i
EVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI ATAS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN PADA
PT PRUDENTIAL DI MAKASSAR
SKRIPSI
Oleh
GEBY HASRIANTI S NIM 105731128816
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2020
ii
EVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI ATAS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN PADA
PT PRUDENTIAL DI MAKASSAR
SKRIPSI
Oleh
GEBY HASRIANTI S NIM 105731128816
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Sebagai Persyaratan Guna Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2020
iii
PERSEMBAHAN
Alhamdulillah alhamdulillahirabbil’alamin
Puji syukur pada ALLAH SWT, berkat limpahan rahmat dan karunia yang di berikan-Nya hingga saat ini saya dapat mempersembahkan karya kecil ini untuk:
1. Kedua orang tuaku yang sangat saya cintai, terimakasih atas doa, dukungan, motivasi, dan materi yang telah kalian berikan selama saya menjalankan studi saya.
2. Keluarga besar yang senantiasa memberikan dukungan dalam segala bentuk, saya ucapkan terimakasih.
3. Bapak dan ibu dosen pembimbing yang telah sabar membimbing saya hingga dapat menyelesaikan skripsi ini, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.
4. Teman-teman Akuntansi angkatan 2016, terkhusus teman kelas saya kelas Akuntansi 2016 H, terimakasih untuk kisah panjang yang telah teman-teman berikan, atas bantuan selama menjalankan studi ini. Kuucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya mohon maaf jika ada salah kata, sukses untuk kita semua.
5. Untuk semua pihak yang saya sebutkan dan tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas semuanya, semoga tuhan senantiasa membalas setiap kebaikan kalian.
6. Almamater yang ku banggakan.
iv
“MOTTO HIDUP”
“Jangan Melakukan Kesalahan yang sama, Karena masih banyak kesalahan-kesalahan lain yang belum di lakukan, jangan takut mencoba
karena kau tidak akan tau hasilnya jika tidak melangkah”
v
vi
vii
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya yang tiada henti diberikan kepada hambanya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW. Sehingga penulis menyelesaikan skripsi berjudul:
Evaluasi Sistem dan Prosedur Akuntansi Atas Pembayaran Klaim Asuransi Kesihatan di Makassar.
Tujuan dari penyusunan skripsi ini guna memenuhi salah satu syarat untuk bisa menempuh ujian sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas MUhammadiyah Makassar.
Penulis menyampaikan terimakasih kepada kedua orang tua, saudara- saudara ku serta keluarga besarku yang selalu memberikan doa, semangat dorongan maupun motivasi, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Dalam kesempatan ini pula, penulis menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas bantuan, motivasi, didikan dan bimbingan yang diberikan kepada penulis selama ini, antara lain kepada yang terhormat:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M. Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Ismail Rasulong, SE., MM., Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makaasar.
3. Bapak Dr. Ismail Badollahi, SE., M.Si. Ak. CA. CSP., selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar.
ix
4. Bapak Abdul Muttalib, SE., MM., selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga Skripsi selesai dengan baik.
5. Ibu Rini Sulistiyanti, SE., M.Ak., selaku Pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan Skripsi ini hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap staff dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
8. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Angakatan 2016 yang selalu belajar bersama yang tak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.
9. Terima kasih untuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan skripsi ini.
Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, dan memiliki banyak kekurangan baik dalam metode penulisan maupun dalam pembahasan materi. Hal tersebut di karenakan keterbatasan kemampuan penulis, sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini.
Mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater ampus biru Universitas Muhammadiyah Makassar.
x
Billaahi fii sabilil Haq, Fastabiqul Khoirat, Wassalaamu ‘alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakatuh.
Makassar, 01 September 2020
Geby Hasrianti S
xi
ABSTRAK
GEBY HASRIANTI S, 2020. Evaluasi Sistem dan Prosedur Akuntansi Atas Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatani pada PT Prudential di Makassar, Skripsi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Dibimbing oleh Pembimbing I Abdul Muttalib dan Pembimbing II Rini Sulistiyanti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Sistem dan Prosedur Akuntansi Atas Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan pada PT Prudential di Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menyatakan proses penyelesaian klaim sudah baik dan berjalan dengan efektif. Ini dapat dilihat dari formulir klaim telah bernomor seri sehingga dapat diurutkan dan dapat diarsipkan dengan baik. Kelengkapan yang dibutuhkan tiap klaim juga dapat dilihat pada formulir pengajuan klaim sehingga nasabah tidak kebingungan untuk mempersiapkan dokumen yang diperlukan saat pengajuan klaim. Prosedur klaim yang ada menggambarkan prosedur penyelesaian klaim yang jelas dan mudah bagi nasabah.
Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi dan Klaim Asuransi
xii
ABSTRACT
GEBY HASRIANTI S, 2020. Evaluation of Accounting Systems and Procedures for Payment of Health Insurance Claims at PT Prudential in Makassar, Thesis of Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar, Supervised by Advisor I Abdul Muttalib and Supervisor II Rini Sulistiyanti.
This study aims at the Mechanism of Accounting Systems and Procedures for Payment of Health Insurance Claims in Makassar. This type of research is qualitative. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the claim settlement process is good and is running effectively. This can be seen from the form that has been serialized so that it can be sorted and filed properly. The completeness required for each claim can also be seen on the claim submission form so that customers are not confused about preparing the documents needed when submitting a claim. The existing claims procedure describes a clear and easy claim settlement procedure for customers.
Keywords: Accounting Information System and Insurance Claims
xiii
DAFTAR ISI
SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ...ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ...iii
HALAMAN MOTTO ...iv
HALAMAN PERSETUJUAN ...v
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ...vi
HALAMAN PERNYATAAN ...vii
KATA PENGANTAR ...viii
ABSTRAK BAHASA INDONESIA ...xi
ABSTRACT ... xii
DAFTAR ISI ...xiii
DAFTAR TABEL ...xvi
DAFAR GAMBAR ... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah ...5
C. Tujuan Penelitian ...5
D. Manfaat Penilitian ...5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...7
A. Tinjauan Teori ...7
1. Pengertian Sistem, Informasi dan Akuntansi ...7
2. Sistem Informasi Akuntansi ...11
3. Prosedur ...14
xiv
4. Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pengeluaran Kas ...15
5. Asuransi ...16
6. Klaim ...19
B. Tinjauan Empiris ...20
C. Kerangka Pikir ...29
BAB III METODE PENELITIAN ...30
A. Jenis Penelitian...30
B. Fokus Penelitian ...30
C. Lokasi dan Waktu Penelitian ...31
D. Sumber Data ...31
E. Pengumpulan Data ...31
F. Instrument Penelitian ...32
G. Teknik Analisis ...33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...34
A. Gambaran umum ...34
B. Hasil Penelitian ...47
C. Pembahasan ...55
BAB V PENUTUP ...58
A. Kesimpulan ...58
B. Saran ...58
DAFTAR PUSTAKA ...59 LAMPIRAN
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 20
Tabel 4.1 Hasil Wawancara ... 47
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Pikir ...29 Gambar 4.1 Struktur organisasi PT Prudential Life Assurance Cabang
Makassar ...37 Gambar 4.2 Alur Skema Klaim Asuransi kesehatan PT Prudential Life
Assurance ...53
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I surat keterangan izin penelitian
Lampiran II daftar rumah sakit rekanan PT Prudential yang ada di Makassar Lampiran III Formulir Klaim Manfaat rawat inap
Lampiran IV Surat kuasa pemberian rekam medis Lampiran V Surat keterangan dokter rawat inap Lampiran VI Daftar pertanyaan wawancara
Lampiran VII Dokumentasi saat proses wawancara penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makassar adalah Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit. Berdirinya bangunan-bangunan yang mewah serta fasilitas yang memadai dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menunjang dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitupun dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang dengan pesat membantu dan memudahkan para penggunanya dalam menjalankan pekerjaan atau aktivitasnya.
Teknologi yang terus berkembang dengan begitu cepatnya banyak mengubah kehidupan para penggunanya, dimana teknologi dapat menggantikan pekerjaan yang dulunya secara manual dan ribet beralih ke komputerisasi yang lebih modern. Kemajuan teknologi begitu dirasakan karena dengan adanya kemajuan teknologi pekerjaan menjadi lebih efisien dan lebih efektif, sehingga teknologi banyak dibutuhkan dan digunakan oleh berbagai kalangan baik itu pelajar, lembaga ataupun perusahaan. Salah satu contoh dari kemajuan teknologi saat ini adalah sistem informasi akuntansi.
Sistem informasi akuntansi merupakan hal penting yang dibutuhkan diera globalisasi seperti saat ini. Sistem informasi akuntansi menjadi salah satu bentuk informasi yang memegang peranan penting karena dapat digunakan sebagai sarana pengendalian, pengawasan, dan pengontrolan dari semua aktivitas ataupun kegiatan operasional agar tidak adanya penyimpangan dari ketentuan yang telah ditetapkan. Penerapan sistem informasi akuntansi sebagai salah satu
cara dalam mengefektifkan kinerja dalam mengelolah data, mengubah data menjadi informasi serta mengikhtisarkan dan menyaring data yang tersedia bagi para pengambil keputusan. Sistem informasi akuntansi terdiri dari koordinasi manusia, alat, dan metode berinteraksi dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan.
Manfaat dari sistem informasi akuntansi yang dapat mengolah data menjadi informasi, baik secara manual maupun terkomputerisasi, manjadikan sistem informasi akuntansi banyak diperlukan dan digunakan oleh perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah. Persaingan antara perusahaan yang terus berkembang banyak menawarkan jasanya dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, adapun salah satu perusahaan swasta yang menawarkan jasanya dengan berbagai keuntungan dan manfaatnya yaitu PT. Prudential .
PT. Prudential (Prudential Indonesia) merupakan salah satu perusahaan asuransi yang menyediakan berbagai produk dan layanan yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi setiap kebutuhan keuangan para nasabahnya, adapun salah satu produk yang ditawarkan yaitu mengenai kesehatan. Sistem dan prosedur kesehatan yang mulai berubah seiring dengan berjalannya waktu dan mengikuti perkembangan zaman membuatnya semakin berkembang. Sistem yang membentuk biaya pelayanan yang dulunya pembiayaan tanpa batas menjadi pembiayaan yang terkontrol, terprogram dan terukur.
Masyarakat saat ini tidak perlu khawatir dengan beban biaya kesehatan karena dengan adanya sistem asuransi Kesehatan, masyarakat menjadi tidak perlu takut akan biaya kesehatan yang tidak terduga. Masyarakat cukup
3
membayar uang asuransi yang biasa disebut dengan iuran atau premi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku tergantung dari kebutuhan masing-masing (Artanto, 2018: 123).
Premi adalah iuran yang harus dibayarkan tertanggung kepada penanggung. Premi merupakan transaksi atas siklus penerimaan kas untuk kantor Asuransi Kesehatan sebagai penanggung, dan sebagai imbalannya tertanggung akan menerima klaim sebagai siklus pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh kantor Asuransi Kesehatan sebagai penanggung. Klaim adalah tagihan atau tuntutan atas sebuah imbalan dari hasil layanan yang diberikan kepada tertanggung atau kepada orang yang membayar premi.
Masyarakat sebagai peserta Jaminan Kesehatan perlu mengetahui prosedur dan kebijakan pelayanan dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya. Begitupun dengan perusahaan Asuransi kesehatan perlu untuk memperhatikan sistem dan prosedur pembayaran atas klaim karena masalah pengeluaran bukanlah hal yang sederhana, jika perusahaan tidak memperhatikan hal ini maka perusahaan akan mengalami pengeluaran- pengeluaran kas yang percuma atau kemungkinan terjadinya penyelewengan dalam pengeluaran kas yang tentunya akan berdampak negatif bagi perusahaan.
Kas merupakan bagian aktiva yang paling liquid, sehingga perlunya pengawasan dan pengendalian terhadap kas itu sendiri. Kas sangat rawan terhadap penyelewengan, oleh karena itu sistem informasi akuntansi dapat dipakai atau digunakan sebagai alat untuk mengetahui, menilai, mengontrol dan mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Pengeluaran kas yang terkendali perlu diperhatikan dengan baik karena merupakan aktiva yang mudah
untuk dicairkan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan juga untuk memperoleh data keuangan yang baik dan layak sesuai dengan prosedur serta ketentuan yang berlaku. Klaim sebagai salah satu kebutuhan pengeluaran kas pada Asuransi Kesehatan dapat dipenuhi dengan cepat, tepat dan akurat. Maka diperlukan evaluasi sistem informasi akuntansi untuk pengeluaran kas sangatlah penting guna mengontrol, mempermudah pencairan dana dan mengetahui apakah terdapat satu proses yang terlewatkan atau sudah sesuai dengan prosedur yang diterapkan.
Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti mengangkat judul yaitu
“Evaluasi Sistem dan Prosedur Akuntansi Atas Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan pada PT Prudential di Makassar”. Evaluasi sistem dan prosedur akuntansi terhadap klaim nasabah perlu dilakukan guna mengefektifkan kinerja bagian klaim nasabah. Penelitian yang akan dilakukan peneliti menggunakan objek pada PT Prudential Life Assurance Agency Pru Future Team MK8 Makassar yang bergerak pada bidang bisnis jasa asuransi. Alasan penulis menggunakan objek ini karena PT Prudential Life Assurance adalah salah satu perusahaan asuransi terbesar di indonesia. Penulis akan mengulas secara detail mengenai sistem dan prosedur yang di jalankan perusahaan tersebut, khususnya prosedur klaim kesehatan rawat inap. karena kesehatan merupakan salah satu modal yang harus di jaga, apalagi di zaman yang modern seperti saat ini di mana semua serba instan yang begitu mudah di dapatkan namun juga memiliki dampak bagi kesehatan baik itu yang langsung dirasakan saat ini ataupun yang akan mendatang.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang diangkat adalah sebagai berikut : “Bagaimana evaluasi sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi kesehatan pada PT Prudential di Makassar”
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang diangkat, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai untuk mengetahui evaluasi sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi kesehatan pada PT Prudential di Makassar
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang penerapan sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi Kesehatan yang terkhusus di Makassar. serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat praktis
a. Asuransi Kesehatan
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumbangan sebagai bahan pemikiran dari penulis tentang sistem dan prosedur akuntansi, serta untuk bahan pertimbangan bagi perusahaan yang bersangkutan untuk terus melakukan perbaikan sistem dan prosedur akuntansi yang ada bila masih ada kekurangannya.
b. Pembaca
Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan pembaca dan dapat digunakan sebagai bahan referensi dan dasar penelitian selanjutnya, khususnya untuk mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang akan menyusun tugas akhir dengan pokok pembahasan yang sama.
7 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
Tinjauan teori akan diuraikan dengan beberapa kajian teoritis yang digunakan dalam rangka untuk mengarahkan pada pokok pembahasan
1. Pengertian Sistem, informasi dan akuntansi a. Pengertian Sistem
Sistem merupakan serangkaian dua atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai tujuan (Handanie, 2018:17). Sebuah sistem harus berisi lebih dari satu bagian, tujuannya adalah menghubungkan berbagai bagian dari sistem tersebut. Meskipun tiap bagian berfungsi secara independen dari yang lainnya, maka semua bagian tersebut melakukan tujuan yang sama namun jika komponen tertentu tidak memberikan kontribusinya untuk mencapai tujuan bersama, maka komponen tersebut bukanlah bagian dari sistem tersebut.
Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/ bagian/
komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu (Susanto, 2017: 22). Sedangkan menurut (Dady et al, 2017: 63) sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi. Sebuah sistem harus memiliki dua kegiatan, yang pertama yaitu adanya masukan atau input yang merupakan sebagai sumber untuk beroperasinya sebuah sistem dan yang kedua yaitu adanya
kegiatan operasional atau proses yang mengubah masukan menjadi keluaran atau output berupa hasil dari operasi.
Dasarnya sesuatu yang dapat disebut sebagai sistem apabila memenuhi dua syarat. Pertama adalah adanya interaksi dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan. Dimana bagian-bagian itu disebut subsistem, atau prosedur. Agar sistem dapat berfungsi secara efisien dan efektif prosedur-prosedur harus saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Interaksi ini bisa tercapai bila adanya komunikasi atau informasi yang relevan atau saling terkait. Syarat yang kedua adalah sistem harus memiliki 3 unsur yaitu input, proses, dan output.
Input adalah penggerak untuk berjalannnya atau dioperasikannya sistem. Output adalah hasil dari operasi yang berarti menjadi tujuan, sasaran, atau target dari pengoperasian dalam suatu sistem.
b. Pengertian informasi
Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat (Susanto, 2017:38). Sedangkan menurut (Handanie 2018) informasi adalah hasil proses atau hasil pengolahan data meliputi hasil gabungan, analisis, penyimpulan dan pengolahan sistem informasi komputerisasi. Selain itu informasi adalah data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti, atau dengan kata lain informasi adalah data yang diolah kemudian menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya untuk menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan nyata serta digunakan untuk pengambilaan keputusan.
Sedangkan menurut (Marshal dan John 2015: 4) informasi adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan
9
memperbaiki proses pengambilan keputusan. Informasi merupakan sekumpulan fakta-fakta yang telah diolah menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
Berdasarkan beberapa pernyataan tersebut maka informasi merupakan hal yang penting dan diperlukan oleh beberapa pengguna seperti lembaga, perusahaan dan organisasi agar menjadi acuan untuk dijadikan sebagai pembilan keputusan. Informasi yang tadinya berupa data-data kemudian disaring atau dipilah-pilah kebenarannya dan diolah menjadi sebagai referensi atau acuan dalam menentukan keputusan c. Pengertian Akuntansi
AICPA (the comitee on terminology of the American institute of certified public accountants) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran transaksi serta kejadian yang bersifat keuangan dengan cara berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang serta interprestasi dari hasil proses tersebut (Ikhsan, 2014:2).
Menurut (Purwaji et al, 2016: 6) akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan suatu kejadian ekonomi suatu perusahaan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi. Akuntansi merupakan seni, ilmu, sistem informasi yang didalamnya menyangkut pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran dengan cara sepatutnya dan dalam satuan uang transaksi dan kejadian yang setidak-tidaknya
sebagian mempunyai sifat keuangan serta adanya penginterprestasikan hasil pencatatan dan disajikan dalam laporan keuangan (mTaswan, 2015:5).
Menurut (Halim 2015: 17) akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menghasilakan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan. akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu defenisi dari sudut pemakai dan dari sudut kegiatannya. Akuntansi dari sudut pemakai adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi, sedangkan akuntansi dari sudut kegiatan adalah proses pencatatan, penggolongan, pengkhtisaran, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi/perusahaan.
Akuntansi sebagai sistem informasi ekonomi dan keuangan mampu memberikan manfaat bagi pemakai dan agar informasi akuntansi dapat diolah secara baik maka perlu dibutuhkan mekanisme atau kegiatan yang baik pula. Maka diperlukan pengolahan yang baik terdiri dari prosedur, metode atau cara dan teknik yang memungkinkan data akan melibatkan manusia sebagai penunjang dalam mencapai tujuan.
Berdasarkan beberapa pernyataan tersebut maka akuntansi merupakan suatu hal yang penting dalam menunjang keberlangsungan suatu perusahaan. Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, pelaporan dan penganalisaan pada
11
sebuah data keuangan untuk memberikan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan dalam organisasi atau perusahaan.
2. Sistem informasi Akuntansi
a. Pengertian sistem informasi akuntansi
Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang terdiri koordinasi manusia, alat, dan metode berinteraksi dalam suatu wadah organisasi yang berstruktur utuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen sebagai pengembalian keputusan. Sistem informasi akuntansi adalah sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan keuangan (Halim, 2015:
19).
Menurut (Susanto, 2017: 80) sistem informasi akuntansi adalah sebagai kumpulan (integritas) dari sub-sub sistem/komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara harmonis untuk mengolahh data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan.
Menurut (Handanie, 2018: 4) sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai formulir catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya, dan laporan terkoordinasikan secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen. Sedangkan menurut (Mubarika, 2015: 23) sistem informasi
akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilakan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan suatu susunan yang terdiri antara perangkat keras dan perangkat lunak yang saling berkaitan untuk memproses sebuah data yang berhubungan dengan keuangan di suatu perusahaan untuk menghasilakan suatu informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan
b. Tujuan dan kegunaan sistem informasi akuntansi
Menurut (Marshal dan John, 2015: 12) sistem informasi akuntansi memiliki enam tujuan dan kegunaan, yaitu :
1) Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk atau jasa Sistem informasi akuntansi dapat memonitoring sehingga operator akan diberitahukan segera mungkin ketika kinerja berada diluar batas kualitas yang dapat diterima.
2) Meningkatkan efisiensi
Informasi yang tepat waktu membuat pendekatan manufaktur just- in-time menjadi memungkikan, karena pendekatan membutuhaka informasi yang konstan, akurat dan terbaru mengenai persediaan bahan baku dan lokasi mereka.
3) Berbagai pengetahuan
Berbagai pengetahuan dan keahlian dapat meningkatkan operasi dan memberikan keunggulan kompetitif.
13
4) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas rantai pasokannya
Memungkinkan pelanggan untuk secara langsung mengakses persediaan dan sistem entri pesanan penjualan yang dapat mengurangi penjualan dan biaya pemasaran, sehingga meningkatkan tingkat retensi pelanggan.
5) Meningkatkan struktur pengendalian internal
Sistem informasi akuntansi dengan struktur pengendalian internal yang tepat dapat membantu melindungi sistem dari kecuranga, kesalahan, kegagalan sistem dan bencana.
6) Meningkatkan pengambilan keputusan
Sistem informasi akuntansi akan dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan.
c. Komponen sistem informasi akuntansi
Menurut (Marshal dan John, 2015:12) sistem informasi akuntansi memiliki enam komponen yaitu :
1) Orang
Orang merupakan yang mengoperasikan sistem dan menjalankan berbagai fungsi
2) Prosedur
Prosedur dan intruksi baik manual maupun terotomatisasi yang terlibat didalam kegiatan pengumpulan, pemrosesan, dn penyimpanan data mengenai kegiatan organisasi.
3) Data
Data mengenai organisasi dan proses bisnis dari organisasi.
4) Perangkat lunak
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolahh data organisasi.
5) Infrastruktur teknologi informasi
Infrastruktur teknologi informasi yang mencakup komputer- komputer, perangkat jaringan komunikasi dan perangkat pendukung yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mentransmisikan data serta informasi.
6) Pengendalian internal dan langkah pengaman
Pengendalian yang dilakukan untuk menjaga keamanan data di dalam sistem informasi akuntansi.
3. Prosedur
Prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal, sedangkan kegiatan klerikal terdiri dari kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal dan buku besar maka kegiatan yang dilakukan adalah menulis, mengandakan, menghintung, memberi kode, mendaftar, memilih (mensortasi), memindah dan membandingkan (Sumarauw, 2013: 333).
Sedangkan menurut (Dady et al, 2017: 64) prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan serta seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Prosedur adalah beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang terlibat pada suatu urutan kegiatan klerikal. Penyeragaman pada penanganan transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang merupakan tujuan prosedur tersebut dibuat (Permana et al, 2014: 2).
15
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal yang terdiri dari kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dan formulir, buku jurnal dan buku besar maka kegiatan yang dilakukan adalah menulis, mengandakan, menghintung, memberi kode, mendaftar, memilih (mensortasi), memindah dan membandingkan untuk menjalankan proses dalam perusahaan. Prosedur memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya dan saling mempengaruhi. Akibatnya jika terjadi perubahan maka salah satu prosedur akan mempengaruhi prosedur-prosedur yang lainnya.
4. Sistem informasi akuntansi siklus pengeluaran kas
Kas merupakan aktiva lancar yang paling berharga bagi perusahaan karena sifatnya yang liquid. Semua transaksi bermula dan berakhir ke penerimaan kas atau ke pengeluaran kas dan tanpa tersedianya kas yang memadai, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Dady et al, 2017: 64). Pengeluaran kas yaitu suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran baik dengan berupa cek maupun dengan uang tunai yang digunakan untuk melakukan kegiatan umum perusahaan. Menurut (Marshall dan John 2015:463) siklus pengeluaran adalah serangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan informasi terkait yang terus menerus berubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Menurut (Halim, 2015: 24) tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total dalam memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh
organisasi untuk berfungsi. Tiga fungsi dasar sistem informasi akuntansi dalam siklus pengeluaran adalah sebagai berikut :
a. Memperoleh dan memproses data mengenai berbagai aktivitas bisnis b. Menyimpan dan mengatur data untuk mendukung pengambilan
keputusan
c. Menyediakan fungsi pengendalian untuk memastikan keandalan data dan penjagaan atas sumber daya organisasi.
5. Asuransi
a. Pengertian asuransi
Pengertian Asuransi yaitu asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dimana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya Karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena atau peristiwa yang tidak tertentu (Lilavati, 2019: 3).
Perusahaan asuransi adalah sebuah perusahaan yang usaha utamanya menerima atau menjual jasa pemindahan risiko dari pihak lain, dan memperoleh keuntungan dengan berbagai risiko (sharing of risk) diantara sejumlah nasabahnya. Selain itu, asuransi juga merupakan * lembaga keuangan bukan bank, yang kegiatannya menghimpun dana (berupa premi) dari masyarakat yang kemudian menginvestasikan dana itu dalam berbagai kegiatan ekonomi.
Asuransi merupakan sarana keuangan dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki. Masalah asuransi atau pertanggungan sudah pasti didalamnya
17
terdapat resiko-resiko, yaitu kemungkinan dideritanya suatu kerugian atau musibah akibat dari suatu peristiwa yang tidak dapat dipastikan kapan terjadinya musibah tersebut, misalnya kesehatan yang tidak dapat dipastikan kapan seseorang akan jatuh sakit.
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat di simpulkan bahwa asuransi merupakan suatu perjanjian antara dua pihak, yaitu pihak tertanggung (nasabah) dan pihak penanggung (PT Asuransi). Dimana pihak tertanggung berkewajiban untuk membayar iuran dan pihak penanggung berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa sesuai dengan perjanjian yang dibuat.
b. Unsur-unsur asuransi
Menjalankan usaha peransuransian ada 3 (tiga) unsur mutlak yang perlu diperhatikan, hal ini disebutkan dalam pasal 246 Kitab Undang- Undang Hukum Dagang (KUHD), yaitu : adanya kepentingan, adanya peristiwa tak tentu dan adanya kerugian.
Berdasarkan arti asuransi menurut undang-undang republik indonesia no. 40 tahun 2014 tentang usaha peransuransian diatas, maka dalam asuransi terdapat 4 unsur yaitu :
1) Pihak tertanggung yaitu seseorang/badan yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur. Hak dari tertanggung adalah mendapatkan klaim asuransi, kewajiban tertanggung adalah membayar premi kepada pihak asuransi.
2) Pihak penanggung yaitu suatu badan yang berjanji membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu. Hak dari penanggung adalah mendapatkan premi, kewajiban penanggung adalah memberikan klaim sejumlah uang kepada pihak tertanggung apabila terjadi sesuatu hal yang sudah diperjanjikan.
3) Suatu peristiwa yang tak tertentu ( tidak diketahui sebelumnya) 4) Kepentingan yang mungkin akan mengalami kerugian karena
peristiwa yang tak tentu.
a. Manfaat asuransi
Dikutip dalam jurnal (Dady et al, 2017 : 65) manfaat asuransi yaitu sebagai berikut :
1) Mendorong masyarakat untuk lebih berfikir kemasa datang
2) Dana yang terkumpul pada industri asuransi dapat digunakan untuk investasi yang digunakan dalam pembangunan
3) Mendorong masyarakat untuk tidak tergantung pada pihak lain karena telah memiliki polis asuransi
4) Ahli dari perusahaan asuransi dapat memberikan saran-saran untuk pengelolaan resiko dan mengurangi kemungkinan kerugian yang timbul.
Berikutnya dikutip dalam (Handanie, 2018 :47) asuransi memiliki banyak manfaat yaitu sebagai berikut :
1) Asuransi menyebabkan atau membuat masyarakat dan perusahaan berada dalam keadaan aman. Membeli asuransi, para nasabah
19
atau tertanggung menjadi tenang jiwanya karena kalau ada musibah atau tertanggung jatuh sakit tidak usah risau lagi memikirkan biaya yang harus di keluarkan unbik biaya perawatan atau pengobatan yang akan dikeluarkan di rumah sakit.
2) Asuransi membuat efisiensi dapat dipertahankan. Untuk menjaga kelancaran maka dengan jalan pertanggungan risiko dapat dikurangi.
3) Asuransi merupakan alat penabung. Saat kita bekerja sama dengan pihak asuransi maka saat ini kita mengeluarkan uang, sedangkan penggunaannya atau manfaat yang akan diperoleh di kemudian hari.
Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat dari asuransi itu sendiri tidak dapat dirasakan langsung saat ini namun dapat dirasakan manfaatnya disaat terjadinya musibah yang tidak di tahu atau secara mendadak seperti jatuh sakit sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati antara pihak tertanggung dan pihak penanggung. Asuransi sebagai jaminan yang telah disiapkan untuk masa yang akan datang.
6. Klaim
Tuntutan ganti rugi oleh tertanggung yang wajib dibayar oleh penanggung inilah yang biasanya disebut dengan klaim atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa klaim adalah tuntutan terhadap hak yang timbulnya disebabkan karena adanya perjanjian asuransi yang telah berakhir. Klaim merupakan tagihan atau tuntutan atas sebuah imbalan dari hasil layanan yang diberikan.
Menurut (Halim, 2015: 36) Klaim dalam ilmu ekonomi adalah tuntutan keuangan pada lembaga yang menyediakan berbagai polis asuransi untuk melindungi seseorang atau perusahaan dari resiko kerugian dengan membayar premi secara teratur dan dari pembayaran premi digunakan untuk membayar klaim yang ada. Klaim yang merupakan suatu tuntutan atas hak dari pemegang polis atau nasabah yang ditunjuk kepada pihak asuransi atas sejumlah pembayaran uang pertanggungan atau nilai tunai, yang timbul karena syarat-syarat dalam perjanjian asuransi yang telah tepenuhi.
Dalam prosedur pengajuan klaim tertanggung harus segera melaporkan kerugiannya kepada perusahaan asuransi atau kepada agen yang mengurusi tentang persetujuan polisnya. Apabila laporan itu sudah diserahkan langsung kepada penanggung maka klaim tersebut akan segera diproses sesuai dengan prosedur perusahaan. Secara hukum tertanggung telah memenuhi kewajiban pelaporannya bila ia telah memberitahu agen, tetapi ada beberapa agen yang tetap meminta dokumen penyelesaian kerugian untuk langsung dikirim kepada penanggung (Lilivati, 2019 :6).
B. Tinjauan Empiris
Hasil penelitian terdahulu dalam penelitian ini digunakan sebagai dasar untuk memperoleh gambaran dan sebagai referensi dalam mengembangkan penelitian penulis.
21
Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu
No Nama Tahun Judul Hasil
1 Rayyan Firdaus dan Nurul Akmal
2019 Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa dalam Meningkat-Kan Pelayanan Kepada Nasabah
Hasil kesimpulan penelitian tersebut untuk tingkat pelayanan masih belum tepat waktu hingga kepuasan pelanggan belum dapat memuaskan para nasabah.
2 Rayyan Firdaus dan Nurul Akmal
2019 Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi
Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Dalam Meningkatkan Pelayanan
Kepada Nasabah (Studi Kasus
Pada PT
Hasil kesimpulan penelitian yaitu penerapan sistem informasi akuntansi pembayaran klaim asuransi jiwa untuk tingkat pelayanan dalam pembayaran klaim sesuai pernyataan nasabah masih belum tepat waktu sesuai dengan yang ditetapkan oleh
Asuransi Jiwasraya
Persero Area Lhokseumawe)
perusahaan sebagaimana mestinya.
3 Dias Aprilia Lilavati
2019 Prosedur Klaim Asuransi Produk Prulink Investor Account (“PIA”)
pada PT.
Prudential Surabaya
Hasil kesimpulannya adalah harus lebih menegaskan kepada leader dan agen seluruh cabang untuk selalu mengedukasi para nasabahnya terkait persyaratan dan ketentuan dalam prosedur pengajuan klaim.
4 Fransher Dady, Ventje Ilat dan Winston Pontoh
2017 Analisis Sistem Akuntansi dan Prosedur Pembayaran Klaim Jaminan Kematian Pada PT Taspen (Persero) Cabang Manado
Hasil kesimpulannya yaitu telah efektif karena telah sesuai dengan teori yang ada, dengan
membandingkan teori sistem akuntansi pengeluaran kas (Mulyadi, 2014:513) dengan sistem akuntansi dan prosedur
23
pembayaran klaim JKM (jaminan kematian) yang membentuk pengeluaran kas yang diterapkan.
5 Tri Utami Sudarsono
2016 Evaluasi sistem informasi akuntansi klaim BPJS Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) pada RS PKU
Muhammadi-yah Surakarta.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah prosedur klaim BPJS RITL di RS PKU Muhammadiyah
Surakarta sudah sesuai dengan SOP. Kesimpulan lainnya yaitu paling penting adalah pada saat pendaftaran mengenai pasien BPJS dan
dokumen persyaratannya, Karena yang dapat
menghambat pengajuan klaim adalah mengenai kelengkapan dokumen.
6 Devi Herdiana Putri Sihombing,
2015 Evaluasi Pengenda-lian Intern Terhadap Sistem Akuntansi
Hasil kesimpulannya yaitu pada sistem pengajuan pembayaran klaim asuransi jiwa,
Muhammad Salfi dan Achmad Husaini
Pengeluaran Kas Atas Pengajuan Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa.
fungsi operasi masih melakukan pelayanan klaim dan pengecekan`
keabsahan atau survey klaim dan masih terdapat beberapa formulir yang belum bernomor urut tercetak sehingga penggunaannya kurang dapat dipertanggung jawabkan. Sistem pengeluaran kas
pengajuan pembayaran klaim asuransi jiwa, fungsi kas belum terpisah dari fungsi akuntansi.
adanya pengajuan klaim yang tidak terealisasi disebabkan karena banyaknya pemegang polis yang tidak menyerahkan persyaratan dan kelengkapan berkas pengajuan klaim dengan
25
tepat waktu dan benar.
7 Kholisoh Faujiah
2015 Tinjauan atas prosedur pembayaran klaim dana jaminan sosial (studi kasus kantor ASURANSI Kesehatan cabang utama Bogor)
Kesimpulan hasil
penelitian yaitu dokumen- dokumen, sumber dana, serta prosedur dan
proses ini telah ditetapkan dan di undang-undangkan oleh ASURANSI
Kesehatan.
8 Hafizul Halim
2015 Analisis
penerapan sistem informasi
akuntansi pembayaran klaim pada asuransi Syariah
Kesimpulan hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa dalam hal ini klaim meninggal dunia dan rawat inap sudah sesuai dengan standar
operasional prosedur (SOP). Pada dasarnya, prosedur pembayaran yang diterapkan jenis klaim tersebut sama.
Akan tetapi untuk
persetujuan pembayaran klaim harus melalui kantor pelayanan Surabaya dan pembayaran dana klaim melalui kantor pusat Jakarta walaupun pengajuannya dilakukan di kantor Malang.
Sedangkan untuk validasi berkas klaim dan
penolakan berkas klaim kantor malang sudah memiliki otorisasi untuk itu.
9 Taliana D.
Malonda, A.J.M Rattu dan T.
Soleman
2015 Analisis
Pengajuan Klaim Badan
Penyeleng-gara Jaminan Sosial (BPJS)
Kesehatan di RSUD Dr. Sam Ratulangi
Kesimpulan hasil
penelitian tersebut adalah masih terdapat
bebearapa masalah dalam koordinasi dan kinerja tim serta keterlambatan
penyerahan dan tidak lengkapnya dokumen
27
Tondano serta belum adanya billing system menyebabkan terhambatnya
pembayaran klam BPJS Kesehatan.
C. Kerangka Pikir
PT Prudential merupakan salah satu perusahaan yang memberikan jasa asuransi dengan berbagai manfaat salah satunya kesehatan. PT Prudential didirikan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses kesehatan, yang berarti harus memiliki sistem dan prosedur yang baik untuk mempermudah dan memperlancar segala sesuatu yang berhubungan dengan klaim.
Klaim yang merupakan tanggungan yang diberikan oleh PT Prudential terhadap nasabah atau tertanggung sesuai dengan syarat yang telah di tentukan.
Evaluasi sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim diperlukan untuk mengetahui apakah sistem dan prosedur yang telah diterapkan sudah berjalan efektif agar mempermudah nasabah perusahaan tersebut dalam memperoleh kaim yang menjadi haknya.
. Berdasarkan uraian tersebut maka kerangka berpikir penelitian ini dapat dijelaskan melalui gambar berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Pikir KLAIM ASURANSI
|
SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI
EVALUASI
esehatan
PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE
29 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif.
pendekatan deskriptif yaitu bertujuan untuk menggambarkan situasi lokasi penelitian. Metode penelitian kualitatif sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi alamiah. Penelitian deskriptif akan memberikan gambaran sesuai dengan kenyataan yang ada pada lokasi saat penelitian dilakukan (Suparman, 2018: 95).
Penelitian ini, penulis akan mengumpulkan data dan menggambarkan tentang evaluasi sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi Kesehatan di Makassar. Kemudian penulis membuat kesimpulan sebagai bahan acuan bagi pembaca agar dapat memahami mengenai sistem dan prosedur akuntansi khususnya atas pembayaran klaim Asuransi Kesehatan di Makassar.
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini lebih mengarah pada pembahasan yang berkaitan dengan sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi Kesehatan. Fokus penelitian ini bertujuan untuk membatasi wilayah pengamatan yang diteliti, sehingga objek penelitiannya tidak terlalu luas, serta dapat juga membatasi ruang lingkup penelitian agar peneliti akan lebih fokus terhadap permasalahan yang akan diteliti. Adanya fokus penelitian maka akan memberikan informasi yang dibutuhkan dan diperlukan sesuai dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian.
C. Lokasi dan Situs Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah kota Makassar yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan yaitu tepatnya di PT Prudential Life Assurance Agency Pru Future Team MK8 Makassar yang terletak di Jl. A.P. Pettarani Ruko 33 Petak 2.
D. Sumber Data
Menurut (Indriantoro dan Supormo, 2014: 146) sumber data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder, data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli. Sedangkan data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara.
Penelitian ini menggunakan 2 sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa informasi yang diberikan oleh Karyawan atau Staf Asuransi Kesehatan.
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa buku, jurnal, dan dokumen-dokumen yang ada dalam lingkungan Asuransi Kesehatan. yang terkait dengan penelitian penulis.
E. Pengumpulan Data
Peneliian ini melakukan pengumpulan data dilakukan melalui dari segi cara :
1) Observasi (pengamatan)
Dilakukan untuk mengetahui bagaimana situasi atau keadaan yang sebenarnya terjadi di lapangan. Peneliti dalam melakukan observasi ini terlibat langsung dalam kegiatan yang dapat membantu peneliti dalam
31
mengamati proses yang terkait dengan sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi Kesehatan.
2) Interview (wawancara)
Dilakukan untuk mengetahui pernyataan dan tanggapan karyawan atau staff Asuransi Kesehatan Makassar terhadap sistem dan prosedur atas klaim Asuransi Kesehatan. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti merupakan wawancara bebas terpimpin dimana wawancara dilakukan secara bebas tetapi tetap dalam batasan dan jalur pokok yang akan ditanyakan dan telah dipersiapkan terlebih dahulu oleh peneliti.
Teknik wawancara seperti ini memungkinkan peneliti untuk mengembangkan pertanyaan sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga mendapatkan data yang lengkap, terutama yang berkaitan dengan sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi Kesehatan.
3) Dokumentasi (dokumen)
Dilakukan untuk digunakan sebagai arsip atau dokumen yang bersifat tulisan maupun gambar sebagai penunjang yang memperkuat hasil dari penelitian.
F. Instrument Penelitian
Instrument penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa dan menyelidiki suatu masalah serta mengelolah, menyajikan dan menganalisa data-data yang telah diperoleh secara objektif untuk menyelesaikan sebuah masalah. Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dimana peneliti bertindak sebagai perencana yang menetapkan fokus penelitian, memilih informan serta sebagai pelaksana pengumpulan data,
menganalisa data dan menarik kesimpulan sesuai dengan fakta atau real yang telah diperoleh
G. Teknik Analisis
Analisis merupakan proses berfikir untuk mengolah, menelaah, memisahkan, mengelompokkan dan memadukan sejumlah data yang dikumpulkan di lapangan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Analisis Deskriptif, merupakan analisis yang menggambarkan pada fakta atau realita yang terjadi di masa sekarang sesuai dengan masalah yang aktual dengan mengumpulkan, menyusun dan menginterpretasikan data.
Adapun alasan peneliti menggunakan teknik analisis dekriptif karena, peneliti berusaha memahami, menguraikan, mengolah, kemudian memberikan penjelasan mengenai evaluasi sistem dan prosedur akuntansi atas pembayaran klaim Asuransi Kesehatan pada PT Prudential di Makassar
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum
1. Gambaran umum PT Prudential Life Assurance
PT Prudential (Prudential Indonesia) didirikan pada tahun 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris, sebagai bagian dari grup yang berpengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Prudential Indonesia memiliki izin usaha di bidang asuransi jiwa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Indonesia Nomor:
241/KMK.017/1995 tanggal 1 Juni 1995 juncto Surat Menteri Keuangan Nomor: S.191/MK.6/2001 tanggal 6 Maret 2001 juncto Surat Menteri Keuangan Nomor S.614/MK.6/2001 tanggal 23 Oktober 2001 juncto Surat Menteri Keuangan Nomor S-9077/BL/2008 tanggal 19 Desember 2008.
Perusahaan juga memiliki izin usaha Unit Syariah berdasarkan surat Menteri Keuangan Nomor KEP 167/KM.10/2007 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Agustus 2007.
Prudential Indonesia sebagai perusahaan di bidang jasa keuangan telah terdaftar dan diawasi oleh otoritas jasa keuangan (OJK). Prudential Indonesia menyediakan berbagai produk dan layanan yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi setiap kebutuhan keuangan para nasabahnya di Indonesia. Prudential Indonesia juga telah mendirikan unit bisnis syariah sejak tahun 2007 dan dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia sejak pendiriannya. Sampai dengan 31 Desember 2019,
Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dan kantor pemasaran di Medan, Surabaya, Bandung Denpasar, Batam, dan Semarang. Sekitar 2 juta nasabah dilayani oleh lebih dari 260.000 tenaga pemasar berlisensi di 383 kantor pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Nusantara.
2. Misi dan Kredo perusahaan a. Misi
“Menjadi perusahaan jasa keuangan Ritel terbaik di Indonesia, melampaui pengharapan para nasabah, tenaga pemasaran, staf dan pemegang saham dengan memberikan pelayanan sempurna, produk berkualitas, tenaga pemasaran professional yang berkomitmen tinggi serta menghasilkan pendapatan investasi yang menguntungkan”
b. Empat Pilar Misi
Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Misi PT Prudential Life Assurance memiliki empat pilar yaitu fondasi yang merupakan dasar berdiri dan berkembangnya perusahaan serta yang membedakannya dengan perusahaan lain. Berikut ini adalah Empat Pilar :
1) Semangat untuk selalu menjadi yang terbaik
Untuk memberikan yang terbaik dan memperbaiki kemampuan untuk mendapatkan hasil yang terbaik pula.
2) Organisasi yang memberikan kesempatan belajar
Memberikan kesempatan kepada setiap orang di perusahaan untuk mendapatkan pengetahuan, keahlian dan pengembangan pribadi melalui berbagi training.
35
3) Bekerja sebagai suatu keluarga
Bekerja bergandengan tangan sebagai satu keluarga besar memperlakukan satu sama lainnya dengan rasa hormat dan penuh kasih untuk menciptakan suasana penuh pengertian.
4) Integritas dan keuntungan yang merata bagi semua pihak yang terkait dengan perusahaan
Komitmen untuk selalu memiliki integritas dalam setiap hal, menyediakan pelayanan terbaik untuk nasabah, menghargai setiap orang dengan adil berdasarkan nilai tambah bisnis, berkomunikasi dengan jelas dan memberikan pendapatan penghasilan yang baik ke setiap orang (tanpa diskriminasi)
c. Nilai-nilai inti
PT Prudential Life Assurance menjalankan core values (nilai-nilai inti) yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia (PCA) sebagai panduan kepada setiap orang di perusahaan dalam bekerja.
1) Berinovasi dan menciptakan peluang
Kita terus berinovasi dan menentang diri untuk menciptakan peluang.
2) Menunjukkan rasa peduli dan memahami
Kita mengerti dan peduli akan keburtuhan dan harapan para karyawan, nasabah, agen mitra kerja, dan para pemegang saham.
3) Bekerja sama
Kita menegakkan keterbukaan, saling percaya, dan kerja sama tim di seluruh tingkatan organisasi
4) Memberikan yang terbaik
Kita memenuhi janji kita dan memberikan yang terbaik berdasarkan harapan yang jelas dari para stakeholders, sambil terus menjaga integritas kita di setiap waktu.
d. Kredo
“Hanya dengan mendengarkan, kami dapat memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, dan hanya dengan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, kami dapat memberikan produk dan tingkat pelayanan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Struktur Organisasi PT Prudential Life Assurance
Gambar 4.1 struktur organisasi PT Prudential Life Assurance Cabang Makassar
AM
SUM UM PUM AGEN
STAF
MANAJER WAKIL MANAJER WAKIL MANAJER WAKIL
37
Perusahaan yang baik pasti memiliki struktur organisasi yang berfungsi untuk menjelaskan setiap kegiatan maupun posisi jabatan atau staff serta tugas dan kewajiban masing-masing yang telah ditentukan. Adapun tugas dan tanggung jawab untuk setiap posisi jabatan pada PT Prudential Life Assurance .adalah sebagai berikut.
a. AM (Agensy Manager) 1) Kepala kantor cabang
2) Mementori kerja dari para bawahan 3) Membuat peraturan kantor cabang b. SUM ( Senior Unit Manager)
1) Merekrut agen
2) Mencetak unit manager c. UM (Unit Manager)
1) Merekrut agen-agen
2) Memimpin unit agar menghasilkan produk yang baik 3) Menjadi teladan bagi yang dipimpin
d. PUM (Pru Unit Manager) 1) Merekrut agen-agen
2) Melakukan survey pada nasabah 4. Bidang usaha
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan perusahaan asuransi yang bergerak di bidang usaha asuransi jiwa. PT Prudential Life Assurance menyediakan dan menawarkan berbagai ragam produk serta layanan yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi
setiap kebutuhan keuangan para nasabahnya di Indonesia. Berikut berbagai macam produk yang ditawarkan oleh PT Prudential Life Assurance :
a. Pendidikan
1) PRULink Edu Protection
Dirancang untuk melindungi keceriaan anak anda hari ini dan pendidikannya dihari nanti. Produk inovatif ini merupakan produk terkait investasi yang memberikan santunan dana setiap bulannya saat risiko terjadi. Dana investasi berpotensi untuk terus berkembang, dan pembayaran premi akan dilanjutkan apabila terjadi risiko.
2) PRULink Syariah Edu Protection
Merupakan produk Asuransi Jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). Kontribusi yang Anda bayarkan memberikan manfaat perlindungan (proteksi) dan manfaat investasi dalam bentuk nilai tunai. Produk Asuransi Jiwa ini tersedia dalam mata uang Rupiah yang memberikan Manfaat Asuransi selama Polis masih aktif.
b. Perlindungan Kritis
1) PRUTotal Critical Protection (PRUTop)
merupakan Asuransi Tambahan inovatif pertama yang memberikan perlindungan total atas ancaman Kondisi Kritis, termasuk yang belum ditemukan berdasarkan pada perawatan dan tindakan medis yang dilakukan, dan juga ketidak mampuan dalam menjalankan aktivitas.
PRUTotal Critical Protection memberikan perlindungan atas risiko terkena penyakit - penyakit baru yang akan muncul di kemudian
39
hari layaknya jaring pengaman serta sebagai perlindungan tambahan atas Asuransi Tambahan Kondisi Kritis yang telah dimiliki saat ini.
2) PRUTotal Critical Protection Syariah (PRUTop Syariah) 3) PRUCritical Benefit 88
Merupakan produk asuransi jiwa tradisional yang memberikan perlindungan komprehensif atas risiko Kondisi Kritis atau meninggal dunia sampai dengan Tertanggung berusia 88 tahun dengan beragam pilihan masa pembayaran Premi hingga 15 tahun. PRUCritical Benefit 88 adalah solusi Anda untuk proteksi yang terjamin dan solusi rencana masa depan Anda.
PRUCritical Benefit 88 memberikan perlindungan berupa 100%
Uang Pertanggungan (UP) jika tertanggung mengalami salah satu dari 60 Kondisi Kritis tahap akhir atau meninggal dunia dan Polis akan berakhir.
4) PRUcrisis cover benefit plus 61
Merupakan produk pertanggungan tambahan yang memberikan perlindungan komprehensif atas 61 kondisi kritis stadium akhir dan tidak akan mengurangi Uang Pertanggungan Asuransi Dasar saat dibayarkan. Dengan PRUearly stage crisis cover plus
Merupakan asuransi tambahan yang memberikan perlindungan finansial terhadap risiko penyakit kondisi kritis sejak tahap awal (early stage). Anda dapat melakukan Klaim tanpa harus menunggu penyakit kritis tersebut berkembang mencapai stadium lebih lanjut (advanced stage).
5) PRUearly stage payor, PRUearly stage spouse payor dan PRUearly stage parent payor
Merupakan proses perawatan kondisi kritis sejak dini (jika terjadi risiko), sehingga Anda dapat fokus pada perawatan tersebut.
Prudential Indonesia menjadi yang pertama di pasar dengan menghadirkan PRUearly stage payor, PRUearly stage spouse payor dan PRUearly stage parent payor untuk memastikan manfaat asuransi Anda, pasangan (Suami/Istri) dan/atau orang tua.
6) PRUjuvenile crisis cover
Merupakan asuransi tambahan pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan finansial terhadap 32 penyakit kritis sejak 30 hari buah cinta Anda dilahirkan.
7) PRUjuvenile crisis cover Syariah
8) PRUearly stage payor, PRUearly stage spouse payor dan PRUearly stage parent payor Syariah.
c. Kesehatan
1) PRUSolusi Sehat
adalah Produk Asuransi Kesehatan Tradisional yang memberikan solusi lengkap dan fleksibel untuk perlindungan kesehatan dengan pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit untuk beberapa manfaat berdasarkan plan yang dipilih pada Tabel Manfaat PRUSolusi Sehat serta jangkauan perlindungan hingga seluruh dunia yang memberikan fleksibilitas atas pilihan Perlindungan kesehatan.
41
2) PRUSolusi Sehat Syariah 3) PRUPrime Healthcare Plus
adalah produk Asuransi Tambahan (Riders) yang memberikan solusi lengkap untuk perlindungan kesehatan dengan pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit. Produk ini dirancang khusus untuk memberikan jangkauan perlindungan hingga ke seluruh dunia serta menawarkan fleksibilitas pada pilihan perlindungan kesehatan.
4) PRUPrime Healthcare Plus Syariah 5) PRUcritical hospital cover
adalah produk Asuransi Tambahan yang memberikan perlindungan komprehensif atas Perawatan Kondisi Kritis dari sejak Evaluasi Medis hingga Pemulihan, bahkan hingga di Luar Negeri.
6) PRUcritical hospital cover syariah 7) PRUHospital & Surgical Cover Plus
memberikan manfaat penggantian seluruh biaya rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), dan tindakan pembedahan sesuai dengan plan yang diambil, selama tertanggung menjalani perawatan di rumah sakit/klinik.
8) PRUHospital & Surgical Cover Plus Syariah 9) PRUmed cover
memberikan manfaat tambahan berupa tunjangan harian rawat inap, ICU dan pembedahan kepada tertanggung utama jika menjalani rawat inap di rumah sakit.
10) PRUmed cover Syariah 11) PRUprime healthcare
Produk ini dirancang khusus dengan berbagai manfaat pembayaran biaya rawat inap, rawat jalan, tindakan bedah, dan manfaat lainnya. Tersedia enam pilihan santunan (plan) yang dapat diambil dengan menyesuaikan besarnya kebutuhan perlindungan.
12) PRUprime healthcare Syariah d. Investasi
1) PRUlink generasi baru
adalah produk asuransi jiwa terkait unit link terbaru dari Prudential Indonesia yang memberikan perlindungan jiwa sekaligus alokasi investasi positif sejak nasabah pertama kali membayar Premi. PRUlink generasi baru yang memberikan perlindungan berupa uang Pertanggungan hingga usia 99 tahun dan dikaitkan dengan investasi. PRUlink generasi baru juga membantu untuk merencanakan warisan atas potensi hasil investasi dan memulai dengan solusi yang terjangkau sejak tahap awal kehidupan Anda.
2) PRUlink generasi baru syariah 3) PRUlink assurance account
adalah produk asuransi jiwa terkait investasi dengan pembayaran premi secara berkala yang memberikan fleksibilitas dimana memungkinkan Anda untuk sewaktu-waktu mengubah jumlah pertanggungan, premi serta cara pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahkan Anda juga bisa menambahkan produk asuransi tambahan seperti rawat inap, kecelakaan atau kondisi kritis.
43
Anda bisa memilih satu atau kombinasi dari beberapa jenis dana investasi yang tersedia, dan dapat mengubah kombinasi dana investasi sewaktu-waktu.
4) PRUlink assurance account syariah 5) PRUlink capital account
adalah produk asuransi jiwa terkait investasi (unit link) yang memberikan perlindungan asuransi jiwa sekaligus potensi mendapatkan hasil investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. PRUlink capital account dibayarkan sekaligus di awal dan memiliki keistimewaan di mana 100% dana Anda langsung diinvestasikan pada tahun pertama, sehingga Anda dapat menikmati fleksibilitas lebih dalam memenuhi beragam kebutuhan di setiap tahapan kehidupan.
6) PRUlink investor account
merupakan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi dengan pembayaran premi satu kali yang menawarkan berbagai pilihan dana investasi. Di samping mendapatkan potensi hasil investasi, produk ini juga akan memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap risiko kematian atau risiko menderita cacat total dan tetap.
7) PRUlink syariah investor account e. Proteksi
1) PRUCinta
merupakan produk asuransi jiwa syariah tradisional yang menyediakan perlindungan komprehensif selama 20 tahun masa
kepesertaan terhadap risiko meninggal dunia dan meninggal dunia karena kecelakaan. Selain memberikan perlindungan selama 20 tahun, produk ini juga dapat diperpanjang masa kepesertaannya dengan tanpa pemeriksaan kesehatan dan manfaat jatuh tempo dalam bentuk Nilai Tunai atas beban Dana Nilai Tunai di akhir masa kepesertaan, dan manfaat lainnya termasuk perlindungan terhadap risiko meninggal dunia karena kecelakaan selama periode Mudik atau Balik Lebaran.
2) PRUtotal & permanent disablement
adalah produk asuransi tambahan yang memberikan manfaat tambahan apabila tertanggung utama mengalami cacat total dan tetap akibat kecelakaan atau penyakit.
3) PRUtotal & permanent disablement syariah 4) PRUmy child
merupakan produk inovatif pertama di Indonesia yang menyediakan perlindungan jiwa terkait investasi untuk anak Anda, sejak sebelum ia dilahirkan. PRUmy child memberikan perlindungan yang komprehensif mulai saat ia masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai ia dewasa kelak. Mulai dari perlindungan kesehatan, finansial, dan pendidikan.
5) PRUpersonal accident death & disablement
memberikan manfaat tambahan apabila tertanggung utama mengalami cacat total dan tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan.
6) PRUpersonal accident death & disablement syariah