• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI PP NOMOR 10 TAHUN 1983 jo PP NOMOR 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERCERAIAN BAGI PNS DI PENGADILAN AGAMA SALATIGA TAHUN 2010 SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "IMPLEMENTASI PP NOMOR 10 TAHUN 1983 jo PP NOMOR 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERCERAIAN BAGI PNS DI PENGADILAN AGAMA SALATIGA TAHUN 2010 SKRIPSI"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3.1 Data Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Salatiga pada Tahun 2010
Tabel 3.2 Alasan Perceraian PNS di Pengadilan Agama Salatiga pada Tahun 2010
Tabel 4.1 Agama Salatiga TahunPerbandingan Kasus Perceraian dan Kasus Lain di Pengadilan  2010
Tabel 4.2 Salatiga TahunFaktor-faktor Terjadinya Perceraian di Pengadilan Agama  2010
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hak-hak yang diperoleh masing- masing suami istri dari harta bersama setelah perceraian menurut hukum Islam, hukum adat, hukum

Salah satu akibat perceraian adalah adanya timbul permbagian harta bersama antara suami dan istri yang telah bercerai yang menimbulkan hak istri atau suami

Tujuan dari penulisan ini adalah Untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan perceraian Pegawai Negeri Sipil di Pengadilan Agama Surakarta serta akibat hukum dari

Syarat Kumulatif yaitu: (1) Ada persetujuan tertulis dari isteri, (2) Pegawai negeri sipil yang bersangkutan mempunyai penghasilan yang cukup untuk membiayai lebih

Pasal 19, peraturan pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, menjelaskan bahwa perceraian dapat terjadi karena alasan, (a) salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk,

Pelaksanaan pembagian harta bersama akibat perceraian Di Pengadilan Agama Kota Makassar telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni seluruh harta kekayaan baik

penghasilan yang cukup untuk membiayai lebih dari seorang isteri dan anak-anaknya yang dibuktikan dengan surat keterangan pajak penghasilan.. 3. Ada jaminan tertulis dari PNS

Penyelesaian Harta Bersama Akibat Perceraian di Pengadilan Negeri Brebes (Studi Kasus Perkara Nomor 6/Pdt.G/2018/PN.Bbs). Tegal: Program Studi Ilmu Hukum Fakultas