PENDAHULUAN
Sesuai dengan falsafah dasar negara Pan- casila terutama sila ke-5 mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hal ini juga termaktub dalam pasal 28H dan pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelaya-
nan kesehatan yang aman, bermutu, dan ter- jangkau.
Kesadaran tentang pentingnya jaminan perlindungan sosial terus berkembang sesuai amanat pada perubahan UUD 1945 Pasal l34 ayat 2, yaitu menyebutkan bahwa negara me- ngembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemudian terbitnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 ten- tang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
189
PENGGUNAAN DANA KAPITASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
Agus Bandiyono dan Ayu Listia
Politeknik Keuangan Negara STAN Jakarta
Abstract: This study aims to determine the mechanism of the distribution and use of the National Health Insurance (JKN) capitation fund at Mantang Health Center, knowing the suitability of the application of the distribution and use of national health insurance capitation funds at the Mantang Health Center with established laws and regulations, and reviewing problems or obstacles found in the use of the national health insurance capitation fund at the Mantang Health Center. The data collection method used by the author in the preparation of this article is the method of library research, namely by reading the literature in the form of laws both in the form of Government Regulations (PP), Presidential Regulations (Perpres), and others, field research methods and interviews. The result is that the receipt of JKN capitation funds at Mantang Puskesmas increased from 2014 to 2015. The use of JKN capitation funds for operational support at Mantang Health Center was far from the budget both in 2014 and in 2015, many funds were not utilized and there were no budgets realized at all. The realization of JKN capitation funds at Mantang Health Center in 2014 was 67.46% of the stipulated budget, while the realization of JKN capitation funds at Mantang Health Center in 2015 was 68.63% so that the average realization of JKN capitation funds at Mantang Health Center was 68%. The application has been carried out by the Mantang Health Center as evidenced by the JKN capitation fund treasurer at Mantang Health Center and the existence of the JKN capitation fund book, in addition to the monthly report on the use of JKN capitation funds, all documents related to it are complete.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pembagian dan penggunaan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Puskesmas Mantang, mengetahui kesesuaian penerapan pembagian dan penggunaan dana kapitasi jaminan kesehatan nasional pada Puskesmas Mantang dengan undang-undang dan peraturan yang telah ditetapkan, serta meninjau masalah atau hambatan yang terdapat dalam penggunaan dana kapitasi jaminan kesehatan nasional pada Puskesmas Mantang. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penyusunan artikel ini adalah metode penelitian kepustakaan yaitu dengan membaca literatur berupa undang-undang baik dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres), dan lain-lain, metode penelitian lapangan dan wawancara. Hasilnya bahwa Penerimaan dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2015. Penggunaan dana kapitasi JKN untuk dukungan operasional pada Puskesmas Mantang masih jauh dari anggaran baik di tahun 2014 maupun di tahun 2015, banyak dana yang tidak dimanfaatkan dan ada anggaran yang tidak terealisasi sama sekali.
Realisasi dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang pada tahun 2014 sebesar 67.46% dari anggaran yang telah ditetapkan, sedangkan Realisasi dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang pada tahun 2015 sebesar 68.63 % sehingga didapat rata rata Realisasi dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang sebesar 68 %. Penerapannya sudah dilakukan oleh Puskesmas Mantang terbukti dengan adanya bendahara dana kapitasi JKN Puskesmas Mantang dan adanya buku rekening dana kapitasi JKN, selain itu laporan realisasi penggunaan dana kapitasi JKN sudah dilakukan setiap bulan, semua dokumen yang berkaitan dengan hal itu sudah lengkap.
Kata Kunci: administrasi publik, keuangan negara, manajemen publik, dana jaminan kesehatan
menjadi suatu bukti yang kuat bahwa peme- rintah dan pemangku kepentingan terkait me- miliki komitmen yang besar untuk mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya.
Melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial, pada hakekatnya bertujuan untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.
Transparansi proses serta akuntabilitas dari para penyelenggara negara sangat di- butuhkan masyarakat terutama penyeleng- garaan negara yang berkenaan dengan kese- hatan, terkait banyaknya kasus seputar pela- yanan kesehatan yang kurang memuaskan oleh tenaga kesehatan karena keterbatasan fasilitas atau dana yang diberikan oleh pihak ketiga, maka penulis akan mengungkap data dan fakta yang terdapat dalam unit kerja tersebut.
Puskesmas adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, de- ngan peran serta aktif masyarakat dan meng- gunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masya- rakat. Upaya kesehatan tersebut diseleng- garakan dengan menitikberatkan kepada pela- yanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa meng- abaikan mutu pelayanan kepada perorangan.
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Secara umum, mereka harus memberikan pelayanan pre- ventif, promotif, kuratif sampai dengan reha- bilitatif baik melalui upaya kesehatan per- orangan (UKP) atau upaya kesehatan masya- rakat (UKM). Puskesmas dapat memberikan pelayanan rawat inap selain pelayanan rawat jalan. Hal ini disepakati oleh puskesmas dan dinas kesehatan yang bersangkutan. Perawat memberikan pelayanan di masyarakat, pus- kesmas biasanya memiliki sub unit pelayanan seperti puskesmas pembantu, puskesmas keliling, posyandu, pos kesehatan desa mau- pun pos bersalin desa (polindes).
Puskesmas Mantang terletak di perba- tasan antara Desa Mantang Lama dan Mantang Besar, tetapi secara geografi terletak di Jalan Lapangan Bola Desa Mantang Lama Keca- matan Mantang, Puskesmas Mantang bersebe- lahan dengan Kantor Camat Mantang. Sebagai salah satu puskesmas yang menjadi pusat pelayanan kesehatan utama di Kecamatan Mantang, Puskesmas Mantang mampu me- wakili keadaan puskesmas-puskesmas di In- donesia pada umumnya.
Kewajiban negara untuk menyelengga- rakan tugas layanan umum pemerintahan ne- gara dan membayar tagihan pihak ketiga yang terdapat dalam Undang-undang No 17 tahun 2003 pasal 2 sebagaimana pelayanan oleh te- naga kesehatan puskesmas yang menjadi dasar bagi penulis dalam penyusunan tulisan ini.
Tujuan dalam penulisan ini adalah: Untuk me- ngetahui mekanisme pembagian dan penggu- naan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasio- nal (JKN) pada Puskesmas Mantang; Untuk mengetahui kesesuaian penerapan pembagian dan penggunaan dana kapitasi jaminan kese- hatan nasional pada Puskesmas Mantang de- ngan undang-undang dan peraturan yang te- lah ditetapkan; dan untuk meninjau masalah atau hambatan yang terdapat dalam penggu- naan dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang.
Penulis membatasi ruang lingkup penga- matan dan penelitian hanya dalam Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) milik pe- merintah daerah, penulis mengambil Puskes- mas Mantang yang berada di Kecamatan Mantang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Pe- nulis khusus membahas mengenai dana ka- pitasi JKN dan penerapannya di Puskesmas Mantang pada tahun 2014 dan 2015, hal-hal berkenaan dengan dana yang diterima Puskes- mas Mantang yang tidak berhubungan dengan dana kapitasi JKN tidak menjadi bahasan penulis.
METODE
Metode pengumpulan data yang diguna- kan penulis dalam penyusunan artikel ini ada- lah:
1. Metode penelitian kepustakaan
Dengan membaca literatur berupa undang- undang baik dalam bentuk Peraturan Peme- rintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres), Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes), Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan, Pedo- man Pelaksanaan (Manlak), Petunjuk Teknis (Juknis), Panduan Praktis dan lain-lain., mo- dul perkuliahan, artikel, makalah serta buku yang berkaitan dengan materi.
2. Metode penelitian lapangan
Dengan mendapatkan data-data yang lengkap dan akurat yang berhubungan dengan materi dari pihak terkait.
3. Wawancara
Dengan mewawancarai pihak yang ter- libat dalam pelaksanaan dan penyusunan la- poran keuangan dalam unit kerja tersebut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Mekanisme Pembagian dan Penggunaan Dana Kapitasi JKN
Puskesmas Mantang menerima dana ka- pitasi JKN dari BPJS kesehatan melalui ben- dahara dana kapitasi JKN yang merupakan pegawai negeri sipil yang ditunjuk untuk men- jalankan fungsi menerima, menyimpan, mem- bayarkan, menatausahakan, dan memperta- nggungjawabkan dana kapitasi. Sebelumnya kepala FKTP. Puskesmas Mantang menyam- paikan rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN tahun berjalan kepada Kepala SKPD Dinas Kesehatan. Rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN mengacu pada jumlah peserta yang terdaftar di FKTP.
Pembayaran dana kapitasi dari BPJS Ke- sehatan dilakukan melalui Rekening Dana Kapitasi JKN pada FKTP dan diakui sebagai pendapatan. Pendapatan digunakan langsung untuk pelayanan kesehatan peserta JKN pada FKTP. Dalam hal pendapatan dana kapitasi tidak digunakan seluruhnya pada tahun ang- garan berkenaan, dana kapitasi tersebut di- gunakan untuk tahun anggaran berikutnya.
Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP mencatat dan menyampaikan realisasi pendapatan dan belanja setiap bulan kepada Kepala FKTP. Puskesmas Mantang, Kepala
FKTP menyampaikan laporan realisasi penda- patan dan belanja kepada Kepala SKPD Dinas Kesehatan dengan melampirkan surat pernya- taan tanggung jawab.
Berdasarkan laporan realisasi pendapa- tan dan belanja Kepala Satuan Kerja Pera- ngkat Daerah (SKPD) Dinas Kesehatan me- nyampaikan Surat Permintaan Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP3B) FKTP kepada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD).
SP3B FKTP termasuk sisa dana kapitasi yang belum digunakan pada tahun anggaran ber- kenaan.
Berdasarkan SP3B FKTP sebagaimana dimaksud dalam PPKD selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) menerbitkan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B) FKTP. PPK-SKPD dan PPKD melakukan pembukuan atas pendapatan dan belanja FKTP berdasarkan SP2B.
Di Puskesmas Mantang penerimaan pendapatan dana kapitasi JKN dari BPJS ke- sehatan mengalami peningkatan. Dengan de- mikian, penggunaan dana kapitasi untuk pe- layanan kesehatan adalah 70 % dari total penerimaan dan sisanya sebesar Rp. 18.562.
500 telah digunakan untuk dukungan opera- sional sebesar Rp 989.385. Sedangkan untuk tahun 2015 dana kapitasi tersebut digunakan dengan total belanja hingga 31 Desember 2015 sebesar:
Tabel 1. Penggunaan Dana Kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang Tahun 2015
Table 2
Sumber: Puskesmas Mantang, 2015
Dari data diatas, tergambar bahwa peng- gunaan dana kapitasi untuk pelayanan kese-
Belanja
Jumlah (Rupiah) Honorarium Insentif Petugas PNS 36.849.000 Honorarium Insentif Petugas Non PNS 21.600.000 total belanja pelayanan kesehatan 58.449.000
Transportasi PNS 14.400.000
Belanja Alat Tulis Kantor 2.382.600
Belanja Bahan Obat Obatan 0
Belanja Penggandaan 2.156.000 Belanja Kliring , Adm dan Pajak Hadiah
Bank 456.263 total belanja dukungan operasional 19.394.863
total belanja 77.843.863
hatan pada tahun 2015 sebesar 52.37% dari total penerimaan dana kapitasi JKN dari BPJS kesehatan pada tahun 2015, sedangkan sisanya sebesar Rp. 53.142.000 telah digunakan untuk dukungan operasional sebesar Rp 19.394.863.
Dalam memberikan pelayanan keseha- tannya, tenaga kesehatan secara rutin berkun- jung ke rumah-rumah dan sekolah-sekolah untuk mengadakan pengecekan kesehatan masyarakat atau lingkungan, tenaga kesehatan tersebut berkunjung dari satu pulau ke pulau lainnya dengan menggunakan sejenis perahu nelayan yang dinamakan pompong.
Transportasi antara satu pulau ke pulau lainnya yang tidak tersedia setiap waktu men- jadikan masyarakat setempat jarang berkun- jung ke puskesmas untuk memeriksakan ke- sehatannya, meskipun demikian, tenaga kese- hatanlah yang sering berkunjung ke pulau- pulau untuk memberikan pelayanan kesehatan.
Puskesmas Mantang memiliki pompong yang khusus untuk mengangkut tenaga ke- sehatan Puskesmas Mantang untuk menyebe- rangi perairan yang tersedia di jam-jam be- rangkat kerja dan pulang kerja.
Dalam hal penggunaan dana kapitasi un- tuk dukungan operasional di Puskesmas Man- tang banyak dana yang tidak dimanfaatkan.
Ada anggaran yang tidak terealisasi, terdapat selisih yang cukup signifikan antara anggaran dan realisasi belanja, sebagaimana yang ter- gambar dalam realisasi belanja dana kapitasi JKN pada tahun 2014.
Kesesuaian Penerapan Pembagian dan Penggunaan Dana Kapitasi JKN
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Ne- gara menyatakan bahwa salah satu kewajiban negara adalah menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar ta- gihan pihak ketiga. Puskesmas sebagai salah satu unit pelayanan masyarakat menjadi per- wakilan pemerintah dalam memberikan pela- yanan dan salah satu puskesmas tersebut ada- lah Puskesmas Mantang, Puskesmas Mantang telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kapasitas tenaga kesehatan dan fasi-
litas kesehatan yang terdapat pada Puskesmas tersebut terbukti dengan berbagai pelayanan yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Mantang. Selain itu Puskesmas juga mengelola dana kapitasi JKN yang ber- asal dari pihak ketiga yakni BPJS kesehatan untuk digunakan sebaik-baiknya demi kepen- tingan masyarakat.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 9 menyatakan bahwa Menteri/
pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan kemen- terian negara/lembaga yang bersangkutan setelah memperoleh persetujuan dari Benda- hara Umum Negara dan Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara untuk menata- usahakan penerimaan negara di lingkungan kementerian negara/lembaga, itu telah dilak- sanakan oleh Kepala FKTP Puskesmas Man- tang dan dikelola oleh bendahara dana kapitasi JKN Puskesmas Mantang.
Di dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pe- ngelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah menyatakan bahwa BPJS Kesehatan melakukan pembayaran dana kapitasi kepada FKTP milik Pemerintah Daerah. Pembayaran Dana Kapitasi didasarkan pada jumlah peserta yang terdaftar di FKTP sesuai data dari BPJS Kesehatan. Dana Kapitasi dibayarkan lang- sung oleh BPJS Kesehatan kepada Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP. Kepala FKTP menyampaikan rencana pendapatan dan be- lanja dana kapitasi JKN tahun berjalan kepada Kepala SKPD Dinas Kesehatan.
Rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN mengacu pada jumlah peserta yang terdaftar di FKTP dan besaran kapitasi JKN, sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. Rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN dianggarkan dalam RKA-SKPD Dinas Kesehatan. Kepala SKPD Dinas Kesehatan menyusun DPA- SKPD berdasarkan peraturan daerah tentang
APBD tahun anggaran berkenaan dan pera- turan kepala daerah tentang penjabaran APBD tahun anggaran berkenaan. Tata cara dan format penyusunan DPA-SKPD dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Penerapannya sudah dilakukan oleh Puskesmas Mantang terbukti dengan adanya bendahara dana kapitasi JKN Puskesmas Mantang dan adanya buku rekening dana kapi- tasi JKN. Selain itu laporan realisasi peng- gunaan dana kapitasi JKN sudah dilakukan setiap bulan, semua dokumen yang berkaitan dengan hal itu sudah lengkap.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pe- nggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan Dan Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah mengatur tentang alokasi penggunaan pendapatan dana kapitasi JKN yakni Penggu- naan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasio- nal untuk jasa pelayanan kesehatan di FKTP ditetapkan sekurang-kurangnya 60% (enam puluh persen) dari total penerimaan dana kapitasi JKN, dan sisanya dimanfaatkan untuk dukungan biaya operasional pelayanan kese- hatan. Alokasi untuk pembayaran dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan se- besar selisih dari besar Dana Kapitasi dikura- ngi dengan besar alokasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan Besaran alokasi ditetapkan setiap tahun dengan Keputusan Kepala Daerah atas usulan Kepala SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan mem- pertimbangkan:
a. kebutuhan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai;
b. kegiatan operasional pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai target kinerja di bidang upaya kesehatan perorangandan c. besar tunjangan yang telah diterima dari
Pemerintah Daerah.
Alokasi Dana Kapitasi untuk pembaya- ran jasa pelayanan kesehatan dimanfaatkan untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan bagi tenaga kesehatan dan tenaga non kese-
hatan yang melakukan pelayanan pada FKTP.
Pembagian jasa pelayanan kesehatan kepada tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan dengan mempertimbangkan variabel:
a. jenis ketenagaan dan/atau jabatan; dan b. kehadiran.
Dengan penghitungan:
jumlah nilai seseorang
————— X jumlah dana jasa pelayanan jumlah nilai seluruh tenaga
Keterangan : jumlah nilai diperoleh dari nilai variabel jenis ketenagaan dan/atau jaba- tan ditambah nilai variabel kehadiran
Variabel jenis ketenagaan dan/atau jabatan dinilai sebagai berikut:
a. tenaga medis, diberi nilai 150;
b. tenaga apoteker atau tenaga profesi kepe- rawatan (Ners), diberi nilai 100;
c. tenaga kesehatan setara S1/D4, diberi nilai 60;
d. tenaga non kesehatan minimal setara D3, tenaga kesehatan setara D3, atau tenaga kesehatan dibawah D3 dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, diberi nilai 40;
e. tenaga kesehatan di bawah D3, diberi nilai 25; dan
f. tenaga non kesehatan di bawah D3, diberi nilai 15.
Tenaga sebagaimana yang merangkap tugas administratif sebagai Kepala FKTP, Kepala Tata Usaha, atau Bendahara Dana Kapitasi JKN diberi tambahan nilai 30.
Variabel kehadiran dinilai sebagai berikut:
a. hadir setiap hari kerja, diberi nilai 1 poin per hari; dan
b. terlambat hadir atau pulang sebelum waktu- nya yang diakumulasi sampai dengan 7 (tujuh) jam, dikurangi 1 poin. Ketidak- hadiran akibat sakit dan/atau penugasan ke luar oleh Kepala FKTP dikecualikan dalam penilaian kehadiran Jumlah jasa pelayanan yang diterima oleh masing-masing tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan.
Alokasi Dana Kapitasi untuk dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan di- manfaatkan untuk:
a. obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai; dan
b. kegiatan operasional pelayanan kesehatan lainnya.
Pengadaan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dapat dilakukan melalui SKPD Dinas Kesehatan, dengan mempertim- bangkan ketersediaan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang dialokasikan oleh pemerintah dan pemerintah daerah.
Dukungan kegiatan operasional pelaya- nan kesehatan lainnya meliputi:
a. upaya kesehatan perorangan berupa kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabili- tatif lainnya;
b. kunjungan rumah dalam rangka upaya kese- hatan perorangan;
c. operasional untuk puskesmas keliling;
d. bahan cetak atau alat tulis kantor; dan/atau e. administrasi keuangan dan sistem informasi.
Penggunaan dana kapitasi untuk duku- ngan biaya operasional pelayanan kesehatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan per- undang-undangan. Dalam penerapan aturan tersebut pada Puskesmas Mantang, maka dalam hal ini pengelolaan keuangan yang ber- kaitan dengan dana kapitasi pada tahun 2014 sudah memenuhi aturan penggunaan dana kapitasi untuk pelayanan kesehatan yakni se- kurang-kurangnya 60 % dari total penerimaan dana kapitasi JKN dan sisanya digunakan untuk dukungan operasional yang pembagian- nya sesuai dengan peraturan daerah setempat.
Namun di tahun 2015 penggunaan dana kapi- tasi untuk pelayanan kesehatan tidak mencapai 60% dari penerimaan dana kapitasi JKN.
Sesuai dengan PMK No. 28 tahun 2014 maka pada bulan pengelolaan dan peman- faatan dana kapitasi mulai bulan januari sam- pai dengan bulan april tahun 2014 pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Untuk memanfaatkan kembali dana kapitasi yang telah disetorkan ke kas daerah oleh FKTP. Milik Pemerintah Daerah, maka Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota harus
mengusulkan adanya peraturan kepala daerah untuk pemanfaatan dana tersebut.
Sebagaimana pasal 3 UU No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang terdapat dalam ayat 1 yang menyatakan bahwa ke- uangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang undangan, efisien, eko- nomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Maka dalam hal ini Puskesmas Mantang sudah tertib, taat pada peraturan peundang undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab sesuai dengan bukti dan pengamatan yang ada.
Masalah atau Hambatan Penerapan Dana Kapitasi JKN
Masalah atau hambatan berdasarkan pengamatan penulis diantaranya:
a. Jumlah tenaga kesehatan yang masih sedikit Jumlah tenaga medis di Kecamatan Man- tang tahun 2015 sebanyak 5 orang (4 dokter umum dan 1 dokter gigi). Dengan rasio 95,6 per 100.000 penduduk untuk dokter umum dan 24 per 100.000 penduduk untuk dokter gigi.
Sedangkan Tenaga keperawatan di Kecamatan Mantang tahun 2015 berjumlah 6 orang dengan Rasio 141 per 100.000 penduduk. Untuk bidan berjumlah 13 orang dengan rasio 310 per 100.
000 penduduk. Jumlah tenaga kefarmasian Kecamatan Mantang tahun 2015 sebanyak 1 orang dengan rasio 23 per 100.000 penduduk.
Jumlah tenaga kesehatan masyarakat sebanyak 0 orang dan tenaga sanitasi 1 orang ( rasio 23 per 100.000 penduduk ). Jumlah tenaga gizi 1 orang, tenaga analis labor 1 orang dan tenaga rekam medis satu orang. Dengan rasio masing masing yaitu 23 per 100.000 penduduk.
Dengan membandingkan banyak penduduk dan tenaga kesehatan yang tersedia, maka tenaga kesehatan di Puskesmas Mantang maka akan sulit memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masing-masing masyarakat yang mem- butuhkan pertolongan, pasien harus antri yang lama untuk memperoleh penanganan dari te- naga kesehatan.
b. Pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai JKN
Selain masalah dalam hal tenaga kese- hatan, pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai jaminan kesehatan nasional terutama yang berkaitan dengan kepesertaan pada BPJS kesehatan serta hak dan kewajiban dalam mengikuti jaminan kesehatan nasional juga menjadi kendala dalam pemberian pela- yan kesehatan oleh tenaga kesehatan.
c. Petunjuk teknis yang belum terperinci se- hingga FKTP takut menggunakan dana
Penggunaan dana kapitasi JKN untuk dukungan operasional yang masih belum ter- perinci membuat FKTP. Puskesmas Mantang takut menggunakan dana untuk dukungan operasional. Contohnya belanja obat, ketika sudah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) bu- pati untuk belanja obat sebesar 20 % maka otomatis FKTP yang obatnya sudah dipenuhi oleh daerah tidak bisa memakai dana tersebut.
Itulah kenapa penggunaan dana kapitasi untuk dukungan operasional Puskesmas Mantang masih jauh dari anggaran.
SIMPULAN
Penerimaan dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2015. Penggunaan dana kapitasi JKN untuk pelayanan kesehatan pada Puskes- mas Mantang tahun 2014 sudah sebesar 70 % dari total penerimaan dana JKN sedangkan pada tahun 2015 penggunaan dana kapitasi untuk pelayanan kesehatan sebesar 52.37%
dari total penerimaan dana kapitasi JKN dari BPJS kesehatan. Penggunaan dana kapitasi JKN untuk dukungan operasional pada Pus- kesmas Mantang masih jauh dari anggaran baik di tahun 2014 maupun di tahun 2015, banyak dana yang tidak dimanfaatkan dan ada angga- ran yang tidak terealisasi sama sekali. Rea- lisasi dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang pada tahun 2014 sebesar 67.46% dari anggaran yang telah ditetapkan, sedangkan Realisasi dana kapitasi JKN pada Puskesmas Mantang pada tahun 2015 sebesar 68.63 % sehingga didapat rata rata Realisasi dana kapi- tasi JKN pada Puskesmas Mantang sebesar 68 %.
Penggunaan dana kapitasi JKN untuk pelayanan kesehatan sebesar sekurang-kurang- nya 60 % dari dana kapitasi JKN dan sisanya dimanfaatkan untuk dukungan biaya operasio- nal pelayanan kesehatan. Alokasi untuk pem- bayaran dukungan biaya operasional pelaya- nan kesehatan sebesar selisih dari besar Dana Kapitasi dikurangi dengan besar alokasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan Besaran alokasi ditetapkan setiap tahun dengan Kepu- tusan Kepala Daerah atas usulan Kepala SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan pertimbangan tertentu. Penerapannya sudah dilakukan oleh Puskesmas Mantang terbukti dengan adanya bendahara dana kapitasi JKN Puskesmas Mantang dan adanya buku rekening dana kapitasi JKN, selain itu laporan realisasi penggunaan dana kapitasi JKN sudah dila- kukan setiap bulan, semua dokumen yang berkaitan dengan hal itu sudah lengkap. Penge- lolaan keuangan yang berkaitan dengan dana kapitasi pada tahun 2014 sudah memenuhi aturan penggunaan dana kapitasi untuk pelaya- nan kesehatan yakni sekurang kurangnya 60
% dari total penerimaan dana kapitasi JKN dan sisanya digunakan untuk dukungan opera- sional yang pembagiannya sesuai dengan pera- turan daerah setempat. namun di tahun 2015 penggunaan dana kapitasi untuk pelayanan kesehatan tidak mencapai 60% dari peneri- maan dana kapitasi JKN. Keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan per- undang undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan yang sesuai dengan pasal 3 ayat 1 Undang- undang No. 17 tahun 2003 Maka dalam hal ini Puskesmas Mantang sudah tertib, taat pada peraturan peundang undangan, efisien, eko- nomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab sesuai dengan bukti dan pengamatan yang ada.
DAFTAR RUJUKAN
Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Puskesmas Mantang, 2015,. Profil Kesehatan
UPT Puskesmas Mantang, Mantang
Puskesmas Mantang, 2014. Laporan Realisasi Dana Kapitasi Puskesmas Mantang Tahun 2014, Mantang
Puskesmas Mantang, 2015. Laporan Realisasi Dana Kapitasi Puskesmas Mantang Tahun 2015,Mantang
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara