22
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran
Umum
Data yang didapat merupakan jawaban dari para responden yang mengisi pertanyaan dalan kuesioner. Responden yang dipilih merupakan pengguna Facebook aktif yang berasal dari Indonesia. Kuesioner yang disebarkan berupa Kuesioner online dan di kirimkan e-mail, inbox Facebook dan mailing list.
Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 206 sampel. Setelah dilakukan face validity dan uji outliers, dihasilkan responden valid sebesar 194 responden. Dari tabel 4.1 dapat dilihat ringkasan responden profil. Dari responden valid terdapat 60.80% pria dan sebanyak 39.2% wanita.
Untuk distribusi usia responden terbesar terletak pada kelompok usia antara 18-34 tahun dengan 84,5% dan kelompok usia terbesar kedua yaitu antara 35-54 tahun dengan persentase 13,9%. Dari hasil ini dapat terlihat bahwa pengguna Facebook aktif berusia antara 18-54 tahun. Sedangkan distribusi pekerjaan, responden yang menjawab berasal dari jenis pekerjaan yang berbeda, dan mayoritas berkerja sebagai pegawai swasta (42,3%).
Untuk pertanyaan berapa lama responden menjadi anggota Facebook, responden paling banyak menjawab selama 6-12 bulan dengan persentase 42,8%, dan mayoritas responden mempunyai account social networking lain. Sebagian besar
menjawab mempunyai account di social networking seperti Friendster, Linkedin, koprol, juga microblogging yang sedang populer saat ini Twitter dan Plurk.
Tabel 4.1 Responden Profile
Kategori Frekuensi Persentase
Jenis Kelamin Pria 118 60.80% Wanita 76 39.20% Usia ≤13-17 tahun 1 0.50% 18-34 tahun 164 84.50% 35-54 tahun 27 13.90% ≥55 tahun 2 1.00% Pekerjaan Pelajar / Mahasiswa 57 29.40% Pegawai negeri 8 4.10% Pegawai Swasta 82 42.30% Wiraswasta 22 11.30% Lainnya 25 12.90%
Lama menjadi anggota Facebook
≤ 6 bulan 46 23.70%
6 – 12 bulan 83 42.80%
1 – 2 54 27.80%
≥ 2 tahun 11 5.70%
Mempunyai Account social networking lain
Ya 53 27.30%
Tidak 141 72.70%
Dari tabel 4.2 dapat terlihat keaktifan responden dalam login di Facebook. Mayoritas responden 65,5% menjawab setiap hari login di Facebook, dan sebanyak 28,9% menjawab beberapa hari sekali. Hal ini membuktikan bahwa lebih 90% responden aktif menggunakan Facebook.
Tabel 4.2 Distribusi Keaktifan di Facebook
Frequency Percent
Valid Setiap hari 127 65.5
Beberapa hari sekali 56 28.9
Seminggu sekali 6 3.1
Sebulan 2x 1 .5
Sebulan sekali 2 1.0
Sangat jarang dari
sebulan sekali 2 1.0
Total 194 100.0
Gambar 4.1 Distribusi Keaktifan di Facebook
Dari tabel 4.3 terlihat jawaban responden mengenai seberapa banyak jumlah teman mereka di Facebook. Sebanyak 54,1 % menjawab mempunyai teman sebanyak 101-500 orang, dan sebanyak 25,8% menjawab telah mempunyai teman 501-1000 orang.
Tabel 4.3 Distribusi Jumlah teman di Facebook Frequency Percent Valid ≤ 100 18 9.3 101 – 500 105 54.1 501-1000 50 25.8 1000-2000 14 7.2 ≥2001 7 3.6 Total 194 100.0
Gambar 4.2 Distribusi Jumlah Teman
Penelitian ini juga ingin mengetahui seberapa banyak responden yang mempunyai teman asli di daftar teman Facebook mereka. Tabel 4.4 memperlihatkan sebesar 32,5 % menjawab mempunyai teman asli sebanyak 101-200 orang, sementara 28,4% menjawab 201-500 orang. Dari jawaban ini terlihat bahwa responden mempunyai kecenderungan mencari teman baru di Facebook.
Tabel 4.4 Distribusi Jumlah Teman Asli Frequency Percent Valid ≤100 46 23.7 101-200 63 32.5 201-500 55 28.4 ≥501 30 15.5 Total 194 100.0
Gambar 4.3 Distribusi Jumlah Teman Asli
Dari tabel 4.5 dapat diketahui bahwa seberapa aktif responden menambah teman ke dalam daftar teman mereka di Facebook. Sebanyak 56,2% menjawab mereka menambah ≤ 100 orang teman. Hal ini membuktikan bahwa responden lebih banyak mendapatkan permintaan menjadi teman dibandingkan mencari teman.
Tabel 4.5 Distribusi Keaktifan menambah teman Frequency Percent Valid ≤100 109 56.2 101-200 53 27.3 201-500 25 12.9 ≥501 7 3.6 Total 194 100.0
Gambar 4.4 Distribusi keaktifan menambah teman
4.2 Uji Hasil Validitas dan Reliabilitas
Untuk menguji konsistensi instrumen apakah valid atau tidak disetiap pertanyaan yang mewakili variabel yang digunakan, maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap masing-masing item yang mewakili variabel Sikap terhadap Iklan
(Attitude toward to Facebook ad), interactivity, Message, Brand Familiarity, dan Personal Relevance.
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas semua variabel
Variabel pertanyaan Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation 1 Suka iklan 70.02 110.818 0.592 2 Iklan berguna 70.09 110.692 0.572 3 Iklan relevan 69.99 110.72 0.573 4 iklan penting 69.76 110.327 0.575
5 Mendapat informasi lebih lanjut 70.12 109.307 0.62
6 Iklan interaktif 70.04 112.402 0.472
7 Iklan membantu pekerjaan 69.71 109.763 0.597 8 Bisa berkomentar di Facebook page 69.58 109.675 0.595 9 Mendapatkan undangan dari event iklan 70.05 113.402 0.355 10 Bisa berkomentar di Facebook event 69.41 111.351 0.563 11 Bisa berkomentar di video iklan 69.38 110.952 0.584 12 Kemudahan link iklan 69.54 109.473 0.625 13 mendapatkan video iklan 69.45 110.021 0.634 14 Punya nilai entertainment 69.85 109.033 0.616 15 Punya informasi penting 69.82 109.731 0.611 16 Mempermudah komunikasi 70.08 111.574 0.486 17 Familier dengan brand 69.85 111.344 0.5 18 Menjadi anggota Facebook page brand 69.74 109.967 0.555 19 Menjadi fans sebuah brand 69.8 110.2 0.549 20 mengikuti kegiatan acara brand 69.43 110.599 0.575
21 Iklan brand postif 70.11 112.225 0.47
22 kewajaran iklan sebuah brand 70.52 115.443 0.211 23 Share keanggotaan Facebook page brand 69.54 110.478 0.597 24 Share menjdi fans sebuah brand 69.5 110.801 0.625 25 Share Kegiatan acara brand 69.63 109.093 0.659
26 share video iklan 69.4 111.423 0.553
Dari hasil tabel 4.6 dapat dilihat setiap item pertanyaan memiliki nilai corrected item total correlation diatas 0,300, sehingga dapat dikatakan pertanyaan-pertanyaan tersebut valid.
Sementara nilai alpha yang didapatkan dari uji reliabilitas di tabel 4.7, semua faktor berada diatas 0.700, sehingga semua pertanyaan tersebut sudah dapat
dikatakan reliable.
Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas Semua Faktor
Nama Faktor Cronbach's Alpha N of Items Attitude toward to Facebook ad 0.858 4 Interactivity 0.825 9 Message 0.78 3 Brand Familiarity 0.699 6 Personal Relevance 0.869 5
4.3 Analisa
Faktor
Analisis faktor adalah merupakan salah satu bentuk analisis multivariat yang tujuan umumnya adalah menemukan satu atau beberapa variabel atau konsep yang diyakini sebagai sumber yang melandasi seperangkat variabel nyata.
Analisa faktor dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi sikap pengguna Facebook terhadap iklan. Adapun hasil dari tahap yang dilakukan dalam analisa ini, adalah
Tabel 4.8 Komponen Matriks setiap Faktor Component
Attitude toward to Facebook ad
Suka iklan 0.848
Iklan berguna 0.866
Iklan relevan 0.846
iklan penting 0.794
Intractivity
Mendapat informasi lebih lanjut 0.551
Iklan interaktif 0.520
Iklan membantu pekerjaan 0.585 Bisa berkomentar di facebook page 0.720 Mendapatkan undangan dari event iklan 0.437 Bisa berkomentar di facebook event 0.744 Bisa berkomentar di video iklan 0.745
Kemudahan link iklan 0.704
mendapatkan video iklan 0.801
Message
Punya nilai entertainment 0.824
Punya informasi penting 0.873
Mempermudah komunikasi 0.804
Brand Familiarity
Familier dengan brand 0.573
Menjadi anggota facebook page brand 0.756 Menjadi fans sebuah brand 0.762 mengikuti kegiatan acara brand 0.656
Iklan brand postif 0.598
kewajaran iklan sebuah brand 0.413
Personal Relevance
Share keanggotaan facebook page brand 0.825 Share menjdi fans sebuah brand 0.821 Share Kegiatan acara brand 0.828
share video iklan 0.759
Dari tabel 4.8 dapat terlihat hasil dari faktor komponen matriks yang dilakukan dalam analisa faktor ini (sumber : lampiran b). Semakin besar faktor loading maka semakin besar keeratan suatu variabel terdap faktor yang terbentuk. Dari yang terlihat dari nilai output yang didapatkan, bahwa hanya ada dua variabel yang dibawah nilai 0.5, yaitu variabel mendapat undangan dari event iklan dan kewajaran iklan sebuah brand. Dengan begitu kedua variabel tidak akan digunakan dalam perhitungan selanjutnya.
4.4 Analisa
Deskriptif
Berdasarkan data Kuesioner akan dilakukan analisa deskriptif dengan mengunakan hasil output yaitu nilai minimum rata-rata, nilai maksimum rata-rata, nilai mean rata-rata dan nilai standar deviasi dari masing-masing variabel.
Tabel 4.9 Statistik Deskriptif masing-masing variabel N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sikap terhadap Iklan 194 1.00 4.00 2.4871 .55450 Interactivity 194 1.11 4.00 2.7572 .43611 Message 194 1.00 4.00 2.5378 .59066 Brand Familiarity 194 1.33 4.00 2.5455 .44023 Personal relevance 194 1.20 4.00 2.9608 .52315
Valid N (listwise) 194
Dari tabel 4.9 diatas, dapat terlihat variabel terikat Sikap terhadap Iklan mempunyai nilai minimum 1 dan nilai maksimum 4, sementara nilai rata-ratanya 2,4871 dengan standar deviasi sebesar 0,55450. Sedangkan untuk variabel bebas
dapat terlihat variabel Personal relevance mempunyai nilai rata-rata tertinggi dengan 2,9608 dengan standar deviasi 0,52315
4.4.1 Uji Regresi
Uji regresi ini dilakukan terhadap data Kuesioner untuk mengetahui apakah variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat. Uji ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak aplikasi SPSS versi 14.0.0 dengan tingkat signifikan 0,05.
Dalam uji regresi ini metode yang digunakan metode enter. Pada metode ini akan dimulai dengan memasukkan semua variabel bebas kedalam persamaan.
Tabel 4.10 Persamaan dengan model Enter
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Personal relevance, Message, Brand Familiarity,
Interactivity(a) . Enter
a All requested variables entered.
b Dependent Variable: Sikap terhadap Iklan
4.4.1.1 Model Summary
Setelah dipilih variabel bebas dalam metode enter, maka langkah selanjutnya adalah menganalisa model summary. Dengan model summary dapat terlihat seberapa besar kontribusi dari setiap variabel bebas yang diikutsertakan terhadap variabel terikat. Model summary dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 4.11 Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .774(a) .599 .590 .35504
a Predictors: (Constant), Personal relevance, Message, Brand Familiarity, Interactivity
Diperoleh R Square = 0,599 dengan arti sebanyak 59,9 % model regresi dari variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebasnya, sementara sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diperhitungkan. Dengan menggunakan metode enter dapat dilihat nilai Standar Error of Estimate (SEE) pada model yaitu 0,35504. Semakin kecil nilai SEE model regresi, maka semakin tepat dalam memprediksi variabel terikat
4.4.1.2 Koefisien Regresi
Koefisien Regresi digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas yang digunakan terjadi kolinieritas, atau penyimpangan. Dari tabel 4.12 dapat terlihat bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) mempunyai nilai lebih kecil dari 5 yang merupakan batas untuk memeriksa terjadi kolinieritas. Dengan nilai lebih kecil dari 5, maka variabel bebas yang digunakan tidak terjadi kolinieritas.
Tabel 4.12 Tabel Koefisien Variabel Bebas Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearit y Statistics
B Std. Error Beta VIF
1 (Constant) .259 .172 1.504 .134
Interactivity .190 .119 .149 1.587 .114 4.156
Message .581 .058 .619 10.086 .000 1.772
brand familiarity .191 .085 .152 2.249 .026 2.137
personal relevance -.086 .085 -.081 -1.006 .316 3.059
a Dependent Variable: Sikap terhadap Iklan
4.4.2 Uji Crosstabs
Uji Crosstabs digunakan untuk melihat apakah adanya hubungan pertanyaan deskriptif yang digunakan didalam kuesioner dengan faktor-faktor yang digunakan dalam analisis penelitian.
Tabel 4.13 Uji Crosstabs
Pearson Chi-Square
gender * Attitude toward to Facebook ad 0.378 usia * Attitude toward to Facebook ad 0.235 pekerjaan * Attitude toward to Facebook
ad 0.08
lama jadi anggota * Attitude toward to
Facebook ad 0.203
login facebook * Attitude toward to
Facebook ad 0.699
jumlah teman * Attitude toward to
Facebook ad 0.289
banyak teman asli * Attitude toward to
Facebook ad 0.022
undang teman * Attitude toward to
Facebook ad 0.004
account lain * Attitude toward to
Dalam uji Crosstabs ini didapatkan bahwa ada dua nilai chi-square terhitung lebih kecil dibandingkan dengan chi-square tabel yaitu 0.05 (sumber : lampiran b). Nilai yang lebih kecil itu adalah pertanyaan tentang jumlah teman asli dan jumlah teman yang di undang. Hal ini berarti dua pertanyaan deskriptif yang diajukan tidak mempunyai hubungan dengan sikap terhadap iklan, sedangkan pertanyaan lainnya berhubungan dengan faktor yang digunakan dalam analisis ini.
4.5 Uji
Hipotesis
Langkah yang pertama dilakukan adalah menguji masing-masing variabel vebas untuk tingkat signifikan. Nilai yang diuji adalah nilai Sig. < nilai α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel bebas ada tingkat signifikan maka H0 ditolak, dan jika nilai Sig. > nilai α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel bebas tidak ada tingkat signifikan maka H0 diterima.
Tabel 4.14 Evaluasi Tabel koefisien Variabel Bebas
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta 1 (Constant) .259 .172 1.504 .134 Interactivity .190 .119 .149 1.587 .114 Message .581 .058 .619 10.086 .000 Brand Familiarity .191 .085 .152 2.249 .026 Personal relevance -.086 .085 -.081 -1.006 .316 a Dependent Variable: Sikap terhadap Iklan
Untuk variabel Personal Relevance, dapat dilihat bahwa nilai Sig. = 0,316 > nilai α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan variabel bebas Personal Relevance tidak ada tingkat signifikan maka H0 diterima.
Untuk variabel Interactivity, dapat dilihat pada tabel diatas, bahwa nilai Sig. = 0,114 > nilai α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan variabel bebas Interactivity tidak ada tingkat signifikan maka H0 diterima.
Untuk variabel Message, dapat dilihat bahwa nilai Sig. = 0 < nilai α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan variabel bebas Message memiliki tingkat signifikan maka H0 ditolak
Untuk variabel Brand Familiarity, dapat dilihat bahwa nilai Sig. = 0,026 > nilai α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan variabel bebas Brand Familiarity tidak ada tingkat signifikan maka H0 ditolak.
Langkah selanjutnya adalah memasukkan variabel bebas Message dan Brand Familiarity pada persamaan regresi dan diuji dengan uji anova seperti yang terlihat pada tabel dibawah.
Tabel 4.15 tabel ANOVA Variabel Message
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 33.760 1 33.760 253.366 .000(a)
Residual 25.583 192 .133
Total 59.343 193
a Predictors: (Constant), Message
Nilai F pada regresi variabel Message adalah 329,352 dan nilai Sig = 0 < nilai
α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan persamaan ini mempunyai hubungan linier antara variabel bebas dan variabel terikat sehingga H0 ditolak.
Tabel 4.16 tabel ANOVA Variabel Brand Familiarity
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 14.803 1 14.803 63.812 .000(a)
Residual 44.540 192 .232 Total 59.343 193
a Predictors: (Constant), brand familiarity b Dependent Variable: Sikap terhadap Iklan
Nilai F pada regresi variabel Brand Familiarity adalah 63,812 dan nilai Sig = 0 < nilai α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan persamaan ini mempunyai hubungan linier antara variabel bebas dan variabel terikat sehingga H0 ditolak.
4.6 Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil analisis telah dilakukan pada penelitian ini dengan memakai empat variabel bebas pada model penelitian ini. Variabel bebas yang dipergunakan adalah Interactivity, Message, Brand Familiarity dan Personal relevance. Sedangkan variabel terikat yang diukur pada penelitian ini adalah Sikap terhadap Iklan di Facebook. Dari empat variabel bebas, hanya ada dua variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap model ini. Variabel yang mempunyai pengaruh tersebut adalah variabel Message dan Brand Familiarity.
4.6.1 Pesan Yang Disampaikan
Variabel Message iklan telah diuji dan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap terhadap iklan di Facebook. Pengaruh ini dibuktikan dengan melakukan uji regresi dengan nilai α = 0,05 dan variabel ini mempunyai nilai yang lebih kecil. Dari sisi pemasang iklan di Facebook, dapat memfokuskan isi pesan yang ingin disampaikan dalam iklan-iklan yang di tampilkan di dalam Facebook. Penyampaian Message yang lebih mudah dan bermanfaat bagi pengguna Facebook akan membuat sikap terhadap iklan yang ditampilkan di Facebook akan lebih positif.
4.6.2 Pengenalan Terhadap Brand
Variabel Brand Familiarity telah diuji dan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap terhadap iklan di Facebook. Pengaruh ini dibuktikan dengan melakukan uji regresi dengan nilai α = 0,05 dan variabel ini mempunyai nilai yang lebih kecil. Dari sisi pemasang iklan di Facebook dapat lebih fokus untuk menanamkan brand produk mereka kepada para pengguna Facebook. Dengan pengenalan brand yang lebih terarah, dapat membuat sikap pengguna Facebook lebih positif terhadap iklan yang disampaikan.
4.7 Ringkasan Hasil Penelitian
Penelitian ini mendapatkan 194 responden yang valid. Mayoritas responden berusia antara 18-54 tahun dan setiap hari login ke Facebook. Hal ini menunjukkan
Facebook sudah menjadi bagian hidup sehari-hari dari para responden yang menjawab.
Sementara dari hasil analisis penelitian hanya faktor message dan brand familiarity yang mempengaruhi sikap responden terhadap iklan Facebook. Dua faktor yang tidak terbukti mempengaruhi adalah personal relevance dan interactivity. Hal ini disebabkan karena penempatan iklan yang ada Facebook sudah disesuaikan dengan targeting pemasang iklan, sehingga iklan yang ada di satu pengguna dengan pengguna lainnya berbeda.