• Tidak ada hasil yang ditemukan

Incidence of Traumatic Carotid Cavernous Fistula in Basilar Fractures.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Incidence of Traumatic Carotid Cavernous Fistula in Basilar Fractures."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Incidence of Traumatic Carotid Cavernous Fistula in Basilar Fractures

Wienorman Gunawan, M.Z Arifin

Abstrak

Latar belakang: Carotid-cavernous fistula adalah suatu hubungan yang abnormal antara arteri karotikus internal atau eksterna dengan sinus kavernosus. Lesi ini dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologinya menjadi traumatik dan yang timbul spontan. Traumatic carotid cavernous fistula (TCCF) adalah suatu komplikasi cedera kepala yang jarang ditemukan. Studi ini bertujuan untuk menganalisa insidensi TCCF pada fraktur basis kranii dan menentukan durasi antara kejadian trauma dengan timbulnya gejala klinik.

Metode: Studi ini merupakan studi retrospektif, dimana data didapatkan dari catatan medis pasien yang dirawat di rumah sakit Hasan Sadikin selama periode Mei 2009 hingga April 2010. Kriteria inklusi adalah kasus dengan fraktur basis kranii dan pasien dengan usia di atas 14 tahun. Data demografis dan perjalanan penyakit dianalisa setelahnya.

Hasil: Didapatkan 1617 pasien trauma kepala selama periode tersebut dengan 533 kasus (32,9%) fraktur basis kranii dimana diantaranya adalah 245 kasus fraktur basis kranii fossa anterior dan 288 kasus fossa media. Kasus dengan usia dibawah 14 tahun sebanyak 68 pasien. Penyebab trauma adalah kecelakaan kendaraan bermotor.Dilaporkan kasus TCCF sebanyak 6 kasus (1,29%) dari 465 kasus fraktur basis kranii. Kejadian TCCF memiliki onset yang bervariasi dari 2 minggu hingga 10 minggu pasca trauma.

Kesimpulan: Traumatic carotid cavernous fistula merupakan komplikasi yang jarang dan dengan onset yang lambat pada kasus fraktur basis kranii. Pada penelitian ini insidensinya mencapai 1,29% (6 dari 465 kasus). Sebagian besar gejala klinik timbul pada minggu ke-8 setelah kejadian trauma.

(2)

Incidence of Traumatic Carotid Cavernous Fistula in Basilar Fractures

Wienorman Gunawan/M.Z Arifin

Abstract

Background: Carotid-cavernous fistula is an abnormal communication

between the internal or external carotid arteries and the cavernous sinus. These lesions may be classified based on the etiology into traumatic and spontaneous. Traumatic carotid cavernous fistula (TCCF) is a rare complication in head trauma. This study is aimed to analyze the incidence of TCCF in basilar fractures and determine the duration between the injury and onset of symptoms.

Method: We performed a retrospective study, in which data were collected

from May 2009 until April 2010 from medical records of patients treated in our hospital. The inclusion criteria were cases with basilar fracture and patient above 14 years old. The patient’s demographic and clinical course were then investigated.

Result: From 1617 patients registered with head trauma, there were 533

cases (32,9%) with basilar fractures, and there were 245 cases of anterior basilar fracture and 288 middle type. Cases excluded were 68 cases. Motorcycle accident was the cause of trauma. Incidence of carotid cavernous fistula were reported in 6 patients (1,29%) from 465 cases of anterior basilar fracture. The TCCF variably occurs between the 2nd and 10th week after trauma.

Conclusion: Traumatic carotid cavernous fistula is a late complication of basilar fracture and in our study the incidence was as high as 1,29% (6 out of 465). Most symptoms emerged at 8 weeks after trauma

Referensi

Dokumen terkait

Setelah menguasai materi pelajaran ini, kemampuan Anda telah bertambah. Dengan belajar memperkenalkan diri dan orang lain, Anda telah mahir menggunakan intonasi dengan

gracilis dibanding kontrol, tetapi setelah dianalisa dengan ANOVA, diperoleh hasil bahwa tidak ada beda nyata rata-rata jumlah sel antara perlakuan sedimen dengan kontrol air

RKPA - SKPD 2.2.1 PEMERINTAH KABUPATEN MAROS. TAHUN

The first is a concern that the book presents too favourable a view of religious welfare, but the author rightly responds by reiterating one of her main tasks which is to testify to

Hasil dari penelitian ini adalah : mengetahui bentuk pertunjukan group musik Campursari Ngudi Laras Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang meliputi: Bentuk

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pengadukan bahan dengan bahan dasar serbuk SMC batok kelapa yang disintesis dengan metode LSE terhadap hasil

Lintasan terpendek adalah lintasan minimum yang diperlukan untuk mencapai suatu tempat dari tempat tertentu. Lintasan minimum yang dimaksud dapat dicari dengan menggunakan graf.

Metode deskriptif yang digunakan sesuai dengan keadaan daerah yang akan di jadikan objek dalam penelitian ini, karena pada dasarnya tujuan dalam penelitian ini