• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Jenjang Pendidikan : TK

Semester : 1

Kelompok / Usia : B / 5-6 Tahun

Tema : Tanaman

Sub Tema : Tanaman Buah Pepaya

Sub-Sub Tema : Pepaya

A. Tujuan Pembelajaran

Aspek KD Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran

NAM 1.1 Anak mampu mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan- Nya

Mengucapkan kata syukur Alhamdulillah atas ciptaan

Tuhan

SE 2.9 Anak mampu menyelesaikan tugas dengan baik Menyelesaikan tugas sampai

selesai

KOG 3.6-

4.6

Anak mampu mengenal benda-benda disekitarnya melalui ukuran benda

Mengurutkan ukuran daun papaya (kecil, sedang, besar)

BHS 3.12 Anak mampu mengenal keaksaraan awal melalui bermain

Menyusun huruf p-e-p-a-y-a dengan batang daun pepaya

FM 3.3-

4.3

Anak terampil dalam menirukan gerakan yang teratur Menirukan gerakan pohon tertiup angin

SENI

3.15- 4.15

Anak dapat menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media

mencetak daun pepaya dengan teknik cipratan / lukis percik

Langkah-langkah Kegiatan :

(2)

KEGIATAN ALAT DAN MEDIA EVALUASI PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN KARAKTER

PENDEKATA N PEMBELAJA

RAN

KEGIATAN AWAL / PEMBUKAAN

 Berbaris, Salam, Doa

 Mengikuti absensi

 Anak mengikuti apersepsi dari guru

 Anak melihat dan mengamati pohon pepaya

 Anak tanya jawab tentang vidio yang dilihatnya.

 Apa itu tanaman pepaya?

 Apa saja bagian- bagian tanaman pepaya?

 Apa manfaat buah dan daun pepaya?

 Siapa yang menciptakan

tanaman pepaya?

 Dimana kita menemukan

pepaya?

 Bagaimana cara mengolah buah dan daun pepaya?

 Mengapa kita bagus mengkonsumsi buah pepaya?

 Buku absen

 Pohon Pepaya

 Laptop

 Proyektor

 Observasi

 Wawancara

 Observasi

 Ceklist

 Kedisiplinan

 Religius

 Komunikatif

 Rasa Ingin Tahu

 Kerja Keras

 Rasa Ingin Tahu,Mandiri

 Pembela jaran Blended Leranin g

 SAINTI FIK

(3)

 Kapan kita sebaiknya

mengkonsumsi buah pepaya?

 Menirukan gerakan pohon tertiup angin (FM 3.3-4.3)

KEGIATAN INTI

Mengurutkan ukuran daun papaya (kecil, sedang, besar) (Kog 4.6)

 Mennyusun huruf p-e-p-a- y-a dengan batang daun pepaya ( Bhs 3.12)

 Mencetak daun papaya dengan teknik cipratan / lukisan percik (Seni 3.15- 4.15)

 Daun Pepaya

 Batang daun pepaya, kertas hvs, lem

- Buku gambar - Pewarna - Sisir - sikat

 Observasi

 Ceklist

 Observasi

 Ceklist

 Observasi

 Ceklist

 Hasil Karya

 Mandiri

 Rasa ingin tahu

 Kerja Keras

 Mandiri

 Kerja Keras

 Rasa ingin tahu

 Kreatifitas

 Kerja Keras

 S T E A M

(4)

KEGIATAN AKHIR /

PENUTUP

 Mengembalikan alat pada tempatnya (SE.2.12)

 Recalling kegiatan yang sudah dilaksanakan

 Menginformasikan kegiatan besok

 Berdoa

 Salam

 Pulang

peralatan  Observasi

 Wawancara  Tanggung jawab

 Komunikatif

 Religius

(5)

Langkah – Langkah Kegiatan

1. Kegiatan pembuka

Guru mengajak anak untuk berdoa sebelum mulai kegiatan sebagai rasa syukur dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Guru mengajak menanyakan kabar anak dan mengabsen kehadiran anak, setelah tu guru mengajak anak untuk mengolah motoric kasar dengan senam fantasi menirukan tanaman tertiup angin. Guru dan siswa tanya jawab tentang tanaman pepata yang mereka ketahui, bagian-bagian tanaman papaya, manfaat buah papaya.

2. Kegiatan inti

Guru memutar video tentang tanaman papaya dan anak mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, dan menalar dari video tersebut

Pembelajaran Blended Learning

Blended Learning yaitu model pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan pembelajaran (tatap muka) yaitu dengan menggunakan video dan tanaman papaya langsung.

Pendekatan Saintifik

(6)

Mengamati

- Anak menonton video tentang tanaman papaya - Anak mengamati daun pepaya

2. Menanya

- Guru menstimulus anak untuk bertanya tentang tanaman pepaya - Anak bertanya tentang tanaman papaya

- Apa itu tanaman pepaya?

- Apa saja bagian- bagian tanaman pepaya?

- Apa manfaat buah dan daun pepaya?

- Siapa yang menciptakan tanaman pepaya?

- Dimana kita menemukan pepaya?

- Bagaimana cara mengolah buah dan daun pepaya?

- Mengapa kita bagus mengkonsumsi buah pepaya?

- Kapan kita sebaiknya mengkonsumsi buah pepaya?

3. Mengumpulkan informasi

- Anak mendapat jawaban dari tayangan video yang ditampilkan tentang tanaman pepaya - Anak mendapat informasi jawaban dari guru

- Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk memberikan pendapat tentang bagian tanaman pepaya, ciri-ciri, dan manfaat 4. Menalar

- Anak menalar ciri daun pepaya setelah menonton video dan melakukan kegiatan.

- Anak melakukan kegiatan Kegiatan 1

Langkah Membuat lukis percik adalah:

1. Siapkan kertas putih

2. Siapkan pewarna kedalam wadah.

3. Letakkan daun daunan yang akan dicetak itu diatas kertas putih dan letakkan pemberat agar tidak bergeser.

4. Lalu ambil sikat dan sisir. Sikat tersebut berguna untuk mengambil pewarna. Setelah itu gosok-gosok sikat dengan sisir. Akan menghasilkan titik-titik warna. Lakukan hal tersebut di atas buku gambar secara menyeluruh.

5. Tunggu kering dan angkat cetakannya.

(7)

Pembelajaran STEAM o Science

Dalam Tanaman pepaya kita bisa memberikan pembelajaran Science, karena banyak terdapat pengetahuan yang dapat digali sebagai sumber belajar anak-anak, dengan membawa anak melihat langsung tanaman papaya secara langsung.

(8)

o Teknologi

Dengan mengenalkan video, leptop, sikat, sisir, wadah/piring, pewarna kita memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anak secara langsung.

o Engineering

Dalam melihat video mendorong dan memotivasi anak untuk mengumpulkan informasi yang sesuai agar mampu menyelesaikan masalah yang diberikan.

o Art

Dalam lukis teknik percik yaitu teknik mewarnai dengan cara memercikkan air (merupakan campuran cat air atau pewarna makanan dengan air) dengan menggunakan sikat gigi dan sisir. Dalam menirukan senam fantasi menirukan tanaman tertiup angin.

o Matematika

Anak mampu mengurutkan ukuran daun papaya dari ukuran kecil,sedang,besar Pendekatan Kooperatif Learning

Dimana dalam hal ini guru membagi anak dalam beberapa kelompok , tujuannya agar anak bisa bersosialisasi dengan teman lainya, bisa bekerja sama dengan teman – temannya dalam kegiatan berdiskusi dan kegiatan teknik percik.

3. Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup ini guru akan mengajak anak-anak untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada hari ini, menanyakan kepada anak perasaan yang dirasakan ketika mendapat pengalaman baru dalam kegiatan melukis percik, dan mengenal tanaman papaya, guru menanyakan kepada siswa kegiatan apa yang mereka sukai, sehingga dari sini guru dapat mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari selanjutnya, agar dapat meningkatkan pengetahuan anak, serta dapat membuat kegiatan-kegiatan pembelajaran yang lebih menarik lagi bagi anak.

Penguatan pendidikan Karakter

1. Religius = Dalam kegiatan ini guru juga menanam kan pendidikan karakter pada anak, dimana melalui kegiatan ini anak dapat bersyukur dengan kemerdekaan untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaanya masing- masing, dan percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa

(9)

2. Kemadirian = guru memberikan dorongan atau semangat kepada anak untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas sesuai keinginan sendiri

(10)

3. Bersikap santun, berbicara sopan : dengan berinteraksi antara guru dan anak, antara anak dan anak lain, akan membiasakan bersikap saling menghargai dan anak akan terbiasa berbicara sopan dan santun dengan temanya serta dengan gurunya, karena dalam bercakap-cakap.

4. Kesabaran = Dalam kegiatan lukis percik anak juga ditumbuhkan rasa bersabar dalam mengerjakannya tertutama dalam menyikat warna.

Materi Ajar:

https://youtu.be/BZH_9tBttG0 1. Deskripsi

Pepaya adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak,

"papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang"

Tanaman pepaya umumnya tumbuh tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 5 meter hingga 10 meter. Bahkan pada beberapa jenis hanya

(11)

tumbuh kurang dari 2 meter namun telah berbuah.

Batangnya memiliki cabang-cabang yang perjauhan. Daun pepaya tumbuh secara spiral dan teratur. Daunnya berukuran besar, yaitu sekitar 50 cm sampai 70 cm. Bentuk daun pepaya menyerupai telapak tangan. Seluruh bagian tanaman pepaya mengandung getah.

Pepaya merupakan tumbuhan dikotil, sehingga tanaman ini memiliki bunga. Bunganya memiliki aroma manis dan akan mekar di malam hari. Penyerbukan pepaya terjadi oleh bantuan serangga atau angin.

2. Bagian Tanaman Pepaya a. Akar

Jenis dari akar pepaya adalah akar tunggang atau radik primaria. Hal ini karena lembaga pada akar tumbuh akan terus tumbuh dan bercabang. Pertrumbuhan akar tanggung akan panjang dan berbetuuukkk mendatar. Jumah dari akar – akarnya tidak terlalu banyak dan tidak kuat. Warna pada akar pepaya ini berwarna putih dan sedikit kekuning – kuningan.

(12)

b. Batang

Batang dari pepaya ini memilik bentuk seperti bulat – bulantan dengan permukaan yang berbentuk bercak – bercak di tangkainya seperti spiral. Batang dari pepaya juga memiliki lubang seperi rongga – rongga pada inti sel yakni sel gabus. Tekstur batangnya tidak kokoh bahkan mudah lunak dengan bentuk tegak lurus.

c. Daun

Daun dari ppepaya memmiliki bentuk seperti daun tunggal yang besar dan cukup kokoh. Permukaan dari daun ini memiliki jari – jai yang sangat panjang dan bergerigi. Daunnnya sendirir memiliki tanggaki daun dan sedikit meruncing di bagian ujungnya. Warna daun pepaya hiaju pekat dan licin.

Di lingkungan masyarakat daun ini umumnya di jadikan lodeh dan masakan lainya. Rasa dari daun ini cukup pahit namuan jika di olah dengan bear, maka pahit dari rasa daun ini menjadi lebih sedap. Bisa di katakan bahwa di Indonesia daun pepaya ini banyak peminatnya.

d. Bunga

(13)

Bunga dari pohon pepaya ini sering di jadikan makanan dan umumnya akan di olah dengan cara ditumis terlebih dahulu. Rasa dari bunga pepaya ini cukup pahit. Bunga pepaya ini merupakan jenis bungan majemuk yang memiliki susunan di tangkai.

Terdapat tiga jenis bunga pada pohon pepayany adalah bunga jantan, betina dan sempurna. Bunga pepaya ini memiliki warana kekuningan dan berbetuk menyerupai lonceng atau terompet.

(14)

e. Buah

Buah pepaya merupaka jenis buah tunggal yakni dimana bunga hanya memiliki satu calon buah . getah dari buah pepaya cukup banyak, ini bisa di buktikan saat anda mengupas buah pepaya. Namun, jika sudah menua maka buah pepaya ini akan terkurangi getahnya.

Pepaya memiliki biji – biji di dalamnya cukup banyak. Buah ini akan muncul di bagian ketiak tangkai daunnya yang berwarna hijau muda. Buah pepaya ini saat sudah masak akan berwarna ke jinggaan.

f. Biji

Biji buah pepaya memiliki bentuk yang kecil dan bulat dengan jumlahnya sangat banyak. Biji dari buah pepaya ini memiliki warna kehitaman dan dapat di tanam secara langsung.

3. Manfaat Pepaya

Hampir seluruh bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan, mulai dari daging buahnya, biji, hingga daunnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai manfaat pepaya secara lengkap, yaitu:

a. Buah Pepaya

Karena mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama serat dan vitamin A, maka buah pepaya sangat baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Vitamin A baik untuk kesehatan mata, sementara seratnya sangat baik untuk kesehatan sistem

pencernaan. Buah pepaya dapat dimakan secara langsung tanpa tambahan apapun. Di Indonesia, pepaya juga disantap sebagai rujak dengan tambahan sambal kacang atau garam berbumbu. Daging buah pepaya yang belum matang pun bisa diolah menjadi sayur.

b. Daun Pepaya

(15)

Daun pepaya memiliki rasa yang pahit meski diolah. Namun daun pepaya kaya akan vitamin A, B, C, E, dan K. Daunnya juga mengandung mineral berupa kalsium, magnesium, natrium magnesium, dan zat besi. Daun pepaya dapat direbus dan dijadikan lalapan, disantap bersama sambal terasi atau sambal kacang. Bisa juga

(16)

dijadikan ramuan yang diminum untuk obat demam berdarah, anti malaria, membantu melancarkan sistem pencernaan, menurunkan kadar gula darah, atau meredakan nyeri saat menstruasi.

c. Biji Pepaya

Biji pepaya mengandung antioksidan yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Biji pepaya bisa dikonsumsi dengan cara diblender dan diminum seperti jus. Bisa juga dengan cara diseduh, namun sebelum itu bijinya harus dikeringkan terlebih dahulu.

d. Getah Pepaya

Meski dianggap mengganggu saat terkena getah pohon pepaya yang lengket, namun ternyata getah pepaya memiliki nilai jual yang tinggi. Getah pepaya dapat diolah menjadi tepung papain yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga dan industri

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya keunggulan komparatif dan kompetitif dalam penguasaan komoditas apel di Jawa Timur, maka petani masih perlu mengembangkan dan meningkatkan produksi

perusahaan/workshop pendukung yang memiliki tenaga kerja kompeten antara lain welder bersertifikasi Kualifikasi 4F dan 6G yang masih berlaku, Tenaga Welding Inspector

Hasil pengukuran dibuat analisisnya secara deskriptif, dengan menggambarkan tingkat kesiapan responden pada masing-masing domain, lalu melakukan tabulasi silang antara domain yang

Praktikan berharap kerapihan dan kebersihan laboratorium Mekanka Tanah agar lebih diperhatikan lagi, sehingga praktikan dapat merasa lebih nyaman dan lebih

Kebijakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Eko Putro Sandjojo yaitu ada 4 Program Prioritas salah satunya adalah Badan Usaha Milik

Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah - antar Kota Dalam Prov.. 02 Pendapatan

24 Lampiran XXIV Bentuk Surat Pembatalan Sanksi Administratif Pembekuan Kegiatan Usaha dan/atau Fasilitas Penanaman Modal dari BKPM atau PDPPM atau PDKPM kepada Perusahaan. 1

Untuk mengetahui gambaran profil rhinitis alergi secara mendetail dan jelas dengan kaitan pekerjaan dan riwayat atopi, maka sebaiknya penelitian selanjutnya dapat