• Tidak ada hasil yang ditemukan

PSAK 2017 dan Akuntansi Pemerintahan | Dwi Martani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PSAK 2017 dan Akuntansi Pemerintahan | Dwi Martani"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Agenda

PSAK 16

PSAK 16

PSAK TERKAIT PSAK 16

PSAK TERKAIT PSAK 16

Diskusi

Diskusi

(3)

Pengaturan Aset Tetap dalam PSAK

Terkait Aset tetap

PSAK 13 & 19 ISAK 25

Penurunan Nilai Aset

Aset Tidak Lancar

Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan

(4)

Perkembangan Standar Aset Tetap

a. PSAK 16 Aktiva tetap dan aktiva lain lain 1994 b. PSAK 16 Aset tetap (2007) – IFRS based

Model revaluasi

Pengaturan depresiasi dalam satu PSAK

c. PSAK 16 Aset tetap penyesuaian 2014 – berlaku eff 2014 d. PSAK 16 Aset tetap amandemen 2015 – berlaku eff 2016

Klarifikasi yang dapat diterima untuk penyusutan

e. PSAK 16 Aset tetap penyesuaian 2016 berlaku eff 2018 – dampak PSAK 16

(5)

Ruang Lingkup

Pernyataan ini tidak diterapkan untuk:

a. Aset tetap yang diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang

Dihentikan;.

b. Aset biologis yang terkait dengan aktivitas agrikultural selain tanaman

produktif (lihat PSAK 69: Agrikultur). Pernyataan ini diterapkan untuk tanaman produktif namun tidak diterapkan untuk produk dari tanaman produktif;.

c. Pengakuan dan pengukuran aset eksplorasi dan evaluasi (lihat PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya

Mineral);.

d. Hak penambangan dan cadangan mineral seperti minyak, gas alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui.

Akan tetapi, Pernyataan ini berlaku untuk aset tetap yang digunakan untuk

(6)

Pengertian Aset Tetap

Definisi

Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6)

1.

Dimiliki

untuk

digunakan

dalam produksi atau penyediaan

barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau

untuk tujuan administratif; dan

2. Diharapkan digunakan selama

lebih dari satu periode

.

Tidak berlaku untuk

Hak penambangan Reservasi tambang

Ciri

Used in operations

” and not

for resale.

Long-term

in nature and

usually depreciated.

Possess

physical substance

.

Tanaman produktif (bearer plants) termasuk ruang lingkup aset tetap

(7)

PSAK 16 – Revisi 2015

digunakan dalam produksi atau penyediaan

produk agrikultur;

diharapkan untuk menghasilkan produk untuk

jangka waktu lebih dari satu periode; dan

memiliki kemungkinan yang sangat jarang

untuk dijual sebagai produk agrikultur, kecuali

untuk penjualan sisa yang insidental

(incidental scrap).

Tanaman produktif (bearer plants)

(8)

PSAK 16 – Revisi 2015

Tanaman produktif dicatat dengan cara yang

sama dengan aset tetap yang dikonstruksi sendiri

sebelum berada dalam lokasi dan kondisi yang

diperlukan untuk siap digunakan sesuai dengan

intensi manajemen.

Acuan untuk “konstruksi” dalam Pernyataan ini

dipahami untuk mencakup aktivitas yang

(9)

PSAK 16 – Revisi 2015

Entitas menerapkan paragraf tersebut untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017 secara retrospektif, sesuai dengan PSAK 25 kecuali seperti yang dijelaskan dalam paragraf 81M.

• Penerapan dini diperkenankan. menerapkan sebelum tanggal 1 Januari 2017, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.

Perubahan paragraf 03, 06, dan 37 dan menambahkan paragraf 22A dan 81L– 81M.

Pada penerapan pertama, entitas tidak diharuskan untuk mengungkapkan informasi kuantitatif yang disyaratkan oleh PSAK 25 (paragraf 28(f)). Namun, entitas menyajikan informasi kuantitatif yang disyaratkan setiap periode yang disajikan sebelumnya.

• Selisih antara jumlah tercatat sebelumnya dan nilai wajar diakui dalam saldo laba awal pada periode penyajian terawal.

Entitas dapat memilih untuk mengukur aset tanaman produktif pada nilai wajarnya pada periode penyajian terawal dalam laporan keuangan untuk

(10)

Pengakuan Aset Tetap

Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai

aset jika dan hanya jika : (par 7)

a) Besar kemungkinan manfaat ekonomis

di masa depan berkenaan dengan aset

tersebut akan

mengalir

ke entitas; dan

b) Biaya perolehan

aset dapat

diukur

secara andal

.

(11)

Pengakuan Aset Tetap

Suku cadang utama dan peralatan siap pakai termasuk aset tetap jika

digunakan lebih dari satu periodehanya digunakan untuk aset tertentukomponen yang diganti tidak diakui lagi.

Suku cadang utama dan peralatan siap pakai

termasuk aset tetap jika

digunakan lebih dari satu periodehanya digunakan untuk aset tertentukomponen yang diganti tidak diakui lagi.

Contoh: Entitas membeli suatu komponen suku cadang dari suatu mesin. Suku cadang tersebut spesifik dan harganya material dibandingkan dengan nilai aset

tersebut. Jangka waktu pemakaian suku cadang tersebut lebih satu tahun.

Suku cadang dikategorikan sebagai aset pada saat

pembelian, dengan syarat komponen yang akan diganti dihapuskan dari pembukuan.

Contoh: Entitas membeli suatu komponen suku cadang

dari suatu mesin. Suku cadang tersebut spesifik dan harganya material dibandingkan dengan nilai aset

tersebut. Jangka waktu pemakaian suku cadang tersebut lebih satu tahun.

 Suku cadang dikategorikan sebagai aset pada saat

(12)

Pengakuan Aset Tetap - materialitas

Unit ukuran dalam pengakuan sesuai kondisi entitas. Kriteria agregasi atau invidual.

Mempengaruhi nilai aset

Mempengaruhi biaya depresiasi atau biaya

operasi  Laba (potensi earning management)

Unit ukuran dalam pengakuan sesuai kondisi entitas.

Kriteria agregasi atau invidual.

Mempengaruhi nilai aset

Mempengaruhi biaya depresiasi atau biaya

operasi  Laba (potensi earning management)

Materialitas digunakan sebagai tambahan kriteria untuk

menentukan, apakah pengeluaran akan dicatat sebagai aset tetap  Pengeluaran yang memenuhi kriteria aset tetap namun tidak

material dari sisi jumlah seringkali tidak dikapitalisasi dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

Suatu aset secara individu tidak material, namun pembelian dalam jumlah banyak  material sehingga dikapitalisasi

Materialitas digunakan sebagai tambahan kriteria untuk

menentukan, apakah pengeluaran akan dicatat sebagai aset tetap

Pengeluaran yang memenuhi kriteria aset tetap namun tidak

material dari sisi jumlah seringkali tidak dikapitalisasi dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

Suatu aset secara individu tidak material, namun pembelian dalam

(13)

Pengakuan Aset Tetap - materialitas

Agregasi

Entitas membeli satu buah kursi seharga Rp1.000.000

Entitas membeli 100 buah kursi dengan harga satuan Rp1.000.000 total Rp100.000.000

Materialitas

Entitas membeli mesin hitung elektrik seharga Rp 1.500.000

Entitas membeli dinding seharga Rp1.250.000

Agregasi

Entitas membeli satu buah kursi seharga

Rp1.000.000

Entitas membeli 100 buah kursi dengan harga

satuan Rp1.000.000 total Rp100.000.000

Materialitas

Entitas membeli mesin hitung elektrik seharga

Rp 1.500.000

Entitas membeli dinding seharga Rp1.250.000

(14)

Pertimbangan - Materialitas

Pertimbangan penentuan batas suatu pengeluaran dikapitalisasi sebagai aset tetap:

Ukuran entitas

 Relevansi informasi bagi pengguna

Biaya dan manfaat, biaya untuk menyelenggarakan

pencatatan aset tetap dan manfaat dari informasi yang dihasilkan dari pencatatan aset tetap tersebut.

Konsekuensi ekonomis

 Semakin tinggi batas materialitas  pengeluaran akan cenderung dicatat sebagai beban

laba akan kecil

administrasi pencatatan aset lebih mudah  Entitas dapat menetapkan 1 jt, 5 jt, 10jt, 25jt, 50jt

Jika tidak dicatat sebagai aset biasanya tidak diinventarisasi

 sehingga aset tidak dipelihara.

Pertimbangan penentuan batas suatu pengeluaran dikapitalisasi sebagai aset tetap:

Ukuran entitas

 Relevansi informasi bagi pengguna

Biaya dan manfaat, biaya untuk menyelenggarakan pencatatan aset tetap dan manfaat dari informasi yang dihasilkan dari pencatatan aset tetap tersebut.

Konsekuensi ekonomis

 Semakin tinggi batas materialitas  pengeluaran akan cenderung dicatat sebagai beban

laba akan kecil

administrasi pencatatan aset lebih mudah  Entitas dapat menetapkan 1 jt, 5 jt, 10jt, 25jt, 50jt

Jika tidak dicatat sebagai aset biasanya tidak diinventarisasi

(15)

Pengukuran Awal

Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi diakui

sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar

biaya perolehan. (par 15)

Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi diakui

sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar

biaya perolehan

. (par 15)

Biaya Perolehan

Biaya Perolehan

Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung

Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung

Biaya pembongkaran dan pemindahan aset

tetap dan restorasi lokasi aset

Biaya pembongkaran dan pemindahan aset

(16)

Biaya Perolehan awal

Seluruh biaya terkait aset yang memiliki manfaat di masa mendatang.

Aset lain yang berfungsi agar suatu aset dapat memiliki manfaat di masa

mendatang.

Alat yang dipasang agar pabrik dapat berjalan sesuai dengan ketentuan

pengolahan limbah industri.

Seluruh biaya terkait aset yang memiliki

manfaat di masa mendatang.

Aset lain yang berfungsi agar suatu aset

dapat memiliki manfaat di masa mendatang.

Alat yang dipasang agar pabrik dapat

(17)

Biaya Setelah Perolehan Awal

17

Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui beban di laporan

laba rugi komprehensif periode berjalan

Perawatan

Suku cadang kecil

Penggantian aset akan menambah aset jika:

Memenuhi kriteria aset (memiliki masa manfaat lebih dari

satu periode dan diukur dengan andal)

Komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai aset

Inspeksi yang signifikan dapat diakui sebagai aset jika:Memenuhi kriteria aset

Nilai inspeksi terdahulu (dibedakan dari fisik) dihentikan

pencatatanya

Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui beban di laporan laba rugi komprehensif periode berjalan

Perawatan

 Suku cadang kecil

Penggantian aset akan menambah aset jika:

Memenuhi kriteria aset (memiliki masa manfaat lebih dari satu periode dan diukur dengan andal)

Komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai aset

Inspeksi yang signifikan dapat diakui sebagai aset jika:Memenuhi kriteria aset

(18)

Komponen biaya Perolehan

a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang

tidak dapat dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain;

b) Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen

c) Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul

ketika aset tersebut diperoleh, atau

karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode

(19)

Biaya Diatribusikan Langsung

a) Biaya imbalan kerja yang timbul dari pembangunan atau akuisisi aset tetap.

b) Biaya penyiapan lahan untuk pabrik; c) Biaya handling dan penyerahan awal; d) Biaya perakitan dan instalasi

e) Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik (setelah dikurangi hasil penjualan produk tersebut)

(20)

Bukan Komponen Biaya Perolehan

a) Biaya pembukaan fasilitas baru b) Biaya pengenalan produk baru

c) Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru termasuk biaya pelatihan staf

d) Administrasi dan overhead umum

e) Biaya saat alat belum beroperasi penuh f) Kerugian awal operasi

g) Biaya relokasi dan reorganisasi operasi entitas. h) Hasil dari aset sebelum dimanfaatkan (hasil parkir

dari lahan yang belum digunakan).

(21)

Ilustrasi Biaya Perolehan

Entitas membeli peralatan tambang, diimport dari

luar neger. Harga peralatan 200.000 USD.

Cost insurance and freight sebesar 10.000 USD. Peralatan tersebut dikenakan bea masuk dan bea

masuk tambahan sebesar 15% dari nilai CIF.

PPN 10%, PPnBM 10% dan PPh 22 sebesar

2,5%.

Kurs spot atas atas pembelian peralatan tersebut

sebesar 11.000 dan kurs KMK yang berlaku pada saat transaksi sebesar 11.100.

Contoh

(22)

Ilustrasi Biaya Perolehan

Contoh

Contoh

Nilai peralatan : 200.000 + 10.000 = 210.000 USD

210.000 x 11.000 = 2.310.000.000 pencatatan perusahaanBea masuk 210.000 x 15% x 11.100 = 349.650.000

• Total CIF + bea masuk (kurs pajak) = 210.000 x 115% x 11.100 = 2.680.650.000 • PPN = 10% x 2.680.650.000 = 268.065.000

PPnBM = 20% x 2.680.650.000 = 536.130.000PPh 22 = 2,5% x 2.680.650.000 = 67.016.250

Nilai peralatan 2.310.000.000 + 349.650.000 + 536.130.000 = 3.195.780.000

Peralatan 2.310.000.000

Utang Dagang 2.310.000.000 Peralatan (bea masuk) 349.650.000

Peralatan (PPnBM) 536.130.000 Kas 885.780.000 PPN Masukan 268.065.000

Pajak dby dmk PPh22 67.016.250 Kas 604.800.000

(23)

Ilustrasi Biaya Perolehan

Berikut ini biaya yang dikeluarkan PT. Kelana dalam rangka perolehan mesin baru untuk produk barunya:

1. 20 milyar untuk pembelian mesin

2. 1.300 juta biaya tenaga kerja untuk memodifikasi dan instalasi mesin sesuai layout pabrik.

3. 200 juta untuk penyiapan lokasi pabrik 4. 300 juta untuk pengiriman mesin

5. 1.000 juta PPN dan 1.500 juta bea masuk. 6. Biaya promosi produk baru 700 juta

7. Biaya pengetesan awal 250 juta 8. Biaya grand opening 350 juta

9. Biaya tenaga enginering yang melakukan pengetesan dan instalasi 150 juta

(24)

Pengukuran Awal

Biaya dari pembukaan pabrik tersebut sebesar

20.000+1.300+200+300+1.500+250+250+150

= 23.700 milyar

Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan

perolehan dan pemasangan mesin pabrik tersebut

tidak boleh diakui.

1. Biaya grand opening 350 juta

2. Biaya promosi produk baru 800 juta

3. Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 120 juta

Biaya dari pembukaan pabrik tersebut sebesar

20.000+1.300+200+300+1.500+250+250+150

= 23.700 milyar

Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan

perolehan dan pemasangan mesin pabrik tersebut

tidak boleh diakui.

1. Biaya grand opening 350 juta

2. Biaya promosi produk baru 800 juta

3. Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 120 juta

Example

(25)

Dismantling Cost

Perusahaan menyewa sebuah bangunan selama 8 tahun untuk dijadikan kantor senilai 2.000juta. Perusahaan mengeluarkan biaya untuk modifikasi interior ruangan sebesar 1.000juta.

Menurut perjanjian bangunan tersebut harus kembali dalam keadaan kosong di akhir masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran interior tersebut 100 juta.

Harga perolehan peralatan interior perolehan interior adalah 1.000 juta

ditambah estimasi biaya pembongkaran. 100 juta : (1 + 6%)8 = 62.741jt) asumsi

tingkat suku bunga 6%

Perusahaan menyewa sebuah bangunan selama 8 tahun untuk dijadikan kantor senilai 2.000juta. Perusahaan mengeluarkan biaya untuk modifikasi interior ruangan sebesar 1.000juta.

Menurut perjanjian bangunan tersebut harus kembali dalam keadaan kosong di akhir masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran interior tersebut 100 juta.

Harga perolehan peralatan interior perolehan interior adalah 1.000 juta

ditambah estimasi biaya pembongkaran. 100 juta : (1 + 6%)8 = 62.741jt) asumsi

tingkat suku bunga 6%

Contoh

Contoh

Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: Dr Aset Tetap 1.062,741 jt

Cr Kas 1.000 jt

Kewajiban diestimasi 62,741jt

Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 Dr Beban bunga 3,764 jt

Cr Kewajiban diestimasi 3,764jt

Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: Dr Aset Tetap 1.062,741 jt

Cr Kas 1.000 jt

Kewajiban diestimasi 62,741jt

Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 Dr Beban bunga 3,764 jt

(26)

Diskusi - Pengukuran Awal

Entitas membeli peralatan dengan harga 2,4 milyar. Biaya

instalasi dan pemasangan 200 juta. Biaya komisi / perantara sebesar 600 juta, biaya pengadaan dan perjalanan dinas terkait pengadaan peralatan tersebut 400 juta?

Biaya lain-lain tersebut apakah dapat dikategorikan sebagai

biaya perolehan aset ?

Entitas membeli peralatan dengan harga 2,4 milyar. Biaya instalasi dan pemasangan 200 juta. Biaya komisi / perantara sebesar 600 juta, biaya pengadaan dan perjalanan dinas terkait pengadaan peralatan tersebut 400 juta?

Biaya lain-lain tersebut apakah dapat dikategorikan sebagai biaya perolehan aset ?

Example

Example

Berdasarkan konsep perolehan semua biaya yang terkait dengan pengadaan dapat ditambahkan dalam penilaian aset.

Namun jika nilai biaya ini material, akan membuat nilai tercatat aset tidak mencerminkan manfaat yang akan diperoleh di masa mendatang.

Aset dapat dicatat mengalami penurunan nilai pada periode berikutnya

Berdasarkan konsep perolehan semua biaya yang terkait

dengan pengadaan dapat ditambahkan dalam penilaian aset.

Namun jika nilai biaya ini material, akan membuat nilai

tercatat aset tidak mencerminkan manfaat yang akan diperoleh di masa mendatang.

Aset dapat dicatat mengalami penurunan nilai pada periode

(27)

Diskusi - Pengukuran Awal

Bagaimana pencatatan nilai aset dan biaya-biaya lain terkait dengan aset tersebut?

Apakah perlu dipisahkan atau dicatat menjadi satu?

Praktik yang sering dilakukan, semua biaya tersebut dicatat menjadi satu sebagai nilai aset.

Dokumen transaksi yang menjelaskan secara rinci komponen biaya perolehan.

Tanggal pengeluaran biaya seringkali berbeda-beda, dapat terjadi sebelum atau sesudah aset utama diperoleh.

Untuk sebelum aset utama diperoleh jika dapat diidentifikasi berhubungan langsung dengan aset dapat diakui sebagai beban tangguhan sebelum dicatat sebagai aset.

– Untuk beban setelah aset utama diakui sebagai penambah nilai aset tetap  ditentukan titik pengakuan saat aset mulai digunakan.

Bagaimana pencatatan nilai aset dan biaya-biaya lain terkait

dengan aset tersebut?

Apakah perlu dipisahkan atau dicatat menjadi satu?

Praktik yang sering dilakukan, semua biaya tersebut dicatat

menjadi satu sebagai nilai aset.

Dokumen transaksi yang menjelaskan secara rinci komponen

biaya perolehan.

Tanggal pengeluaran biaya seringkali berbeda-beda, dapat

terjadi sebelum atau sesudah aset utama diperoleh.

Untuk sebelum aset utama diperoleh jika dapat diidentifikasi berhubungan langsung dengan aset dapat diakui sebagai beban tangguhan sebelum dicatat sebagai aset.

– Untuk beban setelah aset utama diakui sebagai penambah nilai aset tetap  ditentukan titik pengakuan saat aset mulai digunakan.

Example

(28)

Diskusi - Pengukuran Awal

Apakah pencatatan aset dilakukan secara global sebagai satu

kesatuan atau pencatatan harus dilakukan untuk masing-masing komponen.

Pertimbangan pencatatan sebagai aset terpisah

Manfaat dan biaya dari pencatatan aset secara terpisah – Aset dapat diidentifikasi secara terpisah

Entitas dapat secara ekonomis memisahkan biaya aset per komponen.

Masing-masing komponen aset memiliki masa manfaat yang berbeda contoh rangka pesawat dan asesoris dalam pesawat; bangunan dan lift; tanah dan bangunan.

Perolehan aset dilakukan secara terpisah sehingga dapat diidentifikasi dengan mudah.

Apakah pencatatan aset dilakukan secara global sebagai satu

kesatuan atau pencatatan harus dilakukan untuk masing-masing komponen.

Pertimbangan pencatatan sebagai aset terpisah

Manfaat dan biaya dari pencatatan aset secara terpisahAset dapat diidentifikasi secara terpisah

– Entitas dapat secara ekonomis memisahkan biaya aset per komponen.

Masing-masing komponen aset memiliki masa manfaat yang berbeda contoh rangka pesawat dan asesoris dalam pesawat; bangunan dan lift; tanah dan bangunan.

Perolehan aset dilakukan secara terpisah sehingga dapat diidentifikasi dengan mudah.

Example

(29)

Semua biaya terkait dengan akuisisi atau konstruksi :

Material, tenaga kerja, overhead selama proses

konstruksi , biaya bunga

jika membangun sendiri

Harga beli bangunan dan pengurusan hak

perolehan bangunan.

Fee profesional

Ijin pendirian bangunan

(30)

Semua biaya terkait dengan akuisisi dan penyiapan

tanah sesuai dengan tujuan penggunaan :

(1)

Harga Beli

(2)

Biaya pengurusan hak tanah (sertifikat,

pajak/BPHTB, biaya notaris, dll.

(3)

Biaya untuk perataan tanah, penghancuran

bangunan yang tidak diperlukan.

(31)

PSAK 13

Tanah dan Bangunan

Investasi Properti

Properti Investasi menurut PSAK 13 adalah:

properti (tanah atau bangunan—atau bagian dari

bangunan—atau keduanya) yang dikuasai (oleh

pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan)

untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan

nilai, atau kedua-duanya, dan

tidak untuk

:

1. Digunakan dalam produksi atau penyediaan

barang

atau

jasa

atau

untuk

tujuan

administratif; atau

2. Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Sebagian aset digunakan sebagian yang

(32)

Peralatan dapat meliputi mesin, kendaraan, peralatan

kantor, peralatan pabrik, peralatan tambang, mesin

dan peralatan lain.

Biaya perolehan meliputi

(1)

Harga beli,

(2)

Pajak atau Bea yang tidak dapat dikreditkan

(3)

Biaya transportasi

(4)

Biaya asuransi selama pengiriman barang

(5)

Biaya instalasi dan biaya penyiapan tempat untuk

melakukan instalasi

(6)

Biaya untuk pengetesan peralatan

(33)

Aset Dibangun Sendiri

Biaya yang dikeluarkan sampai aset tersebut siap

digunakan:

Material dan tenaga kerja

Overhead  biaya variabel dan porsi dari fixed

overhead yang terkait langsung dengan

pembangunan aset.

(34)

Bunga selama Proses Konstruksi

Alternatif pembebanan biaya bungan yang

muncul selama proses konstruksi

Biaya bunga tidak

dikapitalisasi selama konstruksi

Kapitalisasi biaya bunga aktual selama konstruksi (dengan modifikasi)

Kapitalisasi semua biaya

bunga

IFRS/PSAK

Rp 0

Rp ?

(35)

 PSAK 26 (IFRS 23) mengkapitalisasi biaya bunga aktual (dengan

modifikasi)

 SAK ETAP dan IFRS SME, bunga pinjaman tidak dikapitalisasi  Konsisten dengan prinsip harga perolehan

 Dalam kapitalisasi ada tiga pertimbangan

Qualifying assets Periode kapitalisasi

Jumlah yang dikapitalisasi

Bunga Pinjaman (PSAK 26)

Qualifying Assets / Aset kualifikasi

 Memerlukan periode yang cukup lama untuk membangun atau

menyiapkan aset tujuan penggunaannya:

 Ada dua jenis aset : aset yang dibangun sendiri maupun aset

(36)

Pengukuran Biaya Perolehan

Diskon

— Diskon harus dikurangkan dari harga

perolehan aset

aset dicatat setelah diskon

Pembayaran ditangguhkan

— Aset yang dibeli dengan

pembayaran ditangguhkan dinilai setara nilai tunainya.

Perbedan nilai tunai dengan pembayaran diakui sebagai

beban bunga.

Pertukaran aset

— menggunakan nilai wajar kecuali

tidak ada substansi ekonomi atau tidak ada nilai wajar

yang andal.

Pembelian dengan lumpsum

— dialokasikan nilai total

(37)

Pengukuran Biaya Perolehan

Penerbitan saham

— menggunakan dasar nilai

wajar dari saham sebagai indikator nilai wajar aset,

jika nilai saham dapat diandalkan.

– Mana yang lebih andal antara nilai wajar saham atau aset. – Jika keduanya andal maka nilai wajar aset yang diserahkan

digunakan untuk mengukur aset yang diterima.

Hibah pemerintah

— tidak boleh diakui sampai

(38)

Pertukaran Aset

Biaya perolehannya diukur dengan

jumlah tercatat dari

aset yang diserahkan

.

Substansi Komersial

Substansi Komersial

Nilai wajar

Aset dipertukarkan

Nilai wajar

Aset dipertukarkan

Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur

sebesar

nilai wajar

kecuali:

Tidak memiliki

substansi komersial

,

atau

Nilai wajar aset yang diterima dan

diserahkan

tidak dapat diukur

(39)

Ilustrasi Pembayaran Tangguhan

PT. Kencana membeli kendaraan melalui angsuran. Uang muka yang

dibayarkan sebesar 500 juta dan angsuran selama 5 tahun yang dibayarkan 200juta per tahun.

Tingkat bunga yang berlaku 12%

Nilai tunai mesin tersebut adalah PVA i=12%, n=5. Nilai tunai

angsuran = 720,95

• Nilai mesin 730,95+500 = 1.230,95

Jurnal perolehan

Kendaraan 1.230,95

Kas 500

Utang 720,95

Pembayaran angsuran 1

Utang 113,49

Beban bunga 86,51

(40)

Pengeluaran setelah Perolehan Aset

Pengeluaran yang dilakukan untuk mengakuisisi aset tetap baru

atau menambah aset tetap baru belanja modal = capital expenditure.

Pengeluaran akan dicatat menambah nilai aset jika sesuai

dengan definisi aset tetap yaitu memiliki manfaat ekonomi di masa depan dan nilainya dapat diukur dengan andal

Pengeluaran yang dilakukan untuk mengakuisisi aset tetap baru

atau menambah aset tetap baru belanja modal = capital expenditure.

Pengeluaran akan dicatat menambah nilai aset jika sesuai

dengan definisi aset tetap yaitu memiliki manfaat ekonomi di masa depan dan nilainya dapat diukur dengan andal

Pengeluaran untuk memperbaiki atau memelihara

aset tetap yang tidak memberikan manfaat di masa mendatang disebut belanja pendapatan = revenue expenditure.

Pengeluaran akan diklasifikasikan sebagai beban

pemerliharaan

Pengeluaran untuk memperbaiki atau memelihara

aset tetap yang tidak memberikan manfaat di masa mendatang disebut belanja pendapatan = revenue expenditure.

Pengeluaran akan diklasifikasikan sebagai beban

(41)

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

Entitas harus

memilih

antara:

Cost Model

Cost Model

Revaluation Model

Revaluation Model

Sebagai kebijakan akuntansinya,

dan

Menerapkan kebijakan tersebut

terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

Tanah, tanah dan

bangungan, mesin, kapal, pesawat, perabotan,

(42)

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

Cost Model

Cost Model

Revaluation Model

Revaluation Model

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap

dicatat sebesar :

Biaya perolehan

dikurangi

Akumulasi penyusutan dan Akumulasi

rugi penurunan nilai aset

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap

dicatat sebesar :

Jumlah revaluasian

, yaitu

nilai wajar

pada tanggal revaluasi,

dikurangi

Akumulasi penyusutan dan

Akumulasi rugi penurunan nilai aset

(43)

Frekuensi Penilaian

Frekuensi revaluasi tergantung perubahan

nilai wajar dari suatu asset tetap.

Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara

material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan

perlu dilakukan.

Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar

secara signifikan dan

fluktuatif

, sehingga perlu direvaluasi

secara

tahunan

.

Revaluasi tahunan tidak perlu, apabila

perubahan nilai

(44)

Revaluation Model

Revaluation Model

Revaluation Model

Revaluasi harus dilakukan secara

reguler Untuk memastikan jumlah

tercatat tidak berbeda secara

material dengan nilai wajar pada

tanggal neraca.

Revaluasi harus dilakukan secara

reguler Untuk memastikan jumlah

tercatat tidak berbeda secara

material dengan nilai wajar pada

tanggal neraca.

Akumulasi penyusutan pada tanggal

revaluasi diperlakukan dengan

metode:

proporsional

, atau

(45)

Akumulasi Penyusutan – Revalution Model

Revaluation Model

Revaluation Model

Akumulasi penyusutan pada

tanggal revaluasi diperlakukan

dengan metode:

proporsional

Nilai akumulasi depresiasi dan

harga perolehan dinaikkan secara

proporsional sehingga nilai bersih

aset sama dengan nilai revaluasi.

eliminasi

.

Nilai akumulasi depresiai ditutup

mengurangi nilai aset. Kemudian

aset dinaikkan menjadi nilai

revaluasi

Akumulasi penyusutan pada

tanggal revaluasi diperlakukan

dengan metode:

proporsional

Nilai akumulasi depresiasi dan

harga perolehan dinaikkan secara

proporsional sehingga nilai bersih

aset sama dengan nilai revaluasi.

eliminasi.

Nilai akumulasi depresiai ditutup

mengurangi nilai aset. Kemudian

aset dinaikkan menjadi nilai

(46)

Akumulasi Penyusutan – Revalution Model

Revaluation Model

Revaluation Model Ketika entitas menggunakan model revaluasi, jumlah tercatat aset disajikan kembali pada jumlah revaluasiannya, sehingga jumlah

tercatat aset bruto dan akumulasi penyusutan diperlakukan pada salah satu cara berikut: a. Jumlah tercatat bruto disajikan kembali

secara konsisten dengan revaluasi jumlah tercatat tersebut dan akumulasi

penyusutannya di sesuaikan untuk

menyamakan perbedaan antara jumlah tercatat bruto dengan jumlah tercatat setelah memperhitungkan akumulasi rugi penurunan nilai;  Proporsional

b. Akumulasi penyusutan dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto aset

Eliminasi

Ketika entitas menggunakan model revaluasi, jumlah tercatat aset disajikan kembali pada jumlah revaluasiannya, sehingga jumlah

tercatat aset bruto dan akumulasi penyusutan diperlakukan pada salah satu cara berikut: a. Jumlah tercatat bruto disajikan kembali

secara konsisten dengan revaluasi jumlah tercatat tersebut dan akumulasi

penyusutannya di sesuaikan untuk

menyamakan perbedaan antara jumlah tercatat bruto dengan jumlah tercatat setelah memperhitungkan akumulasi rugi penurunan nilai;  Proporsional

b. Akumulasi penyusutan dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto aset 

(47)

Revaluation Model

Metode Proporsional

Metode Proporsional Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah 90.000.000.

Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah 90.000.000.

1/1/2012 Aset tetap 100.000.000

Kas 100.000.000

31/12/2012 Beban Penyusutan 20.000.000

Akumulasi Penyusutan 20.000.000

31/12/ 2012 Aset Tetap 12.500.000

Akumulasi Penyusutan 2.500.000* Surplus Revaluasi 10.000.000

*(90.000.000 - 80.000.000) / 80.000.000) x 20.000.000 = 2.500.000

Example

(48)

Revaluation Model

Metode Eliminasi

Metode Eliminasi Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah 90.000.000.

Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah 90.000.000.

1/1/2012 Aset tetap 100.000.000

Kas 100.000.000

31/12/2012 Beban Penyusutan 20.000.000

Akumulasi Penyusutan 20.000.000

31/12/ 2012 Akumulasi Penyusutan 20.000.000

Aset Tetap 20.000.000

Aset Tetap 10.000,000

Surplus Revaluasi - OCI 10.000.000 31/12/2013 Beban penyusutan 22.500.000

Akumulasi penyusutan 22.500.000 Surplus revaluasi – OCI 2.500.000

Saldo Laba 2.500.000

Example

(49)

Revaluation Model

Metode Eliminasi

Metode Eliminasi Pada 1 Januari 2014 aset direvaluasi kembali dengan nilai 63.000.000. Buat jurnal pada 1 Jan 2014 dan 31 Desember 2014

Pada 1 Januari 2014 aset direvaluasi kembali dengan nilai 63.000.000. Buat jurnal pada 1 Jan 2014 dan 31 Desember 2014

1/1/ 2014 Akumulasi Penyusutan 22.500.000 Aset Tetap 22.500.000 Surplus Revaluasi - OCI 4.500.000

Aset Tetap 4.500.000 31/12/2014 Beban penyusutan 21.000.000

Akumulasi penyusutan 21.000.000 Surplus revaluasi – OCI 1.000.000

Saldo Laba 1.000.000 1 januari 2015 Asset dijual dengan harga 50.000.000, Tunai 1/1/2015 Kas 50.000.000

Akumulasi Penyusutan 21.000.000

Asset Tetap 63.000.000

Keuntungan penjualan aset tetap 8.000.0000 Surplus Revaluasi 2.000.000

Saldo Laba 2.000.000

Example

(50)

Pengukuran setelah Pengakuan

Awal

Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka

seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus

direvaluasi

Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi,

kenaikan tersebut langsung dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi.

– Dikredit ke saldo laba jika sebelumnya ada

penurunan akibat revaluasi terdahulu / impairment.

• Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi.

– Didebit ke surplus revaluasi (ekuitas) – sejumlah saldo kredit surplus revaluasi (jika ada) sebelum debit ke saldo laba.

(51)

Revaluation Model

Surplus revaluasi di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba

pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya.

Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan

penggunaan aset oleh entitas. (partially realized)  saat penyusutan

Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian

dan penyusutan dengan biaya perolehan (atau nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis)

Revaluation Model

Revaluation Model

• Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi.

• Jika Entitas mengubah kebijakan akutnansi dari model biaya ke model Revaluasi dalam pengukuran asset tetap, maka perubahan tersebut berlaku secara prospektif

Dr Surplus Revaluasi - OCI Cr Saldo Laba

(52)

Revaluation Model

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan

akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi

dan menghasilkan nilai Rp 3.900.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan

3.300.000

Cr – Aset Tetap

3.300.000

Dr – Aset Tetap

1.200.000

Cr – Surplus Revaluasi

1.200.000

Example

(53)

Revaluation Model

Example

Example

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi

penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan

nilai Rp 3.900.000. Sebelumnya pernah direvaluasi dengan

penurunan Rp 400.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan

3.300.000

Cr – Aset Tetap

3.300.000

Dr – Aset Tetap

1.200.000

Cr – Keuntungan Revaluasi

400.000

(54)

Revaluation Model

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan

akumulasi penyusutan Rp3.300.000 dilakukan revaluasi dan

menghasilkan nilai Rp 2.000.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000

Cr – Aset Tetap

3.300.000

Dr – Rugi Revaluasi

700.000

Cr – Aset Tetap

700.000.

Example

(55)

Revaluation Model

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan

akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi

dan menghasilkan nilai Rp 2.000.000. Sebelumnya pernah

direvaluasi dengan surplus Rp 400.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000

Cr – Aset Tetap 3.300.000

Dr – Rugi Revaluasi 300.000

Dr – Surplus Revaluasi 400.000

Cr – Aset Tetap 700.000

Example

(56)

Revaluation Model

PT. Kenanga membeli mesin dengan harga 50.000 pada 1 Jan 2010 dan menggunakan

metode revaluasi

Mesin tersebut disusutkan dengan metode garis lurus 5thn.

Pada 31 Desember 2010 direvaluasi sebesar

48.000

• Buat jurnal untuk tahun 2010 dan 2011.

Contoh

Contoh

Dr Aset tetap 50,000 Cr Kas 50,000

Dr Aset tetap 50,000 Cr Kas 50,000

Dr Beban Penyusutan 10,000

Cr Akumulasi Penyusutan 10,000

Dr Beban Penyusutan 10,000

Cr Akumulasi Penyusutan 10,000

Dr Akumulasi Penyusutan 10,000 Cr Aset tetap 2,000

Cr Surplus Revaluasi 8,000

Dr Akumulasi Penyusutan 10,000 Cr Aset tetap 2,000

Cr Surplus Revaluasi 8,000

Revaluation Model

Revaluation Model

Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000

Cr Akumulasi Penyusutan 12,000 Dr Surplus Revaluasi 2,000

Cr Saldo Laba 2,000

Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000

Cr Akumulasi Penyusutan 12,000 Dr Surplus Revaluasi 2,000

Cr Saldo Laba 2,000 1.1.2010

(57)

Penyusutan

Penyusutan

adalah alokasi sistematis

jumlah yang dapat

disusutkan (depreciable amount)

dari suatu aset selama

umur manfaatnya (useful life)

.

Penyusutan

Penyusutan

Cost Model

Cost Model

Revaluation Model

(58)

Sifat Penyusutan

Semua aset tetap kecuali

tanah kehilangan

kapasitasnya saat

digunakan.

Kehilangan kapasitas

produksi ini diakui sebagai

Beban Depresiasi.

Depresiasi

alokasi

biaya perolehan

Semua aset tetap kecuali

tanah kehilangan

kapasitasnya saat

digunakan.

Kehilangan kapasitas

produksi ini diakui sebagai

Beban Depresiasi.

Depresiasi

alokasi

biaya perolehan

Depresiasi fisik terjadi dari

pengausan atau perusakan

saat digunakan atau karena

cuaca.

Depresiasi fisik

terjadi

dari

pengausan atau perusakan

saat digunakan atau karena

cuaca.

Depresasi fungsional terjadi

saat aset tetap tidak lagi

dapat digunakan pada

tingkat yang diharapkan.

Depresasi fungsional

terjadi

saat aset tetap tidak lagi

(59)

Sifat Penyusutan

Biaya Perolehan

-

Nilai Sisa

=

Biaya didepresiasi

Masa Manfaat

1

Beban Depresiasi

Periodik

2 3 4 5

(60)

Penyusutan

Setiap bagian

aset

tetap yang

memiliki biaya perolehan cukup

signifikan terhadap total biaya

perolehan seluruh aset harus

disusutkan secara terpisah.

Contoh : rangka dan mesin

pesawat

Beban penyusutan untuk setiap

periode harus diakui dalam

laporan laba rugi kecuali jika

beban tersebut dimasukkan

dalam jumlah tercatat aset lain.

Penyusutan

(61)

Penyusutan

Penyusutan aset dimulai pada saat

aset tersebut siap digunakan

Pada saat aset berada di lokasi dan

kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.

Penyusutan aset dihentikan lebih

awal ketika:

Diklasifikasikan sebagai aset dimiliki

untuk dijual; dan

Aset dihentikan pengakuannya.

Tanah dan bangunan diperlakukan

sebagai aset terpisah walaupun

diperoleh sekaligus.

Implikasinya,

penyusutan tidak dihentikan sekalipun aset:

–tidak digunakan atau

dihentikan

penggunaannya Implikasinya,

penyusutan tidak dihentikan sekalipun aset:

tidak digunakan

atau

dihentikan

penggunaannya

Penyusutan

(62)

Penyusutan

Nilai residu

dan

umur manfaat

suatu

aset

harus di-review minimum setiap

akhir tahun buku

Jika hasil review berbeda dengan estimasi

(63)

Penyusutan

Paragraf 60 PSAK 16 menyatakan bahwa metode

penyusutan harus mencerminkan pola pemakaian manfaat ekonomik masa depan aset

Paragraf 62 PSAK 16 menyatakan mengenai berbagai

metode penyusutan yang dapat digunakan untuk

mengalokasikan jumlah tersusutkan dari aset secara sitematis selama umur manfaatnya, diantaranya:

– Garis lurus;

– Metode saldo menurun; dan

– Metode unit produksi.

(64)

Penyusutan

Seluruh faktor berikut diperhitungkan dalam menentukan

umur manfaat suatu asset:

a) Perkiraan daya pakai;

b) Perkiraan tingkat keausan fisik;

c) Keusangan teknis atau keusangan komersial.

Dimana pengurangan yang diperkirakan terjadi di masa yang akan datang atas harga jual suatu produk yang diproduksi menggunakan suatu aset merupakan suatu indikasinya. (2015)

d) Pembatasan hukum atau yang serupa.

Umur Manfaat

(65)

Penyusutan

Metode penyusutan yang

digunakan:

Harus mencerminkan ekspektasi

pola konsumsi manfaat ekonomis

masa depan atas aset oleh

entitas

.

Harus di-review minimum setiap

akhir tahun buku, dan

Perubahan metode diperlakukan

sebagai

perubahan estimasi

.

Metode Penyusutan

(66)

Penyusutan

Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah

Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah

Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat

Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan

Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan

Metode Penyusutan

(67)

Penyusutan

Sebagian besar

perusahaan di USA

menggunakan metode

garis lurus / straight line

Garis Lurus Saldo Menurun

Lainnya

Unit Produksi

(68)

Penurunan Nilai – PSAK 48

PSAK 48 tentang Penurunan Nilai Aset, yang membahas:

1. Bagaimana entitas melakukan review atas nilai tercatat aset, 2. Bagaimana menentukan recoverable amount suatu aset, dan 3. Kapan mengakui atau membalik rugi penurunan nilai.

Penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat aset lebih tinggi dibandingkan nilai

terpulihkan (recoverable amount)

• Recoverable amount adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan dengan nilai kini penggunaan aset.

• Penurunan nilai diakui di laporan laba rugi

Revew penurunan nilai dilakukan setiap pelaporan. Pertama dilakukan

review apakah terjadi indikasi penurunan nilai, jika tidak ada maka aset tidak perlu dihitung nilai dapat diperoleh kembali. Jika terdapat indikasi penurunan nilai entitas baru melakukan perhitungan nilai dapat diperoleh kembali.

(69)

Pengakuan Rugi Penurunan Nilai

PSAK 48 Par

59-60-61 nilai terpulihkan aset < dari nilai tercatatnya

nilai terpulihkan aset < dari nilai tercatatnya

nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar

nilai terpulihkan.

Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai

Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laporan laba rugi, • Kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan

(70)

Pengakuan Rugi Penurunan Nilai

• Setiap rugi penurunan nilai aset tetap

revalusian (PSAK 16) diperlakukan sebagai

penurunan revaluasi.

diakui dalam pendapatan komprehensif

lain, sepanjang kerugian penurunan nilai tidak melebihi jumlah surplus revaluasi untuk aset yang sama

rugi penurunan nilai atas aset revaluasian

(71)

Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 400 juta, nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp360 juta dan nilai pakainyaRp 410 juta.

Rp 400 juta Rp 410 juta

Rp 360 juta Rp 410 juta

Tidak ada penurunan nilai

(72)

Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 350 juta.

Illustration 11-15

Rp 400 juta Rp 360 juta

Rp 350 juta Rp40 juta Rugi Penurunan Nilai

Ilustrasi Penurunan Nilai 2

Rp 360 juta

Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 40 juta

(73)

Penghentian Pengakuan

Jumlah

tercatat

aset

tetap

dihentikan

pengakuannya pada saat:

a)dilepaskan; atau

b)Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau

pelepasannya.

Laba atau rugi yang timbul dari penghentian

pengakuan aset tetap harus dimasukkan

dalam laporan laba rugi pada saat aset

tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali

transaksi jual-sewa balik).

Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai

(74)

Penghentian Pengakuan

Penghentin pengakuan pada saat penggantian sebagian aset

tetap

– Entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian dalam jumlah tercatat aset,

– Kemudian menghentikan pengakuan jumlah tercatat bagian yang digantikan tanpa memperhatikan bagian yang digantikan telah disusutkan secara terpisah. Jika tidak praktis, biaya perolehan penggantian = biaya perolehan yang digantikan .

Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu

aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara :

(75)

Penghentian Pengakuan

Penghentian pengakuan aset dapat dilakukan dengan

beberapa cara :

1. dibuang

,

2. dijual

,

atau

3. ditukar tambah

dengan aset serupa.

Jurnal yang diperlukan tergantung pelepasan dan kondisi,

namun secara umum terdiri dari:

Akun aset dikredit untuk mengeluarkan aset dari pembukuan • Akun Akumulasi Penyusutan terkait harus didebit untuk

mengeluarkan saldonya dari buku besar.

(76)

Penjualan Aset

PT. Kelud memilik mesin yang dibeli 1 Juli 2X07 dengan harga

20.000.000. Depresiasi sebesar 2.400.000 per tahun, jurnal depresiasi dilakukan setiap akhir tahun. Pada 1 September 2X11 mesin dijual

dengan harga 10.000.000. Buatlah jurnal untuk mencatat penjualan tersebut.

Mencatat depresiasi 3 bulan

Beban depresiasi 1.600.000

Akumulasi depresiasi 1.600.000

Jurnal penjualan

Akumulasi depresiasi 10.000.000

Kas 10.500.000

Mesin 20.000.000

Akumulasi depresiasi 5.000.000 Nilai akumulasi depresiasi 1 September 2X11

4.167 tahun x 2.400.000 = 10.000.000

(77)

PSAK 58 - Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi dihentikan

Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi

dihentikan

Kriteria :

aset (atau kelompok lepasan) harus berada dalam keadaan yang dapat dijual dengan segera

penjualan tersebut dapat dikatakan sangat mungkin terjadi, manajemen pada hirarki yang memadai harus mempunyai komitmen terhadap

rencana penjualan aset.

Diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah

tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk

menjual, dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan

Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual disajikan sebagai aset

(78)

Pengungkapan

Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah

tercatat bruto

Metode penyusutan yang digunakan

Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan

Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal dan

akhir periode.

Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periodeKeberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik karena

penjaminan utang

Jumlah pengeluaran yang diakui dalam pembangunanJumlah komitmen kontraktual dalam perolehan

Jumlah kompensasi pihak ketiga untuk aset yang

mengalami penurunan nilai, hilang / dihentikan.

(79)

Pengungkapan Revaluasi

Tanggal efektif revaluasian

Apakah melibatkan penilai independen, bila ada

Untuk setiap kelas aset yang direvaluasi: jumlah

tercatat aset seandainya aset dicatat dengan

menggunakan model biaya

Surplus revaluasi yang mengindikasikan

perubahan selama periode dan setiap

(80)
(81)
(82)
(83)
(84)

84

Dwi Martani - 081318227080 [email protected] atau d

[email protected]

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/ Dwi Martani - 081318227080

[email protected] atau d

[email protected]

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/

Referensi

Dokumen terkait

mahasiswa mengetahui dan memahami konsep dasar sistem penganggaran menyeluruh dan mampu melakukan praktik penyusunan budget menyeluruh, budget produksi, budget bahan

Benih yang akan digunakan adalah benih bermutu yaitu benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80% (vigor

Pemberian tunjangan ini diberikan bukan berdasarkan lama pegawai bersangkutan bekerja, bukan karena pangkat yang lebih tinggi melainkan dari kinerja atau output

Pada prinsipnya pemotongan pajak atas Wajib Pajak luar negeri adalah bersifat final, tetapi atas penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b dan huruf c, dan

Dari bentuk-bentuk pembiayaan dan jasa yang ditawarkan oleh perbankan syariah yaitu; (1) mudharabah; merupakan pembiayaan dalam bentuk kerja sama antara pemilik modal (bank

Penerapan autentik oleh siswa maupun guru dengan memanfaatkan hasil tulisan jurnal siswa juga dapat memberi pengaruh yang besar terhadap peningkatan keterampilan

Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa, sangat baik untuk menerangkan suatu proses, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, dapat diulang-ulang

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN CERITA MELALUI KOMIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR.. Gorys Keraf (2006) mengemukakan bahwa membaca adalah