• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI 1.1 Komunikasi Pariwisata

Istilah pariwisata berhubungan erat dengan pengertian perjalanan wisata sebagai suatu perubahan tempat tinggal sementara seseorang di luar tempat tinggalnya karena suatu alasan dan bukan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan upah. Keberadaan pariwisata dalam suatu daerah bisa dikatakan merupakan suatu gejala yang kompleks di dalam masyarakat karena terdapat suatu kertarikan terhadap obyek wisata. Secara etimologi kata pariwisata berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu “Pari” yang berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, dan keliling lalu “wisata” yang berarti perjalanan atau bepergian. Jadi kata pariwisata diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari suatu tempat ke tempat lain. (Oka A. H, Yoeti : 1982)

Sehubungan dengan itu, peran komunikasi sangat penting di dalam bidang pariwisata, baik pada komponen maupun elemen-elemen pariwisata. Peran komunikasi bukan hanaya pada komponen pemasaran saja, akan tetapi mencakup juga mengkomunikasi aksesibilitas, destinasi dan sumber kepada wisatawan. Komunikasi membantu pemasaran pariwisata di berbagai elemen pemasaran, komunikasi berperan baik di media komunikasi maupun konten komunikasi. Di media komunikasi, tersedia berbagai macam media komunikasi sebagai salura pemasaran maupun saluran media SDM dan kelembagaan pariwisata.

Komunikasi juga berperan menyiapkan konten pesan yang harus disampaikan kepada masyarakat atau wisatawan, tentang apa yang seharusnya mereka tahu tentang media pemasaran, destinasi, aksesibilitas dan SDM kelembagaan pariwisata. (Bungin, 2015 : 92) Komunikasi pariwisata memiliki beberapa bidang kajian utama yang dapat dikembangkan sebagai bidang-bidang kajian yang menarik. Bidang-bidang ini akan terus berkembang di waktu-waktu yang akan datang sejalan dengan berkembang-nya kompleksitas kajian di komunikasi pariwisata. (Bungin, 2015:94) berikut kajian yang di maksud :

(2)

1. Komunikasi pemasaran pariwisata 2. Brand destinasi

3. Manajemen komunikasi pariwisata 4. Komunikasi transportsasi pariwisata 5. Komunikasi visual pariwisata 6. Komunikasi kelompok pariwisata 7. Komunikasi online pariwisata 8. Public Relations dan MICE 9. Riset komunikasi pariwisata

Oleh karena itu komunikasi pariwisata merupakan suatu aktivitas manusia dalam menyampaikan informasi tentang perjalanan kesuatu daerah atau objek wisata yang akan dikunjungi wisatawan dengan menikmati perjalanan dari suatu objekke objek wisata lain sehingga wisatawan tertarik dan sampai pada suatu tindakan untuk mengunjungi.

1.2 Gastronomi

Pengertian gastronomi menurut Fossali (2008 : 54-86) menyebutkan gastronomi sebagai studi mengenai hubungan antara budaya dan makanan sebagai pusatnya (seni kuliner). Hubungan budaya dan gastronomi terbentuk karena gastronomi adalah produk budidaya pada kegiatan pertanian sehingga pengejawantahan warna, aroma, dan rasa dari suatu makanan dapat ditelusuri asal-usulnya dari lingkungan tempat bahan bakunya dihasilkan. Ada lima jenis gastronomi yaitu :

1. Gastronomi praktis, studi dan prakti mulai dari persiapan produksi hingga penyajian makanan atau minuman. Koki yang biasa kita temui di restoran adalah pelaku gastronomi praktis.

2. Gastronomi teoretis, yaitu cara mempelajari pendekatan proses, system, resep dan sebagainya untuk meningkatkan kesuksesan dalam mengolah suatu hidangan.

(3)

3. Gastronomi teknis, yang bertugas untuk mengevaluasi dan mengawasi performa setiap tahapan gastronomi yang membutuhkan penilaian atau pengukuran melalui percobaan.

4. Gastronomi makanan, berhubungan dengan makanan dan minuman serta bagaimana memaksimalkan kenikmatan dari makanan atau minuman.

5. Gastronomi molekuler, studi ilmiah yang mempelajari transformasi fisikokimia dari bahan pangan selama proses memasak dan fenomena sensori saat mereka dikonsumsi.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa gastronomi yang terdapat mengenai budaya dan sejarah yang terkandung didalamnnya yang menjadikan identitas budaya suatu daerah tersebut. Koridor kajian gastronomi pada umumnya menekankan kepada 4 elemen yaitu :

1. Sejarah (asal usul bahan)

2. Budaya (faktor masyarakat terhadap makanan/minuman) 3. Lansekap Geografis (faktor lingkungan)

4. Metode Memasak (proses memasak)

Keempat elemen itu dinamakan dengan tangible (nyata,jelas dan terwujud) yang selalu dipakai sebagai tolak ukur masyarakat barat jika bicara gastronomi. Potensi pada masing-masing daerah untuk mengangkat kuliner sebagai gastronomi sebagai sebuah identitas sangat besar dengan memanfaat kearifan lokal khususnya daerah yang diteliti oleh peniliti yaitu Getasan yang menjadi ikon daerah penghasil labu atau waluh sebagai asal tempat bahan bakunya geplak waluh dihasilkan. kemudian nantinya video gastronomi yang dibuat oleh penulis akan masuk dalam 2 dainatarnya jenis gastronomi yang dikemukakan oleh Fossali yaitu gastronomi praktis dan teoretis.

Disamping itu gastronomi berkaitan dengan budaya maka geplak waluh juga tak terlepas dari budaya di Getasan yaitu Saparan berasal dari kata Sapar (bulan Jawa), sehingga dapat diartikan sebagai ritual atau tradisi tahunan yang dilaksanan pada setiap bulan Sapar. Saparan merupakan tradisi budaya Jawa yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur dengan tujuan agar diberikan keslamatan hidup di dunia dan di akhirat. Tak terlepas

(4)

geplak waluh sebagai hidangan atau salah satu makanan penting yang selalu ada pada tradisi acara saparan di desa-desa Getasan yang merupakan hasil pertanian labu.

1.3 Teori SOR (Stimulus Organism Response)

Respon merupakan tindakan seseorang dalam merubah sikap setelah mendapatkan stimulus dari orang lain atau media. Kemudian khalayak sendiri merupakan penerima pesan (receiver) dari media yang bisa disebut dengan pembaca, penonton, pendengar. Teori S-O-R (Stimulus Organism Response) pada mulanya berasal dari ilmu psikologi. Karena pada dasarnya kajian ilmu yang berasal dari psikolog sama dengan ilmu komunikasi yaitu jiwa manusia yang meliputi sikap, opini, kognisi, perilaku, kognisi afeksi dan konasi.

(Effendy, 2003 : 254)

Komunikasi yang dimaksud pada penelitian ini yaitu komunikasi melalui media baru yang sifatnya memberikan rekomendasi mengenai produk/jasa yang berarti berkenan dengan perubahan sikap. Sikap dapat berubah jika stimulus (pesan) yang diberikan benar- benar lebih. Berbicara mengenai sikap, ada 3 variabel pening yang menelaah sikap yang baru yaitu, perhatian, pengertian, dan penerimaan dengan gambaran sebgai berikut :

Sumber : (Effendy 2003 : 255)

Berkaitan dengan penjelasan dan jiuga gambaran dari model teori S-O-R (Stimulus Organism Respon) diatas, konten video yang dibuat oleh nanti akan dijadikan sebagai stimulus (pesan) dalam penelitian ini. Kemudian organisme adalah penonton yang memproses pesan dengan perhatian, pengertian, dan kemudian menerima seperti gambaran

Stimulus Organisme :

• Perhatian

• Pengertian

• Penerimaan

Respon (perubahan sikap)

(5)

bagan diatas. Stimulus dan respon bertindak seperti sebab akibat, jadi jika melakukan pesan komunikasi maka akan menghasilkan akibat.

1.4 Videografi

Videografi merupakan media yang digunakan untuk merekam kejadian satu gambar dalam bentuk suara atau audio, untuk membuat videografi yang berkualitas dibutuhkan keahlian dan pengetahuan yang mendalam mengenai Teknik pengambilan gambar. Karena hasil videografi dapat dinikmati oleh semua orang dalam videografi kejadian yang direkam dapat mengedit sesuai kebutuhan mendokumentasikan video tersebut dapat ditambahkan berbagai efek dan filter yang mendalam, ditambah suara, teks dan sebagainya. Untuk memahmi dunia videografi, hal utama yang harus dilakukan adalah mengetahui pengertian videografi, sejarah perkembanganya serta teknik pengambilan gambar yang dapat disesuaikan. (Habibi, 2018)

1.5 Teknik Pengambilan Gambar dalam Videografi

Ariatama (2008: 75) berpendapat bahwa dengan pengetahu-annya tentang pencahayaan, lensa, kamera, emulsi film dan imaji digital, seorang sinematografer menciptakan kesan/rasa dengan tepat, suasana dan gaya visual pada setiap shot yang membangkitkan emosi sesuai keinginan sutradara.

1. Angle Kamera Menurut Himawan Pratista di dalam bukunya yang berjudul Memahami Film (2017: 149) terdapat beberapa angle:

a. Straight on Angle Objek dalam frame diambil secara lurus.

b. Low Angle Biasanya dipakai untuk memperlihatkan subjek yang tinggi.

c. High Angle Kamera diarahkan kebawah dalam mengambil gambar subjek.

d. Overhead Shot Shot yang diambil yaitu tegak lurus kebawah.

2. Type of Shot Menurut Budiana Akbar dalam bukunya yang berjudul Semua Bisa Menulis Skenario, terdapat tujuh jenis tipe shoot, yaitu:

a. Extreme Long Shot (ELS) Berfungsi menggambarkan jangkauan wilayah yang luas dari jarak yang sangat jauh.

b. Long Shot (LS) Menjangkau wilayah dari lokasi peristiwa.

(6)

c. Full Shot Penonton dapat melihat subjek berinteraksi dengan subjek lain secara keseluruhan gambar.

d. Medium Shot (MS) Posisinya terletak dari bawah pinggang ke atas.

e. Medium Close-Up (MCU) Medium Close Up diambil dari batas dada hingga kepala subjek.

f. Close Up Umumnya, close up dipakai untuk menunjukan ekspresi tokoh.

g. Extreme Close Up Berfokus pada detail dari wajah subjek atau benda-benda lainnya.

3. Pergerakan Kamera Menurut (Pratista, 2008: 109) jenis-jenis pergerakan kamera terdiri dari:

a. Pan Pergerakan kamera dimana kamera tetap pada porosnya dan hanya bergerak dari kanan ke kiri atau sebaliknya.

b. Tilt Pergerakan kamera dimana kamera tetap pada porosnya dan hanya bergerak dari atas ke bawah atau sebaliknya.

c. Roll Pergerakan kamera Roll mengambil gambar secara memutar.

d. Tracking Shot Merupakan pergerakan kamera yang mengambil gambar secara horizontal.

e. Crane Pergerakan kamera yang mengambil gambar di atas permukaan tanah atau melayang.

1.6 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Tabel Kajian Terdahulu

No Penulis Judul Tahun

Terbit

Penerbit/Source

1. Muhhamad Alansyah “Membuat Pecel” sebuah film tentang gastronomi kuliner dalam pembuatan pecel di Jogja

2021 Tugas Akhir

(7)

2. Bella Amalya S.P “Pengolahan Minuman Tradisional” sebuah film tentang gastronomi pemnfaatan rempah- rempah untuk minuman tradisional di Surabaya

2020 Tugas Akhir

3. M. Zein Ed Dally “Makanan Tumpeng dalam Tradisi Bancaan” pada msayarakat Jawa Islam

2019 Skripsi

4. Adelia Silvi Lina “Narasi Makanan Ubud Sebagai Penanda Identitas Budaya Bali Dalam Novel Jangan Sisakan Nasi Dalam Piring Karya Baby Ahnan”

2020 Skripsi

Tabel diatas hanya menjadi acuan bagi peneliti untuk merancang dan melaksanakan film dokumeneter, tentu ada yang membedakan penelitian-penelitian diatas dengan yang akan dibuat oleh peneliti, yakni :

1. Memberikan informasi kepada audiens terkait sejarah dan proses pembuatan makanan Geplak Waluh di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dalam bentuk Audio Visual, tidak hanya berbentuk tulisan.

2. Mempersembahkan film dokumenter yang bisa dinikmati oleh semua kalangan baik remaja, dewasa, hingga orang tua.

3. Mengandung pesan persuasif kepada audiens untuk bisa menikmati kuliner khas daerah saat berwisata.

(8)

4. Pesan yang disampaikan dalam film dokumenter ini tidak hanya mengajak untuk tidak lupa mencicipi kuliner daerah saat berwisata tapi juga menjadi pengetahuan bagi audiens dalam sejarah dan pembuatan makanan tersebut.

1.7 Kerangka Pikir Perancangan

Destinasi wisata kuliner seringkali hanya dikunjungi di kota- kota besar khususnya di provinsi Jateng seperti Semarang,

Solo, Wonosobo dan kota besar lainnya.

Masyarakat sekitar Getasan terutama Kabupaten semarang, seperti Ungaran, Ambarawa juga kota Salatiga tidak banyak yang mengetahui kuliner Geplak Waluh padahal merekapun sering berwisata di daerah Kopeng yang dekat sekali dengan

Getasan.

Atas dasar tersebut dibuat film gastronomi yang menampilakan dan menginformasikan Kuliner Geplak Waluh

yang ada di Getasan Kabupaten Semarang

FILM GASTRONOMI

“Geplak Waluh”

(9)

Gambar

Tabel 2.1 Tabel Kajian Terdahulu
Tabel diatas hanya menjadi acuan bagi peneliti untuk merancang dan melaksanakan film  dokumeneter, tentu ada yang membedakan penelitian-penelitian diatas dengan yang akan dibuat  oleh peneliti, yakni :

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui gangguan stres dan insomnia yang dialami oleh mahasiswa sehingga mahasiswa dapat mengatasi masalah yang dapat menyebabkan gangguan insomnia.. Bagi

Ditemukan sebanyak 1 data kesalahan penggunaan pengacuan, 2 data kesalahan penggunaan penyulihan ( substitution ), 1 data ketidakefektifan wacana karena tidak ada

Nilai-nilai positif yang sudah ditransformasikan ke peserta didik di sekolah, kemudian didistorsi oleh masyarakat (media sosial). Daya rusak oleh masyarakat lebih

[r]

tumbuh terhadap antera cabai rawit ( C. frutescens ) menyebabkan perbedaan persentase jumlah antera yang membesar. Hal

1.2.1 Jelaskan manfaat program studi terhadap institusi, masyarakat, serta bangsa dan negara. Untuk pengusulan program studi baru yang diusulkan oleh perguruan tinggi lama,

Berdasrkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengaruh konservatisme akuntansi , ukuran perusahaan , pengungkapan corporate social

Arsitektur tropis dapat berbentuk apa saja tidak harus serupa dengan bentuk- bentuk arsitektur tradisional yang banyak dijumpai di wilayah Indonesia, sepanjang rancangan