• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MATERI SUMBER HUKUM ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING KELAS X A SMA ISLAM TERPADU ARAFAH SAMPIT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MATERI SUMBER HUKUM ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING KELAS X A SMA ISLAM TERPADU ARAFAH SAMPIT."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

263 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MATERI SUMBER HUKUM ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

KELAS X A SMA ISLAM TERPADU ARAFAH SAMPIT.

M. ATHOUN NI’AM Email: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran PAI dan BP, salah satu penyebabnya adalah kurangnya penggunaan strategi pembelajaran yang belum berjalan dengan baik. maka penulis dalam penelitian ini mencoba menerapakan model discovery learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Teknik penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dan agar mencapai KKM persentase kelulusan adalah 75%. Data diperoleh menggunakan pre test dan post test . Hasil belajar siswa pada posttest siklus I dalam kategori sedang yaitu dengan prosentase ketuntasan sebesar 65 % dan hasil belajar siswa pada siklus II dengan prosentase ketuntasan sebesar 90

% berada pada kategori tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.

Kata Kunci : discovery learning, Pembelajaran, Sumber Hukum Islam.

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah suatu kebutuhan pokok dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena pendidikan memberikan bekal sebuah pengetahuan serta keterampilan yang di dalamnya dapat membentuk sebuah

(2)

264 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

kepribadian yang berkarakter bagi diri seorang individu. Pendidikan pun sebagai wadah dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.(Bunawi et al., 2020) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyaraka.(Supriatna, 2018:125)

Salah satu tujuan dari pendidikan adalah untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mengembangkan potensi potensi unik yang dimilikinya. Hal ini senada dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 3 tentang system pendidikan nasional(Departemen Pendidikan, 2003) yang berbunyi :

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”

Perencanaan pembelajaran yang baik membutuhkan kemampuan guru dalam menguasai suatu model pembelajaran yang akan diterapkan, Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, strategi, dan tehnik pembelajaran (Helmiati, 2012:19) . Keberhasilan suatu proses kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar dari peserta didik. Nilai sebagai hasil belajar sebagai tolak ukur kinerja guru dalam proses pembelajaran, serta nilai sebagai hasil belajar bagi siswa dalam keberhasilan proses kegiatan pembelajaran.Dalam memilih model pembelajaran, guru harus memilih model pembelajaran yang kreatif dan inovatif, menyenangkan serta menarik perhatian siswa, sesuai dengan materi yang akan disampaikan, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.(Puspitasari, 2019 :248)

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru Pendidikan agama dan budi pekerti yaitu model pembelajaran discovery learning. Model pembelajaran penemuan (discovery learning) diartikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi ketika siswa tidak disajikan informasi secara langsung tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasikan pemahaman mengenai informasi tersebut secara mandiri. Siswa dilatih untuk terbiasa

(3)

265 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

menjadi seorang yang saintis (Ilmuan). Mereka tidak hanya sebagai konsumen, tetapi diharapkan pula bisa berperan aktif, bahkan sebagai pelaku dari pencipta ilmu pengetahuan(Supriatna, 2018). Model Discovery Learning dalam peningkatan setiap ranah baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang akan memperkuat pemahaman siswa terhadap materi ajar.(Medianty, 2018:59)

Berdasarkan pengamatan dan hasil ulangan harian PAI dan Budi Pekerti siswa kelas X SMA IT Arafah Sampit Tahun Pelajaran 2022/2023 pada materi Sumber Hukum Islam bahwa sebagian besar hasil belajar secara umum masih di bawah KKM yang telah ditetapkan yaitu 75. Penyebab rendahnya hasil belajar adalah pertama, siswa yang ada di kelas dalam proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti cenderung pasif, kedua berasal dari guru. Selama ini guru masih sering menggunakan Model dan media dalam proses pembelajaran yang bersifat monoton.

Berdasarkan temuan permasalahan yang ada di lapangan, peneliti mengangkat judul “Meningkatkan Pemahaman Siswa Materi Sumber Hukum Islam Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Kelas X Sma Islam Terpadu Arafah Sampit”.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian yang dilakukan ini berbentuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) pada kelas X SMA IT Arafah Sampit untuk meningkatkan pemahaman materi sumber hukum Islam pada peserta didik.

Teknik pengambilan data melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data melalui tahapan:

1. Editing, yaitu memperhatikan, melihat dan memeriksa kembali data yang telah terkumpul untuk memastikan apakah data yang diperlukan sudah ada atau belum, guna mengantisipasi adanya kesalahan-kesalahan agar diperoleh data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

2. Coding, yaitu pemberian tanda, symbol atau kode-kode tertentu bagi tiap- tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama, sehingga mempermudah dalam pengolahan data

3. tabulating, yaitu memasukkan data yang telah diklasifikasikan ke dalam tabel sesuai dengan masalah yang telah diteliti dan teratur, sehingga data menjadi lebih kongkrit. Dengan menggunakan rumus distribusi yang dituangkan dalam bentuk angka persenan:

P = 100% N

f Keterangan :

(4)

266 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

P = Angka persentase (frekuensi data) f = Frekuensi jawaban

N = Number of Cases (Jumlah frekuensi atau banyaknya individu)

4. Analyzing, yaitu tahapan akhir dalam pengolahan data dengan membuat analisa sebagai dasar untuk menarik kesimpulan, sehingga diketahui hasil penelitian dengan jelas.

Penelitian tindakan ini direncanakan dengan beberapa tahapan, yaitu: Siklus I, 1) Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), 2) Pelaksanaan proses pembelajaran, 3) Pengamatan dalam proses pembelajaran dengan lembar observasi, 4) Menyusun alat evaluasi untuk mengetahui hasil belajar sebelum diajarkan pembelajaran dengan model kooperatif dan sesudah diberikan pengajaran dengan pendekatan model problrm based learning, 5) Membuat laporan tindakan. Siklus II menindak lanjuti hasil siklus I apabila dalam pelaksanaan siklus I belum berhasil.

Adapun gambaran penelitian tindakan kelas sebagai berikut:

Sumber gambar : https://www.arhamsyahban.com/2020/04/

Penelitian dilakukan di SMA Islam Terpadu Arafah Sampit pada tanggal 5 Desember 2022.

Penlitian pra siklus dilakukan berupa pengamatan atau observasi, dan juga mempersiapkan berbagai macam perencanaan seperti menyiapkan RPP untuk pelaksanaan pembelajaran di siklus I dan siklus, lalu Kegiatan yang dilakukan

(5)

267 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

pra siklus ini seperti melakukan pre tes sebelum memulai pembelajaran di siklus I.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mulai dari tanggal 5 Desember sampai 12 Desember 2022 dengan melalui obesrvasi dan dokumentasi bahwa memproleh hasil dari pre test dan post test dari pembelajaran dari siklus I dan siklus II.

Hasil yang dilakukan ketika pre test materi tentang hukum Islam sebelum menggunakan model Discovry Learning dalam kegiatan pembelajaran kurang baik atau tidak mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan pada nilai standar kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) 70. Kemudian dilakukan pre-tes dan tes ini diberikan sebelum pengajaran dimulai dan bertujuan untuk mengetahui sampai dimana penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran yang akan diajarkan.

Dari aktivitas tes itu maka b i s a dilihat hasilnya yaitu 2 siswa

(10 %) yang telah mencapai ketuntasan belajar a t a u m e n d a p a t k a n n i l a i ≥ 70 dan masih terdapat 18 siswa (90 %) yang belum mencapai ketuntasan belajar atau mendapatkan nilai < 70. Daya serap klasikal yang merupakan hasil belajar seluruh siswa hanya mencapai sebesar 10 % (kondisi awal) berarti berada dibawah kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan sebesar 75 % (kondisi ideal). Sedangkan untuk nilai rata-rata kelas adalah 38.

Kemudian dilakukan pembelajaran yang menggunakan model Discovery Learning dengan Langkah dan kegiatan yang sudah dipersiapkan, kemudian dilakukan Post-Test setelah pembelajaran dilakukan dan hasilnya dapat dilihat 13 siswa (65 %) yang telah mencapai ketuntasan belajar dan masih terdapat 7 siswa (35 %) yang belum mencapai ketuntasan belajar. Daya serap klasikal yang merupakan hasil belajar seluruh siswa hanya mencapai sebesar 65 % (siklus I) berarti masih berada dibawah kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan sebesar 75 % (kondisi ideal). Sedangkan untuk nilai rata-rata kelas adalah 66,75

%. Dengan demikian proses kegiatan pembelajaran pada siklus I sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan pra awal pembelajaran. Namun demikian rata-rata ketuntasan kriteria standar minimal yang telah ditetapkan masih belum tercapai dengan baik. Maka peneliti perlu melakukan usaha-usaha perbaikan lanjutan dengan menganalisa hasil perolehan peserta didik, hasil pengamatan dari observer dan hasil pengamatan kegiatan peserta didik untuk kegiatan lanjutan pada siklus II.

Berdasarkan refleksi dari kegiatan siklus I, perlu mengadakan tindakan ulang yaitu pada siklus II dengan alasan sebagai berikut :

(6)

268 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1. Penerapan metode discovery learning masih belum sepenuhnya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2. Sebagaian peserta didik dalam kelompok masih belum sepenuhnya terlibat aktif dalam kelompoknya.

3. Dalam kelompok masih kebingungan menyampaikan kesimpulan atau rangkuman hasil kerja kelompok.

4. Hasil evaluasi belajar belum semua peserta didik mencapai target kriteria ketuntasan minimal ( KKM )

Setelah melakukan analisis dan refleksi di siklus I, maka dilakukan pembelajaran siklus II dengan tetap menggunakan model pembelajaran discovery learning dan langkah-langkah sama dengan siklus I dan hanya ditambah penyegaran maka mendapatkan hasil nilai semua peserta didik mencapai KKM 70 dengan rincian nilai perolehan peserta didik dapat dilihat hasilnya yaitu 18 siswa (90 %) yang telah mencapai ketuntasan belajar dan masih terdapat 2 siswa (10 %) yang belum mencapai ketuntasan belajar. Daya serap klasikal yang merupakan hasil belajar seluruh siswa mencapai sebesar 90 % (siklus II) berarti sudah berada diatas kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan sebesar 75 % (kondisi ideal).

Sedangkan untuk nilai rata- rata kelas adalah 82. Dengan demikian pada pembelajaran siklus 2 ini mengalami kemajuan yang cukup signifikan terhadap pemahaman materi tentang sumber hukum Islam yang dapat dilihat dari nilai ketuntasan peserta didik. Sebanyak 18 siswa tuntas, namun masih terdapat 2 siswa dengan nilai dibawah KKM. Jadi sebesar 90% telah tuntas dan sebesar 75%

dalam kondisi yang ideal dalam hasil pembelajaran peningkatan pemahaman peserta didik pada siklus II yang bisa dilihat dari hasil post test yang dilakukan setelah akhir pembelajaran.

Dari pengamatan kegiatan pembelajaan pada siklus II diperoleh temuan-temuan atau informasi sebagai berikut :

1. Pada proses kegiatan pembelajaran siklus II sudah menerapkan pembelajaran sesuai dengan RPP.

2. Tujuan atau indikator pembelajaran tercapai dengan baik.

3. Peneliti menerapkan model discovery learning pada pembelajaran PAI sesuai dengan sintak-sintaknya.

4. kegiatan kelompok peserta didik terkoordinir dengan baik.

5. Tidak ada lagi kesulitan menggunakan model discovery learning karena sudah dirancang dengan baik.

6. Peserta didik bersemangat dan tertib dalam mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh peneliti.

KESIMPULAN

(7)

269 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

Berdasarkan hasil penelitian kelas yang dilaksanakan di kelas X SMA IT Arafah Sampit, untuk meningkatkan pemahaman materi sumber hukum Islam dengan model pembelajaran Discovery Learning, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kegiatan awal yang di lakukan oleh peneliti adalah memberikan pretest kepada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Tes ini dijadikan acuan untuk melakukan pembelajaran pada siklus pertama, hasilnya prosentase ketuntasan pada pretest adalah 10 %. Dari 20 siswa hanya 2 orang yang mampu mencapai nilai ketuntasan belajar (10 %), sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 18 orang (90 %) dengan nilai rata-rata kelas 38 2. Hasil belajar siswa yang tercapai dan diperoleh siswa dari evaluasi tes

tertulis pada akhir pembelajaran mengalami peningkatan, untuk siklus I, 13 siswa (65 %) yang telah mencapai ketuntasan belajar dan masih terdapat 7 siswa (35 %) yang belum mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata- rata kelas 66, 75. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 18 orang (90 %) yang mencapai ketuntasan dalam belajar dengan nilai rata- rata kelas 82.

3. Melalui model discovery learning, siswa dapat mengoptimalkan kemampuan dirinya untuk beraktivitas belajar dalam suasana yang menyenangkan serta penuh kebersamaan yang pada gilirannya membantu siswa mencapai ketuntasan belajar pada materi sumber hukum Islam. Selain itu pembelajaranpun menjadi lebih bermakna.

4. Pemberian tindakan-tindakan pembelajaran yang efektif yang dilakukan oleh guru PAI terbukti bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan.

Hal ini ditunjukkan oleh hasil belajar siswa selama tindakan berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA

Bunawi, Wahib, A., & Nana Aprilia, yuni R. (2020). Upaya Meningkatkan Ketrampilan Berkomunikasi Melalui model Discovery Learning

Berbantuan Media Mentimeter Pada Siswa Kelas III SD Negeri Selomulyo Magelang Tahun Pelajaran 2020/2021. Concept and Communication, null(23), 1570– 1581. https://doi.org/10.15797/concom.2019..23.009

Darwis Dasopang, M. (2017). Belajar dan Pembelajaran Aprida Pane Muhammad Darwis Dasopang. Fitrah, 03(2), 333–352.

Departemen Pendidikan, N. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Gunawan, M. A. (2015). Statistik Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi dan Sosial. Statistik Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi dan Sosial.

Helmiati. (2012). Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Presindo.

(8)

270 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

Kristin, F. (2016). Jurnal Pendidikan Dasar PerKhasa Volume 2, Nomor 1, c, 2(April).

Maharani. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Benda Konkret untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA. e- jurnalmitrapendidikan, 1, 549–561.

Medianty, S. U., Bahar, A., & Elvinawati. (2018). Penerapan Model Discovery Learning Dengan Menggunakan Media Video Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Siswa. ALOTROP: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia, 2(1), 58–65. Diambil dari

https://ejournal.unib.ac.id/index.php/alotropjurnal/article/view/4689 Mualimin. (2014). Penelitian Tindakan Kelas Teori dan Praktik. Ganding Pasuruan.

Nurhasanah, S., & Sobandi, A. (2016). Minat Belajar Sebagai Determinan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1), 128.

https://doi.org/10.17509/jpm.v1i1.3264

Puspitasari, Y., & Nurhayati, S. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan, 7(1), 93–108. https://doi.org/10.47668/pkwu.v7i1.20 Putrayasa. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Dan

Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa. Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 2. Diambil dari

http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3947

Rijal, SyAmsu, & Bachtiar, S. (2015). Hubungan antara Sikap, Kemandirian Belajar, dan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Kognitif Siswa. Jurnal Bioedukatika, 3(2), 15. https://doi.org/10.26555/bioedukatika.v3i2.4149 Sa‟adillah. (2014). Pendekatan Saintifik Untuk Pendidikan Agama Islam.

Mejatamu Sidoarjo.

Sudirman, & Maru, R. (2016). Implementasi Model-Model Pembelajaran dalam Bingkai Penelitian Tindakan Kelas.

Sufairoh. (2016). Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran. Bahastra, 5(3), 125.

Supriatna, D. (2018). Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Dan Budi Pekerti Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Siswa Kelas X-Ipa Di Sman 5 Bekasi Pada Tahun 2017/2018. Research and

(9)

271 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

Development Journal of Education, 5(1), 125.

https://doi.org/10.30998/rdje.v5i1.3393

Tarbiyah, F., Keguruan, I., Raya, I. P., Nasional, S., Profesi, P., Pendidikan, G.,

& Islam, A. (2021). e – ISSN : 2807-8632 Published by: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya, 1(1), 1401–1412.

Wardani, A. K. (2020). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dibantu Denga N Media Pop Up Book Untuk Meningkatkan

Keterampilan Bercerita Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar. Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), 9(1), 42.

https://doi.org/10.26877/malihpeddas.v9i1.3810

Widayati, A. (2014). Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.21831/jpai.v6i1.1793

Winarti, W. T., Yuliani, H., Rohmadi, M., & Septiana, N. (2021). Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Discovery Learning Berbasis Edutainment.

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 5(1), 47.

https://doi.org/10.20527/jipf.v5i1.2789

Winarto. (2016). Penelitian Tindakan Kelas. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan. Jakarta. https://doi.org/10.21831/jpai.v6i1.1793

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya, terdapat ketentuan yang mengatur tentang; Asas, Tujuan, dan Larangan partai politik lokal harus sejalan dengan bunyi Pasal 77 UUPA, yaitu: 1) Asas partai politik

Penelitian ini selaras dengan Oktavianda and Iqbal (2018), Wibowo (2013), dan Koesmono (2005) yang menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh terhadap peningkatan

1) KU-1 Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang

Penelitian ini dilakukan di TK Babussalam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini membahas mengenai : 1) penerapan model

Putusan arbitrase bersifat final artinya terhadap putusan arbitrse tersebut sudah tidak ada lagi upaya hukum Arbiter Hubungan Industrial (selanjutnya disebut arbiter) adalah

Kepala Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura BA.01/BPJ /BMKG-16 5-2-2016 Eselon IV.b 61.. KEPALA BADAN

Ilustrasi Hardin: Padang gembala yang bersifat subtractable jika dikelola dengan akses terbuka akan mendorong setiap penggembala menambah dengan akses terbuka akan mendorong

penulis lebih memfokuskan penelitian pada produk pembiayaan Mudharabah di Baitut Tamwil Muhamadyah Comal dan di Baitul Maal wat Tamwil Al-fataa Ulujami, karena akad Mudharabah