PENGARUH MODEL THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
KELAS VIII SMP NEGERI 7 PADANGSIDIMPUAN TAHUN AJARAN 2012/2013
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar
SarjanaPendidikan
Oleh
CANDRA KRISTIAN HUTAGALUNG NIM. 071277110216
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iv ABSTRAK
Candra Kristian Hutagalung. NIM. 071277110216. Pengaruh Model Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 7 Padangsidimpuan TA 2012/2013. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan 2013.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah ada Pengaruh Model Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 7 Padangsidimpuan TA 2012/2013 ?”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 7 Padangsidimpuan TA 2012/2013.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Padangsidimpuan yang berlokasi di Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu T.A 2012/1013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Karya Serdang yang berjumlah 6 kelas . Sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas. Kelas VIII - 4 sebagai kelas kontrol berjumlah 35 orang yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional dan kelas VIII – 3 sebagai kelas eksperimen berjumlah 35 orang yang diajarkan dengan model Think Pair Share. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes hasil belajar ekonomi pada pokok memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal. Data yang diperoleh dianalisa melalui uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis yang dijadikan acuan untuk membuat kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan model Think Pair Share lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hasil uji statistik menunjukkan hasil belajar siswa dengan model Think Pair Share adalah pretest sebesar 49,71 dan postest sebesar 75,85 sedangkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah pretest sebesar 47,57 dan postest sebesar 63,14. Hasil pengujian hipotesis yang diperoleh thitung > ttabel yaitu
4,5307 > 1,668 pada taraf signifikan 95% dan α= 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Model Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 7 Padangsidimpuan TA 2012/2013.
v ABSTRACT
Candra Kristian Hutagalung. NIM. 071277110216.Effect of Model Think Pair Share Against Student Learning Outcomes Economics Class VIII in SMP Negeri 7 of Padangsidimpuan FY 2012/2013. Thesis. Department Of Economic Education Administration Education Program Medan State University 2013.
Problems in the study was "Is there any influence Model Think Pair Share Against Student Learning Outcomes Economics Class VIII. in SMP Negeri 7 of Padangsidimpuan FY 2012/2013. The purpose of this study was to determine the influence of Learning Model Think Pair Share Against Student Learning Outcomes Economics Class VIII. in SMP Negeri 7 of Padangsidimpuan FY 2012/2013.
This research has been conducted in SMP Negeri 7 of Padangsidimpuan which have location in District Padangsidimpuan Angola Julu FY 2012/2013. The population in this study is the whole class X Administration in SMK Karya Serdang Lubuk Pakam which consists of 6 classes. While the sample in this study consisted of two classes. Class VIII - 4 as the control class numbered 35 people who teach in the conventional learning model and the class VIII - 3 as an experimental class taught amounted to 35 people with learning models Think Pair Share. Data collection instruments used were the test results of the Economics study on the subject of analyst calm exertion in the form of 20 multiple-choice questions. The data obtained were analyzed through the test of normality, homogenity and test the hypothesis that a benchmark to make a conclusion.
The results showed that the learning outcomes that are taught by learning model Think Pair Share is higher than the learning outcomes of students taught with conventional learning models. Statistical test results show students' learning model with Think Pair Share is a pretest of 49,71 and 75,85 for posttest while learning outcomes of students taught with the conventional learning model is a pretest of 47,57 and 63,14 for posttest. The results obtained by testing the hypothesis that thitung > ttabel ie 4,5307 > 1,668 at significant level 95% and α = 0.05. Thus we can conclude that there is influence learning models Model Think Pair Share Against Student Learning Outcomes Economics Class VIII. in SMP Negeri 7 of Padangsidimpuan FY 2012/2013.
vi
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
ABSRAK . ... iv
ABSTRACT ... v
Daftar Isi... ... vi
Daftar Tabel ... vii
Daftar Gambar ... viii
Daftar Lampiran ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1Latar Belakang Masalah ... 1
1.2Identifikasi Masalah ... 5
1.3Batasan Masalah ... 5
1.4Rumusan Masalah... 6
1.5Tujuan Penelitian ... 6
1.6Manfaat Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8
2.1 Kerangka Teoritis ... 8
2.1.1 Pengertian Belajar ... 8
vii
2.1.3 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Belajar ... 11
2.1.4 Pengertian Model Pembelajaran... 13
2.1.5 Pembelajaran Kooeratif ... 15
2.1.6 Langkah – Langkah Pembelajaran Kooperatif ... 18
2.1.7 Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share ... 19
2.1.8 Kelebihan dan kekurangan Model Think Pair Share ... 21
2.1.9 Metode Pembelajaran Konvensional ... 23
2.1.10 Hasil Belajar Siswa ... 26
2.2Penelitian yang Relevan ... 29
2.3Kerangka Berfikir ... 29
2.4Hipotesis ... 31
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 32
3.1Lokasi Penelitian ... 32
3.2Populasi dan Sampel ... 32
3.2.1 Populasi Penelitian ... 32
3.2.2 Sampel Penelitian ... 33
3.3Variabel Peelitian dan Defenisi Oprasional ... 33
3.3.1 Variabel Penelitian ... 33
3.3.2 Defenisi Oprasional ... 34
3.4Metode Penelitian ... 34
3.5Rancangan dan Prosedur Penelitian ... 35
3.6Instrumen Penelitian ... 39
viii
3.8Teknik Analisa Data ... 43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47
4.1Hasil Penelitian ... 47
4.1.1Validitas Test ... 47
4.1.2Uji Reabilitas Test ... 48
4.1.3Uji Daya Beda ... 49
4.1.4Tingkat Kesukaran Test ... 49
4.2Analisis data ... 49
4.2.1Mean Kedua Kelompok ... 50
4.2.2Standart Deviasi Kedua Kelompok ... 51
4.2.3Uji Normalitas Data ... 53
4.2.4Uji Homogenitas ... 58
4.2.5Uji Hipotesis ... 60
4.3Pembahasan Hasil Penelitian ... 65
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 69
5.1Kesimpulan ... 69
5.2Saran ... 70
DAFTAR PUSTAKA
viii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Langkah – Langkah Pembelajaran Kooperatif... 18
Tabel 3.1 Populasi Penelitian ... 33
Tabel 3.2 Sampel Penelitian ... 34
Tabel 3.3 Rancangan Penelitian ... 36
Tabel 4.1 Data Rata – Rata, Standart Deviasi dan Varians Hasil Belajar 55 Tabel 4.2 Uji Normalitas Nilai Pretest ... 55
vii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Silabus
Lampiran 2. RPP Kelas Eksperimen
Lampiran 3. RPP Kelas Kontrol
Lampiran 4. Instrumen Penelitian
Lampiran 5. Kunci Jawaban
Lampiran 6. Uji Validitas Test
Lampiran 7. Perhitungan Uji Validitas Test
Lampiran 8. Uji Reabilitas Test
Lampiran 9. Perhitungan Uji Reabilitas Test
Lampiran 10. Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran Test
Lampiran 11. Perhitungan Daya Beda
Lampiran 12. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal
Lampiran 13. Data Hasil Penelitian Kelas Eksperimen
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pendidikan adalah salah satu cara untuk membenahi dan meningkatkan
kemampuan berpikir seseorang. Pendidikan bertujuan untuk
menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada pada manusia, sehingga
memiliki sikap, watak, dan keterampilan yang dapat digunakan untuk menghadapi
masa depan. Dengan pendidikan manusia dapat meningkatkan kualitas sumber
daya yang dimiliki sebagai upaya dalam proses pembangunan bangsa. Dimana
dengan meningkatnya mutu pendidikan maka kualitas sumber daya manusia akan
meningkat dan pembangunan bangsa pun dapat berjalan dengan lancar. Karena
pendidikan merupakan faktor penting dan akar dari penentu keberhasilan
pembangunan bangsa.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, banyak
usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah, beberapa diantaranya dengan
melakukan perubahan kurikulum pendidikan dan peningkatan kualitas guru
sebagai tenaga pendidik. Namun pada kenyataannya usaha yang dilakukan
pemerintah belum mendapat hasil yang maksimal sebagaimana yang diharapkan.
Bahkan pendidikan nasional pun dinilai gagal membangun karakter bangsa. Hal
ini dapat dilihat dari ujian nasional yang dari tahun ke tahun cenderung statis
dengan kata lain kualitas pendidikan masih berjalan di tempat. Pada kenyataannya
kondisi pendidikan saat ini belum mampu secara maksimal mencapai apa yang
2
penyempurnaan yang meliputi perbaikan dalam sistem pendidikan ataupun hal
yang langsung dikaitkan dengan praktek pembelajaran.
Pendidikan berkaitan erat dengan proses belajar mengajar yang dilakukan
di sekolah. Pembelajaran merupakan jantung dari pendidikan dalam suatu instansi
pendidikan yang bersifat kompleks dan dinamis, sehingga tenaga pendidikan
terutama guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang efektif yang
diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan,
dan bermakna. Sehingga peserta didik merasa termotivasi untuk mengikuti
kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di kelas. Untuk itu guru perlu
menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses interaksi yang baik
dengan siswa, agar mereka dapat melakukan berbagai aktivitas belajar dengan
efektif.
Pada kenyataannya, proses pembelajaran yang ditemui selama ini masih
cenderung secara konvensional. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian
tuntutan kurikulum dan penyampaian tekstual semata daripada mengembangkan
kemampuan belajar dan membangun individu. Kondisi seperti ini tidak akan
menumbuhkembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang
diharapkan. Akibatnya siswa sebagai peserta didik cenderung pasif dengan kata
lain tidak memberikan akses bagi peserta didik untuk berkembang secara mandiri
melalui penemuan dan proses berpikirnya, sehingga siswa sering terlihat kurang
berminat dan kurang dapat menyerap materi yang diberikan oleh guru yang
3
Berdasarkan obeservasi dan wawancara yang dilakukan terhadap guru
mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri 7 Padang Sidempuan, hasil
belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi belum memuaskan. Hal ini dapat
dilihat dari nilai formatif siswa yang mencapai standar ketuntasan hanya 65 %. Ini
terjadi karena guru bidang studi masih menggunakan metode pembelajaran yang
konvensional. Kegiatan belajar mengajar masih terfokus kepada guru sehingga
sebagian besar waktu belajar digunakan siswa untuk mendengar dan mencatat
penjelasan guru. Siswa juga masih kurang aktif dalam proses belajar mengajar,
terbukti dari sikap siswa yang cenderung menunggu dan mendapatkan
pengetahuan dari guru tanpa mau berusaha mencari sendiri.
Bila kondisi ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan tidak akan tercapai, sehingga hasil belajar siswa menjadi
rendah. Oleh karena itu diperlukan perbaikan dalam pembelajaran agar proses
belajar mengajar terlaksana dengan baik dan hasil belajar meningkat, yaitu dengan
menciptakan suatu proses belajar mengajar yang lebih menarik, menyenangkan
dan mudah dipahami.
Dengan memperhatikan kondisi pembelajaran di kelas tersebut, maka
peneliti merasa perlu adanya perbaikan dari proses pembelajaran di kelas. Guru
tersebut harus dapat menerapkan berbagai model pembelajaran yang bervariasi,
yang bisa mengubah cara belajar siswa dari pasif menjadi aktif sehingga akan
membuat siswa tertarik dan paham dengan apa yang diajarkan oleh guru.
Pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam
4
Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting
kelompok - kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota
kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah
melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada
peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan.
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan
kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain
pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai strategi belajar dengan sejumlah
siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuaannya berbeda.
Model pembelajaran kooperatif mempunyai manfaat-manfaat yang positif apabila
diterapkan di ruang kelas. Beberapa keuntungannya antara lain mengajarkan siswa
menjadi percaya pada guru, kemampuan untuk berfikir, mencari informasi dari
sumber lain dan belajar dari siswa lain, mendorong siswa untuk mengungkapkan
idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya, dan membantu
siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang lemah.
Salah satu model pembelajaran kooperatif yang peneliti anggap sesuai
dalam melaksanakan penelitian ini adalah model pembelajaran think pair share.
Think pair share memberikan waktu kepada para siswa untuk berpikir dan
merespon serta saling bantu satu sama lain. Think pair share memberi siswa
kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Ciri
utama pada model pembelajaran kooperatif tipe think pair share adalah tiga
5
think (berpikir secara individual), pair (berpasangan dengan teman sebangku), dan
share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas).
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “ Pengaruh Model Think Pair Share dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 7 Padangsidimpuan Tahun Ajaran 2012/2013”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka
identifikasi masalah sebagai berikut :
1. Kemampuan siswa dalam memahami materi tentang Pasar dan Peranan
Pasar masih rendah, dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan
masih bersifat konvensional.
2. Siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran.
3. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMP N 7
Padangsidempuan masih relatif rendah.
4. Pengajaran mengenai materi pasar dengan pendekatan konvensional
kurang efektif.
1.3. Batasan Masalah
Penetapan batasan masalah sangat penting agar penelitian nantinya tidak
meluas dan untuk menghindari penafsiran yang berbeda-beda. Oleh karena itu
6
(TPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII Di
SMP N 7 Padang Sidimpuan T.A 2012/2013.
1.4. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
apakah ada Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share dan metode
konvensional Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas
VIII SMP N 7 Padang Sidimpuan T.A 2012/2013.
1.5. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share dan metode konvensional
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP N 7
Padang Sidimpuan T.A 2012/2013.
1.6.1. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan peneliti mengenai model
Think Pair Share sebagai model pembelajaran yang memberikan
pemahaman baru dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat
meningkatkan hasil belajar siswa yang nantinya dapat digunakan dalam
7
2. Sebagai bahan masukan bagi SMP N 7 Padang Sidimpuan tentang
pentingnya menerapkan model Think Pair Share dalam upaya
meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah.
3. Sebagai referensi dan masukan bagi mahasiswa UNIMED dan peneliti lain
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono, (2007), Pendidikan bagi Anak Berkesulitasn Belajar, Jakarta, Rineka Cipta
Apriyani, 2008, Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Dengan Menggunakan Pendekatan Interaktif Pada Konsep Ssitem Pernapasan Pada Manusia, Jurnal Pendidikan Biologi, 1-67
Aria, 2010, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMK Swasta Pembangunan Galang, Skripsi, UNIMED
Arikunto, Suharsimi, 2006, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, Bumi Aksara
---, Suharsimi,2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta, Rineka Cipta
Assyafi’i, 2009, http://arriffadholi.blogspot.com/kelebihan-kekurangan-tps.html, (diakses 5
Januari 2012)
Basford, Jo, Hodson, Elanie, 2008 Teaching Early Years Fondation Stage, Learning Matters, British
Djamarah, 2006, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta
Daryanti, 2010, Belajar dan Mengajar, Bandung : Rama Widya
Forum, 2010, Pembelajaran Konvensional, (http://forum.um.ac.id/index.php?topic=10030.0, (diakses 2 Januari 2012)
Gulo, 2006, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Grasindo
Hamalik, Oemar, 2001 , Proses Belajar Mengajar, Jakarta, Bumi Aksara
Isjoni, 2009, Cooperatif learning: Mengembangkan Kemampuan Belajar Berkelompok. Bandung: Alfabeta.
Mudjiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta
Purwaningsih, Farida, 2010, Penerapan Metode CPS (Creative Problem Solving) Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa, Jurnal PendidikanMatematika, 1-8
Slameto, 2005, Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, ineka Cipta
Sudjana, Nana, 2005, Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar, Bandung, Rosda Karya
Sanjaya , Winea, 2006, Strategi Pembelajaran, Jakarta, Kencana
Sulastri, 2006, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri Binjai Medan, Skripsi, UNIMED
Sumaharani, 2009, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IS SMA Negeri 11 Medan, Skripsi, UNIMED
Suray, 2010, Jurnal Pendidikan Pembelajaran Konvensional (http//wordprss.com/Jurnalancamanpembelajarankonvensional)diakses 5 Januari 2011
Trianto, 2009, Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik, Jakarta, Prestasi Pustakaraya
Trianto, 2010, Model Pembelajaran Terpadu, Jakarta, Bumi Aksara
Widyaiswara, 2008, Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Pemanfaatan Lingkungan Sosial Sebagai Sumber Belajar, Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, Volume I, Nomor 3, 75 – 88
Wijaya, 2009, Bedanya model, strategi, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran,