• Tidak ada hasil yang ditemukan

Denpasar, 10 Juni 2016 Penyusun, I Wayan Candra Wibawa III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Denpasar, 10 Juni 2016 Penyusun, I Wayan Candra Wibawa III"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

II KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat-Nya lah laporan Seminar Tugas Akhir yang berjudul “Fasilitas Rest Area di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk” dapat di selesaikan tepat pada waktunya.

Tersusunnya laporan ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan Mata Kuliah Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Semoga laporan ini dapat membantu menambah wawasan pembaca, juga dapat menjadi rujukan materi bagi pembaca yang membutuhkan materi sejenis.

Penyusunan laporan ini tentunya tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT, PhD selaku Dekan Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

2. Ibu Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT, selaku Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Udayana.

3. Bapak Ir. I Nengah Lanus, MT. Selaku Pembimbing akademik.

4. Bapak Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP selaku Dosen Koordinator Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

5. Bapak Dr.Eng. I Wayan Kastawan, ST.,MA. selaku Dosen Pembimbing I.

6. Bapak I Nyoman Susanta, ST.,MErg. selaku Dosen Pembimbing II

7. Seluruh staf dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Udayana yang telah memberikan pengetahuan dan arahan selama perkuliahan.

8. Keluarga khususnya Orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses perkuliahan berlangsung baik dari segi moral dan materiil.

9. Kerabat perkuliahan arsitektur yang telah banyak memberikan bantuan selama proses perkuliahan

(2)

III 10.Serta pihak-pihak dalam keterlibatannya membantu, baik secara langsung

maupun secara tidak langsung, proses penyusunan laporan seminar tugas akhir ini.

Penulis menyadari bahwa Laporan Seminar Tugas Akhir tentang “Fasilitas Rest Area di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk” ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun diharapkan demi kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata, Penulis mohon maaf atas kesalahan dan kekeliruan yang terjadi dalam penyusunan laporan ini, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Denpasar, 10 Juni 2016 Penyusun,

(3)

IV DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... I KATA PENGANTAR ... II DAFTAR ISI ... IV DAFTAR GAMBAR ... VIII DAFTAR TABEL ... XIV

BAB I Pendahuluan ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan masalah... 4 1.3Tujuan Perencanaan ... 4 1.4Metode Perancangan ... 5 1.4.1 Tahap Identifikasi ... 5 1.4.2 Persiapan ... 5 1.4.3 Sintesis ... 5 1.4.4 Evaluasi ... 6 1.4.5 Tindakan ... 6

BAB II Pemahaman Terhadap Fasilitas Rest Area ... 7

2.1Pengertian, Teori, Unsur-Unsur Bahasan, Klasifikasi ... 7

2.1.1 Pemahaman Judul ... 7

2.1.2 Pengertian Rest Area ... 9

2.1.3 Fungsi Rest Area ... 9

2.1.4 Tinjauan Waktu Istirahat Kendaraan Bermotor ... 10

2.1.5 Standar Fasilitas Rest Area ... 10

2.1.6 Klasifikasi Rest Area ... 11

2.1.7 Standarisasi Pemilihan Tapak ... 13

2.2 Fasilitas Pada Rest Area ... 14

2.2.1 Tempat Parkir. ... 14

2.2.2 Pujasera ... 15

2.2.3 Retailing ... 16

2.2.4 Convenience Store ... 17

(4)

V

2.2.6 Toilet ... 17

2.2.7 Klinik Kesehatan ... 18

2.3 Tinjauan Proyek Sejenis ... 19

2.3.1 Rest Area KM 26 Di Jalan Tol Surabaya-Gempol ... 19

2.3.2 Rest Area Sira 25 di Jalan Tol Surabaya Gempol, Jawa Timur ... 28

2.3.3 Rest Area KM 72 Ruas Tol Purbaleunyi Jakarta – Bandung ... 33

2.3.3 Kesimpulan Studi Banding ... 38

2.4. Spesifikasi Umum Fasilitas Rest Area di Jalan Denpasar Gilimanuk ... 40

2.4.1 Pemahaman Rest Area... 40

2.4.1 Tujuan ... 40

2.4.1 Fungsi ... 40

2.4.1 Bidang Kegiatan ... 41

2.4.1 Sistem Pengelolaan ... 41

2.4.1 Fasilitas di Rest Area ... 40

BAB III Studi Pengadaan Fasilitas Rest Area Di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk ... 42

3.1. Potensi Jalan Raya Denpasar Gilimanuk ... 42

3.1.1 Letak dan Luas Wilayah ... 42

3.1.2 Jumlah Kendaraan di Setiap Kabupaten ... 44

3.1.3 Tingkat Lalu Lintas di Jalan raya Denpasar GIlimanuk ... 44

3.1.4 Pertimbangan Pemilihan Lokasi ... 46

3.2. Kondisi Fisik Kabupaten Tabanan ... 47

3.2.1 Letak Geografis Kabupaten Tabanan ... 47

3.2.2 Penggunaan Tanah di Kabupaten Tabanan ... 48

3.2.3 Topografi di Kabupaten Tabanan ... 49

3.2.4 Ketentuan Pembangunan Jalan di Kabupaten Tabanan ... 49

3.3. Kondisi Kecamatan di Sepanjang Jalan Denpasar Gilimanuk ... 50

3.3.1 Geologi disepanjang Jalar Denpasar Gilimanuk ... 50

3.3.2 Kepadatan Penduduk ... 54

3.3.3 Rencana Pola Ruang Wilayah ... 55

3.3.3 Jenis Pelayanan ... 55

3.4. Analisa SWOT ... 56

(5)

VI 3.5.1 Pengertian ... 58 3.5.2 Tujuan ... 58 3.5.3 Fungsi ... 59 3.5.4 Sistem Pengelolaan ... 59 3.5.5 Lingkup Kegiatan ... 59

3.5.6 Sasaran dan Skala Pelayanan ... 60

3.5.7 Batasan Proyek ... 60 3.5.8 Persyaratan Lokasi ... 61 BAB IV Pemograman ... 63 4.1 Tema Perancangan ... 63 4.1.1 Pendekatan Tema ... 62 4.1.2 Penentuan Tema ... 64 4.1.3 Pemahaman Tema ... 65 4.2 Program Ruang ... 66 4.2.1 Program Fungsional ... 66 4.2.2 Program Perfomansi ... 77 4.1.3 Program Arsitektural ... 93 4.2 Program Tapak ... 106

4.3.1 Pendekatan Kebutuhan Luas ... 106

4.3.2 Pemilihan Tapak ... 106

4.3.3 Analisis Tapak Terpilih ... 112

BAB V Konsep Perancangan ... 128

5.1 Konsep Tapak... 128

5.1.1 Konsep Zoning ... 128

5.1.2 Konsep Entrance ... 131

5.1.3 Konsep Pola dan Orientasi Massa ... ...134

5.1.4 Konsep Ruang Luar ... ...137

5.1.5 Konsep Sirkulasi dan Parkir ... ...141

5.2 Konsep Perancangan Bangunan ... 147

5.2.1 Konsep Zoning Bangunan ... 147

5.2.2 Konsep Sirkulasi dan Entrance Bangunan... 152

(6)

VII

5.2.4 Konsep Ruang Dalam ... 161

5.2.5 Konsep Pencahayaan dan Penghawaan Bangunan ... 164

5.2.6 Konsep Struktur ... 166

5.3 Konsep Utilitas pada Tapak dan Bangunan ... ...172

Daftar Pustaka ... 180

(7)

VIII

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Lokasi Rest Area KM 26 ... 20

Gambar 2.2 Lay out rest area KM 26 ... 20

Gambar 2.3 Parkir di Rest Area KM 26 ... 21

Gambar 2.4 Parkir Truk di Rest Area KM 26 ... 21

Gambar 2.5 Denah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Rest Area Km 26... 22

Gambar 2.6 Denah Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Rest Area Km 26 ... 22

Gambar 2.7 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Rest Area Km 26 ... 23

Gambar 2.8 Restoran Cepat Saji Di Rest Area Km 26 ... 23

Gambar 2.9 Denah Restoran Cepat Saji di Rest Area Km 26 ... 24

Gambar 2.10 Coffe Shop di Rest Area Km 26 ... 24

Gambar 2.11 Denah Coffe Shop di Rest Area Km 26 ... 25

Gambar 2.12 Denah Mini Market dan Kantor Pengelola Rest Area Km 26 ... 25

Gambar 2.13 Denah Kantor Pengelola Rest Area Km 26 ... 26

Gambar 2.14 Mini Market di Rest Area Km 26 ... 26

Gambar 2.15 Century Health Care Rest Area Km 26 ... 27

Gambar 2.16 Denah Mushola di Rest Area Km 26... 27

Gambar 2.17 Tempat Ibadah di Rest Area Km 26 ... 28

Gambar 2.18 Toilet Umum di Rest Area Km 26 ... 28

Gambar 2.19 Peta Lokasi Rest Area Km 25 ... 29

Gambar 2.20 Lay Out Rest Area Km 25 ... 29

Gambar 2.21 Jalan Masuk Rest Area Km 25 ... 30

Gambar 2.22 SPBU di Rest Area Km 25 ... 30

Gambar 2.23 Denah SPBU di Rest Area Km 25 ... 31

Gambar 2.24 Denah Pengelola SPBU di Rest Area Km 25 ... 31

Gambar 2.25 Rumah Makan di Rest Area Km 25 ... 32

Gambar 2.26 Mini Market di Rest Area Km 25 ... 32

Gambar 2.27 Tempat Ibadah di Rest Area Km 25 ... 33

Gambar 2.28 rest Area Km 72 ... 33

Gambar 2.29 Pom Bensin Rest Area Km 72 ... 34

Gambar 2.30 Jalur Masuk ke Rest Area Km 72 ... 35

(8)

IX

Gambar 2.32 Rumah Makan di Kawasan Rest Area Km 72 ... 36

Gambar 2.33 Tempat Perbelanjaan di Kawasan Rest Area Km 72 ... 36

Gambar 2.34 ATM Center ... 37

Gambar 3.1 Diagram Potensi Pemilihan Lokasi ... 46

Gambar 3.2 Peta Pulau Bali dan Peta Kabupaten Tabanan... 47

Gambar 3.3 Jalur Jalan Denpasar Gilimanuk ... 49

Gambar 3.4 Kondisi Geologi di Sepanjang Jalan Raya Denpasar Gilimanuk ... 50

Gambar 3.4 Titik Pengemudi Melakukan Pemberhentian ... 51

Gambar 3.5 Tempat Pemberhentian Kendaraan di Desa Megati ... 52

Gambar 3.6 Tempat Pemberhentian Kendaraan di Desa Singin ... 52

Gambar 3.7 Kepadatan Penduduk di Kabupaten Tabanan ... 53

Gambar 3.8 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah ... 54

Gambar 3.9 Struktur Organisasi Rest Area ... 59

Gambar 4.1 Pola Aktivitas Pengelola rest Area ... 68

Gambar 4.2 Pola Aktivitas Pengelola Tempat Perbelanjaan ... 69

Gambar 4.3 Pola Aktivitas Pengelola Retail ... 69

Gambar 4.4 Pola Aktivitas Convenience Store ... 70

Gambar 4.5 Pola Aktivitas Pengelola Pujaera ... 70

Gambar 4.6 Pola Aktivitas Pengelola SPBU ... 71

Gambar 4.7 Pola Aktivitas Pengelola Klinik Kesehatan... 71

Gambar 4.8 Pola Aktivitas Pengelola Restoran Cepat Saji ... 72

Gambar 4.9 Pola Aktivitas Pengelola Restoran Cepat Saji ... 72

Gambar 4.10Pola Aktivitas Pengunjung Fasilitas Rest Area ... 73

Gambar 4.11 Pola Aktivitas servis ... 73

Gambar 4.12 Pola ME, Plumbing dan Keamanan ... 74

Gambar 4.13 Diagaram Hubungan Ruang Makro ... 98

Gambar 4.14 Hubungan Ruang Mikro Kantor Pengelola ... 99

Gambar 4.15 Hubungan Ruang Mikro Tempat Perbelajaan ... 99

Gambar 4.16 Hubungan Ruang Mikro Pujasera ... 100

Gambar 4.17 Hubungan Ruang Mikro Restoran Cepat Saji ... 100

Gambar 4.18 Hubungan Ruang Mikro Convenience Store... 101

(9)

X

Gambar 4.20 Hubungan Ruang Mikro Klinik Kesehatan ... 102

Gambar 4.21 Hubungan Ruang Mikro Fungsi Pelengkap ... 103

Gambar 4.22 Hubungan Ruang Mikro Servis ... 103

Gambar 4.23 Diagram Organisasi Ruang ... 104

Gambar 4.24 Diagram Sirkulasi Ruang ... 105

Gambar 4.25 Tapak Alternatif 1 ... 108

Gambar 4.26 Tapak Alternatif 2 ... 109

Gambar 4.27 Tapak Alternatif 3 ... 110

Gambar 4.28 Pemilihan Tapak alternatif 3 ... 112

Gambar 4.29 Pola Massa Bangunan pada Tapak ... 113

Gambar 4.30 Pergerakan kendaraan ... 114

Gambar 4.31 Implikasi Terhadap Sirkulasi Kendaraan ... 114

Gambar 4.32 Jenis Tanah ... 115

Gambar 4.33 Kontur Site ... 116

Gambar 4.34 Potongan Site ... 116

Gambar 4.35 Cut and Fill Potongan Site ... 117

Gambar 4.36 Penerapan Cut dan Fill pada Kontur Tapak ... 117

Gambar 4.37 Kondisi Iklim Pada Site ... 118

Gambar 4.38 Green Roof Pada Bangunan ... 119

Gambar 4.39 Vegetasai Pada Tapak ... 120

Gambar 4.40 Penanaman Pohon Pada Bangunan ... 120

Gambar 4.41 Implikasi Vegetasi Pada Bangunan ... 121

Gambar 4.42 Hidrologi Kecamatan Selemadeg barat ... 122

Gambar 4.43 Implikasi Distribusi Air Bersih ... 123

Gambar 4.44 Kondisi Utilitas Pada Site ... 123

Gambar 4.45 jaringan Utilitas Pada Tapak ... 124

Gambar 4.46 Saluran Drainse Pada Tapak ... 125

Gambar 4.47 Ukuran Site ... 126

Gambar 4.48 BUA Pada Tapak ... 126

Gambar 4.49 Karakterisitik Tapak ... 127

Gambar 5.1 Karakterisitik Tapak ... 129

(10)

XI

Gambar 5.3 Output Zoning Pada Tapak ... 131

Gambar 5.4 Alternatif 1 Konsep Entrance ... 132

Gambar 5.5 Alternatif 2 konsep Entrance ... 132

Gambar 5.6 Implikasi Konsep Entrance ... 133

Gambar 5.7 jalur Masuk Rest Area ... 133

Gambar 5.8 Side Entrance Pengelola Rest Area ... 134

Gambar 5.9 jalur Keluar Rest Area ... 134

Gambar 5.10 Alternatif 1 Konsep Pola dan Orientasi Massa ... 135

Gambar 5.11 Alternatif 2 Konsep Pola dan Orientasi Massa ... 136

Gambar 5.12 Output Konsep Pola dan Orientasi Massa ... 137

Gambar 5.13 Analisa Konsep Ruang Luar ... 138

Gambar 5.14 Taman Pada Rest Area ... 138

Gambar 5.15 Wifi Garden pada Ruang Luar ... 139

Gambar 5.16 Pengaplikasian Pohon Pada Tapak ... 139

Gambar 5.17 Tanaman dan Furniture pada Ruang Luar ... 140

Gambar 5.18 jalur Pejalan Kaki pada Ruang Luar ... 140

Gambar 5.19 Alternatif 1 Penerapan Sirkulasi Linear pada tapak ... 141

Gambar 5.20 Alternatif 2 Pola Sirkulasi Grid ... 142

Gambar 5.21 Analisa Konsep Perletakan Parkir ... 142

Gambar 5.22 Jenis-Jenis Kendaraan ... 143

Gambar 5.23 Sirkulasi Kendaraan Bus,Truk, dan Pengelola ... 143

Gambar 5.24 Sirkulasi Kendaraan Microbus, Mobil, Motor ... 144

Gambar 5.25 Parkir Kendaraan pada Setiap Fasilitas ... 144

Gambar 5.26 Parkir Kendaraan Mobil ... 145

Gambar 5.27 Parkir Kendaraan Motor ... 145

Gambar 5.28 Parkir Kendaraan Bus ... 146

Gambar 5.29 Parkir Kendaraan Truk ... 146

Gambar 5.30 gedung Parkir Pengelola ... 146

Gambar 5.31 Analisa Zoning Bangunan ... 147

Gambar 5.32 Analisa Zoning Bangunan Pengelola ... 148

Gambar 5.33 Zoning Bangunan Pengelola Rest Area ... 148

(11)

XII

Gambar 5.35 Zoning Pujasera ... 149

Gambar 5.36 Zoning Tempat Perbelanjaan LT1 ... 150

Gambar 5.37 Zoning Tempat Perbelanjaan LT2 ... 150

Gambar 5.38 Zoning Mini Market ... 150

Gambar 5.39 Zoning Klinik Kesehatan ... 151

Gambar 5.40 Zoning Mushola ... 151

Gambar 5.41 Zong Stasiun Pengisian Bahan Bakar ... 152

Gambar 5.42 Analisa Sirkulasi dan Entrance Bangunan ... 152

Gambar 5.43 Analisa Entrance Pada Bangunan ... 153

Gambar 5.44 Analisa Sirkulasi pada Bangunan ... 153

Gambar 5.45 Ouput Entrance Bangunan ... 154

Gambar 5.46 Ouput Sirkulasi Pengelola Rest Area ... 154

Gambar 5.47 Ouput Sirkulasi Pujasera ... 155

Gambar 5.48 Ouput Sirkulasi Restoran Cepat Saji ... 155

Gambar 5.49 Ouput Sirkulasi Klinik Kesehatan ... 156

Gambar 5.50 Ouput Sirkulasi Mini Market ... 156

Gambar 5.51 Ouput Sirkulasi SPBU ... 157

Gambar 5.52 Ouput Sirkulasi Tempat Perbelanjaan LT1 dan LT2 ... 157

Gambar 5.53 Analisa Bentuk Dasar Bangunan ... 158

Gambar 5.54 Analisa Bentuk Dasar Bangunan ... 159

Gambar 5.55 Output Bentuk Dasar Pujasera dan Restoran Cepat Saji ... 159

Gambar 5.56 Output Bentuk Dasar Fasilitas-Fasilitas Rest Area ... 160

Gambar 5.57 Tampilan Pujasera Dan SPBU ... 160

Gambar 5.58 Analisa Ruang Dalam ... 161

Gambar 5.59 Interior restoran Cepat Saji ... 162

Gambar 5.60 Interior Pujasera ... 162

Gambar 5.61 Interior Mini Mart ... 163

Gambar 5.62 Interior Tempat Perbelelanjaan ... 163

Gambar 5.63 Analisa Pencahayaan dan Penghawaan Alami ... 164

Gambar 5.64 Penghawaan Alami dan Penerpan Green Roof ... 165

Gambar 5.65 Pemasangan Pencahayaan Buatan Pada Bangunan ... 166

(12)

XIII

Gambar 5.67 Potongan Tapak ... 167

Gambar 5.68 Upper Struktur ... 168

Gambar 5.69 Super r Struktur dan Sub Strukutr Bangunan LT.1 ... 169

Gambar 5.70 Modul Strukutur Parkir Gedung ... 169

Gambar 5.71 Modul Struktur Pada Fasilitas Tempat Perbelanjaan ... 170

Gambar 5.72 Kolom Dan balok Fasilitas Tempat Perbelanjaan ... 171

Gambar 5.73 Pondasi Foot Plate dan Pondasi Menerus ... 171

Gambar 5.74 Analisa Utilitas pada Tapak ... 172

Gambar 5.75 Sistem Distribusi Utilitas Pada tapak ... 173

Gambar 5.76 Diagram Distribusi Air Bersih ... 174

Gambar 5.78 Utilitas Air Bekas dan Air Bersih Pada Tapak ... 175

Gambar 5.79 Diagram Pengolahan Air Bekas ... 175

Gambar 5.80 Penempatan Septicktank dan Peresapan pada Bangunan ... 176

Gambar 5.80 Skematik Pengolhana Air Kotor ... 176

Gambar 5.81 Skematik Jaringan Listrik dari PLN dan Panel Surya ... 177

Gambar 5.82 Skematik Penanganan Sampah ... 178

Gambar 5.83 Perletakan Penampungan Sampah ... 179

(13)

XIV

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Standar Fasilitas Rest Area ... 10

Tabel 2.2 jenis-jenis resting area dan definisinya ... 11

Tabel 2.3 Ukuran restoran ... 15

Tabel 2.4 Standar ukuran retailing ... 16

Tabel 2.5 Standar ukuran SPBU ... 17

Tabel 2.6 Standar Kebutuhan Toilet ... 17

Tabel 2.7 Standar Pembangunan Klinik Kesehatan ... 18

Tabel 2.8 Kesimpulan Dari Hasil Studi Banding ... 38

Tabel 3.1 Luas Kecamatan di Sepanjang Jalan Denpasar Gilimanuk ... 43

Tabel 3.2 Panjang Jalan Denpasar Gilimanuk ... 43

Tabel 3.3 Jumlah Kendaraan di Kabupaten Jembrana,Tabanan,Badung ... 44

Tabel 3.4 Angka Kecelakaan di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk... 45

Tabel 3.5 Volume Kendaraan Pada Jalur Denpasar Gilimanuk ... 46

Tabel 3.6 Data Luasan Kecamatan di Kabupaten Tabanan ... 47

Tabel 3.7 Perda Kawasan di Sepanjang Jalan Kabupaten Tabanan ... 49

Tabel 3.8 Data Pemberhentian Sementara ... 52

Tabel 3.9 Persyaratan Fasilitas Perdagangan dan Jasa di Tabanan ... 56

Tabel 3.10 Strategi Analisa SWOT ... 57

Tabel 4.1 Identifikasi Pelaku Kegiatan ... 66

Tabel 4.2 Kebutuhan Ruang ... 73

Tabel 4.3 Program Perfomansi ... 75

Tabel 4.4 Volume Kendaraan di Jalan Denpasar Gilimanuk ... 91

Tabel 4.5 Persentase kendaraan dan kapasitas Pengunjug ... 92

Tabel 4.6 Presentase Pengunjung per Fasilitas ... 93

Tabel 4.7 Kapasitas Pengelola di Setiap Fasilitas ... 93

Tabel 4.8 Total Luasan Bangunan ... 95

Tabel 4.9 Kreteria Pemilihan Tapak ... 104

Tabel 4.10 Penentuan Bobot Pemilihan Tapak ... 104

Tabel 4.11 penentuan Bobot Alternatif Tapak ... 106

(14)

XV

Tabel 5.2 Faktor Dalam Konsep Entrance ... 131

Tabel 5.3 Faktor Dalam Konsep Pola dan Orientasi ... 135

Tabel 5.4 Faktor Dalam Konsep Ruang Luar ... 137

Tabel 5.5 Jenis Pohon Yang Terdapat Pada tapak ... 140

Tabel 5.6 Faktor Dalam Konsep Sirkulasi dan Parkir... 141

Tabel 5.7 Faktor Zoning Bangunan ... 147

Tabel 5.8 Faktor Sirkulasi dan Entrance Bangunan ... 152

Tabel 5.9 Faktor Bentuk dasar dan Tampilan Bangunan ... 158

Tabel 5.10 Faktor dalam Konsep Ruang Dalam ... 161

Tabel 5.11 Faktor dalam Konsep Pencahayaan dan Penghawaan Alami ... 164

Tabel 5.12 Faktor dalam Konsep Struktur Bangunan ... 166

Tabel 5.13 Faktor Utilitas pada Tapak ... 172

Tabel 5.14 Perhitungan Kebutuhan Air bersih Pada Rest Area ... 174

(15)

XVI DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Tabel Volume Kendaraan dalam 3 hari di Jalan Denpasar

Gilimanuk...182 Lampiran 2. Tabel Volume Lalu Lintas di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk

dalam 4 tahun...183 Lamapiran 3 Tabel Jumlah Penumpang Melalui Pelabuhan Ketapang Gilimanuk...184 Lampiran 4 Tabel Survey Pengguna Jalan Denpasar Gilimanuk ...184 Lampiran 5 Tabel Besaran Ruang...186

(16)

A B S T R A K

Rest area merupakan salah satu fasilitas yang difungsikan sebagai tempat istirahat sementara bagi pengemudi kendaraan. Jalan raya Denpasar Gilimanuk adalah salah satu jalan yang terdapat di Provinsi Bali dengan panjang mencapai 123 km, pada jalan raya Denpasar Gilimanuk fasilitas tempat istirahat sementara sudah tersedia akan tetapi untuk fungsi pendukung lainnya kurang maksimal baik dari sisi pelayanan serta jumlah parkir yang ada, sehingga banyak kendaraan yang tidak dapat menikmati tempat istirahat sudah ada. Jumlah kendaraan, medan jalan yang sulit serta, angka kecelakaan yang semakin bertambah menjadikan perlunya fasilitas yang dapat digunakan oleh pengemudi untuk beristirahat sementara,

Fasilitas rest area di jalan raya Denpasar Gilimanuk merupakan salah satu fasilitas yang difungsikan sebagai tempat peristirahatan sementara yang ditujukan bagi pengemudi yang melintas di jalan raya Denpasar Gilimanuk. Fasilitas rest area memiliki luasan 2.1 Ha yang berlokasi di desa Selabih, Kecamtan Selemadeg Bara,t Kabupaten Tabanan. Fasilitas yang tersedia berupa tempat perbelanjaan, pujasera, stasiun pengisian bahan bakar minyak, toilet umum, parkir, toilet umum dan fasilitas lain yang diperuntukan bagi pengemudi yang datang berkunjung.

Dalam perancangan fasilitas rest area di jalan raya Denpasar Gilimanuk menerapkan tema rancangan “rest and recreation in one pleace” tema ini dipilih sebagai salah satu gagasan dalam perencanaan dimana pada rest area akan terdapat fasilitas-fasilitas pendukung kegiatan istirahat pengemudi dalam satu tempat sehingga pengemudi yang berkunjung akan dimudahkan dan memberikan kenyamanan.

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan diuraikan alasan pemilihan judul dalam latar belakang yang dilengkapi juga dengan fakta-fakta pendukungnya, rumusan masalah, tujuan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data serta teknik pembahasan.

1.1 Latar Belakang

Bali merupakan salah satu destinasi dari pariwisata dunia, baik itu pariwisata dengan budaya dan tradisinya, serta wisata alamnya. Sejak jaman dahulu bali tidak hanya dikenal oleh dunia sebagai destinasi pariwisata budayanya namun banyak wisata alam yang menarik untuk dijadikan sebagai tempat-tempat rekreasi bagi pengunjung lokal dan mancanegara. Salah satu yang menjadikan

(18)

2

Bali sebagai tujuan wisatawan mancanegara atau domestik adalah dari budaya serta tradisi yang masih dipegang kuat hingga saat ini tidak hanya keragaman budaya yang menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang menarik, namun wisata alam yang ada di Pulau Bali merupakan salah satu daya tarik tersendiri yang dimiliki Pulau Bali. Dengan semakin berkembangnya wisata di Bali serta banyaknya turis lokal ataupun mancanegara yang datang berkunjung membuat Bali khususnya pemerintah Bali harus memikirkan program-program yang mampu memfasilitisi serta mempromosikan Bali tidak hanya dalam cakupan nasional namun juga mampu mengangkat pariwisata serta pelayanan pariwisat Bali ke lingkup Internasional demi menarik banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Bali yang menjadi salah satu jalur distribusi dan salah satu tujuan transmigran dari Pulau Jawa menuju Bali tercatat pada tahun 2014 jumlah penumpang yang melalui pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sebanyak 5.421.155 jiwa, dengan banyaknya penumpang maka diikuti oleh kendaraan yang masuk dari luar Bali. Banyaknya kendaraan dan pengemudi yang melintas khususnya melalui jalur Denpasar-Gilimanuk melatar belakangi banyaknya program pemerintahan yang dipusatkan untuk infrastruktur khususnya jalan raya yang menghubungkan suatu daerah serta melakukan perbaikan jalur jalur yang rusak, dengan tingkat dari pengguna kendaraan di Bali sudah dapat dikatakan sangat tinggi, sehingga pemerintah pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum sedang mengembangkan serta mulai merencanakan tidak hanya jalan raya namun juga jalan tol yang mampu menghubungkan satu daerah ke daerah yang lainnya.

Dilihat dari perkembangan jumlah kendaraan yang semakin meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perhubungan Provinsi Bali, untuk pengguna kendaraan pada tahun 2015 sebesar 1,752,530. unit untuk setiap kendaraan yang terdapat di Provinsi Bali. Berdasarkan data yang dirangkum dari observasi di lapangan pada tanggal 9 April 2016, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk dari pukul 07.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA terhitung 2.094 dan pada tahun 2014 volume kendaraan yang melintas di jalan Raya Denpasar Gilimanuk sebanyak 881,155 kendaraan Dengan banyaknya kendaraan yang melintas di jalan Denpasar-Gilimanuk memberi dampak akan

(19)

3

tingkat kecelakaan yang cukup tinggi sebesar 163 kasus terhitung dari awal tahun 2014 hingga akhir tahun 2014 data ini didapat dari Satlantas Polda Bali. Perkembangan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah pusat Provinsi Bali seperti pembangunan jalan tol yang nantinya akan menghubungkan antara antara Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar, maka perjalan akan lebih cepat serta distribusi barang dari pulau Jawa ke Bali akan lebih cepat.

Isu-isu yang berkembang saat ini, mulai dari pembangunan jalan tol serta tingkat kecelakaan yang cukup tinggi pada jalan raya Denpasar-Gilimanuk, sehingga membutuhkan sebuah area yang mampu memfasilitasi serta mengurungi tingkat kecelakaan para pengguna jalan raya khususnya pada jalan raya Denpasar Gilimauk yang merupakan jalan utama distribusi barang dan wisatawan domestik dari pulau Jawa yang datang ke Bali, maka perlunya pengembangan fasilitas umum yang mampu digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi pengguna jalan raya, khususnya jalan raya Denpasar-Gilimanuk. Dengan memberikan fasilatas seperti rest area yang akan di fokuskan pada jalan raya Denpasar-Gilimanuk diharapkan mampu sebagai fasilatas umum yang dapat digunakan oleh masyarakat secara luas khususnya pengguna jalan raya.

Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk merupakan salah satu jalan yang menghubungkan antar kota/kabupaten dan antar Provinsi (Jawa-Bali-NTB) dengan panjang jalan 128 km yang melewati Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung, dengan panjangnya jalan Denpasar Gilimanuk umumnya para pengemudi merasa kelelahan karena melakukan perjalanan yang cukup jauh seperti yang terjadi pada para pengemudi truk yang melintasi jalur Denpasar Gilimanuk umumnya memeberhentikan kendaraannya dipinggir jalan sehingga dapat menyebabkan kemacetan, sebuah fasilitas peristirahatan sementara berupa rest area dirasa menjadi salah satu solusi untuk memeberikan sebuah tempat peristirahatan sementara yang tepat bagi para pengemudi yang merasa kelelahan dan membutuhkan istirahat. Dilihat dari perkembangannya rest area khususnya di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk dirasa belum cukup untuk mampu memfasilitasi pengemudi yang melintasi jalan Denpasar Gilimanuk

Dengan dikembangkannya Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk diharapkan mampu memberi solusi untuk mengurangi tingkat kecelakaan di

(20)

4

Kabupaten Tabanan serta nantinya apabila jalan tol yang akan direncakan oleh pemerintah pusat terealisasi “Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk” ini dapat dimanfaatkan tidak hanya dari sisi tempat peristrahatan namun juga sebagai salah satu daya tarik serta menjadi sebuah area yang dapat meningkatkan potensi jumlah wisatawan untuk berkunjung ke Bali melalui jalan Denpasar-Gilimanuk

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan perkembangan infrastruktur di jalan raya Denpasar-Gilimanuk terdapat beberapa masalah yang dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana menetukan kegiatan yang diwadahi dalam Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk?

2. Apa saja syarat-syarat umum dalam pembangunan proyek rest area?

3. Data apa saja yang diperlukan dalam menentukan studi pengadaan fasilitas rest area di jalan raya Denpasar-Gilimanuk

4. Bagaimana penerapan serta implikasi tema ramah lingkungan yang nantinya akan diterpakan pada Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk? 5. Bagaimana menentukan besaran ruang dan organisasi ruang serta penentuan

fasilitas-fasilitas di dalam rest area?

6. Bagaimana cara menentukan site yang tepat dalam perencanaan Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk?

7. Bagaimana penerapan konsep rancangan yang akan diterapkan pada Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk ?

1.3 Tujuan Perancangan

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, adapun tujuan dalam menciptakan Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk adalah agar dapat menentukan sebuah landasan konseptual yang bersifat ramah lingkungan dan perancangan fasilitas rest area di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk, sehingga dalam penulisan ini tidak hanya memeberikan dampak positif pada masyarakat disekitar namun juga mampu memberi dampak yang positif kepada para pengemudi yang melalui jalan Denpasar Gilimanuk.

(21)

5

1.4 Metode Perancangan

Metode perancangan adalah metode yang digunakan dalam merancang Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk ini. Adapun tahapan tahapan yang dilalui dalam membahas setiap persoalan mengenai perancangan Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk diuraikan dalam lima tahapan perancangan (Snyder,1984:225) sebagai berikut :

1.4.1 Tahap identifikasi

Pada tahapan ini akan dibahas mengenai pemahaman dan identifikasi objek yang akan dirancang, mulai dari pengenalan Fasilitas Rest area. Tahap permulaan identifikasi disampaikan melalui latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan dalam perancangan Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. 1.4.2 Persiapan

Pada tahap ini proses Pengumupulan data dan analisa mengenai Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. Data dibedakan menjadi dua yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui studi literatur, hasil penelitian, serta data yang diperoleh dari sumber lain seperti internet yaitu pada Jurnal Arsitektur, forsqure dan sumber terkait lainnya.

Sedangkan data primer adalah data yang didapat dari pengamatan langsung, observasi dan wawancara yang berkaitan dengan objek adapun obsevasi terkait yang telah dilakukan yaitu pada Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Satlantas Polda Bali, Rest area km 26 Surabya, dan Rest area km 25 Surabaya, serta pihak lainnya yang terkait.

1.4.3 Sintesis

Sintetis merupakan teknik pengolahan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menimpulkan hasil-hasil data dari tahap sebelumnya yang kemudian didapatkanlah solusi berupa alternatif-alternatif dari permasalahan-permasalahan yang didapatkan, seperti konteks sosial, ekonomi, fisik, program dan analisi tapak, klien, teknologi, estetika dan nilai-nilai perancangan Fasilitas Rest area di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk.

(22)

6

1.4.4 Evaluasi

Tahapan ini merupakan proses yang berpusat pada kegiatan dalam melakukan evaluasi sebuah konsep rancangan sehingga didapat berbagai kemungkinan serta alternatif dalam desain.

1.4.5 Tindakan

Merupakan tahapan terakhir dalam metode ini, hasil akhirnya yaitu berupa kesimpulan yang sudah ada pemecahan dari tiap masalah yang ada pada tahap sebelumnya, seperti sintesis. Hasil akhir pada tahapan ini berupa block plan dan fungsi-fungsi yang ada di dalamnya.

Dari beberapa proses perancangan yang telah disebutkan, pada makalah ini adapun poin dari satu sampai dengan poin nomer tiga dilanjutkan pada makalah Studio Tugas Akhir.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi krom rata-rata dalam bahan acuan tanah bersertifikat (CRM) yang terlindi menggunakan alat Rotary Agitator adalah 14,18 ± 0,3407.mg

Dalam Kamus Bahasa Indonesia kata “karakter” diartikan dengan tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, dan

Setelah memahami lebih dalam mengenai Implementasi Kebijakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Untuk Menciptakan Rumah Yang Layak Huni Masyarakat

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain).. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan

Pada mencit normal yang diberikan perlakuan oral fraksi ethanol daun sambiloto menunjukkan sel T regulator meningkat tetapi tidak signifikan dengan perlakuan Dosis

Stasiun pengamatan dan pengukuran kualitas air untuk keperluan identifikasi dan evaluasi kondisi perairan sungai Riam Kanan ditetapkan di bagian hulu dan di lokasi

Dari penelitian terdahulu tersebut, maka pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan karbon aktif dengan bahan baku yang mengandung lignoselulosa berupa ampas

§ Pejabat Pengadaan : Review paket dan HPS, upload survey harga (data pembanding), buat jadwal, input syarat pengadaan, upload dokumen pengadaan, undang penyedia,