RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
NO A. Komponen
1 Kelas V (lima) SD
2 Komponen Layanan Layanan Dasar
3 Bidang Layanan Akademik
4 Jenis Bimbingan Bimbingan Kelompok 5 Kompetensi Inti Sukses di Sekolah
6 Tujuan Siswa meraih strategi-strategi untuk meraih kesuksesan di sekolah
7 Kompetensi Dasar A2.5.4 - Mendiskusikan persoalan yang biasa muncul di sekolah
8 Indikator C1: Mengidentifikasi persoalan-persoalan umum yang terjadi di lingkungan sekolah
C2: Memberi contoh mengenai persoalan-persoalan umum yang terjadi di lingkungan sekolah
C3: Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi persoalan-persoalan umum di sekolah
C4: Menguraikan dampak dari persoalan tersebut terhadap lingkungan sekolah
C5: Memutuskan argumen atau solusi berdasarkan pemahaman dan analisisnya tentang persoalan tersebut C6: Menciptakan hubungan antara persoalan-persoalan umum dengan isu-isu yang lebih luas dalam pendidikan A1: Memberi minat dan motivasi untuk berpartisipasi dalam diskusi mengenai persoalan-persoalan yang biasa terjadi di sekolah
A2: Menampilkan sikap empati dengan mendengarkan pendapat orang lain mengenai persoalan tersebut A3: Menunjukkan sikap terbuka terhadap beragam sudut pandang dan pendapat dalam forum diskusi
A4: Berpegang pada pengendalian emosi dan konflik yang mungkin timbul dalam diskusi
A5: Menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya berkontribusi dalam meningkatkan situasi di sekolah P1: Menunjukkan kemampuan berbicara dengan jelas dan terstruktur saat mengungkapkan pendapat tentang persoalan di sekolah
P2: Melaksanakan peran yang efektif dalam diskusi kelompok, seperti memimpin diskusi atau mendukung argumen orang lain, dalam membahas persoalan di sekolah P3: Mencoba menggunakan media atau alat komunikasi (seperti presentasi, papan tulis, atau teknologi) dengan efektif untuk memfasilitasi forum diskusi
P4: Merumuskan poin-poin penting dari hasil diskusi mengenai persoalan di sekolah
P5: Menentukan kesimpulan atau rekomendasi berdasarkan hasil diskusi mengenai persoalan di sekolah
9 Materi Isu Sekolah: Apa yang Sering Terjadi?
10 Sumber 1) Video Edukatif:
https://youtu.be/vymD_fdDPbo?si=NRrr_78QdT1G6q3C 2) Fatmawati, I., Djamas, N., & Rahmadani, A. (2021).
Pengaruh Pendampingan Ibu Pekerja Harian Lepas Terhadap Tingkat Stres Akademik Pembelajaran Daring Siswa Sekolah Dasar. Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(1), 12-19.
3) Utami, T. W., Astuti, Y. S., & Livana, P. H. (2019).
Hubungan kecemasan dan perilaku bullying anak sekolah dasar. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 2(1), 1-6.
4) Yandri, H. (2014). Peran guru bk/konselor dalam pencegahan tindakan bullying di sekolah. Jurnal Pelangi, 7(1).
11 Metode/ Teknik Daftar Isian 12 Alat/ Bahan 1) Alat tulis
2) Kertas HVS 3) Laptop 4) Proyektor
13 Durasi 2 x 45 Menit
14 Semester
15 Nilai P5 Terkait Berpikir Kritis A. Proses Kegiatan
1. Awal
a. Pembukaan Guru BK membuka sesi bimbingan kelompok dengan menyambut para peserta didik ke dalam ruangan kemudian mengucapkan salam dan memimpin doa bersama.
Selanjutnya guru BK menanyakan kabar kepada peserta didik “Bagaimana kabarnya hari ini?” dan memberikan
afirmasi positif untuk menciptakan hubungan interpersonal.
Dalam tahap ini, pencatatan kehadiran peserta didik diperlukan sebagai bentuk presensi.
Untuk mencairkan suasana dan memberi kesan yang menyenangkan, guru BK dapat menerapkan ice breaking.
b. Pernyataan Tujuan Materi layanan pada bimbingan kelompok Isu Sekolah:
Apa yang Sering Terjadi? yang akan disampaikan oleh guru BK menggunakan metode Daftar Isian. Metode ini merupakan penilaian atau pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, pendapat, atau karakteristik seseorang melalui pertanyaan tertulis yang harus diisi dengan jawaban-jawaban tertentu.
Tujuan diberikannya materi ini adalah agar peserta didik dapat memperoleh pemahaman mengenai persoalan- persoalan yang biasa muncul di sekolah dan bagaimana cara mengatasinya.
c. Penjelasan Langkah-langkah
Guru BK menjelaskan langkah-langkah dari kegiatan yang akan dilakukan kepada peserta didik. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Guru BK mengkondisikan kelompok dengan membagikan kelompok kecil yang berjumlah 1-5 anggota.
2) Guru BK memberikan materi mengenai Isu Sekolah:
Apa yang Sering Terjadi? dengan pembawaan yang santai dan menyenangkan sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh setiap anggota kelompok.
3) Guru BK meminta setiap anggota kelompok untuk memahami dan menganalisis tayangan video edukatif mengenai Isu Sekolah: Apa yang Sering Terjadi?
4) Guru BK memberikan kertas berisi daftar isian mengenai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isu-isu di sekolah.
5) Guru BK meminta anggota kelompok untuk menuliskan jawaban mengenai isu-isu atau persoalan umum yang biasa terjadi di sekolah.
6) Guru BK mempersilahkan anggota kelompok untuk mempresentasikan apa yang sudah ditulis.
7) Bersama dengan anggota kelompok, guru BK melakukan refleksi serta memberikan penguatan moral dari kegiatan yang telah dilakukan.
d. Pembentukan Kelompok
Membagi kelompok kecil dengan jumlah 1-5 anggota dalam setiap kelompok. Mengkondisikan pengelompokan dengan memberikan tempat duduk sesuai dengan jumlah anggota kelompok untuk memudahkan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok. Hal ini juga memudahkan peserta didik berdiskusi dan saling berbagi informasi dengan satu sama lain.
e. Konsolidasi Dalam tahap ini, guru BK memberikan kesempatan bagi setiap anggota kelompok untuk melakukan konsolidasi terhadap tugas yang sudah diberikan. Guru BK memastikan ketua kelompok dan para anggota sudah memahami fungsi, peran, dan tugas yang harus dikerjakannya. Tugas yang diberikan oleh guru BK berkaitan dengan materi yang sudah disampaikan mengenai Isu Sekolah: Apa yang Sering Terjadi?
2. Transisi
a. Memberi
kesempatan bertanya tentang hal yang belum dipahami (storming)
Guru BK memberi kesempatan bagi peserta didik untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami. Guru BK tidak perlu langsung menjawab, tetapi melempar pertanyaan kepada peserta didik lain yang mampu menjawab dengan tujuan meningkatkan pemahaman dari sesama peserta didik.
Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan layanan bimbingan yang sedang dilakukan.
“Apakah sudah dapat dipahami? Jika belum, silahkan bertanya tentang hal-hal yang masih belum dipahami."
b. Menjawab pertanyaan dan menjelaskan kembali langkah-langkah (norming)
Pertanyaan yang telah diajukan oleh peserta didik akan dijawab oleh guru BK dengan menjelaskan jawaban secara detil, runtut, dan mudah dipahami oleh peserta didik sehingga mereka dapat memahami dan mengikuti layanan bimbingan dengan baik.
Sampaikan beberapa peraturan yang harus diikuti oleh peserta didik selama layanan bimbingan berlangsung.
Beberapa peraturan diuraikan sebagai berikut:
1) Siswa dihimbau untuk bersikap kooperatif selama mengikuti kegiatan.
2) Siswa diharuskan untuk fokus dan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
3) Siswa dilarang melakukan keributan selama kegiatan berlangsung.
Setelah selesai menyampaikan peraturan, kembali sampaikan langkah-langkah kegiatan secara singkat kepada peserta didik.
c.Membuat
kesepakatan/kontrak untuk masuk tahap kerja
Sebelum memasuki tahap selanjutnya, guru BK memastikan pertanyaan terakhir mengenai kesiapan anggota kelompok untuk memasuki tahap kerja dengan menggunakan kalimat
“Sampai sini apakah masih ada yang ingin ditanyakan?”
Jika anggota kelompok masih bertanya, maka guru BK dapat kembali melakukan storming dengan waktu singkat.
3. Kerja
a. Eksperientasi Pada tahap eksperientasi atau disebut juga dengan tahap operasionalisasi teknik, guru BK akan memastikan kecocokan antara kompetensi peserta didik yang akan dikembangkan, metode yang dipilih serta materi yang digunakan dalam layanan bimbingan.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh guru BK dalam tahap eksperientasi adalah sebagai berikut.
1) Guru BK mengkondisikan kelompok dengan membagikan kelompok kecil yang berjumlah 1-5 anggota.
2) Guru BK memberikan materi mengenai Isu Sekolah:
Apa yang Sering Terjadi? dengan pembawaan yang santai dan menyenangkan sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh setiap anggota kelompok.
3) Guru BK meminta setiap anggota kelompok untuk memahami dan menganalisis tayangan video edukatif mengenai Isu Sekolah: Apa yang Sering Terjadi?
4) Guru BK memberikan kertas berisi daftar isian mengenai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isu-isu di sekolah.
5) Guru BK meminta anggota kelompok untuk menuliskan jawaban mengenai isu-isu atau persoalan umum yang biasa terjadi di sekolah.
6) Guru BK mempersilahkan anggota kelompok untuk mempresentasikan apa yang sudah ditulis.
7) Bersama dengan anggota kelompok, guru BK melakukan refleksi serta memberikan penguatan moral dari kegiatan yang telah dilakukan.
b. Identifikasi Setelah memberikan materi dan menayangkan video edukatif, guru BK dapat melakukan refleksi dengan menanyakan kesan pesan kepada anggota kelompok terkait dengan materi yang sudah diberikan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1) Apakah manfaat yang dapat diambil dari tayangan video edukatif yang sudah diberikan?
2) Berdasarkan tayangan tersebut, apa saja persoalan- persoalan yang biasa terjadi di sekolah?
c. Analisis Guru BK membantu peserta didik untuk melakukan proses analisis dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1) Mengapa Anda perlu mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi di sekolah?
2) Apakah Anda pernah terlibat persoalan tersebut?
3) Jika pernah, apa yang Anda lakukan untuk mengatasi persoalan tersebut dan dampak seperti apa yang Anda terima?
d. Generalisasi Tahap generalisasi guru BK melakukan refleksi tahap akhir dengan membentuk rencana tindakan untuk menghindari perilaku yang membuat terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Guru BK dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1) Setelah mengetahui dampak buruknya, apa upaya yang akan Anda lakukan untuk menghindari persoalan-persoalan yang terjadi di sekolah?
2) Tindakan apa yang akan Anda lakukan jika melihat salah satu teman Anda terlibat dalam persoalan-persoalan di sekolah?
3) Apa usaha Anda untuk menciptakan lingkungan sekolah yang terbebas dari persoalan negatif?
4 Terminasi
a. Refleksi Umum Pelaksanaan review dilakukan oleh guru BK bersamaan dengan seluruh anggota kelompok. Dengan cara menarik kesimpulan dari keseluruhan kegiatan yang telah dilakukan.
Guru BK mempersilahkan anggota kelompok untuk menarik kesimpulan dari perspektif mereka masing-masing.
Setelah setiap anggota kelompok menyampaikan kesimpulan masing-masing, guru BK menyampaikan kembali yang telah disampaikan oleh anggota kelompok dan membuat kesimpulan utama yang mudah dipahami.
Berikan penguatan berupa pemberian alasan-alasan mengapa peserta didik harus mengenali syarat melamar kerja.
b. Tindak Lanjut Merencanakan tindak lanjut dari kegiatan yang sudah dilakukan. Guru BK menentukan jadwal pertemuan selanjutnya dengan seluruh anggota kelompok untuk melihat hasil dari keefektifan layanan bimbingan kelompok.
c. Penutup Dalam tahapan penutup, guru BK mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kelompok dan menyampaikan permohonan maaf. Berikan afirmasi positif agar peserta didik terhindar dari isu-isu berdampak negatif di sekolah.
Akhiri layanan bimbingan dengan memberi kalimat apresiasi seperti “kalian hebat sekali telah mengikuti rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir dengan sangat baik” kemudian kegiatan layanan bimbingan diakhiri dengan salam perpisahan dan doa bersama.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Materi “Isu Sekolah: Apa yang Sering Terjadi?”
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan jenjang pendidikan formal atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Sekolah memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengakses pendidikan dengan guru yang berperan sebagai tenaga pendidik dan bertugas memberikan pembelajaran kepada peserta didik. Tak dapat dipungkiri bahwa sekolah juga dapat menciptakan isu-isu yang sering terjadi antara guru, peserta didik maupun orang-orang yang terlibat di lingkungan sekitarnya.
Isu yang kerap kali terjadi di kalangan peserta didik adalah kasus bullying yang sering dialami oleh anak sekolah dasar. WHO (dalam Utami et al, 2019) mendefinisikan bullying sebagai bentuk penganiayaan yang beragam, dicirikan dari tindakan-tindakan berulang yang ditujukan kepada seseorang dengan cara agresi fisik atau emosional, seperti mengganggu, memanggil nama, mencemooh, mengintimidasi, merendahkan, mencemooh, melakukan pengucilan sosial dan menyebarkan gosip. Penelitian menunjukkan perilaku bullying dilakukan pada 57,7% anak usia sekolah. Maka untuk mencegah isu ini semakin sering terjadi di sekolah, perlu adanya kontribusi dari seluruh komponen sekolah untuk melakukan tindakan preventif agar tidak ada peserta didik yang melakukan bullying serta melakukan tindakan kuratif jika ada peserta didik yang pernah melakukan bullying pada sesama temannya. Dalam hal ini, gguru BK atau konselor perlu memberikan layanan konseling yang efektif dan komprehensif sesuai kebutuhan peserta didik dengan menyediakan program BK yang cocok dalam menanggulangi bullying seperti mengorganisir layanan orientasi, memberikan informasi, membantu penempatan, mengelola materi pelajaran, memberikan konseling individu, mengadakan bimbingan kelompok, menyelenggarakan konseling kelompok, memberikan konsultasi, melakukan mediasi, dan memberikan dukungan advokasi (Prayitno, dalam Yandri, 2014).
Isu lain diantara kalangan peserta didik yang berkaitan dengan pembelajaran adalah stres akademik yang biasa dialami oleh anak sekolah dasar. Fatmawati et al. (2021) mengemukakan bahwa siswa sekolah dasar mengalami stres akademik dikarenakan terdapat perubahan dalam sistem pendidikan yang berdampak pada peningkatan tugas perkembangan serta karakteristik yang khas. Stres akademik merupakan stres yang dialami peserta didik dalam lingkungan pendidikan. Ifdil & Taufik (dalam Barseli, 2018) menyatakan bahwa guru BK berperan dalam membantu peserta didik mengenal dan mengatasi stres akademik yang dialami oleh peserta didik dan peningkatan resiliensi. Perlu pengembangan yang optimal untuk
program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Layanan yang dapat dikembangkan seperti layanan informasi dalam mengenal stres akademik dengan cara mengatasinya, layanan penguasaan materi mengenai cara mengatasi stres serta bimbingan kelompok dan konseling kelompok dalam mengungkap pemahaman serta permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan stres akademik.
Pembahasan di atas merupakan isu-isu yang biasa terjadi di sekolah. Isu seperti ini berkonotasi negatif dan harus dihindari oleh peserta didik. Dalam meraih kesuksesan di sekolah, peserta didik disarankan agar tidak terjerumus ke dalam perilaku bullying dan sebisa mungkin mengelola dengan berolahraga atau meditasi sehingga dapat terhindar dari stres akademik. Dengan demikian, peserta didik dapat meraih strategi untuk mencapai kesuksesan dalam lingkungan sekolah.
Lampiran 2. Daftar Isian
JURNAL HARIAN
KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
No :
Nama :
Sekolah : (Disesuaikan dengan RPL)
Kelas : V (lima) SD
Kegiatan : Bimbingan Kelompok
Kompetensi : Sukses di Sekolah
Standar Kompetensi : Mendiskusikan persoalan yang biasa muncul di sekolah
Materi : Isu di Sekolah
Waktu : (Disesuaikan dengan RPL)
Tempat : (Disesuaikan dengan RPL)
Pembimbing : (Disesuaikan dengan RPL) 1. Eksperientasi
Dalam kegiatan ini saya telah melakukan :
a. ...
b. ...
c. ...
d. ...
e. ...
2. Identifikasi
Setelah melakukan kegiatan ini saya merasa berhasil dan atau tidak berhasil dalam : a. ...
b. ...
c. ...
d. ...
e. ...
3. Analisis
Sebab-sebab saya merasa berhasil dan atau tidak berhasil karena :
a...
b...
c...
d...
e...
4. Generalisasi
Sebagai tanda bahwa saya telah mendapat pembelajaran dari kegiatan ini saya akan dan atau tidak akan melakukan :
a. ...
b. ...
c. ...
d. ...
e. ...
5. Tindak lanjut
a. ...
b. ...
c. ...
FORMAT PEER ASSESMENT
Bidang Layanan : Layanan Dasar
Jenis Bimbingan : (Disesuaikan dengan RPL) Strategi Bimbingan : Bimbingan Kelompok Standar Kompetensi : (Disesuaikan dengan RPL) Tujuan : (Disesuaikan dengan RPL) Kompetensi Dasar : (Disesuaikan dengan RPL) Indikator : (Disesuaikan dengan RPL) Materi : (Disesuaikan dengan RPL) Metode dan Teknik : (Disesuaikan dengan RPL) Alat/Bahan : (Disesuaikan dengan RPL) Kelas : (Disesuaikan dengan RPL)
No Aspek yang dinilai SKLB PENYAJIAN JUMLAH
1 2 3 4 1 2 3 4 1 Awal
a. Membuka konseling
b Menyatakan tujuan
✓
c.Menjelaskan langkah-langkah d.Membentuk kelompok c.Melakukan konsolidasi 2 Transisi
a. Storming (Memfasilitasi tanya
jawab) ✓
b. Norming (Menjelaskan kembali aturan dan scenario kegiatan) 3 Kerja
a. Eksperientasi (Melaksankan latihan)
✓
b. Identifikasi (menanyakan hasil dari proses konseling)
c. Analisis(Mengkonfirmasi alasan hasil identifikasi) d. Generalisasi
(menanyakan rencana tindakan perbaikan tingkahlaku dlm kehidupan nyata)
4 Terminasi a. Refleksi umum
✓
b.Tindak lanjut
c. Menutup.
JUMLAH TOTAL : __________
Skor: __________
Penampil : Penilai: Caecilia Ariella
Catatan:
RPL yang dibuat sudah sesuai dengan format penulisan. Isi RPL juga singkat, padat, dan jelas serta dilengkapi dengan lampiran yang lengkap
FORMAT PEER ASSESMENT
Bidang Layanan : Layanan Dasar
Jenis Bimbingan : (Disesuaikan dengan RPL) Strategi Bimbingan : Bimbingan Kelompok Standar Kompetensi : (Disesuaikan dengan RPL) Tujuan : (Disesuaikan dengan RPL) Kompetensi Dasar : (Disesuaikan dengan RPL) Indikator : (Disesuaikan dengan RPL) Materi : (Disesuaikan dengan RPL) Metode dan Teknik : (Disesuaikan dengan RPL) Alat/Bahan : (Disesuaikan dengan RPL) Kelas : (Disesuaikan dengan RPL)
No Aspek yang dinilai SKLB PENYAJIAN JUMLAH 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Awal
a. Membuka konseling b Menyatakan tujuan
✓
c.Menjelaskan langkah-langkah d.Membentuk kelompok c.Melakukan konsolidasi 2 Transisi
a. Storming (Memfasilitasi tanya jawab)
✓
b. Norming (Menjelaskan kembali aturan dan scenario kegiatan) 3 Kerja
a. Eksperientasi (Melaksankan latihan)
✓
b. Identifikasi (menanyakan hasil dari proses konseling)
c. Analisis(Mengkonfirmasi alasan hasil identifikasi) d. Generalisasi
(menanyakan rencana tindakan perbaikan tingkahlaku dlm kehidupan nyata)
4 Terminasi a. Refleksi umum
✓
b.Tindak lanjut
c. Menutup.
JUMLAH TOTAL : __________
Skor: __________
Penampil : Penilai: Yasmin Sekar K.
Catatan:
Dalam penyusunan RPL sudah sesuai dengan struktur yang ada. Kata awalan yang tercantum dalam indikator capaian sudah sesuai dengan Taksonomi Bloom, namun dalam uraiannya masih ada yang kurang sesuai dengan jenjang tujuan RPL ini, karena indikator yang tercantum lebih cocok untuk ditujukan ke jenjang lebih tinggi bukan untuk jenjang Sekolah Dasar.