75 % (w/w) EtOH Hasil perhitungan fluks permeasi (J) selengkapnya dapat dilihat dalam tabel D.1 halaman 80 dan 81. C.5

Gambar 4.4 merupakan pola difraksi dari sampel 6 yang disintesis dari pasir besi dan dipanaskan 750 o C dengan variasi holding time. Gambar 4.4 Pola XRD BIFeO 3

Pada temperatur 60 o C hingga 70 o C mobilitas ion terhadap permukaan aktif birnessite sangat lambat sehingga terjadi penurunan adsorpsi karena jumlah kation Cu 2+ yang

Selain itu kenaikan dari temperatur solution treatment berbanding terbalik dengan nilai kekerasan dan temperatur aging 450 o C menghasilkan kekerasan tertinggi