• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA DENGAN PENDEKATAN PAIKEM UNTUK SISWA KELAS VIII MTSN 13 AGAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGEMBANGAN MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA DENGAN PENDEKATAN PAIKEM UNTUK SISWA KELAS VIII MTSN 13 AGAM"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA DENGAN PENDEKATAN PAIKEM UNTUK SISWA KELAS VIII MTSN 13 AGAM

DEVELOPMENT OF CIRCULATORY SYSTEM MODULES IN HUMANS WITH THE PAIKEM APPROACH FOR STUDENTS OF CLASS VIII MTSN 13 AGAM

Linda Kamala Sari1, Siska Arimadona2, Ika Anggraeni3 Program Stusi Pendidikan Biologi

STKIP Ahlussunnah Bukittinggi e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh suatu produk yaitu modul pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan PAIKEM dalam pembelajaran sistem peredaran darah pada manusia di MTsN 13 Agam yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research of Development). Prosedur pengembangan penelitian yang digunakan adalah model 4-D yaitu define, design, develop dan disseminate. Penelitian ini tidak melakukan tahap disseminate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi dan angket.

Untuk instrumen penelitian digunakan lembar validasi dan lembar angket. Lembar validasi dan angket dianalisis dengan mencari persentase, ditentukan kualitas dari produk yang dikembangkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa modul sistem peredaran darah pada manusia menggunakan penekatan PAIKEM telah memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase penilaian 82,07% dan juga memenuhi kriteria sangat praktis oleh guru dengan persentase 85, 42% dan dinilai sangat praktis oleh siswa dengan persentase 86,18%. Dengan demikian kualitas produk hasil pengembangan dapat dikatakan valid dan praktis berdasarkan hasil uji validitas dan uji praktikalitas yang telah dilakukan.

Kata kunci:Pengembangan, Modul, PAIKEM

ABSTRACT

The purpose of this study was to obtain a product that is a science learning model using the PAIKEM approach in learning the circulatory system in humans in MTsN 13 Agam which is valid and practical. The type of research used in this research is development research. The research development procedure used is a 4-D model that is define, design, develop and disseminate. This study did not use the disseminate stage. Data collection techniques are carried out through validation sheets and questionnaires.

Validation sheets and questionnaires were analyzed by looking for percentages, determined the quality of the product being developed. Based on research that has been done it is known that the circulatory system module in humans using the PAIKEM approach has met the criteria of being very stingy with a percentage of assessment of 82,07% and also fulfilling very practical criteria by teachers with a percentage of 85,42% and is considered very practical by students with a percentage 86,18% thus the quality of the product developed can be said to be valid and pratical based on the results of the validity test and practicality tests that have been carried out.

Keywords : Development, Modules, PAIKEM

(2)

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran Menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya (2005:33) adalah salah satu aspek dari lingkungan sekolah yang terorganisasi.

Kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Proses pembelajaran memiliki peran yang sangat penting seperti penggunaan berbagai macam sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada diluar diri seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar. Manfaat dari sumber belajar ini diantaranya dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kertas, dapat memberi informasi yang akurat dan terbaru.

Modul termasuk salah satu bahan ajar adalah seperangkat materi pelajaran yang mengacu pada kurikulum yang digunakan dalam rangka mencapai kompetensi dasar yang telah digunakan.

METODE PENELITIAN

Sesuai dengan tujuan dan permasalahan penelitian yang telah penulis kemukakan sebelumnya, Menurut Sugiyono (2007:407) maka jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau research and development. Research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.

Menilai produk yang dirancang maka dalam penelitian ini dilakukan uji validasi dan praktikalitas terhadap modul pembelajaran yang dihasilkan.

Model pengembangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4-D. model pengembangan ini dikemukakan oleh Thiagajaran dan Semmel (1974) dalam Hamdani (2011:27-28). Model

pengembangan 4-D terdiri atas empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Berikut diuraikan tahapan pengembangan 4-D tersebut:

1. Tahap define (tahap pendefenisian) Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan dan mendefenisikan syarat-syarat pembelajaran. tahap define meliputi lima langkah pokok: (a) analisis ujung depan, (b) analisis siswa, (c) analisis tugas, (d) analisis konsep, dan (e) perumusan tujuan pembelajaran.

2. Tahap design (tahap perancangan) Tahap design bertujuan untuk menyiapkan prototype perangkat pembelajaran.

3. Tahap develop (tahap pengembangan) Tujuan tahapan ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari para pakar. Dalam tahapan ini terdapat tiga langkah: (a) validasi perangkat oleh pakar, (b) simulasi, yaitu kegiatan mengoperasikan rencana pembelajaran, (c) uji coba terbatas pada siswa yang sesungguhnya.

4. Tahap disseminate (tahap penyebaran) Karena keterbatasan waktu dan biaya, maka penelitian pengembangan ini hanya terdiri dari tiga tahap yaitu tahap define, design dan develop. Tahap ini merupakan penggunanan perangkat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas.

Sebelum modul ini digunakan, maka terlebih dahulu divalidasi oleh 3 orang dosen dan 1 orang guru yaitu Ennike Gusti Rahmi, M. Pd., Abdul Istiqlal, M. Pd., Rini Silvina, M. Pd., Siska Marlinda, M. Pd. Selanjutnya data yang diperoleh dari instrument penelitian diolah dengan menggunakan teknik persentase (%) (Riduwan, 2005).

(3)

HASIL dan PEMBAHASAN a. Tahap Validasi

Prototipe modul yang telah dirancang dan didiskusikan dengan pembimbing selanjutnya divalidasikan yang terdiri atas 4 orang validator.

Setelah divalidasikan, peneliti berdiskusi langsung dengan validator tentang kevalid dan prototipe yang dirancang serta meminta saran-saran untuk perbaikan prototipe.

Tabel 4.1. Data Hasil Validasi Modul Sistem Peredaran darah pada Manusia Menggunakan Pendekatan PAIKEM

No Aspek yang Dinilai

Rata- Rata Nilai Validasi

(%)

Kategori

1 Syarat Didaktik 84,5 Sangat Valid 2 Syarat

Konstruksi

81,7 Sangat Valid 3 Syarat Teknis 82,3 Sangat

Valid 4 Syarat

Kebahasaan

83,3 Sangat Valid 5 Karakteristik

Modul

81,9 Sangat Valid Jumlah 413,7 Sangat

Valid Rata-Rata 82,7

Hasil analisis data angket validitas yang dilakukan pada penelitian ini menekankan pada syarat didaktik, syarat kontruksi, syarat teknik, syarat kebahasaan dan karakteristik modul.

Hasil analisis data menunjukkan nilai validitas Modul yang dihasilkan diperoleh rata-rata nilai 82,7% dengan kriteria sangat valid.

Ditinjau dari aspek syarat didaktik, Syarat didaktik dinyatakan

valid oleh validator dengan perolehan rata-rata 84,5% karena kegiatan pembelajaran yang terdapat didalam modul sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum KTSP. Menurut Depdiknas (2008: 8), menyatakan pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum, artinya bahan ajar yang dikembangkan harus sesuai dengan kurikulum.

Ditinjau dari syarat konstruksi dinyatakan valid oleh validator dengan perolehan rata-rata 81,7% karena kontruksi modul sistem peredaran darah pada manusia yang dikembangkan telah memenuhi syarat-syarat penyusunan modul. Menurut M. Hafis (2013:33) validitas konstruk menunjukkan konsistensi internal antar komponen- komponen produk. Seperti kesesuaian materi dengan indikator, pokok-pokok rincian materi, materi disajikan secara sistematis, serta penempatan gambar tepat dan jelas. Disamping itu syarat teknis dinyatan valid oleh validator dengan perolehan rata-rata 82,3%

karena penyajian modul sudah menarik, baik dari penampilan fisik modul, penggunaan font (jenis dan ukuran), kesesuaian gambar dengan materi dan penggunaan warna pada modul.

Ditinjau dari syarat kebahasaan juga dinyatakan valid oleh validator dengan perolehan rata-rata 83,3% dari segi bahasa yang digunakan yang meliputi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, penggunaan EYD, bahsa sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, struktur kalimat jelas dan bahasa sederhana, mudah dipahami dan komunikatif.

Ditinjau dari syarat karakteristik yang terdapat pada modul juga dinyatakan valid oleh validator dengan

(4)

perolehan rata-rata 81,9% karena penyajian modul sudah sesuai dengan komponen-komponen yang terdapat di dalam pendekatan PAIKEM, karena pada modul semua komponen- komponen pembelajaran dengan menggunakan pendektan PAIKEM ini antara satu dengan yang lainnya berhubungan secara konsisten.

Setelah pemvalidator memvalidasi modul sistem peredaran darah pada manusia menggunakan pendekatan PAIKEM yang dilakukan oleh empat orang validator, pendidikan dengan langkah-langkah tersebut didapatkan hasil yang sangat valid dengan nilai rata-rata 82,7%. Hasil validasi modul menunjukkan nilai valid.

Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa modul sistem peredaran darah pada manusia menggunakan pendekatan PAIKEM yang dihasilkan telah teruji kualitasnya dan telah dinyatakan valid oleh validator baik isi maupun keterkaitannya antara tiap-tiap komponen yang terdapat di dalam modul. Tahap selanjutnya yang dilakukan di dalam penelitian ini adalah tahap uji coba, untuk mengetahui praktikalitas modul sistem peredaran darah pada manusia menggunakan pendekatan PAIKEM.

b. Tahap Praktikalitas

Untuk melihat praktikalitas modul Sistem Peredaran Darah pada Manusia Menggunakan Pendekatan PAIKEM ini dilakukan uji coba di kelas VIIIB, nama-nama siswa dapat di lihat pada lampiran. Data tentang praktikalitas modul yang telah dirancang diperoleh dari lembar observasi, angket respon siswa dan wawancara dengan guru IPA kelas VIII.

Tabel 4.4. Praktikalitas Modul Sistem Peredaran darah pada Manusia Menggunakan Pendekatan PAIKEM oleh Guru

No

Aspek yang Dinilai

Rata-Rata Nilai Validasi

(%)

Kategor i

1

Kemudahan dalam Penggunaan

84,38 Sangat Praktis

2

Manfaat yang Didapat

96,88 Sangat Praktis

3

Efektivitas Waktu Pembelajar an

75 Praktis

Jumlah 256,25 Sangat Praktis Rata-Rata 85,42

Tabel 4.3. Data Hasil Validasi Lembar untuk lembar Praktikalitas Modul oleh Siswa

No Aspek yang Dinilai

Rata- Rata Nilai Validasi

(%)

Kateg ori

1

Kemudahan dalam penggunaan

86,2 Sangat Praktis 2 Manfaat yang

Didapat 83,07 Sangat

Praktis 3

Efektivitas Waktu Pembelajaran

89,8 Sangat Praktis Jumlah 258,84 Sanga

t Prakti

s Rata-Rata

86,18

2. Tahap Praktikalitas

a. Praktikalitas Modul oleh guru

(5)

Hasil analisis data angket praktikalitas Modul oleh guru menunjukkan bahwa rata-rata nilai diperoleh adalah 85,4% dengan kriteria sangat praktis. Aspek praktikalitas yang dinilai adalah

kemudahan penggunaan,

manfaatnya dan efektifitas waktu dalam proses pembelajaran. Dari aspek kemudahan penggunaan diperoleh rata-rata 84,38% dengan kriteria sangat praktis. Modul yang dikembangkan ditulis sesuai dengan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar, mudah dipahami, materi yang terdapat pada Modul jelas dan sederhana.

Dilihat dari aspek manfaat diperoleh rata-rata nilai 96,88%

dengan kriteria sangat praktis. Guru menyatakan bahwa Modul dapat mendukung peran guru sebagai fasilitator, mememudahkan dalam menjelaskan materi, dan melaksanakan pembelajaran secara sistematis, membantu siswa memahami konsep dan belajar mandiri, meningkatkan minat siswa dan membantu siswa memecahkan masalah. Dengan menggunakan Modul guru dapat membimbing siswa dalam belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Hamdani (2011:220) yang mengemukakan bahwa siswa memiliki kesempatan melatih diri belajar secara mandiri, belajar lebih menarik karena dapat dipelajari diluar kelas dan diluar jam pelajaran, dan berkesempatan menguji kemampuan diri sendiri dengan mengerjakan latihan.

Dilihat dari aspek efektifitas waktu pembelajaran diperoleh rata- rata nilai 75% dengan kriteria

praktis. Waktu pembelajaran menjadi efisien dengan penggunaan Modul ini dalam proses pembelajaran. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajarnya masing- masing. Dengan penggunaan Modul ini waktu yang dibutuhkan guru dalam pembelajaran lebih efektif.

Berdasarkan hasil praktikalitas oleh guru, Modul dengan pendekatan PAIKEM yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat praktis dengan perolehan rata-rata 85,42% dan dapat membantu guru dalam proses pembelajaran.

b. Praktikalitas Modul oleh siswa Hasil analisis dan angket praktikalitas Modul oleh siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh adalah 86,18%

dengan kriteria sangat praktis.

Aspek praktikalitas yang dinilai adalah kemudahan penggunaan, manfaatnya dan efektifitas waktu pembelajaran dalam proses pembelajaran. Dilihat dari aspek kemudahan penggunaan diperoleh rata-rata 80,6% dengan kriteria sangat praktis. Materi yang terdapat pada Modul disusun secara berurutan, sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi, kalimat dalam Modul mudah dipahami siswa, dan petunjuk belajar mudah dipahami siswa.

Dilihat dari aspek manfaat diperoleh rata-rata nilai 83,07%

dengan kriteria sangat praktis.

Penggunaan Modul memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri sehingga guru bukan lagi sebagai sumber utama pengetahuan tapi

(6)

lebih kepada fasilitator. Modul yang disusun secara sistematis, siswa dapat belajar secara efektif untuk memahami dan mengusai pengetahuan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Modul yang menarik dapat meningkatkan minat dan semangat siswa untuk belajar. Menurut Lufri (2006: 29), siswa yang terampil dalam pemecahan masalah akan dapat menjadi manusia yang bertanggung jawab,berkemampuan tinggi, kreatif, kritis serta mandiri.

Dilihat dari aspek efektifitas waktu pembelajaran diperoleh rata- rata nilai 89,84% dengan kriteria sangat praktis. Waktu pembelajaran menjadi efisien dengan pengunaan Modul ini dalam proses pembelajaran. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajarnya masing- masing. Namun ketika uji praktikalitas ada sebagian siswa yang mengeluhkan waktu yang disediakan tidak sesuai dengan kecepatan belajar mereka.

Modul dengan pendekatan PAIKEM secara keseluruhan telah memenuhi kriteria sangat praktis.

Berdasarkan hasil praktikalitas oleh siswa dapat diketahui bahwa Modul dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran. Modul yang dikembangkan ini dapat menarik perhatian siswa untuk mempelajarinya . Hal ini dapat dilihat dari angket praktikalitas, kebanyakan siswa menuliskan dikolom komentar bahwa Modul memiliki warna yang menarik.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Modul sistem peredaran darah pada manusia menggunakan pendekatan PAIKEM telah memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase penilaian 82,07%. Dengan demikian instrument valid dapat digunakan untuk penelitian.

2. Modul juga memenuhi kriteria sangat praktis oleh guru dengan persentase 85, 42% dan dinilai sangat praktis oleh siswa dengan persentase 86,18%, yang telah memenuhi kriteria praktikalitas sehingga dapat dipakai dan digunakan dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Joko Tri Prasetya. 2005. SBM (Strategi Belajar Mengajar). Bandung:

Pustaka Setia.

M. Haviz. 2013 research and development:

Penelitian di Bidang Kependidikan yang Inovatif, Produktif dan Bermakna. Ta’dib, Volume 16, No. 1

Juni 2013

(http://www.portalgaruda.org/article.p hp) [Diakses 18 Januari 2017]

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar.

Bandung: Pustaka Setia.

Riduwan.2005. Belajar Mudah untuk penelitian Guru, Karyawan dan peneliti Pemula.Bandung, Alfabeta.

(7)
(8)

Gambar

Tabel 4.1.  Data Hasil Validasi Modul Sistem  Peredaran darah pada Manusia  Menggunakan  Pendekatan  PAIKEM   No  Aspek yang  Dinilai  Rata-Rata  Nilai  Validasi  (%)  Kategori
Tabel  4.4.  Praktikalitas  Modul  Sistem  Peredaran  darah  pada  Manusia  Menggunakan  Pendekatan  PAIKEM  oleh  Guru  No  Aspek yang  Dinilai  Rata-Rata Nilai Validasi  (%)  Kategori  1  Kemudahan dalam  Penggunaan  84,38  Sangat  Praktis  2  Manfaat ya

Referensi

Dokumen terkait

The decomposition provided by Theorem 1 of a permutation into its maximal proper blocks represents a top down view of how non-simple permutations are constructed from simple

[r]

Proses Transformasi Nilai – Nilai Demokrasi melalui Kesenian Benjang dalam Membangun Warga Negara yang Baik.... Hambatan Melestarikan Nilai – Nilai Demokrasi dalam

In the code you created in the previous chapter, you created an array and added the radius value from the query string into the array, as shown here:. // Put needed parameter

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hubungan antara periode bergulma dengan periode bebas gulma pada komponen bobot kering biji tanaman kedelai menunjukkan

Dengan knrakterktik PLA seperti tersebut menjanjikan kemungkinan aplikasi lebih lanjut sebagai bahan plastik biodegradabel, Ditinjau dari distibusi berat molekul

Dengan demikian, maka peneliti tertarik untuk mengkaji tentang hakikat agama dalam perspektif filsafat perenial untuk menjelaskan kekeliruan yang selama ini tumbuh dalam

11.4 Per sent ase jumlah PMKS dalam 1 t ahun yang menjadi peser t a pr ogr am pember dayaan masyar akat melalui KUBE at au kelompok sosial ekonomi