x
DAFTAR GAMBAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM TERKAIT
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI
SEKOLAH MULTIETNIS
(
STUDI KASUS DI SMA HARAPAN MANDIRI MEDAN
)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
OLEH :
SRIYANI
NIM. 309122055
PRODI PENDIDIKAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
i ABSTRAK
Sriyani, NIM : 309122055, Implementasi Kurikulum Terkait Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural di Sekolah Multietnis (Studi Kasus di SMA Harapan Mandiri Medan), Skripsi. Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan 2013.
Penelitian ini adalah mengenai implementasi kurikulum dan kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kurikulum yang digunakan oleh SMA Harapan Mandiri, muatan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam kurikulum, dan pengajaran multikultural melalui implementasi kurikulum.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada wakil kepala sekolah dan guru-guru mata pelajaran Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Pendidikan Agama (Islam, Buddha, Kristen). Selain itu, data-data juga didukung dari dokumen sekolah berupa kurikulum yang digunakan sekolah.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum yang digunakan oleh sekolah ialah kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang pada saat penelitian ini berlangsung (tahun pelajaran 2012/2013), yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan disesuaikan dengan kondisi sekolah yang berbasis keunggulan. Muatan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam kurikulum (standar kompetensi dan kompetensi dasar) menunjukkan adanya dimensi integrasi isi materi, dimensi konstruksi pengetahuan, pengurangan prasangka, serta pemberdayaan budaya sekolah dan struktur sosial. Implementasi kurikulum yang dilakukan mengarah pada panduan kurikulum sekolah, silabus dan RPP yang telah disiapkan masing-masing guru.
Pada akhirnya, peneliti menyimpulkan bahwa pengajaran dan penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural di sekolah multietnis sangatlah penting demi mewujudkan individu-individu yang sadar dan menerima perbedaan, saling menghormati, menghargai, dan memahami budaya yang berlainan dan yang lebih penting adalah menghindarkan dari konflik. Akan tetapi pemerintah belum secara eksplisit mencantumkan pendidikan multikultural dalam kurikulum sehingga guru memberikan penafsiran yang tidak mengarah pada pendidikan multikultural.
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur penulis haturkan kepada Allah
SWT karena berkat nikmat dan karunia-Nya yang begitu besar, Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam Penulis sanjungkan kepada junjungan alam, Rasul Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
Skripsi ini berjudul “Implementasi Kurikulum Terkait Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural di Sekolah Multietnis (Studi Kasus di SMA Harapan Mandiri Medan)” merupakan tulisan sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan.
Selama Penyusunan skripsi ini dan selama Penulis belajar di Fakultas Ilmu Sosial, Penulis banyak mendapatkan ilmu, motivasi, bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan
2. Bapak Dr. H. Restu, MS, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan.
iii
4. Ibu Supsiloani, S.Sos, M.Si, selaku Dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada Penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
5. Ibu Nurjannah, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik sekaligus Dosen Penguji I yang membimbing penulis selama perkuliahan dan memberikan masukan yang bermanfaat dalam penyempurnaan skripsi ini. 6. Ibu Trisni Andayani, M.Si, selaku Dosen Penguji II yang telah
memberikan saran yang bermanfaat dalam penyempurnaan skripsi ini. 7. Ibu Noviy Hasanah, M. Hum, selaku Dosen Penguji III yang senantiasa
memotivasi dan memberikan masukan yang bermanfaat dalam penyempurnaan skripsi ini.
8. Bapak Agung Suharyanto, M. Si, Dosen Multikulturalisme yang tidak pernah bosan menampung pertanyaan-pertanyaan Penulis dan memberi masukan.
9. Bapak-bapak dan ibu-ibu dosen Prodi Pendidikan Antropologi yang telah membekali, membimbing dan mengarahkan Penulis selama perkuliah dan juga selama penyelesaian skripsi ini.
iv
Banjarnahor selaku guru Sejarah. Bapak Serwito Tampubolon selaku guru Seni Budaya. Ibu Nosita Tarigan selaku guru Pendidikan Agama Kristen. Bapak Mukhsin selaku guru Pendidikan Agama Islam. Serta terima kasih kepada siswa-siswi SMA Harapan Mandiri yang bersedia memberikan informasi kepada Penulis.
11.Ayahanda Bejo dan Ibunda Jakinem, yang telah membesarkan dan mendidik, serta tidak pernah kenal lelah berusaha dalam usia yang tak lagi muda demi ananda sehingga ananda bisa seperti ini. Buat Saudara sekandungku, Bang Giso, Kak Kasmi, Mas Tri dan Adikku Sugi.
12.Alumni, senior, dan saudara-saudaraku di HMI Komisariat FIS Unimed, Bang Kodir, Bang Nazri, Bang Zein, Bang Syukri, Bang Syuhada, Bang Quadi, Bang Ronggur, Bang Mustofa, Bang Akbar Hasian, Bang Shafwan, Valen, Nurul Ruru Chan, Dedek, Azwin, Taufik, Wirawan, Irma, Arfah, Iis dan yang lainnya yang tak dapat disebutkan satu per satu yang telah menghadirkan warna dalam hidupku dan menjadi wadah diskusi yang asyik dan menarik.
13.Rekan-rekan Antropologi stambuk 2009, Ayu F, Lamhot, Mamopar, Devi, Firman, Diah, dan yang lainnya yang tak dapat disebutkan satu per satu. Buat kakak/abang stambuk 2008, adik stambuk 2010, 2011, dan 2012. Tiada yang sempurna kecuali Sang Pencipta, skripsi ini masih membutuhkan saran dan masukan yang bersifat membangun dari pembaca agar lebih baik. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat pula bagi pembaca. Terima kasih.
ix
DAFTAR TABEL
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Berbicara mengenai kurikulum pendidikan di Indonesia, senantiasa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan perkembangan dan perubahan zaman. Dan awal Juli 2013 diprediksi Kurikulum 2013 akan mulai diberlakukan menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sebaik apapun konsep dalam kurikulum, yang lebih urgent adalah bagaimana implementasinya di sekolah-sekolah yang mengarah pada kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas.
Pada sekolah multietnis yang warga sekolahnya terdiri dari beragam etnis (suku bangsa) dan agama, sangat diperlukan pemahaman tentang nilai-nilai pendidikan multikultural. Dalam hal ini penulis akan melihat bagaimana guru mengimplementasikan kurikulum yang berlaku serta mengidentifikasi adakah nilai-nilai pendidikan multikultural yang ditanamkan dalam diri siswa terkait pada mata pelajaran Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Pendidikan Agama.
Sebelum lebih jauh berbicara mengenai multikulturalisme, ada baiknya kita mengetahui sejarah singkat multikulturalisme seperti dikutip dari Ubaedillah (2008) berikut ini.
2
Kesetaraan budaya di masyarakat menjadi bagian dari tugas sekolah untuk mewujudkannya. Karena di sekolah, warga sekolah yang berasal dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda akan sulit melakukan pembauran jika tidak ada pemahaman akan nilai-nilai pendidikan multikultural di sekolah baik melalui pembinaan warga sekolah secara berkala maupun melalui kegiatan pembelajaran. Pengertian pendidikan multikultural sendiri akan dijabarkan di bawah ini seperti yang dikutip dari Mahfud (2011).
”Pendidikan multikultural merupakan respon terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok. Dalam dimensi lain, pendidikan multikultural merupakan pengembangan kurikulum dan aktivitas pendidikan memasuki berbagai pandangan, sejarah, prestasi dan perhatian terhadap orang-orang non Eropa (Hilliard, 1991-1992). Sedangkan secara luas, pendidikan multikultural itu mencakup seluruh siswa tanpa membedakan kelompok-kelompoknya seperti gender, etnik, ras, budaya, strata sosial dan agama.” Kemajemukan masyarakat Indonesia dilihat dari latar belakang suku bangsa, sosial budaya, dan agama adalah kenyataan yang tidak bisa dielakkan (Ma’arif : 2005). Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis melihat kondisi kota
Medan yang dihuni oleh berbagai etnis, baik dari etnis lokal Sumatera Utara seperti Melayu, Nias, Toba, Mandailing, Angkola, Karo, Simalungun, Pak-Pak/Dairi, maupun etnis pendatang dalam negeri seperti Jawa, Minang, Sunda, dll serta etnis pendatang dari luar negeri seperti Tionghoa, India dan Arab.
3
Salah satu sekolah multietnis yang didirikan oleh etnis Tionghoa di kota Medan adalah Yayasan Perguruan Harapan Mandiri. Di Yayasan tersebut terdapat jenjang pendidikan mulai dari tingkat Play Group-Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian akan difokuskan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Di SMA Harapan Mandiri, pihak sekolah mengembangkan bakat, intelektual, kreativitas dan kedisiplinan para siswa.
Berdasarkan pengamatan sekilas, penulis melihat adanya keanekaragaman etnis dan agama dari warga sekolah, baik itu siswa, guru, maupun satpam yang bertugas di sekolah tersebut. Namun, sekolah yang multietnis belum tentu merupakan sekolah berbasis pendidikan multikultural. Sebab, pendidikan multikultural tidak sekedar melihat keberagaman warga sekolah tetapi juga dari kurikulum yang digunakan, buku teks yang digunakan, cara guru mengajar serta penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural seperti toleransi dan demokrasi.
Berdasarkan penjelasan di atas, adanya keberagaman warga sekolah di sekolah multietnis serta keinginan untuk mengetahui lebih jauh bagaimana guru mengimplementasikan kurikulum dalam kegiatan belajar-mengajar, maka penulis mengangkat judul penelitian ini Implementasi Kurikulum Terkait Nilai-Nilai Pendidikan Multikutural di Sekolah Multietnis (Studi Kasus di SMA Harapan Mandiri Medan).
4 1.2.Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah adalah sebagai berikut.
1. Kurikulum yang digunakan oleh sekolah tersebut.
2. Muatan nilai-nilai pendidikan multikultural pada kurikulum yang digunakan oleh sekolah.
3. Implementasi kurikulum terkait nilai-nilai pendidikan multikultural. 4. Pemahaman para guru tentang pendidikan multikultural.
1.3. Pembatasan Masalah
Dari sekian banyak masalah yang penulis identifikasi, maka masalah tersebut penulis fokuskan pada Implementasi Kurikulum Mata Pelajaran Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Pendidikan Agama Terkait Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural di Sekolah Multietnis.
1.4. Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah di atas maka yang menjadi rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut.
1. Kurikulum seperti apa yang digunakan oleh sekolah tersebut?
5
3. Bagaimana guru mengimplementasi kurikulum mata pelajaran Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya, dan Pendidikan Agama terkait nilai-nilai pendidikan multikultural?
1.5. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui kurikulum yang digunakan oleh sekolah tersebut. 2. Untuk mengetahui muatan nilai-nilai Pendidikan Multikultural pada
kurikulum mata pelajaran Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya, dan Pendidikan Agama.
3. Untuk mengetahui bagaimana guru mengimplementasi kurikulum mata pelajaran Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya, dan Pendidikan Agama terkait nilai-nilai pendidikan multikultural.
1.6. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Mengembangkan pemahaman multikulturalisme di dunia pendidikan. 2. Sebagai kontribusi bagi guru untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan
multikultural dalam diri siswa di SMA Harapan Mandiri Medan.
3. Menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk memasukkan kurikulum wajib pendidikan multikultural di sekolah maupun universitas.
95 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan didukung oleh observasi dan hasil wawancara dengan wakil kepala sekolah dan guru-guru mata pelajaran Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya, dan Pendidikan Agama, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Kurikulum yang digunakan oleh SMA Harapan Mandiri pada saat penelitian ini berlangsung (Tahun Pelajaran 2012/2013) adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis keunggulan lokal sekolah tersebut. Hal ini dapat ditinjau dari tujuan sekolah, antara lain : (a) Unggul dalam kegiatan keagamaan dan kepedulian sekolah, (b) Unggul dalam perolehan ujian nasional (UN), (c) Unggul dalam persaingan masuk ke jenjang perguruan tinggi, (d) Unggul dalam penerapan ilmu dan teknologi, terutama dalam bidang sains dan matematika, (e) Unggul dalam perlombaan olahraga dan kesenian, (f) Unggul dalam kebersihan dan penghijauan sekolah.
96
a. Pada mata pelajaran Sosiologi menunjukkan dimensi yang pertama, yaitu integrasi isi materi, sub dimensi realitas.
b. Pada mata pelajaran Sejarah menunjukkan dimensi yang kedua, yaitu dimensi konstruksi pengetahuan, sub dimensi pemahaman. c. Pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menunjukkan
dimensi yang keempat yaitu pengurangan prasangka, sub dimensi keadilan.
d. Pada mata pelajaran Seni Budaya menunjukkan dimensi yang kelima yaitu pemberdayaan budaya sekolah dan struktur sosial, sub dimensi budaya sekolah.
e. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama menunjukkan dimensi yang kedua yaitu dimensi konstruksi pengetahuan, sub dimensi aplikasi.
3. Implementasi Kurikulum di sekolah tersebut sesuai dengan panduan yang ada dengan pengembangan berbagai metode pembelajaran oleh masing-masing guru tanpa membedakan latar belakang budaya, etnis dan agama yang dianut oleh siswa. Yang menjadi penilaian perbedaan bagi guru ialah prestasi siswa di sekolah baik dalam bidang akademik, seni, maupun olahraga.
97 5.2. Saran
Adapun yang menjadi saran penulis adalah:
1. Untuk memberi penguatan terhadap nilai-nilai pendidikan multikultural di sekolah, sebaiknya setiap pelajaran memiliki muatan berbasis budaya. 2. Jika sekolah menginginkan penerapan pendidikan multikultural secara
utuh, sebaiknya pendidikan multikultural tidak hanya dimasukkan dalam pembelajaran tetapi juga ke semua bagian sekolah seperti kondisi sekolah, majalah dinding sekolah maupun kantin sekolah yang mengarah pada multikulturalisme.