• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

Disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Praktikum Bimbingan dan Konseling Akademik yang diampu oleh Dr. Naharus Surur, M.Pd.

Disusun oleh : Nama : Rani Fitrotunnisa

NIM : K3120049 Kelas : 3B

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2021

(2)

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

A Komponen Layanan Layanan Dasar

B Topik Layanan Mencapai keberhasilan Pendidikan di Sekolah sebagai persiapan siswa menjadi anggota masyarakat.

C Bidang Layanan Bimbingan Akademik

D Fungsi Layanan Pemahaman dan Pengembangan F Sasaran Layanan Peserta didik kelas XI SMA (5 orang)

F Materi 1. Definisi dan fungsi pendidikan sekolah

2. Sikap belajar yang harus dimiliki siswa dalam meraih keberhasilan pendidikan.

3. Pengaruh pendidikan sekolah di dalam masyarakat 4. Pentingnya pendidikan didalam kehidupan masyarakat.

G Metode dan Teknik Diskusi kelompok

I Media Alat Poster, video, laptop, PPT.

J Waktu 45 menit

K Tanggal Pelaksanaan Disesuaikan

L Sumber Bacaan ▪ Haryanto, 2012: dalam artikel “pengertian pendidikan menurut para akhli http://belajarpsikologi.

com/pengertian-pendidikan-menurut-ahli/.

▪ Hasbullah , 2018, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.

https://pendidikanrosda.blogspot.com/2018/04/pengaruh -sekolah-terhadap-masyarakat.html

M Tujuan

Peserta didik dapat :

1. Mengetahui definisi dan fungsi dari Pendidikan (C1) 2. Mengelola sikap belajar yang baik dalam meraih

keberhasilan Pendidikan (P5)

3. Menunjukkan kesadaran mengenai pengaruh pendidikan sekolah di dalam masyarakat (A5)

4. Membangun persepsi mengenai pentingnya Pendidikan dalam kehidupan (C6).

(3)

N Uraian kegiatan 1. Tahap Awal

a. Konselor memberi salam dan menyapa anggota kelompok dengan ramah.

b. Menunjukkan penerimaan dan menyampaikan terima kasih atas kehadiran anggota kelompok.

c. Konselor memimpin doa, atau memberi kesempatan pada anggota kelompok untuk memimpin doa mengawali kegiatan. (religius)

d. Konselor menyampaikan apa itu bimbingan kelompok dan tujuan dilaksanakannya bimbingan kelompok.

e. Menjelaskan proses pelaksanaan bimbingan kelompok dan peran konselor serta peran anggota kelompok.

f. Menjelaskan asas-asas bimbingan kelompok (kesukarelaan, keterbukaan, kekinian, kenormatifan, kerahasiaan)

g. Guru BK/Konselor mengarahkan peserta didik dengan menyiapkan topik dalam bimbingan kelompok dan disampaikan ke anggota kelompok.

h. Perkenalan dengan cara yang menyenangkan. (Ice breaking perkenalan)

2. Tahap Peralihan (Transisi)

a. Konselor menjelaskan kembali secara ringkas kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bimbingan kelompok.

b. Bertanya tentang kesiapan anggota kelompok untuk memasuki tahap inti/kerja.

c. Mendorong anggota kelompok untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan bimbingan kelompok.

3. Tahap Inti / Kerja

a. Konselor mempertegas topik bimbingan kelompok dan pentingnya topik tersebut dibahas.

b. Konselor memberi pertanyaan kepada anggota kelompok seputar topik sebelum menyampaikan materi. (pre-test) c. Konselor mendiskusikan materi dengan anggota

kelompok serta menampilkan video terkait dengan materi.

d. Anggota kelompok saling memberikan pendapat terkait dengan video yang ditampilkan.

e. Konselor memberi penguatan jawaban.

f. Konselor memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk bertanya seputar materi dan Konselor

(4)

mendiskusikan pertanyaan tersebut dengan anggota kelompok.

g. Konselor memberikan kesempatan pada anggota kelompok untuk menyimpulkan seputar materi yang telah didiskusikan.

4. Tahap Pengakhiran (Terminasi)

a. Konselor mengingatkan anggota kelompok bahwa kegiatan akan segera berakhir.

b. Konselor meminta anggota kelompok untuk menyampaikan kesan-kesan, harapan, dan rencana kedepan setelah

mengikuti bimbingan kelompok.

d. Konselor memberi motivasi agar dapat menerapkan materi yang telah dibahas bersama.

e. Menyampaikan terima kasih kepada anggota kelompok atas partisipasinya, keaktifannya dan kekompakkannya selama mengikuti kegiatan bimbingan kelompok.

f. Konselor memimpin, atau memberi kesempatan pada anggota kelompok untuk memimpin doa penutup. (religius) g. Menyampaikan salam perpisahan.

O Evaluasi

1. Evaluasi Proses Evaluasi ini dilakukan oleh Guru BK/konselor dengan melihat proses yang terjadi dalam kegiatan bimbingan kelompok yang meliputi :

a) Dinamika kelompok.

b) Partisipasi aktif anggota kelompok selama mengikuti bimbingan kelompok.

c) Konsentrasi anggota kelompok selama mengikuti bimbingan kelompok.

2. Evaluasi Hasil Evaluasi ini dilakukan oleh Guru BK/Konselor kepada anggota kelompok untuk mengetahui hasil yang diperoleh anggota kelompok setelah mengikuti kegiatan bimbingan kelompok yang meliputi :

a) Pengetahuan dan pemahaman baru anggota kelompok.

b) Perasaan-perasaan positif anggota kelompok.

c) Rencana atau kegiatan apa yang akan dilakukan setelah mendapat materi.

(5)

Lampiran : I. Uraian materi II. Lampiran Video

III. Penjelasan ice breaking IV. Lembar Evalusi Proses V. Lembar Evaluasi Hasil VI. Lembar kerja siswa

Sukoharjo, 21 September 2021

Mengetahui

Dosen Pengampu, Guru BK,

(Dr.Naharus Surur, M.Pd) (Rani Fitrotunnisa)

(6)

Lampiran I : Uraian Materi

A. Definisi dan Fungsi Pendidikan Definisi

Pendidikan adalah usaha membina dan mengembangkan kepribadian manusia baik dibagian rohani atau dibagian jasmani. Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata pedagogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni: membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pend idikan berarti panggulawentah (pengolahan), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu: memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam d an masyarakatnya.

Ada juga beberapa ahli yang mengartikan pendidikan itu adalah suatu proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan melalui pengajaran dan latihan. Dengan pendidikan kita bisa lebih dewasa karena pendidikan tersebut memberikan dampak yang sangat positif bagi kita, dan juga pendidikan tersebut bisa memberantas buta huruf dan akan memberikan keterampilan, kemampuan mental, dan lain sebagainya. Seperti yang tertera didalam UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan, yang diperlukan dirinya, dan masyarakat.

Fungsi

Secara umum, fungsi pendidikan sekolah adalah sebagai wadah untuk memberi pengajaran pada peserta didik, hingga menjadi individu yang berguna. Baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.

(7)

1. Memberikan Pengetahuan Umum

Setiap manusia akan mengalami masa sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan. Oleh sebab itu, fungsi sekolah berada untuk mengajarkan banyak hal mengenai pengetahuan umum, yang belum pernah dikenal sebelumnya. Termasuk mengenal hubungan yang baik dengan seluruh civitas sekolah.

2. Memberikan Keterampilan Dasar

Fungsi sekolah selanjutnya memberi keterampilan dasar pada anak. Beberapa ketrampilan yang ditanamkan seperti kemampuan belajar, menulis, dan berhitung. Ketiga ketrampilan dasar tersebut sangat dibutuhkan manusia supaya bermanfaat di masyarakat dan bisa mendapat pekerjaan.

3. Membentuk Pribadi Sosial

Fungsi sekolah berikutnya mampu membentuk pribadi sosial. Setiap manusia memiliki naluri untuk saling membutuhkan datu sama lain. Melalui sekolah, siswa dibentuk menjadi individu yang bisa berinteraksi dan bergaul dengan sesamanya, tanpa hambatan.

4. Menyediakan Sumber Daya Manusia

Fungsi sekolah selanjutnya bisa memberikan berbagai ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang berkembang seiring tingkatan jenjang pendidikan, bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

5. Alat Transformasi Kebudayaan

Fungsi sekolah secara umum berikutnya sebagai alat transformasi kebudayaan. Sebab selain memberi ilmu pengetahuan dan ketrampilan, sekolah juga juga memberi perubahan di kehidupan masyarakat secara umum.

B. Sikap Belajar Siswa dalam Meraih Keberhasilan Pendidikan

1. Tidak menumpuk pelajaran dalam satu sesi 2. merencanakan waktu belajar

(8)

Siswa yang sukses memiliki jadwal belajar yang spesifik. Mereka akan menyelesaikan tugas studi mereka dan tetap konsisten dengan jadwal yang mereka tulis. Siswa yang belajar dengan cara sporadis dan main-main tidak akan mudah berhasil dibandingkan siswa yang memiliki jadwal belajar.

3. Belajar di waktu yang sama

Selain perencanaan, belajar dengan rutin juga dapat memberikan efek positif dalam diri Anda. Ketika siswa belajar pada saat yang sama setiap hari, hal itu akan menjadi kebiasaan dalam hidup siswa, sehingga secara mental dan emosional lebih siap untuk belajar dan setiap sesi belajar akan menjadi lebih produktif.

4. Belajar dengan memiliki tujuan

Belajar tanpa arah dan tujuan tidak akan pernah efektif, siswa harus tahu persis apa yang menjadi tujuan Anda dalam belajar. Sebelum belajar, tentukanlah target apa yang harus Anda capai dalam sesi tersebut. Misalnya, menghapal 30 kosakata bahasa Spanyol dalam satu sesi belajar.

5. tidak menunda waktu belajar yang sudah direncanakan

Sangat mudah bagi siswa untuk menunda sesi belajar yang sudah ditentukan. Apalagi, jika siswa kurang berminat pada pelajaran tersebut. Siswa yang ingin berhasil tidak boleh menunda waktu belajar. Jika siswa menunda jadwal bejar, seterusnya siswa akan menjadi kurang efektif dalam menerima materi pelajaran.

6. Memulai dengan subjek yang paling sulit terlebih dahulu

Carilah subjek pelajaran tersulit dan lebih membutuhkan upaya serta energi yang besar dalam menyelesaikannya. Setelah siswa menyelesaikan tugas tersebut, siswa akan lebih mudah untuk menyelesaikan sisa tugas.

7. membuat catatan semenarik mungkin

membuat catatan semenarik dan semudah mungkin untuk dipahami, agar ketika meninjau kembali catatan, siswa tidak membuat bosan dan bingung dengan dirinya sendiri terkait hal- hal yang sudah dicatat.

8. Tinjau kembali catatan sekolah dan bahan-bahan kelas Anda selama akhir pekan

(9)

Siswa yang berhasil meninjau kembali apa yang telah mereka kerjakan selama seminggu pada akhir pekan, akan membantu mereka untuk merumuskan jadwal selanjutnya secara lebih efektif.

C. Pengaruh pendidikan di dalam masyarakat

Dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah kebutuhan manusia sepanjang hayat. Salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan dalam individu dan masyarakat yaitu pendidikan.

Pendidikan merupakan upaya mengajarkan kepada individu aneka macam pengetahuan dan kemampuan. Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal yang baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. Pendidikan mengajarkan pada manusia untuk dapat berpikir secara objektif terhadap hal yang sedang terjadi dimasyarakat. Oleh karena itu, Pendidikan sangat penting artinya sebab tanpa memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup, yang diperoleh melalui proses Pendidikan, manusia akan menemukan kesulitan dalam mengembangkan dirinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh Pendidikan di sekolah terhadap masyarakat anatara lain:

1. mencerdaskan kehidupan masyarakat

Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkst kecerdasan masyarakat sedikit banyak dapat dikembangkan melalui berbagai program pendidikan di sekolah. Berkenaan dengan kenyataan ini, secara historis tentang persekolahan, selalu menjadi isi dan arah dari program pendidikan di sekolah-sekolah. Membaca, menulis dan berhitung serta pengetahuan umum, merupakan pengetahuan dasar di dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa, yang sudah sejak awal diberikan di bangku sekolah, meskipun tentu saja memerlukan pengembangan lebih lanjut. Upaya penambahan dan pengembangan tersebut, jelas hanya dapat dilakukan secara sistematis melalui program pendidikan di jalur pendidikan sekolah.

Peran yang dimainkan oleh lembaga persekolahan terutama jalur pendidikan sekolah di dalm peningkatan intelegensi atau kecerdasan anak didiknya, secara langsung bisa dipandang sebagai kontribusi lembaga pendidikan sekola dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa. Sebab bagaimanapun akhirnya anak didik setelah keluar dari lembaga pendidikan akan kembali dan menjadi warga masyarakat.

2. membawa bibit pembaharuan bagi perkembangan masyarakat

(10)

Sampai saat ini, sistem pendidikan yang berjalan umumnya masih berperan sekadar sebagai sarana mengalihkan pengetahuan yang dianggap benar dan berlaku. Hal demikian memang banyak dikecam, mengingat bahwa bukan saja karena pengetahuan yang dianggap benar tersebut akan menjadi usang dengan diketemukannya pengetahuan yang lebih baru, akan tetapi terlebih karena hasil pendidikan sangat diharapkan dapat dipakai sebagai modal penting melakukan dan menanggapi setiap modernisasi dan tantangan perkembangan zaman secara kreatif, mandiri dan bertanggung jawab.

Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), sementara disatu pihak masalah-masalah atau tantangan kehidupan yang tidak ada henti-hentinya, realitas ini mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran dan praktek-praktek baru yang bersifat inovatif, yang maksudnya adalah untuk perbaikan kehidupan di masyarakat, minimal memperbaiki sistem.

3. menciptakan warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi kepentingan kerja di lingkungan masyarakat

Bagaimanapun anak yang dididik di lembaga persekolahan, pada akhirnya akan kembali dan menjadi warga masyarakat. Berkenaan dengan ini mereka memerlukan pekerjaan untuk menopang kehidupannya. Untuk terjun ke dunia kerja, seseorang dituntut memerlukan kesiapan tertentu yang diperlukan oleh lapangan kerja bersangkutan. Kesiapan tersebut meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Fungsi penyiapan bagi kepentingan dunia kerja, dalam kenyataannya tidak terlepas dari perhatian lembaga pendidikan persekolahan. Hal tersebut terlihat, bik dalam program pendidikan yang diselenggarakkan pada lembaga pendidikan jalur sekolah maupun di dalam isi kurikulum pada masing-masing program pendidikan.

4. memunculkan sikap-sikap positif dan konstruktif bagi masyarakat, sehingga tercipta integrasi sosial yang harmonis di tengah-tengah masyarakat

Sejak dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, sikap-sikap positif dan konstruktif yang diperlukan di dalam kehidupan bernegara atau bermasyarakat senantiasa menjadi perhatian. Hal ini berkaitan dengan falsafah hidup dari suatu bangsa atau masyarakat, yang sudah tentu mendambakan keharmonisan dan keutuhan (integrasi) sosial dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik di Pendidikan Dasar, menengah maupun Perguruan Tinggi, tata etika di dalam hidup bermasyarakat dan bernegaram hak dan

(11)

kewajiban selaku warga negara, kenyataannya selalu terintegrasi di dalam kurikulum pendidikan. Begitu juga kualitas persatuan dan kesatuan bangsa, loyalitas warga negara terhadap misi bangsa dan negara, sedikit banyak diwarnai oleh pendidikan persekolahan.

Khusus bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai Pancasila dan wawasan nusantara selama ini, secara esensial senantiasa dikembangkan di lembaga-lembaga pendidikan persekolahan.

D. Pentingnya Pendidikan dalam Kehidupan Masyarakat

Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia. Karena dunia butuh orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun negara yang maju. Dalam hal inilah maka pendidikan diharapkan mengubah dunia menjadi lebih baik dan beradab. Pendidikan sangat penting kita dapatkan, karena jika kita tidak mempunyai ilmu dan pengetahuan kita akan mudah dipermainkan dan ditipu oleh orang lain. Pendidikan juga suatu proses kehidupan yang berguna untuk mengembangkan diri untuk dapat melangsungkan kehidupannya. sehingga menjadi orang terdidik sangatlah penting. Dengan adanya pendidikan ini maka manusia atau seseorang dapat mempunyai pengetahuan, kemampuan, dan Sumber Daya Manusia yang tinggi. Hal-hal tersebut menjadi salah satu modal yang berharga yang dapat kita miliki untuk tetap hidup di zaman yang serba sulit ini.

▪ Untuk Karir atau Pekerjaan

Pendidikan sangat penting karena untuk melengkapi kita dengan keahlian yang diperlukan dalam dunia kerja serta membantu kita dalam mewujudkan tujuan karir. Keahlian merupakan pengetahuan yang mendalam mengenai suatu bidang tertentu yang dapat membuka peluang karir bagus untuk masa depan. Sehingga dengan adanya pendidikan yang layak dan baik maka dapat membantu kita sebagai manusia untuk mewujudkan impian.

▪ Menjadi Manusia yang Lebih Baik dan Berkarakter

Pentingnya pendidikan bagi manusia berikutnya adalah untuk menjadikan manusia yang lebih baik dan berkarakter. Pendidikan selain penting untuk karir juga sangat penting untuk menjadikan manusia agar lebih baik karena membuat kita beradab. Pada umumnya Pendidikan adalah dasar dari budaya dan peradaban. Pendidikan membuat kita sebagai manusia untuk berpikir, menganalisa, serta memutuskan. Menumbuhkan karakter pada diri sendiri juga merupakan tujuan dengan adanya pendidikan, sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang lebih baik.

(12)

▪ Membantu dalam Kemajuan Suatu Bangsa

Untuk kemajuan suatu bangsa, pendidikan sangat berperan penting di dalamnya.

Sehingga manusia yang baik membutuhkan suatu pendidikan. Dalam dunia yang kompetitif dan bersaing, pendidikan adalah jalan untuk dapat bersaing. Sebagian besar menyadari dengan adanya pendidikan yang baik maka menghasilkan manusia yang baik. Tidak hanya pendidikan saja, namun juga memerlukan keahlian yang cukup dalam membuat maju suatu bangsa.

▪ Memberikan Pengetahuan

Sebuah efek langsung dari pendidikan adalah dengan adanya mendapatkan pengetahuan yang luas. Pendidikan memberikan pelajaran yang begitu penting bagi manusia mengenai dunia sekitar, mengembangkan perspektif dalam memandang kehidupan.

Pendidikan yang sebenarnya diperoleh dari pelajaran yang diajarkan oleh kehidupan kita.

Maka dari itu banyak Pemerintah yang menganjurkan pendidikan yang baik di mulai sejak dini, agar ketika kelak dewasa mempunyai Sumber Daya Manusia yang baik.

▪ Memberikan Pencerahan dalam Kehidupan

Dengan adanya pendidikan dapat menghapuskan keyakinan yang salah di dalam pikiran kita. Selain itu juga dapat membantu dalam menciptakan suatu gambaran yang jelas mengenai hal di sekitar kita, juga dapat menghapus semua kebingungan. Orang dengan pendidikan yang tinggi biasanya akan lebih bijak dalam menyelesaikan suatu masalah, hal ini dikarenakan mereka sudah mempelajari mengenai ilmu pendidikan dalam kehidupan.

(13)

Lampiran II : VIDEO

Link : https://youtu.be/U5cbOnLsYRE

(14)

Lampiran III : Penjelasan Ice Breaking

Ice Breaking "Siapa Dia"

Tujuan dari Ice Breaking ini adalah untuk lebih mengenal, melatih konsentrasi, fokus dan melatih menghafal.

Aturan Main:

o setiap orang menyebutkan nama, hobi dan cita-cita, kemudian sebelahnya

memperkenalkan dirinya dan memperkenalkan orang yg berada disampingnya (nama, hobi dan cita-citanya) dst.

o orang pertama menyebutkan nama, hobi dan cita-citanya kemudian dilanjutkan orang kedua menyebutkan nama, hobi, cita-cita dirinya dan orang pertama, setelah itu dilanjutkan oleh orang ketiga menyebutkan nama, hoby dan cita-cita dari 2 orang disampingnya serta nama dan cita-cita dirinya, dst sampai orang terakhir.

(15)

Lampiran IV : Lembar Evaluasi Proses

LEMBAR EVALUASI PROSES BIMBINGAN KELOMPOK

Hari/tanggal : ...

Materi : ...

PETUNJUK

Guru Bk memberikan skor penilaian aspek yang diobservasi pada masing-masing siswa sesuai dengan kolom yang telah disediakan, dengan kriteria sebagai berikut :

Skor 4 jika hal yang dilakukan siswa dengan sangat baik Skor 3 jika hal yang dilakukan siswa dengan baik

Skor 2 jika hal yang dilakukakan siswa dengan kurang baik Skor 1 jika hal yang dilakukan siswa dengan tidak baik

NO ASPEK YANG DIOBSERVASI

NAMA SISWA (INISIAL) S

A Z H

U R

A S

S W

R F

N M

N D 1. Keaktifan siswa mengikuti

layanan Bimbingan Kelompok 2. Antusias dalam setiap kegiatan

Bimbingan Kelompok

3.

Perhatian siswa saat guru menjelaskan materi dalam Bimbingan Kelompok 4. Keberanian siswa dalam

mengungkapkan pendapat

5. Keberanian siswa bertanya ketika ada hal kurang dimengerti

6. Respon siswa ketika proses diskusi

7. Komunikasi siswa dalam

(16)

kelompok bersama siswa lain 8. Mengembangkan hubungan

positif dalam kelompok 9.

Keaktifan siswa dalam memberikan kesimpulan

(17)

Lampiran V : Lembar Evaluasi Hasil

Lembar Evaluasi Hasil Bimbingan Kelompok

Jawablah pertanyaan berikut dengan memberikan tanda centang (V) pada kolom 1 untuk “ tidak setuju”

2 untuk “kurang setuju’

3 untuk “setuju”

4 untuk “sangat setuju”

sesuai dengan kondisi yang anda rasakan

NO PERNYATAAN SKOR

1 2 3 4

1. Materi layanan ini membuat saya lebih memahami arti dan fungsi Pendidikan.

2. Materi ini membuat saya mengetahui pentingnya pendidikan dalam

kehidupan

3. Saya merasa materi ini memotivasi saya untuk lebih mengembangkan diri saya dalam Pendidikan.

4. Materi ini membuat saya mengerti bahwa keberhasilan Pendidikan sebagai persiapan saya menjadi anggota masyarakat.

5. Saya senang dengan layanan ini karena pelaksanaannya menyenangkan dan bermanfaat

6. Setelah mengikuti bimbingan kelompok ini saya sudah memiliki gambaran rencana kegiatan yang akan saya lakukan dalam menunjang keberhasilan Pendidikan.

(18)

Keterangan:

a. Skor minimal yang dicapai 1 x 5 = 5 dan skor maksimal 4 x 5 = 20 b. Kategori hasil :

Kurang = ..-7 Cukup = 8-11 Baik = 12-15 Sangat baik = 16-20

(19)

Lampiran VI : Lembar Kerja Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Guru BK / Konselor memberi kesempatan kepada Peserta didik untuk bertanya / komentar mengenai hal yang belum dapat dipahami dan memberikan ide atau gagasan yang

1) Mengucapkan salam dan menyampaikan ucapan terima kasih. 3) Menjelaskan pengertian, tujuan, cara pelaksanaan dan asas-asas dalam bimbingan kelompok.. 2) Bertanya kepada

Pada tahap pembentukan, pemimpin kelompok masih menjelaskan tentang pengertian, tujuan, manfaat serta asas-asas bimbingan kelompok. Dengan maksud agar anggota

2. Tahap peralihan, menjelaskan secara singkat bimbingan kelompok serta menanyakan kesiapan anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan bimbingan kelompok selanjutnya. Tahap

Guru BK atau Konselor mengadakan diskusi bersama siswa terkait perasaannya yang mereka hadapi dalam memahami topik Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga.. Guru BK

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK  SEMESTER (GENAP) TAHUN PELAJARAN 2020/2021 A Komponen Layanan Layanan

Dilihat dari tahap peralihan berdasarkan hasil pengolahan data tentang pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan disiplin belajar peserta didik kelas VIII dari 36 orang

Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam mewujudkan kepercayaan diri peserta peserta didik dilihat dari tahap pembentukan yang menyatakan baik 21 peserta didik dengan presentase