Dosen Pembimbing :
Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan, M.Eng
Rizki Pratama (2308 100 142)
Zarra Miantina Putrie (2308 100 143)
Laboratorium Elektrokimia dan Korosi
ELECTROLYZED OXIDIZED WATER
Relatif murah, ramah lingkungan , tidak toxic
pada manusia
Elektrolisa larutan garam menggunakan membran kation nafion
Membran Nafion Relatif mahal
Nurhadianty (2010)
mensintesis EOW menggunakan
resin kation sebagai pengganti
membran nafion
Perlu dikembangkan Membran Pengganti yang lebih Efektif
Anion dapat lolos melalui celah – celah antar tumpukan
/bed resin kation
Membran Penukar
Kation
Silika gel
Sodium silikat atau
TEOS
Gugus silanol (Si-OH)
Grafting Gugus Sulfonat
Membran silika grafting sulfonat berpotensi besar
sebagai pengganti membran nafion
2007, Hendrana dkk.
Mensintesis PEMFC dengan metode
hotpress 1996, Bae dkk.
Menggrafting molekul polistirene ke
permukaan membran
nafion
2010, Beydaghi dkk.
Mensintesis dan mengkarakterisasi
proton conducting hybrid membrane untuk PEMFC dengan
bahan dasar PVA dan silika nanopori 2007, Marschall
dkk.
Mengukur
konduktivitas proton pada pellet yang terbuat dari serbuk
silika dengan metode press
1992, Shimizhu
& Hurusawa Sintesis EOW Memiliki efek bakterisidal bakteri patogen
2000, Morita dkk.
Mengelektrolisis air ledeng dengan penambahan NaCl,
dimana antara anoda dan katoda
dipisahkan membran kation
2007, Yokoyama dkk.
Mengelektrolisis air saline untuk menstandardkan
EOW
2011, Nurhadianty mensintesis EOW dari air saline dan
mempelajari pengaruh kondisi
operasi dan penggunaan jenis
membran
Mempelajari teknik pembuatan membran silika dari sodium silikat dan TEOS
Mempelajari teknik grafting gugus sulfonat pada membran silika
Proses Pembuatan Membran Silika Grafting Sulfonat
2. Pembentukan membran sol-gel silika dan serbuk silika 1. Pembuatan gel silika dari bahan sodium silikat-resin, sodium silikat-HCl dan TEOS
3. Pembuatan membran press silika 4. Proses sintering
5. Grafting gugus sulfonat pada membran silika
Karakterisasi Membran Silika Grafting Sulfonat
Aplikasi Membran dalam Pembuatan EOW
Sodium silikat-resin
Sodium Silikat 2,5%
Dilewatkan resin kation pada suhu ruang selama 30 menit
Sodium silikat-HCl
Silicic Acid, pH 2 Dititrasi dengan NH4OH 1M, pH 7
Dititrasi dengan HCl 3N
Diaduk pada suhu ruang (dengan atau tanpa PEG)
Aging selama 18 jam
GEL
Pembuatan gel silika dari TEOS
Membuat larutan stock
TEOS: Etanol: Air demin: HCl (22,3: 22,16: 1,7: 0,1) Dicampur dan diaduk pada suhu ruang selama 1 jam
Proses aging selama 18 jam
GEL
Membuat larutan kedua
Etanol: Air demin: Amonia (20,4: 0,468: 0,08)
Dicampur dan diaduk pada suhu ruang selama 15 menit
4,6 mL larutan stock dicampur dengan larutan kedua, diaduk pada suhu ruang selama 1 jam (dengan atau tanpa penambahan PEG)
Pembentukan membran sol-gel silika dan serbuk silika
Gel Silika
Dioven selama 24 jam T = 60,80,100 oC
Membran tipis
Membran retak
Penggerusan hingga membentuk
serbuk silika
Pembentukan membran press silika dan proses sintering
Mengolesi cetakan dengan serbuk lilin
Serbuk silika dimasukkan ke
dalam cetakan membran dan dipress dengan alat
kompaksi pada tekanan 75 - 100
bar.
Membran press silika dimasukkan dalam furnace pada
T=800oC selama 5 jam
Membran press silika didinginkan didalam eksikator
selama 24 jam
Grafting Gugus Sulfonat pada Membran Silika
Hexane sulfonic acid 0.4 M (104oC)
Mencuci membran silika dengan air demin
Karakterisasi Membran Mengeringkan pada
suhu 100oC
Morfologi Membran dengan SEM Gugus Fungsi menggunakan FTIR
Penentuan Volume, Luas permukaan dan diameter pori menggunakan metode BET
Analisa Dekomposisi Gugus sulfonat dengan TGA Kapasitas ionik membran dengan titrimetri
Penentuan Konduktivitas membran dengan EIS
Power Supply
Amperemeter
Voltmeter ( 10 V )
katoda Anoda
Elektroda Carbon (inert)
Membran Silika Grafting Sulfonat
EOW ERW
C C
Diuji Total Residual free Chlorine menggunakan tester
ESTIK CL200
Membran Sol-gel silika
No. Bahan Baku
Bahan Pendukung Polyethylen Glycol (PEG)
Penamaan Sampel Resin Kation HCL 3N
1. Sodium Silikat √ - √ S1
2. Sodium Silikat √ - - S2
3. Sodium Silikat - √ √ S3
4. Sodium Silikat - √ - S4
5. TEOS - - √ S5
6. TEOS - - - S6
Tabel 4.1 Variabel pada proses sintesis membran silika
( a) (b) (c) (d)
Membran Press silika
Gb.4.1 Membran sol-gel silika (a) Gel silika setelah aging selama 18 jam, (b) Gel silika setelah pemanasan T=80 oC selama 3 jam, (c) membran silika S1 setelah pemanasan selama 24jam, (d) Silika S2 setelah pemanasan selama 24jam
Gb.4.2 Membran press silika S1
Morfologi Membran Press Silika
(a) (b) lebih
halus tanpa retakan
(c)
terdapat beberapa
retakan
(d)
Karakteristik Gugus Fungsi
Adanya gugus sulfonat(-SO3H) pada panjang gelombang 3425,58 cm-1
Gb. 4.4 HasilUji FTIR pada membran silika S6
4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500
20 30 40 50 60 70 80 90 100 110
Sebelum grafting
Sesudah grafting
Peak 3425,58 SO3H
Peak 881,47 Si-OH
Peak 813,96 Si-O-Si Peak 813,96 Si-O-Si
%T (a .u)
Wave Number (1/cm)
Kurva Adsorpsi-Desorpsi Nitrogen
Gb. 4.5a Kurva Adsorpsi-Desorpsi
Membran Silika S1 Gb.4.5c Kurva Adsorpsi-Desorpsi Membran Silika S3
type IV
(klasifikasi IUPAC) material bersifat
mesopori
type V
(klasifikasi IUPAC) adsorpsi terjadi pada
permukaan berpori
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 500
100150 200250 300350 400450 500550
Volume STP(cc/g)
P/Po
Adsorpsi Desorpsi
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
500 100150 200250 300350 400450 500550
Volume STP(cc/g)
P/Po
Adsorpsi Desorpsi
Gb.4.5e Kurva Adsorpsi-Desorpsi
Membran Silika S5 Gb.4.5f Kurva Adsorpsi-Desorpsi Membran Silika S6
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
500 100150 200250 300350 400450 500550
Volume STP(cc/g)
P/Po
Adsorpsi Desorpsi
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
500 100150 200250 300350 400450 500550
Volume STP(cc/g)
P/Po
Adsorpsi Desorpsi
Type I
(klasifikasi IUPAC) material bersifat
mikropori
Tabel 4.2 Hasil Uji BET pada membran silika
Terjadi penurunan volume pori membran silika ketika
penambahan PEG.
Sampel Luas Permukaan (m2/g)
Diameter Pori (nm)
Volume Pori (cc/g)
Karakter Pori
S1 457,865 4,935 0,5733 Mesopori
S2 406,156 6,501 0,6279 Mesopori
S3 45,403 17,046 0,2103 Mesopori
S4 137,949 17,96 0,8472 Mesopori
S5 261,383 3,834 0,1783 Mikropori
S6 386,276 3,375 0,2216 Mikropori
0 250 500 750 1000 1250 1500 0.0
0.5 1.0 1.5 2.0
dV (l og d )c m
3/g
Diameter Pori(A
o)
Distribusi Ukuran Pori
Gambar 4.6a Kurva Distribusi Ukuran Pori Membran Silika S1 Distribusi sempit, ukuran porinya
seragam, ukuran pori membran silika mendekati monodisperse.
Grafik Uji TGA pada Membran Silika, (a) Silika S4, (b) Silika S6
Kapasitas ionik membran silika
(a)
100 200 300 400 500 600 2.40
2.45 2.50 2.55 2.60 2.65 2.70
Weight Loss = 5,16 %
Weight Loss= 6,67 %
massa (mgr)
Temperatur (oC)
(b)
100 200 300 400 500 600 1.24
1.26 1.28 1.30 1.32 1.34 1.36 1.38
Weight Loss=
4,596 % Weight Loss=
6,033 %
Massa (mgr)
Temperature (oC)
Dekomposisi H2O
Dekomposisi
H2O Dekomposisi SO3H
Dekomposisi SO3H
Kapasitas ionik membran silika
Membran Silika
Jumlah sulfonat yang tergrafting
(mmol eq/g sampel)
S4 2.09
S6 1.32
Silika mMol eq. Sulfonat / gram Sampel
S1 0,367
S2 2,039
S3 3,385
S4 4,4
S5 2,85
S6 1,6
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan jumlah sulfonat yang tergrafting melalui TGA
Tabel 4.4 Kapasitas Ionik pada Membran Silika melalui titrimetri
Volume pori besar
Sulfonat yang tergrafting semakin banyak Kapasitas ioniknya semakin besar.
Gambar 4.8 Nyquist plot pada Membran Silika Silika S1 dan S2,
Gambar 4.9 Sirkuit dari kurva fitting Nyquist,
membran silika S1
(Beydaghi, Hossein, dkk.2010)
Konduktivitas Membran Silika
0 30000 60000 90000 120000 0
10000 20000 30000 40000 50000 60000
Penambahan PEG
Tanpa PEG
Z''(Ω)
Z'(Ω)
Membran Silika
Hambatan
Membran (Ω) Konduktivitas Membran (S/cm)
S1 137.000 1,62 x 10-4
S2 39.700 1,68 x 10-4
S3 19.000 3,51 x 10-4
S4 14.800 4,5 x 10-4
S5 90.900 1,38 x 10-4
S6 108.000 6,2 x 10-5
Tabel 4.5 Hambatan dan Konduktivitas pada Membran Silika
Konduktivitas membran nafion
sebesar 2x10-3 S/cm.
Konduktivitas Membran Silika
Cukup efektif sebagai Proton Exchange
Membrane
Elektrolisis EOW
Tabel 4.6 Hasil Elektrolisis EOW dari Membran Silika
(Nurhadianty, 2010) mensintesis EOW
resin kation
free chlorine ± 500 ppm Sampel Arus
(Ampere)
pH Kadar free chlorine (ppm)
EOW ERW
1 0,02 3 10 60,16
2 0,11 3 12 65,28
3 0,15 3 12 70,4
4 0,15 3 11 322,56
5 0,02 5 12 0,04
6 0,06 5 12 0,08
Membran silika S4 cukup efektif sebagai pengganti
resin kation.
Pembuatan membran sol-gel silika dengan pengeringan pada suhu 100oC berhasil dilakukan dengan bahan baku sodium silikat – resin – PEG 0,5 g (0,5cm x 0,7 cm)
Pembuatan membran press dari serbuk silika berhasil dilakukan pada tekanan 75-100 bar dengan ukuran diameter sebesar 1,3 cm
Proses grafting gugus sulfonat pada membran silika sudah berhasil dilakukan pada titik didih larutan 1hexane sulfonic acid (104 oC) dengan konsentrasi larutan 0.4 M
Penambahan PEG berpengaruh pada saat pengeringan membran sol gel silika dan pengepresan yaitu membran lebih keras, namun tidak terlalu berpengaruh pada nilai konduktivitas membran silika
Membran silika dari sodium silikat – HCl 3N mempunyai kapasitas ionik terbesar yaitu 4,4 mmol eq. sulfonat/gram sampel
Konduktivitas ionik membran silika dari sodium silikat dengan HCl 3N 4,5 x 10-4 S/cm dan sudah mendekati nilai konduktivitas membran nafion 2 x 10-3S/cm
Elektrolisis larutan garam menggunakan membran silika grafting sulfonat dari sodium silikat-HCl 3N dengan potensial 10 V dan konsentrasi NaCl 2,5% menghasilkan EOW dengan kadar free chlorine sebesar 322,56 ppm
Membran silika grafting sulfonat dari sodium silikat-HCl berpotensi menggantikan membran nafion dan resin kation dalam sintesis EOW