B.04 | 1
DESAIN SOUVENIR KHAS PAPUA MENDUKUNG PON XX PAPUA 2021
SERTA BANGKITNYA PARIWISATA DAN INDUSTRI KREATIF
Papua's Special Souvenir Design Supports PON XX PAPUA 2021, Tourism and Creative Industry Rising From Pandemic
Edi Eskak
Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jl. Kusumanegara No.7 Yogyakarta
Korespondensi Penulis
Email : [email protected]
Kata kunci: desain, souvenir, Papua, PON XX Papua 2021, industri kreatif
Keywords: design, souvenir, Papua, PON XX Papua 2021, tourism, creative industry ABSTRAK
Souvenir merupakan produk tanda mata sebagai kenangan dari suatu event ataupun tempat tertentu.
Pekan Olah Raga Nasional (PON) sebagai event olahraga terbesar di Indonesia senantiasa mampu menyedot perhatian masyarakat untuk datang menyaksikan perhelatan empat tahunan tersebut. Hal ini merupakan pasar besar yang perlu dimanfaatkan oleh produsen souvenir khas Papua untuk memproduksi dan memasarkan produknya. Kegiatan PON XX Papua 2021 ini juga dapat mendukung bangkitnya kembali sektor pariwisata dan industri kreatif Papua yang terpuruk pada masa pandemi covid-19. Penelitian untuk penciptaan desain bertujuan untuk mendesain berbagai produk souvenir PON XX Papua 2021. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, perancangan desain. Hasinya adalah desain souvenir khas PON XX PAPUA 2021 berdasarkan inspirasi produk kerajinan lokal (tifa, lukisan kulit kayu khombow, noken, ukiran kayu, dan batik) dan produk merchandise (kaos, topi, tas tote, cangkir, gantungan kunci, hiasan kulkas, dan patung maskot).
ABSTRACT
Souvenirs are souvenir products as memories of a particular event or a certain place. The national sports week (PON) as the biggest sporting event in Indonesia has always been able to attract the attention of the public to come and witness the four-year event. This is a big market that Papuan souvenir producers need to use to produce and market their products. This 2021 Papua XX PON activity can also support the revival of the tourism sector and Papua’s creative industry which slumped during the covid-19 pandemic. Research for design creation aims to design various souvenir products for PON XX Papua 2021. The methods used are data collection, data analysis, and design.
The result is a souvenir design typical of PON XX PAPUA 2021 based on inspiration of local handicrafts products (tifa, khombow bark painting, noken, wood carving, and batik) and merchandise (t-shirts, hats, tote bags, mugs, key chains, refrigerator decorations, and mascot statue).
PENDAHULUAN
Pekan Olah Raga Nasional XX atau disingkat PON XX di Papua tahun 2021 merupakan perhelatan istimewa karena menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan di tanah Papua.
PON XX Papua 2021 ini rencananya diselenggarakan pada tanggal 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Event bergengsi ini semula akan diselenggarakan pada tanggal 20 Oktober hingga 2 Nopember 2020, tetapi ditunda karena adanya pandemi covid-19. Penyelenggaran PON XX Papua 2021 pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat (Ihsanuddin, 2020). Venue utama penyelenggaraan PON XX 2021 diselenggarakan di Stadion Lukas Enembe. Stadion baru kebanggaan masyarakat Papua ini merupakan stadion termegah kedua setelah Stadion Bung Karno di Jakarta. Stadion ini awal mulanya bernama
“Stadion Papua Bangkit” kemudian berganti nama Stadion Lukas Enembe (Gambar 1).
Stadion ini berlokasi di Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, tepatnya di Kampung Harapan sehingga lebih dikenal sebagai “Stadion Harapan” (Gambar 2). Stadion berdaya tampung 40.000 penonton ini tidak hanya untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga terdapat fasilitas olah raga lainnya (Indrawan, 2020).
Gambar 1. Stadion Lukas Enembe, Jayapura, veneu utama PON XX Papua 2021
Gambar 2. Bagian dalam dari Stadion Lukas Enembe, Jayapura, siap untuk PON XX
Stadion Lukas Enembe memiliki prospek untuk olahraga dan pariwisata, karena memiliki pemandangan yang indah berlatar Pegunungan Cycloop di utara dan Danau Sentani di selatan. Stadion yang dibangun tahun 2016-2019 ini dalam rangka persiapan PON XX di
Papua. Bangunan megah ini mengambil inspirasi dari rumah adat Papua yaitu
Honai,
serta memiliki aksentuasi ukiran tradisional Papua. Stadion ini juga merupakan sumber utama inspirasi pembuatan logo PON XX Papua 2021. Logo merupakan suatu gambar yang memiliki arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, organisasi/lembaga, daerah/negara, event besar atau hal lainnya yang membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah diingat (Rustan, 2013), hanya dengan melihat secara sekilas, pemirsa sudah memahami apa yang disimbolkan dari logo. Ada 2 versi primer logo resmi PON XX ini yaitu vertikal dan horizontal dengan warna mayoritas kuning keemasan dengan tiga lingkaran olimpade dan ukiran khas Papua (Gambar 3).a b Gambar 3. Logo PON XX Papua 2021
a. Versi vertikal b. versi horizontal
Konsep logo PON XX Papua 2021 tersebut merupakan simbol kemegahan di bidang olahraga masyarakat Papua. Stadion bertaraf internasional dengan standar FIFA. Stadion ini sebagai simbol wadah pemersatu. Bentuk segitiga menjulang menyimbolkan kontur geografi tanah Papua yang terdapat beberapa pegunungan serta memiliki banyak sumber kekayaan alam. Ukiran dalam logo bermakna keunikan budaya khas Papua yang dikenal dunia internasional. Tiga lingkaran olimpiade berwarna merah, kuning, dan hijau bermakna prestasi, sportivitas dan solidaritas sebagai pemersatu rakyat dalam olahraga dan akan tetap kokoh serta abadi bila didasari prinsip yang berkebangsaan satu, berbahasa satu dan bertanah air satu, Indonesia. Bentuk tiga lingkaran ini sekaligus mewakili tiga ring dalam logo KONI sebagai wadah induk olahraga prestasi Indonesia. Terakhir, secara tersirat logo ini berbentuk sebuah kalderon olimpiade dengan cawan yang terbentuk dan Stadion Papua Bangkit. Bentuk ini memberikan simbol energi semangat baru bagi masyarakat Papua, juga menjadi kebanggaan sekaligus tempat pemersatu para juara dalam kompetisi PON (Izzurrahman, 2021). Konsep ini secara infografis dapat dilihat dalam Gambar 4. Logo dapat disematkan diberbagai produk
mechandise
untuk souvenir.PON XX Papua 2021 juga memiliki
tagline
“Torang Bisa” (Gambar 4) yang merupakan akronim dari “Kita Orang Bisa’ yang berarti “Kami Bisa” (Izzurrahman, 2021).Tagline
adalah merupakan deskripsi singkat, hanya terdiri dari beberapa kata, yang dapat menggambarkan suatu produk (barang/jasa) secara keseluruhan.Tagline
umumnya muncul dalam iklan bersanding dengan logo.Tagline
dapat secara audio, visual, maupun audio-visual (Oktaviani& Rustandi, 2018).
Tagline
PON XX ini dapat menjadi penyemangat khas Papua untuk mengobarkan semangat kepada para atlet yang akan bertarung pada PON XX Papua 2021.Gambar 4. Infografis Logo PON XX Papua 2021(Izzurrahman, 2021).
Selain logo dan
tagline
event besar biasanya juga memiliki maskot. Maskot adalah benda yang dapat berbentuk manusia, binatang, tumbuhan, benda-benda alam, atau objek lainnya yang dianggap dapat untuk menyemarakkan suasana event serta membawa keberuntungan (Kusumaet al.,
2020). PON XX Papua 2021 memiliki maskot dua yang unik yang diambil dari hewan endemik asli asal Papua, yaitu bernama “Kangpho” dan ”Drawa”.Kangpho merupakan akronim dari “Kangguru Pohon” mantel emas yang merupakan mamalia yang memiliki kantung di perutnya dan termasuk satwa marsupial. Tubuh hewan ini berwarna cokelat muda serta rambut halus di seluruh tubuhnya. Sedangkan Drawa diambil dari nama lokal burung cendrawasih (
Paradisaea raggiana
) jantan yag berbulu sangat indah.Burung yang diistimewakan oleh masyarakat Papua ini telah banyak mengilhami berbagai penciptaan souvenir khas Papua. Kedua maskot ini dilengkapi dengan rumbai dari kulit kayu
atau akar pohon untuk menutupi bagian pinggang ke bawah yang dilengkapi dengan hiasan ukiran pada pinggangnya Kangpho dan Drawa mengenakan ikat kepala khas Papua yang berbentuk rumbai dan kerucut menyerupai gambaran pegunungan tengah Papua (Ashari, 2021). Penjelasan dalam infografis maskot PON XX Papua 2021 ini dapat dilihat dalam Gambar 5.
Gambar 5. Infografis Maskot PON XX Papua 2021(Ashari, 2021)
PON sebagai event olahraga terbesar di Indonesia senantiasa mampu menyedot perhatian masyarakat untuk datang menyaksikan perhelatan empat tahunan tersebut.
Walaupun terkendala covid-19 namun antusias para pecinta olah raga dan para pendukung masing-masing provinsi diharapkan tetap datang ke Papua dengan protokol kesehatan. Ada empat klaster pelaksanaan berbagai pertandingan olah raga PON XX Papua 2021 yaitu: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura (Sentani), Kota Mimika, dan Kota Merauke. Hal tersebut akan menjadi pasar yang perlu dimanfaatkan oleh produsen souvenir khas Papua untuk
memproduksi dan memasarkan produknya. Hal ini merupakan peluang untuk bangkitnya kembali industri kreatif Papua yang selama ini terpuruk akibat pandemi covid-19 yang belum juga usai.
Para suporter yang diperkirakan tetap datang untuk mendukung atlet-atlet daerahnya bertanding, walaupun dengan jumlah yang terbatas. Mereka dengan senang hati datang ke Papua, juga karena ingin melihat secara langsung keeksotisan alam dan budaya Papua
(Gambar 6). Hal ini merupakan potensi bangkitnya kembali sektor pariwisata Papua yang terpuruk selama pandemi covid-19. Oleh karena itu penelitian untuk penciptaan desain ini bertujuan untuk mendesain berbagai produk suvenir PON XX Papua 2021. Hasil desain akan dibagikan kepada kolega-kolega industri kreatif sebagai inspirasi pembuatan produk souvenir khas Papua untuk mendukung penyediaan souvenir bagi event tersebut.
Gambar 6. Alam dan budaya yang eksotis di Papua (Rumansara et al., 2014; Eskak, 2016)
Gambar 7. Infografis sumber inspirasi pembuatan Maskot PON XX (Ashari, 2021; Esti, 2021) Dari yang telah diuraikan di atas dapat dipahami bahwa spirit PON XX Papua 2021, digali dari filosofi tanah Papua (alam dan budaya). Kekayaan alam dan budaya dapat
B.04 | 7 dimanfaatkan untuk berbagai keperluan masyarakat masa kini untuk menjadi momentum kebangkitan menuju capaian kehidupan yang lebih baik, baik secara sosial maupun perekonomian (Yoga
et al.,
2015). Kekayaan alam dan budaya Papua yang mengilhami logo, slogan, dan maskot PON XX Papaua 2021 dapat dilihat dan dipahami secara ringkas melalui infografis dalam Gambar 7. PON XX Papua 2021 ini dapat menjadi momentum semangat bangkitnya kembali kejayaan olahraga pada khususnya dan kebangkitan ekonomi untuk tetap tangguh dan bertumbuh kembali pada masa pandemi dan pasca pandemi nantinya.METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian untuk penciptaan seni/desain, dengan langkah-langkah yaitu:
pengumpulan data, analisis data, perancangan desain, prototip produk dan deskripsinya.
Data dan informasi diperoleh dari: 1) Studi literatur tentang: souvenir, PON, seni budaya Papua dan pengalaman lapangan beberapa kali bertugas ke Papua. Studi literatur melalui berita/informasi, buku, jurnal, situs web dan media sosial yang memiliki relevansi dengan topik bahasan. 2) Pengamatan mendalam terhadap topik untuk memperoleh gagasan- gagasan (
insight
) penciptaan seni/desain (Runco & Jaeger, 2012). Data, informasi, pengetahuan, daninsight
yang peroleh kemudian divisualisasikan menjadi desain (Eskak, 2013; Marianto, 2019; Putra, 2020).Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam mebuat desain ini adalah: 1) Pensil dan pena, digunakan untuk membuat sketsa. 2)
Scanner
, yaitu alat optis yang dapat mengkonversi citra (foto, gambar, tulisan) ke dalam bentuk digital agar dapat disimpan dan diubah/dikerjakan di komputer. 3) Kamera digital, dipakai untuk mengambil gambar/memotret objek yang akan digunakan sebagai bahan ilustrasi. 4) Komputer (softwear Corel Draw
,Photoshop
, atau sejenisnya), perangkat elektronik ini digunakan untuk mengolah data dengan perantaraan sebuah program yang mampu memberikan informasi dan pengolahan tersebut. Pengolahan gambar kerja dalam komputer inilah yang dikatakan sebagai proses mendesain. 5) Printer, digunakan untuk mencetak hasil kerja mendesain. Printer mengeluarkan cetakan data yang terlihat pada layer komputer pada selembar kertas. 6) Kertas dan tinta cetak, merupakan bahan untuk mencetak.Prosedur Kerja
Prosedur kerja pembuatan desain dilakukan dengan tahapan: 1) Mencari informasi kebutuhan dan tujuan pembuatan desain tersebut. Kebutuhannya adalah kolega Papua memerlukan masukan-masukan desain souvenir berkaitan dengan pembuatan produk souvenir untuk pasar PON XX Papaua 2021. 2) Membuat kerangka kerja, berdasarkan data dan informasi kemudian melakukan penyusunan kerangka kerja (kebutuhan desain, tema,
B.04 | 7 data yang diperlukan, batas waktu) sehingga tidak terjadi pengulangan-pengulangan atau hambatan-hambatan karena tidak jelasan pekerjaan. 3) Mencari ide kreatif, yaitu mencari untuk menemukan dan menetapkan ide yang akan dibuat desain. Beberapa cara eksplorasi dalam pencarian ide kreatif dapat dilakukan melalui: pembuatan sketsa-sketsa untuk memvisualkan/menangkap ide awal, curah gagasan (
brainstorming
) atau mencermati dan memodifikasi karya desain yang sudah ada. 4) Visualisasi menggunakan komputer grafis, yaitu mewujudkan gambaran dari ide dengan fokus pada hal-hal teknis desain (layout,
pemilihan jenis huruf/font,
warna,background
, dan lain-lainnya). 5) Mencetak karya desain dengan alat printer atau menyimpannya dalam bentuk ringkasPortable Document Format
(PDF) agar mudah di bagikan kepada para kolega industri kreatif di Papua.HASIL DAN PEMBAHASAN Desain Yang Dihasilkan
Hasil penelitian untuk peciptaan desain ini adalah desain souvenir khas PON XX PAPUA 2021. Desain yang dihasilkan ada dua jenis produk yaitu produk seni tradisional dan produk
merchandise
. Adapun yang dikreasikan pada bahan baku dan teknik seni tradisional Papua antara lain: tifa (Gambar 8), lukisan kulit kayukhombow
(Gambar 9), tasnoken
(Gambar 10), ukiran kayu, dan batik Papua.Gambar 8. Desain souvenir PON XX Papua 2021 terinspirasi alat musik tifa
B.04 | 9 Gambar 9. Desain souvenir PON XX Papua 2021 terinspirasi burung cendrawasih
dan lukisan kulit kayu khombow
Gambar 10. Desain souvenir tas noken PON XX Papua 2021 terinspirasi budaya noken
Adapun souvenir produk
merchandise
antara lain:tote bag
(Gambar 11), topi (Gambar 12), cangkir/mug (Gambar13), kaos (Gambar 14, 15, dan 16), gantungan kunci, hiasan kulkas, dan patung maskot PON XX Papua 2021.B.04 | 9
Gambar 11. Desain souvenir tote bag PON XX Papua
Gambar 12 . Desain souvenir topi PON XX Papua 2021
Gambar 13. Desain souvenir cangkir/mug PON XX Papua 2021
B.04 | 11 Gambar 14. Desain souvenir kaos PON XX Papua 2021 logo versi horizintal
Gambar 15. Desain souvenir kaos PON XX Papua 2021 bermotif maskot
Gambar 16. Desain souvenir kaos PON XX Papua 2021 (budaya)
B.04 | 11 Event Olahraga Mendukung Bangkitnya Pariwisata
Kegiatan PON XX Papua 2021 dapat mendukung bangkitnya kembali sektor pariwisata Papua yang terpuruk pada masa pandemi covid-19 (Guntoro & Putra, 2021). Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan negara untuk mendapatkan devisa, termasuk dari optimasi potensi wisata Papua (Eskak & Widiastuti, 2019). Event olahraga secara nyata dapat meningkatkan industri pariwisata, sebagai contoh dapat mencari rujukan kegiatan wisata yang dikombinasikan dengan olahraga (
sport tourism
) semakin berkembang pada dewasa ini, dan diprediksi akan semakin berkembang serta menjadi salah satu motor penggerak sektor pariwisata (Astuti, 2015), karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang indah (laut, sungai, danau, lembah, dan gunung) sebagai ajang olahraga alam, serta didukung pesona seni budaya yang dimiliki bangsa Indonesia (Yogaet al.
, 2015; Salma, Ristiani, & Wibowo, 2017; Salmaet al.
, 2020). Papua juga memilik potensi yang besar untuk dikembangkansport tourism
, karena memiliki laut, pantai, sungai, lembah, gunung dan budaya yang eksotis. PON XX akan menjadi momentum kebangkitan olahraga dan industri pariwisata Papua.Masa pandemi covid-19 jumlah wisatawan yang datang ke Papua dalam gelaran PON tersebut jumlahnya diprediksi tidak sebanyak ketika dalam kondisi normal. Namun tetap menjadi pasar yang potensial bagi produk industri kreatif Papua. Disela-sela aktivitasnya mereka tentu akan menyempatkan berkunjung ke tempat-tempat wisata di sekitar veneu pertandingan. Ada 4 klaster pelaksanaan berbagai pertandingan olah raga PON XX Papua 2021 yaitu: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kota Mimika, dan Kota Merauke. Di wilayah Kabupaten/Kota Jayapura wisatawan dapat mengunjungi beberapa tempat wisata di: Teluk Youtefa, Danau Sentani, Pulau Asei, Kampung ukir Baborongko, Bukit Teletubis, Air Terjun Cylop, Pasar Hamadi, Kampung Skouw, dan lain sebagainya (Bawanti, 2016). Di Mimika wisatawan dapat mengunjungi tempat-tempat wisata seperti: Taman Nasional Lorenz, Tambang Grasberg, Kuala Kencana, Pantai Kampus Biru, Pantai Ipaya, Sosial Budaya Suku Komoro, dan lain sebagainya (Hollyn, Ngenget & Walansendow, 2020). Di Merauke wisatawan dapat mengunjungi tempat-tempat wisata: Pantai Payum, Pantai, Onggaya, Pantai Lampu Satu, Danau Rawa Biru, Pulau Habe, Taman Nasional Wasur, Kampung Sota (Hapsari, 2016), Seni budaya Suku Asmat (Eskak, 2016) dan lain sebagainya. Kunjungan wisata ke kabupaten-kabupaten lainnya di Papua juga menarik untuk dilakukan. Event PON XX Papua 2021 dapat menjadi ajang promosi pariwisata bagi Papua, khususnya wisatawan domestik.
Para tamu (atlet dan ofisial) dalam gelaran PON XX Papua 2021 yaitu 6.496 atlet dan sekitar 3.300 ofisial, yang akan berlaga dalam 37 cabang olahraga pertandingan, 56 disiplin cabang olahraga, dan 679 nomor pertandingan di empat kota yaitu: Jayapura, Sentani, Merauke, dan Mimika (Primus, 2021). Jumlah tersebut masih ditambah keluarga yang menemani atlet, para suporter mandiri, maupun para pecinta olahraga yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung, maka jumlah tamu yang datang ke Papua
B.04 | 11 semakin besar. Mereka tentunya menyempatkan untuk mendatangi tempat-tempat wisata dan berbelanja souvenir di sekitar veneu. Hal ini menyebabkan tingkat hunian hotel meningkat tajam, bahkan di Mimika ada 46 hotel dari kelas bintang empat sampai kelas melati, dan 80 restoran telah hampir 100% untuk penginapan dan pemesanan makan selama penyelenggaraan PON XX ini, ada peningkatan hunian tamu 98% secara okupansi, dari hari-hari biasa yang rata-rata tidak lebih dari 50% (Ramdani, 2021). Di Merauke ada peningkatan hunian tamu hotel rata-rata 90% (Jonnal, 2021), dan di Jayapura dan Sentani 100% (Ari & Syahriah, 2021; Larajina & Sangaji, 2021). Hal tersebut menunjukkan adanya dampak atau manfaat positif yang ditimbulkan dari event PON XX Papua 2021 ini. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan data kuantitatif yang lebih detail mengenai besarnya jumlah kenaikan produktivitas industri pariwisata sebelum dan sesudah pelaksanaan PON XX Papua 2021. Namun dari pemberitaan di media masa dapat diketahui adanya peningkatan produktivitas industri pariwisata yang dapat dilihat dalam Tabel 1.
Tabel 1. Dampak PON XX Pada Produktivitas Industri Pariwisata Dalam Pemberitaan Media Masa
No Judul Berita Pewarta Tanggal Alamat URL
1 Jelang PON XX Papua, Tingkat Hunian FOX Hotel Meningkat Drastis
Nadila Larajina | R A Sangaji
03/09/2021 https://papua.tribunnews.com/2021/09/03/jelang- pon-xx-papua-tingkat-hunian-fox-hotel-
meningkat-drastis 2 Tingkat Hunian di Grand
Mandala Hotel Meningkat Selama PON
Jonnal 29/09/2021 https://papuaselatanpos.com/2021/09/29/tingkat- hunian-di-grand-mandala-hotel-meningkat- selama-pon/
3 PON Papua Berkontribusi ke Pendapatan Asli Daerah, Ini Buktinya
Omega Batkorumbawa
06/10/2021 https://economy.okezone.com/read/2021/10/06/3 20/2482291/pon-papua-berkontribusi-ke- pendapatan-asli-daerah-ini-buktinya 4 PON Papua Tingkatkan
Kunjungan di Pasar Hamadi
Fuji Pratiwi 10/10/2021 https://www.republika.co.id/berita/r0qhsu457/pon- papua-tingkatkan-kunjungan-di-pasar-hamadi 5 PON Papua berdampak
positif bagi usaha perhotelan di Mimika
Dadan Ramdani 11/10/2021 https://m.antaranews.com/amp/berita/2451441/po n-papua-berdampak-positif-bagi-usaha-
perhotelan-di-mimika 6 Berkat PON XX, Okupansi
Hotel Horison Jayapura Dan Kotaraja
Menggembirakan
Ari Syahriah
25/10/2021 https://www.potret.co/berkat-pon-xx-okupansi- hotel-horison-jayapura-dan-kotaraja-
menggembirakan/
(Diolah dari berbagai sumber)
Event Olahraga Mendukung Bangkitnya Industri Kreatif
Kegiatan PON XX 2021 Papua ini juga dapat mendukung bangkitnya kembali sektor industri kreatif Papua yang juga terpuruk pada masa pandemi Covid-19. Gelaran event olahraga besar memerlukan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung suksesnya acara tersebut. Salah satu sektor yang dapat menyediakan produk atau jasa tersebut adalah sektor industri kreatif. Industri kreatif adalah jenis industri/usaha produktif yang menghasilkan barang atau jasa dengan prosesnya mengandalkan kreativitas berbasis budaya. Jenis-jenis industri kreatif antara lain: arsitektur, aplikasi gawai, desain
B.04 | 11 produk, desain interior, DKV (desain komunikasi visual), FAV (film, animasi, dan video),
fashion
, fotografi,game developer
, kuliner, kriya, musik, periklanan, penerbitan, seni rupa, seni pertunjukan, televisi dan radio, dan lain sebagainya. Industri kreatif telah berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, tahun 2015 sebesar Rp 852 triliun, tahun 2016 Rp 923 triliun, tahun 2017 Rp 990 triliun, dan tahun 2018 Rp1.000 triliun. Ada 3 subsektor yang berkontribusi besar yaitu: kuliner,fashion
, dan kriya (Eskak, 2020).Adanya gelaran PON XX Papua 2021 maka diharapkan industri kreatif dapat mulai bangkit dari keterpurukannya selama pandemi covid-19. Sebagai ilustrasinya adalah, event besar ini memerlukan rancangan logo,
tagline
, dan maskot maka memerlukan jasa pembuatan desain. Promosi event PON XX maka memerlukan jasa dan produk keahlian animasi, film, video, radio, televisi, dan sosial media. Industri/wisata kuliner juga mendapat berkah dari adanya event besar tersebut. Souvenir kerajinan danmerchandise
yang menyediakan benda kenangan even, juga dapat diproduksi oleh industri kreatif. Kebutuhan kaos sebagai seragam maupun souvenir event olahraga juga membukan peluang besar bergeraknya kembali produktivitas industri kaos (Eskak & Bahrudin, 2021), dan masih banyak lagi contoh dampak atau manfaat positif yang ditimbulkan dari event PON XX Papua 2021 ini. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan data kuantitatif besarnya jumlah kenaikan produktivitas industri kreatif sebelum dan sesudah pelaksanaan PON XX Papua 2021 ini. Namun dari pemberitaan di media masa dapat diketahui adanya peningkatan produktivitas industri kreatif yang dapat dilihat dalam Tabel 2.Tabel 2. Dampak PON XX Pada Produktivitas Industri Kreatif Dalam Pemberitaan Media Masa
No Judul Berita Pewarta Tanggal Alamat URL
1 PON XX Papua Momentum Bangkitkan Industri Kreatif
Timotius Gobay 06/10/2021 https://www.suaradewata.com/read/202110060013/
pon-xx-papua-momentum-bangkitkan-industri- kreatif.html
2 Berkat PON XX Papua, Para Pedagang Souvenir Khas Merauke Untung Berlipat
M Nurhadi 01/10/2021 https://www.suara.com/bisnis/2021/10/01/150133/b erkat-pon-xx-papua-para-pedagang-souvenir-khas- merauke-untung-berlipat
3 Pelaku UMKM Mimika Raup Untung dari Jual Maskot PON Papua
Putri 02/10/2021 https://infopublik.id/ponpapua/kategori/pon- papua/569315/read
4 PON XX Beri Angin Segar Bagi Perekonomian Papua, Penjual Souvenir Cuan Rp1 Juta Sehari
Shifa Nurhaliza 05/10/2021 https://www.idxchannel.com/economics/pon-xx- beri-angin-segar-bagi-perekonomian-papua- penjual-souvenir-cuan-rp1-juta-sehari 5 Geliat UMKM di Papua
Selama Pelaksanaan PON XX
Anisyah Al Faqir 08/10/2021 https://www.merdeka.com/uang/geliat-umkm-di- papua-selama-pelaksanaan-pon-xx.html 6 PON XX Papua, dari
Sarang Semut sampai Noken, Oleh-oleh Khas Papua Laris Manis
Femi Diah 13/10/2021 https://travel.detik.com/travel-news/d-5764632/pon- xx-papua-dari-sarang-semut-sampai-noken-oleh- oleh-khas-papua-laris-manis
7 Tingginya peminat suvenir kaos PON XX Papua
Erlangga Bregas Prakoso/Dudy Yanuwardhana/
16/10/2021 https://www.antaranews.com/video/2462761/tinggin ya-peminat-suvenir-kaos-pon-xx-
papua?utm_source=antaranews&utm_medium=desk
B.04 | 11
No Judul Berita Pewarta Tanggal Alamat URL
Afut Syafril Nursyirwan
top&utm_campaign=related_news (Diolah dari berbagai sumber)
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Gelaran event PON XX Papua 2021 dapat mendukung bangkitnya kembali pariwisata dan industri kreatif Papua. Event ini dapat menjadi promosi signifikan untuk semakin dikenalnya potensi pariwisata Papua dalam skala nasional. Para kontingen dan pengiringnya dari berbagai provinsi seluruh Indonesia yang datang dan berlaga di PON XX juga akan mengisi sela-sela waktunya untuk berwisata di sekitar venue pertandingan. Hal ini merupakan potensi pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri kreatif untuk berproduksi dan memasarkan produk souvenir bertema PON XX Papua 2021. Penciptaan desain berbagai produk suvenir
PON XX Papua 2021 telah berhasil dilakukan. Hasilnya adalah desain souvenir khas PON XX PAPUA 2021 berdasarkan inspirasi produk kerajinan lokal dan produk
merchandise
. Hasil desain dibagikan secara gratis kepada kolega-kolega pelaku industri kreatif Papua secara gratis untuk diproduksi, atau pun dapat dikembangkan/disesuaikan dengan kreativitas dan bahan yang ada.Saran
Dalam berkreasi menciptakan desain produk souvenir, atau bentuk kreativitas lainnya para pelaku industri kreatif dapat menggunakan ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu konsep
“
niteni, nirokke, nambahi
” (Andayaniet al.,
2021).Niteni, nirokke, nambahi
(mengingat, meniru, menambahi), mengingat bentuk/teknik yang ingin ditiru, dilanjutkan menirukan dahulu/belajar, baru kemudian menambahi/inovasi untuk menghasilkan karya baru. Juga perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan data kuantitatif tetang adanya peningkatan produktivitas industri pariwisata dan industri kreatif pasca penyelenggaraan PON XX Papua 2021.KONTRIBUSI PENULIS
Penulis sekaligus kontributor utama dalam artikel: “Desain Souvenir Khas Papua Mendukung Pon XX Papua 2021 Serta Bangkitnya Pariwisata dan Industri Kreatif” ini adalah Edi Eskak.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih disampaikan kepada Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB), IKM/UKM industri kreatif Papua, Disperindag Provinsi Papua, Disperindag Kabupaten Jayapura,
B.04 | 11 Universitas Negeri Yogyakarta, dan pihak-pihak yang telah memberi andil terwujudnya artikel ini.
DAFTAR PUSTAKA
Andayani, A., Subekti, H., & Sari, D. A. (2021). Relevansi Konsep Niteni, Nirokke, Nambahi dari Ajaran Ki Hajar Dewantara dalam Konteks Pembelajaran Sains. Pensa: E-Jurnal Pendidikan Sains, 9(1), 1–6.
Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/pensa/article/view/38483%0A Ari, A., & Syahriah, S. (2021, October 25). Berkat PON XX, Okupansi Hotel Horison Jayapura dan
Kotaraja Menggembirakan. Potret.Co. Retrieved from https://www.potret.co/berkat-pon-xx- okupansi-hotel-horison-jayapura-dan-kotaraja-menggembirakan/%0A
Ashari, H. (2021, September 2). Yuk Berkenalan dengan Dua Maskot PON XX Papua, Kangpho dan Drawa. Https://Www.Sportstars.Id/. Retrieved from https://www.sportstars.id/read/yuk- berkenalan-dengan-dua-maskot-pon-xx-papua-kangpho-dan-drawa-7n5a9I
Astuti, M. T. (2015). Potensi Wisata Olah Raga dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 10(1), 31–40. Retrieved from
https://www.kemenparekraf.go.id/asset_admin/assets/uploads/media/old_all
Bawanti, A. (2016). Analisis City Branding dalam Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten Jayapura. Jurnal Media Wisata, 14(1), 365–381. https://doi.org/https://doi.org/10.36276/mws.v14i1.154 Eskak, E. & Bahrudin, A. (2021). Desain Kaos Ke-Bung Hatta-an Mendukung Pembangkitan Industri
Kreatif Kota Bukittinggi Pascapandemi. Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti), 212–224. Retrieved from http://eprosiding.fib-
unmul.id/index.php/sesanti/article/view/68
Eskak, E. & Widiastuti, R. (2019). Seni Rias Suku Dani dalam Penciptaan Cinderamata Khas Papua dari Bahan Bambu. Dinamika Kerajinan dan Batik, 36(1), 35–46. https://doi.org/DOI
10.22322/dkb.V36i1.4149 -
Eskak, E. (2013). Metode Pembangkitan Ide Kreatif dalam Penciptaan Seni. Corak, 2(2), 167–174.
https://doi.org/DOI: 10.24821/corak.v2i2.2338
Eskak, E. (2016). Bambu Ater (Gigantochloa Atter) Sebagai Bahan Substitusi Kayu pada Ukiran Asmat.
Dinamika Kerajinan dan Batik, 33(1), 55–66. Retrieved from doi:
http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v33i1.1039.g1175
Eskak, E. (2020). Kajian Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kreatif Kerajinan dan Batik Di Era Industri 4.0. Prosiding Online Seminar Nasional Batik dan Kerajinan,2(1), B.10. Retrieved from
https://proceeding.batik.go.id/Index.Php/Snbk/Article/View/60
Esti, U. (2021, September 1). Makna di Balik Slogan “Torang Bisa” dan Maskot PON XX Papua.
Retrieved from https://forumkeadilan.com/berita/Makna-di-Balik-Slogan-Torang-Bisa-dan- Maskot-PON-XX-Papua
Guntoro, T. S. & Putra, M. F. P. (2021). Pengembangan dan Validasi Kuesioner Dampak Event Olahraga pada Masyarakat (KDEOPM). Jurnal Sosioteknologi, 20(2), 177–187.
HapsariW. (2016). Pelintas Batas Papua New Guinea Di Kampung Sota, Merauke. Jurnal Walasuji, 7(1), 257–269.
Hollyn, T., Ngenget, S., & Walansendow, J. A. (2020). Strategi Pengembangan Objek Wisata Bahari Pada Pantai Kampus Biru di Kabupaten Mimika. Universitas Katolik De La Salle Manado.
Retrieved from i:%09http://repo.unikadelasalle.ac.id/id/eprint/1770
Ihsanuddin. (2020, April 23). Wabah Covid-19, Alasan PON di Papua Ditunda hingga Tahun Depan.
Kompas.Com. Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2020/04/23/11202471/wabah- covid-19-alasan-pon-di-papua-ditunda-hingga-tahun-depan?page=all
B.04 | 11 Indrawan, A. F. (2020). New Icon Of Papuan Sports Through The Lukas Enembe Stadium 24 Okt 2020
12:28 | Editorial Team. Vo.Id. Retrieved from https://voi.id/en/lifestyle/17797/
Izzurrahman, M. H. (2021). Ini Makna di Balik Logo PON XX Papua 2021, Kemegahan dan Sportifitas.
BeritaSoloRaya.Com. Retrieved from https://prsoloraya.pikiran-rakyat.com/olahraga/pr-
1112092188/ini-makna-di-balik-logo-pon-xx-papua-2021-kemegahan-dan-sportifitas?page=2 Jonnal, J. (2021, September 29). Tingkat Hunian di Grand Mandala Hotel Meningkat Selama PON.
Papuaselatanpos.Com. Retrieved from https://papuaselatanpos.com/2021/09/29/tingkat-hunian- di-grand-mandala-hotel-meningkat-selama-pon/
Kusuma, P., Dharsono, D., Marianto, M. D. & Guntur, G. (2020). Maskot Kota Yogyakarta. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 250–255. https://doi.org/https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.1052
Larajina, N. & Sangaji, R. A. (2021, September 3). Jelang PON XX Papua, Tingkat Hunian FOX Hotel Meningkat Drastis. Papua.Tribunnews.Com. Retrieved from
https://papua.tribunnews.com/2021/09/03/jelang-pon-xx-papua-tingkat-hunian-fox-hotel- meningkat-drastis%0A
Marianto, M. D. (2019). Seni dan Daya Hidup dalam Perspektif Quantum. Yogyakarta: Scritto Books dan BP ISI Yogyakarta.
Oktaviani, F., & Rustandi, D. (2018). Implementasi Digital Marketing dalam Membangun Brand Awareness. PRofesi Humas, 3(1), 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/prh.v3i1.1587 Primus, J. (2021, September 25). PON XX Papua 2021, Data Terkini Jumlah Atlet. Kompas.Com.
Retrieved from https://www.kompas.com/sports/read/2021/09/25/22594398/pon-xx-papua- 2021-data-terkini-jumlah-atlet?page=all
Putra, R. W. (2020). Pengantar Desain Komunikasi Visual Dalam Penerapan. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Ramdani, D. (2021, October 11). PON Papua berdampak positif bagi usaha perhotelan di Mimika.
Antaranews.Com. Retrieved from https://m.antaranews.com/amp/berita/2451441/pon-papua- berdampak-positif-bagi-usaha-perhotelan-di-mimika
Rumansara, E.H., Kondologit, E.Y., Flassy, D.R., Irianto, B.J., & Sarini, S. (2014). Inventarisasi dan Verivikasi Karya Budaya: Seni Ukir Asmat. Yogyakarta: Kepel Press.
Runco, M. A., & Jaeger, G. J. (2012). The Standard Definition of Creativity. Creativity Research Journal, 24(1), 92–96. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/10400419.2012.650092
Rustan, S. (2013). Mendesain Logo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Salma, I. R., Ristiani, S., & Wibowo, A. A. (2017). Piranti Tradisi Dalam Kreasi Batik Papua. Dinamika Kerajinan dan Batik, 34(2), 63–72.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v34i2.3326.g2787
Salma, I. R. & Eskak, E. (2020). Keeping the Genuine of Batik in the Age of Artificial Intelligence (November 5, 2020). ,. In Proceedings of the 4th International Symposium of Arts, Crafts &
Design in South East Asia (ARCADESA). SSRN.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3807704
Yoga, W. B. S., & Eskak, E. (2015). Ukiran Bali dalam Kreasi Gitar Elektrik. Dinamika Kerajinan dan Batik, 32(2), 117–126. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v32i2.1367.g1156
B.04 | 19 Lembar Tanya Jawab
Moderator : Edi Eskak
Notulis : I Made Arya Utamaningrat