• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dit"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Ditinjau Dari Perkembangan

Harga Saham Sebelum dan Setelah Penerapan

Good Corporate Governance

(Studi Kasus Perusahaan Sangat Terpecaya Menurut CGPI Award periode 2009)

SKRIPSI

Oleh :

DWI PUTRI RETNO WULAN

NPM : 0642010078

YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS

(2)

Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Ditinjau Dari Perkembangan

Harga Saham Sebelum dan Setelah Penerapan Good Corporate

Governance

Studi Kasus Perusahaan Sangat Terpecaya menurut CGPI Award periode

2009).

NAMA

: Dwi Putri Retno Wulan

NPM :

0642010078

JURUSAN

: Administrasi Bisnis

Telah di setujui untuk mengikuti ujian skripsi

Pembimbing I

Pembimbing II

Ety Dwi Susanti, Dra. Msi

Eddy Poernomo, Drs, SE,MM

NIP : 030.227.786

NIP : 030.178.443

DEKAN

(3)

  92

Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Ditinjau Dari Perkembangan Harga Saham Sebelum dan Setelah Penerapan

Good Corporate Governance

Studi Kasus Perusahaan Sangat Terpecaya menurut CGPI Award

periode 2009

Disusun Oleh :

DWI PUTRI RETNO WULAN NPM. 0642010078

Telah dipertahankan dihadapkan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Pada tanggal 20 Mei 2010

Pembimbing Utama Tim Penguji :

Ketua

Ety Dwi Susanti, Dra. Msi Jojok D., S.Sos, M.Si NIP : 030.227.786 NIP : 957.000.042

Pembimbing Pendamping Sekertaris

Edy Poernomo, Drs, SE, MM Nurhadi, Drs. M.Si NIP : 030.178.443 NIP : 030.227.930 Anggota

Ety Dwi Susanti, Dra. Msi

NIP : 030.227.786

Mengetahui, DEKAN

(4)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Proposal Skripsi : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan

Ditinjau Dari Perkembangan Harga

Saham Sebelum dan Setelah Penerapan

Good Corporate Governance (Pada

Perusahaan Sangat Terpecaya PT

Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank

CIMB Niaga Tbk, PT Aneka Tambang Tbk

dan PT United Tractors Tbk Menurut CGPI

Award periode 2009).

NAMA

: Dwi Putri Retno Wulan

NPM :

0642010078

JURUSAN

: Administrasi Bisnis

FAKULTAS

: Ilmu Sosial dan Politik

PEMBIMBING UTAMA

TIM PENGUJI :

1.

Ety Dwi Susanti, Dra.MSi

Jojok D., S.Sos, MSi

NIP

:

957.000.042

.

NIP : 030.227.786

NIP : 957.200.046

PEMBIMBING PENDAMPING

2.

(5)

ABSTRAKSI

DWI PUTRI RETNO WULAN. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Ditinjau

Dari PerkembanganHarga Saham Sebelum dan Setelah Penerapan Good

Corporate Governance (Pada Perusahaan Sangat Terpercaya PT Telekomunikasi

Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Aneka Tambang Tbk dan PT

United Tractors Tbk Menurut CGPI Award periode 2009).

Dengan banyaknya tuntutan pembenahan dibidang corporate governance

dipandang sebagai asaah satu tindakan dalam rangka pemulihan perekonomian

Indonesia yang sedang terpuruk, penerapan prinsip-prinsip good corporate

governance diyakini akan meningkatkan nilai perusahaan termasuk kinerjanya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan

kinerja keuangan yang ditinjau darii perkembangan harga saham sebelumd an

setelah penerapan Good corporate Governance pada PT Telekomunikasi

Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Aneka Tambang Tbk dan PT

United Tractors Tbk.

Data yang digunakan dalam penelitian ini dalah data sekunder yang

diperoleh dari Bursa Efek Indonesia pada tahun 2002 sampai tahun 2009. Alat

analisi yang digunakan adalah “t-test”. Berdasarkan hasil penelitian terdapat

perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan setelah penerapan Good

Corporate Governance pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank CIMB

Niaga Tbk, PT Aneka Tambang Tbk dan PT United Tractors Tbk. Dengan nilai

signifikansi lebih kecil dari 5%.

(6)

KATA PENGANTAR

Dengan Rahmat Allah SWT, yang telah memberikan hidayah-Nya kepada

penulis dapat menyelesaikan laporan proposal skripsi dengan judul ”Analisis

Kinerja Keuangan Ditinjau dari Perkembangan Harga Saham Sebelum dan

Setelah Penerapan Good Corporate Governance (Pada Perusahaan Sangat

Terpecaya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT

Aneka Tambang Tbk dan PT United Tractors Tbk Menurut CGPI Award periode

2009)”.

Penulisan laporan proposal skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk

mengikuti skripsi pada Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dan penulisan laporan proposal

skripsi agar penulis mengetahui tujuan dari proposal skripsi, sehingga penulis

memperoleh pengetahuan yang lebih luas selama mata kuliah yang diberikan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ety Dwi Susanti, Dra. Msi

selaku pembimbing utama dan Bapak Eddy Poernomo, Drs, SE,MM selaku

pembimbing pendamping yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan

bimbingan dan pengarahan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan

penyusunan laporan proposal skripsi ini.

Ucapan terima kasih juga penulis tujukan kepada :

(7)

2.

Bapak Sadjudi,Drs, SE, M.Si, selaku ketua program studi Ilmu

Administrasi Bisnis.

3.

Bapak Nurhadi,Drs, M.Si, selaku sekretaris program studi Ilmu

Administrasi Bisnis.

4.

Kedua orang tua penulis tercinta yang telah memberikan doa dan

dukungan baik moral maupun materiil dalam penelitian menyusun laporan

proposal skripsi.

Penulis menyadari bahwa sepenuhnya laporan proposal skripsi ini jauh

dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat

penulis harapkan demi kesempurnaan penulis di waktu mendatang. Akhir kata

penulis berharap agar laporan proposal skripsi ini tetap bisa memberikan manfaat

bagi pembaca.

Surabaya,

Maret

2010

(8)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1. Latar Belakang Masalah...1

1.2. Perumusan Masalah...8

1.3. Tujuan Penelitian...9

1.4. Manfaat Penelitian...9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...10

2.1. Hasil Penelitian Terdahulu...10

2.2. Landasan Teori...11

2.2.1. Manajemen Keuangan...11

2.2.1.1. Pengertian Manajemen Keuangan...11

2.2.1.2. Tujuan Manajemen Keuangan...12

2.2.1.3. Fungsi Manajemen Keuangan...13

2.2.2. Kinerja Keuangan Perusahaan...14

2.2.2.1. Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan...14

2.2.2.2. Penilaian Kinerja...15

2.2.2.3. Manfaat Penilaian Kinerja Keuangan...16

2.2.2.4. Tujuan Penilaian Kinerja...17

2.2.3. Pengertian Pasar Modal...18

2.2.3.1. Fungsi Pasar Modal...19

2.2.3.2. Efisiensi Pasar Modal...20

(9)

2.2.4.1. Jenis – jenis Saham...22

2.2.4.2. Pengertian Harga Saham...22

2.2.4.3. Pengertian Volume Perdagangan Saham...23

2.2.5. Good Corporate Governance (GCG)...23

2.2.5.1. Prinsip – prinsip GCG...25

2.2.5.2. Tujuan Penerapan Prinsip GCG...29

2.2.5.3. Manfaat GCG...30

2.2.5.4. Konsep GCG...31

2.2.5.5. Implementasi Prinsip GCG dalam Organisasi...32

2.2.5.6. Sistem Penilaian Pelaksanaan GCG...36

2.2.5.7. Teori Keagenan (Agency Theory)...40

2.6. Diagram Kerangka Berfikir...41

2.7. Hipotesis...43

BAB III METODE PENELITIAN...44

3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel...44

3.2. Populasi, Sampel dan Teknik Penentuan Sampel...45

3.3. Teknik Pengumpulan Data...47

3.3.1. Jenis Data...47

3.3.2. Sumber Data...47

3.3.3. Teknik Pengumpulan Data...48

3.4. Teknik Analisis Data...49

3.4.1. Teknik Pengujian Hipotesis...49

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan...52

4.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan...52

4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan...54

(10)

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian...58

4.2.1. Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Penerapan GCG...59

4.2.2. . Kinerja Keuangan Perusahaan Sesudah Penerapan GCG...60

4.3. Analisis dan Pengujian Hipotesis...63

4.3.1. Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov atau Shapiro – Wilk...63

4.3.2. Analisis t-test...64

4.3.3. Pengujian Hipotesis...65

4.4. Pembahasan...68

4.4.1. Pembahasan Analisis Hipotesis...68

4.4.2. Pembahasan Penerapan Prinsip – prinsip Good Corporate

Governance

(GCG)...69

4.4.2.1. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) PT

Telekomunikasi Indonesia Tbk...69

4.4.2.2. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) PT

Bank CIMB Niaga Tbk...73

4.4.2.3. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) PT

Aneka Tambang Tbk...80

4.4.2.4. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) PT

United Tractors Tbk...82

4.5. Keterbatasan Penelitian...85

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan...86

5.2. Saran...87

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Salah satu tujuan penting pendirian suatu perusahaan adalah untuk

meningkatkan kesejahteraan pemilikinya atau pemegang saham, atau

memaksimalkan kekayaan pemegang saham melalui peningkatkan nilai

perusahaan (Brigham dan Houston, 2001). Peningkatan nilai perusahaan tersebut

dapat dicapai jika perusahaan mampu beroperasi dengan mencapai laba yang

ditargetkan. Melalui laba yang diperoleh tersebut perusahaan akan mampu

memberikan dividen kepada pemegang saham, meningkatkan pertumbuhan

perusahaan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Hambatan-hambatan yang dihadapi perusahaan dalam mencapai tujuan

perusahaan tersebut pada umumnya berkisar pada hal-hal yang sifatnya

fundamental yaitu: (1) Perlunya kemampuan perusahaan untuk mengelola sumber

daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien, yang mencakup seluruh bidang

aktivitas (sumber daya manusia, akuntansi, manajemen, pemasaran dan produksi),

(2) Konsistensi terhadap sistem pemisahan antara manajemen dan pemegang

saham, sehingga secara praktis perusahaan mampu meminimalkan konflik

kepentingan yang mungkin terjadi antara muanajemen dan pemegang saham dan

(3) Perlunya kemampuan perusahaan untuk menciptakan kepercayaan pada

penyandang dana ekstern, bahwa dana ekstern tersebut digunakan secara tepat dan

(12)

  2

untuk kepentingan perusahaan. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, maka

perusahaan perlu memiliki suatu sistem pengelolaan perusahaan yang baik, yang

mampu memberikan perlindungan efektif kepada para pemegang saham dan pihak

kreditur, sehingga mereka dapat meyakinkan dirinya akan peroleh keuntungan

investasinya dengan wajar dan bernilai tinggi, selain itu juga harus dapat menjamin

terpenuhinya kepentingan karyawan serta perusahaan itu sendiri.

Bukti empiris yang diperoleh dari hasil riset Zhuang pada tahun 2000

menunjukkan masih lemahnya perusahaan-perusahaan publik di Indonesia dalam

mengelola perusahaan dibanding negara-negara Asia Tenggara, hal ini

ditunjukkan oleh masih lemahnya standar-standar akuntansi dan regulasi,

pertanggungjawaban terhadap para pemegang saham, standar-standar

pengungkapan dan transparansi serta proses-proses kepengurusan perusahaan. Hal

ini secara tidak langsung menunjukkan masih lemahnya perusahaan-perusahaan

publik di Indonesia dalam menjalankan manajemen yang baik dalam memuaskan

stakeholder perusahaan. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka perusahaan

perlu memiliki suatu sistem pengelolaan perusahaan yang baik yaitu Good

Corporate Governance (GCG), yang mampu memberikan perlindungan efektif

kepada para pemegang saham dan pihak kreditur, sehingga mereka dapat

meyakinkan dirinya akan peroleh keuntungan investasinya dengan wajar dan

bernilai tinggi, selain itu juga harus dapat menjamin terpenuhinya kepentingan

karyawan serta perusahaan itu sendiri.

Penerapan GCG (Good Corporate Governance) pada perusahaan sesuai

dengan penandatanganan perjanjian Letter of intent (LOI) dengan IMF tahun

(13)

  3

perusahaan di Indonesia (Sri Sulistyanto, 2003). Melalui penerapan good

corporate governance tersebut diharapkan: (1) perusahaan mampu meningkatkan

kinerjanya melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik,

meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta mampu meningkatkan

pelayanannya kepada stakeholder, (2) perusahaan lebih mudah memperoleh dana

pembiayaan yang lebih murah sehingga dapat meningkatkan corporate value, (3)

mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di

Indonesia dan (4) pemegang saham akan merasa puas dengan kinerja perusahaan

sekaligus akan meningkatkan shareholders value dan dividen.

Hasil survey yang dilakukan oleh SWA bersama Indonesian Institute for

Corporate Governance (IICG) pada tahun 2006 mengenai alasan perusahaan

menerapkan Good Corporate Governance yaitu untuk menjaga kepercayaan

stakeholder dan menerapkan transparansi. Selain itu alasan penerapan GCG yaitu

untuk memperbaiki mekanisme proses bisnis internal, menciptakan pertumbuhan

yang berkelanjutan, menghadapi tuntutan regulasi, meningkatkan daya saing.

Kerangka yang dibangun dalam corporate governance harus menjamin

adanya pedoman strategis perusahaan, pengawasan yang efektif terhadap

manajemen oleh dewan komisaris, dan pemegang saham. Prinsip ini juga memuat

kewenangan – kewenangan serta kewajiban – kewajiban profesioanal dewan

komisaris kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya (Muh.

Arief Effendi, 2009). Prinsip – prinsip GCG (Good Corporate Governance) sesuai

(14)

  4

2002 tentang penerapan GCG yaitu Transparansi, pengungkapan, kemandirian,

akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran.

Menurut Arief, 2009 salah satu prinsip dari GCG adalah masalah

transparasi, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan

keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan

mengenai perusahaan. Informasi penting di perusahaan yang perlu diketahui oleh

publik, antara lain laporan keuangan perusahaan. Pada saat ini pemaparan tentang

laporan keuangan perusahaan tahunan (annual report) yang disampaikan kepada

publik, baru berjalan di perusahaan yang sudah go publik atau terdaftar di Bursa

Efek Indonesia. Semakin tinggi tingkat keterbukaan atas laporan keuangan

perusahaan maka seharusnya semakin rendah pula kemungkinan terjadinya

korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Setiap tahun Kementrian BUMN bekerja sama dengan Direktorat Jendral

Pajak, Badan Pengawas Pasar Modal –Lembaga Keuangan (Bapepam - LK) serta

Bank Indonesia menyelenggarakan Annual Report Award. Tema Annual Report

Award tahun 2005 adalah “ Kualitas Keterbukaan Informasi pada laporan

Tahunan sebagai Salah Satu Penerapan Good Corporatel Governance” yang

dapat diikuti oleh semua perusahaan, baik prusahaan publik maupun perusahaan

nonpublik sebagai peserta. Kriteria umum yang dipakai sebagai dasar penilaian

adalah sebagai berikut :

a. Memberikan gambaran yang lebih baik dan jelas mengenai kegiatan

operasional perusahaan dan penjelasan mengenai kinerja perusahaan serta

(15)

  5

b. Penyajian informasi keuangan yang baik dan informatif sesuai dengan

ketentuan akuntansi yang berlaku di Indonesia.

c. Informasi yang jelas mengenai kepemilikan dan penerapan Good Corporate

Governance.

d. Kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah atau pihak mana pun yang

mengarah pada implementasi GCG dalam Laporan Keuangan Tahunan. Hal

ini merupakan perwujudan dari akuntabilitas publik terkait dengan transparasi

laporan keuangan perusahaan.

Good Corporate Governance (GCG) memang bukan satu – satunya faktor

yang menentukan dalam reformasi bisnis, namun komitmen perusahaan terhadap

implementasi prinsip – prinsip GCG merupakan salah satu faktor kunci sukses

(Key Succes Factor) untuk mempertahankan dan menumbuhkan kepercayaan para

investor (terutama investor asing) terhadap perusahaan di Indonesia(Arief, 142).

Dimana diyakini krisis ekonomi di kawasan Asia dan Amerika Latin termasuk di

Indonesia yang muncul tersebut dikarenakan kegagalan penerapan Good

Corporate Governance (Daniri, 2005). Standard & Poors, suatu lembaga

penelitian internasional telah membuat kerangka evaluasi serta membuat

peringkat (Ranking) terhadap perusahaan – perusahaan yang ada didunia.

Biasanya hasil evaluasi atau peringkat yang dibuat oleh lembaga tersebut dapat

mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya di suatu negara.

Implementasi prinsip - prinsip GCG dalam pengelolaan perusahaan

(16)

  6

transparan. Hal tersebut merupakan modal dasar bagi timbulnya kepercayaan

publik sehingga bagi perusahaan yang telah go public saham perusahaannya akan

lebih diminati oleh para investor dan berdampak positif terhadap peningkatan nilai

saham. Implementasi GCG merupakan peluang yang cukup besar bagi perusahaan

untuk meraih berbagai manfaat termasuk kepercayaan dari investor terhadap

perusahaan, bermanfaat bagi manajemen, karyawan perusahaan, stakeholder dan

berbagai pihak yang terkait.

Suatu perusahaan yang menerapkan Good Corporate Governance

berharap tingkat kepercayaan perusahaan dimata investor menjadi baik, sehingga

para investor tersebut akan membeli saham dari perusahaan tersebut.

Beberapa bukti empiris yang menunjukkan bahwa perusahaan yang

menerapkan good corporate governance mempunyai kinerja keuangan yang baik

antara lain: (1) Penelitian yang dilakukan oleh Ashbaugh, et al. (2004) terhadap

1500 perusahaan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan

yang melaksanakan good corporate governance mengalami peningkatan

peringkat kredit (firm credit rating) yang signifikan, (2) Penelitian yang dilakukan

oleh Alexakis et al. (2006) terhadap perusahaan-perusahaan yang listing di pasar

modal Yunani menunjukkan bahwa, perusahaan-perusahaan yang melaksakan

corporate governance secara baik mengalami peningkatan rata-rata return saham,

dan mengalami penurunan risiko yang signifikan, (3) Penelitian yang di-lakukan

Drobetz, et al. (2003) terhadap perusahaan-perusahaan yang listing di pasar modal

Jerman menunjukkan bahwa, perusahaan-perusahaan yang melaksanakan good

(17)

  7

signifikan, (4) Penelitian yang dilakukan oleh Firth et al. (2002) terhadap

perusahaan-perusahaan yang listing di pasar modal Hongkong menunjukkan

bahwa, perusahaan-perusahaan yang melaksanakan good corporate governance

mengalami peningkatan kinerja perusahaan (corporate performance) yang

signifikan. Demikian pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Brown dan

Caylor (2004) di Georgia, juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang

melaksanakan good corporate governance mengalami peningkatan kinerja

perusahaan (corporate performance) yang signifikan. Penelitian yang dilakukan

oleh Cornett et al (2005) terhadap perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam

S&P 100, juga menunjukkan hasil yang sama dimana perusahaan-perusahaan

yang melaksanakan good corporate governance mengalami peningkatan kinerja

perusahaan yang signifikan. Brown dan Caylor (2004) menunjukkan bahwa

penerapan good corporate governance secara signifikan dapat meningkatkan

return on equity, net profit margin, Tobin's Q.

Mengacu pada hasil-hasil penelitian empiris yang telah dilakukan, tampak

bahwa bukti empiris tersebut menunjukkan betapa pentingnya penerapan good

corporate governance dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Menurut

survey yang dilakukan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (

IICG ) dalam acara CGPI Award, terdapat lima perusahaan yang memperoleh

tingkat sangat terpercaya. Dari tingkat yang pertama yaitu PT. Bank Mandiri

(Persero) Tbk. dengan nilai 90.65, tingkat yang kedua yaitu PT. Telekomunikasi

Indonesia Tbk. dengan nilai 88.67, untuk posisi ketiga ditempati oleh PT. Bank

(18)

  8

keempat yaitu PT. Aneka Tambang Tbk. dengan memperoleh nilai sebesar 85.87,

dan untuk perusahaan yang memperoleh peringkat sangat terpecaya pada tingkat

kelima yaitu PT. United Tractor Tbk. dengan nilai 85.44. Yang melatarbelakangi

peneliti dalam melakukan penelitian ini yaitu dari hasil perolehan yang didapatkan

oleh lima perusahaan yang menerapkan Good Corporate Governance dengan

predikat sangat terpecaya, apakah tingkat kinerja keuangan perusahaan akan

menjadi lebih baik. Dalam kaitan ini maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian mengenai ”Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Ditinjau Dari

Perkembangan Harga Saham Sebelum dan Setelah Penerapan Good

Corporate Governance” (Pada Perusahaan Sangat Terpecaya PT Telekomunikasi

Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Aneka Tambang Tbk dan PT

United Tractors Tbk Menurut CGPI Award periode 2009). Kinerja keuangan

perusahaan dalam penelitian ini dilihat dari perkembangan harga saham sebelum

dan setelah penerapan Good Corporate Governance pada lima perusahaan yang

memperoleh nilai sangat terpecaya menurut survey Corporate Governance

Perception Index (CGPI) yang dilakukan oleh Indonesian Institute for Corporate

Governance (IICG)

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah disampaikan di

muka, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Adakah perbedaan

kinerja keuangan Perusahaan ditinjau dari perkembangan harga saham sebelum

(19)

  9

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan yang ditinjau dari

perkembangan harga saham sebelum dan setelah penerapan Good Corporate

Governance pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk,

PT Aneka Tambang Tbk dan PT United Tractors Tbk.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada

beberapa pihak, antara lain :

1. Manfaat bagi perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada

perusahaan, khususnya mengenai penerapan good corporate governance

terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan dalam meningkatkan

keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai bagi

pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan

kepentingan stakeholder lainnya.

2. Manfaat bagi penelitian selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa

tambahan pengetahuan empiris kepada peneliti selanjutnya mengenai

perbedaan kinerja keuangan yang ditinjau dari perkembangan harga saham

sebelum dan setelah penerapan Good Corporate Governance pada perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Rencana pola ruang wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan rencana distribusi peruntukan ruang dalam wilayah kabupaten yang meliputi rencana peruntukan ruang untuk fungsi

Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dalam pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model Creative Problem Solving

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja perbankan syariah dengan perhitungan Islamicity Performance Index tahun 2015-2017. Penelitian ini menggunakan data

Uji Sobel menunjukkan hasil bahwa kepuasan memediasi pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan pada produk kosmetik hijau merek The Body Shop. Pengujian sebelumnya

Tujuan dari audit operasional adalah menetapkan apakah perusahaan telah menerapkan praktek manajemen yang konsisten.. informasi yang dianggap perlu untuk dapat digunakan dalam

Seharusnya kekurangan jumlah pesonil bukan menjadi faktor terbesar dalam upaya penegakan hukum dan belum bisa dijadikan alasan yang sangat kuat, sehinnga hal ini

13 Saya selalu merasa kurang nyaman dengan kekurangan yang ada dalam tubuh saya.. 14 Saya merasa kurang percaya diri dengan keadaan