• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MEI 2015 INFLASI 0,55 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MEI 2015 INFLASI 0,55 PERSEN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 04/April/3510/Th.II,04 Mei 2015 1

No. 05/Mei/3510/Th.II, 01Juni 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN/

I

NFLASI

B

ANYUWANGI

M

EI

2015

I

NFLASI

0,55

PERSEN

 Pada bulan Mei 2015 Banyuwangi mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, lebih tinggi dibanding inflasi Jawa Timur sebesar 0,41 persen. Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, semuanya kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Banyuwangi sebesar 0,55 persen, diikuti Probolinggo 0,46 persen, Malang 0,45 persen, Sumenep 0,43 persen, Jember 0,39 persen, Surabaya 0,39 persen, Madiun 0,34 persen dan Kediri 0,21 persen.

 Dari 7 (tujuh) kelompok pengeluaran di kabupaten Banyuwangi, semuanya mengalami inflasi, kelompok (kel.) bahan makanan sebesar 1,34 persen, kel. Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,54 persen, kel. Sandang 0,30 persen, kel. kesehatan 0,21 persen, kel. Tansport, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen, kel. Pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,08 persen, dank el. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakan sebesar 0,05 persen.

 Komoditas penyumbang terjadinya inflasi adalah kenaikan harga daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, beras, rokok kretek, telur ayam ras, tarif parkir, bawang putih, cumi-cumi, emas perhiasan, rokok kretek filter, ikan asin belah, gula pasir, penyedap masakan, tomat sayur, lamuru, cabe rawit, anggur, kangkung, bedak, bensin, tarif listrik, bahan bakar rumah tangga, rokok putih dan ikan mernying.

 Komoditas yang menahan laju inflasi adalah turunnya harga tongkol, terong panjang, sepeda motor, nangka muda, wortel, bayam, kacang panjang, susu cair kemasan, hand body lotion, semen, kentang, ketimun, mujair, ikan banyar, susu kental manis.

 Laju inflasi tahun kalender (Desember 2014 – Mei 2015) Banyuwangi terjadi inflasi sebesar 0,06 persen lebih rendah dari Jawa Timur sebesar 0,78 persen, sebaliknya laju inflasi Year on Year (Mei 2015 terhadap Mei 2014) kota Banyuwangi mengalami inflasi sebesar 4,97 persen lebih rendah dari Jawa Timur sebesar 6,69 persen.

 Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, laju Inflasi Kalender (Desember 2014 – Mei 2015), 5 (lima) kota mengalami inflasi, yakni kota Surabaya sebesar 1,14 persen, Malang 0,75 persen, Madiun 0,45 persen, Probolinggo 0,22 persen, dan Banyuwangi sebesar 0,06 persen. sementara 3 (tiga) kota lainnya terjadi deflasi. Deflasi tertinggi di kota Kediri sebesar -0,22 persen, disusul Jember -0,06 persen, Sumenep sebesar -0,02 persen.

 Laju Inflasi Year on Year (Mei 2015 terhadap Mei 2014) semua kota mengalami inflasi dan tertinggi ada di kota Malang sebesar 7,08 persen, disusul Surabaya 7,00 persen, Sumenep 6,83 persen, Madiun 6,23 persen, Kediri 6,05 persen, Probolinggo 5,84 persen, Jember 5,60 persen dan Banyuwangi 4,97 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 2 1. Inflasi Banyuwangi

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dari hasil pemantauan harga pada bulan Mei 2015 Banyuwangi mengalami inflasi sebesar 0,55 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 117,10 pada bulan April 2015 menjadi 117,74 pada bulan Mei 2015. Inflasi bulan Mei 2015 terutama dipicu oleh kelompok bahan makanan yang memberi andil/sumbangan sebesar 0,39 persen, disusul kel. Makanan jadi, Minuman, rokok dan tembakau andil sebesar 0,08 persen.

Penyebab paling

dominan terjadinya inflasi bulan Mei 2015 adalah kenaikan harga komoditas Daging Ayam Ras sebesar 5,73 persen (andil 0,094 persen), Bawang Merah 8,90 persen (andil 0,0605

persen), Cabe Merah 30,43 persen (andil 0,06 persen) dan Beras 0,66 persen (andil 0,04 persen).

Seperti tahun sebelumnya kebiasaan spekulan selalu menaikkan harga komoditas bahan makanan menjelang bulan puasa romadhon, terutama pada komoditas daging ayam ras,

Gambar 1.

Andil Inflasi Kelompok Pengeluaran Bulan Mei 2015 0,00 0,05 0,10 0,15 0,20 0,25 0,30 0,35 0,40 0,39 0,08 0,01 0,02 0,01 0,01 0,03 Bahan Makanan MakananJadi,Minuman,Rokok&Tembakau Perumahan,Air,Listrik,Gas&Bahan.Bakar Sandang Kesehatan Pendidikan,Rekrasi,OR Trans,Kom&Jasa Keu -17,22 3,93 5,73 43,17 19,61 8,90 2,57 24,84 30,43 3,11 -11,99 6,44 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50

Maret April Mei

Daging Ayam Ras Bawang Merah Cabe Merah Beras

Gambar 2. Inflasi/Deflasi Harga Daging Ayam Ras, Bawang Merah, Cabe Merah bulan Maret 2015-Mei 2015 (%)

(3)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 3

bawang merah, cabe merah dan beras. Harga Bawang Merah dan Cabe Merah sudah merangkak naik sejak bulan Maret 2015, Daging Ayam Ras sejak bulan April 2015 dan Beras kenaikan terjadi pada bulan Mei 2015 (sebagaimana gambar 2 diatas)

Tingginya permintaan Daging Ayam Ras di pasaran menjelang puasa, diduga merupakan faktor penyebab kenaikan harga komoditas ini. Faktor penyebab lainnya adalah kenaikan harga pakan ternak seiring melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang dollar, dimana sebagian bahan baku pakan ternak saat ini masih impor dari luar negeri. Seiring daging ayam ras, ternyata harga telur ayam ras juga mengalami inflasi sebesar 9,16 persen (andil 0,035 persen)

Posisi kedua untuk komoditi pemicu inflasi adalah bawang merah. Komoditas ini mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 8,90 persen dikarenakan menurunnya produktivitas bawang merah akibat beberapa lokasi sentra bawang merah terserang hama rek-rek (sejenis jamur). Selain itu, usainya musim panen bawang merah di wilayah timur (Weleri dan Nganjuk), mahalnya harga dan kesulitan mencari bibit bawang merah, merupakan faktor lain yang menjadikan penyebab tingginya harga komoditas bawang merah.

Komoditas cabai merah mengalami inflasi sebesar 30,43 persen dikarenakan puncak panen cabai merah sudah berlalu (puncak panen sekitar bulan Maret-April), komoditas cabai rawit juga mengalami inflasi sebesar 2,00 persen. Komoditas cabai merah dan cabai rawit produksi Banyuwangi tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi setempat, tetapi juga dipasok ke beberapa kota di luar Banyuwangi, karena itu saat produksi turun, otomatis harga ikut terdongkrak naik. Selain itu, tingginya permintaan dari pasar menjelang bulan Ramadan dan Lebaran 2015 juga diduga sebagai penyebab naiknya harga komoditas ini.

Berakhirnya panen raya komoditas padi sawah ternyata berimbas pada kenaikan harga beras di pasar. Hal tersebut diduga akibat berkurangnya produksi hasil panen sementara permintaan beras sebagai makanan pokok masyarakat Banyuwangi tidak bisa dikurangi.

Tarif listrik mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (andil 0,0043 persen). PT. Perusahaan Listrik Negara pada bulan ini kembali menaikkan tarif listrik bagi pelanggan non subsidi. Kenaikan tarif listrik non subsidi disebabkan melemahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Kenaikan tarif listrik disebabkan oleh tiga faktor, yaitu : nilai kurs mata uang, inflasi dan harga minyak mentah indonesa (ICP). Penurunan ICP dari US$ 54,33 pada bulan Februari menjadi US$ 53,66 pada bulan Maret 2015 tidak mampu meredam pelemahan kurs dan kenaikan inflasi. Pada bulan Mei 2015, PLN menetapkan kenaikan tarif listrik non subsidi untuk lima golongan pelanggan sebesar Rp. 1.541,81 per kwh. Dengan demikian, tarif listrik non subsidi

(4)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 4

pada Mei 2015 naik Rp. 48,92 per Kwh atau 3,3 persen dibandingan periode April 2015, sebesar Rp. 1.465,89 per Kwh.

Komoditas gula pasir mengalami kenaikan 2,80 persen. Hal ini disebabkan produsen kue, makanan dan minuman menyetok gula pasir untuk kebutuhan mereka menghadapi bulan puasa beberapa saat lagi. Komoditas bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar 6,64 persen. Belum tibanya masa panen yang kemudian berakibat pada minimnya pasokan, diduga menjadi penyebab kenaikan harga, juga seiring dengan semakin mendekati ibadah puasa, terjadi peningkatan permintaan dari konsumen.

PT. Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex pada 1 Mei 2015 pukul 00.00 sebesar Rp. 200 sampai dengan Rp. 300. Hal ini disebabkan terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 dalam beberapa waktu terakhir.

IHK Mei 2014 IHK Desember 2014 IHK Mei 2015

Inflasi Bulan Mei 2015 Tingkat Inflasi Tahun Kalender 20151) Tingkat Inflasi Year on Year 20152 ) ( 3) ( 4) ( 5) ( 6) ( 7) ( 8) UMUM 112,17 117,67 117,74 0,55 0,06 4,97 1 Bahan Makanan 127,33 130,90 125,60 1,34 -4,05 -1,36

2 Makanan Jadi , Mi numan, Rokok, dan

Tembakau 105,92 110,97 112,62 0,54 1,49 6,33

3 Perumahan, Ai r, Li s tri k, Gas , dan

Bahan Bakar 106,24 111,73 116,09 0,05 3,90 9,27

4 Sandang 109,47 110,47 112,45 0,30 1,79 2,72

5 Kes ehatan 102,54 105,77 109,45 0,21 3,48 6,74

6 Pendi di kan, Rekreas i , dan Ol ah raga 101,07 103,69 105,98 0,08 2,21 4,86

7 Trans por, Komuni kas i , dan Jas a

Keuangan 108,48 120,55 120,58 0,15 0,02 11,15

1) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 2) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2015 terhadap IHK bulan Mei 2014

Kelompok Pengeluaran

( 1)

Tabe l 1. Andil dan Tingkat Inflas i B ulanan, Tahun Kale nde r dan Ye ar on Ye ar bulan M e i 2015 me nurut Ke lompok Pe nge luaran (2012=100)

Kabupate n B anyuwangi

Dari tabel 1 diatas menunjukkan Kabupaten Banyuwangi secara umum persentase perubahan terhadap Mei 2015 terjadi inflasi sebesar 0,55 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,34 persen.

Sementara tingkat inflasi tahun kalender 2015 (persentase perubahan IHK bulan Mei 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014) sebesar 0,06 persen atau terjadi inflasi. Inflasi terbesar pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 3,90 persen, disusul

(5)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 5

kelompok kesehatan sebesar 3,48 persen. Sementara kelompok bahan makanan selama 5 bulan yang lalu masih terjadi deflasi sebesar -4,05 persen.

Tingkat inflasi Year on Year (YoY) 2015 (persentase perubahan IHK bulan Mei 2015 terhadap IHK bulan Mei 2014) sebesar 4,97 persen atau terjadi inflasi. Inflasi terbesar terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 11,15 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 9,27 persen. Sebaliknya kelompok bahan makanan terjadi deflasi sebesar -1,36 persen.

2. Perkembangan Inflasi

Gambar 3.

Perbandingan Inflasi Bulanan (month to month) Selama tahun 2014-2015

Kabupaten Banyuwangi (dalam persen)

-1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 0,59 0,11 1,02 -1,02 0,20 0,09 -0,25 0,36 0,05 0,55 0,37 0,24 -0,12 0,11 0,51 1,22 2,50 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2014 2015

(6)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 6 Gambar 4.

Inflasi Tahun Kalender Selama tahun 2014 - 2015 Kabupaten Banyuwangi (dalam persen)

Gambar 5. Inflasi Year on Year Selama tahun 2014 - 2015 Kabupaten Banyuwangi (dalam persen) -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 0,59 0,11 1,61 -0,93 1,81 -0,84 1,56 -0,48 1,61 0,06 1,99 2,24 2,11 2,22 2,74 3,99 6,59 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2014 2015 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 7,50 6,09 7,48 3,92 6,71 3,82 6,63 4,45 7,51 4,97 7,17 2,15 1,51 2,45 3,11 4,90 6,59 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2014 2015

(7)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 7

Gambar 6.

Inflasi Bulanan (month to month)

8 Kota IHK, Jawa Timur & Nasional (dalam persen) Bulan Mei 2015

Gambar 7. Inflasi Kalender

8 Kota IHK, Jawa Timur & Nasional (dalam persen) Bulan Mei 2015 -0,40 -0,20 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20 -0,06 0,06 -0,02 -0,22 0,75 0,22 0,45 1,14 0,78 JEMBER BANYUWANGI SUMENEP KEDIRI MALANG PROBOLINGGO MADIUN SURABAYA JATIM 0,00 0,10 0,20 0,30 0,40 0,50 0,60 0,39 0,55 0,43 0,21 0,45 0,46 0,34 0,39 0,41 JEMBER BANYUWANGI SUMENEP KEDIRI MALANG PROBOLINGGO MADIUN SURABAYA JATIM

(8)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 8 Gambar 8.

Inflasi Year on Year (YoY)

8 Kota IHK, Jawa Timur & Nasional (dalam persen) Bulan Mei 2015

BADAN PUSAT STATISTIK

Kabupaten Banyuwangi

Kepala,

ttd,

Ir. Mohammad Amin, MM NIP. 19661109 199212 1 001 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 5,60 4,97 6,83 6,05 7,08 5,84 6,23 7,00 6,69 JEMBER BANYUWANGI SUMENEP KEDIRI MALANG PROBOLINGGO MADIUN SURABAYA JATIM

(9)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyuwangi, No. 05/Mei/3510/Th.II,01 Juni 2015 9 0 5 10 15 20 25

Category 1 Category 2 Category 3 Category 4

Series 1 Series 2 Series 3

Gambar

Gambar 2. Inflasi/Deflasi Harga Daging Ayam Ras, Bawang  Merah, Cabe Merah bulan Maret 2015-Mei 2015 (%)
Tabe l 1. Andil dan Tingkat Inflas i B ulanan, Tahun Kale nde r  dan Ye ar on Ye ar bulan M e i 2015  me nurut Ke lompok Pe nge luaran (2012=100)

Referensi

Dokumen terkait

Komoditas penyumbang inflasi di tahun 2014 untuk keenam kota tersebut adalah. bensin, beras, cabai rawit, angkutan antar kota, nasi dengan lauk, telur ayam ras,

 Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Sampit selama bulan Agustus 2014 antara lain: daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga,

; Komoditas yang memberikan sumbangan Inflasi Kota Pekanbaru antara lain: beras dengan andil sebesar 0,28 persen, daging ayam ras 0,22 persen, pemeliharaan/service kendaraan 0,10

 Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Sampit selama bulan Juni 2014 antara lain: daging ayam ras, bawang merah, jeruk, bahan bakar

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Lubuk Linggau selama bulan Juni 2015 antara lain: cabe merah, telur ayam ras, daging ayam

Pada April 2014 kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen, dengan komoditas penyumbang utama inflasi adalah tarif parkir

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Lubuk Linggau selama bulan April 2015 antara lain: bensin, daging ayam ras, bawang

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung selama bulan Mei 2015 antara lain: bawang merah, sewa rumah, daging ayam ras, beras,