1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Adanya industri yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat tentu dapat memberikan beragam pengaruh positif bahkan hingga pengaruh negatif.
Pengaruh yang timbul dapat memengaruhi bidang sosial, lingkungan, kesehatan, dan juga ekonomi. Beragam bidang yang mengalami perkembangan begitu cepat tentunya memberikan beberapa dampak positif yang besar diantaranya yaitu perekonomian masyarakat yang terus meningkat, teknologi yang mengalami kemajuan setiap waktu, dan juga dalam sektor pembangunan pun mengalami kemajuan.
Hadirnya perusahaan di tengah masyarakat tidak dapat dipungkiri bahwa akan memengaruhi kehidupan sekitar, sehingga perusahaan tidak akan dapat untuk berdiri sendiri tanpa membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar dan turut andil dalam mengabdikan perusahaan sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Setiap perusahaan yang berada di sekitar lingkungan masyarakat perlu mempertimbangkan akan adanya dampak negatif yang ditimbulkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, komunikasi menjadi kunci yang paling penting bagi perusahaan untuk menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar agar timbul rasa untuk saling mengerti antara perusahaan dan masyarakat. Dalam hal ini instansi harus mampu menciptakan komunikasi yang baik dan harmonis. Sehingga, tercipta rasa saling pengertian, dan tidak ada ketimpangan dari salah satu pihak yang berarti keuntungan akan didapatkan oleh masing-masing.
Komunikasi yang tercipta dapat membangun relasi, memperluas, hingga meningkatkan hubungan yang baik antar relasi. Selain itu, komunikasi juga dapat memberi pencegahan bahkan melebur konflik yang ada di masyarakat.
Oleh karena itu, komunikasi memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak dari perusahaan ataupun masyarakat. Komunikasi yang efektif dapat diciptakan oleh perusahaan kepada masyarakat dengan melakukan
2 berbagai persiapan untuk membentuk strategi komunikasi yang efektif untuk diterapkan kepada masyarakat.
Setiap jajaran perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentunya tidak akan bisa untuk berdiri sendiri tanpa melibatkan pihak eksternal. Oleh karena itu, harus memiliki hubungan atau menjalin relasi yang baik dengan pihak eksternal dari perusahaan BUMN lainnya atau dapat juga dengan perusahaan swasta, instansi pemerintah, hingga masyarakat luas. Menyadari pentingnya komunikasi perusahaan, pada akhirnya pihak perusahaan akan melengkapi jajaran atau divisi perusahaan yang bergerak dalam bidang komunikasi yaitu dikenal dengan Hubungan Masyarakat (Humas) yang memiliki arti Public Relations dalam Bahasa Inggris.
Humas yang terdapat pada perusahaan tidak hanya menonjolkan peran dalam pengolahan kata, simbol, ataupun meningkatkan pemasaran. Namun, Humas pun akan menjadi unit yang memberikan sumber nasihat pada manajemen. Sebagai contohnya adalah beberapa perusahaan dari luar negeri yaitu Johnson & Johnson, Perrier dan Protcer & Gamble. Ketiga perusahaan tersebut memposisikan humas sebagai guidance (nasihat) ketika terdapat sebuah tragedi yang menimpa perusahaan. Di Indonesia terdapat isu yang menimpa beberapa perusahaan seperti produk mie instan yang dinilai memiliki kandungan racun atau produk biskuit yang memiliki kandungan babi sehingga haram dikonsumsi oleh masyarakat beragama islam, maka peran PR yang dinobatkan sebagai penasihat sangat diperlukan karena menjadi acuan utama dalam menetralisir opini negatif dari publik yang berkembang di masyarakat.
Sehingga akan menghilangkan pandangan negatif terhadap perusahaan dan publik kembali memiliki pandangan positif.
Humas memiliki beberapa definisi, salah satunya adalah definisi dari International Public Relations Associations (IPRA) memaparkan bahwa Humas adalah manajemen yang memiliki rencana secara terstruktur dan bersifat berkelanjutan melalui beberapa pihak yaitu organisasi, lembaga swasta maupun public (umum) agar tercipta saling pengertian, rasa simpati hingga
3 berupa dukungan dari mereka sebagai pihak yang terkait atau juga berhubungan dengan opini public diantara pihak tersebut.
PT. Industri Kereta Api (INKA) menjadi satu-satunya perusahaan yang termasuk dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang industri kereta api. Kegiatan usaha ini mencakup pembuatan kereta untuk keperluan pribadi perusahaan, transportasi umum baik dalam negeri maupun luar negeri, dan transportasi khusus untuk pemerintah. Produk utama dari PT. INKA adalah kereta penumpang.
Kegiatan humas PT. INKA memiliki peran yakni, membangun komunikasi yang baik sehingga akan terjaga rasa saling pengertian antar organisasi maupun stakeholder dan juga masyarakat umum yang bertujuan untuk meraih reputasi yang baik, citra positif dan hubungan yang positif (saling menguntungkan) dengan internal maupun eksternal. Peran ini dilakukan karena merupakan keharusan bagi humas untuk tetap menjaga hubungan baik di internal maupun eksternal demi kelancaran jalannya perusahaan.
Publik terkadang sangat kritis terhadap suatu informasi yang diberikan, baik itu aktual maupun tidak. Terlebih jika informasi yang diberikan melalui media sosial. Semua orang dapat berkomentar, memberikan like, dan membagikannya dengan siapapun baik membagikan melalui timeline atau story media sosial ataupun membagikan melalui grup aplikasi chatting. Karena sifatnya yang bebas, maka humas harus memanfaatkan media sosial perusahaan sebaik mungkin untuk mencegah adanya boomerang. Komunikasi yang berbentuk persuasif dapat diterapkan oleh perusahaan agar dapat menciptakan rasa perhatian publik sebagai komunikan. Dengan timbulnya perhatian public (komunikan), maka dapat memunculkan ketertarikan mengenai pesan yang dikemas secara ringkas dan menarik.
Media sosial bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia.
Banyak dari kalangan anak-anak, remaja, orang tua, artis, bahkan perusahaan juga menggunakan media sosial. Perusahaan pun yang telah memanfaatkan media sosial telah dimulai dari perusahaan yang kecil, menengah, hingga ke
4 atas. Mereka menggunakan media sosial sebagai sarana untuk eksistensi maupun membagikan informasi. Tidak hanya itu, media sosial juga dapat digunakan untuk menjalin komunikasi sehingga terjadi hubungan yang baik dengan masyarakat.
Untuk dapat menjaga hubungan baik dengan khalayak, maka dibutuhkan kegiatan untuk menyampaikan informasi. Selain itu, dibutuhkan pengelolaan media sosial yang baik agar pesan dapat tersampaikan dengan baik pula. Dari paparan peneliti pada latar belakang ini, maka topik penelian yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah “Pengelolaan Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Humas PT Industri Kereta Api (Persero).
1.2 Rumusan Masalah
Dengan adanya latar belakang yang telah dipaparkan oleh peneliti, maka rumusan masalah dalam peneilitian ini adalah “Bagaimanakah PT.
Industri Kereta Api Mengelola Dengan Memanfaatkan Media Sosial Dalam Menyampaikan Informasi Kepada Khalayak?”.
1.3 Fokus Penelitian
Fokus penelitian digunakan agar tidak ada penyimpangan atau pelebaran pokok permasalahan pada topik penelitian ini. Sehingga, penelitian ini akan lebih terarah dan memberikan kemudahan pada pembahasan yang akan mencapai keberhasilan dari tujuan penelitian ini.
Fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Ruang lingkup yang dibahas meliputi pengelolaan media sosial PT.
INKA berdasarkan fungsi manajemen POAC.
2. Informasi yang disajikan yaitu pengelolaan media sosial bagi perusahaan dan strategi PESO.
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis aktivitas pengelolaan media sosial dalam menyampaikan informasi melalui media sosial”.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Akademis
5 Hasil penelitian ini dimaksudkan agar dapat menjadi bentuk kontribusi dari peneliti untuk Program Studi Ilmu Komunikasi mengenai pengelolaan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan studi deskriptif pada humas PT. INKA, sehingga nantinya penelitian ini dapat menjadi acuan berupa gambar, data, maupun referensi bagi peneliti lainnya yang tertarik dengan tema yang berkaitan.
1.5.2 Manfaat Praktis
Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan dapat memberikan masukan yang berdampak positif dalam. Pengelolaan Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Humas PT. INKA, dan untuk perusahaan -perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta lainnya.