• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTEMUAN KETUJUH: Permintaan Produk Pertanian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTEMUAN KETUJUH: Permintaan Produk Pertanian"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

Kode PTE-101002

PERTEMUAN KETUJUH:

Permintaan Produk Pertanian

Nur Baladina, Tatiek Koerniawati, Sujarwo, Djohar Noeriati,

Rini Dwiastuti 2013

Pada akhir perkuliahan mhs diharap mampu:

 Mengenal konsep teori permintaan

 Mengaplikasikan konsep teori permintaan dalam mendalami produk pertanian

 Mendeskripsikan:

 fenomena permintaan produk pertanian

 perubahan kuantitas permintaan karena perubahan faktor yang mempengaruhi

 Mengidentifikasi karakteristik produk pertanian ditinjau dari sisi permintaan

TUJUAN PEMBELAJARAN:

(2)

Konsep Teori Permintaan 1

Faktor-faktor yg menentukan Kuantitas Permintaan

2

Karaktersitik Permintaaan Produk Pertanian

5

Elastisitas Permintaan 4

Struktur Presentasi

Move & Shift Kurva Permintaan 3

Konsep Teori Permintaan 1

(3)

 Permintaan  menjelaskan sifat hubungan antara jumlah barang yang diminta (Qd) oleh konsumen dengan faktor yg

mempengaruhi

Hubungan diekspresikan dalam bentuk:

 Tabel (skedul)

 Grafik (Kurva)

 Rumusan matematika

 hukum permintaan  menjelaskan arah

hubungan antara jumlah barang yg diminta dan faktor yg mempengaruhi

Tabel (skedul)

Harga (Rp)

Kuantitas (Ton)

5.000 24

6.000 22,5

6.500 20

7.000 17,5

7.500 15

8.000 12,5

9.000 10

menurun

meningkat

(4)

Permintaan

Jumlah (kuantitas) Sumbu horizontal mengukur jumlah (Q) yang diminta konsumen per satuan waktu

Sumbu vertikal mengukur harga (P) yang didibayarkan konsumen per per unit barang

Harga per unit

Grafik (Kurva)

Kurva permintaan suatu barang

Grafik (Kurva)

Harga

per unit (Rp 1000,-)

Jumlah per minggu (ton)

9 7 5

10 17,5 24 Kurva Permintaan

0

(5)

skedul

Tabel (skedul) → Grafik

P 5 6 6,5 7 7,5 8 9 Qd 24 22,5 20 17,5 15 12,5 10

Harga

per unit (Rp 1000,-)

Jumlah per minggu (ton)

9 7 5

10 17,5 24

Kurva Permintaan

0

Kurva Permintaan

Kurva tempat kedudukan kombinasi antara jumlah barang atau komoditas yang diminta konsumen di pasar pada berbagai tingkat harga

Kurva yang mendeskripsikan kemampuan (kemauan) konsumen untuk membeli suatu barang (komoditas) selama periode waktu dan kondisi tertentu.

(6)

Persamaan Berganda (eksplisit):

Qd = 0 + 1 X1 + 2 X2 + … +

k Xk

X1 = harga barang itu sendiri X2 = harga barang lain

X3 = pendapatan

X4 = jumlah penduduk X5 = selera konsumen

Persamaan Sederhana (eksplisit):

Q d = 1 0 0 – 0 .5 P

Persamaan Matematik (fungsi)

Kuantitas Permintaan

Harga

Hukum Permintaan

Bgmn

mendptkan koefisien regresi

Matakuliah Ekonometrika pd smtr VI

Fungsi Permintaan

Persamaan (rumusan) matematik yang menjelaskan hubungan antara kuantitas (jml) yang dikonsumsi dg berbagai faktor yang mempengaruhi dalam kurun waktu tertentu.

Rumusan

Matematik Eksplisit

Implisit

(7)

Implisit:

Qdx = f ( Px, Py, I, T, Pop)

(eksplisit):

Qd = 0 + 1 Px + 2 Py + … + 5 Pop di mana :

Qd = jumlah barang x yang diminta Pq = harga barang x

Pyi = harga barang lain (y) ( i = 1,2,…,n) I = pendapatan

T = selera

Pop = jumlah penduduk

Hukum Permintaan

Menjelaskan hubungan terbalik antara harga dan jumlah yang diminta:

P  Qs 

Ceteris Paribus (jika faktor selain harga dianggap

tetap/tidak berubah)

Harga

Jumlah

(8)

Harga per unit

Jumlah per minggu (ton)

Kurva Permintaan

Q0 Q1 Q2 P0

P2 P1

P  Qs  atau P  Qs 

Hubungan harga & Kuantitas

Hukum Permintaan dlm bentuk grafik

0

“makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang diminta oleh konsumen”;

sebaliknya

“makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta oleh konsumen”

Narasi Hukum Permintaan

(9)

Faktor-faktor yg menentukan Kuantitas Permintaan:

 Analisis

 Identifikasi faktor-faktor

2

1. Analisis Permintaan Produk Pertanian

(10)

 bawang merah,

 Bawang putih,

 Cabe merah,

10 Jenis komoditas sayuran:

1 Sayuran Bumbu- bumbuan

Pengelompokan sayuran

2

Sayuran dataran rendah

 Bayam

 Kacang panjang

 kangkung Pengelompokan sayuran

3

Sayuran dataran tinggi

 Kentang

 Kubis

 Wortel

 sawi

(11)

Perbedaan karakteristik konsumen

Unit analisis spesifik:

Individu (Warga kota)

Restoran

Kedai

Rumah sakit

Rumah penjara Unit analisis

Konsumen individu (warga kota)

Faktor ekonomi:

• Pendapatan

• Harga sayur ttt

• Harga sayur substitusi

Faktor non-ekonomi:

• Jml anggota keluarga

• Lama pendidikan ibu rumahtangga (RTG)

• Umur ibu (RTG)

• Komposisi keluarga

• Selera (preferensi)

(12)

Alur logika faktor yg mempengaruhi kuantitas permintaan

Pendapatan Jml yg diminta

pendidikan ibu

Keputusan pembelian /konsumsi

Umur ibu Pengalaman ibu

Anggota Keluarga

Umur (Th)

Kecukupan Energi

(Kal)

Protein (gr)

Ayah Ibu

Anak ke-1 Anak ke-2

35 32 7 3

3000 2250 1900 1250

55 48 37 23

8400 163

Angka Kecukupan Energi dan Protein Keluarga

(13)

Golongan Umur Energi (Kkal) Protein (gram)

0 – 6 bl 7 – 12 bl 1 – 3 th 4 – 6 th 7 – 9 th Pria

10 – 12 th 13 – 15 th 16 – 19 th 20 – 59 th

> 60 th Wanita

10 – 12 th 13 – 15 th 16 – 19 th 20 – 50 th

> 50 th Hamil Menyusui

0 – 6 bl 7 – 12 bl

560 800 1250 1750 1900 2000 2400 2500 Ring 2800

Sdg 3000 Brt 3600 2200

1900 2100 2000 Ring 2050

Sdg 2250 Brt 2600 1850 + 285 + 700 + 500

12 15 23 32 37 45 64 66 55 55 55 55 54 62 51 48 48 48 48 + 12

+ 16 + 12

dianjurkan rata-rata per orang per hari

Sumber: Pedoman Umum Diversifikasi Pangan

Alur logika faktor yg mempengaruhi kuantitas permintaan (Lanjutan)

Pendapatan Jml yg diminta

Komposisi Keluarga

Keputusan pembelian /konsumsi

Angka kecukupan Energi & Protein

Lihat tabel AKE/AKP

(14)

Hasil Analisis

Variabel Koefisien Tanda

Intersep

Pendapatan konsumen (Rp/tahun)

1 > 0 Harga sayur dataran

rendah (Rp/kg)

2 < 0 Harga sayuran dataran

tinggi (Rp/kg

3 > 0

Jml ARTG (orang) 4 > 0

Sayuran dataran rendah

Hasil Analisis (lanjutan)

Variabel Koefisien Tanda Lama pendidikan formal

ibu (tahun)

5 > 0

Umur ibu RTG (th) 6 > 0

Komposisi keluarga 7 > 0

Catatan:

Sayuran dataran tinggi 2 > 0

& 3 < 0

(15)

Dimana:

Py = Harga sayuran dataran tinggi Qy = kuantitas sayuran dataran tinggi Qx = kuantitas sayuran dataran rendah

Pengaruh harga sayuran dataran tinggi dg kuantitas permintaan sayuran dataran rendah

Py  Qy

y mensubstitusi x

(y  x)

Qx

Interpretasi tanda koefisien regresi ???

Fungsi Permintaan

Yi = 0 + 1 X1i - 2 X2i + (-) … + 6 X6i + i

(16)

Konsumen Restoran

Faktor ekonomi:

• Harga sayur ttt

• Harga sayur substitusi

• Modal usaha

Faktor non-ekonomi:

• Rata-rata jml pengunjung

• Kegiatan promosi

Catatan:

Konsumen kedai: tanpa variabel kegiatan promosi; mengapa?

Konsumen Rumah sakit

Faktor ekonomi:

• Harga sayur ttt

• Harga sayur

substitusi (Rp/kg)

• Biaya perawatan tiap pasien

(Rp/hari)

Faktor non-ekonomi:

• Rata-rata jml pasien (orang/bulan)

(17)

Konsumen Rumah Penjara

Faktor ekonomi:

• Harga sayur ttt

• Harga sayur

substitusi (Rp/kg)

• Biaya makan setiap penghuni rmh penjara (Rp/hari)

Faktor non-ekonomi:

• Rata-rata jml

penghuni rmh penjara (orang/bulan)

Manfaat hasil pendugaan fs permintaan:

Bagi produsen Bagi pemasar

Diskusi Kelas

(18)

Move & Shift Kurva Permintaan

3

Move (Pergerakan) Kurva Permintaan

 Perubahan kuantitas sepanjang kurva permintaan

 Perubahan kuantitas yg dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri

(19)

Harga Rp/unit

Kuantitas Ton/minggu

8.000

12,5

D

Kondisi awal kuantitas permintaan

0

8.000

12,5 5.000

24

D

Harga Rp/unit

Kuantitas Ton/minggu

Perubahan jumlah permintaan sepanjang kurva D

Perubahan

kuantitas/jumlah krn harga barang itu sendiri

0

(20)

Shift (Pergeseran) Kurva Permintaan:

 Perubahan kuantitas krn bergesernya kurva permintaan

 Perubahan kuantitas yg dipengaruhi oleh variabel selain harga barang itu sendiri

 Arah pergeseran bisa ke kiri

(menurun/berkurang) atau ke kanan (meningkat/bertambah)

Harga Rp/unit

Kuantitas Ton/minggu

8.000

12,5

D

Kondisi awal kuantitas permintaan

0

(21)

5.000

12,5 20

D D’

Perubahan (pergeseran) dalam permintaan

Harga Rp/unit

Kuantitas Ton/minggu

Perubahan kuantitas krn faktor selain harga barang itu sendiri

0

Arah pergeseran (shifts) kurva permintaan

Harga per unit

Kuantitas

Peningkatan Permintaan

Penurunan Permintaan

Kurva Permintaan D 3

Kurva Permintaan, D 1

Kurva Permintaan, D 2

0

(22)

 Pendapatan konsumen

 Harga barang lain yg berhubunngan

 Jumlah konsumen

 Pemenuhan gizi (AKE

& AKP)

shifts

Elastisitas Permintaan

4

(23)

Elastisitas permintaan barang:

Bentuk:

1. Elastisitas Harga Sendiri (εh) 2. Elastisitas Harga Silang (εs) 3. Elastisitas Pendapatan (εp)

Besaran (magnitude) yg menjelaskan:

daya respon jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan faktor yang mempengaruhi

Elastisitas Harga Sendiri (εh)

Rumus Perhitungan:

εh = (δQdx/Qdx) / (δPqx/Pqx) = (δQdx/ δPqx) * (Pqx/Qdx)

Deskripsi:

Mengekspresikan daya respon jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

Kriteria (penggolongan):

εh < -1 : permintaan elastis εh = -1 : permintaan uniter

(24)

Elastisitas Harga Silang (ε

s

)

Deskripsi:

Merupakan daya respon jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan harga barang lain.

Rumus Perhitungan:

εs = (δQdx/Qdx) / (δPqy/Pqy) = (δQdx/ δPqy) * (Pqy/Qdx) Kriteria:

εs > 0 : hub. antar barang substitusi εs = 0 : hub. antar barang bebas

εs < 0 : hub. antar barang komplemen

Elastisitas Pendapatan (ε

p

)

Deskripsi:

Merupakan daya respon permintaan suatu barang sebagai akibat dari perubahan pendapatan konsumen.

Rumus Perhitungan:

εI = (δQdx/Qdx) / (δI/I) = (δQdx/ δI) * (I/Qdx) Kriteria:

εI > 0 : barang inferior 0 < εI < 1 : barang normal

(25)

Kriteria (Penggolongan)

(26)

Karakteristik Permintaan Produk Pertanian

5

Ringkasan:

Dimensi Kondisi

Waktu  Dalam jangka pendek kuantitas permintaan tidak fluktuatif, namun relatif konstan

 Perubahan harga relatif cepat direspon dg magnitude relatif kecil

Ruang  Tersebar dari berbagai lokasi yang berbeda dengan lokasi produksi

Bentuk • Pd umumnya dlm bentuk bahan jadi

Referensi

Dokumen terkait

In the c ase of the Dutch East Indies, the majority of those who were classified as ‘European’ in a legal sense were ethnically Indo-European; and by the late colonial period

Rumitnya penyelenggaraan pemerintahan di era otonomi adalah minimnya instrumen pendudkung hubungan fungsional antara pusat dan daerah , kesulitan dan hambatan manajemen ini

Dari latar belakang yang telah dibahas, maka rumusan permasalahan yang akan diangkat pada makalah ini adalah apa saja aktifitas masyarakat Kota Surabaya di Taman

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel debu yang terdiri dari debu gorden dan debu lantai dan karpet yang diambil dari musholla SMA/SMK Negeri di kota Palembang

Perlu dilakukan kajian lebih mendalam untuk membentuk agregat dari LKP sehingga menghasilkan kekuatan tekan yang maksimum namun mempunyai berat yang minimum, sehingga

En una cantidad significativa de sistemas de RCE solamente pueden presentarse impugnaciones electorales directas relacionadas con actos y decisiones oficiales, es decir, los actos

Bab XIII, Pendidikan dan Kebudayaan, 31, 32.. Bab XIV, Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial,

memasuki tahap skema bila mana siswa mampu mengikuti tahap objek. Siswa berkemampuan rendah mampu melampaui 3 indikator