ii ABSTRAK
Timbal (Pb) di lingkungan jalan raya berasal dari gas buang kendaraan bermotor yang dihasilkan bahan bakar yang mengandung Timbal (Pb). Fungsi timbal sebagai campuran bahan bakar bensin adalah meningkatkan daya pelumasan, juga meningkatkan efisiensi pembakaran sehingga kinerja kendaraan bermotor meningkat. Angkutan kota adalah salah satu moda transportasi yang banyak digunakan umum. Sopir angkutan kota sebagai pihak yang paling sering berada di jalan raya merupakan pihak yang beresiko terpapar asap kendaraan bermotor. Bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan Timbal (Pb) paling sering menyebabkan keracunan yang disebabkan oleh polusi lingkungan atau udara, terutama di kota-kota besar.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode deskriptif untuk mengetahui kadar Timbal (Pb) pada urin dan keluhan kesehatan sopir angkot Rahayu Medan Ceria 103 kota Medan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang kemudian diikuti dengan pemeriksaan laboratorium. Sampel penelitian adalah sopir angkutan kota Rahayu Medan Ceria 103 yang setiap hari bekerja di jalan raya kota Medan, didapatkan sebanyak 30 responden, dalam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan sopir angkot yang mengalami keluhan kesehatan sebanyak 76,7 % sedangkan yang tidak mengalami keluhan kesehatan yaitu sebanyak 23,3 %. Hasil pengukuran kadar Timbal (Pb) pada urin menunjukkan kadar Timbal (Pb) berada < 0,15 mg/L kreatin dan tidak melebihi ambang batas yang ditentukan. Kandungan Timbal (Pb) pada urin terendah 0,029 mg/L dan tertinggi 0,147 mg/L.
Disarankan untuk instansi terkait seperti Badan Lingkungan Hidup untuk melakukan pengawasan secara teratur dengan upaya mengurangi jumlah polusi udara, terutama Timbal (Pb). Gas kendaraan bermotor memberikan paparan timbal pada masyarakat, disarankan sebaiknya menggunakan bensin tanpa timbal (Pb).
Kata kunci: Timbal (Pb), Urin, Keluhan Kesehatan, Sopir angkot
iii ABSTRACT
The Lead (Pb) of road the emission gasses of motor vehicles produced fuels containing lead (Pb. Functions of lead, in addition to enhancing lubrication, aslo inprove combustion efficiency. City transport is the most used transportation in common public. The bus driver as the most often are on the highway are the most risk exposure to the fumes of motor vehicles. The dangers posed by the use of lead (Pb) is the most frequent cause of poisoning by environmental or air pollution, especially in large cities.
This research is a quantitative study using descriptive study design to determine levels of lead in the urine and health complaints the bus driver of city transport Rahayu Medan Ceria 103 Medan city. The data was collected by usibg a questionnaire that is then followed by laboratory examination. The subjects is of this study were the bus driver of city transport Rahayu Medan Ceria 103 who everyday working in the highway town of Medan, obtained by 30 respondents, taken by using purposive sampling.
The study found that the bus driver city transport who suffered health complaints as much as 76,7% while those not experiencing health complaints as many as 23,3%. The measurement results showed Lead (Pb) levels in the urine levels were <0,15 mg / L creatine. Lowest Lead (Pb) content in the urine of 0,029 mg / L and the highest 0,147 mg / L.
Suggestion to relevant Institution such as the Environment Institution to conduct regular surveillance in an effort to reduce the amount of air pollution, especially Lead (Pb). Emission gas of motor vehicles bestow Lead (Pb) exposure in the society, suggestion use of fuel without Lead (Pb).
Keywords: Lead, Urine, Health Complaint, The bus driver city transport